Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

PP Perpani Gelar Pra PON Sekaligus Sosialisasi Panahan Bagi Masyarakat

Minggu, 22 September 2019

Sebanyak 515 atlet panahan dari  30 Pengprov Perpani tampil di ajang Kejurnas Pra-PON di Lapangan GBK, Senayan, Jakarta pada 22-29/9/2019. Para atlet  akan mengiku  tiga nomor yakni nomor nasional sebanyak 171 atlet. Di nomor rekap diikuti 157 pemanah. Sedangkan nomor  Kompon diikuti 187 atlet.

Demikian dikatakan Ketua Panpel Eko Nugroho kepada awak media di sela-sela pembukaan acara tersebut. Menurutnya, 515 atlet ini akan memperebutkan 138 sisa kuota. Kuota lainnya sudah diambil Papua Barat. Sedangkan tuan rumah PON 2020, Papua secara otomatis sudah mendapat wild card.

"Dari 515 atlet yang tampil itu, terdapat 16 atlet pelatnas SEA Games 2019. Tentunya mereka tampil memperebutkan daerahnya masing-masing," kata Eko kepada wartawan.

Dalam kesempatan sama  Kelik Wiryawan Widodo Ketum PP PERPANI menyatakan bahwa atlet yang lolos nantinya,  jangan langsung berpuas diri. Tapi tetap berlatih agar kelak dapat menjadi atlet nasional.
Pada kesempatan kali ini Kelik mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencintai olahraga panahan ini.

"Dengan sarana sosialisasi panahan di ajang kualifikasi ini. Tujuan kami agar dikenal masyarakat luas. Sehingga akan diminati masyarakat. Pada akhirnya banyak yang terjun,  lalu kami tinggal menyaring dan menyeleksi untuk menjadi atlet," harap Kelik.

Menurut Kelik, sesuai arahan Bapak Presiden kita harus bisa mendapatkan kembali medali di ajang olimpiade. "Untuk mendapatkan medali di olimpiade, kita harus bekerja keras. Pasalnya untuk tampil di olimpiade, atlet kita harus mengikuti babak kualifikasi terlebih dahulu," tandas Kelik.

Hingga kini menurut Kelik Indonesia sudah meraih dua tiket panahan dari kelompok individu di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.  "Kita masih berjuang untuk meraih satu tiket ke olimpiade, di nomor beregu. Mudah-mudah dapat terwujud, untuk melengkapi atlet panahan tampil di Olimpiade 2020 mendatang," tambahnya. Jordan

Bali Dominasi Eksebisi Criket POMNAS

Sabtu, 21 September 2019

TimCriket Bali  berhasil 'mengawinkan' emas putra-putri eksebisi cabang olahraga criket dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI 2019. Sukses tersebut diraih setelah mengalahkan tim putra-putri DKI Jakarta pada babak final di Lapangan Criket Buperta Cibubur Jakarta, Jumat (20/9).

Tim Putra Criket Bali menang dengan skor 69-65, sedangkan Tim Putri nya menang dengan skor 74-73. Meski hanya bersifat eksebisi namun laga final criket POMNAS XVI 2019 yang mempertandingkan nomor T20, berlangsung ketat dan seru.

Perunggu di kelompok putra diraih Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat yang menempati peringkat tiga bersama. Sementara di kelompok putri, perunggu diraih Jawa Timur.

Selain memperebutkan medali emas beregu, dalam eksebisi kali ini, Pengurus Besar Persatuan Criket Indonesia (PB PCI) yang mendapat mandat dari Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) juga melakukan pemilihan pemain terbaik untuk batsman (pemukul) dan bowler (pelempar) dan most valuale player (MVP) putra dan putri.

Predikat pemukul terbaik putri direbut atlet DKI, Rahmawati Pangestuti. Sementara predikat pemukul terbaik putra diraih M Affandi dari Jawa Timur. Kemudian predikat pelempar putra terbaik direbut atlet DKI Jakarta, M Atit. Predikat pelempar putri terbaik direbut Ni Luh Novi (Bali). Selanjutnya untuk predikat Most Valùable Player (MVP) di kelompok putri atlet Bali, Ni Putu Ayu Nanda. Sementara di kelompok putra, predikat MVP diraih atlet DKI Jakarta, M Atit.

Ketua Umum PB PCI, Aziz Syamsudin melalui Wakil Ketua Umum, Abhiram Yadav menyambut gembira pelaksanaan eksebisi criket dalam POMNAS XVI 2019 di Jakarta.

"Pomnas ini sangat bagus. Criket dipertandingkan untuk pertama kalinya. Semoga ke depan, criket menjadi olahraga yang tidak terpisahkan dari POMNAS. Sehingga di POMNAS berikutnya ini menjadi jalur prestasi buat para mahasiswa di kampus-kampus di seluruh Indonesia. Dan kelak juga bermanfaat bagi nusa dan bangsa," kata Abhiram.

Menurut Abhiram jumlah peserta yang berpartisipasi dalam eksebisi criket pada POMNAS XVI 2019 sudah cukup bagus. Dia meyakini jika criket sudah menjadi olahraga medali dalam POMNAS, minat dan antusiasme peserta akan lebih meningkat lagi.

"Kualitas pertandingan dalam eksebisi ini juga sangat luar biasa. Karena banyak pemain timnas yang terlibat. Kita bisa lihat final dua-duanya berlangsung sangat ketat. Insya Allah dengan sukses pelaksanaan eksebisi kali ini, criket akan dipertandingkan di POMNAS berikutnya," tandasnya. Jordan

Kontingen Pelantara 9 Saksikan Lompat Batu Tradisional Nias

Rabu, 18 September 2019

Saat hari keempat berada di Pulau Nias, kontingen Pelantara 9 tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi salah satu kampung megalitikum di Desa Bawomataluo, di mana terdapat atraksi budaya lompat batu.

Sejalan dengan sebutan kampung megalitikum, setiba di halaman kampung ini, kita akan menemukan banyak bebatuan besar di sepanjang halaman kampung.

Melestarikan kearifan lokal merupakan salah satu implementasi dari nilai Bela Negara yang pertama yakni Cinta Tanah Air.

Akan tetapi, bukan hanya batu besar itu yang membuat para wisatwan tertarik datang ke desa itu, tetapi karena di kampung itu terdapat atraksi budaya yang menarik yakni lompat batu atau dalam bahasa setempat dikenal dengan sebutan hombo batu atau fahombo.

Karena tradisi itu unik dan khas, maka pemerintah telah menetapkan desa ini sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional (CBPN) di Sumtaera Utara.

Bagi masyarakat Nias, budaya lompat batu begitu populer dan saking populernya, adegan seorang pria yang melompati batu ini pernah muncul dalam salah satu seri uang kertas Indonesia.

Berangkat dari Lanal Teluk Dalam sekitar pukul 10.25 dengan menggunakan angkutan umum khas Nias Selatan.Jalan menuju lokasi fahombo sangat terjal dan berkelok-kelok sehingga sang sopir harus ekstra hati-hati saat berkedanra menuju kampung itu.

Hujan rintik-rintik yang turun sejak subuh tidak menyurutkan semangat para peserta pelantara untuk mencapai lokasi itu.

Jarak kampung lompat batu hanya 12 kilo meter dari Lanal Teluk Dalam sehingga rombngan Pelantara 9 hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk bisa tiba di kampung yang terletak di ketinggian sekitar 300-an meter di atas permukaan laut itu.

Tiba di lokasi, kontingen Pelantar 9 disambut dengan antusias dan ramah oleh warga kampung. Rupanya, mereka sudah terbiasa dengan wajah-wajah asing yang tiap minggu datang ke tempat itu.

Di tengah kampung terdapat batu yang sudah disusun setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 sentimeter yang akan dilompati oleh semua pemuda Nias yang sudah dianggap dewasa.

Selain dipamerkan dalam beragam acara adat, fahombo menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis hingga saat ini.

Dari beberapa literatur dijelaskan bahwa fahombo pertama kali muncul karena seringnya terjadi peperangan antarsuku di Tanah Nias. Situasi itulah yang mengharuskan setiap kampung memiliki bentengnya masing-masing.

Untuk memenangkan peperangan, setiap pasukan harus memiliki kemampuan untuk melompatinya. Karena itulah dibuat tumpukan batu sebagai sarana untuk berlatih ketangkasan para pemuda untuk melompat.

Meski tak lagi dilakukan untuk tujuan perang, fahombo masih tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Nias. Tradisi lompat batu Nias kini menjadi semacam ritual untuk menunjukkan kedewasaan pemuda-pemuda di sana. Tradisi ini bahkan tak dilakukan oleh semua warga Nias, melainkan hanya di kampung-kampung tertentu saja.

Bagi seorang pemuda Nias, melompati batu setinggi dua meter ini bukanlah hal mudah. Perlu latihan keras dan waktu yang cukup lama agar fahombo bisa berjalan lancar tanpa ada cedera. Tradisi ini juga sekaligus menjadi cara untuk membentuk karakter yang tangkas dan kuat dalam menjalani kehidupan.

Ketika seseorang memutuskan untuk melakukan lompat batu, biasanya warga akan berkumpul di tempat pelaksanaan. Para peserta akan mengenakan baju adat yang khusus digunakan oleh para pejuang. Sambil berbaris, mereka semua menunggu giliran.

Tanpa ancang-ancang yang terlalu jauh, para pemuda ini berlari kencang, menginjakkan kaki pada tumpuan batu kecil di bawah sebelum akhirnya melayang di udara, melampaui batu besar setinggi 2 meter dan mendarat dengan selamat.
Selama proses melompat, tidak boleh ada bagian tubuh yang menyentuh permukaan batu. Jika tidak, maka sang peserta dinyatakan gagal.

Selain menonton atraksi lompat batu, kontingen Pelantara 9 juga mengabadikan kunjungan itu dengan berfoto, baik dengan teman mereka sendiri maupun dengan warga lokal yang sudah mengenakan pakaian adat khas Nias.

Ada pula yang menyerbu sovenir khas kampung itu untuk dibawah pulang sebagai kenang-kenangan dari Tanah Nias.

Selama kurang lebih dua jam berada di kampung itu, rombongan pun memutuskan kembali ke Lanal Teluk Dalam, karena sore harinya masih ada acara persmian Monumen pelantara 9 di Panti Baloho Teluk Dalam. Jordan

Kontingen Pelantara 9 Hadiri Puncak Sail Nias 2019

Rangkaian kegiatan Sail Nias 2019, yang telah dimulai sejak beberapa bulan lalu, akhirnya mencapai puncaknya hari ini, Sabtu (14/9/2019) dengan sebuah perayaan meriah yang berlangsung di Dermaga Baru, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Perayaan puncak Sail Nias tahun 2019 dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, seperti Menteri Koordiantor Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menkumham Yasonna H. Laoly, Menpar Aief Yahya, Mendes Eko Putro Sandjoyo, dan Menteri KP Susi Pudjiastuti.

Selain sejumlah menteri, acara puncak Sail Nias 2019 juga dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Bupati Nias Selatan, Hialrius Duha, jajaran pejabat di lingkungan pemerintah daerah Nias Selatan, sejumlah petinggi TNI Angkatan Laut, anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan dan sejumlah duta besar negara sahabat serta ribuan masyarakat Nias Selatan.

Sejak pagi ribuan masyarakat Nias Sekatan sudah berdatangan ke lokasi puncak acara untuk menyaksikan momen langka yang mungkin sulit terulang di Tanah Nias.
Selain para menteri, pejabat pemda Sumut dan Nias Selatan dan petinggi TNI Angkatan Laut, acara puncak Sail Nias juga dihadiri kontingan Pelayaran Lingkar Nusantara tahun 2019 (Pelantara 9) yang di dalamnya terdiri dari satuan tugas Kapal Nusantara (KPN) dari Kemepora, Satgas Bela Negara dari Kemenhan dan satuan tugas Saka Bahari dari TNI Angkatan Laut.

Menteri KP Susi Pudjiastuti bersama Mendes Eko Puto, Menkumham Yasonna Laoly, Menpar Arief  Yahya dan Menko Maritim Luhut Binsar panjaitan memukul beduk tanda peresmian Sail Nias 2019. 

Acara yang berpusat di Dermaga Baru Teluk Dalam itu dimulai tidak lama setelah rombongan Menko Kemaritiman yang bertindak mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB.

Meski acara baru dimulai pukul 10.30 WIB, tetapi sejak pagi area Dermaga Baru sudah dipadati masyarakat setempat yang ingin menyaksikan even langkah berkelas internasional itu.

Dalam arena acara terlihat, ratusan wisatawan mancanegara juga nampak hadir di lokasi acara sejam sebelum rombongan menteri tiba.

Mereka berbaur dengan masyarakat lokal dan nampak sekali mereka sangat menikmati hiburan berupa paduan suara yang dibawakan oleh ratusan siswa/i SMP dan SMA se-Kabuaten Nias Selatan.

Selain penampilan paduam suara, acara puncak juga dimeriahkan dengan penampilan tarian perang yang dibawakan ratusan remaja lelaki yang diiringi tarian oleh remaja perempuan.
Namun, dari semua pentas seni yang tampil saat itu, yang paling banyak menyita perhatian ribuan hadirin adalah atraksi lompat batu yang dilakukan sekitar seratusan remaja Nias Selatan.
Atraksi itu begitu memukau dan sangat fenimenal sehingga berhasil memecahkan rekor MURI dengan jumlah pelomnpat terbanyak dalam sejarah atraksi lompat batu di Nias Selatan.

Serangkaian atraksi hari puncak Sail Nias ditutup dengan atraksi pesawat tempur yang dilakukan TNI Angkatan Udara di atas langit-langit Teluk Dalam.

Sekitar pukul 14.15 WIB rombongan Pelantara 9 akhirnya mulau meninggalkan arena puncak Sail Nias menuju Lanal di dekat Pantai Baloho sambil menunggu waktu untuk naik KRI Tanjung Kambani, guna meneruskan perjalanan menuju Lampung yang merupakan tempat persinggahan terakhir sebelum balik ke Jakarta. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET