Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Asian Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asian Games. Tampilkan semua postingan

Panitia Asian Games Gandeng SICC

Jumat, 18 November 2016

DEMI kelancaran informasi selama penyelenggaraan Asian Games yang akan digelar di Palembang dan Jakarta, panitia pelaksana Asian Games (INASGAC) merangkul SsangYong Informastion and Communication Carporation (SICC).

"Kerjasama dengan SICC merupakan salah satu persyaratan dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), agar Jakarta-Pelembang Asian Games 2018 didukung sistem informasi terintegrasi yang ditangani secara kridibel dan sudah memberikan bukti. Teknologi informasu yang disediakan dan didukung penuh SICC sudah terbukti sukses di Asian Games 2014, Incheon dan juga olimpiade 2012 London," kata Anton Subowo, Deputi III Inasgoc, Games Supporting kepada wartawan pada acara kerjasama INASGOC dan SsangYong di Jakarta. Kamis (17/11).

Menurut Anton, Asian Games Information System (AGIS), merupakan otak Asian Games 2018 yang berisi seluruh informasi tentang jadual dan hasil pertandingan, venues pertandingan, catatan rekor terkini, profil atlet dan lain sebagainya yang sangat berguna bagi pengakses, baik itu untuk media cetak dan elektronik.

"Berkat kerjasama dengan SICC, kami sebagai panitia pelaksana lebih yakin bahwa penyelenggaraan Asian Games 2018 akan sukses karena ditangani oleh pihak yang berpengalaman," kata Anton lagi.

Kesempatan sama, CEO SICC, Seung Gi Kim, menyatakan senang dengan kerjasama tersebut. " Kami menyambut baik kerjasama dengan INASGOC untuk mendukung sukses Jakarta-Palembang Asian Games. Kami menjamin standar sistem informasi yang hadir di Asian Games 2018 akan menyamai bahkan lebih baik dari Asian Games 2014 di Incheon. Karena teknologi terbaru yang kami terapkan," ujar Seung Gi Kim. Jordan


Kejar Target, Panpel Inasgog Kerja Cepat

Kamis, 30 Juni 2016

PIHAK Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgog) dituntut kerja cepat mengingat pelaksanaan kejuaraan empat tahunan yang dipusatkan di Jakarta dan Palembang itu menyisakan waktu 865 hari, apalagi persiapan yang dilakukan saat ini belum sepenuhnya maksimal.

"Dengan melibatkan 199 personel. Kemungkinan besar jumlah ini akan bertambah menyusul banyaknya pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat," kata Wakil Ketua KOI Mudai Maddang di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan terbentuknya susunan kepengurusan panitia pelaksana Asian Games 2018 yang dipimpin oleh Ketua KOI Erick Thohir ini, pihaknya berharap apa yang telah diprogramkan bisa segera jalan. Apalagi persiapan Indonesia sebagai tuan rumah terus dipantau oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Indonesia selain harus menyiapkan infrastruktur pendukung pertandingan juga harus mempersiapkan sumber daya manusia yang cukup banyak. Hal tersebut terjadi karena akan ada 13 ribu atlet dan official dari negara Asia yang akan menjadi tamu negara.

"Tidak hanya atlet dan official. Asian Games 2018 dijadwalkan akan dihadiri 45 pemimpin negara peserta. Untuk itu dibutuhkan tanggung jawab dan komitmen yang kuat dari seluruh panitia," katanya menambahkan.

Terkait personel panitia pelaksana Asian Games 2018, mantan Ketua KONI Sumatera Selatan ini mengaku banyak melibatkan banyak kalangan mulai pengusaha, birokrat, pengamat olahraga hingga profesional. Selain itu dari 199 personel yang terdaftar dan 80 personel dari insan olahraga.

"Atlet, mantan atlet hingga perwakilan pengurus besar cabang olahraga dilibatkan dalam kepengurusan. Jadi banyak pihak yang terlibat," kata pria yang juga seorang pengusaha itu.

Sementara untuk logo dan maskot, Mudai Maddang menjelaskan saat ini sudah ada tiga penyaji terbaik hasil seleksi yang dilakukan oleh KOI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sudah didapat dan tinggal penetapan.

Kini, penetapan logo dan maskot Asian Games 2018 ini dijadwalkan akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, dengan adanya penetapan ini akan mempermudah sosialisasi baik didalam maupun luar negeri atau kepada negara-negara peserta. Jordan

Indonesia Siap Raih Tri Sukses di PGAWC

Selasa, 07 Juni 2016

INDONESIA terpilih untuk menyelenggarakan even Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) Seri I di 2016 ini. Even ini akan berlangsung di Are Guling Bay Kute, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 5 – 7 Agustus 2016 mendatang. Sementara Seri kedua di Taiwan. Sedangkan seri berikutnya dilaksanakan di Montenegro dan Albania. Sedangkan partai puncak yakni , Super Final yang akan mempertemukan 10 besar Asia dan 10 besar Eropa akan diselenggarakan di China akhir tahun 2016.

Menurut Djoko Bisowarno, Ketua Pordirga Gantolle dan Paralayang Indonesia bahwa, Are Guling Bay Kute, merupakan lokasi pilihan Indonesia sebagai lokasi PGAWC 2016. “Lokasi tersebut sangat layak jual baik untuk olahraga Paralayang maupun untuk tujuan wisata Dirgantara. Pertimbanganlainya adalah kemudahan bagi atlet Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia ini,”kata Djoko kepada olahragaonline.com via telepon selulernya, Senin (6/6).

Pordirga (Perkumpulan Olahraga Dirgantara) Gantole dan Paralayang adalah termasuk satu dari tujuh anggota Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Hal lain menurut pria yang sehari-hari sebagai pengusaha ini bahwa dari segi biaya perjalanannya yang g relatif murah. Demikian halnya venues pertandingan. Dipastikan atlet Indonesia sangat diuntungkan sebab mereka lebih menguasai medannya, dibandingakan peserta negara lain, sebab sudah sangat familiar dengan tempat pertandingan.

“Kami ingin meraih tri sukses. Sukses meraih prestasi dan sukses sebagai penyelenggara. Dan tentunya sukses mendatangkan devisa lewat kedatangan para atlet dan official dari mancanegara,” jelas Djoko yang juga selaku Tehnikal Delegate Paralayang PON XIX/2016.

Saat disinggung dengan target Indonesia, Djoko menandaskan bahwa di momor putri atlet kita lebih berpeluang. Pasalnya pada tiga seri di 2015 lalu. Tiga Srikandi Indonesia silih berganti menjadi kampium. “Kita masih berharap dari nomor putri, sementara putra kita diharapkan membuat kejutan. Sebab faktor bermain di negeri sendiri tentunya sangat menguntungkan,” terang Djoko.

Sementara untuk para atlet daerah agenda ini akan dimanfaatkan sebagai try out. Sepuluh tim 10 yang sudah dipastikan tampil adalah juga peserta di PON XIX/2016, yakni Jabar, Banten, DKI Jaya, Jateng, Jatim, Kaltim, Papua, Sulteng, Riau, Bali, dan NTB.
Seperti diketahui Paralayang sudah dipertandingkan di PON, sejak PON/2000 Surabaya. Djoko menambahkan Paralayang mampu menyumbangkan tujuh medali emas di ajang Asian Beach Games (ABG) Bali 2008 lalu. Prestasi yang fenomenal adalah meraih 10 emas dari 12 nomor yang dipertadingkan di SEA Games 2011 Jakarta-Palembang lalu.

“Kini paralayang sedang dipertimbangkan masuk dalam nomor yang dipertandikandi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Jika ini benar terjadi paralayang dipastikan salah satu cabor penyumbang medali emas bagi Indonesia,” harap pria yang sudah dua periode menjadi Ketua Ketua Pordirga Gantolle dan Paralayang Indonesia itu.

Sementara para peserta mancanegara yang sudah memastikan tampil adalah Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, China, UAE, Turki , dan Indonesia sebagai tuan rumah yang dikenal sebagai motor pengembangan Paralayang di Asia.

Adapun atlet Indonesia yang pernah meraih prestasi tingkat dunia. Adala Ifa kurniawati berhasil menjadi juara PGAWC kelas Putri pada 2010. Diteruskan pada 2011 oleh Milawati. Yang paling prestisius adalah saat Lis Andriana mencetak hattrik dengan merebut gelar dunia pada 2012, 2013, dan 2014. Lalu atlet pria atas nama Dede Supratman meraih gelar Juara Dunia Accuracy Putra di 2015. Jordan




Penyelesaian Fasilitas AG 2016 Diharapkan Tetap Waktu

Selasa, 02 Februari 2016

KETUA Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, pihaknya akan memberi perhatian lebih pada penyelesaian arena Asian Games 2018 agar selesai tepat waktu. Beberapa arena pertandingan yang sedang dibangun dan perlu dilakukan renovasi, yaitu arena berkuda di Pulomas, velodrome Rawamangun, wisma atlet Kemayoran, dan kawasan Gelora Bung Karno.

"Bagi kami yang terpenting bagaimana arena pertandingan bisa diselesaikan secara on time karena pada 2017 akan ada tes event lewat penyelenggaraan Asian Youth Games (AYG)," kata Erick seusai Rapat Coordination Committee (CorCom) kepada wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta, Minggu (31/1/2016) yang dihadiri sejumlah delegasi Komite Olimpiade Asia, yaitu Tsunekazu Takeda, Wei Jizhong, dan Haidar AHE Farman.

Fasilitas sekitar GBK rencananya akan direnovasi mulai Maret 2016. Sebelum renovasi, akan dilakukan penandatanganan kontrak tender pada 9 Maret sehingga paling lambat pada 15 Maret sudah dapat mulai direnovasi. "Tetapi venue (arena pertandingan) yang dibangun juga harus memenuhi standar internasional. Pak Menteri (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat-PU-PR), Mochammad basuki Hadimuljono) sudah bicara secara luar biasa," ucap Erick.

"Dalam tahap pengerjaan beberapa venue, mereka selalu berkoordinasi dengan federasi internasional termasuk INASGOC (Indonesian Asian Games Organizing Committee) selaku panitia penyelenggara Asian Games," tutur Erick.

Direncanakan renovasi gelanggang olahraga di Kawasan GBK Senayan ditargetan selesai pada Juli 2017. Selain renovasi kawasan GBK, Kementrian PU-PR juga membangun tiga wisma atlet di Kemayoran Jakarta di blok D-10 dan blok C-2 dan tiga tower di kawasan Jakabaring, Palembang sebanyak tiga tower. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 3 triliun. Untuk Blok C-3 wisma Kemayoran akan ditangani pihak perumnas.

Sementara untuk wisma atlet sudah diputuskan dalam ratas (rapat terbatas) dengan Presiden. “Kami sudah mempresentasikan dan mengingatkan agar pembangunannya sesuai standar internasional. Pembangunannya juga harus didampingi ahlinya sesuai filosofi Olimpiade," kata Erick.

Standar yang perlu mengikuti filosofi Olimpiade adalah aspek keamanan di arena pertandingan, yaitu jarak antara penonton dan atlet perlu diperhatikan. Arena pertandingan juga harus dekat dengan tempat anti doping, dan rumput yang digunakan juga harus memenuhi standar internasional. "Perkembangan persiapan keamanan, Information and Technology (IT), persiapan pembukaan dan penutupan hingga obor juga harus disiapkan untuk menunjang kelengkapan venue," katanya. Jordan

Hadapi Dua Even, Satlak Prima Rekrut 700 Atlet

Senin, 11 Januari 2016

GUNA menghadapi dua multievent SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) akan merekrut 700 atlet. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Sport Science Satlak Prima Prof. DR Hari Setiono.

“Rencanya sudah disusun, yakni pada awal Februari ini akan mengadakan tes atlet yang akan dipersiapkan ke SEA Games dan Asian Games 2018. Jumlahnya mencapai 700-an atlet,” kata Hari Setiono di sela-sela kegiatan tes Medis dan Psikologi Atlit di Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Cibubur Jakarta Timur Senin (11/1).

Ada pun Tes Medis dan Psikologi Olimpiade tersebut diikuti 29 atlet terdiri dari cabang Voli pantai (12), Renang (4), Panahan (7), dan Atletik (6). Menurut Hari Setiono yang didampingi Koordinator Sport Science Ivana Lie, pola tes yang akan diterapkan sama halnya dengan pola tes yang dilakukan terhadap atlet program Olimpiade.
Menurutnya, pola tesnya sama meliputi medis, fisik, psikologi dan tes bio mekanik. Mengingat jumlahnya cukup banyak dan melibatkan atlet Pratama, menurut mantan Deputi Kemenpora ini, tes dilakukan tidak terpusat di Jakarta tetapi menyebar di berbagai daerah.

Hingga Senin (11/1), Satlak Prima telah melakukan tes terhadap 7 Cabang Olahraga yang diproyeksikan ke Olimpiade Rio 2016. Ketujuh cabang yang sudah menjalani test Angkat Besi, Bulutangkis, Taekwondo, Voli Pantai, Renang, Atletik dan Panahan. Sedangkan Cabang Rowing, Balap Sepeda dan Judo akan dilakukan di Bandung dan Surabaya,18-22 Januari.

Dari hasil tes ini, kata Hari Setiono, Satlak Prima berharap ada kompilasi agar dapat dibentuk Profiling Atlet. “Hasil tes akan diserahkan kepada pelatih masing-masing cabang. Tujuannya, agar pelatih yang dapat menyimpulkannya sendiri,” jelasnya.
Kesempatan yang sama manajer Voli Panti Slamet Muljanto mengatakan, Voli Pantai akan mengadakan serangkaian uji coba ke luar negeri sebelum menuju Pra Kualifikasi Olimpiade Rio de Jeneiro 2026, Juni mendatang.

Sebagai tahap awal, kata Slamet, uji coba voli pantai akan mengikuti Kejuaraan Asia Pacifik di Sydney Australia bulan Maret mendatang. Kemudian mengikuti dua seri Kejuaraan Asia Pasifik di Thailand,7-17 April dan di Palembang 20-23 April mendatang.

Selanjutnya tim putri akan tampil di Continental CupThailand,12-14 Mei 2016. Khusus putri akan langsung tampil ke babak semifinal sedangkan putra akan turun di Final Continental, 20-26 Juni yang sekaligus Pra Kualifikasi Olimpiade. “Peluang voli pantai tampil di Oimpiade Rio de Jeneiro 2016 tetap ada tapi harus kerja keras dan cerdas,” jelasnya. Jordan

Gegap Gempita Peluncuran Logo & Maskot AG 2018

Senin, 28 Desember 2015

INDONESIA selaku tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga bangsa-bangsa Asia, yakni Asian Games 2018. Terkait hal itu Komite Olimpiade Indonesia (KOI) selaku pihak penyelenggara, menyelenggarakan sosialisasi, peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018 di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (27/12).

Hadir dalam acara itu Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi beserta jajarannya, Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto beserta jajarannya, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, Wakil Dewan Kehormatan OCA Wei Jizhong, dan Wakil Ketua Umum KOI Maddang serta Sekjen KOI Dodi Iswandi. Acara megah itu dimeriahkan beberapa atraksi seperti marching band, paduan suara dan akrobatik pesawat TNI AU yng disaksikan oleh ribuan orang.

Menurut JK, lebih dari setengah abad, baru kita kembali lagi jadi tuan rumah. Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk menyukseskan acara ini yaitu penyelengaraan dan prestasi. Karena walaupun penyelenggaraan sukses tapi prestasi kita tidak memenuhi harapan tentu akan menimbulkan kekecewaan masyarakat.

"Ini tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia, termasuk atlet yang berlaga nanti. Oleh sebab itu atlet kita harus berusaha keras. Jadi upaya acara hari ini adalah menggelorakan partisipasi masyarakat, karena itu selalu kita sebut pesta olahraga. Jangan dianggap ini hanya proyek pemerintah yang diminta untuk selesai sesuai jadwal," kata JK dalam sambutannya.

Wapres menilai Asian Games 2018 merupakan momen yang sangat penting untuk dunia olahraga Indonesia. Ia terus menekankan agar penyelenggaran dan prestasi dapat menuai kesuksesan yang sama. "Tanpa prestasi, negara ini hambar. Prestasi baik tapi penyelenggaraan buruk pun akan dapat kritik. Di luar negeri hanya ada dua cara agar merah putih dapat berkibar yaitu kalau presiden datang atau atlet menuai prestasi,"tambahnya.

Segala persiapan untuk Asian Games kini tengah dilakukan pemerintah, mulai dari perbaikan sarana dan prasarana olahraga hingga pembinaan atlet. Menpora Imam Nahrawi mengatakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan JK meminta renovasi total fasilitas olahraga agar acara itu siap diselenggarakan.

Menpora Imam berharap acara ini nanti dapat berlangsung sebaik mungkin baik dari sisi penyelenggaraan, prestasi, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Pada 2016, sosialisasi Asian Games akan dilakukan ke seluruh penjuru tanah air," terangnya.

"Setelah acara ini saya minta wisma atlet segera di bangun dan mempercepat renovasi Gelora Bung Karno. Kepada Satlak Prima, kami mohon siapkan atlet-atlet terbaik kita. Siapkan diri kita menyongsong olimpiade 2016, kita ingin mengulang tradisi emas untuk negeri kita tercinta ini," katanya.

Rencana semula Grand launching Asian Games 2018 direncanakan akan dilangsungkan di Bali (18/12). Namun karena masih ada persiapan yang harus disempurnakan dan ingin mengundang Jokowi, maka peluncuran tersebut ditunda menjadi hari ini namun Jokowi tetap berhalangan hadir.

Burung Cenderawasih bernama 'Drawa' berkostumkan seragam pencak silat berwarna hitam menjadi maskot Asian Games 2018. Kepakan sayap yang digambarkan dalam logo tersebut mengartikan adanya keinginan supaya prestasi olahraga Indonesia dapat terbang tinggi.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta kepada pemerintah pusat untuk segera menetapkan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan di ajang Asian Games 2018 mendatang.

Rasa optimis itu dikatakannya sebab pembangunan venues dan faktor pendukung pelaksanaan AG 2018 mendatang sudah memasuki 80%. “Jika dikatakan Palembang siap, jelas kami siap. Jika Asian Games digelar besok pun kami tetap siap. Tapi, kami meminta agar pembagian dan jumlah cabang olahraga untuk segera ditetapkan,” kata Alex Nurdin kepada wartawan di sela-sela launching logo Asian Games 2018, Minggu (27/12).

Alex mengakui tidak ingin mengekspos persiapan Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games. Namun ia menginstruksikan kepada stakeholder yang berada di bawahnya untuk terus bekerja untuk membenahi sistem dan sarana transportasi yang memadai bagi masyarakat domestik maupun internasional.

“Terus terang kami memang tidak ingin mengekspos persiapan pembangunan itu. Namun diam-diam kami kerja terus. Hebatnya kami punya Jakabaring Sports City, kawasan olahraga berstandar internasional (350 hektar) di tengah kota Palembang. Atlet tinggal di atlet village cuma jalan kaki sekitar 1-5 menit ke masing-masing venue. Jadi tidak perlu naik kendaraan berjam-jam untuk mencapai venue tersebut,” tandas Alex. Jordan



KOI Gelar Sosialisasi & Peluncuran Logo AG 2018

Rabu, 23 Desember 2015

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) akan menggelar sosialisasi dan peluncuran logo resmi Asian Games XVIII/2018 pada Minggu (27/12) di Jakarta dengan menyelenggarakan berbagai acara seperti senam pagi, jalan sehat, dan karnaval.Demikian ditegaskan Wakil Ketua Umum KOI Muddai Madang. Menurutnya tujuannya adalah sosialisasi dan menyampaikan pesan bahwa kita siap untuk menjadi tuan rumah.

“Tujuan dari penyelenggaraan acara tersebut untuk menepis rumor-rumor yang berkembang terkait kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Indonesia diharapkan mampu menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus memperlihatkan kebangkitan olahraga Indonesia,” kata Muddai kepada wartawan Selasa Malam (22/12/15).

Adapun agenda acara sosialisasi dan peluncuran logo Asian Games 2018 akan dimulai dengan senam sehat pukul 06.00 bertempat di Parkir Timur Senayan kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat menuju Jalan Sudirman dengan jarak kurang lebih lima kilometer. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Presiden, beberapa menteri, perwakilan Komite Olimpiade Asia (OCA), olimpian, tokoh olahraga, gubernur seluruh indonesia, dan duta besar peserta Asian Games.

Sementara itu Sekretaris Jenderal KOI Dodi Iswandi, yang juga berperan sebagai ketua panitia sosialisasi dan peluncuran logo Asian Games 2018, mengungkapkan karnaval di acara tersebut nantinya akan mempertontonkan perpaduan olahraga dan seni agar memiliki daya tarik bagi masyarakat.

“Contoh seperti barongsai dan pencak silat, supaya mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya. Ketika ditanya mengenai maskot untuk Asian Games nanti, Dodi menyebut pihaknya belum membuat keputusan. “Kemungkinan kita buat logo terlebih dahulu, maskot masih menyusul,” tandas pria yang baru mengikuti Fit and Profertest di Lingkungan Kemenpora. Jordan

Soft launching logo AG Batal di Bali, Akhirnya di Jakarta

Jumat, 18 Desember 2015

PELAKSANAAN Soft launching logo ASIAN Games 2018 yang rencananya digelar di Bali, dipindah ke Jakarta dan akan diselenggarakan pada, Minggu (27/12/2015). Hal itu disampaikan Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, Sekjen Komite Olahraga Indonesia (KOI) Dody Iswandi, dan Kabag Humas Amar Ahmad menggelar jumpa pers terkait soft launching logo ASIAN Games 2018 di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Pada acara tersebut juga digelar kegiatan Fun Run, yakni lari bersama dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menuju Monas, atau sebaliknya. Selain itu, logo yang diluncurkan nanti akan melibatkan para penerjun payung dari TNI.

"Organizing Committee soft launching adalah KOI. Kami bekerja serius untuk mengerjakannya. Kalau perlu Sabtu-Minggu kami akan masuk. Kami tidak menyoalkan kemeriahannya, namun persyaratan kewajiban yang diminta OCA, akan kami penuhi," tutur Gatot.

Menurut Gatot, salah satu bukti keseriusan KOI adalah master plan yang disiapkan jauh hari. "Itu untuk menjawab keraguan publik. Pilihan tanggal 27 Desember adalah aspek anggaran. Kami memilih tanggal itu untuk menghargai yang merayakan natal, meskipun risikonya ada libur panjang sebelum tanggal pelaksanaan. Kepada Dishub DKI juga kami layangkan surat, sebab terkait car free day itu tanggung jawab Dishub DKI," ungkap Gatot.

Kesempatan sama Doddy Iswandi menyatakan, bahwa pihaknya mengundang Presiden Jokowi dalam soft launching nanti. "Sebagai pengurus baru KOI, kami optimis kegiatan nanti sukses. Kami ingin dari tahun ke tahun, sosialisasi Asian Games 2018 makin bagus. Untuk ke depan gema Asian Games juga kami gelar di enam seperti di Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, dan Palembang, serta Jakarta," tutur Dody. Jordan

Peluncuran Logo AG Dipindah di Jakarta

Rabu, 16 Desember 2015

LAUNCHING logo Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang rencananya digelar di Garuda Wisnu Kencana, Bali, mengalami penundaan. Akhirnya Peluncuran dipindah ke Jakarta. Pada awalnya peluncuran logo Asian Games dijadwalkan digelar pada 18 Desember mendatang di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali. Namun pada Selasa (15/12/2015) hari ini diputuskan kalau event tersebut diundur ke 29 Desember dan tempatnya digeser ke Jakarta.

Menurut Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto, alasan penundaan launching karena sulitnya mendapatkan akomodasi transportasi dan hotel. Padahal harusnya peluncuran logo itu bisa jadi trigger bahwa Indonesia sejatinya serius menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

"Setelah disurvei di lapangan, kami sulit untuk bisa mendatangkan tamu yang diharapkan seperti perwakilan negara peserta dan gubernur seluruh Indonesia," kata Djoko saat dihubungi Selasa (15/12/2015). Tak sekadar menunda, Kemenpora juga memindahkan lokasi pelaksanaan peluncuran logo Asian Games, dari yang sebelumnya di Bali berpindah ke Jakarta.

"Pada saat itu kami pilih Bali karena Bali merupakan tempat wisata jadi kami bisa menggunakan itu sebagai bagian dari publikasi. Tapi ternyata sulit. Makanya kami pindah ke Jakarta tapi lokasi pastinya masih pilih-pilih antara Ancol atau Monas. Acaranya sekitar tanggal 28-29 Desember," ucapnya.

Kesempatan berbeda Sekrestaris Jenderal KOI Doddy Iswandi mengatakan sudah mengetahui soal penundaan tersebut. “Saya pribadi kecewa karena kami dari pihak KOI sudah mengirimkan undangan ke OCA untuk launching di Bali. Namun Erick Thohir (Ketum KOI) akan jelaskan kepada OCA,” ucap mantan Sekjen PGSI ini. Jordan

OCA Tolak Penutupan AG di Palembang

Minggu, 29 November 2015

INDONESIA mendapat kabar tidak sedap terkait rencana mereka menggelar Asian Games 2018. Dewan Olimpiade Asia (OCA) menolak usulan Indonesia untuk melakukan upacara penutupan di Palembang, Sumatera Selatan.

Demikian keterangan itu disampaikan Direktur Departemen Asian Games Dewan Olimpiade Asia (OCA), Haider Farman, usai rapat regional di Hotel Fairmont, Jakarta, Minggu (29/11/2015). Menurut Haider, penolakan itu diputuskan karena OCA tidak ingin acara penutupan Asian Games berlangsung sepi karena mayoritas atlet ada di Jakarta.

"Upacara penutupan tidak mungkin di Palembang. Pertandingan sudah selesai. Para atlet sudah ada di sini. Kami tidak ingin seremoni berjalan sepi," kata Haider seperti yang dikutip dari detik sport. Menurutnya kalaupun memaksa akan ada berapa banyak shuttle dan jet atau transportasi apapun yang digunakan untuk mengangkut atlet dan ofisial ke sana. Jadi saya pastikan penutupan akan dijalankan di Jakarta. Realistis saja.

Sebelumnya, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, sudah menyatakan bahwa pembukaan Asian Games digelar di Jakarta, sementara penutupan di Palembang. Pernyataan itu pun sudah direstui oleh Menpora Imam Nahrawi saat melakukan pertemuan dengan KOI beberapa hari lalu. Alasanya, karena Asian Games ini bukan milik Jakarta saja, melainkan Indonesia.

Selain masalah acara penutupan, OCA juga disebut-sebut akan melakukan perubahan jadwal test event Asian Games 2018. Sebabnya, jadwal test event Asian Games berbenturan dengan jadwal SEA Games 2017 Malaysia yang rencananya akan digelar pada 19 -31 Agustus 2017.

"Di rapat OCA tadi kabar terakhir Asian Youth Games (test event Asian Games) bertabrakan dengan SEA Games Malaysia sehingga harus ada yang diundur. tapi kalau soal itu OCA yang akan tentukan nanti," ucap Gatot S. Dewa Broto, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora. (Jordan)

OCA Perketat Pengawasan Pelaksanaan AG 2018

SETELAH dinilai Indonesia lambat dalam proses persiapan. Akhirnya Dewan Olimpiade Asia (OCA) memberikan lampu hijau dan mulai perketat pengawasannya terhadap Indonesia. OCA berencana mulai mengawal timeline yang dijanjikan pemerintah Indonesia pada Januari mendatang, termasuk soal masterplan yang masih ditunggu hingga sampai saat ini.

Setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018 pada September 2014 lalu, -- menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri karena krisis ekonomi-- persiapan Indonesia memang cenderung lambat. Palembang baru mengebut pembangunan wisma atlet, sementara jalan dari bandara menuju kompleks Stadion Jakabaring masih gelap. Persiapan di Jakarta lebih parah. Venue yang dibutuhkan belum tersentuh, juga wisma atlet dan fasilitas transportasi.

"Berdasarkan laporan semua akan dimulai bulan Januari dan kami berharap semua bisa jalan. Tentu dengan dukungan pemerintah paling besar karena anggaran terbesar tuan rumah itu datangnya dari pemerintah. Selain itu, langkah cepat tentu akan menolong karena semua harus dijalankan dengan cepat. Duit banyak tentu (pembangunan) bisa segera dijalankan, tapi kalau kita kehilangan waktu lagi, berapapun uang yang ada tak akan menolong," kata Direktur Departemen Asian Games Dewan Olimpiade Asia (OCA), Haider Farman.

Kendati demikian, OCA masih optimistis Indonesia bisa menggelar Asian Games 2018. Haider mengatakan, pihaknya akan terus mengawal timeline yang dijanjikan pemerintah Indonesia. "Tidak ada keraguan. Indonesia bisa melaksanakan tugas sebagai tuan rumah Asian Games. Kami akan melakukan komunikasi intensif sampai Januari mendatang. Kami juga akan mengawal timeline (pembangunan) yang dimulai Januari 2016," ungkapnya.

Haider juga menampik kabar pemindahan lokasi penyelenggaraan Asian Games ke China, jika Indonesia tak mampu memperlihatkan kemajuan persiapannya. "Tidak ada pemindahan tempat. Kami hanya bicara Indonesia saat ini. Kami akan bekerja sama. Terpenting dan yang paling utama adalah masterplan dulu karena mengandung timeline. Jadi pertama-tama masterplan haruslah dapat diterima. Kalau semua berjalan lebih baik kenapa tidak?" pungkasnya.(Jordan)

KOI Yakinkan Tim OCA Soal Kesiapan Pelaksanaan AG

DENGAR pendapat antara KOI dan wakil dari OCA pada hari ini akan menjadi salah satu hari krusial bagi Indonesia dalam persiapan menuju Asian Games 2018. Dewan Olimpiade Asia (OCA) bakal mendengar paparan kesiapan Indonesia menyambut agenda empat tahunan tersebut.

Agenda ini akan dihelat dalam Regional Meeting Dewan Olimpiade Asia dan Olympic Solidarity di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Minggu (29/11/2015). KOI diberi jatah waktu selama 15 menit untuk memaparkan apa saja yang sudah dikerjakan dan yang masih tersisa menuju pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu.

Indonesia terkesan lambat menyiapkan diri. Palembang baru mengebut pembangunan wisma atlet sementara jalan dari bandara menuju komplek Stadion Jakabaring masih gelap. Persiapan di Jakarta lebih parah. Venue yang dibutuhkan belum tersentuh, juga wisma atlet dan fasilitas transportasi.

Bukan tidak mungkin tuan rumah Asian Games bisa berpindah tangan lagi jika Indonesia tak juga berbenah. Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang, optimistis OCA bakal tetap percaya menggelar Asian Games di Indonesia.

"Jujur memang Indonesia telah terlambat dalam kurun waktu enam bulan. Kami akan sampaikan apa saja yang sudah dikerjakan sejauh ini dalam pemaparan tersebut. Selain itu, tentunya rencana di sisa waktu menuju Asian Games," kata Muddai.

Menurutnya sejauh ini, venue paling krusial adalah akuatik, velodrome, dan equastrian. Awal tahun depan venue itu mulai dikerjakan. Artinya, kesediaan venue relatif aman. "Nah, yang masih gelap adalah wisma atlet. Yang ini sudah mempunyai kontraktor semestinya tinggal jalan. Tinggal menunggu izin prinsip ya. Apa iya setelah diberi lampu kuning,--ibaratnya kami dijewer--maka kami masih ingin untuk ditempeleng," katanya dia.

Muddai menjamin semua pihak bakal lebih solid untuk mewujudkan Jakarta dan Palembang yang benar-benar siap menggelar Asian Games tersebut. "Tidak perlu menunggu besok, hari ini kami yakin Asian Games 2018 akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang," ucap dia.

Pada hari pertama Regional Meeting Dewan Olimpiade Asia dan Olympic Solidarity, Sabtu (28/11/2015), Indonesia memang belum menunjukkan keseriusan dalam menggelar Asian Games. Pada stand Asian Games 2018, hanya ada brosur wisata Sumatera Selatan dan beberapa foto venue di komplek Stadion Jakabaring. (Jordan)

Hitung Mundur 1000 Hari Pelaksanaan AG 2018, Dimulai

Sabtu, 21 November 2015

MULAI hari Sabtu (21/11/2015) atau 1.000 hari menjelang pelaksanaan Asian Games (AG) 2018, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Sumatera Selatan. Sebab, provinsi ini akan menjadi tuan rumah AG 2018 bersama DKI Jakarta dan sejumlah kota di Jabar dan Banten. Sementara Sumsel sendiri, venue akan dipusatkan di Palembang.

Menurut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah masalah infrastruktur. Pihaknya akan membangun jalan tol, jembatan musi, pelebaran bandara hingga renovasi arena pertandingan.

Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 2-3 triliun. "Kami harus bangun dua ruas jalan tol, dua jembatan musi, pelebaran bandara, MRT dari bandara menuju Jakabaring dan renovasi venue," terang Alex Noerdin saat peringatan 1.000 Hari Menjelang Asian Games 2018 di Benteng Kuto Besakkepadawartawan di Palembang, Sabtu (21/11/2015).

Selain itu, kata Alex, provinsi yang dipimpinnya akan menambah daya listrik serta penyediaan air bersih sebelum Asian Games berlangsung. Menurutnya, waktu seribu hari mulai sekarang dianggap cukup sempit untuk mempersiapkan semuanya. Namun, pihaknya optimistis segala pekerjaan tersebut bakal rampung enam bulan sebelum hari H. "Enam bulan sebelum Asian Games sudah harus siap. Itu tidak bisa main-main. Halangan kami banyak, tapi kalau mau pasti bisa," ujarnya mantap.

Pria yang sudah duakali menjabt Gubernur Sumsel ini, mengungkapkan bahwa masalah lain yang sering dipersoalkan adalah bencana asap. Sebab selama berbulan-bulan, Sumsel menjadi salah satu provinsi yang dilanda asap akibat kebakaran hutan. "Kami di-bully masalah asap. Tapi Insyallah tahun depan asap akan kita tekan, kebakaran bisa ditekan seminimal mungkin. Saya tidak janji zero on spot, tapi Insyallah tidak akan ganggu lagi," katanya.

Pihaknya juga menyebut Sumsel, utamanya Kota Palembang tidak karbitan dalam menyelenggarakan event. "Kota ini sudah berkali-kali menggelar berbagai kejuaraan mulai tingkat nasional hingga internasional, seperti PON 2004, SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Asian University Games 2014, Kejuaraan Asia Pasifik dan Kejuaraan Dunia. Ini membuktikan kami bukan karbitan," tambahnyanya.

Terkait terpilihnya Muddai Madang sebagai Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Alex mengaku bangga. Menurutnya, Muddai cukup memiliki kompeten untuk menduduki posisi itu karena punya pengalaman segudang. "Insyallah ada dampak positif. Dia sekarang bukan milik Sumsel saja, tapi milik Indonesia," ungkapnya.

Kesempatan sama Muddai Madang mengatakan acara hitung mundur 1.000 hari menuju Asian Games 2018 untuk mengingatkan kepada Indonesia bahwa waktu tersebut sangat singkat. Karena itu, butuh kerja keras agar Indonesia lebih serius mempersiapkan tuan rumah Asian Games 2018.

"Kegiatan ini adalah bagian dari publikasi bahwa 1.000 hari bukan waktu panjang lagi. Ini kerja berat dan kita harus serius. Kita butuh promosi dengan menggelar acara seperti ini dan juga memasang baliho. Soalnya 1.000 hari masuk waktu yang krusial," tegas Muddaiyang juga Ketua KONI Sumsel ini.

Satu hal lagi yang menjadi perhatian KOI adalah wisma atlet yang rencananya dibangun di Kemayoran, Jakarta. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk memulai pembangunan. Padahal waktu sudah cukup singkat. "Kalau bulan Desember sampai Januari 2016 masih begini saja, kami akan ambil tindakan. Wisma atlet harus menjadi perhatian," tegasnya. (Jordan)


Palembang Terus Berbenah Jelang AG 2018

Sabtu, 19 September 2015

SEUSAI dipastikan masuk dalam title Asian Games 2018, Palembang terus mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu tuan rumah event olahraga terbesar di Asia yang akan digelar tiga tahun mendatang. Terkait dengan persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. Pembangunan infrastruktur dan renovasi beberapa venue cabang olahraga pun terus dikebut.

Ketua panitia lokal Asian Games di Sumatera Selatan, Muddai Madang, mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pembangunan wisma atlet, yang sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Wisma atlet yang sebelumnya hanya tersedia tiga tower, kini akan ditambah hingga 16 tower. Lima tower akan diresmikan awal Desember mendatang, sementara sisanya akan mulai dibangun awal tahun 2016.

"Ini bukti kami kalau Palembang tidak hanya bicara saja tapi bekerja untuk menyiapkan Asian Games," kata Muddai saat ditemui di Jakarta, Jumat (18/9/2015). Selain wisma atlet, Palembang juga berencana melakukan pembangunan infrastruktur pendukung lain seperti kereta cepat (LRT) dari Bandara Sultan Badaruddin II hingga Jakabaring Sport City dan jalan tol yang akan mempermudah peserta Asian Games 2018.

Sementara itu, venue cabor kriket, dayung, dan menembak masih harus direnovasi karena belum sesuai dengan standar OCA. “Kriket itu lapangan pertandingannya sudah memenuhi standar, hanya tinggal melengkapi sejumlah fasiltas saja seperti untuk tribun penontonnya. Sedangkan dayung rencananya akan ditambah lagi panjangnya sampai 2,3 km. Saat ini panjang danau hanya 1,2 kilometer. Untuk standar venue untuk dayung setidaknya mencapai panjang 1,8 km,” ujarnya pria yang juga Ketua KONI Sumsel ini.

Sedangkan untuk venue menembak, penyelenggara berencana menambah 50 lintasan menembak sehingga total memiliki 80 lintasan. "Untuk lapangan tembak ini kami akan fokus untuk menambahnya mulai tahun depan. Semua venue yang direnovasi kami targetkan selesai paling lambat pertengahan 2017," tegas pria kelahiran 14 Agustus 1959 ini.

Di samping tiga cabang tersebut, Palembang juga akan mempertandingan baseball, bridge, kano, softball, triathlon, modern pentathlon, voli pantai dan babak penyisihan sepakbola. Jordan

Masuk Logo Asian Games 2018, Palembang Kian Siap

NADA optimis disampaikan Ketua Panitia Lokal Asian Games di Sumatera Selatan, Muddai Madang, ia menyebutkan bakal lebih antusias menyiapkan diri setelah Palembang dimasukkan dalam logo bersama cendrawasih dan Jakarta.

Keinginan Palembang untuk tak sekadar menjadi daerah yang ketempatan pelaksaan Asian Games 2018 terkabul. Berdasarkan keputusan 34th General Assembly OCA di Ashgabat, Turkmenistan, pada 15-16 September menyebutkan "Jakarta-Palembang 2018 Asian Games" sebagai nama resmi pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia.

Salah satu poin plus yang dinilai amat signifikan terkait promosi daerah. Mereka juga bakal lebih gampang melakukan fasilitas penunjang. "Secara logika Palembang memang harusnya masuk dalam tagline karena sudah tanda tangan di Host City Contract (HCC). Lagipula apa salahnya sih, buktinya setelah diperjuangkan bisa," kata Ketua Panitia Lokal Asian Games di Sumatera Selatan, Muddai Madang, ketika dihubungi wartawan , Kamis (17/9/2015).

"Ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat karena acara itu kan juga pakai dana daerah," tukas Muddai yang juga Ketua KONI Sumsel ini. Memasukan dua nama dalam title Asian Games memang menjadi yang pertama kali pada perhelatan multicabang yang diikuti negara-negara se-Asia itu. Jakarta dinilai butuh kota pendamping untuk menjamu para kontestan nanti.

Di penyelenggaraan Asian Games sebelumnya yang digelar di Guangzhou, China dan Doha, Qatar di dalam title hanya disematkan satu nama saja, yakni nama lokasi dimana perhelatan dilaksanakan. Meskipun disetujui, keputusan OCA yang dibacakan Presiden OCA, Sheikh Ahmad, itu pun bersyarat. Sheikh meminta agar upacara pembukaan dan penutupan Asian Games ke-18 itu tetap digelar di Jakarta karena Jakarta adalah ibu kota negara. Selain itu, Jakarta tetap sebagai pemimpin pelaksanaan penyelenggaraannya sesuai diatur dalam HCC.

"Kalau soal itu (pembukaan dan penutupan) itu urusan pemerintah. Lihat nanti saja bagaimana keputusan pemerintah. Kami bukan melunak tapi kami menunggu hasilnya saja," tambah pria kelahiran 14 Agustus 1959 ini. (Jordan)

Launching Logo AG 2018 Tepat pada Haornas

Minggu, 06 September 2015

PELUNCURAN launching logo Asian Games 2018 dijadwalkan bersamaan dengan pelaksanaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (9/9) dan rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan, demi kelancaran launching logo Asian Games 2018, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Rapat kami lakukan karena presiden juga akan datang. Selain itu, pada rapat tadi juga dilakukan singkronisasi acara yang akan dilakukan karena presiden hanya sekitar 10-15 menit pada launching tersebut,” katanya usai pertemuan. Menurutnya, pada launching yang bersamaan dengan pelaksanaan Haornas, ada beberapa agenda pendukung termasuk pemaparan persiapan hingga atraksi kesenian dari Jakarta maupun Palembang.

Sesuai dengan rencana, kata dia, pelaksanaan Haornas dan dilanjutkan lauching Asian Games 2018 di Tanah Air akan dilakukan mulai pukul 15.00 WIB. “Yang jelas acara ini sesuai dengan rencana awal. Makanya dalam pertemuan tadi kami meminta kepada KOI untuk segera mengirimkan surat ke presiden terkait dengan launching logo Asian Games 2018. Paling lambat hari ini,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, dengan adanya launching logo maka bisa dipastikan persiapan untuk menghadapi kejuaraan empat tahunan ini sudah berjalan. Terkait pelaksanaan launching launching logo Asian Games bersamaan dengan pelaksanaan Haornas 2015, Gatot menjelaskan jika hal tersebut dilakukan karena momennya dinilai tepat.
“Event ini akan kami jadikan modal untuk menghadapi pertemuan OCA di Turkmenistan. Selain itu masalah pembayaran garansi hingga master plan,” katanya menegaskan.

Pada launching logo Asian Games 2018 dan Haornas 2015 pihaknya akan mengundang sedikitnya 6.000 orang dari berbagai kalangan olahraga maupun duta besar negara ASEAN. Pada kegiatan tersebut juga akan diberikan penghargaan kepada atlet maupun mantan atlet berprestasi. (Jordan)

Utut:Dana yang Besar, Harus Besar Manfaatnya Juga

Sabtu, 05 September 2015

KOMISI X DPR RI, mempertanyakan dana 30 juta dolar AS atau sekitar Rp420 miliar yang harus dibayarkan Indonesia kepada Komite Olimpiade Asia (OCA) untuk penyiaran (broadcasting) Asian Games 2018 ke seluruh dunia.Sebab anggaran itu terlalu besar dan tak banyak manfaat yang didapat oleh Indonesia.

Anggota Komisi X DPR dari fraksi PDIP Utut Adianto dengan tegas mempertanyakan uang sejumlah 15 juta dolar AS atau sekitar Rp210 miliar yang juga wajib dibayarkan negara kepada OCA untuk kepentingan pemasaran dan “public relation”. “Kenapa kita harus bayarkan uang sebesar itu? Apa manfaatnya untuk negara kita?” ujarnya dalam rapat kerja pembahasan realisasi APBN tahun 2015 dengan pihak Kemenpora di Jakarta.

Menurut dia, Komisi X sejauh ini baru menyetujui pembayaran uang jaminan sebesar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp28 miliar yang nantinya akan dikembalikan oleh OCA kepada negara penyelenggara jika Asian Games 2018 berjalan lancar. Grand Master Catur itu juga mengingatkan pemerintah agar tidak mudah terlena dengan kebanggaan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga bangsa-bangsa Asia itu hingga tidak berpikir panjang dalam menggunakan APBN untuk membayar berbagai kewajiban yang belum sepenuhnya disetujui oleh DPR.

Vietnam saja mundur (menjadi tuan rumah) karena menyadari kondisi keuangan negaranya. Kenapa kita dengan mudah menyerahkan jutaan dolar ke OCA padahal untuk penyelenggaraan PON Jabar saja kemarin dua anggota komisi X mati-matian minta tapi sulit disetujui, kata dia. Menanggapi hal tersebut, Menpora Imam Nahrawi menyatakan harus ada penjelasan terbuka kepada Komisi X tentang keseluruhan isi “host city contract” yang ditandatangani oleh Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin itu.

“Harus ada kejelasan apakah itu harus dibayar penuh, untuk apa, dan seperti apa timbal baliknya untuk negara. Saya rasa teman-teman DPR perlu tahu tentang itu,” ujar Menpora usai rapat kerja. Untuk itu, kata Menpora, Komisi X harus segera memanggil pihak KOI dan KOI sendiri sebagai pantia penyelenggara Asian Games diharapkan bisa memberikan keterangan sejelas mungkin agar tidak ada lagi pihak yang dipersalahkan.

Sementara itu, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menuturkan bahwa pihaknya baru mengetahui kewajiban pembayaran uang penyiaran sejumlah 30 juta dolar AS itu pada saat Coordination Committee Meeting (COCOM) Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta, 11 Agustus lalu. “Pada saat pertemuan dengan peserta COCOM itu saya tanya apakah ada diskon atau pengembalian, tapi mereka tidak menjelaskan apapun. Mereka hanya bilang harus segera dibayarkan kalau tidak nanti didenda 5 persen setiap tahun,” ujarnya.

Namun, terkait pembayaran dana deposit sebesar 2 juta dolar AS ditambah uang pemasaran sebesar 15 juta AS, Gatot mengaku hal tersebut sudah disetujui Komisi X DPR dalam pembahasan APBN beberapa waktu lalu. Sejak ditandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembayaran kedua dana pada 18 Agustus 2015, hingga kini ternyata uang tersebut belum sampai ke tangan OCA karena masih terkendala sistem pembayaran.

“Kami berkomunikasi dengan OCA, mereka maunya dibayar dalam dolar. Tapi kita punya aturan anggaran kalau mau membayar apapun harus dalam rupiah, rezim aturan itu yang kita pakai. Kalau mereka maunya dalam dolar ya kita ikuti saja,” Gatot menambahkan. Rapat kerja lanjutan untuk membahas masalah tersebut akan dilangsungkan pada 16 September 2015.(Raf)

KOI Buka Lowongan Volunteer

Kamis, 03 September 2015

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) mengumumkan telah membuka lowongan bagi Volunteer (sukarelawan) pada pelaksanaan Asian Games (AG) 2018 mendatang. Namun yang diutamakan kali ini bagi pelaku olahraga meski tidak menutup peluang masyarakat umum juga terlibat.

"Untuk posisi volunteer (sukarelawan) diambil dari dalam dulu dan yang mengerti adalah pelaku olahraga terutama atlet," kata Ketua KOI Rita Subowo di sela President Club KOI di Jakarta, Rabu. Menurut Rita, dengan sasaran atlet untuk menjadi relawan pihaknya meminta pengurus besar masing-masing cabang olahraga harus berperan aktif yang salah satunya dengan mendata semua atlet yang ada saat ini.

Menurut Rita, selain dinilai lebih mengerti olahraga, didorongnya atlet menjadi volunteer juga adalah karena Asian Games 2018 membutuhkan sukarelawan yang cukup tinggi yaitu 35 ribu orang. "Untuk sementara kita fokus untuk atlet dulu. Setelah itu baru dibuka untuk umum. Yang jelas semua masyarakat Indonesia punya hak mengajukan diri sebagai volunteer," kata Rita Subowo menambahkan.

Sukarelawan yang akan direkrut oleh panitia Asian Games 2018 nantinya akan ditempatkan lokasi dimana pertandingan kejuaraan empat tahunan tersebut yaitu Jakarta, Palembang serta di kota-kota pendukung lainnya. Para sukarelawan ini akan mendapatkan tugas penting untuk menyukseskan Asian Games 2018. Selama ini pada sukarelawan ini menjadi garda depan termasuk dalam mendampingi pada atlet maupun ofisial peserta kejuaraan empat tahunan itu.

Jelas, nantinya para relawan akan mendapatkan hak-haknya. Berdasarkan informasi yang didapat dilapangan, pada sukarelawan ini juga akan mendapatkan uang harian selama mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. "Untuk mendapatkan relawan yang sesuai dengan kriteria kami juga akan melibatkan pihak perguruhan tinggi. Selanjutnya, volunteer terpilih akan menjalani pelatihan sesuai dengan tugasnya," jelasnya. (Jordan)

Kampenya Asian Games2018, Saat Haornas 9 September

Jumat, 28 Agustus 2015

TEPAT pada saat peringatan Hari Olahraga Nasioanl (Haornas), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan meluncurkan kampanye Asian Games 2018 pada 9 September 2015 setelah penandatanganan susunan pantia pelaksana Pesta Olahraga Asia ke-18 itu.
“Kami harapkan pada 9 September sudah ada peluncuran Asian Games 2018, apakah berupa logo, maskot, ataupun pawai obor,” tutur Ketua Umum KOI Rita Subowo dalam Rapat Koordinasi Pembinaan Olahraga Nasional Mendukung Program Indonesia Emas di Jakarta, Kamis malam.

Susunan Panitia Asian Games 2018, kata Rita, terd iri dari tiga deputi yaitu deputi olahraga dan stadion, deputi keuangan atlet, dan deputi layanan pertandingan. “Struktur Pantia Asian Games itu akan bertambah pada 2016 dan pada 2017 sudah ada uji coba pertandingan berupa Asian Youth Games,” katanya.

Rita mengatakan pola induk (master plan) Asian Games 2018 sudah selesai disusun dengan bantuan konsultan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan London, Inggris. “Kami juga memberikan kesempatan kepada daerah untuk mempersiapkan Asian Games 2018 antara lain dengan relawan. Kami akan merekrut 35 ribu relawan dari kalangan atlet, ofisial, dan pembina olahraga untuk bekerjasama interaktif dengan 45 negara di Asia,” ujarnya.

Rita mengatakan penyediaan anggaran infrastruktur terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 ada pada empat provinsi yang akan menjadi tuan rumah yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Banten, dan Jawa Barat.

“Komite Olimpiade Asia memberikan kemudahan bagi Indonesia hanya untuk pembangunan wisma atlet, velodrome, dan stadion akuatik. Stadion lain hanya diperbolehkan menggunakan yang sudah ada atau renovasi,” terang mantan Ketua Umum KONI Pusat ini.

Rita menambahkan penyelenggaraan Asian Games 2018 juga akan didukung oleh 14 kementerian dan lembaga negara melalui instruksi presiden. “Kami membutuhkan dukungan semua pihak. KOI sukses penyelenggaraan. KONI sukses pembinaan atlet melalui Satlak Prima sehingga kami dapat jalan berdampingan untuk menyukseskan Asian Games 2018,” tambah Rita. (Jordan)

Asian Games Indonesia Jadi Asian Games Jakarta 2018

Rabu, 12 Agustus 2015

HASIL dari rapat khusus KOI dengan pihak OCA, maka ditetapkan titel penyelenggaraan bukan lagi Asian Games Indonesia 2018 tapi menjadi Asian Games Jakarta 2018.Sedangkan, Kota Palembang hanya menjadi pendukung atau co-host. Demikian juga tentang logo, hanya satu yang diperbolehkan.

Menurut Ketum KOI Rita Subowo, hal itu atas permintaan pihak OCA, bahwa Jakarta sebagai Capital City harus dicantumkan namanya. Sementara, Kota Palembang sebagai pendukung “Untuk menyambut Asian Games 2018 selaku tuan rumah Indonesia akan melakukan renovasi di sejumlah venues di Jakarta dan Palembang. Sedangkan pembangunan venues hanya dua saja untuk stadion renang dan arena velodrome balap sepeda,” kata Rita Subowo kepada wartawan usai pertemuan khusus atau Coordinator Comunication (COCOM) dengan pihak OCA, di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Menurutnya, dua-duanya akan dibangun di Jakarta. Sedangkan untuk athlete village juga rencana akan dibangun di dua kota penyelenggara. Tapi, semuanya harus sudah selesai sebelum 2017 karena akan ada tes event. “Selaku kota pendamping, Palembang hanya akan menyelenggarakan sebanyak 11 cabang olahraga yaitu, kano, kayak, rowing, menembak, penyisihan cabang handball, bola basket, dan sepakbola, kriket, voli pantai, softball, baseball, bridge, modern penthatlon, dan triathlon. Selain itu, openning dan clossing akan berlangsung di Jakarta,” katanya.

Menyangkut soal venus, Rita mengatakan bahwa ajang test event digunakan untuk menggelar Asian Youth Games dengan mempertandingkan sebanyak 11 cabang olahraga.“Pada prinsipnya Kemenpora sudah setuju asalkan tidak over budget,” sambung mantan Ketua Umum KONI Pusat ini. Tes even akan dilaksanakan pada 2017 mendatang. Kemungkinan akan digelar di Jakarta dan Palembang. (Jordan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET