Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

IPSI Berjuang Agar Pencak Silat Dimainkan di Olimpiade

Selasa, 23 Mei 2017

SALAH satu cabang olahraga asli budaya Bangsa Indonesia pencak silat terus berupaya agar dipertandingkan di ajang Olimpic Games. Sementara untuk tingkat Asia di Asian Games 2018 cabor ini akan dipertandingkan.

Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI), terus berjuang dan mempromosikan cabor ini sampai ke beberpa benua. Bahkan untuk membantu perkembangan di belahan Eropa, IPSI beberapa kali mengirimkan para pelatih dan pesilat tangguh, agar pencak silat bisa berkembang.

Demikian ditegaskan Prabowo Subianto selaku Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) usai dilantik oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin(22/5/2017).

“Kita berusaha keras agar cabor asli budaya leluhur bangsa ini bisa berkembang. Saya optimis silat bisa tampil di Olimpic Games. Kita terus berjuang,” kata Prabowo kepada awak media.

Meski ada keterlambatan dalam pelantikan, PB IPSI periode 2016-2020 tetap menjalankan semua program yang telah dicanangkan. Apalagi, Indonesia dihadapkan dengan banyak kejuaraan internasional seperti SEA Games 2017 maupun Asian Games 2018.

Tidak hanya itu, pencak silat juga terus melebarkan sayap dengan mengikuti kejuaraa single event seperti yang dilakukan di Belgia beberapa waktu lalu. Bahkan, kontingen Indonesia mampu merebut delapan medali emas.

“Selain terus mengejar prestasi, kami juga terus mengampanyekan pencak silat supaya digandrungi oleh masyarakat dunia. Pencak silat adalah warisan budaya nenek moyang kita,” katanya menambahkan.

Pria yang juga ketua umum DPP Partai Gerindra itu menjelaskan jika pencak silat merupakan bagian jati diri bangsa. Untuk itu pihaknya berharap ada dukungan besar, apalagi pencak silat juga bisa membentuk watak bagi manusia.

“Maka mari kita terus jaga salah satu warisan budaya Indonesia. Saat ini juga terus berjuang agar pencak silat bisa dipertandingkan pada olimpiade,” tegas Prabowo. Sementara itu ketua umum KONI Pusat Tono Suratman menjelaskan jika tugas dari PB IPSI kepengurusan baru memang cukup berat. Tantangan kedepan adalah harus mampu meraih hasil terbaik pada kejuaraan internasional, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“PB IPSI kepengurusan baru kami harapkan untuk segera bersiap diri. Semoga, kedepan atlet-atlet Indonesia terus menjadi yang terbaik,” tambahnya. >Jordan

Pascua Juara, Medina Raih Gelar MI Pria

Minggu, 21 Mei 2017

SETELAH meminpin selama tiga hari berturut-turut akhirnya, pecatur Philifina Pascua Heridas tampil sebagai juara Japfa Chess Festival 2017. Pada babak ke 11 atau terakhir di Gedung Serba Guna Senayan, tadi malam (18/5), Pascua bermain remis dengan Novendra.

Hasil ini membuat Pascua meraih poin tertinggi 7,5 diikuti pecatur Veitnam Vo Than Ninh (7 PV ) dan Novendra diperingkat ketiga dengan poin sama.
Sementara pecatur putri andalan Indonesia Medina Aulia harus puas diperingkat ke empat juga dengan poin sama yakni 7. Setelah pada babak ke 11 bermain remis dengan Pecatur India, Sagar Shah.

“Alhamdulillah saya bisa mendapatkan IM putra di sini, banyak pengalaman di sini,” kata Medina usai acara penutupan turnamen tahunan catur tersebut.

Ditanya keuntungan dari hasil pertandingan di ajang catur internasional yang melibatkan beberapa pecatur papan atas dari beberapa negara diantaranya dari Filipina dan Vietnam ini, Medina mengatakan cukup bermanfaat.

“Dengan hasil ini saya meraih gelar IM putra, rating saya lebih 2400 dan rating saya naik 16 atau 18,” kata Medina. Ditanya tentang target ke depan setelah meraih IM putra, Medina mengatakan berikutnya adalah Grand Master (GM).

“Berikutnya saya akan berusaha mendapatkan norma pertama GM, tapi ini akan sangat sulit, dan itu masih lama” tambahnya. Medina memastikan meraih gelar IM putra setelah akhir turnamen itu dia mengumpulkan 7 poin dari hasil lima kali menang dan dua kali remis.

Syarat untuk meraih Internasional Master adalah pecatur harus meraih tiga kali norma IM yang diakui FIDE (Federasi Catur Internasional), kemudian harus memperoleh minimal 2400 elo rating.

Chief Arbiter, Endar Sakti Lubis mengatakan, gelar resmi IM Medina masih harus menunggu pengesehan FIDE. Sebelumnya, FIDE juga menunggu rekomondasi dari PB.Percasi termasuk rekapitulasi hasil pertandingan Medina selama tiga kali memperoleh Norma International Master (IM) pria. ”Paling lambat tiga bulan dan pengesahannya pun harus melalui Kongres FIDE. Jadi tak semudah it,’kata Endar.

Sementara itu Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya mengatakan puas atas prestasi yang diraih pecatur-pecatur binaannya. “Saya bangga melihat prestasi yang dibuat para pecatur binaan saya, dan saya optimistis terhadap masa depan pecatur Indonesia,” kata Eka Putra Wirya. Jordan

Nawacita Moks Open Seri III 2017 Berlangsung Sukses

PENTAS Nawacita Moks Open Seri III 2017 yang digelar di Gedung Olahraga Cibubur, 20-21 Mei. Berlangsung sukses, pasalanya diikuti ribuan taekwondoin yang berasal dari berbagai penjuru daerah mulai dari kawasan Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Bali, hingga pulau Jawa.

Menurut Ketua Penyelenggara Nawacita Moks Open Seri III 2017, Sandi Yanuar, evet ini mempertandingkan nomor-nomor yakni yunior, cadet, pra cadet, pemula dan prestasi. Dalam event ini para peserta akan mewakili klub-klub masing-masing.

"Moks Open III 2017 diikuti sekitar 1.750 taekwodoin. Mereka berasal dari Jatim, NTB, Kepri (Batam), DKI Jakarta, Banten, Jateng, Jabar, Jambi, Kalteng, Kalbar, Bali, dan beberapa daerah lainnya. Tujuan event ini digelar dalam rangka pembinaan, meningkatkan presta taekwondo di tanah air. Untuk event yang ketiga ini saya sangat puas banyak atlet yang tampil, meski event kali ini tanpa sponsor," ujar Sandy kepada investigasibrief.com, Sabtu (20/5/2017).

Sandy menambahkan, eveny yang digelar setahun tiga kali ini, berikut di Seri IV akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan pada pada Agustus mendatang. "Mestinya Jui, karena waktunya sangat dekat dengan lebaran, maka kita geser jadi Agustus," tegas Sandy.

Pria ganteng yang juga mantan atlet taekwondo ini berharap dari event yang digelarnya akan lahir atlet-atlet andal yang ke depan menjadi atlet andalan Indonesia di pentas dunia. "Itu harapan saya. Melaui event in saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menggelar event ini seperti Bapak Marciano Norman, Ketua Pengurus Besar Takekwondo Indonesia dan Master Yepy Triaji," ucap Sandy. Jordan

Tiga Poin Penting Dihasilkan di Rakernas PB PTMSI

ADA tiga agenda penting yang dihasilkan dalam agenda Rakernas Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI)
pimpinan Ketua Umum Ir HM Lukman Edy M2017 di Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (20/5). Rakernas diikuti sebanyak 27 dari 34 Pengprov anggota PB PTMSI.

Salah satu butir yang paling penting adalah PB PTMSI siap menggugat Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Pasalnya, selama ini KOI tidak pernah merespon permintaan PB PTMSI untuk mendapat pengakuan Federeasi Tenis Meja Internasional (ITTF).

Hal lainnya adalah keputusan penyegaran pengurus, dengan mengganti beberapa jabatan di tubuh organisasi. Dan terakhir adalah pembahasan agenda kegiatan kompetisi. Demikian ditegaskan Ketua Harian PB PTMSI, Anton Suseno kepada media usai mengikuti Rapat Kerja PB PTMSI 2017.

"Sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang sah, kami sudah mencoba melakukan pendekatan dengan KOI agar didaftarkan ke ITTF, ATTA dan SEATA. Ini demi kelanjutan prestasi para atlet kita. Namun tidak digubris. Inilah yang kami jadikan dasar untuk menggugat KOI," kata Anton yang didampingi Hans Siregar yang baru saja diangkat menjadi Bendahara Umum dan Harlim Sunandar, perwakilan dari Pengprov Lampung.

Anton menyatakan pihaknya sudah cukup bersabar dan mengalah selama ini. Meski kerap dicap sebagai induk cabor yang tidak sah. Bahkan tak hanya itu, atlet-atlet terbaik tenis meja Indonesia yang ada di PB PTMSI tidak diakomodir masuk tim nasional karena lebih memilih atlet dari pihak Pengurus Pusat (PP) PTMSI pimpinan Oegroseno.

Terkait rencana menggugat KOI, jelas Anton, pihaknya telah menyiapkan pengacara. Selain itu agar diakui PB PTMSI juga bakal lebih aktif berkomunikasi dengan ITTF, ATTU dan SEATA. Selama ini PB PTMSI tidak melakukan klarifikasi ke badan-badan tenis meja internasional itu karena menunggu aksi KOI dan juga tidak ingin terjadi dampak buruk yang menimpa atlet Indonesia dalam memburu prestasi di tingkat dunia.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pengprov PTMSI Lampung, Herlim Sunandar menyatakan sangat mendukung langkah PB PTMSI yang akan menggugat KOI. Dia juga berharap KONI Pusat dapat bersikap lebih tegas dalam menyikapi dualisme kepengurusan dalam tenis meja Indonesia.

"Kami minta ketegasan KONI Pusat. Faktanya kan organisasi PTMSI yang sah adalah yang dipimpin Pak Lukman. Nyatanya kami 27 Pengprov hadir dalam Rakernas ini. Kalau kemudian ada organisasi tandingan, harusnya KONI Pusat mengambil langkah tegas untuk membekukan organisasi tersebut. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut yang dirugikan adalah atlet dan pengurus daerah," tandasnya.

Hans Siregar yang baru saja diangkat menjadi Bendahara Umum PB PTMSI menambahkan selain membahas eksistensi organisasi. Rakernas kali ini juga mengevaluasi program kerja yang telah dijalankan pada 2016. Kemudian menyusun program kerja PB PTMSI 2017. Serta melakuakan penyegaran organisasi melalui rotasi jabatan di beberapa posisi.

"Rakernas juga menghasilkan keputusan untuk mengaktifkan kembali kompetisi di berbagai lapis usia," tutur Hans. Dalam upaya menghidupkan kembali gairah kompetisi di cabor tenis meja, PB PTMSI akan menggelar Kejurnas senior, yunior dan kelompok umur pada Juli mendatang. Kemudian menggulirkan sirkuit tenis meja antar kota yang akan berlangsung pada 2017 dan 2018. Penataran pelatih dan wasit. Serta sirkuit pekerja dan invitasi daerah.

"Untuk mengelola kegiatan tersebut akan dibentuk dua badan yaitu badan kompetisi nasional dan badan pelatihan nasional. Tujuan dari penyelenggaraan event-event tersebut adalah supaya pertenismejaan Indonesia lebih berkembang," tukasnya.

Hans lebih memilih fokus untuk menggairahkan kembali pertenismejaan Indonesia dengan menggalakkan kompetisi. Dia meyakini pada akhirnya masyarakat akan tahu organisasi yang mana yang sah dan berkontribusi maksimal dalam memajukan prestasi tenis meja Indonesia.

Saat ini cabor tenis meja Indonesia mengalami dualisme kepengurusan. Ada PP PTMSI yang dipimpin Ketua Umum Oegroseno dan PB PTMSI pimpinan Lukman Edy. Berbagai upaya perdamaian yang dilakukan KONI Pusat dan Kemenpora tak kunjung membuahkan hasil. Kedua kubu terus terlibat dalam aksi saling klaim sebagai induk cabor tenis meja yang sah. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET