Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Grand Final SSFB Diikuti 12 Tim

Selasa, 17 Oktober 2017

PAGELARAN futsal terbesar di Indonesia, Super Soccer Futsal Battle 2017 akhirnya memasuki babak grand final yang akan diselenggarakan di Bintaro Jaya Exchange, Tangerang pada 21-22 Oktober 2017.

Sebelumnya ajang turnamen futsal terbesar di dunia ini diikuti sejumlah 320 tim dari 20 Kabupaten/kota se-Jabotabek, Serang, Kerawang dan Sukabumi dan bersaing di babak Elimination Round, hasilnya 96 tim lolos dan telah berlaga di babak Final Round yang digelar di tiga kota, yakni Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Saat ini, sudah ada 12 tim terbaik dari hasil babak Final Round yang tengah bersiap untuk mengikuti babak Grand Final SSFB 2017 yang bakal di gelar di Bintaro Jaya Exchange.

“Kami memang buat terobosan baru, yakni satu wadah untuk para pecinta futsal yang akan dikemas dalam sebuah turnamen untuk para tim futsal. Dan saat ini sudah ada 12 tim yang lolos ke babak grand final,” kata Ricko, Panitia pelaksana Super Soccer Futsal Battle kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/10).

Dalam puncak acara nantinya Super Soccer Futsal Battle 2017 juga bakal diramaikan dengan pertandingan antar kampus, eksebisi timnas futsal juara AFF 2010, eksebisi selebriti, penampilan Angel Percussion, FDJ Arien Catherine, One Way Freestyler Indonesia, Jakarta Dancer, dan suguhan musik dari Rockin Battle Band.

Super Soccer Futsal Battle 2017 juga berkerja sama dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI) dalam setiap pelaksanaan event futsal dengan menjaga aturan pelaksanaan “The Real Futsal Culture” dengan adanya kategori peserta umum dan dibatasinya pemain liga profesional untuk menambah suasana kompetitif yang merata di turnamen tersebut.

Regulasi telah disepakati, akhirnya FFI menggeluarkan aturan dimana salah satu dasar ketetapannya adalah ukuran lapangan yang berstandar internasional, yaitu 20×40 meter persegi dengan bahan lapangan berbentuk interlock. Jordan


Rakornis KONI Pusat Dihadiri PB/PP dan KONI Prov

DALAM rangka menyambut HUT-nya yang ke79, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melakukan berbagai kegiatan. Setelah ziarah ke Taman Makam Pahlawan(TMP) Kalibata minggu.

Kini melakukan donor darah yang diikuti para pengurus dan karyawan KONI, serta karyawan Gelora Bung Karno dan beberapa karyawan lainnya dari berbagai instansi. Kegiatan ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang berlangsung di Lantai 10, Gedung KONI Pusat, Selasa (17/10).

Agenda lainnya adalah KONI Pusat akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan KONI Daerah (Konida) dan cabang olahraga (cabor) di Bidakara, Jakarta, 31 Oktober mendatang.

“KONI siapkan rangkaian acara menarik untuk HUT KONI ke 79 ini, puncaknya kami akan melakukan rapat koordinasi dengan berbagi anggota KONI pada 30-31 Oktober mendatang di Hotel Bidakara,” tutur Wakil IV Ketua Umum KONI, Inugroho.

Sementara itu menyinggung soal rencana pembubaran Satlak Prima. KONI menyikapinya tidak mau terburu-buru dalam merespon pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), dan memilih untuk kepastian pemberian mandat tugas secara resmi.

Langkah itu dilakukan untuk bisa menentukan kepastian tugas dan tanggung jawab yang akan diemban KONI jika nantinya akan ditunjuk menggantikan Satlak Prima, mengingat proses akan dilakukan secara langsung.

Demikian ditegaskan Wakil I Ketua Umum KONI, Bidang Binpres Olahraga, Organisasi, Suwarno, S.IP, M.Sc. Suwarno mengaku bahwa pada dasarnya KONI Pusat siap dan akan melaksanakan tugas yang diberikan pemerintah pusat.

“Berbagai informasi perubahan tersebut sudah diketahui, namun KONI Pusat saat ini menunggu kebijakan pemerintah untuk tugas pokok yang akan diberikan nantinya seperti apa,” kata Suwarno.

Namun dirinya menilai bahwa sesuai UU SKN No. 3 tahun 2015 bahwa KONI memiliki tugas pembinan pengembangan olahraga prestasi, dan jika KONI ditunjuk menggantikan Satlak Prima, maka itu sesuai koridor yang ada. “KONI siap melaksanakan tugas jika ditunjuk, hal itu tertuang pada UU SKN No. 3 tahun 2015.

Dan untuk persiapan menuju Asian Games 2018 hal terpenting, yaitu penyiapan kontingen dan atlet, dimana sejauh ini KONI sudah persiapkan pemetaan cabor yang berpotensi meraih emas, dimana ada 18 cabor yang diyakini mampu persembahkan medali emas, dan bisa membawa Indonesia meraih peringkat 10 besar di Asian Games 2018,” jelas Suwarno.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah Pusat sudah mewacanakan pembubaran Satlak Prima, setelah dinilai gagal memberikan prestasi Indonesia di SEA Games 2017, dimana Indonesia hanya meraih peringkat 5. Satlak Prima sendiri dinilai penyebab kegagalan atas torehan prestasi tersebut, terlebih lagi banyak atlet yang tidak mendapatkan peralatan secara lengkap.

“Potensi medali emas bisa itu bisa terwujud jika dilakukan langkah persiapan yang sesuai, dan cara mengolah harus serius, lalu dilakukan komunikasi yang baik, kemampuan Sumber Daya Manusia tepat waktu dan tepat kebutuhan, poin terakhir adalah komitmen bersama untuk bisa berprestasi Asian Games 2018, dimana dilakukannya kemudahan dalam birokrasi pemerintah Indonesia yang terlalu banyak tahapan,” tegasnya. Jordan

Baveti Gelar Turnamen Tenis Veteran Internasional

Senin, 16 Oktober 2017

UNTUK kali pertama Indonesia menggelar Turnamen Veteran Tenis Internasional. Kali ini bertajuk Indonesian International Men's Senior Tennis Championship 2017 (IIMSTC) yang digelar Pengurus Pusat Barisan Veteran Tenis Indonesia (PP Baveti) di Hotel Sultan akan diramaikan para petenis manca negara. Hebatnya, lagi para pemain dari belahan Eropa, Amerika, dan Australia yang ikut ambil bagian.

Sementara negara Asia Tenggara (ASEAN) tidak ada yang ikut, kecuali tuan rumah Indonesia. Penegasan ini disampaikan Ketua Umum PP Baveti Theo L Sambuaga di Lapangan Tenis UMS 80, Kuningan, Jakarta Selatan, kepada wartawan, Senin (16/10/2017).

"Untuk penyelenggaraan yang pertama kaliu ini, kita langsung menggelar turnamen yang bermutunya. Buktinya, beberapa negara akan tampil ambil bagian, seperti Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, dan beberapa negara lainnya. Baveti menyelenggarakan rutin kejuaraan nasional (kejurnas). Terakhir, Kejurnas ke-5 di Solo. Setiap tahun kita adakan kejurnas. Dilaksanakan biasanya pada bulan Agustus, sejalan dengan peringatan Proklamasi Kemerdekaan. Kejurnas 1-4 di Jakarta, tapi yang ke-5 kita adakan di luar Jakarta," jelas Theo Sambuaga.

Ia menambahkan, event ini untuk menampung antusiasme kuat pemain tenis veteran. "Tenis senior ini lebih banyak hobinya dan lebih banyak berkumpul, sekaligus bertukar pengalaman, memotivasi, memompa semangat bagi yang masih muda. Bayangkan, kalau masih ada Yustedjo Tarik, Samudra Sangitan, sudah tentu membuat mereka terdorong," jelas Theo bersama rekan-rekannya ingin sukseskan Asian Games 2018 karena merupakan tanggung jawab semua.

"Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tokoh-tokoh olahraga, apalagi masyarakat olahraga seperti baveti. Oleh karena itu kita akan menyukseskan dan mengampanyekan Asian Games," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian PP Baveti Jhony Lontoh mengatakan Baveti ingin menggalakkan olahraga tenis. "Tapi, kita terkendala lapangan. Karena tidak ada, kita jadi pusing. Contoh besok, kalau hujan, lapangan kita cari di mana-mana. Saya berharap pemerintah lewat kemenpora mau peduli dengan membangun lapangan tenis. Kita mestinya malu kepada Singapura, negara kecil yang punya lapangan tenis hingga mencapai 16," ujar Jhony.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Turnamen Ferry Ratundang mengatakan, event akan mempertandingkan jenis pertandingan tunggal dan ganda khusus putra, kelompok umur 40 tahun ke atas, 45, 50, 55, 60, 65. Jordan

Angkat Besi Pertanyakan Bonus Atlet yang Tak Kunjung Cair

TERNYATA janji pemerintah untuk segera mencairkan bonus SEA Games 2017 Malaysia belum juga terealisasi. Padahal penyerahan bonus secara sombolis telah dilakukan sekitar dua pekan lalu.

“Kami sudah cek satu -satu ke atlet, tapi sampai kini belum ada di transper ke rekening masing-masing,” ujar Alamsyah Wijaya, Manager Angkat Besi kepada Wartawan, di Jakarta, Senin Sore (16/10/17).

Pada SEA Games 2O17 Malaysia, tim angkat besi meraih 2 medali emas dan dua perak. Medali emas dipersembahkan Deni (69 kg dan I Ketut Ariyana (77 kg), sementara medali perak diraih Eko Yuli ( 62 kg) dan Surahmat (56 kg).

Menurut Alamsyah, atlet sangat berharap agar bonus segera dicairkan. Apalagi, penyerahan bonus secara simbolis sudah dilakukan. ” Kami berharap sesegera mungkin dicairkan, karena atlet sangat berharap untuk keperluan hidup sehari-hari,” harap Alamsyah.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi menyerahkan bonus SEA Games 2017 Malaysia dan ASEAN Paragames bersamaan dengan hitung mundur Asian Para Games 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jumat (6/10) lalu. Penyerahan yang dilakukan secara simbolis ini masing-masing medali emas, Rp 200 juta, perak Rp 100 juta dan perunggu Rp 50 juta. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET