Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Muddai Madang Didukung 26 Cabor

Selasa, 18 Juni 2019

WAKIL Ketum KOI Muddai Madang maju ke bursa calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019 -- 2023. Sebab hingga kini Muddai sudah mendapat dukungan 26 suara dari induk organisasi cabang olahraga.   

"Insya Allah ada 26 cabor (cabang olahraga) yang memberi dukungan. Selain itu dari KONI provinsi. Perwakilan dari Aceh hingga Papua datang di sini," kata Muddai yang pernah menjadi Ketua KONIDA Sumsel, di sela silaturahmi pemilik suara KONI di Jakarta, Senin Malam (17/6/19).

Dalam acara silaturahmi itu tampak hadir Ketua Umum Percasi Utut Adianto, Ketua Umum PCI Aziz Syamsudin, perwakilan PP PBVSI, Perwosi, perwakilan Pertina, perwakilan PSSI, perwakilan PB POBSI, perwakilan KONI Papua, Jambi hingga Kalimantan Tengah.    

Silaturahmi yang digagas oleh Muddai ini juga dihadiri oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir. Selain itu, ada mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Madang mengaku telah menyiapkan dua visi yang bakal dijalankan jika terpilih yaitu industri olahraga yang menjadikan atlet sebagai sebuah pekerjaaan dan harmonisasi dunia olahraga antara KONI, KOI dan Pemerintah.    

"Saya sudah lama berkecimpung di olahraga. Beberapa kali menjadi wakil komandan kontingen maupun komandan kontingen. Makanya saat ini sudah waktunya pulang (KONI)," kata Muddai Madang menambahkan.    

Jika terpilih, selain menjalankan visi dan misinya juga akan melakukan telah menyiapkan program termasuk akan membuat cluster cabang olahraga. Selain itu juga berjanji akan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dan tidak hanya bergantung pada dana dari pemerintah.    

Saat menyampaikan visi misi dan program yang dijalankan jika terpilih, perwakilan cabang olahraga dan KONI provinsi banyak yang memberikan dukungan. Dukungan sendiri dilakukan langsung oleh ketua umum Percasi, PCI, dan PGSI.    

"Saat pak Muddai telepon, saya langsung memberikan jawaban. Kriket akan menjadi PB yang pertama kali memberikan dukungan," kata Ketua Umum PCI Aziz Syamsudin.

Sementara itu Sesmenpora Gatot Dewa Broto menyatakan bahwa siapa pun kelak yang terpilih harus kita dukung. "Dalam hal ini Kemenpora bersikap netral, tidak berpihak kepada siapa pun. Siapa pun yang terpilih nanti harus diterima dan didukung," kata Gatot usai menghadiri pertemuan itu kepada sejumlah awak media. Jordan

Persambi Siap Berkontribusi di SG 2019

Senin, 17 Juni 2019

KETUA Umum KONI Pusat Tono Suratman menyatakan, Persambi sebagai organisasi cabor baru dan anggota KONI Pusat harus mampu mengambil peran penting dalam pembangunan olahraga prestasi nasional.

”Dengan Filiosofi olahraga membangun karakter bangsa juga harus dimaknasi secara nyata oleh Persambi, karena olahraga itu tak hanya mengejar prestasi juga membentuk manusia yang berkepribadian kuat,” kata Tono Suratman usai melantik Pengurus Persambi di Lantai 12 Kantor KONI Pusat Gedung Pusat Pengelola Gelora Bung Karno (PPGBK) Senayan Jakarta, Senin, (17/6).

Kendati baru beberapa tahun berkembang di Indonesia dan secara organisatoris diakui KONI Pusat, cabang olahraga beladiri sambo yang bernaung di bawah bendera Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) menatap penuh optimisme.

Persambi optimis cabang olahraga beladiri sambo mampu mensejajarkan diri dengan cabang olahraga beladiri lainnya yang sudah lama berkembang di Indonesia seperti judo, karate, taekwondo, gulat dan wushu.

Hal itu, ditegaskan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP.PERSAMBI) Krishna Bayu kepada wartawan di sela-sela acara pelantikan.

Krishna Bayu yang juga mantan atlet judo terbaik Indonesia itu kemudian menyebut dua tahapan awal sudah dilakukan. Pertama memperjuangkan sambo masuk anggota resmi KONI Pusat dan kedua pelantikan atau pengukuhan Persambi.

Menurut legenda judo Indonesia ini, bahwa paling tidak dengan masuk menjadi anggota KONI Pusat, sambo sudah bisa melangkah dengan penuh optimisme. "Kami memang siap bekerja keras agar cabang olahraga sambo mampu bersaing dengan cabang olahraga beladiri lainnya baik dalam meraih prestasi maupun untuk mendapatkan calon atlet andal,”kata Bayu yang pernah membela Indonesia di ajang SEA Games selama lima kali.

Masih menurut pria yang juga sebagai salah satu anggota Komite Eksekutif (KE) KOI ini mengakui untuk pengembangan sambo memang tak mudah membalikkan telapak tangan. Namun Persambi seperti kata Bayu, akan memberdayakan daerah karena ujung tombak pembinaan ada di daerah.

”Tulang punggung kita adalah Pengprov, sehingga untuk sosialisasi sudah pasti akan melibatkan para Pengprov yang nota bene punya jangkauan ke Kabupaten/Kota hingga ke bawahnya. Pola sosialisasi selain melalui sekolah-sekolah juga instansi baik pemerintah maupun milter,”katanya.

Sudah dipastikan bahwa Sambo masuk salah satu cabang olahraga yang dimainkan di SEA Games 2019 Filipina. Meski tak masuk dalam kategori cluster pertama untuk persiapan pelatnas, Persambi tetap akan memaksimalkan kemampuan atlet yang akan diterjunkan di SEA Games 2019.

”Kami ingin memberikan kontribusi medali bagi kontingen Indonesia. Kami tak ingin janji muluk-muluk, namun kami juga tak hanya sekedar berpartisipasi di pesta olahraga antarbangsa se-Asia Tenggara ini,” jelas ayah empat anak itu. Jordan

Perebutan Gelar Juara Dunia di Kupang NTT

TIGA pertarungan tinju bertaraf intenasional bakal mengguncang Kota Kupang, tepatnya di Gedung Olahraga Flobamora pada 5-7 Juli 2019. Pentasnya The Border Battle 2019. Sajiannya: pertarungan internasional kelas terbang layang antara Tibo Monabesa (NNT) melawan petinju Australia Omari Kimweri, peringkat 1 kelas light flyweight atau mantan juara silvewr internasional WBC. 

Dua petinju tuan rumah lainya akan beraksi, yakni Defry Palulu (Sumba Timur, NTT) melawan petinju asal Thailand Panya Uthok memperebutkan gelar juara Super Feather IBO Internasional & WBC Asia. Kemudian tak kalah gesit satu lagi petinju asal Ngada, NTT John Ruba akan bertarung melawan Joepher Mantano, petinju asal Filipina di kelas Super Lightweight memperebutkan title IBO Oceania dan WBC Asia.

Ketua Fahiluka Surya Production Elisabeth Liu, bahwa event tingkat dunia ini baru pertama kali digelar di kota Kupang. "Event The Border Battle, sudah kita persiapkan sejak September 2018 lalu. Kita melihat beberapa tahun terakhir ini, setelah eranya Chris John dan Daud Jordan berakhir, atau empat tahun terakhir ini kita tidak memiliki juara dunia lagi. Kami melihat ada beberapa petinju  NTT yang punya potensi untuk dijadikan sebagai petinju dunia guna mencetak juara tinju dunia," papar Elisabeth Liu, atau biasa disapa Elsa kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/6/2019).

"Harapan kami adanya pihak-pihak lain, seperti stakeholders atau pihak swasta dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga bisa membantu terselenggaranya pertarungan tinju tingkat dunia ini. Sebagai orang yang pernah dibesarkan di NTT, saya melihat potensi petinju-petinju NTT sangat mumpuni untuk diorbitkan. Kami juga berterima kasih kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap event ini," ungkap Elsa yang diamini David Kenenbudi dari Mitra Event NTT.

Sementara itu mantan juara dunia kelas bulu Chris John yakin, bahwa NTT punya potensi yang luar biasa dalam melahirkan petinju-petinju berbakat. "Ini kesempatan yang luar biasa. Saya berharap dari event ini akan lahir juara-juara dunia seperti yang pernah dilahirkan Indonesia enam juara dunia, termasuk saya sendiri. Saya melihat potensi itu ada di NTT. Bahkan, mungkin di daerah-daerah lain," jelas Chris John. 

"Saya berharap ke depan, agar daerah-daerah lain bisa menggelar seperti yang dilakukan pihak Fahiluka Surya Production. Mungkin, misalnya di Papua, Ambon, atau Sumatera Utara. Artinya, agar ke depan kita dapat dengan segera melahirkan juara-juara dunia baru," harap Chris John.

Dalam kesempatan sama Asisten Deputi Olahraga Prestasi di Deputi III Kemenpora Arsani, menambahkan bahwa prinsipnya selama itu berkaitan dengan prestasi, maka pemerintah punya kewajiban untuk membantu penyelenggaraan event. "Kami dari Kemenpora sangat mendukung dan mensupport event dunia ini. Apalagi event ini digelar dalam rangka mencetak juara dunia dari batas negara," ujar Arsani.  

Sisi lain, David Kenenbudi dari Mitra Event NTT menambahkan, selain mempertandingkan tiga partai petinju tuan rumah, event ini juga menggelar 15 pertandingan amatir, putra, putri, dan junior. "Selain even itu, kami juga menggelar pertandingan eksebisi atau pertanding khusus antara Chris John melawan dua penantang yakni Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Menpora Imam Nahrawi. Itu sebabnya, agar event ini meriah kita gelar selama tiga hari," kata David Kenenbudi kepada wartawan. Jordan

Kurash Siap Bersaing Di Level Dunia

Kamis, 13 Juni 2019

KURASH adalah salah satu olahraga tertua dimuka bumi ini. Sudah ada sejak 3000 tahun lalu. Namun di tanah air baru berkembang tiga tahun belakang. Kendati usianya baru seumur jagung di Indonesia, cabang ini adalah salah satu cabor yang mampu meraih medali di pentas Asian Games Jakarta-Palembang 2018 lalu.

Berkaca dari itu Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman berharap cabang olahraga kurash mampu menembus prestasi dunia. Sebagai cabang olahraga baru dan anggota baru KONI Pusat, kurash tentu harus banyak melakukan program yang konseptual.

Demikian ditegaskan Tono Suratman saat memberikan sambutan dalam pelantikan kepengurusan lengkap Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB.FERKUSHI) periode 2019-2023 di Lantai 12 Kantor KONI Pusat, Gedung Pusat Pengelola Gelora Bung Karno Senayan Jakarta,  Kamis, (13/6).

Memang tak mudah, kata Tono untuk menembus prestasi dunia karena prestasi itu harus dikelola melalui program pembinaan berkualitas. ”Pembinaan berkualitas itu sudah pasti berjenjang dan berkelanjutan,”kata pria yang sudah dua periode menjabat Ketum KONI Pusat ini.

Diaku, Tono bahwa tantangan ke depan yang dihadapi dunia olahraga Indonesia tak ringan. Oleh karenanya, dibutuhkan organisasi yang kuat dan PB.Ferkushi harus mampu menjawab beratnya tantangan tersebut.

”Kurash salah satu cabang olahraga yang dikirim ke SEA Games 2019, Filipina. Saya berharap kurahs juga memberikan kontribusi medali emas bagi kontingen Indonesia. Prestasi olahraga akan berdampak pada perkembangan cabang olahraga bersangkutan. Begitu juga halnya dengan kurash,”tandas Tono.

Dalam kesempatan sama Ketua Umum PB.Ferkushi, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin mengatakan bahwa tantangan sangat berat. Namun PB.Ferkushi sudah siap menghadapi tantangan tersebut dengan siap bekerja keras.

”Kami optimis akan menjadi olahraga yang bisa membanggakan masyarakat Indonesia dengan menembus prestasi di tingkat internasional,” terang mantan Pangdam Iskandar Muda Aceh ini.

Hafil Fuddin menambahkan, dalam waktu dekat yakni pada Nopember mendatang kurash menjadi bagian dari kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019 Filipina. Ia juga berharap kurash mampu memberikan kontribusi medali emas bagi Indonesia di pesta olahraga antarbangsa se-Asia Tenggara itu.

Di SEA Games 2019 Filipina ini, kurash mentargetkan dua medali emas. PB.Ferkushi pun sejak April lalu telah mempelatnaskan 20 atlet di Ciloto, Bogor, Jabar. Pada 28-30 Juni mendatang, PB.Ferkushi akan menggelar kejurnas yang merupakan salah satu bagin dari program pembinaan atlet.

Dalam Kejurnas yang akan melibatkan atlet pelatnas ini juga sekaligus ajang seleksi pembentukan tim inti pelatnas SEA Games 2019. Meskipun pelatnas sudah berjalan, PB.Ferkushi masih tetap membukan kesempatan kepada atlet non pelatnas untuk bersaing. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET