Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Figur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Figur. Tampilkan semua postingan

Prasetyo Edi Usung Konsep Profesional di IMI

Selasa, 15 Desember 2015

CALON Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk periode 2015-2019 Prasetyo Edi Marsudi mengatakan bahwa jiwanya masih dekat dengan roda dua, meskipun saat ini lebih sering berkecimpung di olahraga otomotif roda empat.

"Awal kedekatan saya dengan dunia otomotif justru dimulai dari roda dua, sempat menggunakan motor dua-tak di lintasan aspal dan motorcross. Hingga saat ini pun saya gemar menggunakan motor trail untuk survey lintasan. Jadi, walaupun saya banyak di roda empat, roda dua tetap memiliki tempat khusus di hati saya," kata Prass panggilan akrab calon ketua IMI yang juga masih aktif berlaga di "off-road" itu, di Jakarta, awal pekan ini.

Prasetyo menyempatkan diri hadir pada ajang Bikers Summit 2015 yang didedikasikan bagi penggemar roda dua, di Sirkuit Internasional Sentul pada Sabtu (12/12), dan dia mendapat sambutan hangat oleh komunitas roda dua. Meski dikenal sebagai pebalap roda empat, ternyata Prass juga cukup dekat dengan para tokoh dan penggemar motor roda dua di tanah air.

Pada acara Bikers Summit yang digagas IMBI Djadoel tersebut, beberapa tokoh otomotif nasional seperti Tinton Soeprapto, Jendral Pol (Purn.) Roesmanhadi, Lola Moenek, dan Andre Dumais turut hadir. Enduro Bikers Summit 2015 ini berlangsung dengan nuansa silaturahmi akbar para pelaku roda dua dari berbagai latar belakang dan berbagai daerah di Indonesia.

Pada silaturahmi ini, beberapa tokoh otomotif nasional dan penggemar roda dua juga menunjukkan dukungannya secara langsung terhadap pencalonan Prass pada Musyawarah Nasional Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang akan berlangsung 19 Desember 2015 di Jakarta. Mereka percaya dengan kapabilitas Prass yang masih aktif sebagai pebalap dalam menghadapi masalah organisasi hingga teknis di lapangan.

"Konsep Profesional, respect, aktif, sosial, dan solid yang akan saya bawa ke kepengurusan IMI lahir dari pengalaman saya selama ini sebagai pelaku otomotif selama lebih dari 30 tahun. Di kalangan roda dua sendiri rasa saling menghormati, aktif, dan solid sangat terasa karena komunitas motor cenderung lebih aktif melaksanakan berbagai kegiatan secara bersama-sama," katanya.

"Ke depannya, saya berharap dapat meningkatkan sisi profesionalitas setiap gelaran roda dua agar dapat menjadi ajang pembinaan dan wisata sehingga memberikan manfaat sosial yang lebih luas," tambah Prass.

Sementara itu pembalap Ananda Mikola memuji Prass sebagai atlet otomotif yang berjiwa sportif. "Saya mengenal Prass sebagai pribadi yang tulus dan sangat menghargai orang lain. Ia juga sangat inovatif dan dekat dengan banyak kalangan. Semoga saja di bawah pimpinan Prass, IMI ke depan akan semakin maju dan kembali ke khitahnya," kata Ananda. Jordan

Roy Suryo Menpora Baru

Jumat, 11 Januari 2013

TERJAWAB sudah, siapa menpora baru, pengganti Andy Malaranggeng yang mengundurkan diri akibat diduga terlibat dalam kasus Mega Proyek Olahraga Hambalang. Kabarnya Presiden SBY menunjuk Kader terbaiknya dari Partai Demokrat yakni Roy Suryo yang bakal menduduki posisi menpora baru. Pastinya kabar penunjukan Roy Suryo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang akan diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (11/1/2013). Keputusan dari SBY tersebut , disambut positif Partai Demokrat.

Penunjukan ahli telematika itu mendapat tanggapan positif dari Sekretaris Divisi Komunikasi Publik dan Informatika Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, berpendapat siapa pun yang mengisi kursi Menpora adalah kader terbaik yang dimiliki partainya. "Presiden tahu kader Demokrat yang terbaik mengisi posisi itu. Semua kader Demokrat itu terbaik. Jika pilihan jatuh kepadanya, pastilah dia yang terbaik di antara terbaik itu," kata Hinca.

Hinca yang juga Ketua Komisi Banding PSSI Hasil KLB Ancol mengatakan, Demokrat sebelumnya sudah menyerahkan gambaran kadernya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Beberapa nama kader terbaik disodorkan ke Presiden. Namun, Hinca enggan mengungkapnya siapa saja. Menurutnya, daftar kader yang diserahkan menjadi hak presiden untuk dipertimbangkan lebih lanjut mengisi kursi Menpora.
"Semua keputusan itu adalah hak prerogatif presiden, beliau yang putuskan. Jika dia (Roy Suryo) dipilih itu sudah melewati pertimbangan matang karena Presiden mengetahui seluk-beluk kader Demokrat. Namun, kita perlu menunggu keputusan Presiden langsung," pungkasnya.

Sementara itu menanggapi dirinya menjadi menpora, Roy Suryo, mengaku bahwa sudah ditelepon pihak Istana untuk membicarakan posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang saat ini kosong pascamundurnya Andi Mallarangeng. Namun, Roy tidak berspekulasi dan GR (gede rasa) terkait penyebutan namanya itu untuk mengisi pos menteri. "Saya harus jawab ya, tapi bukan dari Pak SBY-nya langsung. Saya enggak boleh GR, bisa saja saya hanya salah satu di antara yang dihubungi," ujar Roy. (Jordan)

Wulan Terpilih Menjadi Putri Olahraga Indonesia 2012

Sabtu, 15 Desember 2012

GADIS cantik Wulan Apriliani (21 tahun) berhasil menyisihkan para peserta lainnya untuk dinobatkan menjadi Putri Olahraga Indonesia 2012. Dengan demikian selama satu tahun ke depan Wulan akan menjalani tugasnya sebagai Duta Olahraga seperti mensosialisasikan nilai-nilai penting olahraga pada masyarakat dan turut berpartisipasi dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Selain penobatan Putri Olahraga Indonesia juga secara bersamaan diselenggarakannya Malam Penobatan Putri Bahari Indonesia 2012 pada Jumat, (14/12), EL JOHN Pageants dengan didukung oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk kedua kalinya menggelar Pemilihan Putri Olahraga Indonesia. Kali ini malam penobatannya berlangsung di Auditorium 1 TVRI, Senayan, Jakarta.

"Harapan kami kehadiran Putri Olahraga Indonesia dapat lebih diterima masyarakat, khususnya generasi muda dan bersama masyarakat dapat mewujudkan 'mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga sambil mengembangkan pariwisata melalui olahraga, " ujar Johnnie Sugiarto, Founder & Chairman EL JOHN Pageants kepada wartawan usai penobatan pemenang.

Wulan sendiri merasa bangga dapat terpilih menjadi Putri Olahraga Indonesia 2012. “Dengan segenap kemampuan yang saya miliki akan mengembangkan dan mengangkat prestasi olahraga Indonesia, cita-cita saya, saya ingin membantu anggota masyarakat yang kekurangan ( cacat) agar mempunyai fasiltas olahraga juga, “ terang Wulan. (Jordan)

Berikut daftar pemenang.
Putri Olahraga Indonesia 2012 : Wulan Apriliani
1st Runner Up : Wenny
2nd Runner Up : Ester Primandini
3rd Runner Up : Sabrina
4th Runner Up : Riani Natalia


Mutiara Dibalik Bukit

Senin, 27 Agustus 2012


KEBERADAAN mutiara dibalik bukit umpama mutu manikam yang dicari dan dikejar oleh semua partisipan olahraga prestasi, namun sulit dicapai karena harus melalui bukit yang tinggi dan jalan yang terjal. Begitulah barangkali perumpamaan pelaksanaan pembinaan atlet olahraga prestasi di Tanah Air saat ini, karena seperangkat perundang-undangan dan peraturan tahun 2007 terkait pembinaan dan penggodogan yang dilakukan oleh KONI Pusat sebagai dewan pelaksana, yang didelegasikan kepada Satlak Prima UM, tapi penyelanggaraan pertandingannya dilakukan oleh KOI.

Dalam masa kepengurusan KONI Pusat yang baru terdapat sejumlah kendala yang bisa menghambat proses pembinaan menjelang Olimpiade di London, Inggris. Di antaranya, peralatan tes laboratorium yang telah dimiliki KONI Pusat seperti ergocycle, treadmill, EKG, dan lainnya sejak tahun 2007 dialihkan ke tempat lain tanpa dokumen yang jelas. Akibatnya, pemeriksaan dilakukan pengetesannya di lembaga lain. Kedua, pemeriksaan doping yang belum baku dan memenuhi standar. Ini makin diperburuk dengan minim dan pengetahuan Pusat dan daerah tentang prosedur pemeriksaan doping. Bangunan yang tersedia di lapangan untuk tes doping belum steril dari khalayak ramai dan belum memenuhi standar bangunan yang seharusnya.

Selain itu, pengetahuan tentang batasan dan perbedaan antara olahraga prestasi dengan olahraga masyarakat atau rekreasi belum banyak diketahui oleh pelaku olahraga. Sehingga sistem pengetesan dan pembinaannya dalam rangka FIT (Frequency, Intensity, dan Time) waktu latihan masih belum baku. Surat Edaran Mendagri nomor 32 ke daerah-daerah masih menjadi perdebatan di Konida-Konida dan Dispora-Dispora karena keterbatasan pengetahuan di bidang tersebut, sehingga KONI Pusat perlu mengadakan penyuluhan atau penataran untuk menyamakan visi-misi, pengelolaan serta penyelenggarannya.

Kendala lain adalah dikeluarkan peraturan berdasarkan UU No. 3 tahun 2005 tentang olahraga yang menyebabkan terjadi pemisahan antara KONI dan KOI: Ini merupakan suatu kendala karena kesinambungannya di dalam pelaksanaan pertandingan dan sebelumnya proses latihan ditangani oleh institusi yang berbeda. Terputus-putusnya proses latihan terutama setelah event yang besar sehingga mengakibatkan terjadinya detraining/penurunan prestasi. Inilah yang digapai para Duta Bangsa kita di Olimpiade di London 2012 karena waktu persiapan sangat singkat. Keseluruhannya mengakibatkan pencapain prestasi yang optimal sulit diharapkan karena waktu yang singkat dan organisasi pelaksana pembinaan atlet berbeda dengan organisasi yang membawakan atlet ke medan pertandingan. Tulisan ini hanya merupakan sebuah ilusi pemikiran. DR.dr.H.ZAINAL ABIDIN, Internist, Sp.GK, adalah Ketua Bidang Sport Science dan Iptek KONI Pusat

KONI Fokus Bina Angkat Besi & Panahan

Jumat, 24 Agustus 2012


PRESTASI angkat besi Indonesia memang sangat konsisten di ajang Olimpiade. Di mulai di Olompiade Sydney hingga Olimpiade London 2012 lalu. Angkat besi lah yang menyelamatkan Indonesia, dengan raihan 1 perak dan 1 perunggu. Demikian halnya dengan panahan. Cabor ini memang punya sejarah manis. Saat berlangsung Olimpiade Seol 1988 lalu. Trio Srikandi Indonesia berhasil mempersembahkan satu perak.

Presatsi itu lah membuat KONI Pusat akan memfokuskan pengembanganolahraga angkat besi dan panahan untuk bisa menyumbang emas pada Olimpiade empat tahun mendatang. "Selama ini kita fokus pada bulutangkis saja, itu berat, perlu pengembangan di cabang olahraga lain seperti angkat besi dan panahan untuk bisa berprestasi," kata Wakil Ketua I Bidang Sport Science dan Iptek Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Lilik Sudarwati di Jakarta, kemarin.

Mantan pebulutangkis nasional itu mengingatkan bahwa kedua cabang olahraga tersebut memiliki sejarah prestasi yang membanggakan Indonesia di pentas dunia. Untuk itu, kata Psikolog olahraga asal Jatim tersebut, bukan mustahil kedua cabang itu bisa melampaui prestasi bulutangkis dimasa mendatang. Menurut Lilik, KONI akan mengembangkan pengetahuan olahraga atau sport science pada kedua bidang olahraga itu untuk meningkatkan prestasi.

Dia mencontohkan dengan mengembangkan pendekatan psikologis dan mental kepada para atlet. "Tentu perlu langkah terobosan untuk mengembangkan kedua bidang ini," ujarnya. Lilik mengatakan jika diperlukan para atlet tersebut berlatih di luar negeri seperti China untuk mendapatkan pengalaman dan teman bertanding yang lebih berpengalaman. Langkah ini, menurut dia semata-mata untuk meningkatkan kualitas para atlet untuk lebih berprestasi. Dia mengatakan langkah ini memerlukan tenaga dan biaya yang besar, sehingga perlu dukungan semua pihak.

"Namun yang perlu dicermati bahwa semuanya harus berkomitmen, baik KONI, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama, bahwa olahraga bisa meningkatkan harkat dan martabat bangsa," katanya. Namun Lilik mengatakan langkah strategis itu perlu didukung dengan perilaku atlet yang harus serius berlatih dengan pola pikir untuk selalu juara. Selain itu, peran pelatih diharapkan bisa lebih optimal dalam mendampingi para atletnya dengan memberikan monitor secara rutin dan berkala. (Dan)

Zainuttaqwa, RS Berbasis Sports Medicine Pertama di Bekasi

Rabu, 22 Agustus 2012


MUNGKIN hingga kini perkembangan dan pembangun Rumah Sakit (RS) di Indonesia yang berbasis Sports Medicine bisa dihitung dengan jari. Demikian halnya dengan Rumah Sakit Zainuttaqwa (RSZ) yang terletak di Jalan Kaliabang, Bekasi adalah RS pertama berbasis Sports Medicine di Bekasi. Kendati usianya RSZ ini terbilang Balita yang baru genap usia dua tahun. Sebab berdiri pada (mulai beroperasi) pertengahan Agustus 2010 lalu. Namun soal perkembangannnya terbilang pesat. Selain membuka fasilitas medis standar seperti rumah sakit tipe C, Rumah Sakit dan Sports Medicine Center Zainuttaqwa memang didesain untuk membantu masyarakat umum dan atlet olahraga berprestasi dalam menentukan pilihan dan kadar olahraga yang tepat bagi mereka.

Menurut Direktur Komisaris Rumah Sakit dan Sports Medicine Center Zainuttaqwa, DR. Dr. Zainal Abidin, DSM, Internist, Sp.GK bahwa pembangunan fisik rumah sakit tersebut untuk menunjang program pemerintah Indonesia Sehat 2010. Serta memberikan kontribusi positif kepada warga kota Bekasi dan sekitarnya. ”Sebagai putera daerah Bekasi, saya membuka rumah sakit yang ramah dan peduli kepada semua orang. Ini sesuai motto kami Caring For Life, Peduli kepada Hidup atau Peduli Selamanya. Dengan format subsidi 30:70, rumah sakit ini tidak akan menyulitkan pasien yang tidak mampu. Semua bisa berobat kemari karena harganya, insya Allah mengambil harga terendah dari RS yang ada di Bekasi,” tegas doktor lulusan dari lima Universitas Jerman ini.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Sport Science & IPTEK Olahraga KONI Pusat ini bahwa masyarakat kurang pemahaman tentang olahraga. Dalam kajian tentang olahraga sebenarnya bisa digunakan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kesehatan, dan mengembalikan kesehatan. Dalam ilmu olahraga kesehatan, olahraga ada yang bermanfaat sebagai sarana rehabilitasi, sarana rekreasi, dan prestasi. Saat ini masyrakat sudah mulai melakukan senam osteoporosis dan senam ibu hamil. Selain itu, masih ada banyak alternatif olahraga yang lain.

”Saya bangga ada orang Bekasi asli yang mampu membangun rumah sakit. Bangunan boleh jadi bintang lima, tapi harganya kaki lima. Ini akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan berkualitas dengan biaya terjangkau. Ini sangat menyenangkan. Dan saya baru tahu kalau asam urat itu bukan penyakit. Kita semua ternyata punya asam urat. Makan buah saat sakit juga ternyata diperbolehkan, pengapuran hal biasa dan bisa dicegah,” kata salah satu pasien yang berobat di RSZ saat ditemui Olahragaonline, pada Senin (20/8). ”Kami masih perlu melakukan persiapan dan pembenahan, mulai dari staf sampai peralatan, untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Harapan kami, semua orang yang datang ke tempat kami, baik yang sehat maupun yang sakit, bisa puas memperoleh pelayanan kesehatan yang mereka perlukan,” tambah DR Zainal. (Joko)

Taufik Mundur Dari Bulutangkis

Rabu, 15 Agustus 2012


TAUFIK Hidayat secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari karier bulutangkis profesional. Namun Peraih medali emas Olipiade 2004 itu mengaku, meski telah memutuskan diri mundur bukan berarti langsung berhenti total dalam bermain bulu tangkis. Ia mengaku masih ada beberapa tanggung jawab yang harus dijalani.
Pengunduran dirinya memang belum berhenti total dari arena tepok bulu itu.

“Keinginan mundur memang jauh-jauh hari telah saya pikirkan dan persiapakan. Namun bukan total berhenti.,” kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/8). Namun sebelum mundur secara total sebagai pebulutangkis, Taufik menyatakan akan bermain di beberapa Negara, yang menurut ayah dua anak ini, mempunyai kenangan tersendiri. Di China misalnya ia mempunya banyak rekan bulutangkis di negeri Tirai Bambu itu.

Untuk 2012 ini Taufik masih turun di Jepang Open, China Open, dan Prancis Open. Sementara untuk Tahun 2913 Taufik akan tampil di Malaysia Open dilanjutkan turnamen bergengdi ALL- Englan, dan diakhiri di Indonesia Open. “Saya mengawalinya di Indonesia dan mengakhirinya juga di Indonesia,” tambah Menantu Agum Gumelar itu.

Lebih lanjut Suami dari Ami Gumelar ini menyatakan bahwa sebenarnya rencana pengunduran diri sudah disiapkan jauh-jauh hari. Berhubung dirinya masih menjalani menjalani rangkaian menuju Olimpiade London, rencana untuk mundur diurungkan. Setelah turun di Olimpiade London, kata dia, pengunduran secara resmi baru dilakukan. Alasan pengunduran diri di antaranya adalah sudah waktunya regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia dilakukan.

Memang harus diakui Taufik adalah salah satu pebulutangkis Indonesia yang mempuyai presatsi lengkap. "Prestasi saya secara individu hampir lengkap. Namun saya sangat sedih melihat para junior saya seperti Sony, Simon, Hayom, dan Tommy kurang menunjukkan konsistensinya di dunia bulu tangkis. Peringkat Simon Santoso saat ini juga cukup bagus," katanya.

Usai pensiun kelak, Taufik akan konsentrasi dengan Taufik Hidayat Arena, salah satu arena bulutangkis yang mempunyai fasilitas cukup komplit. “Saya sudah membentuk tim guna menggelola Taufik Hidayat Arena itu. Di ditempat inilah kami akan menciptakan calon-calon pebulutangkis andal masa depan. Tentunya masuk di temapt ini melalui proses seleksi sangat selektif,” tandasnya. Jordan

Trio Srikandi dari Keluarga Yoko Kembali Asah Kemampuan

Minggu, 12 Agustus 2012


JIKA ingin mencapai berprestasi, selain harus giat berlatih namun faktor lain yang sangat menentukan adalah kompetisi (ikut turnamen). Kendati dalam suatu kegiatan kompetisi, kalah-menang dalam sesuatu pertandingan hal yang biasa. Sebab dengan rajin (sering) ikut perlombaan secara otomatis pengalaman dan jam terbang bertanding akan semakin mengasah kemampuan. Mental bertanding pun akan diuji. Pada akhirnya seorang pecatur punya mental baja menghadapi lawan setangguh apa pun.

Itulah yang diterapkan Kelurga Yoko Budiman dan Felishia Tiono orang tua dari Shania Edeline usia 12 tahun, Vanesa Elaine (10), dan si bungsu Rachel Elissa (7). Ketiga putrinya tersebut kini tengah mengikuti Turnamen Catur Cepat So Nice Ramadhan Cup 2012 yang berlangsung di Wisma Karsa, Kantor Kemenpora pada Sabtu-Minggu (11-12/8).

Sudah bisa ditebak ketiga Srikandi dari Keluarga Yoko itu kalah bersaing dengan sejumlah para pecatur terbaik di tanah air. Sebab para peserta yang tampil hampir keseluruhannya memiliki gelar. Baik bergelar Grand Master (GM), Master Internasional (MI), Master FIDE( MF), Master Nasional (MN), dan Master Percasi (MP). Bandingkan dengan Trio Srikandi Yoko, jangankan gelar pengalaman bertanding pun sangat minim. Dasar itulah yang membuat mereka ngotot bertanding.

Menurut Felishia Tiono ibu dari Trio Srikandi itu bahwa ia sadar ketiga putrinya tak mungkin untuk juara. Sebab para peserta hampir keseluruhan mempunyai gelar dan pengalaman bertanding diatas ketiga putrinya. “Keikutsetaan ketiga putri kami adalah untuk mengasah kemampuan mereka setelah kami mendatang pelatih. Tapi saya sadar kemampuan ketiga putri saya memang kalah kelas,” kata Felishia kepada Olahragaonline.com di sela-sela pertandingan.

Untuk mencetak sang Juara memang dibutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga, dan materi. Namun apabila semakin sering kita mengasah kemampuan dengan rajin mengikuti kompetisi melalui ikut turnamen, diyakini kemampuan akan seamkin meningkat. Pada akhirnya gelar juara yang didambakan tinggal menunggu waktu untuk diraih. Selamat Bertanding Trio Srikandi Yoko. Jangan kecewa dan putus asah. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Yakinlah pada suatu saat nanti kalian pasti juara. Jordan

Lukman:Bonus Pelatih dari Pemerintah Tak Sebanding

Sabtu, 11 Agustus 2012


SEBAGAI seorang pelatih, yang juga merangkap menejer tim angkat besi di ajang Olimpiade London 2012. Lukman seharusnya bangga bahwa dua anak didiknya Triyatno dan Eko Yuli sukses meraih dengan meraih perak dan perunggu. Yang secara otomatis ikut merasakan ganjaran bonus baik dari pihak swata, Perusahaan BUMN, dan pemerintah. Namun kini hati Lukman sedang galau, pasalnya bonus yang ia terima dari pemerintah melalui Kantor Kemenpora, tak sebanding dengan kerja keras dan pengorbanan dirinya, demi mengangkat harkat dan martabat di kancah internasional lewat Olimpiade.

“Saya sangat kecewa dengan apresiasi dari pemerintah untuk para pelatih di Indonesia. Menurutnya, penghargaan kepada mereka tergolong kurang jika dibandingkan dengan apresiasi yang diterima oleh para atlet. Profesi kami dianggap profesi yang tidak ada harganya," kata Lukman seusai hadir dalam diskusi olahraga 'Menyikapi Hasil Olimpiade London 2012, Menyusun Strategi Pembinaan Olahraga Jangka Panjang Indonesia' di Jakarta, Jumat (10/8/2012).

Lebih lanjut pria yang sudah bersusah payah membina atletnya hingga mengorbankan banyak waktu mengatakan bahwa bonus yang diterimanya tidak lebih dari 25 persen. Dari apa yang diterima oleh anak asuhnya Triyatno dan Eko Yuli Irawan, yang masing-masing meneriman bonus sebesar Rp 400 juta dan Rp 200 juta, sementara dia hanya mendapatkan bonus sebesar Rp 75 juta.

"Saya rasa pemerintah harus memberikan apresiasi kepada pelatih yang lebih wajar. Empat kali saya membawa atlet Indonesia untuk Olimpiade namun saya hanya mendapatkan kecewa," tambah Lukman. Lukman menambahkan bahwa sesungguhnya bukan permasalahan nominalnya, namun perbandingan yang cukup mencolok dari apa yang diterima oleh atlet dengan pelatih, membuat dia merasa sangat kecewa.

"Di daerah saja, untuk pelatih diberikan 80 persen dari apa yang diterima oleh atlet, untuk kelas Olimpiade, saya mendapat kurang dari 25 persen," ungkap Lukman. Lukman mengungkapkan bahwa keberhasilan Triyatno dan Eko Yuli tidak lepas dari peran seorang pelatih, dan sesungguhnya bukan hanya dia yang merasa apresiasi dari pemerintah sangat kurang namun banyak pelatih lain yang merasakan hal sama.

"Prestasi atlet akan baik itu tidak lepas dari peranan pelatih, saya sudah memendam rasa kecewa ini sejak lama, dan saya rasa ini sudah saatnya saya mengungkapkan," ungkap pria yang beristrikan seorang Dokter itu. Sesungguhnya, lanjut Lukman, banyak tawaran dari negara lain seperti Thailand dan Malaysia yang menginginkan dia bisa melatih untuk atlet-atlet asal luar negara, namun dia menolak. "Demi Negara ini, semuanya saya tolak. Saya sudah berkomitmen untuk Indonesia sangat tinggi, namun saya hanya minta pemerintah lebih memperhatikan," jelas bapak dua anak ini. (Dan)

Hartap Dukung Pembentukan Timnas PSSI La Nyalla

Selasa, 07 Agustus 2012



LAMA tak terdengar gaungnya klub asal Sumatera-Utara, Harimau Tapanuli (Hartap) Tapanuli. Namun setelah dua Putra asal Tanah Batak Inca Panjaitan dan Togar Manahan Nero mengambil alih menejemen klub tersebut. Kini Hartap siap bertarung di Kompetisi ISL musim 2012-2013 mendatang. Demikian ditegaskan Togar Manahan kepada wartawan di sela-sela acara pemberian santunan kepada anak yatim oleh Ketum PSSI La Nyalla hasil KLB Ancol, di VIP Barat Stadion GBK, pekan lalu.

“Setelah secara resmi sistem menejemen Hartap, berada ditangan kami, klub ini akan menjadi sebuah tim impian (dream team). Bahkan kami siap berlaga di kompetisi ISL,” kata Togar kepada Olaharagaonline.com. Bahkan, Togar yakin Hartap akan menjadi klub besar. Kami sudah menyanangkan bahwa Hartap akan menjadi klub besar, ibarat kata Barcelonanya Indonesia.

Menurutnya sejumlah nama pesepakbola papan atas nasional dan beberapa pemain asing sudah masuk dalam rencana rekruitmen. “Nama-nama pemain sudah kami siapkan. Kami tinggal menunggu kapan pengumuman bergulirnya kompetisi ISL. Setelah itu baru kami umumkan secara resmi skuad Hartap,” Tambah Togar.

Sementara untuk pelatih, sebenarnya kami melirik Benny dollo (Bendol), namun kata Togar Bendol saat ini harus berkonsentrasi sebagai Direktur Teknik PSSI La Nyalla. Namun demikian, kata Togar, Bendol akan merekomendasi pelatih yang bakal menangani Tim Hartap. “Kami berharap pelatih itu, tetap berasal dari tanah air. Namun mempunyai kualitas dan tread rekor yang cukup bagus,” tambah pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Hal senada dikatakan Menejer Tim Hartap Rizma Simbolon bahwan kiprah klubnya siap mewarnai kompetisi ISL. “Kami sudah siap bertarung di ISL. Tinggal menunggu kapan kompetisi itu bergulir,” kata Rizma kepada wartawan. Sementara itu menanggapi keputusan dari Ketum PSSI La Nyalla yang bakal membentuk Timnas guna menghadapi ajang Turnamen AFF Nopember 2012 mendatang. Kedua petinggi Hartap itu menyatakan siap mendukung.

“Kami sepenuhnya akan mendukung kebijakan dari Pak Nyalla untuk pembentukan Timnas yang tangguh guna menghadapi AFF 2012,” tambah wanita yang berprofesi sebagai penyanyi dan model itu. PSSI dibawah kepeminpinan La Nyalla Matalitti menyatakan bahwa siap membentuk Timnas yang tangguh. “Kami tak mau bentuk tim yang asal-asalan seperti yang dibentuk Djohar Arifin. Bahkan timnas bentukan mereka dalam melakoni pertandingan tak sekali pun memetik kemenangan,” kata Nyalla kepada wartawan. Jordan

Lepas dari Rafico, Balotelli Lirik Artis Inggris

Senin, 30 Juli 2012


BELUM tuntas hubungannya dengan Raffaella Rafico, Mario Balotelli sudah berulah. Pastinya masih terkait dengan urusan soal wanita. Hubungan asmara kedua sejoli ini sempat heboh, pasalnya Raffaella kini tengah mengandung. Bahkna Balotelli dikabarkan sempat membawa sang pacar untuk menggugurkan kandungannya.

Namun Raffaella menolak. Jadi jelas yang dikandung itu adalah buah cinta mereka. So dipastikan sijabang bayi adalah anak dari Striker asal Italia itu. Akhirnya mereka putus cinta tanpa alasan yang jelas. Apakah indikasi lari dari kenyataan atau kah terus berpetualang mencari cinta dan wanita.

Ya, kini Mario Balotelli, bomber milik Manchester City, menjadi jomblo. Artinya tak punya pasangan (lagi sendiri). Namun itu hanya soal waktu, sebab Balotelli , kini dikabarkan mengincar gadis baru. Si Bengal, julukannya itu kini mengarahkan bidikan kepada seorang aktris Inggris Michelle Keegan.

Seperti yang diberitakan Daily Star, "Balotelli telah memberitahu semua temannya bahwa ia akan pacaran dengan Michelle. Ia jatuh cinta padanya." Balotelli adalah sosok pria pengumbar. Buktinya perasaan yang ia miliki terhadap aktris TV Inggris terseksi itu diungkap ke teman-temannya. Ia juga makin bersemangat saat tahu bahwa Michelle baru saja putus dengan pacarnya, Max George.

Strategi dilapangan hijau memang berbeda dengan strategi pendekatan (PDKT) terhadap wanita. Balotelli punya kiat tersendiri, ia ingin mengenal wanita cantik itu lebih dalam. Mereka terlihat sering bertemu di bar Balotelli yakin kalau Michelle akan terpikat dengan rayuannya. Kendati begitu,kelihatannya impian Balotelli tak semulus bayangannya. "Saya muak dengan sebuah hubungan. Saya sedang tak ingin pacaran dengan pria mana pun," kata Michelle.

Akankah Balotelli menyerah sebelum bertanding.Ini hanya soal waktu. Kapan Balotelli menjadi Pria Sang Penakluk. (Dan)


10 Wanita Terseksi Tampil di Olimpiade











PENAMPILAN kaum Hawa di setiap even kerab mencuri perhatian kaum Adam. Baik di pusat keramain maupun di bidang lainnya seperti perfilman, musik, maupun olahraga. Dalam ajang Olimpiade, pesta olahraga se-dunia itu, sudah pasti setiap wanita yang tampil seksi pasti akan menjadi pusat perhatian.

Dalam jajak pendapat (folling) seperti dirilis dari Daily Star dan India Times, terdapat 10 wanita yang berpenampilan terseksi. Yang tampil di ajang Olimpiade London, 2012. Berikut Kesepuluh Wanita itu:


Stephanie Rice

Perenang Australia, Stephanie Rice, berada di posisi teratas dalam polling atlet wanita terseksi. Rice menggungguli peloncat galah hebat Rusia, Yelena Isinbayeva, hingga dua petenis top dunia, Ana Ivanovic (Serbia) dan Maria Sharapova (Rusia). atlet dengan panggilan akrab Ricey ini terkenal memiliki gaya hidup selebritas. Modal tampang di atas rata-rata, plus tubuh yang seksi menjadi hal paling kentara yang membuat Ricey layak disebut terseksi.

Sayang, sang pemenang tak ambil pusing. Ia hanya ingin berkonsentrasi untuk menggapai ambisi, yakni minimal bisa menyamai catatan empat tahun silam, tiga emas di lintasan renang. Ia sukses di nomor 200 meter, 400 meter dan estafet 4 x 200 meter gaya bebas.

Leryn Franco


Andalan Paraguay di nomor lempar lembing ini memiliki pekerjaan ganda, yakni sebagai atlet dan foto model papan atas di negaranya. Maklum, ia juga berstatus mantan runner up Miss Paraguay. Di London, ia diharapkan bisa meraih medali emas, minimal sekeping. Paras cantik, supel dan memiliki selera humor tinggi, itulah sifat yang membuat siapapun akan merasa betah di dekatnya.

Yelena Isinbayeva

Satu di antara atlet putri terseksi di dunia versi majalah pria FHM dan Playboy tahun 2010. Pesonanya begitu kuat, terutama jika sudah mengenakan gaun seksi. Kontingen Rusia memercayainya sebagai andalan loncat galah, karena statusnya sebagai peraih medali emas di tahun 2004 dan 2008. Banyak pihak memrediksi, ia akan sukses lagi di London 2012.

Melanie Adams

Atlet Australia ini sangat terkenal di negaranya sebagai bagian dari dunia hiburan. Ia beberapa kali ikut dalam program reality show dan variety show di televisi lokal. Aura keseksian dan keanggunannya sudah dibuktikan dengan beberapa kontrak eksklusif rumah desainer ternama. Di London, perjuangannya cukup berat mengingat secara prestasi belum ada yang fenomenal sepanjang kariernya.

Maria Sharapova

Petenis tunggal putri asal Rusia ini datang ke London dengan kepercayaan tinggi. Dia memberi banyak harapan bagi kontingen Eropa Timur tersebut. Di luar arena, ia memiliki banyak ruang yang memberinya ketenaran. Tak terhitung pose-posenya di dunia maya yang menjadi favorit. Ia juga rajin menyambangi kegiatan kemanusiaan melalui yayasan yang didirikannya.

Ana Ivanovic

Nyaris sama dengan Maria Sharapova. Perbedaannya hanya terletak pada posisinya sekarang, yang sudah berada di luar zona prestise. Soal pose dan aneka kegiatan modelling, Ana memiliki kelas dan karier khusus. Baginya, berakting di depan kamera jauh lebih mudah dibanding kala menghadapi lawan-lawan berat di lapangan. Kansnya untuk meraih medali emas tergolong tipis, karena saat ini bercokol banyak pemain tunggal putri berkualitas.

Victoria Pendleton

Jagoan balap sepeda Inggris ini sudah menjadi ikon kontingen Britania Raya. Kemampuannya mengayuh sepeda di lintasan velodrome, beriringan dengan prestasinya di dunia catwalk. Banyak 'proyek' terkait dunia model yang menjadi garapannya. Meski menjadi andalan, ia kerap menuai kontroversi dan menyebut medali emas di Beijing menjadi hari yang paling menyedihkan buatnya.

Hope Solo

Laba-laba sepak bola wanita. Julukan tersebut sangat tepat diberikan pada kiper timnas Amerika Serikat (AS) ini. Ia menjadi anggota keluarga besar pesepakbola terseksi di dunia. Ia meraih Golden Glove Award di Piala Dunia wanita terakhir. Dipastikan, timnas AS akan tergantung pada jiwa kepemimpinan dan pengalamannya.

Francesca Piccinini

Keberadaannya di tengah pertandingan voli selalu menarik perhatian. Maklum, kostum yang dipakainya selalu selaras dengan bentuk tubuhnya yang sangat ideal dan proporsional. Di luar arena, ia pernah membuat kontroversi, saat berpose bugil di sebuah majalah pria dewasa Italia.

Aly Raisman

Muda dan cerdas, plus cantik dan seksi. Empat 'pilar' tersebut membuat penampilannya di tengah arena senam. Siapapun akan terkesima dengan kualitas gerakan, yang dipadu pesona bentuk tubuhnya yang memang aduhai. Di luar arena, ia terkenal sebagai gadis yang cerdas dan selalu unggul di sekolah dalam bidang prestasi akademik. Dari berbagai sumber (Raf)

Tips Latihan untuk Para Pembalap di Bulan Puasa



BAGI para pembalap jadwal olahraga di hari-hari biasa tentu berbeda bila dibandingkan dengan saat berpuasa. Kendati bulan puasa seorang pembalap sejatinya pasti akan melaksanakan rutinitas olahraga untuk menjaga kebugaran. Namun ada perbedaan baik waktu maupun porsinya.

Saat puasa di bulan Ramadhan, aktivitas latihan olahraga para pembalap akan menyesuaikan diri. Mulai dari pengurangan porsi latihan hingga waktu latihan. Salah satunya untuk menghemat enegi di dalam tubuh. Inilah tips bagi pembalap saat melakukan latihan selama di bulan Puasa.

Menurut Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK, Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, DR. Dr. Zaenal Abidin, DSM, Internist. Sp.GK, saat masa puasa, latihan yang bisa dilakukan khususnya pada olahraga balap mobil dan sepeda motor adalah osdower atau latihan fisik untuk menjaga agar sistem kardiovaskular atau sistem peredaran darah bagus.

“Untuk menjaga kondisi, osdower yang harus dilakukan. Tentunya harus paham sistem latihan-latihannya,” kata Zaenal, di ruang kerjanya di KONI Pusat, Jakarta, kemarin. Dalam pelaksanaannya, Zaenal mengatakan, pembalap bisa memilih untuk melakukan osdower pada pagi atau sore hari. Tetapi, Zaenal menganjurkan untuk melakukannya pada sore hari antara pukul 16.30 hingga 17.30 dengan durasi 45 menit.

Latihan osdower hanya membakar lemak, sementara latihan inti seperti speed-riding akan membakar karbohidrat yang jumlahnya terbatas saat berpuasa. Jika karbohidrat menurun akan menimbulkan keletihan. Namun jika memang latihan inti seperti speed-riding sangat dibutuhkan, pembalap bisa mengambil waktu setelah mengerjakan sholat tarawih.

Direktur RS & Sports Medicien Center Zainuttaqwa Zaenal lebih lanjut menjelaskan bahwa olahragawan balap harus memiliki nadi yang bagus. Pada saat melakukan balap, semua tekanan darah akan naik. Tekanannya cukup tinggi, makanya perlu dilatih agar pada saat kondisi seperti itu pembalap bisa selalu tenang. Karena osdowernya cukup sehingga tidak mudah lelah. Untuk menjaga pola makan, Zaenal menganjurkan untuk mencukupi konsumsi vitamin agar ketajaman mata terjaga dan menjaga berat badan ideal tetap stabil dan tidak terlalu berat. Selamat mencoba. (Jordan)

Ferguson Pria Serba Bisa

Sabtu, 28 Juli 2012


DIAM-diam ternyata, pembesut Manchester United Sir Alex Ferguson tak hanya piawai di lapangan hijau, pria asal Skotlandia itu juga piawai bergaya sebagai peragawan berjalan di catwalk. Ini dibuktikan dalam sebuah acara malam amal, Ferguson tampil bersama seluruh anak asuhnya untuk mempromosikan Yayasan Manchester United.

Yayasan tersebut bekerja sama dengan beberapa lini produk fesyen laki-laki, dan menjadikan seluruh penggawa skuad MU yang tengah menjalani tur pra musim sebagai model. Tentu saja yang jadi daya tarik utama adalah sang pelatih Sir Alex Ferguson. Dia tampak tak kikuk berjalan sebagai model, malah terkesan sangat menikmatinya.

Kendati usianya sudah terbilang ujur (74 tahun), namun ia tak canggung bergabung dengan para pemainnya yang masih belia seperti Javier Hernandez, Anderson, dan Shinji Kagawa untuk memeragakan sebuah jam tangan asal Swiss, Hublot. Kegiatan yang dilakukan personel Man-U. adalah bagian dari Tur mereka di Asia. Bukan hanya melakukan friendly game, namun unjuk kebolehan di atas catwalk. (Raf)

Pengurus PB ISSI Tak Profesional


AKIBAT kinerja yang tak professional, kepengurusan Edmound JT Simorangkir di Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) mulai goyah. Seperti tak ada program yang bisa dijalankan. Dan tak bisa memelihara keharmonisan internal organisasinya. Akibatnya sejumlah kalangan pecinta sepeda, mulai menggelontorkan wacana mosi tidak percaya. Targetnya, melengserkan Edmond dari tampuk kepemimpinan PB ISSI. Ya, sejak terpilih menjadi Ketua Umum PB ISSI, 18 Maret silam, Edmond Simorangkir memang terus menuai masalah.

Salah satunya adalah Pelaksanaan Tour de Bali yang dijanjikan digelar 18-20 Mei, hingga kemarin (27/7), realisasinya belum terlihat. Tour de Indonesia yang biasanya digelar akhir September atau awal Oktober, juga belum tercium baunya. Saat di cross check ke kalender Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI), hanya Tour de Brunei yang tertera di deretan akhir Asian Tour. Tak ada nama Tour de Indonesia. Padahal, even ini adalah agenda rutin PB ISSI. Turnamennya, selalu diikuti rider-rider papan atas Asia. ”Edmond orang yang nggak punya visi. Sampai kapan pun, dia nggak akan mampu menggelar even internasional karena dia bukan orang sepeda,” tutur Didi Soedijanto, pelatih nasional road race dan track 1997-2007, kemarin (27/7).

Menurut mantan Kabid Binpres di era Harry Sapto itu memang mengaku sangat geram dengan tindak tanduk Edmond. Apalagi, Edmond selalu sulit diajak komunikasi. Tak niatan baik yang disiratkan Edmond meskipun jawara-jawara Asia tahun 90-an sudah mengajaknya berembuk di sarasehan balap sepeda nasional, 16 Juli silam. ”Dia harus segera dilengserkan. Harus segera ada Munaslub untuk mencari figur pemimpin yang baru. Kalau nggak prestasi balap sepeda Indonesia akan acak-acakan,” ketusnya.

Sebenarnya persoalan menurut Didi, ada di tim sukses Edmond. Seperti Rudy Gumulya, Josef Lomena, Eva Catherina, Baharudin Makasau serta Soundy Sampurno dituding menjadi biang keladi kekisruhan. Sayangnya, nama-nama tadi saat ini masih ada di jajaran pengurus teras PB ISSI. ”Saya heran, orang yang ngomongnya ngawur kok bisa didorong mereka ke puncak pimpinan ISSI. Mana tanggung jawab moralnya. ini salah tim kampanyenya,” ungkapnya.

Agar kisruh tak berlanjut, Didi berencana menggalang kekuatan untuk menggelar Munaslub. Yang dilibatkan nantinya adalah eks pembalap nasional, pelatih, pengurus serta komunitas yang peduli dengan perkembangan balap sepeda nasional. ”Inginnya sebelum PON sudah bisa gelar Munaslub. Mudah-mudahan ini bisa jadi solusi untuk mengembalikan kejayaan balap sepeda Indonesia,” harapnya.

Namun Rudi Gumulya menolak dikatakan salah satu Tim Suksesnya Edmound. Sebab saat jelang detik-detik terakhir namanya tak masuk scuad Pengurus PB ISSI, bahkan ayah dari petenis Sandy Gumulya ini dimusuhi dan disingkirkan tanpa alasan yang jelas. "Saya bukan lagi Tim Sukses dari Edmound. Bahkan saat ini saya dimusuhi mereka, tanpa alasan yang jelas," kata Rudi kepada Olahragaonline.com lewat BBMnya. (Dan)

Manfaat Program FIT Dalam Aktifitas Olahraga

Kamis, 26 Juli 2012


PERUBAHAN tersebut sifatnya sementara dan akan kembali seperti sedia kala (semula) dalam waktu yang relatif singkat (3 sampai 5 menit untuk tensi dan nadi, 15 sampai 30 menit untuk asam laktat) tergantung usia dan kondisi atlet yang bersangkutan. Selanjutnya, agar terjadi perubahan fisiologis dan morfologis yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi yang setinggi-tingginya dibutuhkan waktu yang lama, frekuensi dan intensitas yang tinggi yang berada dalam pelaksanaan FIT (Frekuensi Intensitas dan Time/Waktu).

Pada olahraga prestasi tingkat nasional maupun internasional, frekuensi yang dibutuhkan biasanya antara 11-14 kali/minggu. Sedangkan intensitas untuk kondisioning dengan sistem pembakaran terutama aerobik (cukup oksigen) dibutuhkan intensitas antara 75 -85 persen dari kemampuan maksimal, dan waktunya antara 60-90 menit. Untuk peningkatan Power Ausdauer dibutuhkan latihan dengan intensitas 85-95 persen yang berada dalam ambang aerobik dimana asam laktatnya sekitar 4 mmol/liter, dengan detak jantung 175-185/menit.

Sedangkan untuk peningkatan kapasitas anaerobik/stamina, intensitasnya diatas 95persen dengan sprint-sprint pendek. Waktunya antara 10-60 detik. Pembakaran terutama anaerobik, sehingga terbentuk akumulasi dan kadar asam laktat yang tinggi di atas 8 mmol/liter. Latihan ini dirasakan tidak mengenakan dan menyakitkan bagi atlet. Intensitas tersebut sangat membebankan sistem kardiovaskuler, dengan nadi dan pernapasan yang cepat. Zat gizi yang dibakar secara anaerobik (tanpa oksigen) dan sangat tidak ekonomis.

Karena dari satu molekul glukosa dengan pembakaran ini hanya terbentuk dua ATP dan jumlah asam laktat yang lambat laun akan terakumulasi dan dapat menimbulkan kelelahan. Sebab itu, olahraga yang dilakukan biasanya waktunya pendek seperti tersebut di atas. Sedangkan dengan pembakaran yang cukup oksigen (aerobik) akan menghasilkan ATP sebanyak 18-19 kali lebih besar yaitu 36-38 ATP. Sehingga proses latihannya dapat dilakukan dalam waktu yang relatif lama.

Sehingga semakin tinggi intensitas yang dilakukan, semakin rendah waktu yang bisa dicapai. Perbandingannya 90 persen dengan intensitas sedang, 7 persen dengan intensitas yang tinggi, dan 3 persen dengan intensitas yang sangat tinggi. Jadi, dengan menggunakan variasi intensitas dan volume latihan yang relevan, maka program latihan bisa dijadwalkan. Demikian Tips yang disampakan semoga bermanfaat bagi Atlet dan masyrakat Indonesia.
Penulis adalah DR. dr. H. ZAINAL ABIDIN, DSM, Internist, SPGK. Kabid Sport Science & IPTEK Olahraga KONI Pusat. Dan DIREKTUR RS & SPORTS MEDICINE CENTER ZAINUTTAQWA

Sosialisasi Sport Science Bidang Sport Medicien Manfaat FIT Dalam Aktifitas Olahraga Bag (I)


TAK banyak yang mengetahui aktivitas olahraga kususnya bagi atlet dan umumnya bagi masyrakat harus berpatokan dan mengacu kepada Frekwensi, Intensitas, dan Time (FIT). Ketiga mata rantai ini, tak bisa dipisahkan. Sebab selama kita beraktifitas semua organ tubuh pasti berfungsi, bukan hanya organ tubuh bagian dalam. Seperti jantung, paru-paru, dan organ lainnya serta sistem Neuromuskuler.

Seperti kita ketahui, jantung adalah motor dari sistem peredaran darah. Ia berguna untuk mengantarkan oksigen/zat asam dan hasil metabolisme ke seluruh tubuh yang vital. Selain itu, ia berfungsi membawa sisa metabolitan dari jaringan tubuh untuk diekresi keluar. Sedangkan Sistem Neuromaskuler bekerja menggerakkan anggota tubuh untuk melaksanakan aktivitas tersebut.

Dengan demikian, organ-organ tubuh tersebut hanya bisa tumbuh, berkembang, dan menghasilkan tenaga/kekuatan jika mereka mendapatkan aliran darah dengan nutrisi yang cukup. Hal ini tidak ada pengecualiannya berlaku juga untuk jantung itu sendiri. Jika jantung dan organ-organ yang vital tidak cukup mendapatkan aliran darah seperti yang diperlukan, misalnya karena adanya penyempitan pembuluh darah, maka jantung dan organ-organ yang vital tidak bisa memenuhi fungsi/tugasnya sebagaimana mestinya.

Pada saat kita berolahraga, jantung dan sistem peredaran darah harus bekerja lebih banyak. Detak nadi semakin cepat, tekanan darah dan nutrien yang semakin meningkat di jaringan, dengan sisa hasil metabolitan yang banyak seperti asam laktat dan benda-benda keton. Perubahan ini terjadi ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat tetap. Dimulai dengan perubahan fisiologis dan dalam waktu yang relatif lama akan terjadi perubahan morfologis yang lebih konsisten.

Contohnya pada waktu dilakukan tes beban. Misalnya ergocycle, maka dari waktu tensi/tekanan darah nadi dari atlet yang diperiksa akan meningkat sampai terjadi Steady State, dimana nadi dan tensinya tidak meningkat lagi dan bebannya perlu ditingkatkan lagi. Umumnya setelah dua sampai dua setengah menit, sehingga pada waktu inilah dilakukan pengukuran tensi, nadi dan kalau perlu asam laktatnya. Sebelum peningkatan beban yang berikutnya.

Dengan demikian akan didapatkan kurva dari tingginya pembebanan, tensi, nadi, dan asam laktatnya yang bisa digunakan pelatih untuk memprogramkan latihannya. Setelah mengadakan koordinasi dengan tim pengendali pelatnas di dalam rangka SMEP (Sistem Monitoring Evaluasi dan Pelaporan). Bersambung

Antarkan Semarang Juara Kejurda Bola Voli Yunior

Selasa, 04 Oktober 2011


PENGALAMAN berharga didapat Kemuning Dyah Ayu Werti pada Kejurda Bola Voli Yunior 2011 di Kudus belum lama ini. Tim Kota Semarang yang ia bela semula ditarget hanya masuk babak final. Namun, fakta di lapangan berbicara lain, Semarang berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Grobogan 3-1 (25-23, 23-25, 26-24, 25-23) di laga pamungkas.

"Kuncinya adalah kekompakan dan semangat tim. Kami bangga dengan kemenangan ini. Ini adalah langkah awal bagi saya dan teman-teman untuk terus berprestasi di kemudian hari," kata Uning-begitu ia akrab disapa.

Bermain di Kejurda Bola Voli Yunior 2011 merupakan pengalaman pertama bagi Uning. Ia mulai berlatih voli sejak masih duduk di bangku SD menuruni bakat ayahnya, Haris Gunarto, yang merupakan pemain Kota Semarang. Gadis kelahiran Semarang 15 tahun lalu ini memulai latihan di klub Mitra Kencana. Ia bertahan di klub tersebut hingga sekarang.

Uning masuk daftar pemain voli Kota Semarang untuk Kejurda Yunior tersebut sejak ia sering bermain di kejuaraan tingkat sekolah menengah pertama. Dari sanalah Uning mulai dikenal. Ia kemudian mendapat kesempatan mengikuti program training camp selama 21 hari di lapangan SD Internasional Klipang.

Sewaktu SMP, pemain bertinggi badan 160 sentimeter pernah membela Jateng pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2010 di Jakarta. Di tahun itu juga, ia berhasil mengantarkan tim Kota Semarang menjadi runner-up pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Semarang.

Sewaktu SD ia juga pernah mengikuti Popda, tapi sayang pemain yang berposisi sebagai tosser (pengumpan) ini belum bisa mengantarkan timnya menjadi juara. "Saya menangis waktu itu karena tim saya kalah di babak penyisihan," ujarnya.

Membela timnas adalah cita-citanya sejak kecil untuk mengikuti jejak pemain idolanya, Loudry Maspaitella. "Meski saya belum bisa ketemu langsung dengannya dan hanya bisa menyaksikan lewat layar kaca, sosoknya bisa menjadi motivasi saya untuk berlatih. Sebagai kapten, dia juga bisa memimpin teman-temannya," katanya.

Siswi kelas VII SMAN II Semarang ini mengatakan, untuk meraih cita-citanya masuk timnas, ia harus berlatih keras dan menuruti instruksi pelatih klubnya, yang tak lain adalah ayahnya sendiri. ''Seminggu saya latihan empat kali, yakni pada Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu,'' katanya.

Berlatih di bawah arahan sang ayah tidak membuatnya sungkan. Ia merasa perlakukan pelatih terhadap semua pemain, sama. Wejangan yang selalu ia terimanya dari pelatih adalah agar selalu bermain kompak dan jangan menyalahkan orang lain. "Baik buruk permainan kita adalah dari diri sendiri. Karena itu, pelatih selalu menginstruksikan untuk melihat diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain," tandasnya. Tulus Supangkat

Tak Bisa Lepas dari Sepak Bola

Rabu, 28 September 2011


PENSIUN menjadi pemain sepak bola bukan menjadi akhir dari segalanya. Masih ada beribu pilihan dengan tidak meninggalkan olahraga yang paling digandrungi masyarakat dunia. Tekad inilah yang sedang dibangun mantan pemain PSIS tahun 1993-2002, Muhammad Wiryo.

Semasa menjadi pemain, dia merupakan salah satu andalan lini belakang tim kebanggan warga Kota Semarang. Tangan dingin beberapa pelatih ternama pernah dirasakannya. Seperti Sartono Anwar, kemdian Edy Paryono yang kini kembali membesut PSIS, dan Riono Asnan.

Namun cedera yang berkepanjangan memaksnya untuk gantung sepatu. Memang itu sebuah kenyataan yang menyakitkan, pasalnya pria kelahiran Jember 4 Mei 1966 ini sebenarnya masih cukup muda untuk pengsiun. Namun, dirinya tetap tenang menerima kondisi yang terjadi.

Berlahan tapi pasti, pria yang kini bekerja di PDAM ini kembali ke lapangan hijau. Namun dengan posisi yang berbeda. Dengan tekad yang kuat, dia melanjutkan karirnya dalam dunia sepak bola sebagai pelatih. Wiryo mencoba mengaplikasikan semua ilmu yang pernah didapatnya selama hampir sembilan tahun menjadi pemain.

''Karir saya di dunia sepak bola belum habis. Saya berkeinginan menjadi pelatih yang bisa menciptakan pemain andal. Kemudian meracik pemain-pemain yang ada untuk membentuk tim yang solid seperti pelatih-pelatih ternama saat ini,'' papar pria yang tinggal di Asrama Kesdam IV Diponegoro ini.

Dunia kepelatihan mulai ditekuninya saat melatih SSB Tugu Muda 2008 lalu. Dua tahun berikutnya dia membantu Yuli Setiabudi (juga mantan pemain PSIS) untuk membesut tim lokal Kota Semarang Biprada. Berkat kerja keras kedua pelatih, Biprada sukses menjadi juara Copa Piala Wali Kota 2011 lalu.

Sukses mengantarkan Biprada juara, suami Henny Setyawati ini dipercaya duduk dalam kursi pelatih SMPN 4 Semarang yang tengah mengikuti Liga Pendidikan Nasional (Lipio). Dia dibebani target untuk memperbaiki prestasi SMPN 4 yang tahun lalu hanya melangkah sampai delapan besar nasional.

Meski dibebani target yang cukup berat, namun Wiryo menatapnya dengan optimistis. Berkat kejeliannya, dia sukses mengantarkan Dwi Chandra dkk lolos putaran Kota Semarang. Tak cukup dengan itu, Wiryo berhasil meloloskan SMPN 4 dari putaran provinsi, dan kini berlaga di tingkat nasional.

''Saya tidak ingin setengah-setengah dalam melatih sebuah tim. Setiap pelatih menginginkan agar tim yang dipegangnya meraih kemenangan disetiap pertandingan dan akhirnya menjadi juara. Tekad itulah yang sedang saya bawa saat ditunjuk membesut SMPN 4 Semarang,'' imbuhnya. Smc/Tulus Supangkat

Targetkan Masuk Timnas Senior


KOMITMEN pemain ini untuk mengharumkan nama Kota Semarang di kancah perbolavolian tak perlu diragukan lagi. Meski kini berstatus sebagai mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ''Veteran'' Yogyakarta, Dewangga Yan Putra Marsha bersedia memperkuat tim Kota Lumpia pada Kejurda Bola Voli Yunior di Kudus, pekan ini.

Angga--begitu pemain yang lahir 9 Maret 1992 ini akrab disapa--rela meninggalkan urusan kuliah sejenak guna memimpin rekan-rekannya mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu. Angga kali ini didapuk oleh pelatih menjadi kapten tim. Pemain yang berposisi sebagai tosser itu berusaha semaksimal mungkin memimpin rekan-rekannya. "Kerja sama pemain nanti akan kami kedepankan agar kekompakan tim bisa terjaga," ujar pemain bertinggi badan 173 sentimeter itu.

Pemain ini memang layak menjadi kapten lantaran pengalaman dan prestasi yang pernah diraih. Pada tahun 2003, bersama rekan-rekannya ia berhasil membawa pulang trofi juara Kejurnas Bola Voli Mini tingkat SD. Dua tahun kemudian, gelar juara diraih pada kejuaraan yang sama tingkat SMP.

Prestasi terus berlanjut saat memperkuat tim Jateng pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Yogyakarta 2009. Tim Jateng berhasil merebut juara pertama. Setahun kemudian, ia kembali dipercaya untuk tampil pada Kejurnas Yunior di Sentul dan mengantarkan tim Jateng meraih gelar runner-up.

Atas prestasinya itu, pengagum Loudry Maspaitella itu masuk timnas yunior mewakili Indonesia di Asia and South East Asia Men Volleyball Championship 2010. Hasilnya, ia berhasil membawa tim Merah Putih ke posisi runner-up di tingkat ASEAN dan rangking sembilan tingkat Asia.

Diakui Angga, dalam bermain voli, kadang ada saat timnya berhasil, kadang pula gagal. "Seperti pada final Kejurnas Yunior 2010, Jateng harus kandas di tangan Jatim dan pada Kejurnas ASEAN, Indonesia kalah dari Thailand di final. Namun gagal membuat kami bangkit dan belajar," katanya.

Sederet prestasi itu dicapai bukan tanpa modal. Sejak duduk di bangku SD, ia sudah menekuni olahraga ini dengan bergabung dengan salah satu klub voli di Semarang, Voli Pasadena (Vopas). ''Memang dari kecil saya sudah senang dengan voli. Dari keluarga memang tidak ada yang mendorong,'' katanya.

Ke depan, ia berharap akan terus bermain voli. Kerja keras dan selalu berlatih adalah kunci agar suatu saat bisa mewujudkan cita-citanya, membela timnas senior. Tulus Supangkat

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET