Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Friendly Match, KONI Allstar Tunduk dari Asiana Soccer School

Minggu, 23 Februari 2020


Laga persahabatan antara Tim Sepakbola KONI Pusat Allstar melawan Asiana Soccer School berlangsung di lapangan G Komplek Gelora Bungkarno Senayan, Jakarta pada Sabtu siang. Berakhir dengan kemenangan Tim Sepakbola Asiana, dengan Skor 4-1.

Pertandinggan disaksikan oleh Mentri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita laga Friendly Match tentu menjadi tontonan menarik kedua tim. Dan juga banyak disaksikan penonton di laga persahabatan itu

Cuaca panas pun tidak menyurutkan kedua tim ini untuk bermain cepat. Bermain pada babak pertama skuat tim KONI Allstar sudah tertinggal 2-0 dari lawanya Asiana, kemudian di babak kedua kembali tim yang bermarkas di Komplek Gelora Bungkarno tersebut menambah dua gol nya menjadi 4-0.

Tidak mau tertekan dengan skor 4-0 tim sepakbola KONI Allstar akhirnya bisa menebus ketertinggalannya dengan 1 gol balasan dari tendangan keras Arya Bima. Hasil 4-1 menutup laga persahabatan kedua tim pada Sabtu sore (22/2).

Tontonan menarik disuguhkan oleh kedua tim ini, di laga persahabatan sore ini antara tim KONI dan Asiana. Semoga kedepan bisa memberikan suatu pengalaman bertanding kembali dan menjaga para pemain muda ini agar terus fokus dengan timnya. Tidak boleh pergi tanpa ada alasan dan meninggalkan timnya begitu saja, mereka harus benar membela timnya dan adalah kewajiban sebagai pemain dan klubnya," ujar Agus Gumiwang pada wartawan di Senayan Jakarta, Sabtu (22/2).

"Kedua tim ini sama sama menampilkan permainan terbaiknya. Tim KONI Allstar, saya apresiasi dalam skema permainannya ditambah strategi bermain dengan bola cepat, namun Asiana yang mampu memanfaatkan semua peluang hingga bisa mengalahkan skuat tim KONI Allstar.

Meski sebatas uji coba namun saya merasa puas dari penampilan kedua tim ini yang sama sama menunjukan permainan terbaiknya, semoga ini bisa menjadi pelajaran dan pengalaman kedua tim," kata, Coach Asiana,Yayat Supriatna. Jordan

Menpora Akan Menindak Tegas Jika Ada Oknum Kemenpora Sunat Anggaran Pelatnas

Kamis, 20 Februari 2020


Ket Foto:Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPON Kemenpora Yayan Rubaeni (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum PP PELTI Rildo Anwar dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelatnas Olimpiade 2020 Tokyo di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Langkah preventif dilakukan Menpora Zainudin Amali dengan menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran di Kemenpora termasuk yang disalurkan untuk kepentingan pelatnas selalu dilakukan secara transparan agar publik tahu dari mana dan ke mana anggaran itu larinya. Karena prinsipnya Kemenpora tak mau berurusan dengan hukum ke depan.

Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali usai menyaksikan pendatanganan kerjasama MoU) antara Kemenpora dengan induk organisasi cabang olahraga tenis (Pelti) dan balap sepeda (PB.ISSI) di Media Center Kemenpora Jakarta, Kamis, (20/2).

MoU itu terkait dengan tindak lanjut bantuan pemerintah untuk pelatnas Olimpiade 2020 Tokyo.Sebelumnya Kemenpora telah melakukan hal yang sama dengan PB.PBSI (bulutangkis), PP.PBVSI (bola voli) dan PB.PABBSI(angkat besi).

Penandatanganan itu dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPON Kemenpora Yayan Rubaeni dengan Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari dan Ketua Umum PP PELTI Rildo Anwar.

“Saya kira ini adalah bukti keseriusan pemerintah untuk membantu cabor agar bisa berprestasi. Tapi kami pun meminta agar ada timbal balik keseriusan dari cabang olahraga,” kata Zainudin.

Zainudin mengharapkan proses pencairan ini membuat setiap cabang olahraga bisa segera membina atletnya.PB ISSI mendapat jatah anggaran Rp6,2 miliar dari usulan awal Rp8,8 miliar, sedangkan PP PELTI mendapat jatah Rp5,9 miliar dari pengajuan Rp19,3 miliar.

Anggaran ini diberikan guna mendanai fasilitas setiap cabang olah raga yang meliputi akomodasi, try out, try in, pemusatan latihan (TC), suplemen, dan lainnya. Zainudin menegaskan anggaran ini harus igunakan secara patuh dan tertib agar tak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di kemudian hari.

“Apa yang disepakati, itulah yang digunakan. Karena sebelumnya ada yang melakukan kesepakatan untuk kegiatan A, tapi justru digunakan untuk kegiatan B,” kata politisi partai Golkar ini.

Adapun mekanisme pencairan dana setelah MoU akan ditransfer langsung oleh Kementerian Keuangan melalui KPPN ke rekening masing-masing cabang olah raga.
Pencairan akan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, dana yang cair sebesar 70 persen dari total anggaran, sedangkan tahap kedua sebesar 30 persen dicairkan setelah minimal 80 persen dari dana tahap pertama telah dipakai dan dilengkapi dengan LPJ yang dilaporkan ke Kemenpora.

Menanggapi pertanyaan media sampai sejauh mana Menpora mengawasi dan mengontrol penggunaan dana pelatnas itu tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,  Zainudin Amali menegaskan jika semua pihak taat dan tertib administrasi dijamin tak ada kebocoran.

Ia bahkan mengancam akan memecat jika ada oknum di Kemenpora bermain-bermain dengan anggaran. ”Laporkan kepada saya jika ada oknum Kemenpora bermain-main dengan anggaran apalagi sampai melakukan penyunatan,”tambah politisi dari Partai Golkar yang berdarah Gorontalo itu. Jordan

Kemenpora Serah Bonus Bagi Lifter Generasi Muda

Ket Foto:Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (tengah atas) berfoto bersama dalam acara penyerahan bonus kepada para atlet medali di Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2020 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membanjiri bonus kepada generasi emas angkat besi Indonesia yang sukses panen emas di kejuaraan Asia Remaja dan Junior di Tashkent, Uzbekistan.Apresiasi itu ada yang diberikan dalam bentuk uang dan beasiswa.

Zainudin Amali selaku Menpora berharap apresiasi ini semakin menambah moptivasi para atlet muda ini untuk lebih berprestasi.Khusus kepada PB.PABBSI Menpora Zainudin Amali menyampaikan terima kasih tak terhingga karena konsisten membina para atletnya.

Bonus senilai Rp350 juta itu diberikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali kepada delapan lifter yang berprestasi dalam salah satu kejuaraan untuk mengumpulkan poin Olimpiade 2020 Tokyo itu.

“Ganjaran bonus untuk atlet junior cabor angkat besi ini kami harapkan ada yang bisa ikut Olimpiade 2020 dan (Olimpiade) selanjutnya. Sehingga memotivasi mereka untuk lebih giat berprestasi," ungkap Zainudin di Kantor Kemenpora, Kamis.

Disamping para atlet, tentunya para pelatih juga kebagian bonus. Empat pelatih angkat besi Indonesia juga menerima bonus atas perannya mengantarkan lifter-lifter muda meraih medali dengan masing-masing mendapatkan bonus Rp30 juta.

"Prestasi ini adalah bukti keseriusan pemerintah untuk membantu cabor tapi kami juga meminta timbal balik keseriusan dari cabor,” kata dia.

Adapun Windy Cantika Aisah yang menerima bonus Rp40 juta berkat tiga medali emasnya bersyukur atas apresiasi pemerintah  ini. Bonus ini dinilainya memberikan suntikan semangat kepada atlet agarterus berlatih keras dan berprestasi mengharumkan nama bangsa.

“Alhamdulillah uangnya akan saya pakai untuk ditabung,” kata lifter berusia 17 tahun itu. Sebelumnya, tim Merah Putih sukses panen medali dengan memborong 16 emas, enam perak, dan satu perunggu pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2020 di Tahskent, Uzbekistan, 13-16 Februari.

16 medali emas itu disumbangkan oleh Windy Cantika Aisah (tiga emas), Muhammad Faathir (enam emas), Mohammad Yasin (satu emas), Rahmat Erwin Abdullah (tiga emas) serta Rizky Juliansyah (tiga emas).

Satu Lifter lainnya, Juliana Klarisa meraih tiga medali perak, Tsabitha Alfiah Ramadani dengan satu perak, dan satu perunggu dari Putri Aulia Andriani. Jordan

Peserta Turnamen Catur HUT PDI-P 2020 Membludak

Sabtu, 01 Februari 2020



Plt Deputi IV Kemenpora Chandra Bekti membuka Turnamen Catur dalam rangka menyambut HUT PDI-P yang kr-47. Disaksikan Ketua PB Percasi Utut Adianto dan Ketua Panpel Turnamen Agustiar Sabran.

SEBANYAK 548 pecatur dari 23 daerah turut ambil bagian di ajang Turnamen Catur HUT PDI-P 2020 di Gedung Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Turnamen ini dibuka oleh perwakilan dari Kemenpora yakni Plt Deputi IV Chandra Bekti. Even ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu (1-2/2/2020).

Target kami sebenarnya 400 peserta, namun yang daftar jauh melebihi target kami. Ini membuktikan potensi catur di tanah sangat luar biasa, kata Ketua Panpel, Agustian Sabran. Agustiar menyatakan turnamen ini melibatkan cukup banyak peserta hingga 548 pecatur. Padahal pelaksanaannya sangat mendadak tapi karena catur ini olahraga merakyat maka pesertnya cukup banyak.

Agustian Sabran yang juga Ketua Pengprov Percasi Kalteng itu menyebutkan bahwa catur dan PDI-P memiliki spirit yang sama yakni selalu membangun dan menyentuh masyarakat bawah (akar rumput).

”Catur termasuk olahraga yang murah meriah dan bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Tanpa batas, semua usia bisa main. Nah potensi ini tentu harus kita sikapi dengan langkah-langkah nyata misalnya menyiapkan turnamen sebagai sarana pembinaan,” kata politisi PDI-P itu yang didampingi Wakil Ketua PB Percasi Ichsan Soelistio.

Sementara itu Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indoneisa (PB. ercasi) selalu mendorong seluruh elemen masyarakat terlibat dalam proses pembinaan catur secara nasional. Salah satunya melalui pelaksanaan turnamen catur HUT PDI-P ini. Demikian dikatakan Ketua Umum PB.Percasi GM Utut Adianto saat memyampaikan kata sambutan di Turnamen Catur HUT PDI-P 2020.

Utut yang juga salah satu kader partai PDI-P dan dua periode menjadi anggota DPR-RI bahkan sempat Wakil Ketua DPR-RI itu menjelaskan bahwa kehadiran turnamen catur seperti yang digelar dalam rangka HUT PDI-P ini sangat membantu proses pembinaan.

”Semakin banyak turnamen catur di dalam negeri tentu semakin membuka peluang lahirnya pecatur-pecatur berprestasi. Namun demikian PB.Percasi juga selalu mengedepankan kualitas turnamen,” kata Utut.

Mantan pecatur terbaik Indonesia dan pernah menembus Grand Master Super pada era 1980-an itu menilai secara kualitas turnamen catur di dalam negeri sudah lumayan.Tapi masih harus lebih ditingkatkan.

PB. Percasi pun seperti dikatakan Utut Adianto, selain menggalakan turnamen dalam negeri juga berupaya mengirim pecatur terbaiknya mengikuti berbagai even internasional. Dan even di luar negeri itu banyak, hanya saja PB.Percasi selalu terkendala masalah biaya pengiriman atlet.  Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET