Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Wapres Berharap Atlet Renang Raih Emas di AG 2018

Rabu, 06 Desember 2017

SEPERTI yang sudah direncanakan, akhirnya Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi membuka test event Road to Asian Games 2018 cabang olahraga akuatik (renang, loncat indah, renang indah, polo air, dan masters Swimming) di Aquatic Stadium Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).

Sedikitnya 1.446 atlet dari delapan negara akan berkompetisi di ajang bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017 tersebut. Negara-negara tersebut adalah India, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, dan tuan rumah Indonesia.

Jusuf Kalla mengatakan, test event yang akan berlangsung 5 – 15 Desember 2017 ini adalah tes kemampuan bagi atlet dan tes penyelenggaraan bagi panitia. Untuk itu, Wapres mengharapkan seluruh peserta serius mengikuti nomor-nomor pertandingan dilombakan.

“Tentu saja test event ini tidak hanya untuk menguji kemampuan atlet Indonesia, tetapi negara-negara peserta lainnya juga akan memanfaatkan ajang ini untuk mengukur kemampuan mereka. Saya berharap di Asian Games nanti lebih banyak lagu Indonesia Raya berkumandang atas prestasi yang dicapai atlet tuan rumah,” kata Jusuf Kalla dalam sambutan singkatnya. Itu artinya Raihan emas akan diperoleh dari cabor yang dimainkan di air itu.

Ketua Umum PB PRSI Anindya Bakrie pada kesempatan yang sama mengatakan, dirinya seperti mendapat durian runtuh lantaran venue akuatik sudah dikunjungi oleh para pertinggi bangsa ini dalam empat hari terakhir. Sebelumnya, akhir pekan lalu Presiden Joko Widodo meresmikan empat venue yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan.

“Saya bangga karena empat hari lalu Presiden juga mengunjungi Aquatic Stadium yang sangat megah ini bertepatan dengan peresmian empat venue di kawasan GBK. Sekarang Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla hadir di sini membuka test event akuatik ini,” kata Anindya Bakrie.

Dalam kesempatan sama Ketua Panitia Penyelenggara Wisnu Wardhana menyampaikan, seluruh atlet yang turun di ajang test event kali ini akan dipantau secara ketat. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) pada ajang ini. “Salah satu bentuk keseriusan panitia adalah dengan dilibatkannya LADI untuk memeriksa apakah atlet pemenang menggunakan doping atau tidak,” ungkap mantan perenang nasional ini.

Dalam pembukaan test event akuatik ini dimeriahkan dengan penampilan tim polo air, atraksi renang indah, pengibaran bendera Merah Putih saya sepanjang kolam 50 meter, dan terjun bebas atlet loncat indah dari papan 10 meter dengan menggunakan sayap dari kain yang menyerupai kupu-kupu. Pokonya, pembukaan test event ini sangat luar biasa. Jordan

Tes Even Renang Direncanakan Dibuka Wapres Tes

Selasa, 05 Desember 2017

PENGURUS Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) memanfaatkan test event berencana mempersiapkan para atlet tidak hanya untuk menghadapi ajang Asian Games 2018, tetapi juga demi persiapan menghadapi SEA Games 2019.

Sebagai bagian dari test event atau uji coba, pihak PRSI menggelar CIMB Niaga Indonesia Indonesia Open Aquatic Championship 2017 di Jakarta pada 5-15 Desember. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PRSI Wisnu Whardana mengatakan dalam test event tersebut akan dilihat dan diseleksi siapa saja para atlet lapis kedua yang memiliki potensi. Rencananya even ini akan dibuka secara resmi oleh Wapres Jusuf Kalla, sore nanti.

"Tapi para atlet yang akan ikut ajang Asian Games 2018 sendiri juga akan disiapkan untuk menghadapi SEA Games berikutnya," kata Wisnu di Jakarta, kemarin. Menurut Wisnu, alasan dilibatkannya atlet Asian Games 2018 untuk SEA Games 2019 ialah karena kegiatan pemusat-an latihan nasional (pelatnas) tidak boleh berhenti setelah selesai pelaksanaan Asian Games 2018.

"Tidak boleh ada prestasi yang tertunda. Dalam tiga tahu mendatang akan ada tiga kompetisi penting, yakni Asian Games 2018, SEA Games 2019 di Filipina, dan Olimpiade 2020 di Jepang," sambung Wisnu. Wisnu berharap dari test event akan muncul lebih dari 20 perenang yang bisa bergabung di pelatnas untuk dipersiapkan menghadapi Asian Games 2018 dan SEA Games 2019.

PRSI, kata Wisnu, setelah test event akan langsung berkoordinasi dengan KONI dan Kemenpora demi mempersiapkan anggaran untuk persiapan atlet ke Asian Games 2018. Pada awal Januari, dia berharap seluruh formasi pelatnas cabang olahraga renang sudah dapat dibentuk.

"Mungkin atlet renang bisa latihan di Amerika Serikat (AS) dan Australia. Renang artistik di Jepang, polo air di Serbia, dan loncat indah di Tiongkok." Selama pelatnas, para atlet ditargetkan untuk bisa masuk ke urutan delapan besar Asia sesuai disiplin masing-masing.

Wisnu mengatakan, jika ada yang tidak memenuhi target, atlet itu akan secara otomatis terdegradasi dari daftar deret-an sebagai atlet pelatnas. Test event akuatik yang bertajuk Indonesia Open Aquatic Championship 2017 akan di-ikuti peserta dari delapan negara. Lima cabang akuatik yang dipertandingkan ialah loncat indah, renang, renang indah (artistik), polo air, dan renang master.

Peserta dari tujuh negara hanya bertan-ding di dua nomor, yakni loncat indah dan renang. "Negara peserta test event ini akan ada delapan, termasuk Indonesia, dengan loncat indah diikuti negara asing terbanyak yakni Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan India," kata Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin E Rahardjo.

"Untuk Nomor renang diikuti peserta dari Korea Selatan dan Singapura," tambah Harlin saat ditemui di Stadion Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kemain. Dalam laga uji coba itu akan dipertandingkan 58 nomor pertandingan yang terbagi atas renang 41 nomor, artistik 5 nomor, loncat indah 10 nomor, dan polo air 2 nomor, yang diikuti lebih dari 2.000 peserta yang terbagi menjadi kategori senior dan kelompok umur. Jordan

IJL Raih Runner up Malaysia

Senin, 04 Desember 2017

USAI kerja sama dengan Mayapada Healthcare terkait pelayanan kesehatan, tim Indonesia Junior League (IJL) All Stars menyabet posisi runner up dalam gelaran Royal Selangor Club Junior Soccer Interntional U-12 2017. Di laga final takluk dari Subang Jaya Malaysia dengan skor 1-2, di Club Kiara Sports Annexe, Kuala Lumpur, Minggu (3/12).

Pelatih tim IJL, Washiyatul Akmal mengatakan, anak-anak asuhnya sempat kurang percaya diri saat tampil di 2 laga melawan Anza Australia kalah tipis 0-1 dan 1-2 dari JSSL Singapura. Setelah itu, mereka bisa tampil lebih baik.

"Baru di hari kedua, tim kami melaju kencang. Anak-anak menahan imbang Bon Estate (Portugal) (0-0) dan menang atas Young Boys Filipina (1-0) dan Bilmarre United Malaysia (4-0). Fasilitas dan tenaga medis dari Mayapada Healthcare terutama tim kedokteran dari Sport & Exercise Medicine membantu persiapan fisik anak-anak lebih fit dan lebih prima menghadapi setiap pertandingan dengan pemain lawan," ujarnya ketika dihubungi media Minggu (3/12) malam.

Pada laga semifinal, IJL berhasil lewati ujian berat mengalahkan tim tuan rumah Harimau Malaya dengan skor tipis 1-0. Striker Jehan Pahlevi ciptakan gol di injury time dan meraih tiket masuk ke final. Sayang di laga final tim Indonesia kurang beruntung dan mengalah 1-2 dari Subang Jaya (Malaysia) lewat gol lawan di masa injury time. Sedangkan gol tunggal IJL dicetak oleh Nuno Leoporto dari SSB Ragunan.

CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis mengatakan pencapaian tim berjuluk IJL Elite ini mencapai final terbilang maksimal, bahkan sampai ada pemain yang dipuji oleh pelatih tim lawan. Diakui ajang ini menjadi awal turnaman perdana tim IJL U-11. Skuatnya dengan semangat tempur tinggi bertarung melawan anak-anak asing dari berbagai negara di usia U-12. Ini jadi pengalaman berharga untuk anak-anak di usia mereka yang masih kisaran 10-11 tahun.

"Terimakasih atas dukungan penuh pihak Mayapada Health Care, dengan kerjasamanya akhirnya kami bisa juara II pada ajang Internasional Royal Selangor Club 2017. Semoga di tahun depan kami bisa menyabet juara pertama hingga mengharumkan Merah Putih di kancah internasional," tutup Rezza. Jordan

BTA Gandeng Indra untuk Bina Pesepakbola Usia Muda

Sabtu, 02 Desember 2017

SEKOLAH Sepakbola Bintang Timur Academy (BTA) yang terletak di wilayah perbatasan, Atambua NTT, mengajak kerja sama Indra Sjafri. Itu demi memaksimalkan proses perekrutan pemain muda.

Kendati usia SSB ini sudah mencapai dua tahun, namun Bintang Timur Academy secara resmi diluncurkan, Rabu (29/11/2017) di Jakarta. Akademi sepakbola itu menjadi bagian dari SSB Bintang Timur Atambua yang sudah berusia dua tahun.

Pendirian Bintang Timur Academy itu demi meningkatkan gairah pembibiitan. Pendirinya, Fary Djemy Francis, akademi miliknya bisa menjadi langkah lanjutan SSB Bintang Timur Atambua yang sudah mendidik 450 anak di beberapa kategori usia, 10 tahun, 12, 15, dan 18 tahun untuk berlatih sepakbola.

Supaya pemain muda potensial lebih terpantau, Fary merekrut Indra Sjafri. Eks pelatih Timnas U-19 itu akan dibantu oleh beberapa pelatih lainnya, di antaranya Herry Kiswanto dan Maman Suryaman. "Jadi, kami berpikir bagaimana melihat anak-anak berprestasi untuk naik ke tingkat lebih tinggi di akademi. Untuk menjadi pemain cerdas, baik untuk NTT dan nasional nantinya," ungkap Fary kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Untuk mencari pemain, Bintang Timur Academy akan membuat seleksi pemain secara terbuka, baik untuk anak-anak lokal atau di luar daerah NTT bahkan dari Timor Leste. Proses seleksi dimulai 11-16 Desember, khusus untuk seleksi internal dari SSB Bintang Timur Atambua, SSB Bintang Timur Kupang dan SSB Bintang Timur Ngada. Kemudian dialnjutkan seleksi umum mulai 8-13 Januari.

Para siswa yang terpilih akan tinggal di asrama dan mengikuti program pelatihan secara teratur dan mendapatkan beasiswa. Indra Sjafri mengungkapkan alasannya menerima tugas barunya tersebut karena dia ingin ikut membangun pembinaan usia muda. Dia berharap bisa menemukan Yabes Roni lainnya yang lebih dulu dia temukan di Alor.

"Saya melihat Bintang Timur dari sejarah dan geografis. Di sana banyak pemain-pemain berbakat dan saya ingin memberikan kesempatan di sana," kata Indra. "Yabes itu sekarang menjadi tonggak sejarah di NTT dan dia membangkitkan sepakbola di NTT, jadi tokoh olahraga di sana. Dengan begitu, kami ingin mencari Yabes Rony lainnya," ujar dia. Di sisi lain, Bintang Timur Academy juga memiliki lapangan sepakbola terbaik di NTT. Bahkan, salah satu klub Timor Leste, Carsae FC sempat numpang latihan di sana.

"Tidak hanya lapangan, kami juga punya mess. Kami ingin membangun sepakbola di NTT bisa maju dan memberikan dukungan untuk nasional. Untuk itu, kami bangun infrastruktur lebih dulu," kata Fary yang juga menjabat sebagai Department Sport Intelligent PSSI.

Dalam kesempatan yang sama Dubes Timor Leste untuk Indonesia Alberto XP Carlos menyambut baik pendirian Bintang Timur Academy ini. Hubungan kami dengan Pak Fery sangat dekat. Sebab beliau pernah menjadi staf pengajar sebelum Timor Leste merdeka, jadi saya kenal betul beliau. Jadi saya sangat percaya dengan beliau.

“Berdirinya BTA ini, salah satu perangkat untuk mempererat jalinan kerjasama dan persaudaraan antara kita di segala bidang,kususnya di dunia olahraga. Kami berharap akan merambah di bidang lainnya,” kata Alberto kepada Olahragaonline.com.

Masih menurut pria yang beristrikan wanita Solo ini bahwa soal sepakbola, kami belajar banyak dari Indonesia. Sebab negara kami yang hanya populasi penduduk dengan jumlah 1,4 jiwa belajar dengan negara besar seperti Indonesia. “Apalagi kini dengan berdirinya SSB BTA anak-anak kami bisa bermain dan menjadi anak didik di sini. Sisi lain untuk ujicoba tidak terlalu mahal, sebab dapat terjangkau,” tegas Alberto. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET