Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Dua Legenda Balap Sepeda Minta RSO Berjiwa Besar

Kamis, 22 Oktober 2020


Ket Foto:Fanny Gunawan pernah merebut medali perak Asian Games 1986 Seoul, Korsel

Dua Legenda balap sepeda Indonesia yakni, Fanny Gunawan dan Kalimanto Tulis Widodo  yang prestasinya cukup melegenda. Fanny Gunawan pernah merebut medali perak Asian Games 1986 Seoul, Korsel. Sementara Kalimanto peraih 3 medali emas SEA Games 1989 Kuala Lumpur, Malaysia.

Keduanya mengaku prihatin dengan kondisi balap sepeda Indonesia yang prestasinya semakin menurun. Bahkan baik Fanny Gunawan maupun Kalimanto sama-sama semakin kecewa lagi melihat tingkah laku pengurus ISSI sekarang yang sok tahu tapi tidak punya kemampuan mengelola pembinaan balap sepeda di tanah air.

Menurut Fanny Gunawan, semestinya Ketua Umum PB.ISSI Raja Sapta Oktohari  tak usah berlama-lama di PB.ISSI. Selama kepengurusannya tak ada yang bisa dibanggakan.

‘’Kalau Pak RSO punya jiwa olahraga semestinya sportif dan legowo menyerahkan tongkat kepemiminan kepada orang lain yang memiliki komitmen kuat memajukan balap sepeda Indonesia. Jika masih ingin berkuaasa, tentu ada sesuatu yang menjanjikan di dalamnya. Saya lihat dalam kepengurusan ISSI ini  ada lingkaran setan,’’kata Fanny Gunawan.

Kondisi itu diperparah dengan pengurus-pengurus lainnya yang yang tidak punya rasa malu. Tak punya kemampuan dalam mengelola balap sepeda, masih ingin berkuasa. Udah tidak becus melakukan pembinaan, para pengurus itu masih berusaha bertahan .

Fanny Gunawan lebih jauh mengatakan, rata-rata pengurus ISSI Pusat bukan dari kalangan atlet balap sepeda. Mereka berlatar pengusaha tanggung hanya hanya mencari keuntungan pribadi dan bukan pembinaan balap sepeda Indonesia secara menyeluruh. 
Fanny pun mengaku sudah patah arang melihat bobroknya kepengurusan balap sepeda sekarang ini.

’’Saya sudah malah bicara balap sepeda Indonesia karena kita sudah bersusah payah membina di daerah tapi tidak dihargai oleh pengurus ISSI Pusat. 

Ia kemudian memberi contoh Sutiyono atlet balap sepeda legendaris Sumatera Utara yang susah-susah ngelatih beberapa atlit tapi akhirnya tidak bolrh ikut PON Papua hanya karena ketidakmampuan pengurus.

Kalimanto lebih keras lagi mengomentari kondisi balap sepeda Indonesia belakangan ini. Ia menyebut selama kepengurusan RSO di ISSI tak ada yang bisa dibanggakan.

Dua medali emas Asian Games 2018 dari nomor sepeda gunung bukan suatu hal yang berlebihan untuk dibanggakan. Karena di balap sepeda itu hanya nomor trek dan road yang menjadi roh, soalnya keduanya resmi dipertandingkan di Olimpiade, Asian Games dan SEA Games.

Oleh karenanya, alangkah baiknya RSO memberikan jalan kepada orang lain untuk memimpin PB.ISSI empat tahun ke depan.’’Kalau RSO punya jiwa patriot serahkan saja kepemimpinan ISSI kepada orang lain, bukan malah menghambat. Ini sama saja ego pribadi mengubur pembinaan atlet,’’kata Kalimanto.

Terkait Munaslub ISSI 2020, 17 Oktober lalu di Jakarta yang mengantarkan Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum PB.ISSI periode 2020-2024, Kalimanto secara tegas mengatakan demi perubahan di dalam perbalapsepedaan di Indonesia tentu kita menginginkan figur pemimpin baru.

‘’Saya kira Pak Tatang Sulaiman yang kesiapannya menjadi Ketua Umum PB.ISSI dengan niat memajukan balap sepeda Indonesia sudah barang tentu kita semua harus dukung. Kita harus membuang jauh-jauh ego pribadi karena balap sepeda Indonesia ini butuh pemimpin kuat sehingga bisa mengendalikan organisasi ISSI mencapai tujuan akhir yakni prestasi,’’demikian kata Kalimanto.  Jordan

80 Peserta Tampil di Turnamen Golf SIWO PWI

Selasa, 20 Oktober 2020


Dalam rangka menyemarakan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXVII sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda 2020, seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Pusat menggelar Turnamen Golf Siwo PWI Pusat yang akan dilangsungkan di Sentul Highlands Golf Club, Jawa Barat, Minggu (25/10/2020).

Turnamen memperebutkan Piala Bergilir Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Piala Tetap Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. 

“Sebanyak 80 peserta telah memastikan ikut serta pada Turnamen Golf Siwo PWI Pusat. Kami membatasi jumlah peserta karena berkaitan dengan pandemi Covid-19. Jumlah peserta yang maksimal dapat untuk menampung 150 peserta, tapi berhubung masih pandemi Covid-19 kami batasi hanya menampung separuh dari kapasitas jumlah peserta,” kata Ketua Siwo PWI Pusat, Gungde Ariwangsa, Senin (19/10/2020), di Jakarta.

Melalui kegiatan Turnamen Golf Siwo PWI Pusat ini diharapkan dapat mensosialisasikan peran wartawan olahraga turut serta dalam menyemarakkan Haornas XXXVII/2020 dan memberi kesempatan kepada pejabat pemerintah baik sipil maupun TNI/Polri, pimpinan perusahaan swasta/nasional, pimpinan BUMN/BUMD serta masyarakat umum khususnya pecinta olahraga golf sebagai ajang silaturahmi antar mereka.

“Kami wartawan olahraga yang tergabung dalam Siwo PWI Pusat ingin mengingatkan komitmen seluruh insan olahraga tentang pentingnya membangun pendidikan keolahragaan karena di dalam fisik yang sehat akan tercipta jiwa yang sehat untuk melahirkan SDM unggul Indonesia di kemudian hari,” tegas Ariwangsa.

Turnamen sendiri dibagi dalam dua kategori, yakni Mitra dan Peserta Umum. Sedang sistem pertandingan akan menggunakan 18 hole dan peserta hanya diperbolehkan diwakili empat golfer dalam satu fight. Peserta juga diwajibkan menggunakan golf cart. Panpel menyediakan hadiah mobil Toyota Fortuner kepada peserta yang sukses melakukan hole in one.

“Terkait pentingnya acara, kami mengharap Menpora Zainuddin Amali dapat hadir untuk membuka turnamen. Demikian  juga kepada undangan lainya, seperti Ketua Umum KONI Pusat Bapak Marciano Norman, Ketua NOC Indonesia Bapak Raja Sapta Oktohari dan Ketua Umum PWI Pusat Bapak Atal S Depari,” tambah Ariwangsa.

Even ini terselenggara berkat dukungan dari para sponsor diantaranya, Bank Mandiri, Bank BNI 1946 dan Otoritas Jasa Keuangan. Jordan

Forum Pengprov ISSI, Tanggapi Dingin Peryataan Pramono Anung


Forum Pengprov ISSI yang anggotanya berjumlah 22 tidak merasa terusik dengan adanya pernyataan Pramono Anung dan para pengurus ISSI lainnya. Menurut Junaidi, pihaknya kini justru fokus bagaimana langkah lanjutan setelah menggulirkan Munaslub.

PB.ISSI yang sudah kehilangan legitimasi menyusul adanya mosi tidak percaya dilancarkan 22 Pengprov kepada Raja Sapta Oktohari (RSO) pada Senin, (19/10/2020) kemarin mengeluarkan pernyataan resmi yang disebarkan kepada media terkait hasil Munaslub ISSI versi Forum Pengprov.

Dalam rilis resmi itu PB.ISSI  menggunakan tangan Pramono Anung yang juga Menseskab itu angkat bicara. Pramono mengatakan bahwa Munaslub ISSI versi Forum Pengprov ISSI tersebut banyak kejanggalan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasehat PB.ISSI Pramono menyebut Munaslub ISSI  versi Forum Pengprov ISSI tersebut tidak sah. Bahkan dia menyebut Munaslub itu mengada-ada dan terkesan dipaksakan.

Namun Forum Komunikasi Pengprov melalui Koordinatornya Akhmad Junaidi tak mau menanggapi pernyataan Pramono Anung dan para pengurus ISSI lainnya.

’’Untuk apa kita tanggapi karena apa yang sudah ditempuh oleh Forum Pengprov dengan menggulirkan Munaslub 17 Oktober lalu tak ada kejanggalan,’’kata Junaidi.

Forum Pengprov ISSI yang anggotanya berjumlah 22 tidak merasa terusik dengan adanya pernyataan Pramono Anung dan para pengurus ISSI lainnya. Menurut Junaidi, pihaknya kini justru fokus bagaimana langkah lanjutan setelah menggulirkan Munaslub.

Forum Pengprov ISSI se-Indonesia memang tak perlu menanggapi pernyataan-pernyataan yang terkesan panik itu karena hanya buang-buang waktu dan energi. Sejak berhasil mengantarkan Tatang Sulaiman sebagai nakhoda baru PB.ISSI, Forum Pengprov kini tengah menyusun laporan untuk disampaikan kepada KONI Pusat dan Menpora.

Ibarat melakukan perjalanan (tour), Forum Pengprov ISSI se-Indonesia ini sudah melangkah jauh ke depan. Akhmad Junaidi pun mengakui bahwa Forum Pengprov ISSI ini telah melangkah jauh dan langkah-langkah mereka pun prosedural tanpa ada aturan main organisasi dilanggar.

‘’Langkah-langkah kami bertahap dan tetap dalam koridor hukum, Forum selalu berkomunikasi dan koordinasi dengan KONI Pusat. Bahkan dengan PB.ISSI pun kami dari Forum masih berupaya bangun komunikasi namun tak ditanggapi serius,’’tambahnya.

Bagi Forum pasca munaslub sudah tidak ada PB  ISSI yang lain kecuali PB ISSI hasil munaslub 2020.  Sejak deklarasi mosi tidak percaya yang dilancarkan Forum Pengprov ISSI, hubungan antara Forum Pengprov dengan RSO semakin renggang. Kondisi itu semakin diperburuk dengan para pengurus lainnya yang masih ngotot mempertahankan kekuasannya di PB.ISSI. Jordan

Genjot Pemainnya, Putra Marinir Targetkan Juara Nasional di HUT PJ

Jumat, 16 Oktober 2020


Dalam Rangka menyambut Anniversary (HUT) Pelita Jaya(PJ). Klub yang pernah berjaya itu, untuk kali  pertama menggelar even usia dini, di Lapangan Sintetis POR Pelita Jaya Sawangan Depok, Jawa Barat. Tim-tim elite terus mengasah sekaligus memantapkan persiapan jelang laga yang akan di gelar pada pertengahan Desember 2020.

Skuat tim dari berbagai daerah terus memaksimalkan kesiapan dan persiapannya untuk hadir di event nasional itu. Even ini melibatkan tiga katagori usia 9 tahun ( Kelahiran 2011), Usia 10 tahun (Kel. 2010) dan usia 12 tahun (Kel. 2008).

Salah satu pesertanya adalah Tim sepakbola Putra Marinir. Tim ini, akan menjadikan momentum sekaligus memanfaatkan suatu ajang nasional kali ini untuk timnya. Dimana peserta elite daerah yang menjadi kontestan.

"Ini satu kesempatan berharga buat tim saya sekaligus menambah pengalaman bertanding antar Sekolah Bola di daerah.  Di tambah lapangan sintetis berkualitas tentu segala persiapan di maksimalkan. Di bawah asuhan Coach Didik Purnomo, tim dalam kondisi baik. Dengan rutin berlatih sejauh ini," kata Komandan berpangkat Pelda Marinir sekaligus menjabat sebagai head coach PS Marinir United dan PS AL itu.

Pada kesempatan kali ini juga, skuat tim sepakbola FIFA Farmel asal Tanggerang pun tidak mau melewati ajang nasional begitu saja, dengan giat berlatih sekaligus mengasah kesiapan para pemainnya. SSB FIFA Farmel di bawah asuhan pelatih Djoko Supriyanto terus memaksimalkan persiapan latihan dengan berbagai pola permainan.

Begitupun tim sepakbola Bintang Junior Selection (BJS) asal Jakarta, yang terus mengenjot para pemain mudanya untuk siap berlaga di event nasional.  Event ini satu kesempatan berharga bermain dengan lawan dari berbagai daerah serta dapat menguji skuat para pemain muda BJS  dibawah asuhan Pelatih, Ramdhan.

"Persiapan menghadapi Festival Anniversary Pelita Jaya ini hanya memakan waktu dua hari. Dengan menyiapkan dan menjaga protokol kesehatan serta mengarah ke perkembangan tempat yang luas tidak menyulitkan penyelenggara. Tentunya dalam menjaga Protokol Kesehatan, menjaga jarak aman, tidak bergerombol dan wajib menggunakan masker.

Tempat yang luas juga memadai dengan menggunakan lapangan sintetsis yang sangat layak, ini menjadi syarat mutlak dalam penyelengaraan,"ujar Direktur Tekhnik (Dirtek) Pelita Jaya, Elly Idris kepada wartawan Jumat Sore, (16/10) di Lapangan, Sawangan Depok, Jawa Barat. Jordan 

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET