Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

11 DJ Top Tampil di Pacha Festival Bali 2017

Kamis, 20 Juli 2017

SEBANYAK sebelas Disk Jockey (DJ) papan atas akan tampil di ajang Gelaran Pacha Festival 2017 yang bakal berlangsung di Ananta Resort, Seminyak, Bali pada Jumat (18/8) mendatang.

Menurut General Manager Maxima Entertainmet Chairri Ibrahim selaku promotor mengatakan bahwa dalam pergelaran ini bakal tampil DJ Top Indonesia, yakni DiphaBarus di panggung utama yang berlokasi di pinggir pantai.

"Dipha akan memandu dancefloor dari panggung utama Pacha Festival Bali 2017," kata Chairri dalam konferensi pers Pacha Festival di Brewekz, Senayan City, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Bersama Dipha, sembilan DJ internasional dari berbagai genre bakal turut memanaskan salah satu festival electronic music dance (EDM) terbesar di dunia itu. Sebut saja Steve Angello, Fedde Le Grand, Roger Sanchez, Leroy Styles, Patrix Johnson, Danny Wade, Justin Strikes, Moski Love, dan James Sullivan.

Chairri mengungkapkan Pacha Festival yang aslinya digelar di Ibiza itu mengusung house dance music dan pesta tropis. Namun, untuk di Bali nanti, pihaknya akan menghadirkan kombinasi aliran dance music.

"Ibiza Pacha sendiri agak sedikit unik, genre mereka house music. Cuma kami mencoba mengombinasikan musik sekarang dengan genre mereka. Ada kami juga bawa Roger Sanchez yang sesuai dengan genre mereka. Kami bawa juga local hero Dipha Barus. Kami kombinasikan semua aliran jenis musik. DJ-nya dipilih sama kami, approval dari Pacha," ujarnya.

Pacha Festival sudah terselenggara selama 50 tahun di Spanyol. Lalu, lima tahun terakhir festival ini sukses mengentak Amsterdam, Belanda, dan pada 2016 baru memulai edisi Tokyo, Jepang. Kemudian, tahun ini Indonesia bakal menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menyelenggarakan festival dari Pulau Ibiza, Spanyol, tersebut. Jordan

Kerjasama Achillis dengan PSG Bernilai Rp7,5 T

Jumat, 27 Mei 2016

PT MULTISTRADA produsen ban merek Achilles dan Corsa melakukan kerjasama dengan klub sepak bola ternama asal Perancis yaitu Paris Saint-Germain (PSG). MoU perjanjian kerjasama itu telah dilakukan di Paris pada Senin, 23 Mei 2016 lalu.

Qatar Sport yang merupakan investor PSG menggelontorkan dana sebesar 500 juta euro atau sekitar Rp7,5 trilun. PSG mengaku bahwa Multistrada merupakan patner global asal Indonesia yang pertama.

"Qatar Sport sudah mengeluarkan 500 juta euro untuk kontrak antara PSG dan Multistrada, kita juga mengeluarkan berjuta-juta euro tetapi tidak sampai segitu," ucap Presiden Direktur Multistrada, Pieter Tanuri kepada wartawan di Jakarta.

Dengan penandatangan kontrak tersebut, Achilles dan Corsa akan menjadi official global PSG untuk tiga tahun ke depan, 2016-2019. Rencananya klub sepak bola asal Menara Eiffel tersebut akan bekerjasama dengan Multistrada untuk membentuk akademi sepak bola di Indonesia.

Pieter mengungkapkan alasan Multistrada menggandeng PSG untuk bekerja sama. "Suporter sepak bola sangat fanatik kepada produk yang disponsori oleh tim kesayangannya, oleh karena itu kami memilih PSG sebagai tim untuk memasarkan produk Multistrada di Eropa," ucapnya.

Masih menurut Pieter, fanbase PSG di Indonesia melewati Perancis, negara asal klub tersebut, menempati peringkat dua di dunia setelah Brazil dengan jumlah 2,6 juta pendukung. Achilles sebelumnya pernah bekerja sama dengan Manchester United pada 2013 silam. Selain PSG, saat ini Multisrada juga telah bekerja sama dengan klub sepak bola asal Indonesia seperti Bali United, Arema Chronus, Persib, dan Persija. Jordan

Gelora Run di SUGBK Siap Digelar

Jumat, 20 Mei 2016

SEBELUM Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) direnovasi, yang nota bene sudah berusia 54 tahun ini akan menjadi latar sebuah lomba lari, yakni Gelora Run 2016. Start di lintasan lari, para pesertanya lantas harus mendaki anak-anak tangga stadion untuk menemui garis finis.

Gelora Run akan diadakan pada 22 Mei mendatang, sebelum GBK mulai direnovasi pada Juni mendatang, ajang ini akan mengetengahkan dua kategori, yakni 5K dan 6K. "Gagasan adanya ajang ini sebenarnya dari komunitas Ikatan Alumni IPB," kata Benhur Panjaitan, selaku panitia pelaksana Gelora Run.

Selain komunitas ikatan alumni IPB, turut terlibat komunitas Lelarian Sana Sini dan Pusat Pengelola Komplek GBK. Tujuannya digelar acara ini selain untuk fun, para pelari juga diberi kesempatan untuk menjadi saksi sejarah atmosfer SUGBK sebelum direnovasi.

"Awalnya kami berencana menggelarnya di Plasa Selatan. Tetapi ketika kami berbicara dengan PPK (Pusat Pengelolaan Komplek) GBK, mereka mau men-support," lanjutnya. Pendaftaran peserta lari itu sudah dilakukan sejak 18 April lalu. Sudah ada sekitar 1.500 peserta yang mendaftar, terdiri dari sejumlah komunitas lari seperti Indorunners, LSS, maupun pribadi. "Konsep lari Gelora Run memang agak beda. Biasanya lomba hanya 5 K, 10 K. Tapi kita 6K, walau begitu sebenarnya konsep larinya hampir sama dengan kita lari 12K," kata Benhur.

Bagaimana rute lombanya? Ini aspek menariknya. Selain berkesempatan melintasi beberapa venue di kawasan GBK, seperti stadion Madya dan akuatik, para peserta juga bakal berderap di tribun-tribun dalam stadion bahkan naik tangga untuk bisa finis. Untuk kategori 5K posisi start akan dimulai dari lintasan lari SUGBK. Setelah itu berlari sekitar 3/4 lapangan dan keluar di pintu kuning, kemudian berputar kembali 3/4 lapangan di bagian ring road, dan tembus di venue akuatik.

Selanjutnya peserta masuk ke taman Krida Loka Senayan, berputar sekitar 800 meter, dan keluar di area barat daya. Setelah itu pelari masuk lewat sektor lima dan mulai menaiki tangga menuju lantai 3 GBK. Di sana para pelari akan mengitari tribun satu putaran penuh dan berakhir di lantai 4 yang juga menjadi garis finis untuk kategori lomba 5K. Sementara untuk kategori 6K masih harus berlari lagi menuju lantai 5.

Berlari di dalam GBK tentu bukan tanpa risiko. Panitia penyelenggara pun sudah mengantisipasi. Mereka menyiapkan 40 orang therapyst (10 orang di setiap lantai), lima mobil ambulans, dan sekitar 100 orang marshall. Sementara untuk water station, panitia hanya menyediakan dua stasion karena jaraknya hanya 5 kilo, yakni di Taman Krida Loka dan satu titik saat akan naik ke tribun. "Dan yang paling penting adalah asuransi. Kami bekerja sama dengan perusahaan asuransi Jasaraharja Putera. Jadi kalau ada apa-apa kami siap," tambahnya.

Direktur Utama PPK GBK Winarto menyambut baik lomba lari tersebut. Dia mengatakan, lomba ini akan menjadi yang pertama karena mengelilingi kawasan tribun stadion GBK. "Ini baru pertama kalinya ya di Jakarta dan pasti akan ramai pengunjung yang akan datang ke sini (GBK). Ini menjadi salah satu cara kita juga untuk mensosialisasikan olahraga kepada masyarakat dengan mental bangsa yang lebih sehat," kata Winarto.

Menurut Winarto kerisauan mengenai faktor ketahanan dan keamanan stadion, ketika nanti ramai-ramai dipijak para pelari. Apalagi pihaknya, bersama komunitas profesional, telah melakukan uji coba lari di kawasan GBK hingga tribun lantai 5. "Ini aman. Tapi sebenarnya lebih dari itu kita ingin masyarakat itu bisa merasakan atmosfer GBK sebelum akhirnya direnovasi dan ditutup. Saya harap banyak yang ikut berpartisipasi apalagi ajang ini sifatnya rekreatif (fun)," tutupnya. Jordan

Adhyaksa Prihatin dengan Kondisis Sepakbola Indonesia

Sabtu, 19 Maret 2016

MANTAN Menpora sekaligus Tokoh pemuda, Adhyaksa Dault, prihatin dengan kondisi dunia sepakbola Indonesia. Terkait hal itu ia meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (menpora), Imam Nahrawi, untuk segera menuntaskan konflik yang terjadi dengan pihak PSSI. Ia melihat imbs dari konflik ini justru sangat merugikan para pemain muda Indonesia untuk mengembangkan bakatnya.

"Saya berharap kondisi ini jangan dibiarkan berlarut-larut konflik karena ini merugikan persepakbolaan kita," katanya di sela konferensi pers terkait dukungan Eksponen Muda Lintas Iman (EMLI) di Jakarta, Kamis (17/3). Dalam acara itu beredar nama bakal calon wakil gubernur dari tokoh Nasrani yang bakal digandeng Adhyaksa. Sebut misalnya Melchias Marcus Mekeng, Benny Mamoto, Gories Mere, Natalius Pigai, Johnson Panjaitan, Garin Nugroho, Baktinendra Prawiro, Jerry Sambuaga, Sri Adiningsih, Alida Guyer, dan Eka Sari Lorena Soerbakti.

Harapan Adhyaksa itu disampaikan setelah munculnya penetapan status tersangka kepada Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, oleh Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Adhyaksa juga mengatakan biarkan saja proses hukum itu berjalan, termasuk jika dilakukannya proses praperadilan oleh kubu La Nyalla. Menurut dia, hal itu bagian dari proses hukum. "Terus terang, saya katakan kasihan para pesepakbola muda yang punya bakat dan masa depan yang masih panjang," terang mantan Ketua KNPI itu.

Adhyaksa mengingatkan ini penting diperhatikan supaya ada kepengurusan dan pesepakbola muda di Indonesia bisa terus berprestasi di kancah dunia. ''Saat ini kasihan mereka pemain muda yang ingin bertanding di luar negeri ternyata disuruh pulang karena alasan konflik PSSI dengan pemerintah,'' tambahnya.

Tokoh PemMuda asal Sulawesi Selatan yang kini namanya sedang digadang-gadang sebagai calon Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada pemerintah agar konflik yang terjadi di sepak bola ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Ia juga berpesan kepada pihak kemenpora agar tidak membuat pernyataan yang semakin memperuncing masalah.

"Kondisi yang terjadi saat ini bukan lagi soal benar atau salah, tapi nasib atlet sepakbola Indonesia. Sudah cukup lah,sebab kita mau menghadapi SEA Games 2017 dan ASIAN Games 2018," tandas pria yang siap menantang Ahok, Gubernur DKI Jakarta yang juga bakal maju untuk di Pilkada 2017 mendatang. Jordan

Kado Ultah RSB, Terpilih jadi Ketua IOA

Sabtu, 19 Desember 2015


RICHARD Sam Bera (RSB), terpilih sebagai Ketua Indonesia Olympians Association periode 2015-2019. Pemilihan dilakukan dalam Musyawarah Nasional IOA yang diselenggarakan pada Jumat (18/12/2015) di Gedung Kantor KOI lantai 19, Jakarta.

Saat pemilihan suara yang diikuti 35 peserta, namun tujuh lainnya sudah pulang tampa alas an yang jelas. Akhirnya tinggal 28 Olympians Indonesia, Richard mengungguli perolehan suara pesaingnya, yaitu ketua IOA sebelumnya, Anton Suseno. Perenang yang berpartisipasi diOlimpiade 1988, 1996, dan 2000 itu memperoleh 15 suara, unggul dua suara atas Anton.

Nama lain sebenarnya yang muncul, mantan pejudo nasional, Krisna Bayu, juga masuk sebagai kandidat Ketua IOA 2015-2019. Namun, saat pembacaan visi misi, pejudo yang ikut dalam Olimpiade 1996, 2000, dan 2004 itu memutuskan untuk mengundurkan diri lantaran merasa belum siap. Selepas terpilih, Richard langsung mengajak para anggota IOA lainnya untuk bekerja sama memajukan olah raga di Indonesia.

“Saya meminta kepada semua anggota IOA untuk sama-sama memajukan olahraga Indonesia, dengan memberikan dukungan yang bisa kita lakukan, supaya olahraga Indonesia dan atlet-atlet Indonesia mencapai tujuan mereka paling tinggi yaitu Olimpiade,” kata Richard yang akan berulang tahun ke 44 pada Sabtu (19/12/2015).

Masih menurut RSB, ia sangat berterima kasih kepada Pak Anton Suseno dan Sekjen Lukman Niode yang telah menyelesaikan masa bakti kemarin. “Tentu saja pengalaman-pengalaman mereka akan tetap dibutuhkan. Untuk itu saya akan terus berkomunikasi dengan mereka untuk apa-apa saja yang bisa kita kembangkan, apa saja yang sudah dijalankan dan bisa dilanjutkan, dan apa saja yang bisa kita mulai,” tandas mantan perenang ini.

Dalam waktu dekat, Richard akan menyusun struktur kepengurusan IOA periode 2015-2019 dalam waktu 30 hari. Richard akan dibantu dua anggota formatur, yaitu Anton Suseno dan juga mantan pebulu tangkis nasional, Taufik Hidayat. Jordan

Pras Mundur, Sadikin Mulus Pimpin IMI

PENGUSAHA muda Sadikin Aksa terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2015-2019 di Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta pada Jum'at malam 18 Desember. Langkahnya mulus saat calon lawannya Prasetyo Edi Marsudi (Pras) mundur.

Dengan demikian langkah Sadikin mulus menjadi Ketum, sebab atas persetujuan secara lisan para seluruh peserta rapat lantaran lawannya tak menyampaikan visi dan misinya, sehingga dinyatakan mundur. "Sadikin terpilih secara aklamasi karena lawannya tak memenuhi kewajiban menyampaikan visi dan misinya didepan peserta rapat," kata Taqwa Gaffar, salah satu tim penjaringan calon ketua IMI.

Peluang Sadikin Aksa memang terbuka lebar lantaran didukung langsung 25 pengurus provinsi IMI. Sedangkan lawannya hanya mendapat dukungan pengurus provinsi IMI DKI Jakarta, Sumatera Utara, Banten, Kalimantan Tengah, Lampung, Maluku Utara, Riau dan Maluku. "Lawan Sadikin ini tidak pernah menjabat di pengurus pusat, hanya anggota IMI DKI Jakarta sekaligus Ketua DPRD DKI Jakarta," ucap dia. " Kan persyaratan mencalonkan sebagai ketua IMI, ia wajib anggota yang ditandai dengan adanya kartu anggota IMI."

Sementara Ketua Tim Sukses Sadikin Aksa, Jefrey JP mengaku sangat bersyukur. "Alhamdulillah Pak Sadikin menang aklamasi," ucap Jefrey. Menurut dia, terpilihnya Sadikin lantaran lawannya menyatakan mundur sebelum pembacaan visi dan misi di hadapan seluruh peserta rapat.

Kesempatan yang sama Ketua Pengurus Provinsi IMI Sulawesi Selatan, Subhan Aksa mengungkapkan jika pemilihan ketua umum berjalan singkat karena lawannya mundur dari bursa pencalonan. "Alhamdulillah kita menang secara aklamasi," kata adik Sadikin Aksa ini. Jordan


PB-KI Bidik Jadi Anggota KONI Pusat

PENGURUS Besar Koluchstyl Indonesia (PB-KI) yang sukses menggelar Indonesia Open Koluchstyl Championship 2015 di GOR Pasar Minggu, pekan ini. Membuat PBKI ingin menjadi anggota KONI Pusat tahun depan. Meski cabang olaharaga beladiri ini masih sangat asing di telinga masyarakat Indonesia, namun para pengurus PB-KI optimis ke depan Koluchstyl bisa maju dan berkembang.

Sikap optimisme itu diusung Presiden PB-KI Ali Akbar Hehaitu yang didampingi Eksekutif Presiden Mahesa Arba, SH. Menurut Ali Akbar, Koluchstyl adalah satu cabang olahraga beladiri yang mengkombinasikan beberapa teknik beladiri seperti sumo, gulat, judo, dan ju-jitsu.

"Jujur, cabang olahraga ini termasuk olahraga kelompok cabang gulat. Koluchstyl diciptakan Grand Master Wieslow Koluch, DAN 9 ju-jitsu asal Polandia. Olahraga ini perkembangannya sangat pesat dan sudah mendunia. Sudah 40 negara dari lima benua yang tergabung dalam event internasional Koluchstyl. Sistem pertandingannya menganut sistem ground fighting yang lebih berorientasi kepada olahraga prestasi dan rekreasi. Tapi, lebih mengutamakan keamanan, keselamatan dan kesehatan peserta," jelas Ali Akbar kepada wartawan di Jakarta.

Menurut Ali Akbar, sudah ada 14 pengprov yang sudah dibentuk dan dilantik. "Ke depan, mungkin akan bertambah lagi. Itu sebabnya, event yang kita gelar diharapkan sebagai fasilitas dan menggairahkan semengat generasi muda yang haus akan pertandingan beladiri yang berkelas internasional. Kami yakin olahraga ini akan berkembang pesat. Untuk itu, tahun depan kami bisa diterima jadi anggota KONI Pusat," harap Ali yang juga Head Master Ju-Jitsu Groundstyle Indonesia (JJGI).

Kesempatan sama, Ketua Panitia Indonesia Open Koluchstyl Championship 2015 Mamesa Arba mengatakan, event ini diikuti sebanyak 285 peserta dari beberapa daerah, seperti Kepulauan Riau, Riau, Banten, Jabar, dan DKI Jakarta sebagai tuan rumah.
"Pada kejuaraan ini baru 12 kategori kelas putra dan putri yang dipertandingkan, seperti dewasa, junior, remaja, partai ekstra yakni anak-anak di bawah usia 10 tahun. Tahun depan kita bikin lebih semarak lagi. Kita akan menggelar Indonesia Koluchstyl Championship 2016 Junior Open, Indonesia Open Koluchstyl Championship 2016, dan Kejurnas Koluchstyl 2016," jelas Mahesa. Jordan

Tafisa 2016 Masih Kekurangan Dana

Sabtu, 12 Desember 2015

PENTAS olahraga rekreasi di ajang TAFISA World Sport for All Games 2016 tidak akan menggunakan perkampungan atlet. Kontingen akan menginap di hotel bintang lima hingga losmen. Demikian ditegaskan Ketua panitia pelaksana Tafisa Sport for All Games 2016, Hayono Isman.

Menurut Hayono di sela-sela kegiatan Agency and Media Gahtering di Grand Capitol Ballroom Manhattan Hotel, Jumat (11/12/2015), bagi Indonesia bertindak sebagai tuan rumah merupakan yang kali pertama. Tafisa games merupakan olimpiadenya olahraga-olahraga rekreasi. Ajang yang akan digelar 6-12 Oktober 2016 ini akan melibatkan lebih dari 12 ribu peserta delegasi dari 110 negara.

Diakuinya, dengan jumlah yang tidak sedikit itu tentu ada pertanyaan, di mana para atlet itu akan tinggal? Soalnya untuk urusan wisma atlet Asian Games 2018 di Kemayoran, Jakarta, saja masih bermasalah. "Untuk masalah atlet village kita tidak perlu rebutan tanah seperti DKI dan pemerintah pusat. Kontingen akan tinggal di hotel-hotel bintang lima hingga losmen," ujar Hayono.

Beberapa atlet atau masyarakat olahraga yang kegiatannya berkaitan dengan alam seperti skateboard, BMX, telah memberikan opsi untuk melakukan kemah (glamour camping) di kawasan Ancol. “India sudah mengatakan mau tinggal di losmen. Lalu atlet-atlet seperti skateboard dan kegiatan alam sudah bilang mau tinggal di kemah. Mereka akan membuat glamping (glamour camping),” tukas mantan Menpora ini.

Masih menurut Hayono yang juga Ketua FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) mengatakan, Tafisa memang bukan olahraga prestasi tapi event ini bukan hanya untuk main-main. Sebab, Indonesia sudah merencanakan hajatan besar ini sejak lama.

Indonesia (Jakarta) sebagai kota penyelenggara terpilih sebagai tuan rumah TAFISA Sport for All Games dalam Kongres TAFISA ke-23 di Antalya, Turki, November 2011 silam. Dalam bidding itu Indonesia berhasil menyingkirkan Belanda yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Diperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk penyelanggaraan ini mencapai angka Rp 700 miliar. "Kemenpora sudah mengatakan akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 250 miliar, lalu Kementerian pariwisata sebesar Rp 60 miliar, dan DKI menyumbang sekiranya Rp 100 milar. Sementara untuk kekurangannya kami berharap bisa mendapatkan sponsor dari pihak swasta,” ungkapnya. Itu artinya pihak penyelenggara masih butuh dana sekitar Rp 290 miliar lagi. (Jordan)

Lomba Lari Revolusi Mental Kembali Digelar

Rabu, 09 Desember 2015

SULAWESI Utara, kususnya Kota Manado yang terkenal akan alam pariwisata membuat sesuatu yang unik pada olahraga. Pemprov Sulut menggelar lomba lari Revolusi Mental 10K 2015 yang berlangsung pada Kamis, 12 Desember mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana Revolusi Mental 10 K, Mieke Tumurang, mengatakan lomba lari 10 K kali ini memang khusus untuk pelari nasional. Dari 20 pelari nasional yang akan ikut ambil bagian, di antaranya Agus Prayogo (putra) dan Trianingsih (putri).

"Untuk juara pelari nasional putra dan putri kita siapkan hadiah Rp 20 juta,” kata kepada wartawan, Selasa (8/12) di Media Centre Kempora, Senayan, Jakarta. Menurutnya, ini merupakan even lomba lari yang ketiga kalinya digelar oleh Yayasan Kawanua Se-dunia (YKSD).

Sementara itu, Asdep Olahraga Rekreasi Kempora, Bambang Laksono, mendukung penuh even lomba lari yang rutenya akan melewati Jembatan Soekarno. Hadir pada kesempatan itu adalah Kepala Badan Penghubung Sulawesi Utara, Fredrik Rotin Sulu, mewakili Gubernur Sulut, Sonny Sumarsono.

Untuk lomba lari 10 K kali ini, panitia menyediakan hadiah total sebesar Rp 215.500.000 yang akan diperebutkan oleh sekitar 10.500 pelari dari kalangan pemuda, pelajar, dan pelari nasional. (Jordan)

FBPro Secara Resmi Dideklerasikan

SEBANYAK enam klub bela diri profesional yakni Bandung Fighting Club, Batam Fighter Club, Bandung Karate Club, Sasana Satria Negara, BSA, dan Garuda Martial Art. Keenam klub ikut berperan atas lahirnya Federasi Beladiri Profesional Indonesia (FBPro). Keenma klub ini memiliki atlet dari cabang bela diri silat dari perguruan bangau putih dan merpati putih, jujitsu, muaythai, dan Max Martial Arts (MMA).

“Kami berharap dengan berdirinya FBPro ini akan makin banyak klub bela diri yang bergabung dengan kami. Sebagai organisasi profesional, kami juga menjalin kerja sama dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam menyelenggarakan sebuah pertarungan, syarat pertandingan profesional yaitu punya rumah sakit rujukan, ada dokter yang disetujui BOPI, dan akses singkat ke dokter bedah syaraf,” jelas Sekretaris Jenderal FBPRo, Jeese Ariestya kepada wartawan saat acara deklerasi FBPro di Senayan, Jakarta, Rabu (9/12/15).

Menurut Jeese, meski baru dideklarasikan, FBPro sudah memiliki sejumlah agenda pertarungan untuk tahun 2016. Diantaranya tiga ajang pertarungan pencak silat gaya bebas, tiga pertarungan MMA yang akan dihelat di Jakarta, Bandung, dan Batam. Serta ajang pertarungan MMA Internasional yang akan melibatkan para petarung asing.

“Kami sudah menjadwalkan ada 8 ajang pertarungan tahun depan. Mudah-mudahan ini dapat menjadi pelepas dahaga para petarung Indonesia untuk bisa bertanding di negeri sendiri dengan kualitas pertarungan yang baik. Kami juga mempunyai agenda internal dengan menggelar sertifikasi bagi wasit di tiap kelas pertarungan,” sambungnya lagi.

Sementara itu Ketua Umum FBPro, Taufan Rotorasiko mengatakan tujuan didirikannya FBPro Indonesia ialah untuk mempererat tali persaudaraan dalam pengembangan bela diri di Indonesia. Serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa dalam bidang yang berhubungan dengan bela diri. Dalam kegiatannnya, FBPro juga bekerja sama dengan Luta Livre, federasi bela diri profesional asal Brasil.

Di lain sisi, salah satu petarung Muaythai profesional, Ladysca Naraya menyambut baik didirikannya FBPro Indonesia, Menurut petarung jelita berusia 30 tahun itu, FBPro dapat meningkatkan kualitas pertarungan gaya bebas di Indonesia. Ladysca yang sepanjang 2015 absen bertarung karena proses pemulihan cedera lutut mengaku siap untuk mengikuti ajang pertarungan gelaran FBPro tahun depan.

“Untu menghindari resiko kecelakaan yang fatal. Saya berharap agar riwayat pertarungnya nanti ditelusuri lebih detail lagi karena belum ada lisensi resmi yang dikeluarkan untuk para petarung gaya bebas di Indonesia. Semua komponen yang terkait, pelatih, menejer, atlet harus mengikuti regulasi yang berlaku,” ujar Ladysca. (Jordan)

SIARANKU.com Tingkatkan Konten Berita Olahraga

Selasa, 08 Desember 2015

SETELAH memasuki usianya yang setahun SIARANKU.com grafiknya meningkat terutama untuk kaum muda. Pasalnya konten yang ditawarkan lebih menggena ke kalangan remaja.

Sisi lainya adalah para penyiarnya dihuni para wanita muda belia nan aduhai. Para penyiar ini memiliki tingkat intlektual yang tinggi. Ditambah mempunyai gaya khas masing-masing individu.

SIARANKU.com adalah merupakan platform yang dibuat oleh PT. Prima Interaktif dan mulai diluncurkan pada Desember 2014. Menariknya adalah gaya interaktifnya yang melibatkan langsung para konsumen di lapangan dengan para penyiar di lapangan dan di studio.

Adanya program Sobat Siaran Go Live, merupakan produk baru pada dunia hiburan Indonesia dan lebih mengedepankan entertaiment dan edukatif .

Segmen lain adalah adanya rubrik berita olahraga. Baik dari berita sepakbola mancanegara, juga adanya halaman berita olahraga nasional. Bahkan Siaran Go Live untuk sport akan lebih ditingkatkan, terutama siaran langsung untuk atlet Indonesia yang berlaga di single maupun multi even. Siaranku yang menggabungkan beberapa fitur seperti : 1.Broadcasting. 2.Live Streaming. 3.Feature chat . 4.Virtual Gift. (Jordan)

Tommy Raih Gelar Indonesia Master

Senin, 07 Desember 2015

KEMENANGAN yang cukup dramatis diraih Tommy Sugiharto, diselesaikan dengan tiga game. Bahkan pertarungan cukup alot di game ketiga, Tommy akhirnya berhasil mengamankan gelar tunggal putra Turnamen Bulutangkis Indonesian Masters Grand Prix Gold di Malang, Minggu (6/12).

Saat game pertama 17-21 Tommy kalah dari pemain India K Srikanth yang diunggulkan di posisi pertama, Tommy mengambil inisiatif permainan di game kedua dan unggul 21-13. Di game ketiga, sempat unggul 19-17, poin Tommy kemudian disamakan pada kedudukan 20-20.
Srikanth bahkan sempat unggul 21-20 dan kemudian disamakan Tommy menjadi 21-21, lalu 22-21. Setelah kembali menyamakan angka menjadi 22-22, Tommy akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 24-22.

Indonesia akhirnya meraih tiga gelar. Sebab dua gelar sebelumnya yang direbut Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ganda campuran, dan kejutan Berry Angriawan/Ryan Agung Saputra di ganda putra. Jika Tontowi/Lilyana menang atas sesama pemain Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto, Berry/Ryan mengalahkan unggulan 2 asal China, Chai Biao/Hong Wei dua game langsung. (Jordan)


HPP Program Andalan Satlak Prima

KETUA Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Ka Satlak Prima) Laksamana TNI (Pur) Achmad Sutjipto buka-bukaan soal Rencana Strategis 2015-2018 di hadapan para pemimpin redaksi dan wartawan di Hotel Grand Tropic di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (5/12/2015).

Jika dilihat Paparan presentasi high performance program (HPP) versi Satlak Prima yang baru ini memang sangat menakjubkan. Menurut Sutjipto, pemaparan itu untuk mendapatkan masukan positif dari para wartawan yang hadir. "Ke depan, Satlak Prima siap menerima kritik. Kami tidak ingin dininabobokan dengan pujian, kritik seringkali justru lebih baik untuk memperbaiki kinerja kami,” tegas mantan KSAL ini.

Asumsi Sepanjang 2015 hingga 2018, atlet-atlet Indonesia program performa tinggi (HPP) setidaknya akan tampil di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, SEA Games 2017 di Malaysia, dan tentu saja Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Salah satu yang dibidik Satlak Prima di Olimpiade Rio de Jainero 2016 adalah mengembalikan tradisi medali emas yang sejak 1992 terjadi, namun runtuh pada 2012. Meski dengan waktu yang bisa disebut cukup singkat.

Setelah itu, program berikutnya adalah perbaikan peringkat di SEA Games 2017 di Malaysia setelah posisi 4 di SEA Games 2013 Myanmar dan peringkat 5 pada SEA Games 2015 di Singapura. Dan, di Asian Games 2018, di mana Indonesia mencanangkan diri sebagai tuan rumah, Satlak Prima tentu juga bertekad memberi bekal para atlet dengan kemampuan maksimal agar perolehan medali emas meningkat lebih tajam. Pada Asian Games 2014, Indonesia berada di peringkat 17 dengan 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu.

Menurut Sutjipto, Satlak Prima di bawah komandonya kini melakukan pendekatan baru untuk mencapai hasil lebih optimal, antara lain dengan lebih banyak mengandalkan pendekatan ilmiah dari segala sektor karena di belahan dunia manapun, tak ada prestasi olahraga yang dapat dicapai melalui magical track.

Selain itu, untuk lebih mendapatkan hasil maksimal, Satlak Prima juga mengajak mantan-mantan atlet Olimpian antara lain Taufik Hidayat, Lukman Niode, dan Hadi Wihardja. Dalam paparan konsep yang dibeberkan Sutjipto, Satlak Prima akan menggelar tes besar-besaran terhadap para atlet elite yang ada saat ini pada Januari 2016. Pada tes itu, segala sisi fisik dan nonfisik atlet, sebut misalnya mental atlet, dianalisis secara ilmiah agar nantinya didapatkan metodologi pembinaan yang maksimal sesuai target masing-masing atlet.

Pada paparan itu, memang nampak seolah peran KONI Pusat yang selama ini mengelola pembinaan atlet seperti dinihilkan. Sutjipto yang selama tiga periode memimpin Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) ini mengatakan, Satlak Prima memang langsung berhubungan dengan induk-induk organisasi olahraga anggota KONI. Namun, hal itu, katanya, tidak sama sekali mengerdilkan tugas KONI Pusat hingga KONI Daerah.

“Jika diambil pembinaan atlet elite, KONI bisa saja melakukan pembinaan di tingkat talent development, sementara pada pembinaan tingkat grassroot bisa dilakukan melalui Diknas,” terangnya. "Seluruh elemen pembinaan ini mestinya bisa berjalan beriringan karena program-program performa puncak pun takkan bisa berjalan maksimal tanpa ada feeder di bawahnya. Untuk itu, usai acara dengan rekan-rekan media, kami pun menggelar acara yang serupa di Bandung, mulai Senin (7/12/2015) depan." ucap Sucipto. Jordan

Kaltim Gelar Pra PON Bola Tangan

Selasa, 24 November 2015

KALIMANTAN Timur Gelar Pertandingan prakualifikasi PON 2016 cabang olahraga bola tangan. Dan akan dilaksanakan di dua tempat yakni, Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketua Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim, Suryadi Gunawan di Samarinda, Selasa,mengatakan untuk nomor indor akan dihelat 24-27 November di gedung GOR Segiri, Samarinda dan untuk nomor outdoor akan di gelar di Balikpapan pada, 28-29 November.

"Jujur harus diakui, cabang ini memang masih baru, dan masuk dalam cabang olahraga eksibishi di PON, namun antusias semua daerah cukup tinggi mengikuti babak Prakualifikasi," jelasnya.

Menurut mantan pegulat nasional ini, pada babak kualifikasi PON, daerah yang terdaftar sebanyak 10 provinsi di Indonesia yaitu Kaltim, Kalsel, Kaltara, Sultra, Maluku, Jateng, DKI Jakarta, Sumsel, Jabar dan Banten.

Pria yang kini tengah menyelesaikan program S2 nya di UNJ lebih lanjut menyatakan, agenda Pra-PON di Kaltim ini juga dijadikan sebagai ajang seleksi untuk mengikuti Asian Beach Game 2016 di Taiwan, sekaligus seleksi atlet pelatnas untuk Asian Games 2018.

"Jadi memang dalam Pra PON ada beberapa kegiatan yang dipersiapkan selain menuju PON, dalam membentuk tim Indonesia ke ajang Asia," jelasnya. Selaku tuan rumah, Ia menargetkan tim Kaltim baik putra maupun putri bisa menembus babak final. Kesempatan menjadi tuan rumah paling tidak bisa menjadi motivasi atlet untuk mewujudkan prestasi terbaiknya," katanya.

Sementara itu Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya mengatakan bahwa KONI Kaltim tetap mendukung cabangbola tangan meski hanya sebatas cabang olahraga eksibishi pada PON 2016.
"Lebih baik kita persiapkan dari sekarang untuk PON 2020 mendatang, sehingga sudah Kaltim tidak kesulitan saat dalam mencari atlet karena pembinaannya sudah dilakukan mulai dari sekarang," tegas Zuhdy. (Jordan)

Kemepora Gelar Pameran Keris

Jumat, 23 Oktober 2015

KANTOR Kemenpora mulai mengembangkan sayapnya. Bukan hanya mengurusi masalah olahraga dan kepemudaan, namun ikut melestarikan budaya bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan kegiatan Pameran keris asala Pulau Jawa dan sekitarnya. Sebanyak 300 keris koleksi Mpu-mpu dan seniman di Tanah Air dipamerkan pada acara Pergelaran Keris Nusantara di Wisma Kemenpora, Jakarta, 22-24 Oktober. Koleksi benda pusaka tersebut dibuat mulai abad 16 hingga abad 21.

Pameran digelar Kemenpora de­ngan menggandeng Pade­pokan Bro­jo­buwono, Wonosari, Gondangrejo, Karanganyar pimpinan Bambang Gunawan. Jika dijual, harga keris senilai Rp 50 juta hingga paling mahal Rp3 miliar. Pameran dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober men­da­tang.

Sekretaris Kemenpora Alfitra Salamm mengatakan, pihaknya ingin para generasi muda bisa memegang teguh karakter dan identitas budaya melalui keris. Apalagi, benda pusaka keris sudah didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia sejak 25 Oktober 2005. "Pemuda Indonesia harus tahu budaya. Bayangkan, dunia (UNESCO) saja mengakui, masa pemuda kita tidak (mengakui). Karena itu, kami menggelar pameran keris agar pemuda kita semakin tahu tentang budaya Indonesia," ujar Alfitra.

Rencananya, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menggandeng para seniman keris untuk menggelar pa­meran di Bali. Langkah itu dilakukan untuk memper­kenalkan keris kepada wisatawan asing di Pulau Dewata. "Kami ingin orang-orang asing juga tahu bahwa keris itu milik bangsa Indonesia," imbuhnya.

Pemilik Padepokan Brojobuwono Karanganyar, Bam­bang Gunawan menambahkan, pihaknya ingin mengu­bah paradigma keris yang selama ini di­identikkan dengan orang tua. "Saya kira, untuk pemikiran dalam konteks pelestarian perlu dibangun paradigma baru. Tidak benar kalau keris di­iden­tikkan dengan golongan tua. Kami ber­harap anak-anak muda sekarang mau melestarikan keris sendiri. Kan kalau nikah sesuai adat Jawa selalu pakai keris. Masa nanti hanya pakai keris pinjaman," katanya. (jordan)

Muddai Kembali Gagal Bertemu Kelompok Serbaguna

Selasa, 13 Oktober 2015

UNTUK kali kedua hasrat Muddai Madang gagal untuk bersilahturahmi dengan Kelompok Serbaguna. Ketua Umum KONI Sumatera Selatan itu kembali mendatangi Kantor Sekretariat Tim Penjaringan Kelompok Serbaguna pimpinan Timbul Thomas Lubis di di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Selasa (13/10). Namun kembali, Muddai Madang gagal menemui ketua maupun anggota tim penjaringan.

Kegagalan ini adalah kali kedua sebelumnya ia menyambangi kantor Sekretariat yang serupa pada Jumat (9/10) lalu, di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta. “Niatan saya hanya ingin bersilahturahmi. Yang namanya silahturahmi kapan saja bisa dilakukan. Kebetulan, hari ini saya juga tidak bisa menemui Pak Timbul Thomas Lubis dan kawan-kawan. Lagi pula saya mampir karena kebetulan saya hari ini juga akan ke Palembang membuka Kejuaraan Voli Pantai Asia,” kata Muddai Madang kepada wartawan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta.

Muddai menambahkan dalam waktu dekat akan kembali lagi untuk menemui Timbul Thomas Lubis dan kawan-kawan di hari berikutnya. “Mereka kan teman-teman saya juga, Tujuan saya hanya ingin ngobrol-ngobrol dengan mereka. Saya ingin ngobrol dari hati ke hati dengan mereka dan kapan pun itu bisa dilakukan,” tandasnya

Dari beberapa nama yang disebut-sebut menyalonkan diri menjadi Ketua KOI hanya Muddai Madang yang loyal. Sebab ia beranggapan semua pihak yang saat ini lagi beda pendapat adalah teman. Sehingga posisi saya harus netral.

“Kita harus bisa merangkul semua pihak, bagaimana pun mereka adalah teman saya semua. Dalam sebuah organisasi biasa terjadi silang pendapat. Apalagi posisi saya di garda yang netral. Saya yakin setiap permasalahan pasti ada titik temunya. Saya berharap semua akan kembali bersatu,” harap Muddai. (Jordan)

Muddai:Minta KOI, KONI dan Pemerintah Bersinergi

Minggu, 11 Oktober 2015

KETUA KONIDA Sumsel Muddai Madang yang juga calon Ketua KOI menilai salah satu faktor merosotnya prestasi olahraga Indonesia adalah kurang harmonis hubungan antara KONI, KOI dan pemerintah. Jika kelak terpilih dalm Kongres KOI ia berjanji akan mensinergikan hubungan KONI, KOI, dan pemerintah.

“Tiga lembaga ini, yakni KONI, KOI dan pemerintah harus bergandengan tangan untuk mengangkat kembali prestasi olahraga Indonesia. Marilah kita bersama-sama mewujudkan keinginan Presiden Jokowi yang ingin di Asian Games 2018, Indonesia meraih sukses penyelenggaraan dan prestasi,” ujar Muddai Madang kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/10).

Muddai menjelaskan , KONI, KOI dan Pemerintah tidak bisa dipisahkan. Sebab, ketiganya memiliki peran dalam membangun olahraga Indonesia. “Waktu tiga tahun persiapan Asian Games 2018 itu tidak lama. Saya yakin jika KONI, KOI dan pemerintah bersatu maka hasil yang diraih jauh lebih baik,” tegasnya.

Sementara masalah terbitnya dua Tim Penjaringan baik yang dibentuk KOI dan Tim Penjaringan Anggota KOI pimpinan Timbul Thomas Lubis, Muddai Madang tidak mau banyak komentar. Namun, Muddai yang sudah mendaftar ke Tim Penjaringan bentukan KOI tetap berencana akan mendatangi markas Tim Penjaringan yang diketua Timbul Thomas Lubis, Senin (12/11).

“Saya akan datang untuk berkoordinasi karena saya juga punya hubungan baik dengan mereka. Dan, saya juga siap jika memang mereka menginginkan saya menjadi jembatan ke KOI. Yang pasti, saya akan berusaha agar kita bersatu dan bersama membangun prestasi olahraga,” tambahnya.

Masih menurut Muddai keinginannya untuk tetap merangkul berbagai pihak jika terpilih sebagai Ketua Umum KOI periode 2015-2019. “Kalau saya diberikan kepercayaan, saya akan menjadikan Bu Rita Subowo sebagai Senior Advisor. Bagaimana pun, kita butuh figur Ibu Rita yang memiliki hubungan internasional,” jelasnya.

Hingga kini sudah ada lima nama yang siap dicalonkan. Yakni, ketua Umum KONI Tono Surataman, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSI (Squash), Alfitra Salam, Ketua Umum KONI Sumatera Selatan Muddai Madang, dan Juara Dunia Bulutangkis 1983 Icuk Sugiarto, serta Erick Tohir. Namun hanya Muddai Madang dan Icuk Sugiharto yang secara resmi mendaftar. (Jordan)

Adhyaksa Didukung IANI Jadi Gubernur DKI

Jumat, 09 Oktober 2015

MANTAN Menpora Adhyaksa Dault mendapat dukungan dari mantan atlet nasional yang tergabung dalam IANI. Adhyaksa dianggap sebagai tokoh muda yang memiliki track record baik. "Kami melihat pak Adhyaksa yang selama ini kita ikuti sebagai tokoh muda nasional. Bukan hanya sebagai tokoh DKI tapi tokoh muda nasional yang kita tahu kiprah dan track recordnya sangat baik," ujar Ketua Umum Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Icuk Sugiharto.

Hal tersebut diucapkannya dalam acara deklarasi 'Atlet Nasional Mendaulat Adhyaksa Dault Menuju DKI 1 Sebagai Calon Gubernur DKI Periode 2017-2022 yang digelar di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2015). "Tanpa beliau Indonesia mungkin belum punya UU olahraga. Kita tidak bisa melupakan sejarah, beliau sudah melihatkan kepedulian kepada mantan atlet, memberikan penghargaan dan rumah-rumah. Itu dimulai pada era beliau," ucapnya.

Meski tidak meremehkan Basuki T Purnama (Ahok), namun para atlet melihat masih ada yang kurang dalam kepemimpinan Gubernur DKI saat ini tersebut. Untuk itu para atlet ini menumpuk harapannya kepada Adhyaksa. "Dalam perjalanan selama ini kami lihat bahwa ada hal-hal yang perlu diperjuangkan. Semoga pak Adhyaksa pada tahun 2017 bisa memimpin DKI Jakarta. Selama ini beliau sangat dekat dengan tokoh-tokoh atlet dan secara religius juga bisa dijadikan panutan," tambah mantan juara dunia bulutangkis itu.

Icuk pun mengajak seluruh atlet dan mantan atlet yang ada di Jakarta untuk mendukung penuh Adhyaksa maju sebagai DKI 1. Ia juga meminta para atlet mengajak keluarga dan teman-teman terdekat mengumpulkan KTP untuk medukung Adhyaksa. "Saya juga ingin mengajak atlet dan mantan atlet di DKI untuk bisa mensosialisasikan kepada keluarga-keluarga, sehingga kita bisa mencalonkan bapak Adhyaksa," tuturnya.

"Semoga DKI bisa menjadi kota yang lebih maju, santun, lebih sukses dan lebih mensejahterakan rakyatnya untuk membawa Indonesia lebih maju," sambung Icuk. Ia pun menegaskan bahwa dukungan ini murni diberikan kepada Adhyaksa tanpa ada paksaan. Kemudian Icuk lalu membacakan teks deklarasi dukungan IANI yang kemudian diberikan kepada Adhyaksa.

"Saya mengatasnamakan seluruh pengurus dan anggota IAIN di Jakarta, lebih kurang 100 ribu atlet karena kami membawahi semua lintas cabang olahraga. Baik dari amatir hingga profesional," tukas Icuk.

Adapun deklarasi IANI yang dibacakan berbunyi sebagai berikut:

'Kami yang bertandatangan di bawah ini, IANI, dengan ini mendaulat dan menyatakan dukungan penuh terhadap pemenangan Adhyaksa Dault sebagai calon Gubernur DKI Jakarta (2017-2022), pada Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar tahun 2017.

Kami percaya Adhyaksa Dault mampu memimpin Jakarta lebih baik. Kami juga percaya Adhyaksa Dault memiliki integritas dan kompetensi yang dibutuhkan warga Jakarta untuk menjadikan kotanya lebih tertata dan harmonis. Kami juga sangat percaya dengan track record kepemimpinannya yang bersih, tegas, dan komunikatif.

Demikian surat dukungan penuh ini kami buat, tanpa ada unsur paksaan dari manapun. Semoga pernyataan dukungan ini bermanfaat dan baik adanya.

Adhyaksa pun menyambut baik dukungan para atlet tersebut. Ia berjanji akan berjuang untuk para atlet jika terpilih sebagai Gubernur DKI. "Saya kaget ini pada kumpul-kumpul di sini. Tadi saya juga baru terima dukungan dari kelompok lain. Saya maju bukan semata-mata mencari kekuasaan tapi saya mencoba untuk membawa perbaikan bagi DKI," terangnya.

Namun ia meminta kepada semua pihak untuk legowo jika memang ia pada akhirnya tidak bisa terpilih sebagai Gubernur DKI."Kalau saya kalah itu takdir Tuhan, menang kalah itu biasa. Tapi kalau saya menang yang pertama kali harus hadir adalah atlet yang ada di sini," bebernya disambut semarak seratusan pendukungnya yang hadir dalam acara deklarasi.

Selain Icuk, sejumlah tokoh olahraga ternama hadir dalam acara deklarasi. Seperti juara dunia bulutangkis Markis Kido, Luluk Hadianto, Hengki Silatang, petinju Ellias Pical, dan pejudo Krisna Bayu. Serta sederek artis dan penyanyi ternama seperti Jelly Tobing, Dedy Dores, Dedi Dukun, Renny Djayusman dkk. (Jordan)

Icuk Daftar Jadi Calon Ketua KOI

ICUK Sugiarto meramaikan bursa calon Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2015-2019, Jumat (9/10/2015). Icuk mengambil formulir pendaftaran ke sekretariat tim penjaringan Kelompok Serbaguna yang dipimpin Timbul Thomas Lubis di komplek Perkantoran Gedung Serba Guna, Jalan Manila, Jakarta. Icuk merupakan figur kedua yang resmi mengambil formulir pendaftaran calon ketum KOI.

Hal yang sama dilakukan ketua KONI Sumatera Selatan (Sumsel), Muddai Madang. Muddai juga telah lebih dulu mengambil formulir yang sama. Hanya saja, Muddai mengambil formulir kepada tim penjaringan yang diketuai Ahmad Budhiarto yang beralamat di gedung KOI lantai 17, Jakarta.

“Niat saya mencalonkan diri sebagai ketum KOI bukan untuk mencari sensasi, tapi sebagai mantan atlet saya merasa terpanggil melihat kondisi olahraga yang sangat memperihatinkan,” ujar Icuk Sugiarto kepada wartawan usai mengambil formulir pendaftaran.

Juara Dunia Bulutangkis 1983 in menilai, tim penjaringan yang didatangi tersebut memiliki legitimasi kuat. Tim yang dipimpin mantan Sekjen KOI Timbul Thomas Lubis dibentuk 39 PB/PP anggota KOI melalui forum resmi. Karena itu, ia memilih mendaftar di tim tersebut, ketimbang tim penjaringan bentukan Rita Subowo.

“Saya melihat, secara legitimasi awal, tim ini kuat. Apalagi, mayoritas anggota KOI ada di tim penjaringan ini. Tapi apakah saya akan ke tim penjaringan KOI (bentukan Rita Subowo), akan saya pertimbangkan dengan tim saya,” tegas ayah dari pebulutangkis Tommy Sugiharto itu.

Ia merasa terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai ketua KOI karena cukup prihatin dengan kondisi olahraga Indonesia saat ini. Icuk mengaku sudah memiliki modal sebagai orang nomor satu di KOI lantaran punya sederet pengalaman, antara lain pernah menjabat sebagai staf ahli Kemenpora, ketua pengprov PBSI DKI dan ditambah sebagai pelaku olahraga secara langsung.

“Hanya orang yang tidak normal saja melihat kondisi olahraga seperti itu tidak merasa tergugah. Kalau merasa tokoh olahraga dengan kondisi sekarang, mau tidak mau harus mendaftar,” jelas ayah kandung Tommy Sugiarto, pebulutangkis peringkat 12 dunia dan 10 Olimpiade itu.

Saat ditanya jumlah dukungan suara, kata Icuk, dukungan secara lisan dari PB/PP sudah cukup membuatnya percaya diri. “Secara dukungan person (PB/PP), saya rasa saudah cukup. Minimal keyakinan saya lebih percaya diri untuk maju jadi ketua KOI," terangnya. (Jordan)

Saddak:KOI dan KONI Harus Patuhi Keputusan CAS

Rabu, 07 Oktober 2015

PENGURUS Pusat (PP) Pordasi sangat menyesalkan sikap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang tidak mengakui keberadaan Pordasi untuk melakukan pembinaan cabang olahraga Equestrian cabang ketangkasan. Ironisnya, sampai saat ini KOI dan KONI menunjuk Equestrian Federation of Indonesia (EFI) yang berhak melakukan pembinaan Equestrian. Sedangkan, Pordasi sesuai dengan aturan dari KONI hanya berhak melakukan pembinaan Kuda Pacuan.

Jelas dalam keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) di Lausanne, Swiss, Juni 2015, seperti di dalam pasal 1: Permohonan Banding yang diajukan oleh PP Pordasi pada 30 Desember 2013 terhadap putusan yang dikeluarkan BAKI pada 10 Desember 2013 dikabulkan. Kemudian pada pasal 7 diperkuat bahwa Pordasi adalah federasi nasional (induk organisasi) satu-satunya dan khusus yang mengatur/membina olahraga equestrian yang diakui oleh KOI.

"Keputusan CAS ini sudah inkrah. Kisruh ini bermulai saat ada sebagian pihak yang ingin memisahkan diri. Dalam keputusan CAS itu sudah jelas mengatakan jika di Indonesia untuk pembinaan olahraga berkuda termasuk equestrian hanya dilakukan oleh Pordasi," kata Ketua PP Pordasi Chaidir Saddak kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Sementara KOI dalam rilisnya menegaskan bahwa dalam keputusan CAS itu tidak ada kalimat yang mengharuskan KOI mengakui Pordasi sebagai pembina equestrian dan keptusan CAS juga tidak mengubah posisi EFI selaku pembina sah cabang olahraga Equestrian.

"Sebenarnya alasan klasik yang selalu dipakai KOI adalah karena Pordasi pernah membekukan Equestrian. Sesuai dengan bukti-bukti yang kami serahkan kepada CAS, kata-kata pembekuan itu sudah dipolitisir dan dimanipulasi, yang dibekukan oleh Pordasi itu adalah membekukan kepengurusan equestrian yang ingin memisahkan diri," jelas Saddak.

Kusus bagi KONI, Saddak mengaku aneh dengan sikap yang ditunjukan oleh Ketua KONI Tono Suratman. Sesaat setelah keputusan CAS keluar, Tono Suratman langsung mengucapkan selamat. "Tapi beberapa waktu yang lalu mengirimkan surat yang isinya berbeda. Mereka tetap memaksakan EFI yang menggelar Pra PON. Inilah yang kita sayangkan, makanya saya mengajak kepada petinggi-petinggi olahraga, lihatlah yang terjadi di lapangan, selesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru," harap Saddak. (Jordan)


BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET