Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Menpora Lantik 91 Pejabat Eselon III dan IV

Rabu, 17 Juni 2020

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, melantik dan mengambil sumpah pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (16/06/2020) di halaman Gedung Kemenpora, Senayan. Pelantikan tetap mengikuti standar protokol kesehatan Covid-19.


Menurut menporan, pejabat yang dilantik 91 pejabat eselon III dan IV, ini sebuah tuntutan yang harus dilakukan untuk penyegaran dalam lingkungan kerja dan menjadi tata organisasi yang baik. Ia mengharapkan para pegawai yang dilantik dapat memperbaiki Perbaiki tata kelola dan menjalankan Reformasi Birokrasi dengan baik.


"Ada satu yang belum pernah dilakukan yaitu masalah komitmen penegakan disiplin, yaitu membuat pernyataan bagi yang pindah jabatan atau pindah tempat maka harus tetap menyelesaikan urusan yang belum selesai di tempat yang lama," ungkap menteri.

Pelantikan hari ini berbeda dengan pelantikan sebelumnya. Biasanya pelantikan dilakukan di dalam Gedung tetapi kali ini di lapangan. Pelantikan terasa lebih bermakna, karena disaksikan karyawan lainnya dan masyarakat yang berkunjung ke Menpora.

"Apapun itu jabatannya harus disyukuri, karena ini merupakan amanah yang harus dilakukan dan diemban dengan baik dan program organisasi yang baik akan menjadi tata kelola yang efektif dan apa yang menjadi pilihan dan apa yang ditanda tangani merupakan komitmen bersama,"tegas menpora.

Lebih lanjut, Menpora menekankan pelantikan ini tetap dengan menaati protokol kesehatan Covid-19 yakni dengan menggunakan masker dan tidak berkerumun atau menjaga jarak.

"Jadi ini adalah komitmen kita dan sungguh-sungguh memperbaiki tata kelola di Kemenpora, dan kita sungguh-sungguh menjalankan reformasi birokrasi di Kemenpora. Saya ingin semua pegawai yang baru saja dilantik harus bisa menjaga Kemenpora dengan baik di masyarakat,"katanya.  (Jordan)

Kondisi PSSI Makin Carut Marut, Tabrak Statuta

Minggu, 17 Mei 2020

Ket Foto:Tommy Rusihan Arief yang juga mantan Direktur Media PSSI era Djohar Arifin.

JUMLAH anggota Exco PSSI ada sebanyak 12 orang, yakni Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Endri Erawan, Haruna Soemitro, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Ardianto Rahman, Pieter Tanuri, Sonhadji, Ahmad Riyadh, Hasani Abdul Gani, Yunus Nusi, Vivin Cahyani.

Namun dari 12 orang exco tersebut beberapa oranga yang bermasalah, bahkan sempat tersangkut masalah hukum. Yakni, Juni Ardianto Rahman yang pernah dipenjara selama empat bulan karena kasus  melakukan penganiayaan pada 2014 silam. 

Sesuai Statuta PSSI orang yang pernah tersangkut dengan masalah hukum apalagi dipenjara tidak bisa dipilih sebagai anggota Exco PSSI. Artinya, PSSI melanggar Statuta-nya (Statuta PSSI).

Menanggapi hal tersebut pengamat sepakbola nasional, Tommy Rusihan Arief mengkritik tajam kinerja PSSI. Tommy menegaskan masak PSSI melanggar aturannya sendiri alias statuta. "Itu tidak benar. Masak orang yang pernah tersangkut masalah hukum apalagi sempat jadi narapidana bisa dipilih menjadi anggota Exco PSSI. Di mana manajemen PSSI. Apakah sebelumnya tidak diperiksa data-datanya, atau dilakukan pet and propes test? PSSI menabrak statuta sendiri," jelas Tommy yang juga mantan Direktur Media PSSI era Djohar Arifin.

Tommy menambahkan, sebaiknya seluruh anggota Exco PSSI dikaji ulang. "Bila perlu diadakan Kongres ulang untuk mengganti para anggota Exco yang bermasalah. Mereka tahu ada kelemahan di situ, kenapa mereka diam saja. Mestinya merekakan bertindak. Ini malah membiarkan," ujar Tommy.

Sementara itu, soal Maaike Ira Puspita yang ditunjuk jadi Wakil Sekjen pada Januari 2020 lalu, Tommy juga angkat bicara. Menurutnya, tidak ada dalam Statuta PSSI, jabatan Wakil Sekjen.

"Tidak ada jabatan wakil sekjen dalam Statuta PSSI. Ini juga gak benar. Jadi, PSSI di bawah Ketua Umum Mochamad Iriawan atau Iwan Bule dan Wakil Ketua Umum Cucu Soemantri sudah bagus. Kita harus mendukung mereka sebagai duet Polri dan TNI. Jadi agar PSSI ke depan lebih baik semua yang melanggar statuta PSSI harus diperbaiki," jelas mantan wartawan senior dan Wakil Ketua BASRI ini. Jordan

Yunus Nusi Sebagai Plt Sekjen, Jangan Membuat Gaduh PSSI

Selasa, 12 Mei 2020



JAKARTA-Yunus Nusi diangkat Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan Bule menjadi Plt Sekjen PSSI. Yunus menggantikan Ratu Tisha Destria. Diangkatnya Yunus sebagai plt sekjen tentu ingin membantu tugas-tugas Ketua Umum Iwan Bule, terutama dalam administratif.

Prinsipnya, pengangkatan Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen PSSI, itu bukan melakukan hal-hal yang di luar kewenangannya. Misalnya, kata Suharto membuat surat jawaban ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pengelola liga, bersifat strategis.

Menurut pengamat sepakbola Suharto Olii, apa yang dilakukan Plt Sekjen keliru besar. Suharto mengatakan, itu sudah menyalahi statuta.

“Dari zaman Nurdin Halid atau Ketua Umum sebelum-sebelumnya tidak ada Wakil Sekjen. Kalau mau mengangkat wakil Sekjen harus merubah statuta. Merubah statuta berarti harus menggelar kongres, ” tegas Suharto yang juga wartawan senior sepakbola.

Pria yang sudah lebih dari 30 tahun menjadi wartawan sepakbola itu menegaskan, Plt Sekjen dalam keseharian tugas-tugasnya lebih kepada bidang administratif. Misalnya, kata Suharto membuat surat ke PT LIB dan sebagainya.

“Itu tugas-tugas pokoknya. Bukan malah memberikan pernyataan yang di luar kewenangan dan kapasitasnya,” tegas Suharto yang pernah mencalonkan diri sebagai Sekjen PSSI.

Suharto juga menyayangkan sikap Exco dan Asprov yang mengetahui masalah ini malah membiarkan Plt Sekjen jalan sendiri. “Mestinya diingatkan dong. Jangan dibiarkan begitu saja,” ucapnya.

Hal yang sama juga diucapkan pengamat sepakbola Tommy. Menurutnya, kalau kewenangan Plt Sekjen sudah terlalu jauh bisa jadi fatal. “Apalagi sampai salah. Jadi sesama Exco tolong diingatkan Plt Sekjen,” kata Tommy.Jordan

Pelantikan BLiSPI Prov Kalteng Turut Disaksikan Ketua BLiSPI Daerah Lainnya

Kamis, 12 Maret 2020

Ketua BLiSPI Pusat Subagja Suihan melantik Pengurus BLiSPI Daerah Kalimantan Tengah, yang disaksikan Ketua BLiSPI daerah lainnya. Yang berlangsung Taman Pring Sewu, Solo, Jateng pada Rabu (11/3/20).

Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI ) Pusat, secara resmi melantik BLiSPI Provinsi Kalimantan Tengah di Restoran Taman Pringsewu Solo, Jawa Tengah. Pelantikan sekaligus pengukuhan para pengurus BLiSPI Kalteng langsung dihadiri para rekanan, seperti Ketua BLiSPI provinsi, diantaranya Bali, Samsudin Sunartik, Blispi NTB, Fetyy, Blispi Jawa Tengah, Agus Saparno, Blispi Kalbar, Sigit Atmojo dan Ketua Umum BLiSPI Pusat, Subagja Suihan, Moch.Faisal (Blispi pusat, bid.kompetisi), Dony Lattuperisa dan Sunan Ali.

Pengukuhan Blispi Provinsi Kalteng, sebagai pelindung atau pembina, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng, KONI Daerah Provinsi Kalteng dan Asprov PSSI Kalteng. Ketua Umum Blispi Kalteng, Anto Suparto.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan yang hadir untuk menyaksikan pelantikan saya, sebagai ketua blispi kalteng masa bahkti 2020 -2024. Insya Allah saya bisa menjalankan amanah ini bersama teman teman provinsi lain nya. Meski saya bagian dari Korwil pertama di putaran Piala Menpora pertama, tahun 2014 lalu. Kekompakan dan semangat teman teman bisa memberikan semangat untuk membangun sepakbola usia dini, khususnya wilayah Kalteng," ujar Anto pada wartawan usai pelantikan.

Di tempat yang sama Ketum BLiSPI Pusat, Subagja Suihan menyatakan pengukuhan ini hampir melengkapi ke 34 provinsi lainnya. Sisa 6 provinsi yang belum dikukuhkan, saya akan ambil alternatif apabila provinsi yang belum serius untuk menyiapkan kepengurusan dan ketua umum Blispi-nya.

"Nanti di acara Kongres Blispi 2020 di Jakarta, akan kita bahas. Sekaligus menentukan seri nasional piala menpora di tiga tempat diantara nya, Surabaya, Jatim, Kalimantan Timur dan Bogor, Jabar," tegasnya. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET