Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Alex:Pembangunan Sirkuit Jakabaring Libatkan Investor Swasta

Kamis, 03 November 2016

SIRKUIT Jakabaring sedang disiapkan untuk menggelar MotoGP 2018. Sirkuitnya masih dalam pengembangan dan pembangunannya membutuhkan dana ratusan miliar. Demikian ditegaskan
Menurut Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Menurut Alex, pembangunan sirkuit Jakabaring untuk MotoGP akan melibatkan investor swasta. Sebab, kata dia, kondisi APBN maupun APBD tidak memungkinkan untuk membiayai pengembangan sirkuit. "Murni swasta, karena APBN situasi sedang sulit, tidak bisa bangun untuk itu, apalagi APBD. Kami ini di Palembang ini nafsu besar, tenaga (dana) kurang. Jadi ya pakai akal. Jadi penginnya itu banyak, duit enggak ada. (Untuk menanggulanginya) ya pakai akal itu tadi," kata Alex di Sepang, Malaysia, akhir pekan kemarin.

Ia mengklaim, hebatnya Jakabaring adalah tidak sepenuhnya menggunakan dana rakyat. Pembangunan stadion Jakabaring pada 2014 lalu saja lebih banyak melibatkan dana dari pihak ketiga. "Kita bangun Jakabaring di 2014 tempo hari itu Rp 2,1 triliun. Rp 200 miliar dari APBD, Rp 300 miliar dari APBN, Rp 1,6 triliun pihak ketiga. Hebatnya Jakabaring itu tidak sepenuhnya menggunakan dana rakyat," ujarnya.

Saat ini, tambah Alex, sudah lebih dari dua investor swasta yang berminat membiayai pengembangan MotoGP. "Semuanya qualified, kita adu aja nanti. Itu dari dalam dan luar negeri ada." Investor swasta yang dilibatkan untuk pembangunan sirkuit ini tentunya berharap mendapat keuntungan lebih. Alex mengatakan, investor swasta itu dalam waktu 3 tahun bakal balik modal.

"Janji si Tilke 'kan dia sudah pengalaman, 3 tahun balik modal. Pengalaman di mana-mana begitu. Dari sirkuit 'kan ada macam-macam, bukan cuma tiket penonton, ada iklan, TV, food and beverage, belanja dan sebagainya," sebut Alex.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sadikin Aksa menyebut, pengembangan sirkuit MotoGP di Jakabaring yang melibatkan Hermann Tilke--desainer sirkuit dunia yang karyanya sudah digunakan di MotoGP dan Formula 1--hanya membutuhkan dana sekitar 30 juta euro.

"Jadi, tidak lebih dari Rp 500 miliar, masih jauh lebih kecil daripada pembangunan stadion tadi. Ini rencananya Hermann Tilke ingin membuat salah satu sirkuit paling murah di dunia, tapi speknya MotoGP," kata Sadikin. Raf


Pertamina Komit Dukung Rio Haryanto

Sabtu, 23 April 2016

PT PERTAMINA melihat sosok pembalap muda Indonesia cukup berprestasi, Rio Haryanto. Kiprah Rio sejak tahun 2010 mulai dari GP2 dan GP3. PT Pertamina (Persero) kembali memperlihatkan komitmennya dalam mendukung Rio ke ajang yang lebih tinggi.

Rio Haryanto adalah satu-satunya pembalap dari Asia di musim F1 tahun 2016, yang artinya Rio tidak hanya mewakili Indonesia tetapi juga Asia. Rio Haryanto bersaing ketat dengan pembalap asal negara-negara maju seperti Jerman, Inggris, Finlandia, Prancis, Mexico, Spanyol, Rusia, Australia, Denmark, Swedia, Belanda, dan Brazil.

Menurut M Wahab pengamat FI Indonesia, bahwa ada tiga syarat utama untuk dapat balap di F1, yaitu kemampuan, team/seat, dan dana dengan biaya yang besar. Dukungan yang diberikan oleh PT Pertamina (Persero) untuk Rio Haryanto dalam F1 adalah sebesar 5 juta Euro.

"Dalam 10-20 tahun belum tentu ada pembalap sehebat Rio. Sangat pas rasanya Pertamina menemukan dan mensponspori Rio dengan talenta seperti itu,"kata Wahab kepada wartawan.

Hingga kini, Rio Haryanto telah mencapai finish sebanyak 2 kali dari 3 race yang diikuti. Terakhir di Shanghai, Rio Haryanto, finish di depan Jolyon Palmer dari Renault yang juga rookie di F1.

Vice President Corporate Communication, Wianda Pusponegoro, menegaskan "Rio tetap semangat dalam menjalani perlombaan F1 ini dan akan bisa menuntaskan 21 race hingga akhir musim."

Wianda menambahkan, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan tim manajemen Rio dan Manor Racing untuk dapat mempersiapkan dengan maksimal, termasuk spesifikasi dan setelan kendaraan untuk Rio. Jordan


Bantuan Rio, dari Anggaran Kemenpora ke KONI Pusat

Jumat, 29 Januari 2016

ANGGARAN buat pembalap Rio Haryanto sebesar Rp. 100 miliar berasal dari anggaran Kemenpora kepada KONI Pusat tahun 2016. Demikian ditegaskan Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto. Gatot mengaku di awal plot anggaran 2016, tidak ada pos bantuan untuk Rio Haryanto.

“Kesepakatan terjadi antara Kemenpora dan KONI untuk Rio Haryanto, Jumat(22/1) lalu, merupakan revisi anggaran. Jadi bantuan anggaran dari KONI yang diperuntukkan buat beberapa cabor atau atlet, dialihkan untuk Rio Haryanto,” kata Gatot S. Dewa Broto.

Ada sekitar empat cabor yang dikorbankan dan dialihkan kepada Rio Haryanto. Namun detailnya Gatot S. Dewa Broto tidak menjawab secara tegas. Termasuk apakah bantuan untuk Rio Haryanto itu harus melalui persetujuan dari DPR terlebih dulu. “Itu nanti ada yang mengurus sendiri. Nanti Sesmenpora Alfitra Salamm yang akan menjawabnya,” terangnya.

Itu artinya, Menpora sudah memberikan dukungan dalam keikutsertaan Rio di Formula 1. "Kami telah mengumpulkan CEO dari beberapa BUMN untuk membantu pendanaan keikutsertaan Rio di F1. Pertamina sudah berkomitmen untuk membantu sebesar 5,2 juta euro, dengan persyaratan ada komitmen dari pihak lain2 yang akan ikut membantu.

Pada Jumat (22/1) yang lalu sudah ditandatangani Mou antara pihak KONI dengan PT. Kiki Sport selaku manajemen dari Rio Haryanto dalam rangka untuk membantu penganggaran terkait keikutsertaan Rio Haryanto dalam Formula 1. Bantuan yang akan diberikan KONI adalah sebesar 100 miliar yang bersumber dari bantuan Kemenpora," ujar Gatot.

"Mudah-mudahan cepat terealisasi dan kepastian saya dapat membayar uang jamiman itu. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih mendapat kabar baik bahwa, pada tanggal 22 Januari 2016 telah terkumpul dana sebesar 100 miliar rupiah dan bantuan dari Pertamina sebesar 5,2 juta Euro untuk digunakan oleh saya berlaga di Formula 1. Saya sangat berterima kasih sekali kepada Kemenpora dan pemerintah atas dukungan dan bantuan ini," kata Rio.

Sementara itu Marketing Manager Kiki Sport Indah Pennywati yang juga ibu kandung dari Rio Haryanto menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden yang telah menugaskan Menpora Iman Nahrawi untuk mendukung Rio Haryanto dalam keikutsertaannya pada ajang Formula 1.

"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, Pertamina dan BUMN yang telah mendukung Rio untuk berlaga di Formula 1. Kita berharap minggu depan akan mendapat kabar baik dari Tim F-1 Manor terkait dengan keikutsertaan Rio di Formula 1" kata Indah. Jordan

Menpora Dukung Ali untuk Go Internasional

Rabu, 20 Januari 2016

USAI bertemu pembalap muda Ali Ardin, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi berjanji akan membantu pebalap muda Indonesia, Ali Ardian untuk go Internasional, dan akan tampl di ajang Moto2, MotoGP 2017.

Kemenpora akan tetap mendukung dan mensupport para pemudanya untuk meraih prestasi gemilang di kancah olahraga dunia. “Yang pasti kita support dan dukung agar lagu Indonesia Raya dan Merah Putih berkibar di level internasional. Saya kira Ikatan motor Indonesia (IMI), dan Pertamina harus turut membantu. Dalam hal ini kita harus saling bekerjasama dan mendukung,” ungkapnya.

Menurut menpora, Ali mempunyai potensi untuk bersaing dengan pembalap level internasional. Sehingga jangan sampai potensi yang ada akan sia-sia karena tidak disalurkan dengan baik. Bahkan jika bisa, Ali sudah mampu menjadi ‘local hero’ saat Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2017. “Ini kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkenalkan kepada dunia. Bahwa Indonesia juga mempunyai pebalap yang berkelas,” tegasnya.

Sementara itu Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik menyatakan, pihaknya akan memback up dari persediaan dana. Djoko akan meminta kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membantu Ali supaya bisa berlaga di Moto2 tahun depan.
“Salah satunya adalah Pertamina. Saya harap ada BUMN lain seperti yang lain. Karena balap ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” terangnya.

Ali Adrianan merupakan pebalap muda yang berlaga di Eropa sejak 2012. Saat ini fokus ke Moto2, gelaran balap motor setingkat di bawah Moto GP. Tahun ini, ia berniat lebih fokus untuk menembus kejuaraan dunia balap motor Moto2 dan pada tahun 2017 bisa ikut berpartisipasi. Pada 2015 lalu Ali, sempat naik podium di beberapa seri championship di Spanyol bersama managernya David Garcia.

“Alhamdulillah saya bersama manager David Garcia dapat berprestasi di beberapa seri di Spanyol, David waktu itu sempat juga menghadap dengan Pak Menteri, beliau adalah pemilik tiga sirkuit di Spanyol dan 6 tahun berturut-turut menjadi sirkuit terbaik di Dunia,” kata pria ganteng kelahiran Jakarta 29 September1993 itu.

Ali diberikan tawaran untuk bergabung pada tim Spanyol Stop and Go Racing guna masuk di gelaran bergengsi balap motor Moto 2 setingkat di bawah Moto GP dengan membawa sponsor dan dukungan dana. “Kendala saya dari dahulu kala sama terus pak yakni pendanaan, untuk masuk melaju ke Moto2 harus ada sponsor dengan dana 2,5 juta dolar setara dengan Rp 36 miliar,” tandasnya.

Dalam kesempatan berbeda Sekretaris Jendral Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Jeffrey JP, menuturkan, dengan membantu Ali berlaga di balapan roda dua paling elit ini. Maka bisa selaras dengan Kemenpora yang akan menjadi penyelenggara MotoGP di Indonesia. Jordan

Tinton:Berharap Payung Hukum Segera Diterbitkan

PAYUNG hukum dari pemerintah diharapkan segera turun dalam upaya merenovasi Sirkuit International Sentul Bogor, Jawa Barat, yang akan menggelar balapan MotoGP 2017 mendatang. Demikian dikatakan Direktur PT Sarana Sirkuitindo Utama (SSU), Tinton Soeprapto.

“Kami selaku pihak pengelola, paying hokum itu segera diterbitkan. Apalagi semua persyaratan sudah kami penuhi. Kami tinggal menunggu payung hukumnya saja dari pemerintah,” kata Tinton Soeprapto usai menghadap Menpora, Imam Nahrowi, tiga persyaratan yang diajukan oleh pemerintah sudah terpenuhi, Rabu (19/1).

Menurut Tinton pihaknya juga sudah siap jika diminta untuk mepresentasikan ke Menko PMK mengenai masterplan renovasi sirkuit. Tapi, ia akan membuatnya dalam bahasa Inggris.“Saya jamin surat itu sudah siap dalam bahasa Inggris, Jumat besok (22/1). Kami siap mempresentasikan mengenai keuntungan menggelar event ini, selain dari sisi pariwisata maupun dari prestasi. Saya yakin dari eevent ini akan lahir pebalap nasional yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara,” katanya.

Masih menurut Ayah Kandung dari Anggota Komisi X DPR Moreno Soeprapto ini sebenarnya, proses renovasi sirkuit itu tidak hanya terganntung pada pemerintah tapi juga bisa dilakukan dengan bantuan dana dari pihak swasta.

“Logikanya daripada kita membangun sirkuit baru yang belum tentu mendapat homologasi atau pengakuan dari FIA dan pembangunannya memakan waktu lama, mendingan sirkuit yang sudah ada dan telah mendapat pengakuan international ini kita make-up lagi,” tandasya. Jordan

Prasetyo Edi Usung Konsep Profesional di IMI

Selasa, 15 Desember 2015

CALON Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk periode 2015-2019 Prasetyo Edi Marsudi mengatakan bahwa jiwanya masih dekat dengan roda dua, meskipun saat ini lebih sering berkecimpung di olahraga otomotif roda empat.

"Awal kedekatan saya dengan dunia otomotif justru dimulai dari roda dua, sempat menggunakan motor dua-tak di lintasan aspal dan motorcross. Hingga saat ini pun saya gemar menggunakan motor trail untuk survey lintasan. Jadi, walaupun saya banyak di roda empat, roda dua tetap memiliki tempat khusus di hati saya," kata Prass panggilan akrab calon ketua IMI yang juga masih aktif berlaga di "off-road" itu, di Jakarta, awal pekan ini.

Prasetyo menyempatkan diri hadir pada ajang Bikers Summit 2015 yang didedikasikan bagi penggemar roda dua, di Sirkuit Internasional Sentul pada Sabtu (12/12), dan dia mendapat sambutan hangat oleh komunitas roda dua. Meski dikenal sebagai pebalap roda empat, ternyata Prass juga cukup dekat dengan para tokoh dan penggemar motor roda dua di tanah air.

Pada acara Bikers Summit yang digagas IMBI Djadoel tersebut, beberapa tokoh otomotif nasional seperti Tinton Soeprapto, Jendral Pol (Purn.) Roesmanhadi, Lola Moenek, dan Andre Dumais turut hadir. Enduro Bikers Summit 2015 ini berlangsung dengan nuansa silaturahmi akbar para pelaku roda dua dari berbagai latar belakang dan berbagai daerah di Indonesia.

Pada silaturahmi ini, beberapa tokoh otomotif nasional dan penggemar roda dua juga menunjukkan dukungannya secara langsung terhadap pencalonan Prass pada Musyawarah Nasional Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang akan berlangsung 19 Desember 2015 di Jakarta. Mereka percaya dengan kapabilitas Prass yang masih aktif sebagai pebalap dalam menghadapi masalah organisasi hingga teknis di lapangan.

"Konsep Profesional, respect, aktif, sosial, dan solid yang akan saya bawa ke kepengurusan IMI lahir dari pengalaman saya selama ini sebagai pelaku otomotif selama lebih dari 30 tahun. Di kalangan roda dua sendiri rasa saling menghormati, aktif, dan solid sangat terasa karena komunitas motor cenderung lebih aktif melaksanakan berbagai kegiatan secara bersama-sama," katanya.

"Ke depannya, saya berharap dapat meningkatkan sisi profesionalitas setiap gelaran roda dua agar dapat menjadi ajang pembinaan dan wisata sehingga memberikan manfaat sosial yang lebih luas," tambah Prass.

Sementara itu pembalap Ananda Mikola memuji Prass sebagai atlet otomotif yang berjiwa sportif. "Saya mengenal Prass sebagai pribadi yang tulus dan sangat menghargai orang lain. Ia juga sangat inovatif dan dekat dengan banyak kalangan. Semoga saja di bawah pimpinan Prass, IMI ke depan akan semakin maju dan kembali ke khitahnya," kata Ananda. Jordan

Surat Garansi Rio untuk Tampil di FI

Sabtu, 12 Desember 2015

PEMBALAP Rio Haryanto kini bernafas lega. Pasalnya Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi memberikan surat garansi bagi Rio Haryanto untuk tampil di Formula 1 2016. Hal itu disampaikan oleh Sesmenpora Alfitra Salam kepada wartawan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/12/2015).

"Menpora sangat mendukung cta-cita Rio tampil di ajang paling bergenggi FI. Terbukti beliau sanggup memberikan surat garansi agar Rio bisa ikut F1 musim depan. Setelah ini Pak Menteri akan terus berkomunikasi dengan BUMN dan Pertamina," kata Alfitra.

Dengan keluarnya surat tersebut membuat Ibunda Rio, Indah Pennywati, lega dan senang. Sebab putranya akhirnya bisa bertemu langsung dengan Menpora. Apalagi, Menpora telah memberikan surat garansi untuk Rio. "Kami sangat bahagia dengan dukungan Pak Menpora selaku wakil pemerintah untuk mendukung Rio dengan memberikan surat garansi," tutur Indah dalam konferensi pers.

"Kami wakil dari Rio Haryanto mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kemenpora dan Pemerintah Indonesia karena mendukung anak saya ke Formula 1," lanjut Indah. Indah menambahkan, masuknya Rio ke Formula 1 akan membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.

Menurutnya bahwa ini adalah kesempatan emas yang harus dilaksanakan tahun depan karena banyak sekali yang mengharapkan Rio untuk ikut Formula. Rio sudah mendapatkan surat penawaran dari tim F1, Manor, untuk menjadi pebalap mereka musim depan. Itu artinya Rio bakal menjadi pebalap pertama Indonsia yang bisa tampil di ajang FI. (Jordan)

Prass 86 Siap Bersaing di Munas IMI

Selasa, 08 Desember 2015

KETUA DPRD DKI, Prasetyo Edi "Prass 86" Marsudi menyatakan siap tempur di pemilihan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang baru periode 2015-2019. Pemilihan bakal dilakukan pada Kongres IMI yang bakal digelar 18 Desember mendatang di Hotel Borobudur Jakarta. Rencana awal akan diadakan di Makassar, namun karena sesuatu hal, dibatalkan.

Sebelumnya Sadikin Akhsa telah menyatakan kesediannya untuk maju. Dengan demikian Prass bakal menjadi penantang serius bagi Sadikin Aksa yang notabene kini menjabat Wakil Ketua IMI periode 2011-2015. Usai menyerahkan surat rekomendasi dukungan dari 15 Pengprov IMI, pembalap yang akarab dipanggil Prass 86 itu langsung gelar deklarasi di sebuah restoran di bilangan Senayan.

"Saya maju karena melihat kondisi yang miris. Saat ini, IMI seakan tak ada. Komunitas, pembalap dan pemerintah tidak sinergi dengan IMI. Komunitas seakan digeletakin begitu saja. Sebetulnya IMI itu terbentuk karena adanya komunitas," katanya kepada wartawan,Senin (7/12/2015).

Menurut Pembalap offroad itu apresiasi usaha yang sudah dilakukan Ketua IMI sekarang, Nanan Soekarna yang sudah membangun sistem. "Pak Nanan sudah bangun sistem, tapi di bawahnya tidak jalan. Maka itu, target pertama saya jika terpilih nanti yaitu membenahi organisasi," ujarnya.

Dia mengaku sangat menyayangkan tidak adanya usaha IMI untuk membantu para atlet yang ingin go internasional. "IMI itu cuma kasih rekomendasi saja, mana usaha lain? Lihat saja bagaimana usaha Rio Haryanto mendapatkan satu seat saja di F1 itu tidak gampang. Kalau IMI bergerak dan punya hubungan baik dengan pengusaha dan pemerintah, masalah pendanaan Rio tidak sulit," tambahnya.

Politisi asal PDI Perjuangan ini mengaku tak akan kesulitan untuk membagi waktu antara tugas di IMI dan DPRD DKI Jakarta. "Dengan jabatan saya ketua DPRD saya akan repot. Ini kan hobi. Yang penting di bawah saya kuat, mungkin saya akan siapkan tiga wakil ketua umum. Kalau sekarang tidak," tandasnya. (Jordan)

Rio Kibarkan Merah-Putih di Austria

Minggu, 21 Juni 2015

AKHIRNYA Tekad pebalap nasional Rio Haryanto untuk naik podium tercapai. Rio berhasil menjuarai race kedua atau "sprint race" seri keempat lomba balap mobil GP2 Series di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Minggu waktu setempat.

Rio yang tergabung di tim Campos Racing ini berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di puncak podium. Pebalap asal Solo, Jateng, yang memulai star pada urutan kedua ini menyentuh garis finis dengan catatan waktu 35:57,944 dari 28 kali putaran sedangkan posisi kedua ditempati pebalap tim ART Grand Prix Stoffel Vandoorne dengan catatan waktu 35:58,394 kemudian ketiga ditempati N Matsushita dari tim ART Grand Prix dengan catatan waktu 35:58,849.

Rekan satu tim Rio Haryanto di Campos Racing, Arthur Pic yang berasal dari Prancis menempati posisi ke-11 dengan catatan waktu 36:19,978. Dengan hasil ini Rio Haryanto yang mendapat dukungan penuh dari Pertamina ini berhasil menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan total nilai 70 mengingat pada lomba seri keempat di Austria ini yang bersangkutan berhasil mendapat tambahan nilai 21, sedangkan peringkat pertama masih ditempati Stoffel Vandoorne dengan total nilai 155 sedangkan kedua Alexander Rossi (DAMS) dengan nilai 79.

Pada lomba di Austria ini, sesaat balapan dimulai, Rio langsung menyodok ke posisi pertama dengan menyalip Nick Yelloly sebelum tikungan pertama. Yelloly sendiri kemudian terlibat kecelakaan dengan Alexander Rossi. Sementara itu, Rio melesat ke depan dan ditempel Artem Markelov dengan jarak 0,3-0,7 detik saja selama beberapa lap.

Di lap 14, Markelov yang dipersenjatai Drag Reduction System (DRS) mencoba menyalip Rio dari sisi dalam menuju tikungan nomor 3 namun pembalap asal Rusia tersebut menyenggol Rio dan melebar ke gravel. Elemen atas sayap depan kanan Rio pun rusak sedangkan Markelov melorot ke belakang. Jika saja Rio tidak bereaksi dengan memberi ruang pada Markelov, maka Rio bisa saja ikut tersingkir dari perebutan juara.

Selanjutnya Rio harus menahan tekanan dari Stoffel Vandoorne dengan kondisi mobil yang tidak sempurna. Hal ini semakin berat bagi Rio karena Vandoorne pun selalu berjarak kurang dari detik di belakangnya dan pembalap asal Belgia tersebut dapat menggunakan DRS di dua zona aktivasi dalam satu putaran. Setelah 28 putaran yang ketat, akhirnya, Rio berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di posisi podium teratas. Rio kembali menunjukkan bakat dan keahliannya meski kondisi mobil tidak prima dan para pembalap di belakangnya terbantu oleh DRS.

Bagi Rio ini adalah kemenangan kedua musim ini setelah menjadi juara di sprin race Bahrain beberapa waktu lalu. Dukungan seluruh masyarakat Indonesia sangat berarti bagi Rio untuk berlomba di Kejuaraan Dunia Formula 1 tahun 2016.

Adik kandung Roy Haryanto ini mengatakan, kunci kemenangan kali ini ada pada star dirinya yang berlangsung dengan baik. Meski demikian, balapan masih tersisa 28 lap. "Saya mencoba membangun jarak di depan namun cukup sulit karena mobil di belakang yang berjarak kurang dari satu detik selalu menggunakan DRS. Saya harus mengemudi sebaik mungkin dengan menghindari kesalahan di bawah tekanan yang besar," katanya.

"Saat Markelov mencoba menyalip, saya awalnya membuka jalan baginya namun kontak tidak bisa dihindari. Sayap depan saya pun rusak dan sulit untuk melalui tikungan berkecepatan tinggi. Secara keseluruhan, saya sangat bahagia dengan hasil hari ini. Mudah-mudahan kemenangan selanjutnya datang. Terima kasih atas semua dukungan yang luar biasa," kata Rio Haryanto. (Jordan)

Hasil Astria dalam 28 LAPS:
Pos Driver Team Gap
1 Rio Haryanto Campos Racing 35m57.944s
2 Stoffel Vandoorne ART Grand Prix 0.450s
3 Nobuharu Matsushita ART Grand Prix 0.905s
4 Sergey Sirotkin Rapax 1.368s
5 Mitchell Evans RUSSIAN TIME 3.395s
6 Pierre Gasly DAMS 6.362s
7 Jordan King Racing Engineering 6.722s
8 Alexander Rossi Racing Engineering 7.929s
9 Robert Visoiu Rapax 19.389s
10 Raffaele Marciello Trident 19.942s

Klasmen Sementara:
Pos Driver Points
1 Stoffel Vandoorne 155
2 Alexander Rossi 79
3 Rio Haryanto 70
4 Sergey Sirotkin 46
5 Alex Lynn 42

Rio Target Podium di Austria

Kamis, 18 Juni 2015

RIO Haryanto menyatakan siap tampil pada seri keempat lomba balap mobil GP2 Series di Sirkuit Red Bull Ring Spielberg, Austria, 18-21 Juli 2015. Cep Goldia, Media Relations Rio Haryanto dalam surat elektronik yang diterima di Semarang, Jateng, Kamis, menyebutkan pebalap asal Surakarta yang didukung Pertamina tersebut, kini berada di posisi ketiga klasemen dan masih berpeluang besar merebut gelar juara umum GP2 2015.

Rio mengatakan meskipun terdapat jeda satu bulan dari putaran sebelumnya di Monako, ia tidak banyak memakai waktu untuk beristirahat. "Demi mendapatkan performa terbaik di lintasan, saya tetap harus menjaga kebugaran fisik saya dan berlatih bersama tim Campos Racing di Spanyol," katanya.

Adik kandung Roy Haryanto yang tergabung di tim Campos Racing itu, menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan total nilai 49, sedangkan peringkat pertama ditempati pebalap Stoffel Vandoorne dari tim ART Grand Prix dengan total nilai 114, kemudian kedua adalah Alexander Rossi dari tim DAMS dengan nilai 70.

Sirkuit Red Bull Ring sepanjang 4,326 km itu adalah reinkarnasi dari sirkuit Osterrichring yang merupakan tuan rumah Grand Prix Austria pada periode 1970-1987. Setelah melalui perubahan besar-besaran, Osterrichring berubah nama menjadi A1-Ring dan menggelar balapan F1 musim 1997-2003. Renovasi tambahan kemudian dilaksanakan untuk kembali menggelar pentas jet darat sejak 2014 dengan nama sirkuit yang dikenal sekarang.

Dua zona aktivasi Drag Reduction System (DRS) terdapat di trek lurus star/finis serta di antara tikungan nomor dua dan tiga. Zona pertama mengikuti kontur trek yang menanjak sedangkan zona kedua meliputi lintasan yang menurun. Red Bull Ring tidak memiliki sektor teknis dengan tikungan tajam berkecepatan rendah dalam wujud "hairpin" atau "chicane".

Untuk event akhir pekan ini, ban berkompon medium dan supersoft disediakan oleh Pirelli. Memakai satu kelompok kualifikasi, pencarian clean lap akan kembali krusial untuk mencetak pole position. Meski lintasan cukup lebar, negoisasi lalu lintas melewati 25 mobil lain tidak selalu mudah.

"Tahun lalu adalah kesempatan pertama saya berlaga di Red Bull Ring. Meski belum berhasil mendulang poin di sini, saya yakin tahun ini akan meraih hasil yang lebih baik berbekal pengalaman yang telah dipetik sebelumnya. Mohon dukungannya supaya Merah Putih bisa berkibar di puncak podium," katanya. (Raf)

Rio Bertekad Naik Podium di Barcelona

Jumat, 08 Mei 2015

PEMBALAP muda kebanggaan Indonesia Rio Haryanto siap tampil pada seri kedua lomba balap mobil GP2 Series 2015 di Sirkuit Catalunya Barcelona, Spanyol, 8-10 Mei mendatang.

Demikian dijelaskan Ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati ketika dihubungi dari Semarang, Jateng, Kamis, mengatakan, seperti biasa menjelang tampil pada lomba balap mobil, Rio Haryanto yang tergabung dengan tim Campos Racing selalu melakukan persiapan fisik dan teknik.

"Usai tampil pada seri pertama di Bahrain beberapa waktu lalu, Rio Haryanto berada di markas timnya di Valencia, Spanyol, untuk melakukan evaluasi sekaligus persiapan untuk seri kedua di Barcelona," katanya seperti yang dilansir dari LKBN Antara.

Menurut dia, untuk latihan fisik, Rio Haryanto harus menjalani berbagai latihan seperti lari jarak jauh, angkat beban, atau berenang untuk memperkuat otot-otot leher, lengan, dan kaki.

Saat mengemudi dalam kecepatan yang tinggi, kata dia, koordinasi antara mata dan tangan yang baik sangat diperlukan sehingga Rio juga harus mendapatkan asupan nutrisi yang sehat dan berimbang.

Kemudian untuk teknik, kata dia, Rio Haryanto melakukan simulator dengan mobilnya. Rio yang mendapat dukungan dari Pertamina ini belajar soal akselerasi dan deselarasi mobilnya supaya dapat menghasilkan "g-force" yang mencapai angka lima, artinya Rio harus menahan beban hingga lima kali berat badannya saat mengemudi.

Pada seri kedua di Barcelona, Spanyol, tersebut akan dibagi dalam dua race. Race pertama atau "feature race" pada Sabtu (9/5) menempuh 37 putaran sejauh 172,237 kilometer kemudian race kedua atau Minggu (10/5) menempuh 26 putaran sejauh 121,030 kilometer.

Sebelumnya pada Jumat (8/5) akan dilakukan babak kualifikasi untuk menentukan nomor star para pebalap yang tampil pada race pertama. Pada seri pembuka lomba balap mobil GP2 Series di Bahrain (17-19 April), Rio mencatat hasil yang baik karena berhasil keluar sebagai juara pada "sprint race" dan runner-up pada "feature race".

Dengan hasil yang dicapai pada seri pembuka ini, pebalap berusia 22 tahun ini untuk sementara menempati posisi kedua klasemen GP2 Series 2015 dengan total nilai 33 (yaitu pada race pertama mendapat poin 18 sedangkan race kedua mendapat poin 15).

Peringkat pertama ditempati pebalap Stoffel Vandoorne dengan total nilai 43 (race pertama mendapat poin 31 sedangkan kedua mendapat poin 12), kemudian peringkat ketida direbut pebalap Alexander Rossi dengan total nilai 23.

Sementara itu secara tim, peringkat pertama ditempati tim ART Grand Prix dengan total nilai 50 disusul tim Racing Engineering dengan total nilai 35 sedangkan Rio Haryanto yang berduet dengan pebalap Prancis Arthur Pic di Campos Racing menempati peringkat ketiga dengan total nilai 33. (Raf)

Rio Berharap Sukses di 2015 Lanjut ke FI

Rabu, 25 Maret 2015

SATU-satunya Pebalap Indonesia yang tetap eksis adalah Rio Haryanto kembali akan berlaga di ajang GP2 series 2015.Rio optimis mengukir prestasi bersama tim Campos Racing di musim 2015 ini, yang akan mulai digelar pada 18 April 2015 di Bahrain International Circuit, Sakhir, Bahrain.

Tim Campos Racing didirikan pada 1998 oleh mantan pebalap Formula 1, R Campos. Tim asal Spanyol ini merebut gelar GP2 Series pada 2008 dan tampil sebagai kompetitor papan atas di berbagai nomor balap. Alumni Campos Racing yang pernah berlaga di F1 di antaranya Fernando Alonso, Marc Gene, Giorgio Pantano, Lucas di Grassi, dan Vitaly Petrov.

Hebatnya lagi Tim ini diperkuat oleh Technical Director Phillipe Gautheron yang merupakan salah satu orang paling berpengalaman di dunia motorsport. Guatheron sudah berkarier selama hampir tiga dekade dan berhasil mencetak sejumlah pebalap juara.

Dalam mengarungi GP2 Series musim 2015, Rio akan kembali didukung Pertamina sebagai sponsor utama. Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina mendukung putra bangsa berprestasi Indonesia di kancah internasional.
Dalam mencari setelan mobil terbaik, Rio bakal dibantu oleh race engineer Emilio Lozano yang sangat terbuka dan koorperatif.

"Saya berharap bisa tampil cemerlang pada tahun ini dan bisa meraih papan atas. Saya merasa nyaman dengan Campos," kata Rio kepada wartawan yang digelar di Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Sementara itu Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, menyatakan bergabungnya Rio dengan tim baru tersebut memberikan harapan dan kesempatan baru baginya dalam mencetak prestasi lebih baik di GP2 2015.

Adik kandung Roy Haryanto ini mengawali kariernya dengan menjuarai ajang gokart nasional dan internasional. Pebalap asal Surakarta tersebut menjuarai Formula Renault Asia 2.0 pada 2008 dan mendominasi Formula BMW Asia Pasifik pada 2009. Dia kemudian melangkah naik ke ajang GP3 pada tahun berikutnya dab beberapa kali naik podium serta membentuk reputasi tangguh di atas lintasan basah. Kerja keras pebalap berusia 22 tahun tersebut dalam dua musim GP3 membuahkan tiga kemenangan, dua di antaranya diwarnai cuaca hujan yang menyulitkan pebalap lain.

Sejak 2012, Rio berkompetisi penuh di ajang GP2. Di atas trek basah, Rio sukses mencetak pole position dan lap tercepat di sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia. Dia lalu naik podium di di Silverstone, Inggris, dan sirkuit jalan raya Monte Carlo, Monaco.

Dalam kesempatan yang sama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Adhyaksa Dault berharap Menpora baru bisa mendukung penuh perjuangan pembalap GP2 asal Indonesia, Rio Haryanto dalam mengharumkan nama Indonesia. Di 2015 ini merupakan langkalam awal pebalap muda GP2 asal Indonesia, Rio Haryanto untuk membuka peluang promosi ke Formula 1 (F1). Disponsori oleh Pertamina, pria asal Surakarta tersebut bakal bersaing dengan 25 pembalap dari seluruh dunia.

"Tahun 2015 ini adalah kesempatan Rio kali ini bisa dibilang Now or Never, kalau bukan sekarang bakal tidak ada peluang ke F1 sama sekali. Ini harus negara yang dukung, karena faktanya Rio sudah dilewati dua pebalap seangkatannya yang promosi duluan ke F1," kata Adhyaksa.

Adhyaksa lebih lanjut menytakan jangan karena alasan terbatas masalah pendanaan. Jaman saya, anggaran untuk olahraga kurang dari satu triliun. Sekarang saya dengar sudah Rp 3 triliun, tolong koreksi saya. Coba juga libatkan bank-bank besar untuk mensponsori Rio. “Saya takut kalau berlama-lama di GP2, dia terganjal persoalan umur untuk ke F1. Ini lah saatnya bagi Rio,"tandas Adhyaksa. (Jordan)




Menpora Dukung Rafid dan Nurgianto Berlomba di Valencia

Kamis, 13 November 2014

MENPORA Imam Nahrawi meminta secara kusus kepada dua pembalap Indonesia Rafid Topan dan M Nurgianto yang akan turun ke kejuaraan dunia balap motor Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) CEV 2014 di Valencia, Spanyol. Agar menjaga nama baik Indonesia diajang tersebut, tentunya dengan membuat prestasi membanggakan. Dengan naik podium sebagai juara pertama dan tentunya Bendera Merah-Putih dikibarkan dan lagu Indonesia raya dikumandangkan.

“Saya beharap kedua pembalap ini membuat prestasi membanggakan bagi bangsa Indonesia. Sehinggadi mata dunia kita akan dihargai,” kata Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Djoko Pekik Irianto dan Staf Ahli Tunas Dwidharto, hari Selasa (11/11) pagi saat menerima Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nanan Soekarna, Ketua IMI DKI A Judiarto dan dua pembalap itu dan rombongan.

Dalam pertemuan itu Ketua IMI Nanan Soekarna menyampaikan beberapa program yang selama ini sudah dilaksanakan oleh IMI salah satunya adalah mengantarkan dua pembalap Indonesia Rafid Topan dan M Nurgianto yang akan ikut pada kejuaraan dunia FIM CEV 2014 di Valencia, Spanyol. "Terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah menerima kami. Alhamdulilah, dua pembalap kebanggaan kita yakni Rafid Topan dan M Nurgianto akan ikut kejuaraan dunia FIM CEV di Spanyol, mohon doanya agar mereka sukses," kata Nanan.

Mantan Wakapolri itu memberi masukkan kepada Menpora mengenai kondisi olahraga balap di Indonesia. Menurutnya saat ini penggemar balap motor di Indonesia luar biasa, khususnya di daerah-daerah. Hanya saja fasilitas atau tempat yang menjadi wadah bagi mereka belum ada. Oleh karena itu IMI sangat mendukung dengan rencana Pemda DKI yang ingin membangun sirkuit di daerah Jakarta.

"Sebenarnya banyak pemuda kita yang memiliki hobi dan bakat di bidang balap motor atau mobil, hanya mereka belum ada tempat yang tepat untuk menyalurkannya sehingga mereka lari ke jalanan. Saya sangat senang jika pemerintah mendukung peembangunan sirkuit sebagai wadah bagi mereka," tambahnya.

Menpora menyambut positif dan senang dua pembalap Indonesia yakni, Rafid Topan dan M Nurgianto bisa ikut turun di kejuaraan dunia FIM CEV di Valencia, Spanyol. "Ini suatu kebangaan bagi kita. Saya sebagai Menpora dan wakil pemerintah ikut mendoakan agar Topan dan Nurgianto bisa sukses pada kejuaraan tersebut. Mengenai masukkan untul olahraga balap Indonesia kita akan dukung dan cari rumusan baru untuk kemajuan olahraga ini," tandas Menpora. (Jordan)




Rio SB Tercepat Seri 3 ISOM

Senin, 18 Agustus 2014

Perhelatan Seri ke III Indonesia Series of Motorsport (ISOM) 2014 (17/08) di Sirkuit Sentul, Bogor di Kejurnas Indonesia Touring Car Champions (ITCC) 2014 berlangsung sengit. Sebab tiga pembalap bertarung ketat antara Rio, Alvin dan Fino hingga finis.

Namun akhirnya Rio lah yang finis diurutan pertama disusul pembalap kawakan Alvin Bahar, dan Fino Laksono dari tim GT Radial Nippon Paint Racing Team yang mengendarai Honda Jazz harus puas diposisi ketiga. Pada Race R-6 sempat terjadi pertarungan sengit antara Fino dan dan Alvin. Kedua pembalap ini sempat saling mendahului. Berkat kepiawaan pembalap Alvin dengan segudang pengalaman mampu mengatasi Fino.

Fino menyadari bahwa seri 3 ini berlangsung cukup sengit dan dramatis. “Sebenarnya saya punya kesempatan meraih posisi kedua. Pertarungan tadi memang berlangsung cukup ketat, terutama antara saya dan Alvin,” kata Fino.

Masih menurut pembalap klub Dapur Pacu ini menyatakan hasil ini akan menjadi evaluasi kami dan tim agar pada seri ISSOM berikutnya kami bisa tampil lebih baik lagi. Dirinya mengatakan pada Seri berikutnya mempunyai keyakinan akan meraih prestasi yang jauh lebih baik lagi. “Hasil race hari ini menjadi bahan evaluasi agar pada seri berikutnya tidak ada lagi kesalahan atau kendala pada kendaraan saya,” janji Fino.

Sementara sang jawara Rio SB menyatakan seri 3 ini praktis menjadi miliknya. Sebab sesungguhnya pertarungan hanya berlangsung pada perebutan posisi kedua antara Alvin dan Fino. “Saya memanfaatkan pertarungan mereka. Kedua bepacu untuk saling menyalip. Tapi saya lebih sedikit diuntungkan. Saya besyukur akhirnya menjadi yang terbaik di seri 3 ini,”jelas Rio. (Jordan)

Yamaha Kuasai Seri III Indoprix 2014

Selasa, 12 Agustus 2014

TIM Yamaha Tmpil dominn di Seri III Indoprix yang berlangsung di Sirkuit Sentul, pada Minggu (10/8). Seri III kali ini diwarnai insiden tewasnya pembalap Denny Triyugo pada Sabtu (9/8), saat berlangsung babak kualifikasi.

Denny mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani operasi pendarahan otak yang dideritanya akibat terjatuh saat free practice seri ke-3 Indoprix di sirkuit Sentul Karting International. Sukses Yamaha itu dipersembahkan bagi pembalap Denny Triyugo. Menurut M Abidi GM Service and Motosport Yamaha Indonesia.

"Bagi kami peristiwa ini, adalah duka yang mendalam. Denny sahabat dan bagian dari keluarga kami. Dia pernah membalap untuk Yamaha dan meninggalkan kenangan-kenangan membahagiakan. Untuk itu kami mempersembahkan kemenangan di seri ke-3 ini untuk dia dan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan," ujar M.Abidin, GM Service and Motorsport Yamaha Indonesia.

Hal senada disampaikan Manager Motorsport Yamaha Indonesia Supriyanto pun turut menyampaikan belasungkawa. "Dukacita mendalam bagi dunia otomotif Indonesia. Kiprah Denny akan selalu dikenang dan kebanggaan bagi Yamaha pula dia pernah memberikan gelar Indoprix di tahun 2010 dan 2011," cetus Supriyanto.

Para pebalap Yamaha Indonesia yang berjaya di seri ini pun memberikan kemenangan mereka untuk Denny. Sigit Purno Harjono (Sigit PD) dan Fitriansyah Kete yang jadi jawara kelas 125cc dan 110cc bersama Jupiter Z1 tampil dominan. Sigit naik podium kedua pada race 1, lalu terdepan pada race 2. Kete podium pertama pada race 1 dan podium kedua pada race 2.

Tim Yamaha kali ini memnag tampil sangat luar biasa ditunjukkan dengan menempatkan pembalap-pembalapnya di peringkat 7 teratas kelas 125cc dan lima rider di posisi 6 teratas kelas 110cc. (Jordan)



Hasil Race Seri 3 Indoprix 2014:
Race 1 Kelas 125cc
1. Yoga Adi Pratama (Yamaha Yamalube RPM NHK) 22 menit 40,455 detik
2. Sigit PD (TDR Yamaha Yonk Jaya) 22 menit 41,328 detik – Jupiter Z1
3. Irwan Ardiansyah (Yamaha Yamalube Nissin Gandasari) 22 menit 42,441 detik

Race 2 Kelas 125cc
1.Sigit PD (TDR Yamaha Yonk Jaya) 22 menit 40,695 detik – Jupiter Z1
2.Irwan Ardiansyah (Yamaha Yamalube Nissin Gandasari) 22 menit 41,465 detik
3.Galang Hendra (TDR Yamaha Yonk Jaya) 22 menit 43,404 detik

Total Poin
1. Sigit PD (TDR Yamaha Yonk Jaya) 45 poin - Jupiter Z1
2. Yoga Adi Pratama (Yamaha Yamalube RPM NHK) 38 poin
3. Irwan Ardiansyah (Yamaha Yamalube Nissin Gandasari) 36 poin

Race 1 Kelas 110cc
1. Fitriansyah Kete (Yamaha Tunggal Jaya) 22 menit 49,739 detik – Jupiter Z1
2. I Gede Arya (Honda) 22 menit 51,218 detik
3. Irwan Ardiansyah (Yamaha Yamalube Nissin Gandasari) 22 menit 52,123 detik
4. Sigit PD (TDR Yamaha Yonk Jaya) 22 menit 52,256 detik – Jupiter Z1

Race 2 Kelas 110cc
1. Rheza Danica (Yamaha Trijaya Racing) 22 menit 47,018 detik
2. Fitriansyah Kete (Yamaha Tunggal Jaya) 22 menit 52,258 detik – Jupiter Z1
3. I Gede Arya (Honda) 22 menit 53,086 detik
4. Sudarmono (Yamaha Trijaya Racing) 22 menit 53,541 detik – Jupiter Z1
5. Sigit PD (TDR Yamaha Yonk Jaya) 22 menit 54,840 detik – Jupiter Z1

Total Poin
1. Fitriansyah Kete (Yamaha Tunggal Jaya) 45 poin - Jupiter Z1
2. I Gede Arya (Honda) 36 poin
3. Rheza Danica (Yamaha Trijaya Racing) 25 poin
4. Sigit PD (TDR Yamaha Yonk Jaya) 24 poin - Jupiter Z1
________________________________________

Rio Kejar Target di 4 Seri Tersisa

Rabu, 06 Agustus 2014

EMPAT Seri tersisa dari ajang GP 2 series season 2014 yang mempertandingkan 11 seri.Akan menjadi ajang pembuktian bagi pembalap muda Indonesia Rio Haryanto. Ia bertekad akan naik podium di setiap seri guna mengejar poin yang tertinggal.
Seri balapan tersisa, yaitu di circuit de spa-francorchamps-Belgia pada 23-24 Agustus. Kemudian, autodromo nazionale monza-Italia pada 6-7 September, Sochi Autodrom-Rusia pada 11-12 Oktober, dan Yas Marina Circuit-Uni Emirate Arab pada 22-23 November.
“Saya berharap sukses di Sirkuit Monaco, saat saya naik podium adalah kenangan manis. Sebab di Sirkui tersebut itu adalah satu sirkuit yang sangat sulit ditaklukkan. Saya juga tak ingin kisah pahit terulang saat berpacu di Budapest, Hongaria, dua minggu lalu ketika itu saya gagal finish, Padahal posisi start berada diurutan kedua,” kata Rio di Jakarta,Rabu (6/8/2014).
Rio berharap di empat seri terakhir bisa tampil bagus. Saya bertekad finis di posisi championship. Mudah-mudahan saya dapat mencapai target melakukan yang terbaik untuk fokus mendapatkan poin. Lebih lanjut ia menyatakan dari keempat seri tersisa, balapan di Sochi Autodrom pada 11-12 Oktober mendatang menjadi yang paling berat. Dia beralasan sebab tempat tersebut merupakan arena baru bagi semua pebalap.
“Ada dua seri yang menjadi favorit saya. Yakni di Belgia di sana saya mempunyai memori bagus sebab pernah mencapai pole position di wild track. Demikian halnya di Italia, peluang cukup tinggi untuk dapat poin di sana sebab tahun lalu finis di enam besar,” ucapnya optimis.
Sementara di Rusia menurut Rio adalah yang paling menantang, karena sirkuit baru. Di Abu Dhabi, berharap bisa mengulang fastest lap di sana. “Jujur harus diakui bahwa di ajang GP 2 tingkat persaingan lebih kompetitif. Sehingga siap yang lebih siap baik dari segi mental maupun kinerja tim dan kendaraan pacu juga sangat mendukung” tandas pria kelahiran Solo pada 22 Januari 1993 itu.
Hingga enam seri yang sudah berlangsung sementara, Rio berada di peringkat ke-13 dengan koleksi 26 poin. Raihan 10 poin didapat di seri kedua di sirkuit Catalunya-Spanyol pada 10-11 Mei dan 16 poin di sirkuit Monte Carlo-Monaco berselang dua minggu kemudian.
Raihan poin yang dikumpulkan tertinggal 50 poin dari peringkat kelima klasemen sementara yang ditempati pebalap asal Monaco, Stefano Coletti. Posisi kelima menjadi target Rio pada tahun ini.
“Target saya naik podium di Belgia dan meraih 15 poin hingga 20 poin. Sebab setiap race mendapatkan 15 sampai 20 poin. Itu kalau naik podium. Tetapi, saya harus tampil konsisten. Sebab, saya tertinggal 50 poin dari top five, Dan jika di setiap seri saya naik podium munggkin posisi klasmen akan berubah, Saya berharap ada di posisi lima besar,” kata pembalap yang sudah mendapat dukungan selama lima tahun dari PT Pertamina itu.
Pihak Pertamina merasa bangga mendapat kepercayaan untuk mendukung segala kegiatan Rio dalam adu ketangkasan di lintasan balap. Pertamina berjanji terus mendorong dan menyemangati agar Rio dapat mencapai prestasi yang lebih baik lagi. (Jordan)

Rifat Siap Terjun di Rally Cross

Kamis, 24 Juli 2014

PERELI nasional Rifat Sungkar akan mencoba keberuntungan dan kemampuannya di kejuaraan bergengsi rally cross setelah sebelumnya suami Sissy Pricilia ini menggeluti nomor sprint rally dan offroad.

Diketahui bahwa Rally cross merupakan ajang belapan seperti halnya motor cross. Lintasan balap yang digunakan berada di dalam stadion dan memiliki tingkat kesulitan dan rintangan yang tinggi.
“Rally cross cukup banyak tantangan dan perkembangannya cukup pesat. Saat di Amerika saya sudah melihat ketatnya persaingan. Kendaraan juga bisa jumping. Yang jelas, saya pengen mencoba,” kata Rifat Sungkar di Jakarta, Senin(21/7/2014) kepada wartawan.

Kata Rifat, rally cross saat berkembang dengan pesat. Beberapa juara dunia WRC bahkan juga banyak yang turun pada kejuaraan yang mengandalkan kecepatan dan hiburan ini. Kondisi ini jelas membuktikan jika rally cross memang layak untuk dicoba.
“Kita harus lebih siap, sebab kendaraannya power full, bahkan lebih kencang dari WRC. Dari 1 m ke 100 m saja hanya membutuhkan waktu 1,8 detik,” kata Rifat.

Namun tak menyurutkan tekad Rifat turun di rally cross. Yang pasti anak pasangan Ria dan Helmy Sungkar itu belum memutuskan kapan waktu yang tepat untuk turun. Hal ini tkarena untuk setahun ini ia masih fokus mengurus keluarga kecilnya.

Sebab, Rifat juga masih fokus pada beberapa kejuaraan, terutama offroad. Sesuai dengan rencana, juara nasional delapan kali ini akan turun di Speed Master di Subang, 16-17 Agustus dan 26 Agustus, di kejurnas. “Di Amerika Serikat banyak relasi. Saya berharap bisa bergabung dengan tim di sana. Kalau tidak turun di rally cross kemungkinan di WRC tahun depan,” tandasnya. (Jordan)

Tim Honda Kuasai Seri II ISSOM

Senin, 26 Mei 2014

DUA pembalap Tim Honda Racing Indonesia masing-masing Alvin Bahar dan Rio SB keduanya merengkuh dua gelar bergengsi di Kejurnas Balap Mobil seri 2 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/5). Kemenangan ini berkat strategi jitu dan pengalaman balapan Tim Honda itu.
Berbekal pengalaman dan strategi yang mumpuni Alvin tampil trengginas di Kelas Master ITTC sejak lap pertama hingga tuntas 18 lap di posisi pertama tak tergoyahkan dengan waktu tercepat 1 menit 54,642 detik. Fitra Eri menempati posisi kedua dan rekan Alvin, Rio juga meraih podium ketiga diikuti Fino Saksono. Di kelas Honda Jazz Speed Challenge, tim Honda Racing lebih cemerlang lagi dengan meraih posisi tertinggi satu-dua, diikuti Fitra dan Fino di tempat ketiga-keempat.
Sementara dii kelas Promotion Honda Brio, Romy Tahrizi menempati posisi pertama diikuti Bayu Pratama dan Taufik Rangkuti di posisi kedua-ketiga. Secara umum balapan kejurnas dan OMR Honda Jazz/Brio ini berjalan seru. Alvin sebagai kordinator balapan Honda OMR ini mengaku puas timnya bisa merebut dua gelar di kelas bergengsi dan balapan Honda Brio pun makin seru. Apalagi di balapan Honda Brio kembali melahirkan juara baru.
Bagi Tim Honda kemenangan di dua kelas bergengsi itu, dirasakan Alvin sebagai buah kerja keras tim setelah menuntaskan seri pertama bulan lalu. “Banyak perubahan yang kami lakukan di seri kedua ini. Shockbreker baru yang didatangkan sejak pekan lalu sudah langsung kami pakai. Kerja sama tim antara saya dan Rio juga sudah sangat solid sehingga hasil bisa lebih maksimal dan kami pun sanggup memborong gelar di kelas kejurnas dan OMR. Harapan kami ini bertahan sampai seri berikut dan sampai tuntas tahun ini,” tutur Alvin yang merupakan juara nasional tiga kali beruntun, diamini Rio.
Dalam penutupan balapan General Manager Marketing Sirkuit Sentul, Lola Moenek pun menyatakan rasa puasnya dengan keseluruhan hasil balapan seri kedua ini. Menurut Lola, dari tahun ke tahun balapan semakin seru, terlebih karena ada tambahan sejumlah balapan baru seperti Audi Race Indonesian Series yang diseri ini dijuarai Andrew Hariyanto diikuti Harry Darma dan Rally Marina di tempat kedua dan ketiga. “Banyak pembalap makin sumringah dan dari seri ke seri kami terus berharap pembalap bisa bertambah,” tutur Lola usai menutup seluruh rangakaian balapan ISSOM seri kedua. (Jordan)

Rapid Juara Kelas Bergengsi Seri Pembuka Indoprix

Senin, 28 April 2014

DENGAN persaingan yang cukup ketat pebalap dari tim Suzuki Faito Evalube KYT Rapid Topan berhasil menjuarai seri pertama Kejuaraan Nasional Evalube Indoprix Championship 2014 di kelas bergengsi IP 150 cc di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat, Minggu(27/4).
Keberhasilan itu saat Rapid Topan mencatat waktu tercepat di race kedua 24.19.56 detik. Peringkat kedua direbut pebalap Jawa Barat yang memperkuat tim Daytona Proven Performance, Hendra Rusbule, dengan waktu, 24.28.82 detik. Menyusul pebalap Ocvan Irvana (Suzuki Nissin FDAR Kyt), Chia Felix, dengan waktu, 24.45.07 detik, di posisi ketiga.
Demikian halnya yang terjadi di kelas IP 125 cc. Pebalap asal Kalimantan Timur Fitriansyah Kete meraih podium dengan waktu 22.49.41 detik. Peringkat kedua, Yoga Adi Pratama (Yama Yamalube RPM NHK) dengan waktu 22.50.50 detik, disusul Gilang Pranata Sukma ((Honda Yonex), 22.51.14 detik.
Sementara di kelas IP 110 cc pebalap Fitriansyah Kete dari Kalimantan Timur yang memperkuat tim Yamaha Tunggal Jaya meraih podium dengan mencatat waktu, 22.55.55 detik, perigkat kedua Tamy Pratama (Jabar) yang memperkuat tim Yamaha Yamalube KYT GDR SND dengan wqktu, 22.59.86 detik. Sedangkan peringkat ketiga pebalap dari Bali, I Gede Arya K (Honda Daya KYT Nissin Daytona IRC) dengan waktu, 23.00.74 detik.
Ketua IMI DKI Jakarta A Judiarto yang juga sebagai promoter pelaksana event ini menyatakan puas atas terselenggaranya seri pembuka ini. “Bukan hanya dari para peserta yang tampil. Namun jumlah penonton yang mencapai angka diluar target. Kami sangat puas hasil di seri pembuka ini,” kata Judiarto kepada wartawan usai perlombaan.
Judiarto berharap di seri kedua nanti yang dimainkan di Sirkuit Sekayu, Palembang, Sumsel, akan lebih sukses lagi. “Tentunya seri kedua nanti akan berlangsung lebih sukses. Saya berharap para peserta yang tampil lebih banyak, dan penonton akan lebih terhibur dengan suguhan kami,” harap Judiarto. Jordan

ISSOM Seri I Berlangsung Sukses

PAGELARAN Kejurnas Touring Indonesia Speed Sentul of Motorsport (ISSOM) 2014 yang berlangsung 26-27 April di Sirkuit Sentul Bogor Jabar diwarnai persaingan ketat. Hal itu terjadi hampir di semua kelas yang diperlombakan .
Saat ini para pembalap nasional masih tetap mendominasi. Namun demikian, mereka tidak mudah untuk memenangkan lomba. Perbedaan waktu juga sangat tipis.
Seperti yang terjadi di kategori European Touring Car Championship (ETCC) kelas Euro 2000, yang melibatkan 25 pebalap. Pebalap senior seperti Harry Zulnardy, Rudi SL, dan Taufan Cahyo bersaing ketat untuk memperebukan posisi teratas.
Pebalap Rudi dan Renaldi Hutasoit yang masing-masing menggeber Porsche Carrera tampil finis di urutan 1-2. Kemudian diikuti Ahmad Sadewa yang mengendarai BMW M3 E46 di ututan ketiga ini.
Selain finish 1-2 di seri perdana, total lima pebalap Jakarta Ban mengisi posisi tujuh besar. Mereka antara lain Taufan Cahyo ke-4, Harry ke-6, dan Wing Bharoto ke-7.
Sementara itu Robin Tato kembali merajai Ferrari F 430 Competizione. Setelah sebelumnya berjaya dengan meraih podium pertama di Race 1, Sabtu (26/4), Robin melanjutkan dominasinya di Race 2, Minggu.

Secara umum tidak ada yang berbeda dengan formasi podium Ferrari F 430 Competizione ini di mana posisi kedua juga masih ditempati Bambang Hutomo dari tim Jakarta Ban Motorsport, disusul Judy Kartadiwiria. Namun hal yang membedakan pada Race 2 kali ini adalah selisih waktu antarpembalap terbilang sangat tipis. Seri kedua ISSOM diharapkan persaingan akan semakin ketat, pasalnya para pembalap muda akan memberikan perlawanan bagi pembalap senior. (Jordan
)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET