Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Kondisi PSSI Makin Carut Marut, Tabrak Statuta

Minggu, 17 Mei 2020

Ket Foto:Tommy Rusihan Arief yang juga mantan Direktur Media PSSI era Djohar Arifin.

JUMLAH anggota Exco PSSI ada sebanyak 12 orang, yakni Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Endri Erawan, Haruna Soemitro, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Ardianto Rahman, Pieter Tanuri, Sonhadji, Ahmad Riyadh, Hasani Abdul Gani, Yunus Nusi, Vivin Cahyani.

Namun dari 12 orang exco tersebut beberapa oranga yang bermasalah, bahkan sempat tersangkut masalah hukum. Yakni, Juni Ardianto Rahman yang pernah dipenjara selama empat bulan karena kasus  melakukan penganiayaan pada 2014 silam. 

Sesuai Statuta PSSI orang yang pernah tersangkut dengan masalah hukum apalagi dipenjara tidak bisa dipilih sebagai anggota Exco PSSI. Artinya, PSSI melanggar Statuta-nya (Statuta PSSI).

Menanggapi hal tersebut pengamat sepakbola nasional, Tommy Rusihan Arief mengkritik tajam kinerja PSSI. Tommy menegaskan masak PSSI melanggar aturannya sendiri alias statuta. "Itu tidak benar. Masak orang yang pernah tersangkut masalah hukum apalagi sempat jadi narapidana bisa dipilih menjadi anggota Exco PSSI. Di mana manajemen PSSI. Apakah sebelumnya tidak diperiksa data-datanya, atau dilakukan pet and propes test? PSSI menabrak statuta sendiri," jelas Tommy yang juga mantan Direktur Media PSSI era Djohar Arifin.

Tommy menambahkan, sebaiknya seluruh anggota Exco PSSI dikaji ulang. "Bila perlu diadakan Kongres ulang untuk mengganti para anggota Exco yang bermasalah. Mereka tahu ada kelemahan di situ, kenapa mereka diam saja. Mestinya merekakan bertindak. Ini malah membiarkan," ujar Tommy.

Sementara itu, soal Maaike Ira Puspita yang ditunjuk jadi Wakil Sekjen pada Januari 2020 lalu, Tommy juga angkat bicara. Menurutnya, tidak ada dalam Statuta PSSI, jabatan Wakil Sekjen.

"Tidak ada jabatan wakil sekjen dalam Statuta PSSI. Ini juga gak benar. Jadi, PSSI di bawah Ketua Umum Mochamad Iriawan atau Iwan Bule dan Wakil Ketua Umum Cucu Soemantri sudah bagus. Kita harus mendukung mereka sebagai duet Polri dan TNI. Jadi agar PSSI ke depan lebih baik semua yang melanggar statuta PSSI harus diperbaiki," jelas mantan wartawan senior dan Wakil Ketua BASRI ini. Jordan

Yunus Nusi Sebagai Plt Sekjen, Jangan Membuat Gaduh PSSI

Selasa, 12 Mei 2020



JAKARTA-Yunus Nusi diangkat Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan Bule menjadi Plt Sekjen PSSI. Yunus menggantikan Ratu Tisha Destria. Diangkatnya Yunus sebagai plt sekjen tentu ingin membantu tugas-tugas Ketua Umum Iwan Bule, terutama dalam administratif.

Prinsipnya, pengangkatan Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen PSSI, itu bukan melakukan hal-hal yang di luar kewenangannya. Misalnya, kata Suharto membuat surat jawaban ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pengelola liga, bersifat strategis.

Menurut pengamat sepakbola Suharto Olii, apa yang dilakukan Plt Sekjen keliru besar. Suharto mengatakan, itu sudah menyalahi statuta.

“Dari zaman Nurdin Halid atau Ketua Umum sebelum-sebelumnya tidak ada Wakil Sekjen. Kalau mau mengangkat wakil Sekjen harus merubah statuta. Merubah statuta berarti harus menggelar kongres, ” tegas Suharto yang juga wartawan senior sepakbola.

Pria yang sudah lebih dari 30 tahun menjadi wartawan sepakbola itu menegaskan, Plt Sekjen dalam keseharian tugas-tugasnya lebih kepada bidang administratif. Misalnya, kata Suharto membuat surat ke PT LIB dan sebagainya.

“Itu tugas-tugas pokoknya. Bukan malah memberikan pernyataan yang di luar kewenangan dan kapasitasnya,” tegas Suharto yang pernah mencalonkan diri sebagai Sekjen PSSI.

Suharto juga menyayangkan sikap Exco dan Asprov yang mengetahui masalah ini malah membiarkan Plt Sekjen jalan sendiri. “Mestinya diingatkan dong. Jangan dibiarkan begitu saja,” ucapnya.

Hal yang sama juga diucapkan pengamat sepakbola Tommy. Menurutnya, kalau kewenangan Plt Sekjen sudah terlalu jauh bisa jadi fatal. “Apalagi sampai salah. Jadi sesama Exco tolong diingatkan Plt Sekjen,” kata Tommy.Jordan

Pelantikan BLiSPI Prov Kalteng Turut Disaksikan Ketua BLiSPI Daerah Lainnya

Kamis, 12 Maret 2020

Ketua BLiSPI Pusat Subagja Suihan melantik Pengurus BLiSPI Daerah Kalimantan Tengah, yang disaksikan Ketua BLiSPI daerah lainnya. Yang berlangsung Taman Pring Sewu, Solo, Jateng pada Rabu (11/3/20).

Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI ) Pusat, secara resmi melantik BLiSPI Provinsi Kalimantan Tengah di Restoran Taman Pringsewu Solo, Jawa Tengah. Pelantikan sekaligus pengukuhan para pengurus BLiSPI Kalteng langsung dihadiri para rekanan, seperti Ketua BLiSPI provinsi, diantaranya Bali, Samsudin Sunartik, Blispi NTB, Fetyy, Blispi Jawa Tengah, Agus Saparno, Blispi Kalbar, Sigit Atmojo dan Ketua Umum BLiSPI Pusat, Subagja Suihan, Moch.Faisal (Blispi pusat, bid.kompetisi), Dony Lattuperisa dan Sunan Ali.

Pengukuhan Blispi Provinsi Kalteng, sebagai pelindung atau pembina, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng, KONI Daerah Provinsi Kalteng dan Asprov PSSI Kalteng. Ketua Umum Blispi Kalteng, Anto Suparto.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan yang hadir untuk menyaksikan pelantikan saya, sebagai ketua blispi kalteng masa bahkti 2020 -2024. Insya Allah saya bisa menjalankan amanah ini bersama teman teman provinsi lain nya. Meski saya bagian dari Korwil pertama di putaran Piala Menpora pertama, tahun 2014 lalu. Kekompakan dan semangat teman teman bisa memberikan semangat untuk membangun sepakbola usia dini, khususnya wilayah Kalteng," ujar Anto pada wartawan usai pelantikan.

Di tempat yang sama Ketum BLiSPI Pusat, Subagja Suihan menyatakan pengukuhan ini hampir melengkapi ke 34 provinsi lainnya. Sisa 6 provinsi yang belum dikukuhkan, saya akan ambil alternatif apabila provinsi yang belum serius untuk menyiapkan kepengurusan dan ketua umum Blispi-nya.

"Nanti di acara Kongres Blispi 2020 di Jakarta, akan kita bahas. Sekaligus menentukan seri nasional piala menpora di tiga tempat diantara nya, Surabaya, Jatim, Kalimantan Timur dan Bogor, Jabar," tegasnya. Jordan

BSANK Diharapkan Bantu Program Kemenpora

Rabu, 11 Maret 2020


Menpora Zainudin Amali berharap kepada pengurus BSANK (Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan) periode 2020-2024 membantu Kemenpora di bidang keolahragaan. Sebab tugas BSANK adalah standardisasi dan akreditasi keolahragaan secara nasional. Ia berharap pembinaan olahraga nasional didesain tidak lagi by accident melainkan by design.

 Lebih lanju Menpora menyatakan, apa yang telah direkomendasikan BSANK standardisasinya dan akreditasinya, itu yang digunakan tidak perlu lagi mencari alternatif-alternatif untuk ukuran standard dan akreditasi karena sudah ada. "Kemenpora akan terbantu dengan kehadiran BSANK ini," kata Menpora usai melantik keanggotaan BSANK di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3) pagi

Menpora merasa optimis atas keanggotaan BSANK yang baru, ia yakin yang terpilih adalah orang-orang yang cukup mumpuni dibidangnya karena telah melalui proses seleksi yang ketat. "Saya meyakini tim seleksi yang dipimpin oleh Prof. Toho Cholik memiliki kredibilitas yang tinggi untuk menghasilkan sembilan orang terbaik ini," tegas Menpora yang didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.

Tugas BSANK kedepan akan berat karena Kemenpora saat ini sedang menyusun grand desain keolahragaan, tanpa grand desain olahraga nasional tidak akan berprestasi di tingkat nasional, regional dan internasional. "Saya harap ibu-bapak bekerja dengan sungguh-sungguh dengan loyalitas dan integritas karena akan menentukan perjalanan keolahragaan kedepan," ujarnya.

Di 2020 ini akan ada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), selama ini lanjutnya, peringatan ini hanya lewat begitu saja tanpa ada bekas penanda. "Tahun 2020 ini peringatan Haornas harus kita canangkan suatu tema besar yakni sport science, tidak mungkin olahraga bisa maju dan berprestasi tanpa peran sport science," kata Menpora.

Keanggotaan BSANK yang baru diharapkan benar-benar membuat standard dan akreditasi sesuai yang dicita-citakan. "Saya minta kekompakannya setiap keputusan harus diputuskan secara kolektif tidak boleh ada keputusan yang individual dan perorangan," tegasnya.

"Kami berharap agar sering berkoordinasi dengan Kemenpora, keputusan apapun dari BSANK adalah bagian dari keputusan Kemenpora jangan sampai BSANK jalan sendiri, Kemenpora jalan sendiri terus bersinergi karena tujuan kita adalah prestasi nasional, hindari berpolemik di area publik, selamat dan kita akan bersama-sama menyukseskan keolahragaan nasional," pesan Menpora.


Dalam waktu dekat BSANK naungan Kemenpora segera membentuk susunan pengurus. Dengan harapan, kinerjanya terarah dan mampu melahirkan standarisasi semua cabang olahraga yang ada di Tanah Air. Demikian dikatakan anggota BSANK Yuni Poerwanti setelah dikukuhkan Menpora Zainudin Amali di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Rabu (11/03/2020).

Mantan Deputi IV Kemenpora ini mengatakan, BSANK tentunya mengacu pada kebijakan Menpora yang menginginkan olahraga Olimpiade yang diutamakan. Dengan begitu, cabang olahraga Olimpiade yang menjadi perioritas standarisasi dan akreditasi dalam organisasinya.

Sebagai anggota yang terdiri sembilan personil harus kompak dan terbuka dalam melaksanakan program dan kinerja kedepannya. Semua harapan Menpora dapat terealisasi dalam menentukan standarisasi dan akreditasi serta sertifikasi bagi cabang-cabang olahraga nantinya. Apalagi adanya data base yang dimiliki BSANK.

“Intinya keberadaan BSANK kedepannya memberikan akreditasi dan standarisasi pada cabang-cabang olahraga di Tanah Air. Dengan harapan semua cabang olahraga maju untuk kepentingan nasional umumnya,”
Jelas Yuni yang didukung anggota BSANK yang terdiri sembilan personil itu. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET