Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Persiraja U18 (EPA) Tunjuk Yono dan Azhari Marpaung sebagai Pelatih dan Asisisten Pelatih

Sabtu, 16 Oktober 2021


Keterangan foto: Coach Yono Rosadi dan Ashari Marpaung dipercaya menukangi Persiraja U-18 (EPA).

Manejemen Persiraja Banda Aceh Elite Pro Academy (EPA) U18 tunjuk Yono Rosadi sebagai pelatih kepala, dalam laga perdana Persiraja Banda Aceh melawan Madura United FC pada 18 Oktober 2021 di Stadion Jalak Harupat Bandung Jawa Barat.  Skuat Persiraja Banda Aceh kini tengah serius memantapkan persiapannya dengan semaksimal mungkin.

Bertempat di Medan Sumut pada laga uji cobanya kemarin dan kemudian berlabuh di Lampung, skuat tim Persiraja U18 yang kini membawa skuat 35 pemain muda terbaiknya langsung bertolak ke Bandung Jawa Barat hari ini.

"Ini sesuatu yang baru buat saya, ketika saya menangani skuat Elite Pro Academy U18 saat ini, beberapa waktu yang lalu saya di tunjuk oleh Bapak Subagja Suihan, CEO Persiraja U18, untuk menangani tim yang berjuluk Laskar Rencong ini, dengan latar belakang saya pernah menukangi skuat Tim Pelajar dan PPLP di Sumut, saya pikir tim secara keseluruhan tidak jauh berbeda usia nya, saya bergerak cepat untuk menyajikan permainan terbaik nya dengan khas karakter permainan ala Banda Aceh," ujar Coach yang mengatongi Licensi B AFC itu.

"Dengan kerjasama Asisten pelatih, Official, Pemain dan semua Management kita bersama sama bisa memberikan hasil positif dalam mengarungi laga Elite Pro Academy tahun ini," tambah Yon sapaan akrabnya pada wartawan Sabtu (16/10) di Bandung Jawa Barat.

Skuat pemain muda Persiraja U18 kini masuk di Pot A bersama Madura United, PSM Makasar, Arema FC, Persik Kediri dan Borneo FC. Berikut skuat Pelatih Kepala, Yono Rosadi, Asissten Pelatih,  Azhari Marpaung, Kitmen, Oos rosidi, Messure, Hasan Basri alias Abas. Jordan

Pencak Silat Terapkan Pelatnas Jangka Panjang

Selasa, 14 September 2021

Keterangan Foto:Erizal Chaniago Sekjen IPSI (Pencak Silat), yang juga Ketua Bidang Litbang KONI Pusat. (Foto IST)


Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menerapkan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang. Kegiatan ini guna mempersiapkan atlet-atlet tangguh dalam menghadapi multi even seperti SEA Games 2021 dan single even Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Malaysia. Kendati kedua even besar itu diundur akibat dari dampak Pandemi Corona-19. Hingga kini belum ada kepastian kapan akan dilaksanakan.

Demikian ditegaskan Sekertaris Jenderal PB IPSI Erizal Chaniago. Menurutnya sekitar 26 atlet kini digodok dalam pelatnas jangka panjang di Padepokan Pencak Silat di Padepokan Taman Mini, Jakarta. Mereka sudah menjadi penghuni pelatnas tersebut mulai November 2020 lalu. Pelatnas ini tentunya didukung oleh pihak Kemenpora, terutama dari segi pendanaan.

"Seyogianya mereka kami persiapkan guna menghadapi dua even besar di tahun 2021 ini, yakni SEA Games Vietnam dan Kejuaraan Dunia di Malaysia. Namun dua event itu ditunda akibat Pandemi Covid-19. Bagi kami itu tidak masalah. Program terus kami jalankan. Agar para atlet nanti siap tempur jika sewaktu waktu terdapat jadwal menghadapi even-even penting lainnya," kata Erizal kepada Olahragaonline.com di kantornya Gedung KONI Pusat, Senin ( 13/9/2021).

Erizal menambahkan para atlet yang tergabung di Pelatnas itu rata rata berusia19-20 tahun. Mereka adalah atlet terbaik hasil dari penyaringan dan pantauan di Kejurnas Remaja dan dari PPLP.

Ditambahkan Erizal yang juga sebagai Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Pusat, bahwa pihaknya memberlakukan kebijakan para atlet yang tergabung di Pelatnas dilarang bertanding di ajang Pekan Olahraga Nasional 2021 Papua.

Bahkan, kata pria asal Padang, Sumbar ini usai PON nanti akan merencanakan tarung antara juara PON dengan penghuni pelatnas. "Kegiatan ini untuk mengukur sampai sejauh mana perkembangan pencak silat di pembinaan daerah dan pusat. Tentunya akan kita berlakukan sistem Promosi-Degradasi. Jika nantinya atlet pelatnas kalah secara otomatis posisinya digeser oleh atlet yang menang," tambah pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan itu.

Masih menurut pria yang memiliki hobi menyaksikan perlombaan kuda pacu ini, saat ini IPSI bekerjasama dengan pihak Kemendikbud tengah menggelar ajang O2SN baik tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Para peserta sangat antusias, ini terbukti dari tingkat SD sekitar 1.0550, SMP 1153 peserta dan SMA 893 serta SMK 464 atlet. Babak penyisihan telah berlangsung pada awal September di Tangerang, Banten. Sedangkan untuk babak final akan berlangsung pada 20-26 September mendatang di Bandung, Jawa Barat.

"Para peserta cukup mengirimkan video dari gerakan gerakan jurus pencak silat ke pihak Kemendikbud. Lalu yang menilai tentunya dari pihak kami," tandas Erizal.

     IPSI Siap Promosikan Pencak Silat        Bertanding di Olimpiade



Pencak silat  sebagai salah satu olahraga asli warisan nenek moyang Indonesia.  Tentunya akan sangat bangga apabila cabor ini bisa tampil dan ambil bagian di ajang paling bergengsi multi even yakni Olimpiade.

Terkait hal itu IPSI terus berupaya keras agar pencak silat benar-benar masuk dalam kompetisi olimpiade yang memperebutkan medali. Kebijakan dari IOC badan tertinggi olahraga dunia, mempunyai persyaratan. Untuk setiap cabor masuk dalam ajang olimpiade.  Diantaranya sudah memiliki anggota sekurang kurangnya 78 negara dan cabor tersebut juga menjadi anggota dari NOC (KOI, Indonesia) negara yang bersangkutan.

Sehingga dalam hal ini, Indonesia harus bekerja keras untuk melobi tiap negara yang terdaftar di Persilat, Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa. Agar segera memasuk pencak silat ke dalam daftar anggota NOC negara tersebut.

"Ini yang menjadi tugas kita menyakinkan negara negara anggota Persilat untuk segera bergabung ke NOC masing masing. Tentunya ini diperlukan pendekatan dan lobi-lobi tertentu. Melalui Ketua Umum IPSI Bapak Prabowo kami telah membentuk tim. Baik dari Kemenlu, Kemendagri, dan Kemenhan serta para Dubes negara anggota," jelas pria yang sudah menjadi Sekjen IPSI selama 4 periode itu.

"Kami berharap realisasi dan tugas ini bisa terwujud, sehingga pencak silat bisa ikut ambil bagian di Olimpiade. Walau peraturannya minimal dua kali ikut bertanding dalam kontek eksebishi. Jika persyaratan semuanya sudah terpenuhi. Di Olimpiade 2032 Brisbane, Australia pencak silat resmi tampil dengan memperebutkan medali. Jika ini terjadi, suatu kehormatan dan kebanggan terbesar bagi Negara Indonesia," harap pria yang pernah menjadi atlet nasional sekaligus Juri Internasional pencak silat itu. Jordan

Sambut Haornas SIWO Gelar Baksos

Minggu, 12 September 2021

Ket Foto: Ketua SIWO PWI Pusat Gungde Arywangsa didampingi perwakilan dan pihak Emtek (Indosiar & SCTV) serta Pengurus SIWO Bambang Prihandoko, saat memberikan keterangan Kegiatan Baksos di Pelataran Kantor KONI Pusat, Minggu (12/9/2021). 


Untuk kesekian kalinya Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar kegatan bhakti sosial (baksos) Pandemi Covid-19. Kali ini diadakan di pelataran parkir kantor KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat Gedung PPGBK (Pusat Pengelola Gelora Bung Karno) dengan Tajuk Bersama Hadapi Corona. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) & Bakti Sosial Terhadap Dampak Pandemi Covif-19, di Senayan, Jakarta, Minggu (12/9/2021).

Kegiatan baksos yang ditandai dengan pemberian 250 paket sembako kepada yang terdampak Covid-19 ini sebagai salah satu wujud kepedulian Siwo sebagai ujung tombak dalam mempublikasikan kegiatan olahraga di tanah air.

Ketua SIWO PWI Pusat Gungde Arywangsa didampingi pengurus lainnya Bambang P memberikan keterangan pers kepada salah satu media elektronik.

Menurut Ketua Siwo Pusat Gungde Ariwangsa, pembagian sembako ini dilakukan bertepatan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September lalu. Khusus pembagian sembako di KONI Pusat ada 250 bingkisan melibatkan para karyawan KONI, para pewarta olahraga dan masyarakat di sekitar Senayan dan para pedagang.

”Kegiatan ini semata-mata meringankan beban atas mereka yang terdampak Pandemi Covid-19. Nilainya mungkin tidak seberapa tapi inilah bentuk kepedulian Siwo terhadap masyarakat terdampak Covid-19. Momen ini masih seputar peringatan Haornas pada setiap tanggal 9 September,” kata Ariwangsa.

Ariwangsa lebih jauh mengatakan, dengan diberlakukannya kembali PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Jakarta tentu semakin menyulitkan masyarakat beraktifitas tak terkecuali para wartawan olahraga yang setiap hari dituntut memburu berita.

Oleh karenanya, Ariwangsa mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk para pewarta olahraga anggota Siwo untuk selalu mengingatkan masyarakat itu sendiri agar tetap mematuhi protokol kesehatan.


Bagi masyarakat yang menerima paket  sembako tersebut merasa senang dan bersyukur bahwa masih ada yang masih peduli. "Kami bersyukur ada kegiatan seperti ini. Sebab secara tidak langsung membantu kesulitan kami saat pandemi ini. Terima kasih buat Indosiar dan SCTV dalam Yayasan Peduli Amal Peduli Kasih dan SIWO PWI Pusat," kata Bapak Wargo Mulyono warga Senayan, Jakarta. 

Dalam kesempatan itu Ariwangsa juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut mendukung program peduli Pandemi Covid-19 Siwo PWI ini. Diantaranya Emtek, Jasa Raharja, BJB, Buka Lapak, YPP, PNM, Indosiar, dan SCTV serta Liputan 6. Jordan

Program DBON Segera Diteken Presiden Djokowi

Rabu, 01 September 2021


Presiden Joko Widodo direncanakan akan menyetujui sekaligus menandatangi Program DBON bertepatan pada Peringatan Haornas 9 September mendatang.

Mentri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan sasaran utama dari program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) adalah Olimpiade. Demikian disampaikan Zainudin, saat memberikan sambutan dalam acara webinar sosialisasi 'Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Menuju Indonesia Maju' yang diselenggarakan pada Rabu, (1/9/2921).

Zainudin menjelaskan ia sudah berdiskusi dengan akademisi, pakar, praktisi dan para pemangku kepentingan di bidang olahraga sebelum akhirnya memutuskan sasaran utama dari DBON adalah Olimpiade.

"Kita harus menentukan mana yang kita tuju. Akhirnya setelah diskusi dengan kalangan kampus, akademisi, para profesor keolahragaan, praktisi dan stakeholder lainnya, kita memutuskan bahwa sasaran utama kita adalah Olimpiade," kata Zainudin. Lebih lanjut, ia menerangkan jika pesta olahraga yang berskala lebih kecil dibanding Olimpiade, seperti Asian Games dan SEA Games hanya akan menjadi sasaran antara saja.

Zainudin mengatakan Kemenpora ingin mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap prestasi SEA Games dengan Olimpiade itu sama. Ia pun menilai pandangan tersebut harus diubah dapat mencapai tujuan, seperti yang diperintahkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Di lain pihak, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari mengatakan pihaknya sangat senang dan bangga karena dapat menjadi bagian dari sosialisasi DBON. Menurut dia, masyarakat harus diberikan pengetahuan bahwa meraih prestasi olahraga itu tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus disiapkan instrumennya mulai dari bawah. Dengan pondasi yang kokoh, maka ke depan prestasi akan datang dengan sendirinya.

"Saya itu senang karena menurut saya, DBON ini kado paling besar untuk olahraga Indonesia. Saya tak menyangka, karena pabriknya ini akhirnya bisa dibuat setelah sekian lama. Kami optimistis prestasi besar ke depan bisa diraih jika ini dijalankan dengan konsisten," jelas Atal.

PWI pun menyatakan siap bekerja sama dengan Kemenpora untuk terus menggaungkan DBON sampai ke daerah-daerah demi menyuarakan perubahan paradigma olahraga Indonesia. Selain Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PWI Atal S Depari, acara tersebut juga dihadiri oleh Profesor Asmawi sebagai Dewan Pakar DBON. Ketiga narasumber ini hadir di sesi kedua dengan dipandu oleh Moderator wartawan senior M Nigara.


Sedangkan di sesi pertama menghadirkan tiga narasumber yakni, Del Asri selaku akademisi olahraga, serta Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti. Dipandu oleh moderator Ketua SIWO PWI Pusat Gungde Arywangsa.

Dalam sesi pertama Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kemenpora Chandra Bhakti menyatakan mimpi besar olahraga Indonesia untuk bisa masuk 10 besar Olimpiade pada 100 Tahun Indonesia Merdeka pada Olimpiade 2045 mendatang.

Penegasan itu disampaikan Chandra Bhakti pada webinar dengan thema Sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang digagas Persatuan Wartawan Indonsia (PWI) Pusat bersama Kemenpora RI, Rabu (1/9/2021).

"Kita ingin bertepatan 100 tahun Indonesia Merdeka bisa masuk 10 besar pada Olimpiade 2045. Untuk itu dari sekarang kita mengusahakan cita-cita besar itu dengan membuat Disain Besar Olahraga Nasional ini," kata Chandra.  "Dengan waktu 24 tahun, kita akan persiapkan sebaik mungkin atlet kita dengan Disain Besar Olahraga Nasional demi cita-cita besar tersebut," jelas Chandra.

Sementara itu Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menyatakan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak pernah lelah mengajak masyarakat untuk berolahraga. Sebab, tingkat kebugaran masyarakat hingga kini masih rendah. 

Bahkan di tingkat pelajar,  minat untuk berolahraga juga sangat minim. Dari sekitar 45 juta siswa di Indonesia, siswa yang ketahuan aktif bergerak dengan berolahraga hanya sekitar 2,1 pesen.  "Semua serba gadget, semua main HP sehingga aktivitas gerak minim. Siswa aktif berolahraga tercatat hanya 2,1 persen dan selama ini atlet ambilnya dari siswa aktif itu. Tidak mungkin kan ambil atlet dari siswa tidak aktif. Karena itu, kita targetkan siswa aktif berolahraga nanti minimal 30 persen pada 2045," ujar Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta.

Menurut Isnanta, olahraga pendidikan yang melibatkan siswa akan masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Begitu pula olahraga rekreasi yang melibatkan masyarakat secara luas. Tujuan utama nanti adalah Indonesia Bugar pada 2045 saat negeri ini merayakan hari kemerdekaan di usia yang ke-100 tahun. 

Kesempatan yang sama Praktisi Olahraga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Del Asri menyatakan Indonesia juga perlu mengangkat produk dalam negeri agar jadi apparel pada event internasional. Indonesia perlu mencontoh Thailand yang memiliki produk FBT yang selalu menjadi sponsor resmi SEA Games.

"Kita ketergantungan impor peralatan masih sangat tinggi, sangat sedikit dari lokal. Thailand sudah punya FBT dan itu selalu ada di gelaran SEA Games," jelasnya. Del Asri menambahkan, sesungguhnya secara kualitas produk Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Tapi masalahnya, lanjut dia, di dunia internasional ada persyaratan agar produk dari negara tertentu bisa diterima, yakni harus dapat sertifikasi dan diakui federasi internasional. 

"Contoh menarik adalah China saat jadi tuan rumah Youth Olympic Games 2014. Secara ekonomi tidak menguntungkan event Youth Olympic, namun mereka mengajuka  semua peralatan yang dipakai adalah merek China. China harus melobi ke IOC dan mendapat persetujuan dari federasi internasional. Mereka berhasil," jelasnya. 

Untuk itu, wacana kerjasama antara Kemenpora dengan Kemenperin tentang pengembangan peralatan olahraga dalam negeri perlu didukung. Jika ini berhasil, maka produk lokal bisa masuk ke pasar nasional dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat. Ini juga bisa menjadi awal kebangkitan produk lokal menuju internasional. "Artinya kita perlu dorong produk lokal agar bisa memenuhi standar yang ditentukan Kemenperin. Bagaimana produk ini punya SNI karena itu salah satu syarat agar produk bisa beredar di dalam negeri," ungkapnya.

Program DBON rencananya akan diteken oleh Presiden Joko Widodo tepat pada Hari Olahraga Nasional tahun ini yang jatuh pada 9 September.  Di dalam DBON, tercantum 14 cabang olahraga unggulan, yaitu bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, senam artistik dan pencak silat.  Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET