Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label KOI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOI. Tampilkan semua postingan

KOI Batasi Offisial Berangkat ke Olimpiade

Rabu, 01 Juni 2016

SEPERTI kebiasaan bahwa Indonesia, jika mengikuti ajang sekelas Olimpiade jumlah official lebih banyak dari pada jumlah atlet yang berangkat. Namun kali ini Komite Olimpiade Indonesia (KOI) melakukan kebijakan dimana, akan membatasi jumlah offisial yang berangkat.

Yakni hanya mereka yang mendapatkan tanda pengenal (ID Card) boleh berangkat ke Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Agustus mendatang. Pembatasan ID Card itu terkait dengan kuota yang bakal diperoleh kontingen Indonesia.

“Tidak semua offisial bisa mendapatkan ID Card karena keterbatasan kuota yang didapatkan. Makanya, kita akan membatasinya,” kata Wakil Ketua Umun KOI, Muddai Madang di Jakarta, Selasa (31/5). Sesuai aturan Komite Olimpiade Internasional (IOC), jumlah offsial yang bisa masuk dalam perkampungan atlet Olimpiade yakni 50 persen plus 1 dari jumlah atlet yang lolos ke Olimpiade Rio de Jeneiro.

Hingga kini, Indonesia telah meloloskan 22 atlet yang berasal dari cabang atletik (1), angkat besi (7), bulutangkis (10), panahan (2), dan Rowing. Dua cabang lain yang berpeluang lolos yakni renang dan panahan beregu yang akan menjalani babak kualifikasi.

“Sampai saat ini Indonesia baru meloloskan 22 atlet, berarti hanya 11-12 ofisial yang bisa ditampung di wisma atlet. Dengan jumlah itu kan kita tidak mungkin KOI memenuhi permintaan 5 pelatih angkat besi yang telah diajukan. Kita juga harus memikirkan ofisial lainnya. Apalagi, saat ini sudah ada lima cabang olahraga yang sudah meloloskan atletnya,” katanya.

“Yang pasti, KOI akan mencoba akomodasi semuanya, tapi hanya yang berkaitan dengan atlet saja,” kata mantan ketua KONI Sumsel tersebut. Menurut Muddai, pihaknya tidak menutup mata jika jumlah ofisial yang dibutuhkan bisa melebihi kuota yang dipersyaratkan oleh panitia Olimpiade Rio 2016. Karena itu, pihaknya akan melakukan seleksi ketat terhadap ofisial yang diberangkatkan ke multiajang empat tahunan tersebut.

Selain pelatih, KOI hanya akan mengabulkan permintaan ofisial yang sesuai dengan kebutuhan atlet dalam menjaga performa, seperti ahli pijat (masseure), psikolog, maupun dokter kontingen. KOI akan memberikan akomodasi penuh bagi ofisial yang sesuai dengan kebutuhan atlet mulai dari penginapan hingga akses kepada atlet itu sendiri.

“ID Card untuk ofisial seperti itu akan kita urus. Kita saat ini sedang membahasnya di internal KOI. Prinsip kami, semua kontingen yang berkaitan dengan atlet harus bisa punya akses ke venue dan juga ke atletnya sendiri,” tandasnya. Dan

Rombongan KOI Diterima IOC

Jumat, 08 April 2016

SWISS
-Internasional Olympic Komite (IOC) menerima kedatangan delegasi Komite Olimpian Indonesia (KOI) yang dipimpin Erick Thohir di Lausanne, Swiss, 5 dan 6 April.

Kedatangan delegasi KOI itu diterima Deputi Direktur General Relation IOC, Pere Miro dan Ketua Olympic Solidarity IOC Oliveier Niamkey.
Dalam sambutannya Pira Miro mengatakan, IOC sangat berharap banyak kepada kepengurusan baru KOI yang dipimpin Erick Tohir untuk mengembangkan Olahraga di Indonesia.

“Kami berharap olahraga maju dengan semangat Olympism. Kami memang sengaja mengundang kepengurusan baru KOI di Lausanne untuk mendapatkan training selama 2 hari agar pengurus yang baru mendapatkan pemahaman visi dan misi serta program IOC, “ kata Pero Miro dengan berharap KOI segera bebenah diri terutama dalam menghadapi Olimpiade Rio de Jeneiro.

Pero Miro menyatakan, IOC sangat mengapresiasi KOI yang telah bisa menyelesaikan persoalan logo 5 ring dalam kurun waktu tiga bulan setelah kepengurusan baru KOI terbentuk. “Ke depan IOC berharap persoalan ini tidak terjadi lagi,” kata Pire Miro.

KOI Sendiri datang dengan seluruh kepengurusan untuk menghadiri undangan IOC tersebut. Selama dua hari tersebut kepengurusan baru juga mendapatkan penjelasan mengenai antara lain bagaimana memajukan prestasi olahraga dengan meningkatkan kualitas atlet maupun pelatih.
IOC juga bersedia memberikan fasilitas bantuan untuk training pelatih dan bea siswa atlet. “Kami IOC akan memberikan peningkatan kualitas atlet dan pelatih dengan mendatangkan tranner ke Indonesia untuk para pelatih,” kata Niamkey.

Sementara itu, Erick menegaskan program kepelatihan sangat penting bagi pengurus KOI dalam rangkan meningkatkan olaraga Indonesia terutama untuk mengikuti kegiatan olahraga multievent. Erick menjelaskan KOI akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan juag stakeholder olaraga Indonesia (KONI, Satlak Prima, Cabor) untuk meningkatkan prestasi Indonesia.

Ia juga menjelaskan, ke depannya penting kegiatan olahraga di dalam negeri seperti Pekan Olah Raga Nasional (PON) berorentasi ke prestasi di Olimpiade. Selain mendapatkan kepelatihan, delegasi KOI juga diberikan kesempatan berdiskusi sesuai dengan bidang komisi masing-masing pengurus. Dalam diskusi tersebut pengurus KOI mendapatkan masukan mengenai persiapan penyelengaraan Asian Games 2018 tentang broadcast, marketing, dan juga venue. Jordan

Enam Kota Acara Gema dan Semangat Olimpiade

Sabtu, 12 Maret 2016

Chief de Mission (CdM) Indonesia untuk Olimpiade 2016 di Brasil, Raja Sapta Oktohari meminta kepada seluruh Indonesia masyarakat untuk mendukung para atlet yang akan berjuang di ajang empat tahunan tersebut.

Nada dukungan itu akan disemarakkan melalui acara car free day di enam kota, diawali di Jakarta, 20 Maret mendatang. Kegiatan tersebut akan menggandeng asosiasi mantan atlet Olimpiade Indonesia (IOA) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

“Untuk membangun kesadaran mereka pada perjuangan atlet. Kami perlu menyebarkan semangat Olimpiade ke seluruh masyarakat Indonesia. Kita akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, karena itu sangat tepat jika kita memulai membangun awareness ini sejak sekarang,” terang Oktohari kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Menurutnya di saat car free day di enam kota nanti, kata Oktohari, pihaknya bakal mengumpulkan tiket donasi dari masyarakat untuk membantu perjuangan atlet. Setelah terkumpul semua, pihaknya akan mengundi dua pemenang untuk diajak menuju Brasil. “Dua pemenang ini akan kami ajak untuk menonton pertandingan final salah satu cabang olahraga. Mudah-mudahan banyak atlet kita yang masuk final dan kami bisa mendukung secara langsung,” tuturnya.

Hingga kini sudah ada sepuluh atlet dari tiga cabang yang melakukan entry by number, satu dari lompat jauh, dua panahan dan tujuh angkat besi. “Tentunya masyarakat Indonesia berharap lebih banyak lagi atletnya yang lolos ke Olimpiade. Kami berharap ada 30 atlet yang bisa meraih tiket ke Olimpiade. Saat ini juga masih ada bulu tangkis, rowing, judo, equestrian, taekwondo, voli pantai, tinju, layar dan balap sepeda yang masih berjuang. Jadi, peluang kita untuk meraih tiket ke Olimpiade Brasil. Sehingga memberikan peluang meraih medali emas terbuka lebar,” tambahnya. Jordan
________________________________________

Ketum KONI Hadiri Rapat Anggota KOI

Selasa, 01 Maret 2016

KEHADIRAN Ketua KONI Tono Suratman terjadi pada acara Rapat Anggota KOI di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Senin (29/2/2016), disambut baik sebagian besar anggota KOI. Menurut mereka ini adalah sejarah baru dan momentum terbaik bagi terciptanya harmonisasi dalam pembinaan olahraga di Tanah Air. Sebab, selama ini terjadi disharmonisasi hubungan KONI Pusat dan KOI.

Selain Tono, hadir pula Kepala Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Laksamana (Purn) Ahmad Sutjipto. ”Kami sangat bersyukur atas kehadiran Pak Tono Suratman dan Kasatlak Prima Pak Cip. Ini menandakan bahwa harmonisasi dalam pembinaan olahraga di Indonesia sudah terjalin. Ini pertanda angin baik bagi kita semua. Artinya, ke depan tidak ada lagi sekat antara KONI dan KOI,” tegas Wasekjen PB Kodrat, Hengki Silatang kepada wartawan.

Sebagaimana diketahui, selama ini hubungan antara kedua institusi olahraga di Indonesia itu agak kurang harmonis alias disharmonisasi. Adanya silang pendapat kerap terjadi. “Menyambut Asian Games 2018, hendaknya memang para stakeholder Indonesiaa harus bersinergi demi tercapainya sukses sebagai penyelenggara maupun prestasi,” ungkap pria yang juga praktisi olahraga ini.

Pria yang juga sebagai komentator tinju yang kerap menghiasi layar kaca di TV One ini menegaskan, sebaiknya ke depan hal-hal semacam ini tidak terjadi lagi. "Kalau hubungan antara pemimpin organisasi olahraga, macam KONI dan KOI selalu harmonis maka membangun dan membina olahraga tidak terlalu sulit karena bisa saling mengisi satu sama lain," tambah Hengky. Jordan


Hindari Penyelewengan Dana KOI Gandeng BPKP

Senin, 08 Februari 2016

UNTUK menghindari terjadinya penyelewangan dana, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan pengawasan dana anggaran. Badan ini sebagai pendampingan terkait dengan tanggung jawab yang diemban terutama dalam menyiapkan Asian Games 2018.

"Kami segera membuata surat dan menayangkan kepada BPKP dan ditandatangani Pak Erick (Ketua KOI). Yang isinya meminta lembaga ini jadi pendamping dan turut mengawasi soal dana dan anggaran," kata Wakil Ketua KOI Muddai Madang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (6/2).

Muddai menyatakan, peran BPKP dalam mengelola keuangan Asian Games 2018 sangat diperlukan mengingat kejuaraan olahraga paling akbar di Asia itu menggunakan dana dari pemerintah dalam hal ini APBN yang cukup besar.

Menurutnya, pihak KOI tidak ingin, apa yang dilakukan dalam mempersiapkan Asian Games 2018 yang dipusatkan di Jakarta dan Palembang terjadi penyimpangan. Dengan demikian, kerja sama dengan BPKP dinilai lebih tepat.

"Biar semuanya serba jelas. Jika ada kejanggalan bisa secepatnya diaudit oleh pihak berwenang di antaranya BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Biar semua jelas mana yang benar dan mana yang salah," kata Muddai Madang menambahkan.

Lembaga KOI yang masuk dalam kepanitiaan Indonesia Asian Games Committee (INASGOC) saat ini mendapatkan sorotan dari banyak kalangan termasuk Komisi X DPR RI terkait dengan penggunaan dana sosialisasi sebesar Rp61 miliar. Penggunaan dana tersebut dinilai ada penyimpangan.

Adanya dugaan itu, Komisi X DPR RI meminta kepada BPK untuk melakukan audit terkait penggunaan dana yang semuanya berasal dari APBN itu. Namun, pihak KOI tetap terbuka dengan adanya rencana audit tersebut. "Silahkan dicek oleh BPK maupun BPKP. Yang jelas anggaran tidak habis. Ada sekitar Rp30 miliar yang harus dikembalikan," kata pria yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan itu.

Dana sosialisasi yang dipermasalahkan merupakan dana 2015. Proses sosialisasi sendiri dilakukan dienam kota diantaranya Jakarta, Palembang, Medan, Balikpapan dan Surabaya ini. Bahkan khusus di Jakarta digelar bersamaan dengan launching maskot Asian Games 2018 yaitu "drawa". "Secara umum pesan sosialisasi sampai kemasyarakat. Terbukti banyak kritikan dan masukan terkait dengan bentuk maskot. Itu harus diapresiasi," tambahnya. Jordan

Muddai Akui Pekerjaan Panpel Belum Maksimal

HINGGA kini Kepanitiaan Indonesia Asian Games Committee (INASGOC) belum punya legalitas. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Muddai Madang. Menurutnya, kepanitiaan masih dalam proses revisi.

Menurut Muddai nama-nama yang masuk dalam INASGOC sejatinya sudah ada saat era kepemimpinan KOI Rita Subowo. Namun, karena ada pergantian kepengurusan KOI, maka secara otomatis ketua Organizing Committe-nya (OC) ikut berubah. Tak hanya ketuanya saja, wakil ketua, sekretaris jenderal, bendahara, hingga devisi-devisinya hampir 80 persen berubah. Hal inilah yang membuat INASGOC belum bisa diberi Surat Keputusan (SK) hingga sekarang.

"Sejak jaman Ibu Rita Subowo Panitia INASGOC sudah ada melalui Keppres (Keputusan Presiden). Namun setelah pergantian pengurus KOI, secara otomatis ex-officio (jabatan otomatis ketum KOI menjadi Ketua OC). Nah pada saat kami terpilih, 1 November lalu sebenarnya kami langsung rapat soal ini. Kami menyepakati soal adanya perubahan panitia. Artinya bukan hanya ketuanya saja berubah, tapi Sekjen, bendahara dan wakilnya juga, juga deputinya. Makanya saat ini masih dalam proses," kata Muddai kepada wartawan.

Panitia INASGOC sendirinya sejatinya sudah mulai bekerja sejak beberapa bulan lalu. Namun belum maksimal karena belum adanya pengesahan SK tersebut. Muddai menyadari hal itu. Mudah-mudahan minggu depan sudah diumumkan perubahan panitia INASGOC oleh ketum Erick Thohir. Sekarang proses perbaikan sudah 98 persen selesai. Sisanya belum karena ada beberapa orang yang menolak masuk, makanya kami masih harus mencari lagi," sebutnya.

Hal lain yang menjadi sorotan pengurus KOI adalah, akan terus memonitor setiap lini jelang Asian Games 2018. Apalagi, enam perwakilan Olympic Council of Asia (OCA) saat ini sudah berkantor di Jakarta. mereka tugasnya mengawasi setiap pekerjaan yang dilakukan Indoensia, termasuk soal perkembangan pembangunan dan hal lainnya.

"Tugas kami adalah akan terus memonitor semua kegiatan yang ada, termasuk pembangunan-pembangunan, cek segala macam. Seperti mempersiapkan kepanitian yang solid, kemudian berkomunikasi dengan Satlak Prima, KONI, dan Kemenpora, supaya bisa sukses prestasi. Sebab, tanpa sukses prestasi hanya penyelenggara saja juga tidak bisa," tandas pria yang juga pengusaha ini. Jordan.

KOI Kembali Sosialisasikan Pelaksanaan AG 2018

Minggu, 17 Januari 2016

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) akan mengencarkan sosialisasi pelaksanan Asian Games 2018 dan sesuai dengan rencana sosialisasi akan dilakukan dihampir seluruh kota besar yang ada di Indonesia. Demikian ditegaskan Wakil Ketua KOI, Muddai Madang.

Menurut Muddai berdasarkan kajian yang dilakukan, sosialisasi pelaksanaan kejuaraan empat tahunan akan dilakukan disekitar 10 sampai 15 kota. "Untuk 2016 ini ada sekitar 10-15 kota. . Yang jelas sosialisasi akan jauh lebih gencar dibandingkan dengan sebelumnya," kata Muddai kepada wartawan di Senayan, Jakarta.

Secara detail, Muddai belum menjelaskan kota-kota mana yang akan mendapat kunjungan. Meski telah menetapkan jumlah kota yang akan menjadi tempat sosialisasi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Masih kita bicarakan tindak lanjutnya tentang kunjungan kota-kota yang ada di tanah air,” tambahnya.

Di tahun 2015 lalu, sebelumnya sosialisasi telah dilakukan di enam kota yaitu Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, Palembang dan Jakarta. Bahkan, sosialisasi di Jakarta juga bersamaan dengan launching maskot Asian Games 2018 yaitu Drawa .

"Sosialiasi ini juga rangkaian yang telah dilakukan sebelumnya. Kami ingin sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat Indonesia lebih mengenal dan mensukseskan perhelatan ini," kata Madang. Terkait anggaran, pria yang juga ketua KONI Sumatera Selatan itu mengaku masih dalam kajian. Dana yang akan digunakan berbeda dengan yang digunakan saat sosialisasi dienam kota yang sudah dilaksanakan.

Menurut Sekjen KOI Dody Iswandi, seperti yang diutarakan Muddai, sebelumnya, dana sosialisasi yang dianggarkan untuk enam kota sebesar Rp61 miliar. Informasi yang beredar di lapangan, masing-masing kota pelaksana sosialisasi dianggarkan sekitar Rp4 miliar. "Untuk 2016 masih dikaji. Jadi berapa besar anggaran yang akan digunakan belum diketahui dengan pasti," tambah Muddai. Jordan

Erick:Persiapan Asian Games 2018 Tetap Dilaksanakan

Jumat, 15 Januari 2016

PASCA teror bom yang terjadi di Sarinah , Jakarta, Kamis (14/1), tidak akan memengaruhi persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pelaksanaan Asian Games Jakarta-Palembang 2018 tetap berlansung. Demikian ditegaskan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir.

Erick menyatakan teror tersebut masih bisa diantisipasi. Untuk itu, ia meminta agar insan olahraga di Tanah Air tidak menjadi khawatir dan takut. Menurut pemilik klub Inter Milan ini, enam delegasi Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang sudah berada di Indonesia, tetap menjalani rencananya, yaitu meninjau venue di ICE di Serpong, Tangerang. Sejauh ini respons dari OCA terkait keamanan di Jakarta belum terlalu berpengaruh.

“Enam perwakilan OC, hari ini melakukan rapat dengan kami. Sempat kami sampaikan soal kejadian itu. Tetapi dari perwakilan tetap melakukan venue visit di Serpong,” kata Erick kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/01/16). Erick menambahkan, sebelum ada kejadian teror ini, pihaknya pun pernah melakukan rapat dengan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Dalam rapat tersebut Erick sudah meminta perhatian khusus terkait keamanan untuk penyelenggaraan Asian Games2018, yang merupakan event sangat besar dan melibatkan puluhan ribu orang dari puluhan negara.

“Jaminan keamanan tentunya bukan hanya atlet, tapi juga penonton, media, dan pihak lainnya. Makanya, 18 November kemarin kami sudah akan merevisi Inasgoc (panitia penyelenggara), di mana tentu bagian keamanan harus diisi. Tapi sebelum itu kami harus konsultasi dengen BIN, Kepolisian, TNI dan pihak keamanaan lainnya. Jaman Ibu Rita Subowo, deputi keamanannya belum dibentuk,” ungkapnya.

“Saya berharap semua masyarakat juga mesti mengawasi daerah setempat. Tentu yang paling berkepentingan adalah pemerintah sendiri untuk mengamankan warganya, karena kalau ada korban itu warganya. “Menurut saya, isu teror ini jangan sampai membuat kita berhenti. Kita harus terus berjalan karena kalau semua serba ketakutan justru aktivitas tidak akan jalan,” tegasnya. Jordan

KOI Gelar Sosialisasi & Peluncuran Logo AG 2018

Rabu, 23 Desember 2015

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) akan menggelar sosialisasi dan peluncuran logo resmi Asian Games XVIII/2018 pada Minggu (27/12) di Jakarta dengan menyelenggarakan berbagai acara seperti senam pagi, jalan sehat, dan karnaval.Demikian ditegaskan Wakil Ketua Umum KOI Muddai Madang. Menurutnya tujuannya adalah sosialisasi dan menyampaikan pesan bahwa kita siap untuk menjadi tuan rumah.

“Tujuan dari penyelenggaraan acara tersebut untuk menepis rumor-rumor yang berkembang terkait kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Indonesia diharapkan mampu menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus memperlihatkan kebangkitan olahraga Indonesia,” kata Muddai kepada wartawan Selasa Malam (22/12/15).

Adapun agenda acara sosialisasi dan peluncuran logo Asian Games 2018 akan dimulai dengan senam sehat pukul 06.00 bertempat di Parkir Timur Senayan kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat menuju Jalan Sudirman dengan jarak kurang lebih lima kilometer. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Presiden, beberapa menteri, perwakilan Komite Olimpiade Asia (OCA), olimpian, tokoh olahraga, gubernur seluruh indonesia, dan duta besar peserta Asian Games.

Sementara itu Sekretaris Jenderal KOI Dodi Iswandi, yang juga berperan sebagai ketua panitia sosialisasi dan peluncuran logo Asian Games 2018, mengungkapkan karnaval di acara tersebut nantinya akan mempertontonkan perpaduan olahraga dan seni agar memiliki daya tarik bagi masyarakat.

“Contoh seperti barongsai dan pencak silat, supaya mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya. Ketika ditanya mengenai maskot untuk Asian Games nanti, Dodi menyebut pihaknya belum membuat keputusan. “Kemungkinan kita buat logo terlebih dahulu, maskot masih menyusul,” tandas pria yang baru mengikuti Fit and Profertest di Lingkungan Kemenpora. Jordan

KONI Akhirnya Tanggalkan Ring Lima

Senin, 07 Desember 2015

AKHIRNYA pihak KONI Pusat mau merelakan logo 5 ring untuk dilepaskan Selesai sudah ceritera ring lima yang mengalungi logo Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Kepastian itu didapat usai Ketua KONI, Tono Suratman serta jajarannya menerima kunjungan Ketua KOI, Erick Thohir dan pengurusnya di Kantor KONI saat melakukan komunikasi untuk program kerja dan harmonisasi kedepannya lebih baik.

Menurut perwakilan dan juru bicara KONI, Suwarno, menjelaskan, bahwa keputusan KONI Pusat melepas logo 5 ring tersebut karena sesuai dalam hasil rapat komisi I di Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI di Papua beberapa waktu lalu.

“Dari rapat komisi I bidang organisasi sudah diputuskan abahwa penggunaan dan pemakaian ring 5 pada lambang KONI untuk tidak digunakan, selanjutnya dikembalikan kepada IOC. Jadi ini semua sesuai putusan rapat,” kata Suwarno usai pertemuan di Jakarta, Jumat (4/12).

Suwarno pun menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari berbagai pihak terkait keputusan pencopotan logo 5 ring di KONI Pusat, walau sejauh ini pihak Kemenpora sudah melayangkan surat ancaman pembekuan terhadap KONI.

“Ini murni dari hasil rapat KONI pribadi, tidak ada penekanan, kami sudah sepakata dari hasil Musornaslub,” tegas Suwarno. Rencananya usai putusan ini, KONI Pusat akan mengirim surat kepada KONI Provinsi dan cabang olahraga terkait untuk segera menghilangkan logo 5 ring dari lambang KONI.

“Kami langsung menyampaikan kepada masing-masing KONI Provinsi dan cabang olahraga, memang butuh waktu lama untuk menghilangkan logo tersebut, jadi ditunggu saja prosesnya. Yang pasti kami sepakat melepasnya,” ujar Suwarno.

Seperti diketahui, dorongan pencopotan logo 5 ring di lambang KONI tidak hanya datang dari mantan atlet Olimpiade dan KOI, melainkan Kemenpora secara tegas mengirim surat ke KONI, dan memberikan tenggat waktu hingga 10 Desember, jika tidak akan dibekukan oleh Kemenpora.

“KONI sudah membalas surat Kemenpora terkait penjabutan 5 ring di lambang KONI yang sudah dilakukan sejak 3 Desember. Dan kami juga menyampaikan laporan Musornaslub kemarin,” jelasya. (Jordan)

Atlet Olimpian Indonesia Minta KONI Tanggalkan Logo

Jumat, 04 Desember 2015

SEJUMLAH para atlet olimpian Indonesia meminta KONI mengembalikan logo lima ring yang selama ini digunakan ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar tidak memunculkan kerugian bagi atlet yang akan turun di kejuaraan internasional, khusus di pentas multi event, seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Demikian ditegaskan Krisna Bayu, mantan atlet judo, yang didampingi olimpian lainnya seperti Leane Suniar (panahan), Hadi Wihardja, Surya Agung (atletik), dan Juana Wangsa (taekwondo) di Jakarta, Kamis (3/12/2015). Bayu mengatakan, desakan agar KONI melepaskan lima ring ini merupakan buntut dari kekecewaan olimpian yang menilai keputusan KONI pada Musornas 2015 di Papua beberapa waktu lalu diplintir jika dibandingkan dengan rapat Komisi I Bidang Organisasi.

"Pada rapat komisi diputuskan jika penggunaan dan pemakaian ring lima pada lambang KONI untuk tidak digunakan selanjutnya dikembalikan ke IOC. Tapi pada keputusan akhir ternyata tidak sama," katanya di Kantor KOI Senayan. Bayu menegaskan, jika KONI tidak segera melepaskan lima ring yang ada pada logo akan banyak kerugian yang ada didapat. Selain mendapatkan sanksi dari IOC, posisi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang terancam.

Dengan kondisi tersebut, para olimpian diantaranya Krisna Bayu, Hadi Wihardja, Liane, Juana Wangsa Putri serta Suryo Agung mendukung penuh keputusan pemerintah yang mendesak KONI untuk segera mencopot logo lima ring sesuai dengan anjuran IOC.

Pemerintah dalam hal ini Kemenpora bahkan telah mengirimkan surat teguran keras yang harus ditangani selama 10 hari kedepan. Jika tidak ditanggapi sanksi administrasi sesuai dengan perundang-undangan akan diterapkan. "Kami ingin Ketua Umum KONI Pusat bersikap legowo dan bijak sebagai patriot sejati olahraga Indonesia yang memajukan martabat bangsa dan negara," tegasnya.

Permasalahan penggunaan lima ring pada logo KONI sudah berjalan lama bahkan sudah masuk ranah hukum. Bahkan sudah ada keputusan dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 68/PDT.SUS.MEREK/2014/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 4 April 2015. Namun, pihak KONI hingga saat ini dinilai belum melaksanakan keputusan. Bahkan lembaga yang dipimpin oleh Tono Suratman ini akan membawa permasalahan ke IOC. Kondisi ini kurang disetujui oleh olimpian karena masalah ini dinilai bisa diselesaikan di Tanah Air. (Jordan)

________________________________________

KOI Yakinkan Tim OCA Soal Kesiapan Pelaksanaan AG

Minggu, 29 November 2015

DENGAR pendapat antara KOI dan wakil dari OCA pada hari ini akan menjadi salah satu hari krusial bagi Indonesia dalam persiapan menuju Asian Games 2018. Dewan Olimpiade Asia (OCA) bakal mendengar paparan kesiapan Indonesia menyambut agenda empat tahunan tersebut.

Agenda ini akan dihelat dalam Regional Meeting Dewan Olimpiade Asia dan Olympic Solidarity di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Minggu (29/11/2015). KOI diberi jatah waktu selama 15 menit untuk memaparkan apa saja yang sudah dikerjakan dan yang masih tersisa menuju pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu.

Indonesia terkesan lambat menyiapkan diri. Palembang baru mengebut pembangunan wisma atlet sementara jalan dari bandara menuju komplek Stadion Jakabaring masih gelap. Persiapan di Jakarta lebih parah. Venue yang dibutuhkan belum tersentuh, juga wisma atlet dan fasilitas transportasi.

Bukan tidak mungkin tuan rumah Asian Games bisa berpindah tangan lagi jika Indonesia tak juga berbenah. Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang, optimistis OCA bakal tetap percaya menggelar Asian Games di Indonesia.

"Jujur memang Indonesia telah terlambat dalam kurun waktu enam bulan. Kami akan sampaikan apa saja yang sudah dikerjakan sejauh ini dalam pemaparan tersebut. Selain itu, tentunya rencana di sisa waktu menuju Asian Games," kata Muddai.

Menurutnya sejauh ini, venue paling krusial adalah akuatik, velodrome, dan equastrian. Awal tahun depan venue itu mulai dikerjakan. Artinya, kesediaan venue relatif aman. "Nah, yang masih gelap adalah wisma atlet. Yang ini sudah mempunyai kontraktor semestinya tinggal jalan. Tinggal menunggu izin prinsip ya. Apa iya setelah diberi lampu kuning,--ibaratnya kami dijewer--maka kami masih ingin untuk ditempeleng," katanya dia.

Muddai menjamin semua pihak bakal lebih solid untuk mewujudkan Jakarta dan Palembang yang benar-benar siap menggelar Asian Games tersebut. "Tidak perlu menunggu besok, hari ini kami yakin Asian Games 2018 akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang," ucap dia.

Pada hari pertama Regional Meeting Dewan Olimpiade Asia dan Olympic Solidarity, Sabtu (28/11/2015), Indonesia memang belum menunjukkan keseriusan dalam menggelar Asian Games. Pada stand Asian Games 2018, hanya ada brosur wisata Sumatera Selatan dan beberapa foto venue di komplek Stadion Jakabaring. (Jordan)

Masterplan AG 2018 Segera Dibuat

Selasa, 24 November 2015

PELAKSANAAN Asian Games ke 18 tahun 2018 kurang-lebih tinggal 1000 haari lagi.Terkait hal itu Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan membuat masterplan atau rencana induk berkoordinasi dengan Kemenpora yang dua pekan mendatang akan dipresentasikan.

Demikian diungkapkan Ketua umun Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir dalam acara serah terima jabatan dari mantan Ketua Umum KOI yang lama Rita Subowo di kantor KOI, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2015) sore.

"Kita, telah berkoordinasi dan konsultasi bersama Komite Exsekutif KOI, Kemenpora, Kemenkokesra untuk membicarakan master plan atau rencana induk penyelenggaraan multievent 4 tahunan itu."ucap Ketum Erick Thohir.

Menurut Erick pihaknya telah berbicara juga dengan komite exsekutif yang seluruhnya khatam di organisasi olahraga, untuk mengetahui dan memutuskan apa saja venue-venue yang harus di renovasi ataupun dibangun.

Erick yang juga presiden Inter Milan itu menyatakan, kami senada dengan Bu Rita, bahwa, kita mengakui bahwa Indonesia ini tidak pandai dalam ber promosi ke mancanegara, padahal ini sangat penting. "Mulai dengan ketua umum KOI yang baru ini, kedepan, kita akan memulai promosi, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke 18 tahun 2018," katanya.

"KOI akan mengadakan rapat koordinasi dengan Kemenpora dan Kemenkokesra," tambahnya. Ia menambahkan, dengan adanya Asian Games ini kita optimis ada multiefek untuk Indonesia, KOI juga terus menjalin dengan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Basuki Tjahya Purnama, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan untuk bersama-bersama mensukseskan Asian Games. "Kita akan tinjau, renovasi GBK lantaran pemerintah sudah menggelontorkan dana sebesar Rp600 miliar," terangnya. (Jordan)

Pengurus KOI Bergerak Cepat

Senin, 09 November 2015

SEJAK sepekan terpilih melalui Kongres KOI, 31 Oktober lalu, kepengurusan baru KOI pimpinan Erick Tohir langsung bergerak cepat dengan merencanakan beberapa agenda kerja termasuk persiapan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Asian Games 2018.

“Sehari setelah terpilih kami langsung menggelar rapat, sebelum Pak Erick Tohir berangkat ke Italia,” kata Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/11/2015).

Ia menambahkan , kepengurusan baru akan resmi berkantor di Gedung KOI FX Senayan, Selasa (10/11) mendatang. “Kami akan menggelar rapat pertama di kantor KOI,” katanya.

Beberapa agenda dalam waktu dekat ini, katanya, Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota KE bidang Sport Enviropment akan berangkat ke Markas OCA di Kuwait, 15 November mendatang.

“Di sana kami akan bertemu dengan para pengurus OCA dengan dijembatani oleh Ibu Rita Subowo,” katanya. Selain itu, KOI juga akan mengirim tim pendahulu ke Rio de Janeiro dalam rangka persiapan Olimpiade Rio de Janeiro.

Muddai mengatakan, 21 November akan berlangsung Count Down O’Clock menuju Asian Games 2018 di Palembang. Sementara 27-28 November pihak KOI akan menerima kedatangan tim broadcast dari OCA. “Tim dari OCA ini akan berkunjung ke Palembang dan Jakarta melihat sejauh mana persiapan Asian Games 2018,” jelasnya. (Jordan)

Erick: Kami Akan fokus di OG dan AG

Minggu, 01 November 2015

USAI terpilih menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengatakan dengan tegas akan langsung fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi dua kegiatan besar, yaitu Olimpiade Brazil 2016 serta menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

"Segera rapatkan barisan, ini adalah harga mati. Ini adalah tanggung jawab besar. Makanya kami akan fokus pada dua hal, yaitu olimpiade dan Asian Games," kata Erick Thohir usai terpilih menjadi Ketua KOI di Kongres KOI di Jakarta, Minggu dini hari.

Erick menyadari pihaknya harus bekerja cepat. Tantangan di depan sudah menunggu. Apalagi kegiatan besar benar-benar sudah di depan mata dan membutuhkan persiapan matang untuk menghadapinya. Untuk itu dibutuhkan kerja sama dengan tim pendukungnya.

"Dalam hal ini. kami dengan Komite Eksekutif harus kerja bareng. Makanya kita harus segera koordinasi karena anggota Komite Eksekutif pasti memiliki visi dan misi yang berbeda. Untuk itu kami perlu mendengar," katanya menambahkan. Langkah paling dekat menurutnya adalah harus segera diputuskan adalah terkait dengan Chief de Mission (CdM) Olimpiade Brasil 2016. Pemilihan CdM harus segera dilakukan karena waktunya sudah mendesak.

Khusus untuk Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, pihaknya menegaskan Indonesia harus mampu sukses ganda, yaitu sukses sebagai pelaksana hingga sukses dalam pencapaian prestasi."Asian Games tantangan luar biasa. Tidak hanya menyiapkan atlet tapi juga sarana prasarana yang sesuai dengan standart," kata pria yang juga seorang pengusaha nasional itu.

Demi melancarkan target, Erick berharap semua pemangku kepentingan olahraga nasional mulai pemerintah, KONI, KOI hingga Satlak Prima bersatu padu dan bekerja sesuai dengan job desk-nya masing-masing. Pihaknya juga berharap pihak terkait ini terjebak dalam isu yang sering muncul kepermukaan.

Dalam Kongres terpilih sebagai Wakil Ketua Muddai Madang. Pria ini sebelumnya juga maju sebagai ketua, namun sebelum penetapan calon, Ketua KONI Sumatera Selatan ini mengundurkan diri dan memilih bersaing di pos wakil ketua umum. Sedangkan posisi sekjen berdasarkan hasil pemilihan diduduki oleh Dodi Iswandi, didukung oleh wakil sekjen Dasril Anwar. Selain itu para pimpinan KOI itu akan didukung oleh Komite Eksekutif yang juga dipilih melalui mekanisme kongres diwaktu yang sama. (Jordan)

Didukung 39 Cabor, Hamidy Maju

Kamis, 29 Oktober 2015

DUA hari jelang digelarnya Kongres KOI di Jakarta, bursa pencalonan Ketum KOI mulai memanas. Didukung 39 cabang olahraga, E.F Hamidy menjadi bakal calon pertama yang maju. Hamidy yang berstatus sebagai Sekretaris Jenderal KONI Pusat, didaftarkan oleh 39 induk cabang olahraga. Mereka datang ke Kantor KOI, Rabu (28/10/2015), untuk mengembalikan formulir plus beberapa lampiran persyaratan untuk maju sebagai ketum KOI.

Dasril Anwar (Foksi) perwakilan dari 39 cabor itu mengatakan sebenarnya ada tiga calon yang mereka usung untuk menjadi bakal calon Ketum KOI. Namun lewat perembukan cabor-cabor akhirnya dipilihlah Hamidi sebagai calon yang tepat untuk mereka usung.

"Awalnya ada beberapa calon, tapi pada akhirnya hanya satu nama yang kami pilih dan itu adalah Bapak Hamidi," kata Dasril, usai mendaftarkan Hamidy di Kantor KOI. Adapun alasan ke-39 cabor ini mendukung Hamidy karena menganggap Ketum PB Persani ini memiliki kesamaan visi dan misi untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

"Beliau ini memiliki konsern terhadap olahraga. Pertama beliau ingin mendapatkan suasana yang kondusif dalam keorganisasian olahraga Indonesia. Kedua, Hamidy juga dianggap mampu bekerjasama dengan baik antara KOI, KONI, dan pemerintah soal pendanaan. Terakhir, dia ingin menjadikan induk cabor sebagai pelaku utama pembinaan,” paparnya.

"Jika didukung didukung oleh banyak cabor tentu saya mau. Jauh sebelum ini, sebenarnya saya sudah ditemui oleh 12 cabor yang ingin mendukung saya. Tapi saya belum bersedia karena saya tidak ingin menjadi ayam sayur. Tapi sekarang sudah ada 39 cabor yang katanya mendukung. Bagi saya ini sebuah kepercayaan yang luar biasa,” ujar Hamidy kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Soal persyaratan, Hamidy optimistis bakal lolos dari semua persyaratan itu. Menurutnya, jika dia sudah diusung oleh mayoritas anggota KOI sudah tentu yang mengusung ini mengerti seluk beluk dirinya apa pantas atau tidak. "Yang tahu kan yang mencalonkan saya. Masalah persyaratan, saya cukup berpengalaman menjadi pelaku olahraga sejak tahun 1993. Saya pernah menjadi sekretaris Chief de Mission Asian Games 2010 di Guangzhou, China. Saya juga pernah menjadi manajer anggar. Jadi saya yakin mereka lebih tahu dan paham," jelasnya. (Jordan)

Muddai Segera Kembalikan Formulir

Jumat, 23 Oktober 2015

BALON Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang akan bertarung pada kongres 31 Oktober mendatang, Muddai Madang, mulai membereskan administrasi untuk bisa menjadi calon Ketum KOI periode 2015-2019. Salah satu berkas persyaratan yang menjadi bagian administrasi ialah dukungan tertulis dari pemilik suara Kongres KOI.

Ketua KONI Sumatera Selatan itu memastikan, dirinya sudah mengantongi syarat dukungan yang dipersyaratkan, yaitu didukung minimal 5 pemilik suara Kongres yang merupakan induk cabang olahraga anggota KOI. Muddai menyebut tidak akan melakukan langkah-langkah apapun yang dapat membuat reaksi jelang koongres KOI 2015-2019.

Terpenting, ia akan mengumpulkan berkas dan dukungan dari Pengurus Besar (PB) cabang olahraga yang akan mengusungnya menjabat sebagai Ketua KOI. “Nanti tanggal 26 Oktober saya akan datang ke Kantor KOI untuk mengembalikan formulir beserta kelengkapan persyaratannya, termasuk dukungan,” kata Muddai.

Ketika ditanyakan induk-induk organisasi (PB/PP) yang memberikan dukungan, Muddai belum mau menyebut secara gamblang siapa PB yang mendukungnya untuk naik ke KOI 1. Ia yang juga merupakan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan itu menyebut cabang pentaque jadi cabor yang dipastikan memberikan suara untuknya di Kongres pemilihan Ketum KOI di Sheraton Hotel, Jakarta, 31 Oktober mendatang.

“Dukungan lainnya nanti akan saya beritahukan ketika saya mengembalikan formulir. Dukungan itu kan harus ada bukti tertulisnya. Bukti-bukti dukungan itu baru saya akan kumpulkan minggu ini,” jelasnya. Ditanya soal keseriusannya menjadi Ketum KOI 2015-2019, Muddai mengatakan keyakinannya untuk bersungguh-sungguh dengan niatannya tersebut. Ia pun menyadari banyak tugas berat menanti jika nanti dirinya menjadi Ketua Umum KOI.

Dijelaskan Muddai yang juga Chairman Sriwijaya FC itu, KOI adalah lembaga besar yang bertugas mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan keikutsertaan Indonesia di ajang multievent olahraga internasional.

Jelas pengalaman yang dimilikinya dalam mengurusi multievent, ia yakin mampu menjalankan amanah yang dibebankan kepadanya. Untuk memuluskan niatannya itu, Muddai hingga saat ini telah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum KOI, Rita Subowo dan Menpora Imam Nahrawi. (Jordan)

Tim Kordinasi Minta 3 Opsi

Selasa, 20 Oktober 2015

TIM Koordinasi cabang olahraga (cabor), yang mewakili 27 anggota biasa dan 12 anggota luar biasa pimpinan Dodi Iswandi, mengajukan tiga permintaan kepada kepengurusan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Eksekutif untuk segera diselesaikan. Para perwakilan 39 anggota KOI diterima oleh Plt Sekjen KOI Hifni Hasan, anggota Komite Executive (KE) Ahmed Solihin, dan Komisi Sport For All, Ade Lukman di Kantor KOI, Jakarta, Senin (19/10).

Permintaan itu pertama adalah untuk mencabut surat dari KOI tertanggal 12 Oktober, yang intinya menegur cabang olahraga 8 anggota tim koordinasi. Kedua, terkait pelegalan 9 anggota baru yang segera disahkan. Ketiga, keberadaan PP Pordasi yang segera dipulihkan haknya.

“Putusan surat 12 Oktober tidak tepat diberikan kepada 8 anggota, karena tanpa alasan yang jelas. Sedangkan terkait 9 anggota baru, selayaknya mereka sudah diterima karena sudah dibahas pada pertemuan di Bogor. Untuk Pordasi, sewajarnya KOI legowo, karena hasil putusan itu berasal dari CAS,” ujar Dodi Iswandi, dalam pertemuan di kantor KOI Senayan, Jakarta.

Menurutnya, mereka keberatan dengan adanya surat itu. Dia lantas menjelaskan secara kronologis terbentuknya tim penjaringan yang diketuai oleh Timbul Thomas Lubis. Ia menilai sudah sewajarnya KE bisa berkomunikasi dan mengambil keputusan secara bijaksana, sehingga tidak semakin menambah permasalahan yang sudah ada.

“Tentunya tiga permintaan ini bisa segera dibahas dalam KE sehingga bisa mendapatkan hasil yang positif untuk keberlangsungan kepengurusan KOI kedepannya,” Dodi.

Menanggapi pertemuan ini, Ahmed perwakilan dari KOI mengaku akan segera melakukan komunikasi dan membahasnya dalam rapat KE nanti untuk menanggapi tiga permintaan tim koordinasi. Menurutnya, ini merupakan dialog awal bagi KOI dan perwakilan cabang olahraga.

“Kami menerima semua usulan yang diminta oleh tim koordinasi cabang olahraga untuk selanjutnya kami akan segera proses dengan menggelar rapat komite eksekutif secepatnya untuk menyikapi permasalahan ini. Semoga dengan pertemuan dan dialog ini, ke depan tentunya menjadi titik terang,” kata Ahmed. (jordan)

Tono Berharap KONI-KOI Satu Atap

Selasa, 13 Oktober 2015

KETUA Umum KONI Pusat Tono Suratman mengharapakan dalam Kongres KOI yang dijadwalkan 31 Oktober mendatang, para peserta sepakat dengan wacana penyatuan KONI-KOI menjadi satu atap. ”Saya akan maju mencalonkan diri jadi Ketum jika iitu memang amanah dan dengan catatan adanya kesepakatan dari peserta untuk penyatuan KONI-KOI,” kata Tono Suratman kepada wartawan di sela-sela perayaan HUT ke-77 KONI Pusat di Stadion Utama Gelora Bung Karno(GBK), Minggu (11/10/2015).

Wacana penyatuan KONI-KOI satu atap dengan format satu ketua dan dua sekretaris jenderal (sekjen) pernah di apungkan oleh Tono Suratman dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KONI, Agustus lalu. “Penyatuan ini untuk menghindari friksi-friksi atau perbedaan pendapat yang selama ini terjadi. Meski tetap saja tupoksinya tetap terpisah,” tegasnya. Tono juga mengatakan bahwa ia juga mendorong para pengurus KONI seperti Sekjen EF Hamidy dan Suwarno ikut mencalonkan diri. “Semuua saya dukung mencalonkan diri dan saling mendukung,” ungkapnya.

Sementara itu, perayaan HUT ke-77 KONI yang di Stadion Utama Gelora Bung Karno cukup meriah dengan ratusan peserta yang hadir dari unsur anggota TNI, pelajar, dan masyarakat. Acara lebih meriah lagi karena panitia menyediakan ratusan hadiah dalam bentuk door prize, seperti sepatu, strika, kipas angin, dispencer, handphone, kulkas, dan televisi.

“Kegiataan seperti ini kedepannya dilaksanakan di setiap KONI Provinsi dan KONI Kabupaten/Kota. Langkah ini perlu dilakukan, sebab untuk menghidupkan kembali makna dan sejarah tentang kelahiran Induk Organisasi dari semua cabang olahraga itu,” kata Tono. (Jordan)


Muddai:Minta KOI, KONI dan Pemerintah Bersinergi

Minggu, 11 Oktober 2015

KETUA KONIDA Sumsel Muddai Madang yang juga calon Ketua KOI menilai salah satu faktor merosotnya prestasi olahraga Indonesia adalah kurang harmonis hubungan antara KONI, KOI dan pemerintah. Jika kelak terpilih dalm Kongres KOI ia berjanji akan mensinergikan hubungan KONI, KOI, dan pemerintah.

“Tiga lembaga ini, yakni KONI, KOI dan pemerintah harus bergandengan tangan untuk mengangkat kembali prestasi olahraga Indonesia. Marilah kita bersama-sama mewujudkan keinginan Presiden Jokowi yang ingin di Asian Games 2018, Indonesia meraih sukses penyelenggaraan dan prestasi,” ujar Muddai Madang kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/10).

Muddai menjelaskan , KONI, KOI dan Pemerintah tidak bisa dipisahkan. Sebab, ketiganya memiliki peran dalam membangun olahraga Indonesia. “Waktu tiga tahun persiapan Asian Games 2018 itu tidak lama. Saya yakin jika KONI, KOI dan pemerintah bersatu maka hasil yang diraih jauh lebih baik,” tegasnya.

Sementara masalah terbitnya dua Tim Penjaringan baik yang dibentuk KOI dan Tim Penjaringan Anggota KOI pimpinan Timbul Thomas Lubis, Muddai Madang tidak mau banyak komentar. Namun, Muddai yang sudah mendaftar ke Tim Penjaringan bentukan KOI tetap berencana akan mendatangi markas Tim Penjaringan yang diketua Timbul Thomas Lubis, Senin (12/11).

“Saya akan datang untuk berkoordinasi karena saya juga punya hubungan baik dengan mereka. Dan, saya juga siap jika memang mereka menginginkan saya menjadi jembatan ke KOI. Yang pasti, saya akan berusaha agar kita bersatu dan bersama membangun prestasi olahraga,” tambahnya.

Masih menurut Muddai keinginannya untuk tetap merangkul berbagai pihak jika terpilih sebagai Ketua Umum KOI periode 2015-2019. “Kalau saya diberikan kepercayaan, saya akan menjadikan Bu Rita Subowo sebagai Senior Advisor. Bagaimana pun, kita butuh figur Ibu Rita yang memiliki hubungan internasional,” jelasnya.

Hingga kini sudah ada lima nama yang siap dicalonkan. Yakni, ketua Umum KONI Tono Surataman, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSI (Squash), Alfitra Salam, Ketua Umum KONI Sumatera Selatan Muddai Madang, dan Juara Dunia Bulutangkis 1983 Icuk Sugiarto, serta Erick Tohir. Namun hanya Muddai Madang dan Icuk Sugiharto yang secara resmi mendaftar. (Jordan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET