Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Raket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raket. Tampilkan semua postingan

Handball Siap Eksebisi di PON 2016

Rabu, 31 Agustus 2016

CABANG olahraga handball alias bola tangan kini semakin banyak diminati masyarakat. Buktinya, olahraga yang memadukan basket dan futsal ini. Kini sudah punya mempunyai 350 atlet dan memiliki 35 klub.

Bahkan Bola tangan kini menjadi cabor eksibisi di PON XIX/2016. Eksibishi akan digelar di Lapangan Futsal Progresif Jalan Soekarno Hatta no 785A, Bandung , Gede Bage pada 2-8 September mendatang. Enam provinsi akan menurunkan tim yang terdiri dari putra dan putri.

“Sebetulnya olahraga bola tangan ini sudah ada sejak 1951, tetapi kembali digelar tahun 2008. Sudah ada 14 Pemprov termasuk Papua, dan ada dalam PON XIX Jawa Barat,” kata Andrew yang juga pemain dan coach dari Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI), saat acara pembekalan pewarta olahraga dalam rangka fasilitasi management event olahraga di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON), Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (30/8).

Acara ini bekerja sama dengan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora dan KONI Pusat itu diikuti 75 pewarta olahraga. Serta digagas Kemenpora itu juga menghadirkan para pengurus pusat cabor permainan yang masih baru. Di antaranya adalah pentanque, rugby, kriket serta kabadi.

Andrew menambahkan, pemahaman masyarakat tentang hand ball memang masih rendah. Padahal memainkan hand ball cukup mudah. Olahraga beregu itu mempertemukan dua tim dengan masing-masing tujuh pemain.

Tim sama-sama berusaha memasukkan sebuah bola ke gawang lawan. Permainan ini mirip dengan sepak bola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki. “Prestasi floor ball yang dalam eksibisi Sea Games 2015 lalu memperoleh medali perunggu, saat ini sudah ada 350 orang pemain dan 35 club,” pungkasnya.

Kesempatan sama disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Amarta Imran tak menampik fakta itu. “Handball atau bola tangan adalah olahraga yang sangat aneh tapi sudah mulai dikagumi di kalangan masyarakat, hal ini yang membuat saya terus mengelorakan olahraga tangan ini,” ujarnya. Pemilik pabrik bola terkenal tersebut menambahkan, sembilan pengprov akan mengikuti eksibisi PON. Di antaranya adalah DKI Jakarta dan Papua. (Jordan)

Sukses Sony Berkat Sosok Sang Istri

Minggu, 17 April 2016

NAMA Gading Safitri sebagai pelatih khusus Sony Dwi Kucoro sangat luar biasa pengaruhnya dalam permainan Sony di ajang Singapore Open Super Series 2016. Safitri tampil sederhana tetapi sangat menarik melihatnya memberi arahan kepada ‘anak didiknya’ Sony. Sementara Sony begitu serius mendengarkan sang pelatih yang juga istrinya memberi arahan di setiap jeda.

Patut diberikan apresiasi di semi final tadi berhasil mengalahkan Lin Dan. Bahkan dua kali secara berurutan Lin Dan kalah oleh Sony. Sebelumnya di Thailand Open 2012, Sony mengalahkan Lin Dan dengan skor 21-17 dan 21-16.

Menonton laga semifinal kemarin, terlihat Lin Dan kacau permainannya di awal game pertama. Bolanya selalu salah. Sampai mengganti raket tetap saja salah. Lin Dan kalah telak 10-21 di game pertama. Game kedua kebalikannya, Sony membuat banyak kesalahan. Tetapi sempat menyamakan 9-9 dan 10-10. Setelah itu beberapa kali error dilakukan Sony. Sony menyerah di game kedua 17-21.

Game penentuan, Sony dan Lin Dan terlihat sengit mainnya. Sama-sama letih sama-sama gak mau kalah. Sama-sama bagus dan sama-sama errornya. Tetapi Safitri mempunyai nilai lebih berada disamping lapangan. Sony yang sempat unggul 20-19 berhasil disamakan Lin Dan. Dramatis sekali, Sony akhirnya menang 22-20. Semua penonton juga bahagia.

Aksinya perjuangan Sony akhirnya berakhir dan berbuah gelar, saat partai puncak Sony menaklukkan Pebulutangkis asal Korsel Son Wan Ho lewat laga tiga game 21-16, 13-21 dan 21-14 hari Minggu (17/04) sore di Singapura. Gelar ini melengkapi dua gelar Indonesia di ajang Singapura Open itu. Setelah sebelumnya pasangan Greysia/Nitya tanpa mengeluarkan keringat menang WO atas pasangan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi menyatakan mundur di babak final karena Misaki mengalami cedera engkel kaki kiri.

Bagi Sony ini adalah gelar kedua di turnamen Singapore Open, sebelumnya Sony juga pernah jadi kampiun pada tahun 2010 silam. Setelahnya, Sony belum berhasil meraih gelar super series lagi hingga sekarang. Jordan

Sony Juara Singapura Open 2016

SETELAH didera cidera yang cukup lama dan puasa gelar. Akhirnya Sony Dwi Kuncoro sukses naik ke podium juara di ajang Singapore Open Super Series 2016. Gelar juara disabet Sony setelah mengalahkan andalan Korea Selatan, Son Wan Ho lewat laga tiga game 21-16, 13-21 dan 21-14 hari Minggu (17/04) sore di Singapura.

Ini adalah gelar kedua Sony di turnamen Singapore Open, sebelumnya Sony juga pernah jadi kampiun pada tahun 2010 silam. Setelahnya, Sony belum berhasil meraih gelar super series lagi hingga sekarang. Kemenangan Sony Dwi Kuncoro menambah pundi-pundi gelar tim Indonesia di turnamen Singapore Open Super Series 2016. Sebelumnya satu gelar telah dipersembahkan pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Tak bisa dipungkiri, kemenangan Sony atas andalan Tiongkok, Lin Dan di babak semifinal kemarin, cukup meningkatkan rasa percaya dirinya dalam bertanding di babak final. Sony yang merupakan pemain dengan segudang pengalaman, mampu mengatur ritme permainan. Selain bertekad untuk membalas kekalahan, Sony memang sedang berada dalam peak performancenya. Sejak game pertama, Sony menguasai jalannya pertandingan, namun sayang di game kedua, performa Sony menurun dan ia banyak melakukan kesalahan sendiri.

Di awal game ketiga, Sony terus melancarkan serangan kearah Son. Unggul 5-1, Sony semakin bersemangat untuk mengejar titel juara. Sedangkan Son tampak frustrasi dan sulit mengembangkan permainannya. “Tentunya saya bahagia dengan kemenangan ini, saya tidak menyangka bisa jadi juara, walaupun perjalanan saya dari babak kualifikasi cukup berat. Saya sangat menikmati permainan hari ini, setelah menang dari Lin Dan, saya merasa enjoy sekali,” tutur Sony kepada Badmintonindonesia.org usai pertandingan di Singapura.

“Memang sudah lama juga saya tidak juara di level super series. Setelah keluar dari tim nasional, jangankan juara super series, mau ikut turnamen super series saja susah karena rangking saya rendah, sekarang saja harus masuk kualifikasi dulu. Namun saya membuktikan kalau saya masih bisa, ini adalah suatu penghargaan buat saya, buah dari kerja keras saya,” tambah Sony.

Dengan dua gelar dari Singapore Open Super Series 2016, maka Indonesia masih melanjutkan rentetan gelar di turnamen super series sepanjang 2016. Indonesia tercatat selalu meraih gelar juara di kejuaraan level super series di tahun ini diantaranya turnamen All England Open Super Series Premier, India Open Super Series, Malaysia Open Super Series Premier dan Singapore Open Super Series 2016.

“Selamat atas dua gelar yang berhasil dibukukan Greysia/Nitya dan Sony pada ajang Singapore Open Super Series 2016. Kemenangan ini membuktikan bahwa penampilan tim Indonesia cukup konsisten di ajang bergengsi super series. Namun kita tidak boleh lengah, masih banyak tugas menanti di depan, khususnya persiapan jelang Olimpiade Rio de Janeiro 2016,” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI. Jordan

Menang lagi, Taufik Lolos ke Perempatfinal

Selasa, 31 Juli 2012


PERAIH emas Olimpiade 2004 Athena Taufik Hidayat melanjutkan langkahnya di ajang Olimpiade London 2012. Setelah di pertandingan keduanya mampu mengalahkan pebulutangkis Spanyol, Pablo Abian 22-20 21-11 dalam pertandingan di Grup O di Wembley Arena, Selasa (31/07).

Hasil itu memastikan tiket bagi Taufik Hidayat untuk maju ke babak perempat final. Peluang Taufi untuk ke semi final, sepertinya sangat berat sebab ia sudah ditunggu pemain peringkat dua dunia, Lin Dan (China). Sebab dari catatan rekor pertemuan sebanyak 15 kali, Taufik hanya menang 3 kali, lebihnya buat Lin Dan.

Sementara itu para pemain bulutangkis Indonesia lain yang bermain hari ini adalah Simon Santoso melawan Michael Lahnsteiner dari Austria. Untuk sementara Simon Santoso sekarang memimpin Grup B. Pertandingan antara Simon Santoso melawan Michael Lahnsteiner dijadwalkan akan diadakan pada pukul 13.00 waktu London atau pukul 19.00

Pasangan ganda putra Bona Septano/Mohammad Aksan dipastikan menjadi runner up Grup B setelah lawan yang seharusnya mereka hadapi di pertandingan hari ini, Adam Cwalina/Michal Logosz asal Polandia mundur dari pertandingan. Bona/Ahsan juga melaju ke perempat final. Juara Grup B adalah pasangan ganda putra Thailand, Bodin Issara/Maneepong Jongjit

Sedangkan di Ganda Putri Grup C, pasangan Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang sementara ini menduduki peringkat kedua, akan menghadapi pasangan Korea Selatan Jung Eun Ha/Ming Jun Kim. Kedua pasangan sama-sama sudah memenangkan dua kali pertandingan, sehingga pertandingan hari ini akan menjadi penentu pemuncak di Grup C.

Di tunggal putri, atlet Indonesia Adrianti Firdasari akan menghadapi pemimpin klasemen Grup O Petya Nedelcheva dari Bulgaria. Pertandingan baru akan digelar pukul 19.00 waktu London atau dini hari waktu Indonesia. Dan akhirnya pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir akan bertemu dengan pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Ritter Juhl. Kedua pasangan ini sudah lolos ke babak perempat final dan laga ini untuk menentukan pemenang grup dan lawan mereka di babak selanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum satu pun dari Sembilan pebulutangkis Indonesia yang gagal melaju ke perempatfinal. Yang sudah dipastikan melaju ke perempatfinal adalah pasangan Tontowi/Liliyana, Meiliana Jauhari/Greysia Polii, Bona Septano/Mohammad Aksan, Simon Santoso, dan Taufik Hidayat. Sedangkan satu-satunya tunggal putrid Indonesia Adrianti Firdasari masih berjuang untuk memastikan tiket kedelapan besar. (Dan)

Meiliana/Greysia Catat Kemenangan Kedua

Senin, 30 Juli 2012


LAJU pasangan ganda putri Indonesia Meiliana Jauhari/Greysia Polii terus berlanjut di ajang penyisihan Olimpiade 2012. Pada pertandingan yang berlangsung di Wembley Arena, Senin (30/7). Meiliana/Greysia berhasil mengatasi pasangan Afrika Selatan Michelle Edwards/Annari Viljoen, dengan mudah 21-18, 21-10.

Kemenangan kali ini dapat dikatakan lebih ringan dibandingkan pada pertandingan penyisihan babak pertama saat bersua pasangan Australia Leanne Choo/Renuga Veeran. Saat itu Meiliana/Greysia menang dengan susah-payah. Pasangan Indonesia dipaksa bermain tiga game. Kendati menang mudah 21-11 di set pertama, namun penampilan mereka menurun di game kedua sehingga kalah 20-22. Beruntung Meiliana/Greysia mampu bangkit, pasangan peringkat 12 dunia itu akhirnya menang 21-13 di set penentuan.

Kali ini hanya di game pertama, Meiliana/Greysia menghadapi perlawanan cukup alot dari Edwards/Viljoen. Meiliana/Greysia harus bertarung selama 13 menit sebelum bisa menutup game pertama, dengan 21-18. Namun di game kedua, Meiliana/Greysia melaju lebih mulus. Hanya dalam waktu 9 menit Meiliana/Greysia berhasil menyudahi perlawanan pasangan lawan. Total Meiliana/Greysia cuma butuh 24 menit untuk memenangi permainan dengan dua game langsung.

Dari hasil dua kemenangan itu Meiliana/Greysia untuk sementara memuncaki Grup C dengan catatan total memenangi empat game dan kalah satu game. Meiliana/Greysia menyisakan satu pertandingan lagi dengan menghadapi pasangan tangguh Korea Selatan, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, dalam pertandingan terakhirnya di Grup C, Selasa (31/7).
Partai ini akan menjadi penentu siapa yang bakal menjadi juara grup dan posisi runner-up. Sebab hampir dipastikan kedua pasangan ini akan lolos ke perempatfinal.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum diketahui hasil pertandingan pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsa/Bona Septano melawan menghadapi pasangan Korea Ko Sung-hyun/Yoo Yeon-seong. Bagi Ahsa/Bona melawan pasangan Korea tersebut akan menjadi partai hidup-mati. Kalah berarti angkat koper, menang akan menjadi harga mati untuk menjaga peluang. Sebab dipertandingan pertama mereka kalah dari pasangan Thailand. (Dan)

Firdasari Menang Susah Payah


SATU-satunya pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Adrianti Firdasari, yang bermain di Olimpiade London 2012. Penampilannya masih menggawatirkan, pada partai pertamanya. Melawan pebulutangkis asal Belarusia, Alesia Zaitsava, Firda menang dengan susah payah, ia harus bermain tiga set.

Bertanding di Wembley Arena, Senin (30/7/2012) sore WIB, Firda butuh waktu total 49 menit untuk mengatasi Zaitsava. Pemain nomor 64 dunia itu menang 21-10, 16-21, dan 21-14. Firda sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik. Dia langsung unggul jauh 8-3, kemudian memperlebar selisih poin menjadi 18-8, dan akhirnya menang 21-10 di set pembuka.

Penampilan Firda di set kedua berhasil diladeni Alesia, sepertinya di set kedua berbeda jauh disbanding set pertama. Alesia sepertinya dapat membaca taktik Firda. Buktiinya Firda sempat ketinggalan 3-4, hanya mampu menyamakan kedudukan 6-6. Alesia dengan cepat unggul jauh 15-10. Akhirnya berhasil merebut game kedua dengan cukup telak 21-16.

Penampilan Firda di game ketiga sempat menghawatirkan kendati ia sempat memimpin 5-4. Namun, setelahnya dia berbalik tertinggal 5-11. Setelah perpindahan tempat, malah balik Alexia banyak melakukan kesalahn sendiri. Firda bisa menyamakan skor lagi 12-12. Sampai akhirnya unggul jauh 19-12, akibat tujuh kali Alesia melakukan kesalahan sendiri. Dan akhirnya Alesia tak dapat membendung laju Firda. Game ketiga ditutup Firda dengan kesalahan lawannya dan menang 21-14.

Usai pertandingan ini, Firda akan menghadapi lawan lainnya di Grup O, yakni Petya Nedelcheva. Berdasarkan catatan BWF, Firda belum pernah melawan pemain Bulgaria tersebut. Firda menyatakan kesalahan melawan pebulutangkis Belarusia tak bakal terulang. “Kami memang belum pernah bertemu. Tapi Petya perlu diwaspadai. Saya pun berjanji tak bakal mengulangi keselahan saat melawan Alesia. Dimana saya main terlalu terburu-buru,” kata Firda. (Raf)

Icuk: Peluang Meraih Medali dari Bulutangkis & Angkat Besi

Jumat, 20 Juli 2012


KENDATI Indonesia mengirimkan sebanyak 21 atlet dari tujuh cabang olahraga yakni panahan, anggar, bulutangkis, angkat besi, renang, atletik, dan menembak. Ke ajang Olimpiade London 2012. Namun hanya bulutangkis dan angkat besi yang sangat berpeluang meraih medali.

Sedangkan peluang untuk mempertahankan tradisi emas di ajang olimpiade, masih terbuka, namun hanya bertumpu pada pasangan ganda campuran Tantowo/Liliyana Natsir. Demikian dikatakan Juara Dunia Bulutangkis 1983 Icuk Sugiharto. Sedangkan tunggal putra-putri dan ganda putra-putri sepertinya tidak mungkin. Namun peluang masih ada kendati sangat tipis sekali.

“Bulutangkis dan angkat besia akan menjadi tumpuan Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade nanti. Memang saat ini kita hanya bertumpu pada pasangan ganda campuran. Sebab nomor lain dan cabor lain, kemungkinan peluang itu sepertinya sangat berat,” kata Icuk Sugiharto yang juga Ketum Pengprov PBSI DKI Jakarta, kepada Olahragaonline.com, di Jakarta, Jumat (20/7).

Menurut Ayah dari pebulutangkis Tommy Sugiharto ini bahwa semua masyarakat dan pemerintah kini membebani bulutangkis untuk meraih emas di ajang pentas olahraga dunia itu (Olimpiade). Sementara hingga kini pemerintah tak pernah memperhatikan olahraga tepok bulu itu. “Apa sih yang sudah diberikan pemerintah terhadap bulutangkis dan angkat besia Indonesia,” Icuk balik bertanya.

“Hampir 50 tahun kiprah bulutangkis membawa nama harum bangsa dan negara. Namun pemerintak tak pernah melirik dan memperhatikan. Hingga kini sumbangsih pemerintah belum pernah dirasakan dan dinikmati atlet bulutangkis,” kata Icuk, yang telah sukses menggelar Kejurnas Bulutangkis Sunrise-Pertamina di Gedung Bulutangkis Pelita Bakrie di Duri Kosambi, Jakbar, yang berakhir Kamis (19/7).

Icuk menambahkan bahwa DPR sebagai mitra pemerintah kontrolnya sangat lemah. Seharusnya DPR melalui Komisi X lebih berperan dan memperhatikan olahraga yang benar-benar membawa nama harum bangsa dan negara. “Jadi jangan hanya memperhatikan olahraga yang tak mempunyai prestasi. Dan mendanai cabor itu lewat dana APBD. Sementara bulutangkis dan angkat besi membutuhkan dana yang sangat besar. Terutama untuk membangun fasilitas tempat latihan,” kata Icuk lagi.

Icuk berharap kedepannya pemerintah harus lebih fokus membina olahraga potensial yang mempunyai peluang untuk meraih prestasi. “Tentunya dengan memperhatikan kebutuhan dari cabang olahraga itu. Seperti yang membutuhkan fasilitas gedung untuk tempat latihan. Kalau perlu angkat besi dibangun Padepokan sebagai Kawah Candra Dimuka bagi para atlet angkat besi,” tambah mantan Staf Kusus Menpora di era Adhyaksa Dault itu. Jordan

Juara Junior Asia, Edi/Arya Terima Bonus dari Djarum

Kamis, 19 Juli 2012


PASANGAN ganda putra PB Djarum Edi Subaktiar dan Arya Maulana Aldiartama yang berhasil memenangkan gelar juara ganda putra di turnamen Badminton Asia Youth Under 19 Championships 2012 di Korea Selatan, pada 7 Juli 2012 lalu. Atas prestasi tersebut, Edi/Arya menerima penghargaan berupa deposito dari PB Djarum senilai 40 juta rupiah.

Menurut Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation. Bahwa penghargaan deposito ini kami berikan bukan saja sebagai bentuk apresiasi kepada mereka, namun diharapkan dapat juga menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya.

Apresiasi PB Djarum untuk para atletnya yang berprestasi memang merupakan hal yang tidak asing lagi. Sebagai bukti konsistensi PB Djarum terhadap pengembangan kualitas bulutangkis Indonesia dan apresiasi atas prestasi atlet, hal ini juga terbukti berhasil memotivasi para atlet untuk mengerahkan upaya terbaiknya dalam setiap laga bulutangkis nasional dan internasional.

Sementara pelatihnya Sigit Budiarto menyatakan bahwa Edi dan Arya memang layak mendapatkan penghargaan ini atas prestasi yang sudah mereka raih. Semoga prestasi itu tidak berhenti disini, namun dapat terus meningkat di kemudian hari, begitu pula dengan pemain-pemain lain di PB Djarum.

“Tak pernah terbayang bagi kami usai juara mendapat penghargaan seperti ini. Ketika kami bertanding, kami hanya ingin menunjukkan kualitas diri kami, jdalam membawa nama Indonesia di Negara lain. Kalau sekarang kami diberikan penghargaan seperti ini, tentu kami sangat senang. Kami berterima kasih kepada PB Djarum dan kami akan terus berusaha lebih baik lagi di kemudian hari. Kami tidak mau berhenti sampai di sini. Kedepannya kami harus lebih maju,” kata Edi dan Arya kepada wartawan saat menerima bonus itu di Jakarta, Kamis (19/7). Jordan

Pengprov PBSI DKI Gelar Kejurnas

Kamis, 05 Juli 2012

PENGURUS Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) DKI Jakarta kembali menggelar Kejuaraan Nasional (kejurnas) Bulutangkis Yonex Sunrise Jakarta Terbuka 2012 pada 14-19 Juli mendatang. Kejurnas yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp 200 juta ini diikuti anak-anak usia di bawah 17 tahun yang terbagi dalam kelompok usia dini (KU-11) Tunggal Putra-Putri, anak-anak (KU-13) Tunggal Putra-Putri, Pemula (U-15) Tunggal Putra-Putri dan Ganda Putra-Putri serta Remaja (U-17) Tunggal Putra-Putri dan Ganda Putra-Putri.

“Kejuaraan ini digelar untuk mencari bakat pemain muda sebagai ujung tombak Indonesia kedepannya,” kata Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta Icuk Sugiarto di Jakarta, Rabu (4/7). Kejurnas yang akan di gelar di GOR Pelita Bakrie Duri Kosambi Jakarta Barat ini rencananya akan di ikuti oleh lebih dari 700 peserta dari 60 klub bulutangkis di seluruh Indonesia. “Sampai hari ini sudah sebanyak 700 peserta yang mendaftar. Pendaftarannya sendiri akan ditutup 5 Juli 2012 mendatang,” ujar Icuk.

Kejurnas ini sengaja digelar untuk mengangkat calon-calon ujung tombak bulutangkis Indonesia kedepan dan mereka sudah sepantasnya mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Selain memberikan hadiah terbesar sepanjang sejarah turnamen di Indonesia untuk kelompok di bawah 17 tahun, panitia juga akan memberikan kejutan kepada para juara. “Para pemenang turnamen ini nantinya akan diikut sertakan dalam kejuaraan Singapura Terbuka Youth Lining Cup pada awal Desember mendatang,” tandas Icuk. Jordan

Indonesia Diwakili 2 nomor di Final DIO

Sabtu, 16 Juni 2012


INDONESIA berhasil menempatkan dua wakil di final Djarum Indonesia Open (DIO) Super Series 2012. Selain Simon Santoso, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga meraih tiket ke partai puncak. Setelah berhasil menglahkan lawan-lawannya. Dua wakil Indonesia lainnya di babak semifinal kandas.

Satu-satunya ganda putri Indonesia yang tersisa di Djarum Indonesia Open 2012, di Istora Senayan (16/6), Meiliana Jauhari dan Greysia Polli harus tersingkir di babak semifinal dari pasangan China Tian ing, Zhao Yunlei. Menghadapi pasangan peringkat 2 dunia sebenarnya Jauhari/Polli tampil bagus. Buktinya pertandingan ini harus berakhir 3 set, 21-16, 17-21, 21-19.

Demikian halnya dengan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan gagal melangkah ke final Djarum Indonesia Open Super Series 2012 setelah kalah di tangan ganda Korea, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung. Stamina jadi kunci kekalahan itu. Walau didukung ribuan penonton , Kido/Hendra kalah rubber game 21-14, 17-21, 15-21, di tangan Lee/Jung yang merupakan unggulan kedua di turnamen berhadiah total 650 ribu dolar Amerika itu.

Bagi Simon inilah saat yang paling tepat untuk menebus kegagalannya empat tahun silam. Unggulan ketujuh Djarum Indonesia Open Super Series 2012 itu melaju ke final usai mengalahkan tunggal putra India, Kashyap Parupalli, dengan 21-15, 21-12. Pada pertandingan final, Simon akan menghadapi pemenang pertandingan antara pebulutangkis Hong Kong Hu Yun melawan tunggal Cina, Du Pengyu.

Dari tiga partai yang dimainkan putra-putri Indonesia, partai yang paling seru adalah saat Tontowi/Liliyana yang diunggulkan di tempat ketiga sukses memupus harapan unggulan kedua Ma Jin/Xu Chen dengan skor 21-16, 15-21, 21-16. Di set pertama, Tontowi/Liliyana langsung unggul cukup jauh 9-6 dan kemudian 15-6. Ma/Xu sempat memperkecil ketertingalan jadi 19-15, tetapi akhirnya Tontowi/Liliyana akhirnya menyudahi set pembuka ini dengan skor 21-16.

Pasangan China itu membalas di set kedua dengan selalu unggul sejak angka pertama. Tontowi/Liliyana sempat mempersempit jarak di posisi 8-7, tetapi keunggulan Ma/Xu tak terbendung. Set kedua diakhiri pasangan Cina itu dengan skor 21-15. Pertarungan seru terjadi di set ketiga. Kemampuan yang setara di antara kedua pasangan membuat pertandingan berjalan menarik. Setelah perolehan angka imbang di posisi 4-4 dan 9-9, Ma/Xu sempat memimpin 15-12. Tontowi/Liliyana mengejar di posisi 16-16. Setelah itu, Tontowi/Liliyana tak terkejar dan menyudahi permainan dengan skor 21-16.

“Set pertama tadi kita bisa langsung masuk ke permainan kita, jadi menangnya agak mudah. Sementara di set kedua berbalik, kami banyak bertahan dan mengikuti permainan lawan,” terang Liliyana dalam konferensi pers usai laga. Liliyana menambahkan bahwa di set ketiga kami sempat keteteran, tapi untungnya bisa menyamakan kedudukan. Setelah itu kami semakin percaya diri.

Sementara mereka tertekan dan grogi sendiri. Selain itu, suporter di Istora juga memicu motivasi kami. Keberhasilan kami mengejar ketinggalan tidak luput dari dukungan penonton. Di final, Tontowi/Liliyana akan menghadapi ganda campuran Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam yang di semi final kedua mengatasi perlawanan pasangan Korea, Ko Sung Hyun/Eom Hye Won, dengan skor 21-14, 21-15. Jordan

Cyinthia Buat Kejutan, Lolos ke babak Kedua

Kamis, 03 Mei 2012


TAMPIL tanpa beban dan tidak diperhitungkan, petenis muda Indonesia Cynthia Melita mampu membuat kejutan di ajang tenis Indonesia Women Circuit di lapangan tenis Kemayoran Jakarta, ketika ia berhasil menapak hingga ke babak kedua turnamen berhadiah total 10.000 dolar AS.

Hasil drawing memang kurang menguntungkan bagi Cynthia, sebab ia bakal menghadapi petenis Cina, Yang Zi yang di babak pertama menyisihkan rekannya sendiri Lu Jia Xiang 6-0, 6-2. Sama halnya dengan Yang Zi, Cynthia pun maju ke babak kedua berkat kemenangan atas sesama petenis Indonesia, Lavinia Tananta 6-4, 6-3. Kemenangan Cynthia atas Lavinia memang cukup mengejutkan mengingat dari reputasi dan jam terbang, Lavinia unggul segalanya dari Cynthia.

Selain Cynthia, Indonesia juga masih menyisakan harapan pada petenis terbaiknya Ayu Fani Damayanti yang diunggulkan di tempat teratas. Di babak pertama Ayu belum menemui kesulitan untuk menyisihkan petenis Cina, Ran Tian 6-1, 6-2. Di babak kedua Rabu pagi, peraih medali emas SEA Games 2011 ini akan ditantang petenis Cina lainnya Zhu Ai Wen yang di babak pertama menghentikan langkah petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi 6-2, 6-2. Selain kehilangan Lanivia dan Aldila, satu petenis Indonesia lainnya Voni Darlina juga tak mampu melanjutkan kiprahnya setelah kalah dari petenis Cina, Zhou Ya 5-7, 6-7 (6). Jordan

Hasil Babak Pertama:
* Ayu-Fani DAMAYANTI (INA) vs Ran TIAN (CHN) 6-1, 6-2
* Ai Wen ZHU (CHN) vs Aldila SUTJIADI (INA) 6-2, 6-2
* Jia-Jing LU (CHN) vs Hua-Chen LEE (TPE) 6-2, 7-6 (6)
* Anna TYULPA (RUS) vs Nozomi FUJIOKA (JPN) 6-0, 6-0
* Zi YANG (CHN) vs Jia Xiang LU (CHN) 6-0, 6-2
* Cynthia MELITA (INA) vs Lavinia TANANTA (INA) 6-4, 6-3
* Wing-Yau Venise CHAN (HKG) vs Ho Ching WU (HKG) 6-2, 6-3
* Ya ZHOU (CHN) vs Voni DARLINA (INA) 7-5, 7-6 (6)
* Kanae HISAMI (JPN) vs Ziqi HOU (CHN) 6-2, 6-1

Ayu Unggulan Utama di Chalenger

Rabu, 02 Mei 2012


PETENIS Putri terbaik Indonesia, Ayu Fani Damayanti ditempatkan sebagai unggulan pertama Turnamen Tenis Chalenger berhadiah total 10.000 dolar AS di Pusat Tenis Kemayoran, Jakarta.

Selain Ayu, Indonesia juga meloloskan empat petenis lainnya ke babak utama meski menggunakan fasilitas wildcard, masing-masing Lavinia Tananta, Vony Darlina, Cyntia Melita, serta Aldila Sutjiadi.

Menurut jadwal, di babak pertama Rabu (2/5), Ayu bakal menghadapi petenis Cina, Tian Ran. Sekiranya menang, peraih medali emas SEA Games 2011 ini akan ditantang pemenang antara Aldila melawan petenis Cina lainnya, Zhu Ai Wen. Di partai lainnya Lavinia terlibat pertarungan melawan rekan sendiri Cyntia Melita. Sedangkan Vony menghadapi petenis Cina, Zhou Ya.

Indonesia juga menyertakan sejumlah petenisnya lewat babak kualifikasi, masing-masing Devi Hasan, Deria Nur Haliza, Hanemas Pangestu, Nadya Syarifah, Bella Destriana, Diandra Berliana, Vita Taher, Athena Natalia, Puspa Ratih Tri Oktavira, serta Ajeng Aquinina. Sayang dari sekian banyak petenis tersebut tak satu pun yang berhasil lolos ke babak utama. Jordan

Flypower Dukung Atlet PB Djarum

Sabtu, 10 Maret 2012


PERUSAHAAN aparel Flypower kembali bekerjasama dengan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum hingga tahun 2014. Pada periode ini, Flypower menjadi sponsor bagi seluruh atlet PB Djarum yang berusia di bawah 19 tahun sebanyak 12 atlet berprestasi dan sembilan pelatih yang tersebar di Jakarta dan Kudus.

"Kerja sama ini sangat menguntungkan. Kami sangat terbantu untuk pembinaan pemain sehingga pemain termotivasi untuk berprestasi. Mudah-mudahan dengan bantuan kerjasama ini akan melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi PB Dajrum dan Indonesia," jelas Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin di sela penandatanganan perpanjangan kontrak dengan pihak Flypower di Jakarta, Jumat (9/3/).

Haryanto Arbi, pemilik Flypower, mengatakan, perpanjangan kontrak ini sekaligus bukti dedikasi terhadap bulutangkis. "Sebagai mantan pemain, saya tahu apa yang dibutuhkan klub, pemain dan pelatih. Kami ingin membantu, terutama untuk atlet muda agar ada regenerasi pemain. Dalam kerja sama ini bukan soal bisnis semata. Tapi kepedulian saya dan teman-teman kepada olahraga bulutangkis," ungkap juara All England 1993 dan 1994 itu.

Bagi Flypower dan Djarum, kerja sama ini merupakan periode ketiga. Selain di tingkat nasional, Flypower berencana ekspansi ke luar negeri, antara lain ke Beladan, Jerman, dan Perancis. “Jadi, nanti ada beberapa pemain dari Belanda, Jerman, dan Prancis yang akan memakai produk flypower,” terang Haryanto Arbi. Dan

MSC 2012 Digelar di 5 Kota

Selasa, 28 Februari 2012


PAGELARAN turnamen bulutangkis untuk anak sekolah dari SD hingga SMP yang bertajuk MILO School Competition 2012 akan digelar di empat kota di Indonesia. Plus partai Final digelar di Jakarta.

Pada tahun ini, turnamen yang digunakan untuk mencari bibit-bibit pebulutangkis muda potensial akan diikuti sebanyak 2.800 peserta. Mereka akan bersaing di Malang, Bandung, Jambi, dan Manado di akhir bulan ini. Para juara dari setiap kota akan diadu di babak final di Jakarta pada Juni mendatang.

“Kami senang bisa ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dunia bulutangkis, olahraga populer di Indonesia. Melalui bulutangkis, anak-anak Indonesia bisa belajar nilai-nilai kehidupan, seperti pantang menyerah, kerjasama tim, sportivitas, dan percaya diri,” ujar Arshad Chaundhry, Presiden Diretur PT. Nestle Indonesia kepada wartawan di gedung Serba Guna Senayan, Jakarta, Senin (27/2).

Selain hadiah uang, pebulutangkis yang meraih prestasi di kompetisi ini akan mendapatkan kesempatan berlatih di Taufik Hidayat Arena, dan dilatih oleh pemain-pemain top seperti Ardiyanti Firdasari, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro dan Maria Febe.

“MILO School Competition ini berbeda dengan kompetisi bulutangkis lainnya. Saya hidup dari bulutangkis, sehingga saat bekerja sama dengan Milo, saya langsung mengiyakan,” ungkap Taufik yang juga menjadi duta kompetisi itu. Jordan

Djarum Sirnas Digelar di 10 Kota

Rabu, 22 Februari 2012


UNTUK keempat kalinya, sejak penyelenggaraan 2009. PB Djarum bersama PB PBSI kembali mengadakan turnamen bergengsi Djarum Sirkuit Nasional (sirnas) yang tahun ini berhadiah total Rp 200 juta. Bahkan Djarum Sirnas 2012 akan digelar di 10 kota besar, satu seri lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ini bukti komitmen kami untuk terus memajukan bulu tangkis Indonesia. Dengan lebih banyak seri digelar, kami berharap agar turnamen ini bisa memunculkan lebih banyak bakat-bakat baru, dan lebih memberikan pengalaman bertanding kepada atlet,” ujar perwakilan PT Djarum, Yan Haryadi di Jakarta, Selasa (21/2).

Kota Banjarmasin mengawali pembuka turnamen nasional terpanas tahun ini di GOR Rudy Resnawan. Sehabis Banjarmasin, secara berturut-turut Djarum Sirnas 2012 akan diselenggrakan di Palembang, Jambi, Makassar, Jakarta, Bandung, Semarang, Banten, Denpasar, dan Surabaya.

Tahun ini Djarum Sirnas akan menggandeng produsen olahraga PT Flypower Indonesia jadi pendukung. Sebenarnya pada tahun lalu, Flypower sudah menjadi sponsor pada Djarum Sirnas 2011 di 7 dari 9 kota, tapi tahun ini flypower dengan komitmennya mensponsori semua kota penyelenggara Djarum Sirnas 2012.

“Bagi kami, terpilinya Flypower sebagai co-sponsor Djarum Sirnas 2012 merupakan sebuah kebanggaan. Ini sekaligus bentuk pengakuan atas komitmen kami mendukung perkembanagan dan kemajuan bulu tangkis nasioanl,” ujar Hariyato Arbi, juara All England 1992 dan 1994, selaku pemilik PT Flypower itu.

Sementara itu Sekjen PB PBSI, Jacob Rusdianto, mengucapkan terima kasih kepada PB Djarum yang dengan kontinyu mendukung program-program PBSI. Jacob melanjutkan bahwa banyak harapan yang ia inginkan dalam Djarum Sirnas 2012 ini.

“Program PBSI adalah mensosialisasikan bulu tangkis ke pelosok Tanah Air. Djarum sangat membantu dengan terlaksananya Sirkuit Nasional yang boleh dibilang sudah hampir mencapai kota-kota besar di Indonesia. Mungkin yang ke depan masih ada cita-cita saya yaitu Sirnas di Irian Jaya yang hingga saat ini belum tercapai,” pungkasnya. Jordan

Berikut Jadwal Djarum Sirkuit Nasional 2012

1. Djarum Sirkuit Nasional Kalimantan, Banjarmasin, 20-25 Februari 2012
2. Djarum Sirkuit Nasional Sumatera 1, Palembang, 20-24 Maret 2012
3. Djarum Sirkuit Nasional Sumatera 2, Jambi, 27-31 Maret 2012
4. Djarum Sirkuit Nasional Sulawesi, Makassar, 10-14 April 2012
5. Djarum Sirkuit Nasional DKI Jakarta, Jakarta, 14-19 Mei 2012
6. Djarum Sirkuit Nasional Jawa Barat, Bandung, 21-26 Mei 2012
7. Djarum Sirkuit Nasional Jawa Tengah, Semarang, 25-30 Juni 2012
8. Djarum Sirkuit Nasional Banten, Banten, 16-20 Oktober 2012
9. Djarum Sirkuit Nasional Bali, Denpasar, 5-10 November 2012
10. Djarum Sirkuit Nasional Jawa Timur, Surabaya, 19-24 November 2012

BSI Dukung Proliga 2012

Kamis, 09 Februari 2012


AJANG bergengsi Kompetisi Bola Voli Proliga pada musim 2012 ini kembali bergulir tahun ini. Namun kali ini mendapat dukungan dari Bina Sarana Informatika (BSI). Rencananya akan digelar di 12 kota. Kompetisi ini mulai bergulir pada tanggal 17 Februari hingga 20 Mei 2012. Kompetisi tahun ini akan diikuti 15 klub yang terdiri dari delapan klub putra dan tujuh klub putri. Dari 15 klub itu, satu tim putra sebagai tim pendatang baru yaitu Jakarta Pertamina. Sedangkan 14 tim lainnya adalah tim-tim yang sudah mengikuti kompetisi tahun lalu.

Tim-tim lama yang masih turut serta dalam kompetisi tahun ini antara lain juara bertahan putra Palembang Bank Sumsel Babel, Jakarta Sananta, Surabaya Samator, Jakarta Electric PLN, Semarang Bank Jateng, Jakarta BNI 46, dan Jogja Yuso di bagian putra. Sementara di bagian putri juara bertahan Jakarta Electic PLN, Jakarta Popsivo Polwan, Gresik Petrokimia, Jakarta TNI AU, Jakarta BNI 46, Indramayu Alko, dan Bontang LNG Badak.

Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty mengatakan kompetisi tahun ini bakal diprediksi berlangsung ketat. Tim-tim peserta melakukan persiapan lebih lama. Bahkan, hampir seluruh peserta telah memanggil pemain asingnya sejak jauh hari sebelum pelaksanaan BSI Proliga 2012. “Tahun ini tentunya lebih menrik. Persaingan ke tangga juara lebih ketat. Dengan waktu persiapan yang lebih lama, klub-klub ingin membuktikan diri dengan meraih kemenangan di setiap pertandingan. Makanya, hampir semua tim sudah mengambil pemain asing sejak awal,” ujar Hanny dalam jumpa pers di Ballrom Hotel Century, Senayan, Jakarta, 8 Februari 2012.

Sementara itu, ke-12 kota yang ditunjuk sebagai kota penyelenggata BSI Proliga 2012 ini adalah Palembang, Pekanbaru, Bontang, Solo, Jogjakarta, Banyuwangi/Surabaya, Indramayu, Semarang, Gresik, Malang, Bandung, dan Jakarta sebagai tempat pertandingan final. Pemilihan Palembang sebagai laga pembuka BSI Proliga 2012 karena klub dari kota pempek, yakni Bank Sumsel Babel sebagai juara putra tahun lalu. Sehingga mereka berhak menjadi tuan rumah pertandingan pembuka, 17-19 Februari 2012.

Putaran final four kembali berlangsung dengan dua putaran. Malang akan menjadi tuan rumah putaran pertama, 4-6 Mei. Sedangkan di Bandung putaran kedua, 11-13 Mei. Dan, kompetisi akan ditutup di partai final, 20 Mei mendatang di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. BSI juga akan memberikan Beasiswa bagi para Atlet bola Voli nasional yang mau kuliah di BSI.” Kami tidak hanya akan memberikan beasiswa atlet bola voli nasional, tapi seluruh atlet nasional cabang olahraga lainnya akan kita berikan beasiswa,” Ujar ketua yayasan BSI, Herman Pratiko. Jordan

Djoko Minta Tim Indonesia Bertarung Gigih


KETUA umum PB PBSI, Djoko Santoso minta Tim Thomas dan Uber Cup bertarung tanpa menyerah. Hal itu dikatakn Djoko saat melepas 40 Personel tim Kualifikasi Thomas-Uber Cup Preliminaries Asia Zone, di Macau, 13-14 Februari 2012. Selain pelepasan tim Thomas dan Uber, dalam acara tersebut juga mengagendakan pengukuhan tujuh Pengprov.

Ketujuh pengprov yang dikukuhkan antara lain, Pengprov Lampung, Pengprov Sumatera Selatan, Pengprov Sumatera Barat, Pengprov Sulawesi Utara, Pengprov Gorontalo, Pengprov Maluku, dan Pengprov Papua Barat. Ke-7 pengprov itu berkesempatan melihat langsung pelatihan atlet-atlet daerahnya di Pelatnas Cipayung.

“Ini sekaligus efisiensi tenaga dan waktu. Biasanya pengukuhan seperti ini dilakukan di beberapa instansi besar, namun baru kali ini pengukuhan Pengprov diselenggarakan di gedung PBSI di Jakarta ini” kata Djoko Santoso, Ketua Umum PB PBSI, di Gedung PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/2).

Djoko menambahkan, banyak makna bagi pengurus organisasi yang terbangun jika pengukuhan dilaksanakan di Cipayung. Minimal jadi lebih memaknai amanah dan tanggung jawab yang diemban sebagai pengurus pengprov. Harapannya, pengurus Pengprov PBSI baru ini segera berkoordinasi dan konsolidasi organisasi guna melanjutkan program pembinaan dan pelatihan yang dijalankan selama ini.

Sementara 40 personel yang diberangkatkan PB PBSI menuju kualifikasi Thomas-Uber Cup di Macau, terdiri atas 10 pemain putri, 10 pemain putra, 10 pelatih, 1 tim manajer, 7 ofisial, dan 2 masseur. Tim Merah Putih berangkat ke Macau, Kamis 9 Februari. Mereka kembali lagi ke tanah air pada 20 Februari. Mereka akan berjuang merebut tiket ke putaran final Thomas-Uber Cup di China, Juni 2012. Jordan

Berikut Daftar Nama Tim Thomas Uber Cup Preliminaries Asia Zone 2012 (Macau, 13-19 Februari 2012):

Atlet Putra: Simon Santoso, Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Alvent Yulianto Chandra, Hendra Aprida Gunawan, Markis Kido, Hendra Setiawan

Atlet Putri: Adriyanti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, Linda Wenifanetri, Bellaetrix Manuputty, Greysia Polii, Meliliana Jauhari, Nitya krishinda Mahesweri, Anneke Feinya Agustina, Liliyana Natsir, Shendy Puspa Irawati

Pelatih: Ricky Achmad Subagdja, Li mao, Agus Dwi Santosa, Mulyo Handoyo, Wong Tat Meng, Herry Iman Pierngadi, Sigit Pamungkas, Aryono, Paulus Firman, Ary Bayu Marta.

Tim Manager: Mochamad Feriansyah

Ayu dan Udomchoke Gagal Juara

Senin, 10 Oktober 2011

UNGGULAN kedua dari Indonesia Ayu Fani Damayanti gagal merebut gelar juara tunggal putri turnamen tenis Garuda Indonesia Championship seri II, setelah dikandaskan unggulan pertama dari Prancis Iryna Bremond, 6-2, 6-3 di Stadion Tenis Gelora Jakabaring, Palembang, Minggu (9/10/2011). Sementara itu gelar juara tunggal putra menjadi milik petenis Jepang bukan unggulan, Hiroki Kondo, yang menaklukkan unggulan pertama dari Thailand, Danai Udomchoke, 7-5, 6-4.

Pertandingan babak final Ayu melawan Bremond berlangsung sengit. Pada set pertama Bremond yang berperingkat 107 dunia tampil dengan bola-bola menekan. Ayu sendiri yang berperingkat 260 mencoba memberikan perlawanan ketat. Karena itu tidak mudah bagi Bremond mengumpulkan angka. Dia harus berjuang ekstra keras poin demi poin. Pada set kedua Bremond bahkan kehilangan angka lebih dulu ketika servisnya dipatahkan Ayu pada game pertama.

Namun Bremond tidak menunjukkan rasa panik atau cemas. Dia tetap tampil tenang dan tajam hingga ganti mematahkan servis Ayu pada game kedua. Ayu lagi-lagi mematahkan servis Bremond pada game ketiga berikutnya. Ayu kemudian memenangi servisnya sendiri dan unggul 3-1. Melihat Ayu mulai membangun kepercayaan dirinya, Bremond kemudian bermain lebih agresif dan lebih ulet. Dia kejar ke mana saja bola serangan ayu jatuh. Di sinilah Bremond kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain peringkat 200 besar dunia.

Bola-bola sulit yang dilancarkan Ayu dapat dia ambil dengan mati-matian. Hal inilah yang membuat Ayu dalam masalah besar. Bremond kemudian mematahkan servis Ayu dua kali dan meraih angka dari tiga kali servisnya. “Hari ini saya mencoba menampilkan permainan terbaik saya tetapi lawan tampil sangat ulet,” ujar Ayu seusai pertandingan.

Bremond sendiri memuji penampilan Ayu dengan menyebut Ayu sebagai pemain yang memiliki talenta besar. “Dia merupakan pemain petarung yang tidak mudah dikalahkan begitu saja,” kata Bremond. Seusai tampil di turnamen ini, rencananya Ayu akan mengikuti turnamen di China sebelum tampil pada SEA Games XXVI di Palembang, 11-22 November mendatang. Menurut Ayu, dia akan melihat lebih dulu apakah peringkatnya mencukupi untuk langsung masuk babak utama turnamen tersebut. Kalau memungkinkan dia akan ikut serta. Jordan

Ayo Lolos ke Final Garuda Indonesia

Sabtu, 08 Oktober 2011

SELANGKAH lagi petenis putri Indonesia Ayu Fani Damayanti merebut gelar juara turnamen Garuda Indonesia Championships. Setelah pada pertandingan babak semifinal hari Sabtu (8/10) menang 7-6 (5), 6-0 atas peringkat 234 dari Thailand, Varatchaya Wongtenanchai. Yang dimainkan di Stadion Tenis Gelora Jakabaring, Palembang. Pada babak final hari Minggu Ayu menghadapi unggulan pertama asal Prancis Iryna Bremond. Bremmond lolos setelah menyisihkan pemain Thailand lainnya unggulan ketujuh Luksika Kumkhum, 6-4, 6-2

Menurut Ayu, pertemuannya dengan Bremond nanti merupakan yang pertama kali. Bremond belum kehilangan satu set pun hingga menapak ke babak final. Karena itulah, menurut Ayu, Bremond merupakan lawan yang terberat baginya pada seri kedua turnamen ini. Hasil yang dicapai Ayu sejauh ini masih lebih baik ketimbang babak semifinal pada seri pertama di Jakarta, minggu lalu. Demikian pula dengan Bremond yang minggu lalu juga terhenti di babak semifinal.

“Kita lihat saja nanti siapa yang lebih siap akan menjadi menjadi pemenang pertandingan besok. Saya akan mencoba menampilkan permainan terbaik saya,” tutur Ayu. Ayu mengaku permainannya semakin baik dari hari ke hari. Menghadapi Wongteanchai, Ayu sempat memimpin di set pertama sebelum akhirnya dapat disamai lawannya pada kedudukan 5-5. Pada saat itulah Ayu mengaku mencoba bermain lebih tenang dan lebih berkonsentarasi. Dengan cara inilah dia kemudian dapat melewati set pertama dengan kemenangan.

“Setelah menang di set pertama kepercayaan diri saya bangkit kembali. Di game pertama set kedua itulah sebetulnya pertaruhan saya. Kalau saya dapat memenangi game pertama saya yakin bakal menang dan inilah yang kemudian terjadi. Setelah memenangi game pertama, saya terus tampil menekan dia dan tidak memberi kesempatan sedikit pun padanya mengembangkan permainannya

Sementara pada nomor ganda putri Ayu yang berpasangan dengan Jessy Rompies gegal merebut gelar juara turnamen Garuda Indonesia Championships, setelah pada pertandingan babak final hari Sabtu ditaklukkan Tamaryn Hendler/Chanel Simmond (Belgia/Afsel) 6-4, 6-2. Jordan

Ayu Melaju ke Semifinal

Jumat, 07 Oktober 2011

PETENIS putri terbaik Indonesia Ayu Fani Damayanti melenggang ke babak semifinal Turnamen Tenis Garuda Indonesia Championships seri II, setelah menyisihkan juara seri pertama turnamen ini di Jakarta, Minggu lalu, Tamaryn Hendler (Belgia), 6-3, 6-2 di Stadion Tenis Gelora Jakabaring, Palembang, Jumat (7/10/2011).

Namun sukses Ayu melangkaj ke semifinal, tidak diikuti dua petenis Indonesai lainnya Lavinia Tananta dan Elbert Sie yang kandas di babak perempat final. Ayu tampil lebih tajam ketimbang lawannya pada pertandingan yang berlangsung di bawah terik sinar matahari itu, “Bola-bola lawan cocok dengan permainan saya sehingga saya lebih mudah menekan,” ujar Ayu, seusai petandingan. Ayu tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada Hendler untuk mengembangkan permainannya. Petenis asal Bali ini ditempatkan sebagai unggulan keempat, sementara Hendler di posisi kelima.

Pada babak semifinal Ayu menghadapi pemenang pertandingan Nudnida Luangnam, unggulan kedelapan dari Thailand, melawan rekan senegaranya unggulan kedua, Varatchaya Wongteanchai. Menurut Ayu, menghadapi siapa pun pemenangnya tidak masalah baginya. Sementara itu, Lavinia tidak mampu berbuat banyak dan kalah melawan unggulan pertama Iryna Bremond (Prancis) 1-6, 0-6. Level permainan Bremon, peringkat 107 dunia, harus diakui masih setingkat di atas Lavinia, peringkat 512.

Hal serupa dialami Elbert Sie di pertandingan babak perempat final putra. Kendati sempat mencuri set pertama, namun Elbert akhirnya menyerah dari petenis unggulan ketiga asal India, Karan Rastogi 6-4, 1-6, 0-6. Pada set pertama tersebut Rastogi banyak membuat kesalahan sendiri.Rastogi baru menampilkan permainan terbaiknya pada set kedua dan ketiga. “Sebetulnya cuaca di sini sangat berat, karena sangat panas dan lembab. Namun saya mencoba menyesuaikan diri dengan keadaan dan terus memperbaiki penampilan saya sampai akhirnya menang,” kata Rastogi.

Menanggapi kekalahan Elbert, pelatih tim tenis putra Indonesia Bonit Wiryawan menyatakan sebetulnya Elbert diharapkan dapat lolos ke semifinal. “Pada seri pertama minggu lalu Elbert sampai di babak kedua. Mestinya pada seri kedua ini dia saya harapkan dapat mencapai babak semifinal, karena lawan sebetulnya tampil tidal terlalu bagus,” kata Bonit. Jordan

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET