Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Sorotan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sorotan. Tampilkan semua postingan

Menpora Serahkan Bonus Kepada Tri & Yuli

Jumat, 10 Agustus 2012


KEMBALI dua lifter Indonesia yang berhasil meraih medali perak dan perunggu di Olimpiade London 2012 mendapat apresiasi. Setelah mendapat bonus dari PT KAI dan pemerintah provinsi Kaliman Timur, kini pemerintah lewat Kemenpora memberikan bonus.

Triyatno dan Eko Yuli Irawan, menerima bonus ratusan juta rupiah dari pemerintah atas prestasinya. Atas prestasi angkat besi ini, Pemerintah memastikan akan memprioritaskan pembinaan cabang angkat besi di masa mendatang. Triyatno dan Eko Yuli masing-masing berhak atas uang tunai senilai Rp400 juta dan Rp200 juta. Sedangkan pelatih mereka, Lukman, mendapat bonus senilai Rp75 juta.

Di sela-sela acara buka puasa bersama yang digelar di Wisma Kemenpora, Senayan, Kamis (9/8), Menpora Andi Mallarangeng secara simbolis memberikan bonus kepada dua atlet berprestasi itu. Andi mengatakan perjuangan Eko dan Triyatno pantas mendapat penghargaan dari pemerintah. Selain itu pembinaan cabang angkat besi ke depan akan lebih diprioritaskan.

Dalam acara buka puasa bersama juga dihadiri oleh sejumlah pengurus besar komunitas olahraga hingga para mantan atlet. Kemenpora juga menggelar acara diskusi tentang olahraga. salah satu pembicaranya adalah Prof Harsuki Soediro, yang dipandu oleh Staf Ahli Menpora Prof Faisal. Jordan

Angkat Besi Butuh Perhatian Pemerintah

Kamis, 09 Agustus 2012


SEJAK keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, baru kali ini bulutangkis gagal meraih emas. Jangankan emas, perunggu pun tidak sama sekali. Padahal kalau kita mau jujur bulutangkis mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah, baik sarana maupun prasarana. Bandingkan dengan Angkat besi yang menyelamatkan muka Indonesia. Dengan raihan perak melalui Triyatno dan perunggu oleh Eko Yuli. Jangankan fasilitas dan perhatian dari pemerintah , uang saku atlet pun konon pembayarannya terlambat.

Menurut Lukman selaku menejer dan pelatih kedua lifter tersebut menyatakan bahwa selama persiapan latihan di Indonesia, kami menyewa untuk tempat latihan. Beruntung kami mendapat try-out di China sebelum bertempur di London. “Kami memang kurang mendapat fasilitas, terutama tempat latihan yang standar. Tapi kami tetap berjuang sekuat tenaga agar kami tetap bertahan. Dan membuktikan kalau angkat besi sanggup meraih medali di Olimpiade. Syukur rasanya kami berhasil, ini adalah buah kerja keras,” kata Lukman kepada Olahragaonline.com.

Sudah selayaknya angkat besi mendapat perhatian yang sama dari pemerintah. Sebab prestasi para lifter Indonesia di ajang OG sudah terbukti, dimulai dari prestasi raihan perak di OG Sydney 2000 oleh lifter Lisa Rumbewas, sampai perak Triyatno di OG London. Memang untuk medali emas belum tercapai. Namun peluang kearah itu sangat besar. Apabila angkat besi benar-benar menjalankan proses pembinaan jangka panjang dan sistem pembinaan berlapis serta fasilitas latihan yang standart.

Menurut Lukman bahwa para lifter Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar meraih emas di ajang Olimpiade Rio de Jenero 2016 mendatang. Dengan catatan proses pembinaan dimulai dari sekarang. “Negara-negara kuat, seperti China dan Korut membina atletnya bukan 2-3 tahun, namun lebih dari itu. Disamping itu mereka memberlakukan regenerasi atlet, serta pembinaan berlapis. Saya yakin apabila didukung oleh semua pihak angkat besi mampu meraih emas di olimpiade,” harap Lukman. (Jordan)

Tono:Mari Kita Duduk Bersama Mencari Solusi yang Tepat


KEGAGALAN Indonesia mempertahankan tradisi emas di Olimpiade London 2012 ditanggapi Ketum KONI Pusat Tono Suratman. Ia menyatakan bahwa jangan pernah mencari kesalahan orang lain. Namun mari kita duduk bersama untuk mencari solusi yang tepat, guna bangkit dari kegagalan.

Demikian ditegaskan Tono di sela-sela buka puasa bersama di Gedung Kerucut, KONI Pusat pada Rabu (8/8), yang dhadiri Pengurus KONI Pusat, perwakilan dari induk organisasi cabor dan Karyawan KONI Pusat. “Mari kita bangkit bersama dan menata kembali pola pembinaan yang selama ini tertinggal dari Negara lain,” kata Tono kepada wartawan.

Lebih lanjut mantan Ketua Satlak Prima Utama itu menyatakan bahwa mulai saat ini kita harus lebih fokus membina cabang olahraga yang potensial dan mempunyai prospek mendapatkan medali baik di SEA Games (SG), Asian Games (AG) maupun Olimpik Games (OG). “Sehingga kita tidak hanya bergantung kepada satu cabor. Sedangkan cabor lain mempunyai peluang yang sama,” kata Tono.

Seperti kita ketahui dalam ajang Olimpiade London 2012 ini, Indonesia hanya meraih satu perak dan satu perunggu yang disumbangkan lifter Triyatno dan Eko Yuli. Artinya Indonesia gagal mempertahankan tradisi medali emas, sejak Olimpiade Barcelona 1992. Sebab Indonesia hanya berharap dari cabor bulutangkis, namun ketika olahraga tepok bulu ini gagal total meraih medali, pupus sudah harapan kita. Dan ini sejarah yang paling pahit bagi bulutangkis Indonesia.

Selain angkat besi, panahan pun mempunyai catatan sejarah manis di OG. Seperti kita ketahui Indonesia pernah meraih medali perak di Olimpiade Seol 1988, melalui Trio Srikandi Indonesia yakni Kusumawardhani, Lilies Handayani, dan Nurfitriana Saiman. Saat itu Indonesia dikalahkan trio Korsel. Demikian halnya dengan cabang atletik, pada Olimpiade 1984 sprinter Indonesia yakni Purnomo Yudhi berhasil menembus babak semifinal, artinya selangkah lagi berlaga di final untuk memperebutkan medali. Dari catatan tersebut sudah seharusnya kita membina minimal empat sampai lima cabor. Sehingga kita lebih fokus mempersiapkannya. Dan cabang tersebut benar-benar akan menjadi andalan. (Jordan)

Canizares Unggah Foto Istri Telanjang

Rabu, 11 Juli 2012

BERITA menghebohkan dan sensasional datang dari mantan penjaga gawang Valencia, Santiago Canizares, pekan lalu. Bahkan disinyalir tinggah prilaku Canizares sudah kelewat batas.

Aksinya bukan dari lapangan hijau, melainkan dari jejaring sosial twitter. Dikabarkan mantan punggawa Real Madrid ini mengunggah foto istrinya Mayte Garcia sedang telanjang, saat mandi di twitter.

Entah apa yang terjadi pada akhir pekan lalu, Santiago Canizares yang di Twitter menggunakan nama pengguna @Santicanizares mengunggah foto telanjang sang istri yang sedang mandi. Ia nampaknya tak sadar akan keberadaan foto tersebut. Dan baru sepuluh menit kemudian menghapusnya meski terlanjur dilihat 170 ribu lebih followers-nya.

Kemudian Santiago Canizares men-tweet jika ia memohon maaf akan peristiwa tersebut. Dan menurutnya yang mengunggah foto bugil Mayte Garcia bukan dirinya, melainkan anaknya. Makanya, kalau menggunakan twitter jangan sembarangan, Harus berhati-hatilah, dan tetap mengawasi putra-putri anda jika memanfatkan fasilitas jejaring sosial. Calderon


Istri VDV Kembali Beraksi di Catwalk

Senin, 09 Juli 2012

SETELAH mengalami kesembuhan dari penyakit kanker pada 2009, Sylvie kembali ke berakting di dunia model alias ke panggung catwalk. Istri Van Der Vaart (VDV), kini sudah terbebas dari penyakit yang membunuh tersebut. Ia bahkan, kini kembali mengembangkan karirnya di dunia entertainment sebagai presenter sekaligus model pakaian dalam.

Baru-baru ini, model seksi yang kini berusia 34 tahun ini terlihat ikut serta mengisi suatu acara fashion. Acara tersebut bertajuk Berlin Fashion Week for Dutch lingerie Chain Hunkemoller. Ia berjalan di atas catwalk dengan mengenakan pakaian dalam dengan hiasan renda. Siapa menyangka kalau tubuhnya yang masih ramping nan seksi itu pernah menjalani kemoterapi.

Semangat yang ditunjukkan Sylvie, sama sekali tidak kelihatan kalau ia pernah bertarung melawan penyakit yang mematikan. Sylivie bertambah gairah, karena dukungan sang suami yang terus memberi semangat. Bahkan, pada acara tersebut Rafael van der Vaart, gelandang serang Tottenham Hotspur, tampak terlihat di bangku VIP penonton. Dan ketika acara berakhir, ia memberikan tepuk tangan kepada istrinya serta menciumnya sambil memeluk Sylvie. Jay

Balotelli Bujuk Sang Pacar Untuk Aborsi

Minggu, 08 Juli 2012

TEKA-teki soal siapa bapak dari si cabang bayi yang kini tengah dalam rahim mantan kekasih Mario Balotelli, Raffaella Fico masih terus bergulir. Untuk memastikan kalau benar itu anak pemain Manchester City, ia pun menginginkan dilakukannya tes DNA agar benar kalau itu anaknya Si Bengal.

Tapi, terakhir isu sentral yang merebak kalau Balotelli dan Raffaela berniat melakukan aborsi terhadap calon jabang bayi tersebut. Astagfirullah! "Orang-orang yang ada didekat Balotelli dan Raffaella meyakinkan mereka tidak meneruskan kehamilan itu," tutur kakak Raffaella, Francesco Fico kepada Radio Station.

Francesco juga merasa segala polemik yang menghampiri akibat kehamilan itu telah membuat adiknya merasa tertekan. "Raffaella tak merasa baik dan sangat stres. Permintaan Balotelli untuk melakukan tes DNA sangat memalukan," tegasnya.

Francesco sendiri tak menuntut Balotelli agar kembali dan menikahi adiknya. Dia hanya ingin striker timnas Italia itu bertanggung jawab terhadap calon anak yang dikandungnya. "Ibuku dan aku tak pernah menikmati kisah ini. Aku menerima kisah cinta adikku, tapi itu sudah cukup. Aku meminta respek atas seorang perempuan yang tengah bersiap menyambut kelahiran anaknya,” tuturnya.

“Jika aku bisa bertemu Balotelli, aku akan minta dia untuk bersikap dewasa dan bertanggung jawab sebagai orangtua. itu demi anaknya. Aku tak meminta dia kembali kepada Raffaella," tegas Francesco. Makanya, berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Jadilah Pria Sejati Balotelli. Jordan

Sikap Aneh PSSI

Rabu, 28 September 2011


INKONSISTENSI luar biasa PSSI terkait rencana kompetisi, bukan hanya memancing tanya khalayak. Lebih parah lagi, kini sekan tidak ada lagi yang dapat dipercaya dari mereka. Berbagai masukan, kritikan dari pihak luar pun seakan tidak mereka hiraukan. Ibarat pepatah anjing menggonggong klafilah berlalu.

Pengamat sepak bola Mahfudin Nigara mengungkapkan, sangat aneh kompetisi di suatu negara yang direncanakan digulirkan kurang dari dua pekan lalu, namun belum diketahui pesertanya. Alih-alih jadwal dan tetek bengek lainnya, yang lebih aneh lagi, klub yang mengikuti kompetisi didasarkan sistem pendaftaran bukan mengacu kepada prestasi musim sebelumnya.

"Keanehan seperti ini tidak pernah terjadi di negara manapun di dunia ini," ujarnya dalam diskusi sepak bola di Jakarta hanya berselang kurang dua jam sebelum Ketua Komite Kompetisi Sihar Sitorus mengumumkan peserta kompetisi.

Selain tidak masuk akal, hal ini juga cukup tragis. Apalagi bila kembali membuka file lama, masyarakat akan mengetahui Indonesia merupakan negera Asia yang kali pertama menggulirkan kompetisi sepak bola. Bahkan negara-negara yang kini layak disebut sebagai macan Asia semisal Jepang, China, Arab Saudi, dan negara lainnya bahkan belajar memahami kompetisi yang baik dari Indonesia.

Sistem pendaftaran dinilainya sangat lucu. Apalagi bila dirinya membayangkan beberapa klub yang sebelumnya dinyatakan mempunyai nilai tinggi dalam proses verifikasi PSSI seperti Persis Solo dan PSIS Semarang kini malah dinyatakan tidak lolos.

''Memang benar di zaman Nurdin Halid dimana saya termasuk di dalamnya ada banyak masalah, namun jangan terus segala sesuatunya dirombak total seperti ini, akhirnya banyak masalah yang timbul sebagaimana sekarang ini,'' ujar anggota Komite Eksekutif PSSI ini.

Sementara Jamal Azis menyatakan, pengurus PSSI sekarang kini tidak ubahnya boneka cantik dari India. Bila boneka yang dapat menari itu, menari dengan benar, dalam hal ini melakukan segala sesuatunya dengan tepat, tentu akan sangat menghibur. Sebaliknya bila menari tidak benar tentu menimbulkan masalah.

"Dahulu mereka menggusur Nurdin Halid agar sepak bola Indonesia menjadi profesional. Dari kepengurusan yang baru ini, coba tunjukkan sisi mana yang menunjukkan profesional. Ini malah semakin mundur," kata anggota Komisi X DPR ini.

Mengenai perumpamaan 'boneka cantik' ini juga diungkapkan Irawadi Hanafi. Mantan Bendahara PSSI era Agum Gumelar itu mengungkapkan, persolan utama di PSSI adalah masalah kepemimpinan. Dia sangat meyakini sejatinya banyak pengurus yang memahami betul persolan sepak bola, namun mereka tidak banyak berbuat banyak akibat kendali dari luar yang disebutnya berasal dari pengusaha Arifin Panigoro.

"Kok ada klub yang ikut kompetisi berasal dari pesanan sponsor, lalu ikon sepak bola, ini aneh. Lama-lama untuk mengikuti Piala Dunia PSSI akan mendaftar, tidak melalui kualifikasi," sindir Irawadi. Smc/Azalia

Maywheater Tak Layak Juara

Minggu, 18 September 2011

APA yang dilakukan petinju Floyd Maywheater, sungguh tak terpuji, bukan saja ia mencoreng dunia tinju prof. Namun kemenangannya patut dipertanyakan. Berawal dari serangan pukulan bertubi-tubi dari sang juara bertahan Ortiz ke sang penantang Floyd. Namun Ortiz sedikit melakukan kecurangan, dimana ia melakukan tandukan ke tubuh Floyd. Sehingga wasit langsung menghentikan pertandingan guna, mengintruksikan pada juri untuk memotong nilai Ortiz.

Ketika pertandingan akan dilanjutkan, belum sempat wasit melakukan aba-aba, Ortiz meminta maaf atas tindakannya kepada Floyd. Namun permintaan maaf tersebut dibalas dengan satu pukulan. Dilanjutkan jab yang sangat keras ke muka Ortiz, sekitika Ortiz langsung rubuh dan tak bangkit hingga wasit menghitung sampai 10. Jelas Ortiz rubuh, pasalnya ia dalam kondisi tidak siap, sebab belum ada perintah dari wasit untuk memulai pertandingan.

Sikap tak terpuji dari seorang juara dunia Floyd menjadi presiden buruk bagi tinju pro. Sikap arogannya juga terlihat jelas saat reporter senior ring television HBO mewawancarainya, usai pertandingan. Floyd dengan seenaknya mengklaim bahwa kemenangannya adalah sah, bahkan ia sempat memaki wartawan senior itu.

Andai kubu Ortiz melakukan protes kepada wasit, mungkin hasilnya akan lain. Namun Ortiz tak melakukan tindakan protes atas sikap dan kemenangan yang tak wajar dari Floyd. Sikap legowo telah ditunjukkan Ortiz dan kubunya. Peristiwa ini menjadi pelajaran bagu dunia tinju pro umumnya dan tinju Indonesia kususnya. Andai yang bertarung petinju Indonesia pastilah kejadiannya akan lain.

Bukan tak mungkin di atas ring pasti akan terjadi kekacauan dan kegaduahan. Bahkan bisa saja bangku berterbangan di atas ring. Dan wasit yang menjadi penghakim dipertandingan itu, akan dikejar-kejar. Bahkan mungkin Floyd dan kubunya akan menjadi bulan-bulan dan pelampiasan amarah dari petinju yang merasa dikalahkan wasit.

Di atas keperkasaan Floyd yang memiliki rekor kemenangan 42 kali, bahkan belum sekali pun ia mengalami kekalahan dan seri. Artinya rekor pertandingannya 100% dengan kemenangan. Namun hari ini ia melakukan catatan buruk atas kemenangannya itu. Pertandingan itu akan menjadi catatan dan pelajaran bagi tinju pro dunia. Floyd memang petinju tangguh, namun ia tidak punya sikap santun dan kesatria. Sikap arogansinya juga pernah ia lakukan saat menolak pertandingan melawan Manny Packman Paqiao. Ia mau bertanding jika Pacman melakukan tes doping. Dari sikap itu jelas Floyd terlihat sangat takut kalah melawan petinju tangguh asal Filipina itu. Jordan

Perlu Standarisasi Pelatih Fisik

Jumat, 19 Agustus 2011


UNTUK menunjang prestasi atlet di setiap cabang olahraga (cabor), diperlukan latihan fisik yang baik sesuai kebutuhan masing-masing cabor. Maka untuk itu latihan yang proposional dan profesional, diperlukan guna menciptakan atlet dengan fisik prima.

Disampaikan Yuswo Supadmo, Kabid Binpres KONI Kota Semarang, latihan terkonsep dan berjenjang sangat diperlukan untuk menciptakan atlet dengan fisik baik. Permasalahannya, kata dia, banyak pelatih fisik di masing-masing cabang olahraga tak memiliki sertifikat ataupun lisensi kepelatihan sehingga tidak menguasai metode latihan fisik yang benar.

"Problem utama atlet, khususnya di Semarang adalah fisik. Prestasi tidak bisa berkembang, jika atlet tak memiliki fisik yang baik," tegasnya belum lama ini.

Maka untuk itu, KONI Kota Semarang berencana melaksanakan worksop standarisasi dan sertifikasi pelatih fisik nasional. Rencananya workshop akan dilaksanakan tanggal 1 hingga 5 November nanti. "Kami berencana mendatangkan pelatih fisik nasional, Paulus Pesurnay untuk mengisi workshop tersebut," paparnya.

Selama ini pelatih fisik di setiap cabor, terutama yang ada di Jateng belum memiliki sertifikat kepelatihan resmi. Karena pelatih-pelatih tersebut, hanya ditunjuk oleh pengurus dari mantan atlet. Parahnya, mereka kemudian melatih atlet tanpa dibekali teori kepelatihan fisik.

Padahal fisik merupakan modal dasar atlet dalam menunjang pretasinya. Hal itulah yang menurut Yuswo, menjadi penyebab melorotnya prestasi atlet Indonesia di hampir seluruh cabang olahraga. "Karena atlet yang dicetak, tidak dibekali modal latihan fisik yang baik. Ini terjadi di seluruh daerah dan hampir seluruh cabang. Padahal jika fisik atlet baik, latihan teknik akan mudah diterapkan," jelasnya.

Atas dasar itu, KONI Kota Semarang ingin mencetuskan program seritifikasi dan standarisasi pelatih fisik di semua cabor. Binpres KONI Kota Semarang juga siap untuk menjalin kerjasama dengan KONI Jateng, KONI Pusat, dan Kemenpora untuk realisasi rencana itu.

"Kalau bisa, kami akan mengemas workshop ini menjadi sebuah kegiatan pelatihan pelatih fisik tingkat nasional. Karena fisik merupakan modal dasar bagi atlet yang harus disiapkan sejak dini," tegas dia. SMC/Tulus

Mogok Bertanding di La Liga Mungkin Terwujud

Rabu, 17 Agustus 2011


LA Liga Spanyol musim 2011/12 kemungkinan akan ditunda penyelenggaraannya menyusul belum adanya kesepakatan kolektif antara Liga dan pemain mengenai kesepakatan kolektif pembayaran gaji pemain.

Asosiasi Pesepakbola Spanyol, AFE, menuntut pemain mendapat perlindungan untuk mendapatkan gaji mereka, terlepas dari kondisi klub. Sementara Liga, LFP, tidak bisa memberikannya.

AFE pun sudah mengeluarkan ancaman akan melakukan mogok bermain selama belum ada kesepakatan tercapai. Dalam pertemuan terakhir kemarin, hasil perundingan masih menemui jalan buntu.

AFE ingin pemain mendapat jaminan dari klub yang masih berutang di atas 50 juta euro lewat gaji yang belum terbayar kepada lebih dari 200 pemain.

“Masih ada perbedaan besar antara kedua pihak, tapi kami tetap harus melangkah ke depan. Kami sudah mencapai titik terbaik kami, kami tak bisa lagi memberikan lebih dari yang kami punya saat ini,” ujar presiden LFP Jose Luis Astiazaran.

LFP dan AFE mengagendakan pertemuan berikutnya pada hari Jumat. Jika tidak ada kesepakatan tercapai lagi, bisa dipastikan La Liga pekan pertama minggu ini tidak akan dilangsungkan.

AFE sudah memberikan ancaman akan mogok bermain hingga dua pekan. Jika skenario berjalan sesuai rencana, La Liga akan bergulir pada 10 September. Ary

Keperkasaan Super Dan

Selasa, 16 Agustus 2011


LIN 'Super Dan dan Kejuaraan Dunia kini masih menjadi hantu bagi pebulu tangkis nomor wahid dunia yang mempunyai julukan The King of Super Series, Lee Chong Wei. Kesempatan menorehkan sejarah emas bagi dirinya sendiri dan negaranya, untuk kali pertama meraih emas Kejuaraan Dunia, gagal dituntaskan pemain Malaysia itu.

Peluang bahkan sudah ada di depan mata, ketika di partai final yang dilangsungkan di Wembley Arena London semalam, dia dua kali memperoleh championship point saat memimpin 20-19 dan 21-10 pada game penentuan. Namun Super Dan yang terlihat tampil lebih lepas, mampu mengubur ambisi musuh bebuyutannya tersebut, rubber game, 20-22, 21-14, 23-21.

Dengan kualitas yang hampir susah dibedakan, pertemuan keduanya lebih mempertontonkan pertarungkan emosi dan mental. Ekspresi luar biasa Lin Dan usai memastikan kemenangan, memperlihatkan betapa laga tersebut begitu menengangkan.

Meski menjadi pemain nomor satu dunia sejak 2008 menggantikan Lin Dan, Chong Wei tidak pernah sekalipun menjadi yang terbaik di turnamen yang dianggap paling prestisuius yakni, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, dan Asian Games. Uniknya lagi, dalam ketiga turnamen itu, Lin Dan selalu menjadi penghalangnya.

Setelah kalah dalam final Olimpiade 2008, pemain kelahiran Penang, 21 Oktober 1982 itu, kembali ditekuk Lin Dan dalam partai puncak Asian Games 2010. Kesamaannnya kedua turnamen itu digelar di China kandang Lin Dan. Catatan unik menunjukkan kedua pemain tidak pernah sekalipun menjadi juara saat turun di kandang lawan masing-masing.

Sementara bagi Lin Dan, emas kejuaraan Dunia ini meneguhkan dirinya layak disebut sebagai pemain terbesar sepanjang masa. Raihan ini melengkapi tiga gelar sebelumnya tahun 2006, 2007, dan 2009.

Kejuaraan Dunia kali ini menjadi ajang kesekian bagi raksasa China mempertukkkan, kekuatan dan dominasinya yang seakan tidak terhentikan. Di tunggal putri, Wang Yihan menjadi yang terbaik mengandaskan Cheng Shao Chieh (Taiwan), straight game, 21-15, 21-10. Sementara ganda putri nomor satu dunia asal China Wang Xiaoli/Yu Yang merebut emas menyingkirkan rekan senegara mereka, Tian Qing/Zhao Yunlei, 22-20, 21-11. SMC/Ary

Pramuka Alternatif Baru Pembinaan Olahraga

Jumat, 17 September 2010


Oleh: Marcus J. Warouw, SE, M.Si


GERAKAN Pramuka yang merupakan gerakan kepanduan se-dunia yang diperkenalkan oleh Baden Powel, ternyata sangat diminati kalangan muda baik anak-anak maupun orang dewasa di Indonesia. Pramuka di Indonesia menyebar dari sekolah taman kanak-kanak (TK) hingga ke perguruan tinggi, bahkan diperkirakan jumlah anggota Gerakan Pramuka di Indonesia mencapai 17 juta orang. Bahkan di beberapa instansi-instansi pemerintah menjadikan pramuka sebagai mitra di dalam menjalankan roda organisasi yang dikenal dengan sebutan Satuan Karya.

Pemerintah dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menpora, sangat menaruh perhatian serius dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Gerakan Pramuka.

Hal itu dapat kita lihat dan dengar dalam setiap kesempatan dalam pidato Presiden SBY. Bahkan belakangan ini pemerintah melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bertindak cepat dengan mengirim Komisi X Panja pramuka yang akan berangkat ke Korea, Jepang, dan Afrika Selatan untuk melakukan studi banding, untuk mencari bahan masukan pembuatan RUU kepramukaan.

Saat ini pramuka dilihat pemerintah sebagai salah satu alternative dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa dalam mendidik generasi muda. Salah satu yang diharapkan oleh pemerintah adalah pembinaan olahraga Indonesia melalui Gerakan Pramuka. Mengingat prestasi olahraga Indonesia mengalami pasang surut atau bisa dikatakan paceklik prestasi maka pemerintah dalam hal ini Kantor Kemententerian Pemuda dan Olahraga, mau tidak mau harus mencari terobosan baru dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, salah satunya adalah bermitra dengan Gerakan Parmuka.

Untuk mencapai hal itu, maka Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat membuat semacam Satuan Karya Pramuka (SAKA), misalnya di Kepolisian ada Satuan Karya Bhayangkara, di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ada Satuan Karya Kencana dan di Kantor Kementerian Kehutanan ada Satuan Karya Taruna Bumi.

Hal ini dimaksudkan adalah untuk menumbuhkan minat dan bakat berolahraga sejak usia dini yang dilandasi oleh semangat juang dan rasa patriotisme terhadap bangsa dan negara. ini dapat dijadikan kepanjangan tangan dalam pembinaan olahraga Indonesia ke depan. Jika ini dapat diwujudkan maka pembinaannya akan lebih terorganisir dan merupakan pintu masuk bagi generasi muda dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Dalam Satuan Karya, semua jenis olahraga dapat dijadikan Krida, namun hal itu dapat disesuaikan dengan skala prioritas, misalnya olahraga yang telah diakui dan terdaftar di KONI/KOI yang dijadikan Krida.

Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka (PERTISAKA) yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka. Bagian terkecil dari saka disebut krida. Ajang ini nanti diharapkan dapat menjadi tempat anggota satuan karya untuk menunjukan bakat keterampilannya terhadap olahraga yang ditekuninya sesuai dengan minat dan kemampuannya yang ia peroleh melaui tanda kecapan khusus tadi.

Dalam pembinaan Satuan Karya dalam hal ini Majelis Pembimbing Satuan Karya ( MABISAKA) unsur pejabat-pejabat yang berkompeten untuk duduk dalam MABISAKA adalah Menpora dan Ketua KONI/KOI. Dan sebagai alternativ nama yang coba penulis sarankan untuk Satuan Karya adalah Saka Kanuragan. Satuan Karya Pramuka Kanuragan adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang olahraga guna menumbuhkan kesadaran membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional dalam lingkup olahraga.

Saka Kanuragan nantinya akan mewadahi Krida Olahraga yang terdiri dari sejumlah olahraga yg terdaftar di KONI/KOI misalnya, Krida Bola Volli, Krida Panahan, Krida Gulat, Krida Pencak Silat, dan lain sebagainya.

Jika hal ini dapat diwujudkan, maka prestasi olahraga Indonesia di tahun mendatang tidak akan kekurangan atlet yang berprestasi, sehingga kumandang lagu Indonesia Raya atau Sang Saka Merah Putih akan berkibar di dunia internasional. Semoga!

Penulis adalah Praktisi, Pemerhati Olahraga, dan Sekjen PEXI

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET