Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Pelantikan BLiSPI Prov Kalteng Turut Disaksikan Ketua BLiSPI Daerah Lainnya

Kamis, 12 Maret 2020

Ketua BLiSPI Pusat Subagja Suihan melantik Pengurus BLiSPI Daerah Kalimantan Tengah, yang disaksikan Ketua BLiSPI daerah lainnya. Yang berlangsung Taman Pring Sewu, Solo, Jateng pada Rabu (11/3/20).

Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI ) Pusat, secara resmi melantik BLiSPI Provinsi Kalimantan Tengah di Restoran Taman Pringsewu Solo, Jawa Tengah. Pelantikan sekaligus pengukuhan para pengurus BLiSPI Kalteng langsung dihadiri para rekanan, seperti Ketua BLiSPI provinsi, diantaranya Bali, Samsudin Sunartik, Blispi NTB, Fetyy, Blispi Jawa Tengah, Agus Saparno, Blispi Kalbar, Sigit Atmojo dan Ketua Umum BLiSPI Pusat, Subagja Suihan, Moch.Faisal (Blispi pusat, bid.kompetisi), Dony Lattuperisa dan Sunan Ali.

Pengukuhan Blispi Provinsi Kalteng, sebagai pelindung atau pembina, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng, KONI Daerah Provinsi Kalteng dan Asprov PSSI Kalteng. Ketua Umum Blispi Kalteng, Anto Suparto.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan yang hadir untuk menyaksikan pelantikan saya, sebagai ketua blispi kalteng masa bahkti 2020 -2024. Insya Allah saya bisa menjalankan amanah ini bersama teman teman provinsi lain nya. Meski saya bagian dari Korwil pertama di putaran Piala Menpora pertama, tahun 2014 lalu. Kekompakan dan semangat teman teman bisa memberikan semangat untuk membangun sepakbola usia dini, khususnya wilayah Kalteng," ujar Anto pada wartawan usai pelantikan.

Di tempat yang sama Ketum BLiSPI Pusat, Subagja Suihan menyatakan pengukuhan ini hampir melengkapi ke 34 provinsi lainnya. Sisa 6 provinsi yang belum dikukuhkan, saya akan ambil alternatif apabila provinsi yang belum serius untuk menyiapkan kepengurusan dan ketua umum Blispi-nya.

"Nanti di acara Kongres Blispi 2020 di Jakarta, akan kita bahas. Sekaligus menentukan seri nasional piala menpora di tiga tempat diantara nya, Surabaya, Jatim, Kalimantan Timur dan Bogor, Jabar," tegasnya. Jordan

BSANK Diharapkan Bantu Program Kemenpora

Rabu, 11 Maret 2020


Menpora Zainudin Amali berharap kepada pengurus BSANK (Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan) periode 2020-2024 membantu Kemenpora di bidang keolahragaan. Sebab tugas BSANK adalah standardisasi dan akreditasi keolahragaan secara nasional. Ia berharap pembinaan olahraga nasional didesain tidak lagi by accident melainkan by design.

 Lebih lanju Menpora menyatakan, apa yang telah direkomendasikan BSANK standardisasinya dan akreditasinya, itu yang digunakan tidak perlu lagi mencari alternatif-alternatif untuk ukuran standard dan akreditasi karena sudah ada. "Kemenpora akan terbantu dengan kehadiran BSANK ini," kata Menpora usai melantik keanggotaan BSANK di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3) pagi

Menpora merasa optimis atas keanggotaan BSANK yang baru, ia yakin yang terpilih adalah orang-orang yang cukup mumpuni dibidangnya karena telah melalui proses seleksi yang ketat. "Saya meyakini tim seleksi yang dipimpin oleh Prof. Toho Cholik memiliki kredibilitas yang tinggi untuk menghasilkan sembilan orang terbaik ini," tegas Menpora yang didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.

Tugas BSANK kedepan akan berat karena Kemenpora saat ini sedang menyusun grand desain keolahragaan, tanpa grand desain olahraga nasional tidak akan berprestasi di tingkat nasional, regional dan internasional. "Saya harap ibu-bapak bekerja dengan sungguh-sungguh dengan loyalitas dan integritas karena akan menentukan perjalanan keolahragaan kedepan," ujarnya.

Di 2020 ini akan ada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), selama ini lanjutnya, peringatan ini hanya lewat begitu saja tanpa ada bekas penanda. "Tahun 2020 ini peringatan Haornas harus kita canangkan suatu tema besar yakni sport science, tidak mungkin olahraga bisa maju dan berprestasi tanpa peran sport science," kata Menpora.

Keanggotaan BSANK yang baru diharapkan benar-benar membuat standard dan akreditasi sesuai yang dicita-citakan. "Saya minta kekompakannya setiap keputusan harus diputuskan secara kolektif tidak boleh ada keputusan yang individual dan perorangan," tegasnya.

"Kami berharap agar sering berkoordinasi dengan Kemenpora, keputusan apapun dari BSANK adalah bagian dari keputusan Kemenpora jangan sampai BSANK jalan sendiri, Kemenpora jalan sendiri terus bersinergi karena tujuan kita adalah prestasi nasional, hindari berpolemik di area publik, selamat dan kita akan bersama-sama menyukseskan keolahragaan nasional," pesan Menpora.


Dalam waktu dekat BSANK naungan Kemenpora segera membentuk susunan pengurus. Dengan harapan, kinerjanya terarah dan mampu melahirkan standarisasi semua cabang olahraga yang ada di Tanah Air. Demikian dikatakan anggota BSANK Yuni Poerwanti setelah dikukuhkan Menpora Zainudin Amali di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Rabu (11/03/2020).

Mantan Deputi IV Kemenpora ini mengatakan, BSANK tentunya mengacu pada kebijakan Menpora yang menginginkan olahraga Olimpiade yang diutamakan. Dengan begitu, cabang olahraga Olimpiade yang menjadi perioritas standarisasi dan akreditasi dalam organisasinya.

Sebagai anggota yang terdiri sembilan personil harus kompak dan terbuka dalam melaksanakan program dan kinerja kedepannya. Semua harapan Menpora dapat terealisasi dalam menentukan standarisasi dan akreditasi serta sertifikasi bagi cabang-cabang olahraga nantinya. Apalagi adanya data base yang dimiliki BSANK.

“Intinya keberadaan BSANK kedepannya memberikan akreditasi dan standarisasi pada cabang-cabang olahraga di Tanah Air. Dengan harapan semua cabang olahraga maju untuk kepentingan nasional umumnya,”
Jelas Yuni yang didukung anggota BSANK yang terdiri sembilan personil itu. Jordan

Menpora Berharap Besar dari Peran BSANK


Menpora Zainudin Amali berharap kepada pengurus BSANK (Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan) periode 2020-2024 membantu Kemenpora di bidang keolahragaan. Sebab tugas BSANK adalah standardisasi dan akreditasi keolahragaan secara nasional. Ia berharap pembinaan olahraga nasional didesain tidak lagi by accident melainkan by design.

Lebih lanjut Menpora menyatakan, apa yang telah direkomendasikan BSANK standardisasinya dan akreditasinya, itu yang digunakan tidak perlu lagi mencari alternatif-alternatif untuk ukuran standard dan akreditasi karena sudah ada. "Kemenpora akan terbantu dengan kehadiran BSANK ini," kata Menpora usai melantik keanggotaan BSANK di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3) pagi

Menpora merasa optimis atas keanggotaan BSANK yang baru, ia yakin yang terpilih adalah orang-orang yang cukup mumpuni dibidangnya karena telah melalui proses seleksi yang ketat. "Saya meyakini tim seleksi yang dipimpin oleh Prof. Toho Cholik memiliki kredibilitas yang tinggi untuk menghasilkan sembilan orang terbaik ini," tegas Menpora yang didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.

Tugas BSANK kedepan akan berat karena Kemenpora saat ini sedang menyusun grand desain keolahragaan, tanpa grand desain olahraga nasional tidak akan berprestasi di tingkat nasional, regional dan internasional. "Saya harap ibu-bapak bekerja dengan sungguh-sungguh dengan loyalitas dan integritas karena akan menentukan perjalanan keolahragaan kedepan," ujarnya.

Di 2020 ini akan ada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), selama ini lanjutnya, peringatan ini hanya lewat begitu saja tanpa ada bekas penanda. "Tahun 2020 ini peringatan Haornas harus kita canangkan suatu tema besar yakni sport science, tidak mungkin olahraga bisa maju dan berprestasi tanpa peran sport science," kata Menpora.

Keanggotaan BSANK yang baru diharapkan benar-benar membuat standard dan akreditasi sesuai yang dicita-citakan. "Saya minta kekompakannya setiap keputusan harus diputuskan secara kolektif tidak boleh ada keputusan yang individual dan perorangan," tegasnya.

"Kami berharap agar sering berkoordinasi dengan Kemenpora, keputusan apapun dari BSANK adalah bagian dari keputusan Kemenpora jangan sampai BSANK jalan sendiri, Kemenpora jalan sendiri terus bersinergi karena tujuan kita adalah prestasi nasional, hindari berpolemik di area publik, selamat dan kita akan bersama-sama menyukseskan keolahragaan nasional," pesan Menpora.


Kesempatan yang sama anggota BSANK Prof Jonni Siahaan menyatakan tugas dan fungsi kami dalam waktu dekat akan segera menata ulang program yang sudah ada. Salah satunya kita akan membuat blue print dan date base tentang atlet agar jelas. Supaya kedepannya jenjang atlet itu penampilannya bisa berjenjang sesuai dengan prestasinya.

"Selama ini kita tidak mempunyai data atlet yang komplit. Sehingga untuk tampil di ajang tingkat nasional harus punya prestasi tingkat daerah. Jadi bukan tiba-tiba bisa tampil tanpa prestasi yang mumpuni," terang Dosen Universitas Cenderawasi ini kepada wartawan usai pelantikan.

Selain itu menurut pria asal Tapanuli ini menyatakan bahwa ada tiga hal pokok utama dari BSANK yakni, standardisasi, akreditasi dan sertifikasi. Ketiga program ini juga kita buat sesuai dengan acuan Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional Tahun 2005.
Jordan



Berikut Keanggotaan BSANK periode 2020-2024:
1. Dr. LiLik Sudarwati Adisasmito
2. Prof. Hari Amirullah Rachman
3. Dr. Yuni Poerwanti
4. Prof. Jonni Siahaan
5. Drs. Wiyanto W. Soehardjo
6. Ir. Sonding Sampurno
7. Dr. H. Arsyad
8. Dr. Sukendro
9. Umar Husin, S.H.,M.H.,C.L.A

Libas Kenya, Tim Davis Indonesia Bertahan di Grub II

Sabtu, 07 Maret 2020

Petenis debutan Indonesia Gunawan Trismuwantara menyempurnakan keunggulan tim Merah Putih atas Kenya pada pertandingan Piala Davis Grup 2, Sabtu. Gunawan mendulang kemenangan 6-4, 6-2 atas petenis tunggal ketiga Kenya Kevin Chreruiyot pada pertandingan keempat, untuk membawa Indonesia mengunci kemenangan meyakinkan 4-0.

Sebelumnya Indonesia telah mengamankan posisi di Grup 2 setelah pasangan Christopher Rungkat/David Susanto menundukkan Ismael Changawa Ruwa Mzai/Ibrahim Kibet Yego dengan skor 6-7 (2-7), 7-6 (8-6), 7-6 (7-3) pada pertandingan yang dimainkan di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta.

Chreruiyot sempat memberi perlawanan merepotkan pada set pertama, namun ia kemudian harus mengakui keunggulan petenis tuan rumah yang baru berusia 17 tahun, Gunawan.

Gunawan meningkatkan permainannya pada set kedua. Chreruiyot hanya mampu memenangi dua set untuk mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk keunggulan petenis Indonesia.

Namun, setelah itu kendali permainan digenggam petenis dengan sapaan Gugun. Ia memenangi satu demi satu gim, dan kemudian menutupnya dengan pukulan forehand ringan ke sisi lapangan yang luput dijaga Chreruiyot untuk mengamankan kemenangan set 6-2.

Menurut Ketum PB Pelti Rildo Anwar bahwa
partai terakhir, kita berikan kesempatan bagi pemain junior, yakni Gunawan Trismuwantara. Sebab posisi kita sudah aman unggul 3-0 atas Kenya.

"Ini sangat penting sebab regenerasi pemain untuk mempersiapkan mental bertanding dan jam terbang. Terbukti Gunawan mampu membuktikannya," kata Rildo kepada wartawan.

Selanjutnya, kata Rildo pemain pemain junior lain akan kita berikan kesempatan untuk tampil di ajang turnamen internasional. Ini sangat penting untuk mencari poin dan peringkat.

"Mereka kita persiapkan dari sekarang untuk menggantikan para seniornya seperti Christopher Rungkat dan David Agung. Agar prestasi tenis kita bisa lebih meningkat lagi," tandasnya.

Atas kemenangan dari Kenya ini Indonesia tetap bertahan di Grup II. Prestasi ini patut kita apresiasi, kata Rildo. Dalam waktu dekat kata akan segera memberikan bonus bagi Pasukan Tim Davis ini.

Sementara itu Menejer Tim Budi Martono mengatakan merasa puas dengan penampilan atletnya. "Prestasi yang membanggakan ini adalah yang kedua setelah hasil manis di SEA Games Filipina 2019 lalu dengan merebut tiga keping emas," ujar Budi.

Kami berharap tambah Budi, prestasi tenis Indonesia lebih berprestasi. "Dengan kebijakan PB Pelti memberikan kesempatan bagi pemain junior untuk lebih sering mengikuti turnamen. Langkah ini bagian dari regenerasi atlet," tegas Budi. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET