Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Selangkah Lagi Medina Memenangkan Duel Match

Jumat, 16 November 2018

WOMAN Grand Master Wanits (WGM) Medina Warda Aulia selangkah lagi akan memenangkan ajang duel match Japfa Chess Festival 2018. Saat bersua pecatur asal Filipina Janelle Frayna, Medina saat ini berhasil meraih 2,5 poin dari tiga babak yang dijalaninya.Ia tinggal butuh poin setengah lagi artinya cukup bermain remis di babak keempat nanti, dari lima babak yang digelar.

Poin penuh Medina saat meraih kemenangan terakhir diraih ketika mematikan langkah Janelle Frayna pada langkah ke-30 babak ketiga turnamen yang digelar di Jakarta, Kamis (15/11). Medina tampil lebih tenang menjalankan buah putih di permainan kali ini. Menggunakan pembukaan carokhan, pecatur 21 tahun tersebut lebih meyakinkan.

Bermain dengan buah putih, tentu Medina mengambil inisiatif penyerangan. Terbukti dilangkah ke 20 serangan dari tengah cukup menggebrak pertahanan lawan. Mendapat gempuran bertubi-tubi pecatur Filipina terus kedodoran dalam melakukan pertahanan.

Strategi jitu diterapkan Medina, mengetahui bahwa lawan memiliki langkah lebih unggul, ia mengorbankan pion . Strategi ini cukup jitu dimulai dari langkah ke 21. Tampaknya Janelle tidak sadar posisinya terus mengalami penurunan dengan umpan tiga pion yang diberikan Medina.

“Saat pengorbanan dengan memberikan umpan tiga pion itulah membuat permainan buah putih saya meningkat dan menjebak pertahanan lawan. Hal itu yang membuat pecatur Filipina akhirnya mengakui kalah di langkah ke 30,” kata Medina.

Apa yang dilakukan pecatur Medina itu cukup jitu. Hal itu diakui wasit catur internasional Agus Subandrijo. Menurut Agus, Medina mampu menarik ulur permainan lawan untuk memimpin jalannya pertandingan. "Strategi yang dibuat Medina dengan mengorbankan bidaknya sudah tepat. Sehingga ia bisa menguasai permainan dan mempercepat matinya raja lawan," kata Agus. Jordan

Medina Sementara Ungguli Janelle

Kamis, 15 November 2018

DITAHAN remis pecatur Filipina, Janelle Mae Frayna, di babak kedua, Pecatur nasional GMW Medina Warda Aulia masih memimpin dengan skor 1,5 VP dalam duel Mach JAPFA Chess Festival di Auditorium Kemenpora, Senayan Jakarta, Rabu (14/11).

Di babak kedua Medina memegang buah hitam dan tampaknya permainan memang diarahkan untuk bertahan. Medina hanya mengambil posisi aman sehingga tak terlalu agresif. Bahkan memasuki langkah 18, serangan Janelle sulit menembus pertahanan Medina.

Meski sempat unggul bidak, namun tidak mempengaruhi untuk merobohkan raja hitam Medina. Bahkan sempat salah langkah dan akhirnya Janelle menawarkan bermain remis. Tampaknya Medina tidak berhitung panjang dan langsung menerima bermain imbang pada langkah ke 22.

Dengan memperoleh angka setengah-setengah Medina lebih unggul dengan mengumpulkan nilai 1,5 VP. Sebab di pertandingan pertama Selasa (13/11/2018) menang atas pecatur Filipina.

“Perrtandingan kedua saya hanya bermain aman menahan semua gempuran lawan. Bahkan ketika Janelle minta membagi angka setengah-setengah atau remis saya terima, dengan pertimbangan masih unggul dalam pengumpulan nilai,” kata Medina kepada wartawan usai pertandingan.

Dengan hasil remis ini, Medina mengumpulkan nilai 1,5 VP mendapat acungan jempol dari Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto. Pasalnya, Medina bisa bermain aman dengan tarik ulur permainan. Bermain remis bisa diartikan Medina main politis untuk menggebrak di babak ketiga nantinya.

Kondisi seperti itu harus dilakukan bagi seorang pecatur memantau permainannya sendiri dalam penentuan nilai. Kalau posisinya kurang meyakinkan lebih baik menerima permintaan remis dari lawan.

Menurut Utut masih ada tiga babak lagi, sehingga segala kemungkinan masih bisa terjadi. "Tiga babak tersisa harus benar-benar fokus, jika Medina ingin memenangkan duel ini" kata Utut.

Sementara itu menyinggung even Festival JAPFA Chess ini, Wakil Ketua DPR RI memberikan acungan jempol, dimana perkembangan catur nasional mulai merata. Seperti halnya GM Susanto Megaranto yang dikalahkan pecatur bertitel nasional (MN).

Meski kekalahan Susanto bukan mutlak, karena masih ada enam babak lagi kedepannya.Bisa jadi hal itu merupakan strategi yang dilakukan Susanto dalam kejurnas kali ini. “Apapun yang terjadi saya senang bahwa catur sudah berkembang pesat diseluruh Tanah Air. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi pecatur Sumut, Jabar dan DKI Jakarta,” tambah Utut. Jordan

Menpora:Saatnya Catur Indonesia Bangkit

Rabu, 14 November 2018

IMAM Nahrawi selaku Menpora membuka JAPFA Chess Festival 2018 di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa, (13/11/2018).  Kejuaraan dimulai 13-17 November 2018,  diikuti 498 peserta dari 5 negara yakni Indonesia, India, Australia, Filipina dan Malaysia.

Menpora berterima kasih dan mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. “Saya betul-betul merasa beruntung bisa ada di sini untuk melihat festival catur. Disini penuh diisi oleh para pecatur hebat. Terima kasih JAPFA dan KONI yang terus mengembangkan olahraga catur di Indonesia," katanya.

Imam melanjutkan, olahraga catur ini menunjukkan sisi sportif, saling respek hingga saling menghargai, termasuk juga dengan para suporternya. Untuk jtu, momentum ini harus dijaga demi kejayaan olahraga Indonesia.

“Suporter catur ini saling menghargai, saling respek dan sportif. Saya membayangkan, kalau setiap RT/RW di Indonesia bermain catur, pasti situasi damai dan tentram, permasalahan yang ada mudah-mudahan beres. Karenanya, festival ini harus didukung, Kemenpora terus mendukung,” jelasnya.

Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto berharap, kejuaraan festival ini dapat berlangsung secara sportif dan juga dengan suasana yang penuh gembira. “Percasi bertekad untuk melahirkan Grand Master, dan itu lah kekuatan kita. Kita sudah melahirkan pecatur hebat seperti Irene, Susanto. Kita harap melalui kejuaraan ini dapat melahirkan pecatur-pecatur yang hebat,” katanya.

Even bergengsi ini menggelar duel meet dengan mempertemukan antara Women  Grand Master Medina Aulia (Indonesia) dengan Women Grand Master Janella Frayna (Filipina) pada dwi lomba internasional. Dalam pertandingan itu, Menpora menyempatkan diri untuk menonton langsung duel tersebut. Kejuaraan festival catur JAPFA 2018 ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp162,5 juta dan USD 1.600.

JAPFA Chess Festival 2018 juga mempertandingkan terbuka untuk umum. Dan mempertandingkan antar karyawan, wasit, juri, dan media. Dan beberapa kelompok usia. "Ini bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Kami juga berharap pentas  JAPFA Chess Festival 2018 akan hadir bibit-bibit baru untuk diandalkan menjadi pecatur hebat, harap Utut Adianto.   Jordan

Percasi-JAPFA Gelar WGM Duel Match

Sabtu, 10 November 2018

PENGURUS Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB.Percasi) bersama PT.JAPFA Comfeed Indonesia Tbk akan menggelar duel match WGM dalam ajang JAPFA Chess Festival ke-11. Duel matchh tersebut akan mempertemukan WGM Medina Wardah Aulia melawan WGM Janelle Mae Frana (Filipina).

Pertarungan dua Women Grand Master ini akan berlangsung 13-17 Nopember dengan durasi lima babak di Wisma Karsa Kemenpora Jakarta.

Menurut Ketua Umum PB.Percasi  GM Utut Adianto dalam jumpa pers resmi di Hotel Century Park Senayan Jakarta, Jumat, (9/11) mengatakan, duel match akan bertarung ketat dan ramai. Sebab keduanya memiliki bobot yang sama.

”Bagi kedua pecatur ajang ini menjadikan duel match sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas permainannya. Janelle bukan pecatur sembarangan, kemampuannya tak bisa diremehkan. Dan Medina tentu tak boleh menganggap enteng duel macth ini,”kata Utut Adianto.

Kali ini, JAPFA Chess Festival ke-11 selain menggelar duel match juga menyajikan 11 nomor pertandingan mulai dari tingkat yunior hingga senior. Utut Adianto berharap dari ajang ini akan lahir bibit-binit pecatur baru Indonesia.

Hingga saat ini sudah 18 Provinsi mendaftarkan diri ambil bagian dalam JAPFA Chess Festival 2018. ”Yang unik dari JAPFA Chess Festival ini tak hanya bicara prestasi karena ada juga peserta dari kalangan komunitas yang maniak catur. Jadi kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyalurkan hobinya,”kata Utut yang juga Wakil Ketua DPR-RI itu.

Apa yang dikatakan Utut Adianto ini seiring dengan dukungan JAPFA, perusahaan agribisnis Indonesia  terhadap pertumbuhan prestasi catur Indonesia. Salah satu dukungannya dengan mengirimkan para atlet catur Indonesia ke Olimpiade Catur di Batumi, Gerrgia beberapa waktu lalu.

Menurut pihak menejemen JAPFA bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung dunia catur Indonesia. Artsanti berharap dukungan mereka ini mampu meningkatkan elo raing para pecatur Indonesia sehingga meraih norma baik WGM maupun GM.

JAPFA tak hanya pada kegiatan Festival Catur di Indonesia saja serta Olimpiade tetapi juga di dalam berbagai kompetisi tingkat nasional ataupun internasional. Apalagi komitmen yang diberikan perusahaan untuk mendukung catur juga diimbangi dengan kesungguhan  PB.Percasi untuk mencari bibit-bibit pecatur Indonesia.

JAPFA sudah hampir 20 tahun berjalan beriringan dengan PB.Percasi dan selama dua dekade  perjalanan itu, sudah muncul pecatur-pecatur baru yang diharapkan bisa mengikuti jejak langkah GM Utut Adianto. JAPFA lah satu-satunya perusahaan yang berkesinambungan dan konsisten mendukung PB Percasi dalam membina atlet catur. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET