Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Persiapan Tim Sepakbola KONI Allstar U10 di Even Nasional

Rabu, 13 November 2019

Ket Foto: Ketum KONI Pusat Marciano Norman Bersama Coaach Rahmad Darmawan saat menerima Tim Sepakbola KONI Allstar U-10, baru-baru ini, dengan penanggung jawab tim Taufik Panji Alam. (Foto Istimewa).

Tidak sia-sia dukungan KONI Pusat dalam pembangun percepatan Sepakbola usia muda demi melahirkan pemain sepakbola berkualitas tentunya sudah lama dilakukan sejak usia dini. Hal ini berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional. Kementerian dan lembaga terkait diminta untuk menindaklanjuti peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Terkait hal itu KONI Pusat bergerak cepat. Di awali dengan sepakbola Usia Dini Semarak Kemerdekaan Piala Ketua Umum KONI Pusat I 2019. Event yang pelaksanaan selama dua hari itu tak hanya sekedar melahirkan tim juara saja, namun pembinaan berjenjang baik untuk KU-8, KU-10 maupun KU-12 tahun terus di tingkatkan.

Berbuntut panjang sesuai arahan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman minta agar dipersiapkan tim sepakbola sebaik mungkin, bahwa dari ajang kompetisi usia muda ini lah lahir pemain-pemain muda berbakat yang kelak dibina kemudian bermanfaat untuk membela Timnas masa depan.

Melalui Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) yang ikut merekomondasikan Piala Ketua Umum KONI Pusat ini pun juga langsung mendindaklanjuti apa yang menjadi harapan Marciano Norman kedepan.

Selanjutnya melalui ajang Festival Piala Ketua Umum KONI Pusat juara dan pemain terbaiknya, langsung mempersiapkan tim untuk mengikuti ajang Nasional Anniversary Bina Sentra yang ke VI, dalam menyeleksi beberapa pemain nya untuk KU-10 tahun yang diikutsertakan ke Kota Cirebon Jawa Barat pada awal Desember 2019 nanti.

Walau dengan masa persiapan mepet, penampilan para pemain U-10 KONI Alltasr di Piala Menpora kemarin tak terlalu mengecewakan. Mereka mampu menjadi juara bersama dan ini sangat diapresiasi oleh Marciano Norman sebagai Ketua Umum KONI Pusat.

Memang sebelumnya kita akan latihan bersama Coach Rahmad Darmawan untuk KONI Allstar U-10, kata Marciano. "Sebagai bentuk apresiasi sekaligus memotivasi tim, Rahmad Darmawan akan memberikan pelatihan nantinya kepada para pemain, Saya kira kalau waktunya pas ini kejutan dan menjadi penyemangat anak-anak yang dilatih langsung oleh sosok pelatih sekelas Rahmad Darmawan,”paparnya Marciano kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/11). Jordan

Persiapan Tim Sepakbola KONI Allstar U10 di Even Nasional

div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
Ket Foto: Ketum KONI Pusat Marciano Norman Bersama Coaach Rahmad Darmawan saat menerima Tim Sepakbola KONI Allstar U-10, baru-baru ini.


Tidak sia-sia dukungan KONI Pusat dalam pembangun percepatan Sepakbola usia muda demi melahirkan pemain sepakbola berkualitas tentunya sudah lama dilakukan sejak usia dini. Hal ini berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional. Kementerian dan lembaga terkait diminta untuk menindaklanjuti peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Terkait hal itu KONI Pusat bergerak cepat. Di awali dengan sepakbola Usia Dini Semarak Kemerdekaan Piala Ketua Umum KONI Pusat I 2019. Event yang pelaksanaan selama dua hari itu tak hanya sekedar melahirkan tim juara saja, namun pembinaan berjenjang baik untuk KU-8, KU-10 maupun KU-12 tahun terus di tingkatkan.

Berbuntut panjang sesuai arahan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman minta agar dipersiapkan tim sepakbola sebaik mungkin, bahwa dari ajang kompetisi usia muda ini lah lahir pemain-pemain muda berbakat yang kelak dibina kemudian bermanfaat untuk membela Timnas masa depan.

Melalui Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) yang ikut merekomondasikan Piala Ketua Umum KONI Pusat ini pun juga langsung mendindaklanjuti apa yang menjadi harapan Marciano Norman kedepan.

Selanjutnya melalui ajang Festival Piala Ketua Umum KONI Pusat juara dan pemain terbaiknya, langsung mempersiapkan tim untuk mengikuti ajang Nasional Anniversary Bina Sentra yang ke VI, dalam menyeleksi beberapa pemain nya untuk KU-10 tahun yang diikutsertakan ke Kota Cirebon Jawa Barat pada awal Desember 2019 nanti.

Walau dengan masa persiapan mepet, penampilan para pemain U-10 KONI Alltasr di Piala Menpora kemarin tak terlalu mengecewakan. Mereka mampu menjadi juara bersama dan ini sangat diapresiasi oleh Marciano Norman sebagai Ketua Umum KONI Pusat.

Memang sebelumnya kita akan latihan bersama Coach Rahmad Darmawan untuk KONI Allstar U-10, kata Marciano. "Sebagai bentuk apresiasi sekaligus memotivasi tim, Rahmad Darmawan akan memberikan pelatihan nantinya kepada para pemain, Saya kira kalau waktunya pas ini kejutan dan menjadi penyemangat anak-anak yang dilatih langsung oleh sosok pelatih sekelas Rahmad Darmawan,”paparnya Marciano kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/11). Jordan

Karateka Lemkari Pimpinan Yuddy Chrisnandi, Harumkan Nama Bangsa Lewat Prestasi Internasional

Rombongan Tim Karate Indonesia yang sukses meraih tiga medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu di even Turnamen Karate Internasional 4th  Edition of INetrnationla Karate Open of Province de Liege 2019 di Belgia yang berlangsung 6-13 November 2019. Disambut oleh Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Khamim, MPd dan Sekjen PB Lemkari Angel Ibrahim di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (13/11). 

Radhtya Rimba Adiyaksa Karateka Lemkari  Pimpinan Yuddy Chrisnandi asal Jawa Timur Radhtya Rimba, berhasil meraih medali emas di nomor Kata Putra U-12 di Turnamen Karate Internasional 4th  Edition of INetrnationla Karate Open of Province de Liege 2019 di Belgia yang berlangsung 6-13 November 2019.

Turnamen Karate Internasional khusus pelajar SD itu diikuti 25 negara. Radhitya bersama dua rekan lainnya berhasil menyambar medali emas, yakni Callysta Almira Cahyati di nomor Kata Putri U12 dan Muhammad Dhijey Lexsie di nomor Kumite Putra U12 kelas 35 kg. Dan Muhammad Dhijey Lexsie medali perak di nomor Kata Putra U12 serta satu perunggu dari Ni Kadek Renis Sophi Putri di nomor Kumite Putri U12 kelas 35 kg.

Prestasi 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu itu membuat Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bangga atas prestasi yang ditorehkan delegasi Indonesia di Turnamen Karate Internasional 4th  Edition of INetrnationla Karate Open of Province de Liege 2019 di Belgia.

"Tentunya kami sangat bangga atas prestasi yang ditorehkan anak-anak ini dengan memperoleh 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Tentu ini tentu membanggakan bagi bangsa dan negara dan daerah mereka masing-masing. Dengan kekuatan enam atlet mereka mampu membawa pulang 3 medali emas. Saya berharap, kembalinya mereka ke daerah masing-masing bisa memberikan semangat dan contoh kepada teman-teman mereka. Atas prestasi ini mereka patut kita apresiasi," ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Khamim, MPd, kepada waratawan saat penjemputan tim karate di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (13/11/2019).

Medali emas yang diraih  Rimba Adiyaksa Mahendra, pelajar SDN Ponokawan, Kabupaten Sidoarjo, JAwa Timur, PB Lemkari tentu bangga. "Kami tentu bangga atlet Lemkari medapat emas di Turnamen Karate Internasional 4th  Edition of INetrnationla Karate Open of Province de Liege 2019 di Belgia. Apalagi, dia bertanding karateka-karateka Eropa. Selain membanggakan dojo juga membanggakan PB Lemkari. Inilah hasil dari sebuah pembinaan yang dilakukan. Tahun lalu, juga atlet Lemkari meraih medali emas," ujar Ketua Harian PB Lemkari Pimpinan Yuddy Chrisnandi, Ikhlas Bahar yang didampingi Sekum PB Lemkari Angel Ibrahim kepada wartawan.

Radhtya mengaku, menghadapi event  Turnamen Karate Internasional 4th  Edition of INetrnationla Karate Open of Province de Liege 2019 di Belgia, dia hanya punya waktu sebulan. Artinya, serius berlatih selama satu bulan penuh, karena dia harus konsentrasi belajar.

"Untuk menghadapi even ini, saya melakukan persiapan selama satu bulan. Alhamdullilah dapat medali emas. Ini tentu prestasi luar biasa karena  lawan-lawan yang dihadapi cukup tangguh-tangguh. Ada dari Jerman, Prancis, dan tuan rumah Belgia. Syukur saya bisa mengalahkan mereka. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya, termasuk PB Lemkari dan Lemkari Pengprov Jatim," kata Radhtya, anggota Dojo Hatari ini. Jordan

Maria Serahkan Benda Bersejarah di Event Lari 5K Piala Kemenpora

Senin, 11 November 2019

Deputi III Menpora DR Raden Isnanta mengangkat bendera menandai dimulainya lomba Lari 5K Piala Kemenpora di Halaman Kemenpora Minggu (10/11/19).

Maria Lawalata, atlet maraton putri Indonesia yang menjadi pahlawan kemenangan atau keberhasilan kontingen Merah Putih mempertahankan gelar juara umum SEA Games 1991, Manila, Filipina.

Saat itu di SEA Games ke-16, Maria merebut medali emas penentu kontingen Indonesia mempertahankan gelar juara umum SEA Games 1991, Manila, Filipina. Bersamaan dengan digelarnya Lari 5K Piala Kemenpora start-finis di Halaman Kemenpora pada Minggu (10/11/19) bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional. Saat yang bersamaan Maria menyerah medali emas dan peralatan olahraga lainnya seperti sepatu dan kaos untuk disimpan di Museum Olahraga Indonesia di Taman Mini Indonesia.

Bekerjasama dengan Kemenpora dan promotor ANELI, Maria Lawalata melalui bendera Yayasan Big Stars Nusantara menggelar lomba lari 5K Piala Kemenpora. Sekitar 2000 peserta ambil bagian dalam lomba yang mengambil start dan finis di depan kantor Kemenpora, Gerbang Pemuda Senayan Jakarta. Selain menyediakan total hadiah uang pembinaan Rp.100 juta, para peserta juga mendapatkan medali dan piagam penghargaan.

Sekitar 2000 peserta ambil bagian di ajang Lari 5K Piala Kemenpora.


Usai lomba Maria Lawalata yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Panpel, menyerahkan medali emas bersejarah serta perlengkapan lari marathon  pada SEA Games 1991, Manila Filipipina.
Medali emas bersejarah itu diserahkan langsung oleh Maria Lawalata kepada Kepala Museum Olahraga Indonesia, Een Ermawati disaksikan Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora DR.Raden Isnanta, Wakil Ketua Umum Formi Nasional Teguh Raharjo dan pelatih pertama yang menemukan bakat Maria Lawalata, Lelyana Chandra Wijaya.

Inti dari semuanya ini menurut yang punya hajat, Maria Lawalata, untuk memberikan semangat perjuangan dan kepahlawanan kepada generasi muda bangsa khususnya para atlet Indonesia yang pada 30 November hingga 11 Desember 2019 akan berlaga di SEA Games ke-30 di Filipina.

”Kegiatan ini mudah-mudahan ini menjadi pelecut semangat para atlet Indonesia yang akan tampil di SEA Games 2019, Filipina. Latihan keras, disiplin dan tak mengenal kata menyerah ada salah satu kunci sukses seorang atlet. Saya telah membuktikan itu semua, berkat latihan keras, semangat tak kenal lelah membuat saya berhasil merebut medali emas penentu kontingen Indonesia menjadi juara umum SEA Games 28 tahun silam itu,”kata Maria yang kini bersama sang suami tercinta Sunyoto melatih komunitas lari dan beberapa atlet muda usia di Lapangan Banteng Jakarta Pusat ini.

Didampingi Ketua Panpel Maria Lawalata dan Wakil Ketua Formi Teguh Rahardjo, Deputi III Menpora DR Raden Isnanta memberikan keterangan pers kepada awak media.

Sementars itu Deputi Kemenpora DR Raden Isnanta menyatakan bangga dengan prestasi Maria. Tapi Isnanta lebih gembira saat Maria dengan tulus menyerah barang bersejarah milik Maria untuk disimpan di Museum Olahraga Nasional Indonesia.

"Maria boleh pensiun dari dunia atlet. Tapi kontribusi dan pengorbanan bagi dunia atlet tetap konsisten. Dengan digelarnya event seperti ini akan memacu para atlet kita yang bakal bertarung di SEA Games 2019 nanti," kata Isnanta kepada wartawan usai perlombaan.

Isnanta berharap event seperti ini akan tetap berlangsung setiap tahun. Sebab menurut dari banyaknya kegiatan kompetisi, dari sana akan muncul, bibit-bibit atlet masa depan kita. Tak lupa Isnanta mengucapkan terimah kasih kepada seluruh sponsor, panitia pelaksana, dan Event organazior, serta pihak lain yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Jordan



BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET