Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Tinju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tinju. Tampilkan semua postingan

Pertina Bidik Medali di Olimpiade 2021

Jumat, 09 September 2016

KETUA Umum PB Pertina periode 206-2020 Jhony Asadoma mengatakan target utama program kepengurusannya adalah mencetak sebanyak mungkin atlet tinju potensial agar mampu tampil di ajang Olimpiade 2020 di Jepang.

Untuk mewujudkan target itu, pihaknya akan menggelar pemusatan pelatihan tinju jangka panjang di luar negeri. Negara yang dibidik untuk tempat berlatih para petinu Indonesia adalah Kazakhstan.

“Kami menargetkan bahwa di Olimpiade 2020 nanti Indonesia mampu meloloskan para petinjunya. Waktu masih sangat panjang untuk kami dalam upaya mempersiapkan para petinju dalam Pelatnas jangka panjang,” ujar Jhony Asadoma di sela-sela pelantikan kepengurusan aru PB Pertina oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, Kamis (8/9/2016).

Dalam kesempatan itu, mantan petinju nasional yang juga komentator tinju andal itu mengatakan, pihaknya juga akan mencetak wasit-wasit tinju nasional yang memiliki sertifikat bintang tiga agar bisa mempimpin pertandingan di level Asian Games dan Olimpiade.

“Sisi perwasitan salah satu yang paling penting selain kami mencetak petinju andal. Pasalnya, selama ini belum ada wasit dari Indonesia yang memimpin pertandingan di level Asian Games maupun Olimpiade,” kata pria yang berpangkat bintang satu ini.

Sementara itu Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman berpesan agar kepengurusan baru ini mampu bersinergi dengan KONI Pusat dalam mencetak petinju andal. Ia pun menyambut baik dengan dilibatkannya beberapa mantan atlet tinju nasional seperti, Ade Swandana, Bonix Saweho dan Hermanxsen Ballo dalam kepengurusan.

“Kepengurusan baru Pertina ini sangat lengkap, ada tiga generasi yang masuk dalam jajaran pengurus termasuk para mantan petinu nasional. Saya berharap dengan kolaborasi ini, mampu mengangkat kembali prestasi tinju Indonesia,” tandas Tono. Jordan

Petinju Muda Bersaing di Sabuk Emas Tinju KASAU

Jumat, 29 April 2016

SEPULUH partai yang dilakukan sekitar 20 petinju muda Indonesia akan bersaing untuk memperebutkan Sabuk Emas Tinju KASAU yang akan digelar di Wisma Serbaguna Senayan, Jumat (29/4). Kejuaraan yang didukung oleh TNI-AU ini akan mempertandingkan 10 partai yang terdiri dari sembilan partai tambahan serta partai utama.

Event Sabuk Emas Tinju KSAU ini bertujuan untuk membantu petinju muda Indonesia agar bisa bersaing dengan petinju internasional lainnya. “Selain itu, kejuaraan ini digelar untuk membangkitkan gairah tinju nasional dan melahirkan petinju-petinju profesional ke depannya,” kata promotor Akbar Qaedi Rasjid dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/4).

Ia berharap event seperti ini dapat terus berlangsung agar petinju-petinju muda Indonesia bisa bersaing di level internasional. Kolonel Daniel dari Dirgantara Boxing Camp menegaskan event seperti ini bisa menjadi momentum untuk perkembangan bagi para petinju muda. Selain itu, kejuaraan ini diharapkan bisa menyaring petinju berbakat untuk membawa harum Indonesia di ring internasional.

“Saya berharap di acara ini bisa melahirkan petinju hebat karena peluang itu terbuka lebar. Seperti yang dilakukan oleh Daud Yordan,” ujar Daniel.

Pertandingan pertama yang digelar sore hingga malam ini akan mempertemukan beberapa petinju yang menggunakan sistem knock out. Pertandingan pembuka akan digelar pertandingan antara juara nasional Semli “Tukano” Mau berhadapan dengan Kevlin Joe Tumanggor. Jordan

Jhony Pimpin PP Pertina Periode 2016-2020

Minggu, 24 April 2016

JAKARTA-Brigader Jendral Polisi Jhony Asadoma secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum PP Pertina hasil Munas yang digelar di Hotel Grand Mercuri Sabtu-Minggu (23-24/04).

Awalnya ada dua nama yang mencalonkan diri menjadi ketua umum, selain Jhony Asadoma, juga ada Harry Tanoesoedibjo (HT). Namun pada saat proses pemilihan Minggu (25/4), Harry tidak kunjung datang di dalam Munas tersebut. Alhasil, sidang pemilihan sempat diskors selama 10 menit.

Munas pun akhirnya memutuskan Jhony Asadoma yang terpilih sebagai ketua umum PB Pertina. Pria yang juga petinggi Polri itu akan memimpin Pertina selama empat tahun ke depan, (2016-2020).

Usai terpilih Jhony menyatakan mari kita bersama-sama membesarkan Pertina dan membawa prestasi Pertina. Masih banyak yang belum dimaksimalkan Pertina. Selanjutnya, kami akan lanjutkan program-program yang belum terlaksana.

Saat Munas berlangsung sempat terjadi kericuhan, karena para vooter tidak terima Munas dilanjutkan ketika calon lainnya, Harry Tanoe belum datang. Jhonny menilai hal tersebut merupakan hal biasa di dalam proses demokrasi.

Menanggapi hal itu Jhony menyatakan adanya perbedaan itu dinamika. Tapi dengan hanya ada satu calon, dan terpilihnya secara aklamasi, jadi sejarah bagi Pertina.

Sementara untuk program jangka pendek Jhony mengatakan akan mempersiapkan para tinju menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. “Untuk Olimpiade 2016 ini, para petinju kita gagal dalam babak kualifikasi. Jadi kita tinggal fokus dalam SG 2017 dan AG 2018. Dan jangka panjangnya mempersiapkan petinju di Olimpiade 2020,” terang Jhony yang juga mantan Petinju Nasional. Jordan




Damianus Lebih Memilih Petinju Yi Ming vs Iwan Zoda

Minggu, 17 April 2016

PETINJU muda dan penuh harapan Iwan ‘Sniper’ Zoda akan menghadapi pertarungan pilihan (choice)nya, ada tiga petinju yang akan menjadi penantangnya yakni, Kongfah Nakornluang (Thailand), Yi Ming Ma (China), dan Damien Vasqueez (Amerika Serikat). Siapa yang akan menjadi lawannya belum diputuskan.

“Hinga kini, kami belum memutuskan siapa yang akan menjadi lawan. Sebab pertarungan berikutnya masih ada sekitar dua bulan lagi.Ketiga calon lawan itu, semua video rekaman mereka sudah kami pelajari. Tapi, menurut informasi Yi Ming Ma petinju yang bagus,” kata pelatih Iwan Zoda, Damianus Jordan kepada wartawan, akhir pecan lalu di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menurut Damianus, pertarungan itu rencananya akan dipentaskan 23 Juni mendatang. Sedangkan tempat pertandingan juga amasih belum diputuskan antara, Pontianak, Jakarta, atau Solo. “Kami menggingkan digelar Jakarta. Itu sesuai dengan nasehat dari Pak Sutiyoso yang menjadi Ayah Angkat Iwan Zoda. Untuk itu, kami juga akan menghadap Gubernur DKI Jaya, Pak Ahok agar kami diberikan keringanan membayar baliho jika jadi di Jakarta,” tandasnya.

Petinju dari Sasana Kayoong yang kini berusia 19 tahun itu, ikut memberi warna bagi pertinjuan dunia setelah kemenangan KO-nya yang sensasional di ronde 3 atas Szilveszter Kanalas dari Hongaria di GOR Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat, awal April lalu.

Iwan dengan rekor bertanding (9-1-0, 8KO) kini menyandang dua gelar kelas terbang IBF dan WBO. Di WBO, ia juara Asia-Pacific menyusul kemenangannya atas Petchchorhae Kokietgym dari Thailand, Oktober 2015. Ia hanya sekali kalah melawan petinju asal Thailand. Namun kekalahan itu uda dibayar tuntas, dengan balik mengkanvaskan lawanya dengan KO.

Dengan kemenangan atas Kanalas (8-1, 6KO), Iwan merebut gelar lowong kelas terbang IBF Youth. Sementara itu, Agus Kustiawan juga merebut gelar WBF Asia-Pacific kelas bulu setelah menang angka dalam duel yang berlangsung keras melawan petinju Filipina, Lloyd Jardeliza.

Iwan kini bergabung dengan Manejemen Sasana TNI AU yang dipimpin Mayor Yudi Setyawan. Sejak bergabung semangat bertandingnya sangat luar biasa dan mengalami kemajuan yang pesat. “Secara teknis Iwan masih dalam pengawasan saya. Namun dalam opsion pertandingan diserahkan kepada Pak Yudi,” tandas kakak kandung Daud Jordan itu. Jordan

Daud Yakin Kalahkan Kato

Selasa, 02 Februari 2016

DENGAN masa persiapan selama satu setengah bulan dan berlatih di Bali . Petinju Daud Yordan menyatakan siap bertanding melawan Yoshitaka Kato, dan akan mengirim pulang petinju Jepang itu dengan membawa kekalahan.

"Dengan persiapan yang cukup. Dan mendapat bimbingan dari pelatih saya, Craig Christian, menggembleng fisik dan teknik. Saat ini saya tinggal menjalani latihan ringan menuju hari pertandingan," kata Daud dalam jumpa pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Pertarungan Daud melawan Kato dijadwalkan digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada Jumat malam, 5 Februari mendatang. Setelah beberapa kali batal, Daud akan kembali naik ring untuk memperebutkan sabuk juara dunia kelas ringan (61,2 kg) World Boxing Organization (WBO). Di badan tinju dunia tersebut Daud saat ini menempati peringkat keenam, sedangkan Kato nomor 28.

"Bagi saya menang itu target mutlak. Saya tidak menargetkan KO (knock out) tetapi kalau memang kesempatan itu ada, saya pasti akan ambil," tegas Daud. Lawan Daud, Kato juga mengharapkan yang sama. Dia bertekad bisa mengalahkan Daud pada pertandingan nanti.

Menurut Kato dengan, mempelajari video pertandingan Daud, optimis saya menang. "Saya sudah mempelajari gaya dia lewat video. Pertandingan ini penting buat saya karena Daud karena saya anggap sebagai petinju yang tangguh dan fight. Saya siap bertanding. Mudah mudahan kemenangan ini bisa dibawa ke Jepang," ujar Kato. Jordan

Daud Jordan Optimis Pertahankan Gelar

Selasa, 15 Desember 2015

GUNA mempertahankan gelar juara kelas ringan (62,1 kilogram) WBO Asia Pasifik Daud Yordan kini ditangani dua pelatih sekaligus.Daud akan mempertahankan gelar yang kedua kalinya melawan petinju Jepang Yoshitaka Kato pada pertarungan di Jakarta, 5 Februari 2016.

Dua pelatih yang bakal menangani Daud adalah Craig Christian (mantan pelatih sekaligus manajer Chris John) dan temannya sendiri Edin Diaz. Menurut Daud, kedua pelatih itu bergantian menangani dirinya baik fisik maupun teknik selama masa persiapan.

Daud yang kini memiliki rekor bertarung 34 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah tersebut kini terus menjalani latihan untuk persiapan pertarungan perebutan gelar tersebut. "Latihan masih bersifat umum, baik teknik maupun fisik," kata petinju asal Sukadana, Kalbar itu.

Daud mengaku sudah mendapatkan rekaman pertarungan calon lawannya. "Sekarang ini sedang mempelajari gaya bertarung yang bersangkutan," kata Daud kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/12/205).

Sementara itu Bos Mahkota Promotion Raja Sapta Oktohari mengatakan ini menjadi kesempatan emas bagi Daud. Sebab, pertarungan ini menjadi bagian Yordan menantang juara dunia WBO asal Inggris. Pasalnya, posisi Daud naik ke peringkat empat dunia kelas ringan karena Josh King membatalkan pertarungannya dengan Yordan pada 8 November lalu. Jordan

FTPI Akan Gelar Piala Menpora

Jumat, 10 Juli 2015

FEDERASI Tinju Profesional Indonesia (FTPI) akan membuat gebrakan baru. Yakni menggelar pertandingan tinju memperebutkan Sabuk Menpora. Tidak tanggung-tanggung pertandingan tersebut akan digelar di depan Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun agenda itu baru akan terlaksana usai kepengurusan FPTI dilantik Menpora pada 14 Agustus mendatang.

Demikian ditegaskan Ketum FPTI Neneng A. Tuty saat pengurus FTPI lainnya melakukan audiensi kepada Menpora Imam Nahrawi, Kamis (9/7/2015). Neneng menjelaskan, bahwa berdirinya FTPI bertujuan agar insan tinju Tanah Air tidak berhenti begitu saja dari kiprah bertinjunya. Di mana saat ini, kata Neneng, tinju profesional sedang lesu atau seakan tertidur.

"Tujuan Federasi ini didirikan untuk meningkatkan tinju profesional menjadi internasional mulai tingkat daerah hingga nasional dengan menggelar pertarungan tinju taraf internasional agar melahirkan juara dunia dan dapat membantu program-program dari Kemenpora selain menjadikan tinju ini sebagai industri olahraga salah satu penggagas dan sekaligus Ketua Dewan Pembina FTPI Paiman Raharjo sangat mendukung hal ini," ujar Neneng yang didampingi salah seorang pendiri FTPI Yance kepada Menpora.

Lebih lanjut Neneng menjelaskan, bahwa pihaknya akan menggelar pertandingan tinju Sabuk Menpora di depan Kantor Kemenpora. "Beliau sangat senang dan mendukung kegiatan kami. Sebab, menurut beliau tinju profesional kita sedang tertidur," jelas Neneng. Menanggapi niat baik FPTI, Menpora Imam Nahrawi menyambut baik. "Yang pasti saya senang ada badan tinju profesional yang mau peduli dengan dunai tinju kita. Saya berharap kita bisa melihat lagi sesungguhnya industri tinju yang pernah punya sejarah dan pangsa yang luar biasa besar," kata Menpora.

Menpora mengimbau kepada FTPI agar menjadi federasi yang bisa dipercaya dan profesional. "Saya yakin ketika organisasi bisa dipercaya maka dengan sendiri sponsor akan datang tinggal secara personal harus ada pendukung khusus di bidang produksi atau pemasaran dan lainnya," lanjutnya. Pemerintah akan terus mendorong agar organisasi ini semakin berkembang. "Saya akan terus dorong agar industri Tinju ini akan lahir dan berkembang. Saya bangga sekali waktu prestasi yang diraih Ilyas Pical, Nico Thomas semua stasiun televisi hampir memberikan tempat sekarang harus menjadi evaluasi kenapa banyak sponsor dan media tidak lagi memberikan perhatiannya," tegas politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (Jordan)

Kornelis Persembahkan Emas di Tinju

Rabu, 10 Juni 2015

KORNELIS Kwangu Langu menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang berhasil meraih perolehan medali emas. Setelah Kornelius berhasil mengalahkan Rogen Ladon (Filipina) dalam final pertandingan tinju kelas 46-49 kg SEA Games 2015 di Hall 2 Singapura Expo, Rabu.
Sementara petinju putri andalan Indonesia pada kelas 54 kilogram, Christina Jembay, harus mengakui keunggulan Tasamalee Thongjan dari Thailand dalam pertarungan final partai keempat yang sangat ketat dengan skor akhir 0-3.

Christina harus puas dengan medali perak pada nomor itu dan mengubur ambisinya untuk meraih medali emas pertama bagi tim tinju Indonesia dan medali emas pertamanya di SEA Games. Meski gagal mengibarkan Merah Putih di arena tinju, namun Christina tampil penuh percaya diri meladeni Tassamalee.

Tim tinju sudah menyumbangkan satu medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu. Medali perunggu dipersembahkan oleh Ester Kalayukin pada kelas 46-49 kilogram putri dan Farrand Papedang pada kelas 60 kilogram. Pada SEA Games 2013 di Myanmar Indonesia hanya meraih empat medali perak dan empat medali perunggu.

Dalam pertarungan empat ronde itu dua wasit menyatakan petinju Indonesia menang dengan skor 29-28, 29-28 dan satu juri mengunggulkan Ladon 28-29 sehingga Kornelis menang 2-1. Usai pertandingan, Kornelis mengatakan pertandingan final cukup berat dan dia sempat terdesak meski kemudian bisa bangkit lagi pada ronde terakhir.

"Saya sempat kewalahan di awal, namun akhirnya bisa bangkit dan meraih emas. Medali ini saya persembahkan bagi masyarakat Indonesia, keluarga dan teman-teman saya yang mendukung selama ini," kata Kornelis. Ia menyebut Ladon sebagai petinju berpengalaman dan dia cukup kesulitan mengatasinya.

"Ia petinju bagus dan berpengalaman, namun saya ikuti semua saran pelatih yang memberi instruksi menyerang dan sesekali bertahan. Ladon sangat licin dan saya beruntung bisa mengatasinya," katanya.

Dalam perayaan kemenangan dilakukan tim di arena tinju oleh tim Indonesia. Kornelis tidak kuat menahan tangis saat turun dari ring dan disambut oleh ofisial dan petinju lainnya.

"Dengan waktu latihan yang termasuk singkat namun tim bisa meraih medali emas. Semua atlet sudah tampil maksimal meski dengan latihan yang jauh dari cukup," kata Pelatih Tim Indonesia Adi Swanda. Dibandingkan SEA Games 2013, hasil kali ini lebih baik dengan satu emas. Sebelumnya empat perak dan empat perunggu," kata Adi. (Raf)

Cetak Petinju Dunia, FTPI Dirikan Boxing Camp

Jumat, 29 Mei 2015

LAHIRNYA Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) pada Oktober 2014 lalu bertujuan untuk dapat melahirkan petinju Indonesia yang bisa berprestasi tingkat dunia.
Menurut Ketua Dewan Pengawas FTPI, Yance Rahayaan, pihak pemerintah masih memandang sebelah mata terhadap dunia tinju di Indonesia, yang berdampak menurunnya prestasi atlet tinju professional. Pasca pensiunannya Nico Thomas, Ellyas Pical dan terakhir Chris John. Kehilangan petinju berbakat dan tak ada lagi bibit petinju yang menjadi kebanggaan.

“Kami melihat, olahraga tinju kita sedikit mengalami penurunan setelah hilangnya Ellyas Pical, Nico Thomas dan Chris John. Kami ingin membuat program pembinaan untuk meningkatkan tinju profesional, mulai tingkat daerah hingga nasional.
Kami berharap mendapat dukungan dari Kemenpora dan BOPI,” kata Yance saat bertemu dengan Ketua BOPI Noor Aman di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis ini, Rabu (28/5). Dalam pertemuan tersebut, FTPI menggandeng Kemenpora dan BOPI untuk bersama-sama menciptakan petinju profesional kelas dunia.

“Kami rangkul juga Ellyas Pical masuk sebagai pengurus, karena kami ingin membantu petinju Indonesia kembali berjaya di dunia internasional seperti eranya. Dan ada juga beberapa nama mantan juara dunia yang bersedia menjadi pengurus FTPI, selain Ellyas Pical, ada juag Chris John,” papar Yance.

Ketua FTPI Neneng Artuty mengaku optimistis bisa memunculkan petinju profesional Indonesia bergelar dunia, dan akan menggandeng promotor untuk memperbanyak laga tinju di Tanah Air. “Kita punya rencana panjang, untuk bisa membawa kembali prestasi tinju Indonesia, termasuk mengandeng para sponsor,” katanya.

Neneng menambahkan akan bekerja sama dengan pengurus daeah untuk membangun boxing camp traning. “Program panjang ini untuk melahirkan petinju andal masa depan. Sudah ada beberapa daerah yang setuju. Seperti DKI, Sumut, dan provinsi Kalimantan serta Maluku,” kata wanita yang berprofesi pengacara itu.

Dalam kesempatan sama Ketua BOPI, Noor Aman berharap FTPI bisa melahirkan petinju profesional Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pihaknya juga siap menjadi fasilitator jika dibutuhkan FTPI ketika akan menggelar pertandingan. “Kehadiran FTPI bisa jadi wadah bagi petinju Indonesia kedepannya, sekaligus membantu menjadi mata pencaharian, baik dari atlet, pelatih maupun pengurus,” tambah Noor.

Sebagai organisasi baru, FTPI akan melebarkan sayapnya di seluruh pelosok Tanah Air. Organiasi baru ini juga akan menggelar pertarungan tinju profesional bekerja sama dengan stasiun televisi swasta. (Jordan)

Daud Yordan Kembali Bertarung

Kamis, 07 Mei 2015

SETELAH hampir setahun tidak bertanding, kembali petinju kebanggaan Indonesia , Daud Yordan, akan naik ring. Kali ini melawan petinju Ghana, Maxwell Awuku, di DBL Arena, Surabaya, 6 Juni 2015. Daud akan mempertahankan gelar kelas bulu ad interim Organisasi Tinju Dunia (WBO) kelas ringan Asia-Pasifik sekaligus memperebutkan gelar WBO Afrika kelas ringan.

Menurut manajer Daud, Wahju Prasetya, pertarungan ini bertujuan memperbaiki peringkat Daud Yordan dalam daftar peringkat WBO. Saat ini Daud Yordan berada di peringkat ke-13 WBO. “Peluang untuk naik peringkat bagi Daud akan semakin besar, jika daud dapat mengalahkan Awuku. Bahkan bisa mencapai peringkat ke empat besar WBO,” ujar Wahju dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Wahju menambahkan posisi empat besar itu, merupakan syarat yang harus dipenuhi petinju jika dia ingin bertarung memperebutkan gelar juara dunia WBO. Daud Yordan merupakan mantan juara dunia kelas bulu dan ringan versi Organisasi Tinju Internasional (IBO). “Gelar ini hilang karena Daud tak bertanding lagi di IBO. Kami memang berencana pindah ke WBO, yang lebih bergengsi,” kata Wahju.

Dalam kesempatan yang sama Promotor pertandingan dari Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari, mengatakan pertandingan kali ini akan berlangsung seru. Sebab, Awuku bukan lawan yang mudah dikalahkan. Dia memiliki rekor 40 kali menang dengan 26 kali menang secara KO (knock-out) dan hanya kalah dua kali tanpa kalah KO. Awuku juga memiliki catatan satu kali seri. “Tentu ini akan menjadi pertandingan yang tidak mudah buat Daud,” tutur Raja.

Kakak kandung sekaligus pelatih Daud, Damianus Yordan, menuturkan timnya sudah mendapatkan satu video rekaman pertandingan Awuku. “Hanya itu yang bisa kami dapatkan. Itu pun video tahun 2010,” ujar Damianus. “Tapi saya melihat Daud memiliki banyak pengalaman bertanding di level tinggi, jadi ini akan menambah motivasinya. Daud siap untuk pertandingan nanti.”

Menurut Damianus, yang membuat pertandingan di Surabaya nanti seru adalah tipe dua petinju itu. “Awuku counter fighter, sedangkan Daud fighter,” katanya. “Jadi mereka akan adu pukul. Tidak ada yang satu mengejar, yang lain menghindar.” (Jordan)



Indonesia Loloskan 2 Petinju ke Final

Sabtu, 25 April 2015

DUA petinju Indonesia lolos ke final kejuaraan internasional tinju amatir Piala Presiden. Keduanya adalah Vinky Montolalu di kelas 64kg dan Mario Kali di kelas 49kg. Vinky melaju ke final setelah mengalahkan wakil Kamboja Ven Ratha pada semifinal di Palembang, Jumat. Sedangkan Mario Kali juga memastikan diri ke babak final kelas 49 kg putra setelah mengandaskan perlawanan Gan Erdene asal Mongolia.

Vinky tampil maksimal pada pertandingan tiga ronde x 2 menit sehingga memetik kemenangan telak dengan skor 3-0 (29-28, 29-28, dan 29-28). Vinky (26) hanya mendapat tekanan dari lawan pada awal ronde pertama yang langsung melancarkan pukulan-pukulan terukur terlebih dahulu.

Posisi kalah ronde pertama, Vinky pun bangkit pada ronde kedua sehingga mengambil alih dominasi pertandingan. Tercatat beberapa kali pukulan telak Vinky mengenai muka dan perut petinju naturalisasi Kuba ini. Di ronde terakhir, para penonton yang berada di tribun mulai berteriak histeris karena menyaksikan kedua petinju yang sama-sama tampil apik dengan secara bergantian melayangkan pukulan.

“Dia (Ven Ratha) unggul jika bermain dengan jarak jauh, maka dari itu pelatih menekankan untuk melancarkan pukulan dari jarak dekat,” kata Vinky usai laga di Palembang Sport Convention Center. Pada babak final kelas 64 kg putra, Sabtu (25/4) Vinky dijadwalkan berhadapan dengan petinju Mongolia Chin Zorig yang sebelumnya menggandaskan Joel Bacho asal Fhilipina.

“Petinju asal Mongolia memang terkenal tangguh tapi saya tidak mau kalah sebelum bertanding. Apalagi ini partai puncak, harus tampil habis-habisan,” kata atlet yang disiapkan berlaga di SEA Games Singapura pada Juni mendatang. Pelatih Timnas Tinju Adi Swandana mengatakan lawan yang bakal dihadapi Vinky di laga pamungkas nanti merupakan petinju hebat dan telah memiliki pengalaman di level internasional.

Kenyataan ini membuat Adi enggan bicara muluk-muluk mengenai atlet besutannya. “Semua bisa terjadi di atas ring tinju. Yang jelas sudah tahu gaya permainan lawan dan sudah disiapkan strategi apa yang akan dipakai nanti,” kata Adi. Sementara itu,sebagai bentuk motivasi tanbahan, Manajer Timnas Indonesia Syaifudin Aswari Rivai menyatakan akan memberikan bonus kepada petinju Vinky Mantolalu jika berhasil menyabet juara pertama. “Tentunya akan kita berikan bonus jika Vinky juara, namun mengenai nominal belum bisa kita sebutkan,” kata Aswari.(Raf)

Tim A Ditargetkan Juara Umum Piala Presiden

Jumat, 17 April 2015

SELAKU tuan rumah, pada Piala Presiden kali ini, Indonesia sendiri akan menurunkan sebanyak 33 petinju pria dan wanita yang dibagi dalam tiga tim yakni Tim A, Tim B, dan Tim C. Banyaknya petinju Indonesia yang tampil demi mencapai target untuk menjadi juara umum.

Kejuaraan tinju Piala Presiden ke-22 akan diselenggarakan di Palembang Sports and Convention Center (PSCC) pada 20-25 April 2015. Kejuaraan yang di gagas oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto, pada 1976 itu akan diikuti sebanyak 116 petinju pria dan 61 petinju wanita dari 20 negara.

"Kami menargetkan Tim A sebagai juara umum. Selain Tim A yang bermaterikan petinju SEA Games, ada juga tim dua dan tiga ini petinju-petinju terbaik juara-juara nasional yang kami panggil. Ini juga setara kualitasnya dengan tim SEA Games," kata Sekretaris Jenderal Pertina, Martines dos Santos, pada wartawan di PP Pertina, di Jakarta.

Menurutnya,ajang Piala Presiden ke-22 juga dimanfaatkan sebagai ajang try out petinju Indonesia dan untuk mengintip kekuatan lawan menjelang SEA Games 2015 di Singapura. "Dilihat dari daftar yang masuk ternyata itu rata-rata mereka yang akan tampil pada SEA Games 2015 di Singapura nanti. Jadi ini salah satu cara kami, yang sengaja dibikin pada bulan April, karena saya yakin bahwa ini pasti dipakai ajang try out buat negara-negara Asia Tenggara lainnya," kata Martines mantan kuli disket itu.

Martinez menambahkan saingan terberat selain dari peserta Negara-negara SEA Games, ada Negara lainnya yang memiliki petinju kelas dunia, seperti Jepang, Korsel, Tiongkok, dan Mongolia. Event Presiden terakhir yang pernah diadakan pada 2011 di Jakarta, di mana Jepang menjadi sebagai juara umum dan Julio Bria dari Indonesia terpilih sebagai petinju terbaik. Dalam event kali ini pantia menyediakan hadiah uang bagi juara umum sebesar 3.000 USD. Sedangkan petinju terbaik untuk kategori pria dn wanita masing-masing berhak mendapat uang sebesar 1.000 USD. (Jordan)

Tinju Piala Presiden Kembali Digelar

Kamis, 05 Maret 2015

SETELAH absen selama 4 tahun, kembali even bergenggsi Kejuaraan Tinju Piala PresidenIndonesia digelar. Namu even kali ini membutuhkan dana yang cukup besar. Hampir mencapai Rp 10M, sebab diikuti sekitar 25 negara. Bahkan ada beberapa Negara kuat yang diundang ditanggung panitia, termasuk tiket dan penginapannya. Demikian ditegaskan Ketum PP Pertina Reza Ali.

Menurutnya Reza besarnya anggaran tersebut karena kita menanggung biaya akomodasi dari beberapa Negara yang memiliki petinjunya berkualitas dan prestasi dunia. “Anggran ini memang cukup besar. Karena kita harus menanggung biaya beberapa peserta yang memiliki jago-jago tinju dunia,” kata Reza Rivai kepada wartawan di Kantor Pertina Pusat Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Masih menurut Reza, kami sebenarnya berharap ujud perhatian pemerintah, terutama masalah dana. Namun dalam hal ini pemerintah kabarnya hanya sanggup membantu sebesar Rp 850 Juta. :Kekurangan yang cukup besar itu membuat kami harus bekerja keras dan mandiri untuk mencari dana. “Ajang ini memang cukup bergengsi bagi dunia tinju di tanah air. Apalagi tinju Indonesia saat ini mulai bangkit. Jadi sangat disayangkan jika even sebesar ini kita tak bisa memanfaatkan. Terutama bagi petinju kita jelang tampil di SEA Games 2015 nanti,” terang Reza.

Kali ini Indonesia menurunkan tiga tim pada Piala Presiden ke-22 dengan kekuatan pasukan 36 petinju untuk kejuaraan yang akan digelar 19-25 April, di Palembang, Sumatera Selatan. MenurutKetua Panitia Piala Presiden ke-22 Syaifudin Aswari Riva bahwa tuan rumah Indonesia menurunkan tiga tim dengan tim utama terdiri dari petinju pelatnas yang dipersiapkan untuk SEA Games Singapura Juni tahun ini.

“Piala Presiden menjadi ajang untuk mengevaluasi sepuluh petinju Indonesia dan melihat kemampuan lawan sebelum bertanding di SEA Games XVIII 2015 di Singapura. Sementara kesiapan kita menggelar event ini sudah mencapai 60%,” kata Syaifudin.

Reza juga berpendapat bahwa Indonesia membagi atletnya ke dalam tiga tim karena banyaknya petinju Indonesia yang berkualitas dan kompeten. "Cabang tinju ini secara kualitas dan kuantitas tampil baik bahkan di lapis ketiga. Banyaknya petinju dan sulit untuk memilah mana yang lebih baik maka kami bentuk tiga tim," jelas Reza.

Piala Presiden yang diselenggarakan pada 19-26 April 2015 di Palembang Sport & Convention Center, Palembang, Sumatera Selatan ini diikuti oleh 25 negara, termasuk Indonesia. Negara-negara tersebut adalah Afganistan, Australia, Bangladesh, Bhutan, Filipina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Malaysia, Mauritius, Mesir, Myanmar, Mongolia, Nepal, Qatar, Rusia, Singapura, Srilanka, Syria, Taipei, Thailand, dan Timor Leste. (Jordan)

Berikut adalah daftar nama petinju Indonesia yang terbagi dalam tiga tim.

Tim A (10 di antaranya adalah Tim Sea Games):

1. Kornelis Langu (Bali, kelas terbang ringan 49 kg).

2. Julio Bria (Bali, kelas terbang 52 kg).

3. Rafli Langi (DKI Jakarta, kelas bantam 56 kg).

4. Farrand Papendang (Papua Barat, kelas ringan 60 kg).

5. Vinky Montolalu (DKI Jakarta, kelas welter ringan 64 kg).

6. Kusdiyono (Jawa Barat, kelas welter 66 kg).

7. Kristianus Nong Sedo (Kalimantan Timur, kelas menengah 75 kg).

8. Beatrix Suguro (Kalimantan Timur, wanita kelas terbang ringan 48 kg).

9. Novita Sinadia (DKI Jakarta, wanita kelas terbang 51 kg).

10. Norbertha Tajum (Papua Barat, wanita kelas bantam 54 kg).

11. Kristina Jambay (Papua Barat, wanita kelas bulu 57 kg).

12. Magdalena Kambayong (Papua, wanita kelas ringan 60 kg).


Tim B:

1. Ingatan Ilahi (Riau, kelas terbang ringan 49 kg).

2. Aldoms Suguro (DKI Jakarta, kelasa terbang 52 kg).

3. Ralin Lumoly (Maluku, kelas bantam 56 kg).

4. Matius Mandiangan (DKI Jakarta, kelas ringan 60 kg).

5. Abdul Sada (Sulawesi Selatan, kelas welter ringan 64 kg)

6. Charles Kantiandago (Sulawesi Selatan, kelas welter 69 kg).

7. Toar Sompotan (Sulawesi Utara, kelas menengah 75 kg).

8. Aprilia Pricilia Tombong (DKI Jakarta, wanita kelas terbang ringan 48).

9. Warni Halawa (Riau, wanita kelas terbang 51 kg).

10. Ester Kaluyukin (Maluku, wanita kelas bantam 54 kg).

11. Imaculata Loda (Nusa Tenggara Timur, wanita kelas bulu 57 kg).

12. Junita Sanadi (Papua Barat, wanita kelas 60 kg).


Tim C:

1. Mario Kali (Nusa Tenggara Timur, kelas terbang ringan 49 kg).

2. Steven Kastanya (Maluku, kelas terbang 52 kg).

3. Ari Agustin (Kalimantan Barat, kelas bantam 56 kg).

4. Resky Alfons (Jawa Barat, kelas ringan 60 kg).

5. Rizal Pardede (Riau, kelas welter ringan 64 kg).

6. Lodewijk Batlayeri (Maluku, kelas welter 66 kg).

7. Marvin Batuwael (Jawa Barat, kelas menengah 75 kg).

8. Angelina Niis (Nusa Tenggara Timur, wanita kelas terbang ringan 48 kg).

9. Suzen Simangunsong (Sumatera Utara, wanita kelas terbang 51 kg).

10. Diandra Piters (DKI Jakarta, wanita kelas bantam 54 kg).

11. Erni (Kalimantan Timur, wanita kelas bulu 57 kg).

12. Maduma Simbolon (Sumatera Utara, wanita ringan kelas 60 kg).

Kejuaraan Tinju Piala Presiden Kembali Digelar

Kamis, 15 Januari 2015

SETELAH sempat terhenti beberapa tahun, ajang Kejuaraan Tinju Piala Presiden kembali digelar. Rencananya PB Pertina bakal menggelar kejuaraan tinju Piala Presiden 2015 di Palembang, 19-25 April mendatang. Pertina telah mengundang 26 negara untuk mengirim para atlet terbaiknya. Sementara Indonesia akan menurunkan tiga tim.
Tim inti (Tim A) akan diisi para petinju pelatnas SEA Games 2015 yang berjumlah 10 orang, sedangkan tim kedua dan ketiga akan diambilkan dari daerah-daerah denganketentuan mereka memiliki prestasi yang cukup bagus.
Ketua Umum PB Pertina Reza Ali berharap petinju Indonesia bisa mendapat pengalaman berharga dari kejuaraan tersebut. Reza belum berani menargetkan juara umum ataupun meraih medali emas pada Piala Presiden. Sebab selama 22 kali menggelar ajang itu, para petinju yang diturunkan selalu kandas.
“Rencananya kami akan menurunkan 36 petinju yang dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama adalah mereka yang menghuni pelatnas,sedangkan tim kedua dan ketiga adalah pelapisnya. Kami hanya berharap, petinju pelatnas bisa memperoleh pengalaman karena ini menjadi bekal mereka sebelumtampil di SEA Games Singapura,” kata Reza Ali di Jakarta, Rabu (14/1).
Reza menambahkan Negara yang diundang tentunya mereka yang mempunyai petinju kelas internasiona;. Adapun negara-negara yang diundang, sampai saat ini belum memberikan konfirmasi. Biasanya, mereka akan melakukan konfirmasi sebulan sebelum pertandingan digelar. Negara-negara yang diundang, antara lain Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Kamboja dan pecahan Uni Soviet.
Awalnya PB Pertina menujuk Makassar sebagai tuan rumah kejuaraanPiala Presiden. Namun, sarana dan prasarana di Makassar kurang memadai, selanjutnya dipindah ke Palembang. “Venue di Palembang bertaraf internasional dan Gubernur Sumsel sangat mendukung kejuaraan digelar di sana,” ujar Ketua Panitia Saifudin Aswari Rivai.
Sebelum tampil di Piala Presiden, para atlet akan dikumpulkan di sebuah sasana yang berlokasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Mereka akan digembleng dalam pemusatan latihan paling lambat akhir bulan ini.
“Kami ingin meraih sukses ganda, sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Jelas kami tak ingin menjadi penonton pada Piala Presiden nanti.Karena itu, atlet-atlet akan masuk pelatnas supaya bisa mempersiapkan diridengan baik. Apalagi, persaingan diperkirakan cukup ketat mengingat petinju luar negeri cukup bagus,” kata pria yang juga Bupati Lahat, itu. (Jordan)

Daud Yordan Siap Hadapi Pontillas

Rabu, 17 Desember 2014

PETINJU Indonesia Daud Yordan bakal menantang Ronald Pontillas asal Filipina pada perebutan gelar kelas riangan (61,2 kg) versi WBO Asia Pasifik di GOR Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat, 20 Desember.

Pertarungan ini merupakan ajang pertama bagi petinju berjuluk Cino tersebut pada tahun ini. Dia kali terakhir naik ring saat menang atas petinju Afsel Shipo Taliwe di Australia, 6 Desember 2013. Meski lama tak bertanding, Daud tak khawatir dengan kebugaran. Sebab selama satu tahun menunggu jadwal, dia tetap mempersiapkan diri di Sasana miliknya di Kayong Utara, Kalbar.

Raja Sapta Oktohari, selaku promoter pertandingan ini ( Mahkota Promotion) mengatakan bahwa laga nanti merupakan babak baru bagi karier Daud. Jika Cino mengalahkan Pontillas, maka kesempatan untuk menantang juara dunia versi WBO cukup lebar.
"Reputasi Daud perlu dikatrol lebih tinggi lagi. Tidak ada cara lain kecuali menempatkannya di badan tinju bergengsi seperti WBO," terangnya.

Untuk memberi semangat saat Daud bertarung, pihaknya akan mengundang mantan petinju Indonesia Chris John dan Ellyas Pical ke arena pertandingan. Dia berharap Cino bisa termotivasi dengan para seniornya yang dulu pernah berjaya di olahraga tinju dunia.
Sementara menurut Daun bahwa selama ini saya tetap berlatih dengan baik. Program latihan yang saya jalani meliputi fisik, teknik, juga latih tanding dengan petinju-petinju yang berlatih di sasana saya. Jadi saya tidak terlalu khawatir dengan kondisi fisik karena latihan tetap terjaga dengan baik lewat program latihan yang berat.

Cino optimistis bisa menang KO saat berduel lawan Pontillas. Target itu perlu digapai agar memuaskan penonton. "Saya sudah lama tidak tampil di kandang sendiri (Pontianak). Kesempatan kali ini sudah pasti akan saya manfaatkan untuk memuaskan penonton yang sudah datang ke arena maupun yang menyaksikan lewat televisi. Tidak ada kata lain kecuali mematok kemenangan KO," tegas Cino.

Bagi Daud, Pontillas merupakan petinju asal Filipina keenam yang akan dihadapi. Sebelumnya, dia sudah bertarung dengan lima petinju Filipina dan semuanya ditaklukkan lewat KO. Cino juga tak peduli dengan Pontillas yang kidal, sebab dua dari lawan-lawannya yang di KO juga bertipe sama. "Saya memang belum tahu pasti gaya bertinju Pontillas. Namun rata-rata petinju Filipina bergaya fighter, dia akan datang menyerang dan itu gaya yang cocok dengan saya," jelasnya. (Jordan)



Anton:Polisi Harus Bertanggung Jawab Atas Tindakannya

Kamis, 19 Desember 2013

PERISTIWA yang sangat mengenaskan menimpa dunia tinju Indonesia. Hanya gara-gara cekcok dengan saudara. Lalu berlanjut bersinggungan dengan orang lain. Sehingga pihak ketiga tanpa piker panjang menerinyakin maling, Akhirnya pun melayang akibat penembakan yang dilakukan oknum polisi yang tak bertanggung jawab.
Peristiwa itu menimpa juara nasional Marangin Marbun. Marangin tewas karena diduga berusaha merampas sebuah sepeda motor. Dia ditembak karena diduga melawan saat dibekuk polisi, Sabtu (30/11/2013) sekitar pukul 02.00 WIB, di Cipondoh, Tangerang. Saat kejadian, Marangin mengendarai sepeda motor bersama Barita Lumban Gaol.
Peristiwa itu mendapat tanggapan serius dari Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Pusat Anton Sihombing,. Anton mendesak agar Kapolri Jenderal Sutarman memeroses oknum polisi yang menembak petinju nasional Marangin Marbun.
“Ini kejadian aneh dan patut dipertanyakan, sebab polisi tanpa memberikan prosedur yang berlaku. Dimana seharusnya jika ingin menangkap seseorang yang diduga melakukan tindak kejahatan. Seharusnya melakukan tembakan peringatan. Bukan langsung tembak ditempat.,” kata Ketua KTI Anton Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/12) . Anton mempertegas kalau pun polisi ingin menangkap, cukup dengan melakukan tembakan melumpuhkan, bukan mematikan. Lagian si korban juga tak melakukan perlawanan.
Jika persoalan ini tak kunjung selesai dan tak mendapat jawaban yang pasti dari pihak kepolisian, Anton berjanji akan melakukan tindakan Hukum yang berlaku. “Saya minta Kapolri menuntaskan masalah ini dan memproses secara hukum, siapa oknum polisi yang menembak. Polisi harus bertanggung jawab secara kelembagaan,” tandas .
Bila dalam jangka waktu satu bulan, lanjut Anton, polis belum juga memeroses secara hukum oknum polisi yang menembak, maka Anton berniat membawa perwakilan petinju profesional menghadap Kapolri. “Kalau tidak ada penyelesaian dari pihak kepolisian, bulan depan saya akan menghadap Kapolri. Saya membawa petinju serta keluarga petinju. Sebab, kasus ini menjadi beban moral untuk Komisi Tinju Indonesia. Seluruh keluarga tinju profesional berduka dan prihatin,” papar Anthon sembari menyebut Kapolri Jenderal Polisi Sutarman sebagai sosok polisi yang tegas, jujur dan menjunjung tinggi hukum.
Hal senada diutrakan Ketua KTI DKI Sangap Sidahuruk mengatakan polisi harus menjelaskan secara detail kepada masyarakat ikhwal penembakan terhadap Marangin Marbun. Pemberitaan selama ini yang menyebutkankan Marangin Marbun maling, merupakan tindakan yang sangat merugikan martabat keluarga almarhum.
‘’Persoalan ini sangat serius. Dan menyangkut procedural yang berlaku. Masalah ini akan kami teruskan sampai kepada Kapolri,Komnas Ham dan DPR. Ini menyangkut nyawa orang, apalagi almarhum Marangin Marbun adalah juara nasional tinju pro kelas bulu. Dia adalah mitra latih bagi Chris John,’’tutur Sangap yang menjadi kuasa hukum keluarga Marangin Marbun ini. (Jordan)

Floyd Didera Rp 1 M, atas Fitnahan

Sabtu, 22 September 2012

PETINJU Flyod Maywaether memang tangguh di atas ring, hingga saat ini memang tak seorang petinju yang dapat mengalahkannya. Namun pepatah yang menyatakan mulutmu adalah harimaumu, itulah yang kini dirasakan Floyd.

Atas pernyataannya terhadap Manny Pacquiano, yang menuduh petinju Filipina itu memakai doping. Namun Floyd tak dapat membuktikannya. Akhirnya Hakim Federal AS Larry Hicks memerintahkan juara tinju kelas Welter WBC Floyd Mayweather membayar uang sebesar 113.000 dolar AS atau sekitar Rp 1 miliar kepada Manny 'Pac Man' Pacquiao.

Menurut hakim uang sebesar itu harus dibayarkan Mayweather karena dia tak bisa menjawab pertanyaan kuasa hukum Pacquiao terkait kasus pemfitnahan yang tengah diproses ini. "Mayweather secara sengaja tidak hadir di persidangan sehingga pengadilan memerintahkan melakukan deposisi," demikian hakim Larry Hicks.

Tiga tahun lalu Pacquiao mendaftarkan gugatan hukum ke pengadilan Las Vegas, karena menganggap Mayweather memfitnahnya dengan mengatakan Pacquiao menggunalan suplemen tertentu untuk mendongkrak penampilannya. "Menyebut seorang atlet profesional sebagai seorang penipu adalah perbuatan buruk," demikian isi gugatan Pacquiao.

"Menuduh seorang atlet menggunakan suplemen yang dilarang tanpa dasar apapun dan tanpa bukti adalah kejahatan," masih isi gugatan petinju Filipina itu. Pacquiao dan Mayweather belum pernah bertarung di atas ring dan gugatan hukum ini dianggap sebagai awal dari apa yang disebut sebagai pertarungan besar yang paling ditunggu. (Raf)

Indonesia Tuan Rumah Konvensi Tinju WBA

Senin, 27 Agustus 2012


SETELAH melalui proses bidding akhirnya Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Konvensi World Boxing Association (WBA), salah satu badan tinju dunia, ke-91. Rencananya, konvensi tersebut akan dilangsungkan pada 28 Oktober-3 November di Hotel Sultan, Jakarta.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Komisi Tinju Indonesia (KTI) Pusat Anton Sihombing. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ini kali kedua Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Sebelumnya Indonesia pernah menyelenggarakan konvensi pada 2003 di Bali.

"Kami berharap semua negara anggota WBA hadir. Hingga kini sudah 87 negara dari 109 negara anggota WBA yang menyatakan akan hadir di konvensi tersebut. Jumlah tersebut diharapkan dapat bertambah jelang penyelenggaraan nanti," kata Anton Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/8/2012).

Dalam agenda konvensi tersebut akan diselenggarakan pemilihan Presiden WBA periode 2012-2017. Hingga kini nama Ketua WBA santer disebut-sebut kembali akan mencalonkan diri. "Indonesia yang merupakan koordinator ABA di WBA akan kembali mendukung Gilberto Mendoza yang merupakan calon incumbent sebagai Presiden WBA. Masa kepemimpinan Mendoza yang hampir mencapai 40 tahun ini sangat positif bagi Indonesia, karena petinju Indonesia bisa masuk ke dalam peringkat WBA," kata Anggota Komisi IV DPR RI itu.

Rencana rangkaian acara telah direncanakan untuk memeriahkan konvensi WBA ke 91, di antaranya, mengajak Gilberto Mendoza untuk berkampanye anti narkoba di salah satu SMAN 70 Bulungan Jakarta. Dan pertandingan golf memperebutkan Piala Gilberto Mendoza di Lapangan Golf Rawamangun. KTI juga merencanakan akan mendatangkan mantan Juara Dunia Tinju Kelas Berat Evander Holyfield. Bahkan rombongan Holyfield akan menyaksikan pertandingan tinju di Sumatera-Utara, tepatnya di Siantar. (Dan
)



Daud Jordan Lepas Masa Lajang

Sabtu, 07 Juli 2012

JUARA dunia kelas bulu IBO Daud Yordan akan mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Mega Angela Fanuda. Setelah Upacara pernikahan digelar pada Kamis (12/7) dilanjutkan upacara pemberkatan nikah di gereja dilaksanakan Sabtu (7/7).

"Saya berharap kelak menjadi keluarga yang bahagia dan karier saya di dunia tinju akan semakin baik lagi," kata petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri.Menurut petinju Sasana Kayong Utara tersebut, pernikahan secara adat baru dilaksanakan setelah dirinya naik ring untuk mempertahankan gelar pertama kali September mendatang.

Daud Yordan merebut gelar juara dunia kelas bulu IBO setelah menang KO ronde kedua atas petinju Filipina, Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012. Sementara itu pelatih sekaligus kakak Daud Yordan, Damianus Yordan, mengatakan pernikahan itu bagi olahragawan bukan berarti halangan untuk melanjutkan prestasinya.

Pernikahan tersebut, kata dia, bisa saja menjadi pendorong semangat untuk terus berkarier di dunia olahraga. "Kalau Daud menikah biar ada yang mengurus dia karena selama ini ya` kita-kita ini," katanya. "Saya tidak bisa mendampingi dia (Daud Yordan) melangsungkan pernikahan pada Sabtu (7/7) karena sedang membawa petinju amatir berlaga di Jakarta. Mungkin nanti kalau saat pernikahan adat, saya yang mengurusi," tandasnya. Selamat Menempuh Hidup Baru bagi pasangan Daud Jordan–Mega Angela, semoga bahagia selalu. Rafael

Pertina Gelar Kejuaraan Tinju Piala Wapres

Kamis, 22 Maret 2012


PB PERTINA akan menggelar Kejuraan Tinju Piala Wapres untuk kali pertama. Agenda ini bagian dari program jangka panjang menuju Olimpiade Rio de Jenero, Brazil 2016. Event ini salah satu program untuk membangkitkan kejayaan dunia tinju Indonesia.

Menurut Ketua Umum PB Pertina Reza Ali usai bertemu Wakil Preside Boediono, menyatakan salah satu agenda yang akan dipersiapkan untuk menciptakan petinju amatir adalah menyelenggarakan turnamen Piala Bergilir Wakil Presiden (Wapres) pada 24-29 Maret 2012 di Cibubur.

"Piala Wapres adalah turnamen yang akan digelar pertama kalinya tahun ini adalah sebagai ajang seleksi bagi atlet tinju amatir Indonesia menuju prestasi internasional, khususnya bisa bertarung dalam Olimpade Rio de Janeiro pada tahun 2016," katanya. Apalagi, turnamen ini sangat didukung oleh Wapres untuk mengembalikan kejayaan tinju nasional pada tahun 70-an, 80-an, dan 90-an.

"Dari turnamen ini akan disiapkan petinju yang siap bertarung dalam Olimpiade di Rio de Janeiro," katanya. Kendati bukan secara otomatis mereka langsung terpilih, namun perjalan panjang akan dilakukan sistem promosi dan degradasi. "Evaluasi para petinju tetap akan kami berlakukan dari hasil mengikuti beberapa turnamen," tambah politisi asal Partai Demokrat itu.

Hal senada disampaikan Ketua Harian PB Pertina Michael Watimena, turnamen Wapres rencananya akan diikuti hingga 150 petinju yang berasal dari seluruh Provinsi di Indonesia. "Setelah kita memiliki Kejuaraan Piala Presiden kini, Pertina punya agenda tetap yakni Piala Wakil Presiden," kata Watimena kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Watimen menambahkan bahwa Piala Wapres dengan Piala Presiden adalah dua turnamen yang berbeda, untuk Piala Wapres adalah bertujuan mencari dan membina petinju nasional. Sementara Piala Presiden berskala internasional yang diikuti oleh petinju internasional. "Dua agenda ini akan menjadi sangat penting bagi petinju Indonesia. Di dalam negeri tetap bersaing. Namun yang lebih penting bagaimana menorehkan hasil di kasta yang lebih tinggi setelah menjajal petinju mancanegara,' tambah Watimena. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET