Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

50 Pemain Masuk Dalam Seleksi Timnas Pelajar U-15

Rabu, 17 Agustus 2016

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mulai mempersiapkan tim sepakbola pelajar Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan Sepakbola Pelajar Asia U-15 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 September - 1 Oktober 2016. Tercatat, sekitar 50 pemain yang sudah masuk dalam daftar untuk mengikuti seleksi.

Para pemain itu merupakan hasil pemantauan dari ajang Piala Menpora U-14 seri provinsi 2015 lalu. Nama nama itu muncul adalah hasil dari pantauan seri kabupaten sampai seri provinsi, Tim talentscouting terdiri dari Zaenal Abidin, Rully Nerre, Deni Syamsudin, Maman Suryaman dan Donni Lattu Perisa.

Menurut manajer tim pelajar Indonesia, Khairil Amril Wawo bahwa dalam pembentukan tim ini semua pihak dapat berkerjasama dengan baik. “Termasuk dalam perekrutan pelatih maupun pemain, karena kita ingin fair dalam menentukan pemain, hal itu yang membuat saya tidak menjadi beban baik dalam penunjukan pelatih maupun pemain tentunya,” kata Khairil kepada wartawan.

"Saya di sini berdiri atas nama sepakbola Indonesia, ada yang mengusung saya menjadi manajer atau apalah. Tapi buat saya, kejujuran diatas segalanya, saya yakin bisa memberikan hasil baik. Persiapan sarana dan prasarana mau pun fasilitas training Center sudah di lengkapi, termasuk kesehatan dan transportasi. Laga uji coba pun di persiapkan dari tim Suratin Sulsel sampai PSM muda, sekaligus persiapan sebelum keberangkatan ke Kuala Lumpur," kata pria asal Makassar ini sembari minta mohon doa dan dukungan agar saya bersama tim official bisa menciptakan tim yang solid.

Timnas U15 pelajar Indonesia rencana di besut oleh pelatih muda Zaenal Abidin. Pada keikutsertaan Indonesia di ajang Kejuraaan Pelajar Asia itu di Nanjing, Tiongkok, 2013 lalu. Indonesia berada diurutan Indonesia. Sementara target tahun ini. Zaenal menargetkan membawa timas menjadi juara di Kejuaraan pelajar Asia tahun ini. “Dengan materi yang seperti ini. Hampir semua pemain kemampuan merata, saya yakin kita juara,”ungkap pelatih yang memiliki licensi A AFC ini.

Even ini akan diikuti lebih dari sembilan negara. Di antara nya adalah Vietnam, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Tiongkok, Kamboja, Myanmar, serta Indonesia, yang semuanya tergabung dalam Asian School Football Federation (ASFF), masing masing negara hanya mewakili satu negaranya untuk tingkat pelajar. Jordan

Berikut 50 Pemain yg masuk daftar seleksi:
1. M. Ilham (PG), Jatim.
2. Fazha (PG), Jabar.
3. Ernadi Ari (PG), Kalteng,
4. Chandra Nur Asrovi (PG), DKI.
5. Catur Alam (PG), DKI.
6. Rayhan, Jabar.
7. Rizky Arohman, Jabar.
8. The Fillon, Papua.
9. Bayu M Rizky, Kalbar.
10. Adityo R.Z, Sulbar.
11. Fait Arifin R, Bali.
12. M. Amar, Bali.
13. Ardigo A.N, Kalteng.
14. Randi Ardian, Jabar.
15. Miftah, Jabar.
16. Nur Cahya, Jateng.
17. Dul Fahmi, DKI.
18. Akhmad Khalid, Kalteng.
19. Kharisma Fathoni A, Jatim.
20. Al Diqri, Jabar.
21. Nanang A.M, NTT.
22. M.Ilham, Jabar.
23. Supriadi, Jatim.
24. Reynaldi, Jabar.
25. Teguh. T, Bali.
26. Ade Syahputra, Jabar.
27. Arif Aldi, Banten.
28. M. Aldy Nurhatjri, Kalbar.
29. Hafiz Mulyatsar, Aceh.
30. Amanar Abdilah, Aceh.
31. Marco Antonio Majar, Papua.
32. Deka, Jabar.
33. Becham P, Jabar.
34. Rifky Ahmad Ale S, Palembang.
35. Aditya P.P, Bali.
36. Dony Sahputra, Riau.
37. Aray, Banten.
38. Ruland F.N, Papua.
39. Agil Fauzi, Aceh.
40. Ahmad Naudy Sukarto, DKI.
41. Luthfi Arie Wijayanto, DKI.
42. Dika, Banten.
43. Muhammad Minzardillah, Jatim.
44. Bangkit, Jabar.
45. M.Yunus, Sulsel.
46. Sofyan Amirudin, Sulsel
47. Sahrul, Sulsel.
48. M.Fahmikul haidi, Sulsel.
49. Muh. Ridho, Sulsel.
50. Dan Ex MU, Bali.

Korwil Jakarta LSP U-14 Piala Menpora Dituntut Mundur

PAGELARAN Liga Sepakbola Pelajar (LSP) U-14 Piala Menpora seri kota DKI Jakarta belum tuntas. Pasalnya SSB Red Bull (RB), salah satu kontestan semifinal didiskualifikasi secara sepihak oleh Korwil DKI Jakarta.
Peraturan atau kebijakan yang diangap berubah membuat masalah ini semakin rumit. Dimana peraturan awal di buat oleh Korwil DKI Jakarta, pemain wajib yang berdomisili pemain DKI atau yang bersekolah di DKI. Lalu, muncul kembali peraturan baru yang membolehkan pemain daerah atau tidak berdomisili DKI pun ternyata bisa main di DKI.

Hal itu yang membuat gejolak di pagelaran U14 Piala Menpora wilayah Jakarta Pusat. Saat SSB Red Bull di juara di Jakarta Pusat. Sampai melaju ke tingkat provinsi hingga sampai di semifinal. Namun menjelang pertandingan melawan SSB Bina Taruna, muncul protes. Kemudia protes diterima panitia dan Korwil DKI Jakarta, akhirnya Red Bull pun didiskualifikasi.

Terkait hal itu panitia penyelenggara Piala Menpora langsung mendapat Somasi dari pihak pemilik SSB RB, Basir Ah Latuconsina SH. Namun sebelum bergerak membawa permasalahan ini ke ranah hukum. Rombongan yang dihadiri oleh Pelatih Kepala Aep Berlian dan beberapa orangtua murid serta Basir Latuconsina menyambangi kantor Menpora untuk bertemu Bidang Kompetisi Pusat Nasional, Asdep Menpora dan Deputi Menpora, Selasa siang (16/8),
Menurut Basyir bahwa SSBnya merasa di rugikan, saya tidak tau apa yang terjadi hingga Red Bull di diskualifikasi secara sepihak sebelum laga semifinal, saat bersua dengan SSB Binataruna.

“Yang tidak habis pikir adalah SSB Riky Yakob (runer up), setelah protes ke panitia dari pihak SSB Riky Yakob. Mereka mengangkat masalah yang lama. Terkait tiga pemain yang bermain di Bogor, padahal secara kesepakatan sudah clear dari panitia. Keputusan diskualifikasi sangat merugikan saya, pelatih dan para orang tua, dari kejadian itu kita langsung melaporkan panitia penyelenggara U14 ke Menpora melalui Bidang Kompetisi Pusat Nasional, Asdep Menpora dan Deputi Menpora,” kata Basyir AH Latuconsina SH yang juga berprofesi sebagai Lawyer itu.

Atas kejadian itu Basyir menuntut Kordinator Wilayah ( Korwil ) DKI Jakarta dipecat secara tidak hormat, dan meminta pertandinggan di ulang kembali sesuai hak dan para pemain SSB.

“Jika tuntutan ini tidak dilaksanakan.Dengan segera saya siap melayangkan dan melaporkan masalah ini ke Menpora, Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan. Untu saya meminta agar segera di tindak lanjuti laporanya, saya mohon untuk di ambil solusi atau jalan keluarnya,” kata pria asal Maluku ini.

Basir menambahkan. saya ingin anak anak mempunyai hak bermain, mereka tidak bersalah. Mengapa anak didik saya yang dikorbankan. Pihak panitia U14 piala menpora harus fair dan tegas. “Hasil pertemuan hari ini, dengan Asisten Deputi dan Deputi di Menpora, adalah akan membentuk tim pansus (panitia khusus). Pansus ini lah yang akan bekerja dan hasilnya akan disampaikan beberapa hari kedepan,” katanya.

Namun, kata Basir jika dalam beberapa hari kedepan tidak ada keputusan dan jawaban. Saya, pelatih dan para orang tua tidak akan tetap laporkan masalah ini ke pihak terkait,” tambah Basyir. Jordan

Triyatno Gagal Ulangi Sukses Olimpiade 2012

Rabu, 10 Agustus 2016

LIFTER Triyatno gagal mengulanggi prestasi meraih medali perak Olimpiade 2012 lalu. Dengan demikian ia gagal menyumbangkan tambahan medali untuk Indonesia. Menanggapi kegagalan itu PB PABBSI sebagai hal yang wajar. Selain tidak ditargetkan medali, lawan yang dihadapi Triyatno memang terlalu tangguh.

Demikian disampaikan Ketua Umum PB PABBSI Rosan P. Roeslani. Ia mengatakan apa yang dilakukan Triyatno pada pertandingan tadi sebenarnya sudah maksimal hanya memang lawan yang dihadapi lifternya luar biasa tangguh. "Kami memang tidak menargetkan Triyatno untuk mendapat medali karena melihat lawan yang semakin tangguh," kata Rosan.

Pada pertandingan yang berlangsung di Rio Centro Pavilion, Rio de Janeiro, Rabu (10/8/2016) pagi WIB, total angkatan yang dicatatkan Triyatno memang terpaut jauh dari lawan-lawannya. Peraih medali emas berhasil mencatatkan total angkatan 352kg atas nama Shi Zhiyong asal China, menyusul peraih medali perak Daniyar Ismayilov (Turkmenistan) dengan total angkatan 351, dan peraih perunggu atas nama Izzat Artykov (Kirgizstan) dengan catatan total angkatan 339. Sementara Triyatno hanya bisa mencatatkan total 317 poin dan berada di posisi ke ke-10 dari 21 lifter yang turun. Dari total 317 poin itu, lifter kelahiran 20 Desember 1987 ini mencatatkan 142 poin pada angkatan kedua Snatch dan 175 poin dari angkatan pertama clean and jerk.

Nasib serupa didapat rekan senegaranya, I Ketut Ariana, yang bahkan tidak mampu meraih poin karena tidak mampu menyelesaikan angkatan Snatch-nya dari tiga kesempatan yang diberikan. "Kondisi mereka baik sebenarnya. Tidak ada kesalahan strategi sama sekali juga, tetapi kami memang sudah mengamati lawan-lawan dari lama dan memang mereka tangguh. Jadi wajar sekali (Tri dan Ketut) kalah," ungkap Rosan.

PB PABSSI sendiri akan melakukan pengembangan untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, khususnya mencari regenerasi baru untuk Triyatno dan Eko Yuli. Untuk diketahui selama keikutsertaan keduanya di Olimpiade, Triyatno dan Eko selalu menjadi andalan.

Dua lifter ini juga yang mampu mempersembahkan medali tatkala Indonesia gagal meneruskan tradisi emas di Olimpiade London empat tahun lalu. Triyatno mempersembahkan medali perak kelas 69 kg dan Eko Yuli persembahkan medali perunggu di kelas 62 kg. Di Olimpiade tahun ini Eko berhasil memperbaiki perolehan medalinya menjadi perak di kelas yang sama. "Kami akan terus mencari bibit baru dan melakukan kaderisasi secara masif, dan ini akan kami lihat hasilnya secara berkepanjangan," tandasnya. Raf



Dirdja:Eko Masih Berpeluang Tampil di Olimpiade 2020

SUKSES Eko Yuli raih tiga medali di ajang olimpiade beruntun tiga kali, yakni perunggu Olimpiade 2008, Olimpiade 2012, dan perak Olimpiade Rio 2016. Namun itu belum cukup bagi Eko. Kini ia memburu medali emas di Olimpiade 2020 Tokyo.

Menurut pelatih nasional angkat besi, Dirdja Wihardja, Eko masih berpeluang berlaga empat tahun lagi karena banyak lifter-lifter terbaik dunia yang juara di usia mereka ketika menginjak 33 tahun.

Dirdja mengambil contoh, peraih medali emas kelas 62 kg di Olimpiade tahun ini, Oscar Albeiro Figueroa, yang saat ini berusia 33 tahun. Sementara jika benar tampil di Olimpiade Tokyo pada 2020, Eko 'baru' akan berusia 31 tahun. Itu artinya kesempatan Eko untuk berkompetitif masih berpeluang besar.

Hanya saja, kata Dirdja, akan ada perbedaan dalam program latihan di usia tersebut. "Bisa, di Olimpiade angkat besi banyak juara yang usia 33 tahun ke atas. Tapi penanganan Eko berbeda programnya dengan waktu Eko berusia 25 tahun," Dirdja menjelaskan seperti yang dikutip dari detikSport.

"Misalnya program Eko beban hariannya dengan tiga jenis latihan harus 20 ton. Besoknya 7 ton. Nah, program ini berbeda jika diterapkan dengan Sri Wahyuni yang mungkin bisa setiap hari dengan 20 ton, misalnya. karena usia dia masih 21 tahun, belum mencapai golden age," tambahnya.

Namun dukungan latihan program yang diberikan pelatih tak akan berlangsung baik jika pemerintah tidak memberi support. Artinya harus ada pelatnas jangka panjang dan jangan sampai terputus. "Dukungan pemerintah harus jalanlah. Jangan nama saja cabor prioritas tapi kenyataannya enggak ada beda," cetus dia.

Eko Yuli sudah mengharumkan nama Indonesia di tiga Olimpiade berbeda. Pada dua Olimpiade pertamanya, yakni di Beijing 2008 dan London 2012, dia mempersembahkan perunggu. Sementara di Rio de Janeiro tahun ini dia meraih perak. Lifter asal Lampung itu mengaku tak puas dengan dengan capaiannya di Rio karena dia berharap dapat emas tahun ini.


Lifter-lifter Indonesia masih mencari medali emas perdananya di Olimpiade. Pertama berpartisipasi di cabang olahraga tersebut pada tahun 2000, sejauh ini angkat besi telah meraih lima perak dan lima perunggu. Buat Indonesia, angkat besi menjadi cabang olahraga tersukses kedua setelah bulutangkis.

Medali perak pertama diberikan oleh Raema Lisa Rumbewas di Olimpiade Sydned 2000 di kelas 48 kg putri. Di tahun dan kelas yang sama, medali perunggu juga diperoleh Sri Indriyani, berikutnya lifter Winarni binti Slamet meraih medali perunggu di kelas 53 kg.

Setelah itu, angkat besi konsisten menyumbangkan medali untuk Indonesia hingga Olimpiade 2016. Di Olimpiade tahun ini, lifter Sri Wahyuni menjadi penyumbang medali pertama untuk Indonesia di kelas 48 kg dengan catatan total angkatan 192 kg. Sementara Eko merebut medali yang sama di kelas 62 kg lewat total angkatan 312 kg. Raf

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET