Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label olimpic sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olimpic sport. Tampilkan semua postingan

Kampenya Asian Games2018, Saat Haornas 9 September

Jumat, 28 Agustus 2015

TEPAT pada saat peringatan Hari Olahraga Nasioanl (Haornas), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan meluncurkan kampanye Asian Games 2018 pada 9 September 2015 setelah penandatanganan susunan pantia pelaksana Pesta Olahraga Asia ke-18 itu.
“Kami harapkan pada 9 September sudah ada peluncuran Asian Games 2018, apakah berupa logo, maskot, ataupun pawai obor,” tutur Ketua Umum KOI Rita Subowo dalam Rapat Koordinasi Pembinaan Olahraga Nasional Mendukung Program Indonesia Emas di Jakarta, Kamis malam.

Susunan Panitia Asian Games 2018, kata Rita, terd iri dari tiga deputi yaitu deputi olahraga dan stadion, deputi keuangan atlet, dan deputi layanan pertandingan. “Struktur Pantia Asian Games itu akan bertambah pada 2016 dan pada 2017 sudah ada uji coba pertandingan berupa Asian Youth Games,” katanya.

Rita mengatakan pola induk (master plan) Asian Games 2018 sudah selesai disusun dengan bantuan konsultan dari Tiongkok, Korea Selatan, dan London, Inggris. “Kami juga memberikan kesempatan kepada daerah untuk mempersiapkan Asian Games 2018 antara lain dengan relawan. Kami akan merekrut 35 ribu relawan dari kalangan atlet, ofisial, dan pembina olahraga untuk bekerjasama interaktif dengan 45 negara di Asia,” ujarnya.

Rita mengatakan penyediaan anggaran infrastruktur terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 ada pada empat provinsi yang akan menjadi tuan rumah yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Banten, dan Jawa Barat.

“Komite Olimpiade Asia memberikan kemudahan bagi Indonesia hanya untuk pembangunan wisma atlet, velodrome, dan stadion akuatik. Stadion lain hanya diperbolehkan menggunakan yang sudah ada atau renovasi,” terang mantan Ketua Umum KONI Pusat ini.

Rita menambahkan penyelenggaraan Asian Games 2018 juga akan didukung oleh 14 kementerian dan lembaga negara melalui instruksi presiden. “Kami membutuhkan dukungan semua pihak. KOI sukses penyelenggaraan. KONI sukses pembinaan atlet melalui Satlak Prima sehingga kami dapat jalan berdampingan untuk menyukseskan Asian Games 2018,” tambah Rita. (Jordan)

Suwarno:Prestasi Olimpiade Menjadi Acuan Satlak Prima

Kamis, 27 Agustus 2015

DALAM kasta olahraga di jagad raya ini, ajang Olimpiade adalah tangga tertinggi dalam segala multievent dunia. Sehingga prestasi akan menjadi tujuan dan target utama setiap negara dalam pembinaan atletnya untuk mraih emas di ajang empat tahunan itu.
Demikian halnya dengan Indonesia yang memiliki Program Prima, sangat serius dan fokus dalam menghadapi Olimpiade 2016 Rio de Jenero. Menyikapi hal itu Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Suwarno, mengatakan Olimpiade 2016 harus menjadi acuan prestasi atlet Indonesia.
“Paradigma harus kita rubah. Saat ini kita jangan lagi mengacu pada SEA Games atau Asian Games karena cabang olahraga kedua event itu juga dipengaruhi oleh negara penyelenggara,” ujarnya di sela-sela Rakornas Pembinaan Olahraga Indonesia yang digelar di JJC, Jakarta, Kamis (27/8). Rakornas ini digelar berkat gawean Kemenpora dan Satlak Prima yang didukung oleh KONI Pusat dan KOI. Yang menghadirkan KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota dan induk cabor. Turut hadir dalam agenda itu Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman
Dalam event SEA Games, menurut Suwarno tuan rumah selalu mempertandingkan cabor-cabor yang akan menjadi lumbung medali bagi negara pelaksana. Peristiwa ini kerap terjadi baik di Thailand, Myanmar, Singapura, dan bahkan demikian juga dengan Indonesia. “Seharusnya tuan rumah mempertandingkan cabor olimpic sport, namun saat ini sebagai tuan rumah mempunyai kepentingan dan gengsi sehingga kerap menggelar cabor yang tak popular,” kata pria yang juga menjabat Wakil Ketum KONI Pusat itu.
mempertandingkan cabor yang diSebagai contoh, katanya, Maliaysia yang akan menjadi tuan rumah SEA Games 2017 pasti tidak akan mempertandingkan cabang olahraga yang perolehan medalinya tidak berpengaruh signifikan bagi negara tersebut.
Event Olimpiade, menurutnya, lebih fair karena secara konsisten mempertandingkan 28 cabang olahraga melalui prakualifikasi. Satlak Prima sendiri telah memproyeksikan 12 cabang olahraga yang memenuhi parameter atau standar prestasi untuk Olimpiade 2016 yaitu bulu tangkis, angkat besi, voli pantai, rowing, kayak, balap sepeda, atletik, renang, equestrian, judo, taekwondo, dan panahan.
Program latihan intensif untuk setiap cabang olahraga tersebut, Satlak Prima juga telah mengagendakan try out dan training camp ke luar negeri demi mewujudkan target Indonesia untuk lolos 30 besar dalam Olimpiade 2016 yang akan berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil itu.
“Cabor unggulan kita bulu tangkis akan punya tujuh event try out pada 2015 dan sembilan lainnya pada 2016. Meskipun dalam setahun ada 40 event bulu tangkis, namun kami menekankan agar atlet-atlet memprioritaskan event-event penting saja,” kata Suwarno. Sedangkan angkat besi memiliki satu event try out dan tiga bulan training camp di China. Tidak jauh berbeda dengan angkat besi, panahan diagendakan mengikuti dua event try out dan tiga bulan training camp di Italia atau Amerika Serikat. (Jordan
)

Indonesia Potensi Besar Industri Fitness

Kamis, 13 Agustus 2015

MARAKNYA masyarakat Indonesia yang mengemari olahraga fitness, membuat populasi Indnesia menjadi bidikan para pelaku industri fitnes dari dalam maupun luar negeri. Untuk kedua kalinya, digelar Indonesia Fitness & Health Expo atau GOIFEX 2015.

Bisnis Industri ini sangat menjanjikan, seiring dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang kini mencapai 45 juta orang dengan daya beli sekitar 500 juta dollar AS dari berbagai sektor termasuk olahraga. Even ini akan berlangsung 5-6 September di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Ajang ini merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara.

“Kami berharap ajang ini diharapkan menjadi penggetak roda industri fitnes nasionak dengan kemasan expo yang diolah semakin menarik dan semarak,” kata Jansen Ongko, Project Director GOIFEX di Jakarta, Rabu (12/8). GOIFEX juga bekerjasama dengan Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia (FORMI) menyukseskan penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Rekreasi Dunia ( TAFISA 2016) di Jakarta.

“Mudah-mudahn kerjasama ini akan lebih menyemarakan lagi hajatan Tafisa nanti. Even ini salah satu pernana dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat,” kata Ketua FORMI, Hayono Isman. Pada kesempatan itu, Deputy III Bidang Pembudayaan Olahraga, Prof. Faisal Abdullah, mengatakan pemerintah mendukung sepenuhnya hajatan TAFISA 2016.

“Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah, dimana pemerintah telah membagi-bagi tugas sesuai dengan fungsinya, seperti pariwisata, pendidikan, kepemudaan untuk menyambut even ini,” paparnya. Menurutnya dalam TAFISA 2016 menargetkan 11 ribu peserta hadir di Jakarta dari 110 negara. Namun, dalam perhelatan terakhir di Rusia jumlahnya membengkak menjadi 1200 peserta.

” Segalanya telah siap, termasuk akomodasi. Kami hanya memberikan referensi soal akomodasi kepada para peserta. Pasalnya, di ajang ini mereka membiayai sendiri akomodasi selama di Jakarta,” ungkapnya. Dalam TAFISA itu juga nantinya melibatkan 3500 petugas Liasion Officer (LO). (Jordan)

Persani Ganti Logo

Selasa, 11 Agustus 2015

GEBRAKAN manis dilakukan PB Persani, dengan mengganti logo baru. Menurut Ketua Umum PB Persani, Nina Nurlina Pramono menjelaskan keputusan mengganti logo PB Persani yang telah berusia 52 tahun karena tertuang dari hasil Rapat Anggota Nasional (RAN) pada 28 April 2015 lalu. Dijelaskan, logo baru berfungsi sebagai identitas organisasi yang berlaku untuk untuk semua kegiatan yang mengatasnamakan Persani.

Menurut Nina, peluncuran logo baru ini merupakan langkah awal dari serangkaian revitalisasi (menghidupkan kembali) prestasi di cabang olahraga senam di tanah air. Revitalisasi dimulai dengan memperkenalkan gerakan senam untuk anak-anak, remaja dan dewasa, serta tingkat senior.

“Logo ini menjadi brand Persani untuk kepentingan promosi dan pemasaran dan digunakan sebagai simbol utama Persani untuk merchandise, promotion gift dan sebagainya. Selain program pencitraan ke arah peningkatan prestasi atlet senam dan pembinaan secara umum, revitalisasi senam ini penting utuk disosialisasikan ke sekolah-sekolah dasar di seluruh Indonesia,” kata Nina kepada wartawan di Kantor Persani di Jakarta, Senin (10/8).

Peluncuran logo baru juga diisi dengan diskusi bertajuk Gym for Victory. Diskusi ini membahas upaya meningkatkan perolehan medali emas dari cabang senam pada Sea Games 2017 dan Asian Games 2018 mendatang. Di mana pada SEAGames 2015 lalu, cabang senam hanya mampu memperoleh sekeping 1 emas. (Jordan)


Claudia:Masa Depan Atlet Harus Diperhatikan

Jumat, 07 Agustus 2015

MENJADI atlet memang jadi salah satu pilihan. Namun jaminan masa depan atlet selalu menjadi momok menakutkan. Tak jarang kita lihat, banyak atlet selalu dihadapkan dengan dua sisi kepentingan, antara tetap menjadi atlet atau melanjuitkan studi demi masa depannya.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Atlet IOC, Claudia Bokel kepada wartawan seusai memberikan pembekalan kepada sejumlah atlet elit Indonesia di Kantor KOI, Gedung FX Senayan Jakarta, Kamis, (6/8). Claudia yang didampingi Ketua KOI Rita Subowo itu menegaskan, misi utama IOC sejak 10 tahun lalu adalah melindungi masa depan atlet.

”IOC selalu menekankan pentingnya perlindungan terhadap masa depan atlet. Jangan sampai setelah mereka tak jadi atlet, kehidupannya tak terjamin. oleh karenanya, IOC juga memberikan program pengembangan dalam bentuk pelatihan maupun pendidikan,”kata atlet anggar Jerman peraih medali perak Olimpiade 2004, Athena, Yunani itu.

Claudia itu kaget ketika disebutkan bahwa ada atlet nasional Indonesia terpaksa menjual medali demi keluarganya. ”Ah jangan sampai hal itu terjadi dan IOC sangat memproteksi hal-hal buruk seperti itu. Ini tantangan besar bagi IOC dan seluruh negara-negara anggotanya di dunia. Saya pun berharap atlet Indonesia sukses dalam prestasi juga punya masa depan cerah,”tambah teman karib Ketua IOC, Thomas Bach ini.

Terkait hal tersebut, KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) bekerja sama dengan Komisi Atlet dari Komite Olimpiade International (IOC) menggelar bimbingan belajar para atlet. Atlet merupakan profesi dengan durasi yang pendek. Rata-rata, mereka pensiun di usia 40 tahun. Dengan bimbingan ini, para atlet diharapkan memiliki bekal menghadapi masa pensiun tersebut.

“Kita akan segera melakukan koordinasi dengan KONI dan Satlak Prima supaya memanfaatkan peluang besar ini. Mereka nanti akan diarahkan sesuai kemampuannya, apa pekerjaan yang akan mereka geluti setelah pensiun dari atlet itu akan diarahkan oleh Komisi Atlet IOC ini,”kata Rita Subowo, Para atlet harus menguasai bahasa Inggris untuk mengikuti bimbingan ini Sebab, bimbingan ini diberikan secara online.

“KOI akan membuka kelas bahasa Inggris kerja sama dengan pihak lainnya. Nanti akan diatur, dalam seminggu itu dilakukan berapa pertemuan,”ujarnya. Program pengembangan karir atlet ini seperti dijelaskan Rita, telah berlangsung di hampir 100 negara dan kini telah mencapai 7000 atlet.

Rita juga menjelaskan, program ini tak hanya untuk atlet elit nasional, atlet daerah juga diberi kesempatan yang sama. Oleh karenanya, KONI Pusat harus mensosialisasikan program ini ke seluruh KONI Daerah. Program ini gratis dan bisa diakses melalui website resmi Komisi Atlet IOC. (Jordan)

Hasil Munas, Pangarmatim Terpilih Pimpin Porlasi

Rabu, 05 Agustus 2015

SECARA aklamasi Panglima Komando Armada kawasan RI Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) melalui Kongres yang digelar di Serbaguna Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Terpilihnya, jenderal bintang dua dari kesatuan Angkatan Laut itu, setelah 12 pengprov dari 18 pengprov yang hadir secara aklamasi memilih Darwanto sebagai Ketua PB Porlasi periode 2015-2019. Dipilihnya Darwanto menggantikan posisi Djoko Pramono karena pensiunan jenderal bintang dua dari angkatan laut ini sudah dua periode memimpin olahraga air ini.

Selain itu, kata Djoko Pramono, Darwanto cocok menduduk jabatan tersebut karena sesuai dengan kesatuannya. Apalagi Darwanto, terang Djoko, sudah mendapat izin dari KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. "Ya, saya sudah hubungi aspri KSAL minta izin agar Pak Darwanto memimpin PB Porlasi. Pada prinsipnya Pak KSAL setuju asal sesuai dengan mekanisme. Artinya, Pak Darwanto dipilih melalui kongres. Ternyata, hari ini 12 Pengprov menyetujuinya," jelas Djoko kepada wartawan.

Djoko menambahkan, dirinya berharap Darwanto bersedia dan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. "Zaman sekarang ini sulit mencari ketua umum yang ideal. Tapi, saya yakin Pak Darwanto mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, tinggal memaksilkan pengurus-pengurus yang ada. Apalagi, ke depan tantangan makin berat karena cabang layar jadi salah satu cabang andalan Indonesia pada Asian Games 2018," ucap Djoko yang juga Ketua Harian PB PABBSI ini.

Sementara itu, Sekjen PB Porlasi demisoner M. Othniel Mamahit, berharap para pengurus yang terpilih bisa menjalankan tugasnya dengan baik. "Kami percaya Pak Darwanto adalah pilihan tepat menjadi Ketua Umum PB Porlasi. Jika diminta saya menjadi pengurus kembali, saya bersedia membantu. Apalagi, saya masih menjabat technical delegate PON 2016 dan panitia persiapan cabor layar di Asian Games 2018," ujar Othniel Mamahit. (Jordan)


Ahok Serahkan Bonus bagi Atlet Peraih Medali di SG Singapura

SUDAH layak dan pantas atlet yang mengharumkan nama bangsa lewat dunia olahraha mendapatkan apresiasi, tentunya melalui bonus berupa uang pembinaan. Demikian halnya bagi para atlet DKI Jaya peraih medali di pentas SEA Games XXVIII/2015 Singapura menerima tali asih dari KONI DKI Jaya. Penyerahan tali asih itu dilakukan Gubernur DKI Jaya Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok di Balai Agung Pemprov DKI Jaya, Selasa (4/8/2015).

“Jika memang persiapan atlet sudah cukup ditunjang dengan konsentrasi latihan dan disiplin diri. Saya rasa tak perlu khawatir lagi dengan adanya fakyor kecurangan dari tuan rumah,” papar Ahok ketika memberikan tali asih kepada atlet DKI Jaya yang meraih prestasi di SEA Games Singapura lalu.

Menurutnya, pemberian tali asih kepada para atlet yang berprestasi mengharumkan nama bangsa dan negara itu dinilai masih sangat minim. “Saya sich kepinginnya, kalo perlu atlet peraih emas diberukan tali asih sebesar Rp.300 juta. Ini sama saja dengan kita memberikan uang pembinaan kepada mereka bisa dihitung perbulannya, Rp.25 juta,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum KONI DKI Jaya, Radja Sapta Ervian, mengatakan bahwa pemberian tali asih ini agar para atlet lebih fokus lagi menghadapi persiapan PON 2016 Jawa Barat.

Untuk nomor beregu atlet DKI Jaya memberikan kontribusi dengan sembilan emas. Mereka adalah, Azwir A Boni, A Faturrachman, MR Syajtiri, Itsnah Tsaniah, Christina K, Ayuningtika V dari cabang dayung TBR, serta Angga Pratama, Jonatan Christie dan Marcus Fernaldi Gideon dari cabang bulutangkis.

Peraih medali emas perorangan menerima tali asih sebesar Rp.200 juta, perak Rp. 75 juta, dan perunggu Rp.35 juta. Kemudian berpasangan medali emas Rp.150 juta, perak Rp.60 jita, dan perunggu Rp.25 juta. Untuk peraih emas beregu. mendapat Rp.100 juta, perak Rp.40 juta, perunggu Rp.15 juta.

Sedangkan penghargaan juga diberikan kepada atlet yang belum berprestasi sebesar Rp.6 juta dan kepada para pelatih. Ketua Umum KONI DKI Jaya, Radja Sapta Ervian, mengatakan bahwa pemberian tali asih ini agar para atlet lebih fokus lagi menghadapi persiapan PON 2016 Jawa Barat. (Jordan)

KOI Salurkan Bantuan Dana dari IOC

Selasa, 07 Juli 2015

KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memberikan bantuan dari International Olympic Committee (IOC) berupa beasiswa kepada atlet-atlet Indonesia yang dianggap berpotensi lolos ke Olimpiade 2016. Total ada sembilan atlet dari tiga cabang olahraga.

Kesembilan atlet itu adalah Sri Wahyuni, Eko Yuli Irawan, Deni, I Ketut Ariana, dan Sarah Anggraini dari angkat besi. Selanjutnya ada Ika Yuliana, Titik Kusumawardhani, dan Erwina Safitri dari cabang panahan. Dan satu yang terakhir adalah I Gede Siman Sudartawa dari cabang renang.

“Kami hanya menyalurkan dana dari IOC kepada atlet-atlet yang punya potensi berprestasi di ajang Olimpiade,” kata Ketua Umum KOI, Rita Subowo, di sela-sela buka puasa bersama Kantor KOI, Senayan, Senin (6/7/2015). Masing-masing atlet diberikan dana sebesar 3.120 USD atau lebih dari 41 juta rupiah. Bantuan olimpic solidarity ini merupakan dana yang diambil dari keuntungan hak siar Olimpiade dan diberikan kepada negara-negara yang membutuhkan bantuan atau negara berkembang. Sedangkan untuk negara-negara maju dana ini tidak diberikan.

“Pada dasarnya dana itu tidak akan diterima atlet seluruhnya karena juga akan dibagi pada pelatih, PB, dan KOI sesuai dengan panduan IOC,” kata Saf KOI khusus Olimpic Solidarity Wiena Octaria. Wiena menyatakan rincian pembagiannya adalah untuk KOI sebesar USD 100 perbulan, pelatih sebesar USD 200-an, dan PB sebesar USD 100, atlet sebesar USD 300-an.

Pemberian dana ini memasuki periode kedua. Satu periode itu terdiri dari empat bulan dan per bulannya diberikan USD 780. “Untuk atlet yang dapat dana ini diwajibkan ikut kualifikasi Olimpiade. Mereka harus memberikan laporan untuk mendapatkan dana kembali pada periode selanjutnya. Jika tidak ikut kualifikasi beasiswa (dana bantuan itu) akan langsung berhenti,” katanya.

Tidak hanya atlet dana Solidarity Olimpiade juga diberikan kepada tiga induk cabang olahraga. Bedanya program yang diberikan beda dengan atlet dana bantuan ini masuk dalam programme continental support. Tiga cabang itu adalah Persatuan Lawn Tennis Indonesia, Persatuan Renang Seluruh Indonesia, dan Persatuan Senam Indonesia. PB/PP mendapatkan USD 7,500. Untuk Persani mendapatkan dana sebesar USD 10.000. (Jordan)


500 Peserta Ramaikan Lomba Lari Cipali Duo-Challenge 90 Km

Selasa, 05 Mei 2015

SEBANYAK 500 peserta akan mengikuti lomba lari Cikopo-Palimanan (Cipali Duo) pada 24 Mei mendatang. Lomba ini digelar menjelang dibukanya proyek jalan tol terpanjang lintas trans Jawa sepanjang 116 Km. Demikian dikatakan Sandiaga Uno, Komisaris PT Lintas Marga Sedaya ( LMS).

“Melalui event ini, sambil menunggu rampungnya proses uji layak fungsi dan layak operasi, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan untuk ikut merasakan jalan tol terpanjang di Indonesia sebelum dioperasikan secara komersial,” ujar Sandiaga Uno di Jakarta, Senin 4 Mei 2015.

Lomba Cipali Duo-Challenge memiliki dua kategori, yakni Jarak Pendek (Sprint Distance) dan Jarak Jauh (Long Distance). Kategori Jarak Pendek yang dimulai dari Gerbang Tol Cikopo itu terdiri dari olahraga balap sepeda 20 kilometer dan jarak lari sepanjang 5 kilometer. Sementara kategori Jarak Jauh sepanjang 90 kilometer untuk balap sepeda dan 21 kilometer untuk lari.

“Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi, khususnya komunitas lari dan balap sepeda, sahabat-sahabat ekspatriat, para olahragawan muda dalam cabang olahraga tersebut, serta masyarakat sekitar proyek tol Cipali,” jelas Sandiaga Uno. Event Cipali Duo-Challenge juga akan diramaikan atlet-atlet profesional.

Atlet triathlon Indonesia yang juga pendiri komunitas lari Indorunners, Reza Puspo. Reza mengemukakan maraknya ajang kompetisi lari serta bersepeda di Indonesia menandakan olahraga tersebut semakin diminati.

“Lari sudah menjadi olahraga yang menyenangkan bagi masyarakat Indonesia. Ini cukup efektif menjadi alat atau langkah awal untuk mengajak masyarakat menjadikan lari sebagai gaya hidup. Dengan kompetisi lari yang sedang marak di masyarakat Indonesia ini, saya yakin nama tol Cipali juga menjadi terangkat dan masyarakat bakal aware dengan keberadaan tol tersebut,” ujar Reza. (Jordan)

Lioe Nam Khiong Pembina Olahraga Terbaik 2014

Rabu, 29 April 2015

GRAND Master Lioe Nam Khiong dinobatkan sebagai pembina Olahraga Terbaik 2014 dari Anugerah Olahraga Indonesia (AORI) yang diprakarsai Harian Olahraga Bola. Pemberian Anugerah itu dilaksanakan di tempat terbuka bersamaan dengan penyelenggaraan Lomba Lari Run For Asian Games 2018 , di kawasan The Breeze BSD Green Office Park ,Tangerang, Banten, Minggu (26/4/2015).

Lioe Nam Khiong dinilai layak mendapat Anugrah Olahraga kategori Pembina terbaik berkat reputasi dan kegigihannya mengembangkan olahraga Taekwondo melalui panji Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) dan Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI).

Gubernur Banten Rano Karno didaulat menyerahkan Piala kepada Grand Master Lioe Nam Khiong. Taekwondoin Cilik Erviko Andrea Prameswari yang juga juara World Children Taekwondo Union di Jerman 2013, mendapat kesempatan melakukakn demo di atas panggung.
“Penghargaan ini akan lebih memacu semangat saya membawa olahraga Taekwondo lebih baik lagi,” ujar Lioe Nam Khiong yang juga menerima piagam penghargaan dari Taekwondo Hall Of Fame sebagai ‘Outstanding Leadership’ 2011.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana AORI 2014 Dede Isharrudin mengatakan, penyelenggaraan Anugerah Olahraga kali ini dikemas bersamaan dengan Run For Asian Games 2018 . “Kegiatan ini juga dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018,” kata Dede. (Jordan)

Pimpin PP PCI, Aziz Targetkan Emas di AG 2018

Minggu, 22 Februari 2015

USAI terpilih secara aklamasi untuk memimpin PP Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI), M Aziz Syamsudin langsung mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi Asian Games 2018 dengan target emas. "Target jangka panjang kita adalah menghadapi AG 2018, dengan medali emas, mengingat kita tuan rumah dalam perhelatan tersebut, jadi perlu dipersiapkan secara matang," ucap Aziz usai pemilihan di Jakarta, Minggu (22/2).

Aziz menyadari olahraga cricket kurang populer di Indonesia dan baru berdiri sejak empat tahun lalu, untuk itulah pihaknya memiliki tugas berat untuk memasyarakatkan cricket agar lebih dikenal dan digemari publik. "Kami akan sama-sama kembangkan olahraga ini supaya diminati masyarakat. Nanti kami minta pemerintah memberi perhatian agar menambah sarana dan prasarana, baik di Jakarta ataupun daerah. Harapannya, masyarakat akan mudah memainkan olahraga cricket," paparnya.

Tercatat dalam Musyawarah Nasional (Munas) PP PCI, di Hotel Century, Aziz terpilih secara aklamasi dengan didukung 13 pengprov PCI dari 18 yang terdata. Dan cabor tersebut akan dipertandingkan di PON 2016 Jawa Barat serta AG 2018. "Saya berharap bisa membawa cricket bersaing di kancah internasional dan siap melakukan pembibitan dengan cara menggelar berbagai kejuaraan nasional, khususnya di tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, sehingga bisa sejajar dengan negara-negara lainnya," kata Aziz yang juga Ketua Komisi III DPR itu.

Cricket merupakan olahraga mirip dengan kasti yang berasal dari Inggris. Olahraga tersebut sudah populer di negara-negara Persemakmuran. Sedangkan, negara-negara Asia yang akrab dengan cricket antara lain India, Pakistan dan Sri Lanka. "Yang lebih penting lagi, cricket bisa lebih bersinar saat kejuaraan di luar negeri. Kita ingin cricket ikut membantu mengharumkan nama bangsa dan kita ingin lagu Indonesia Raya selalu berkumandang di manapun kita ikut event," kata mantan Ketua Umum PP PCI periode 2011-2015, James Tangkudung.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PCI DKI Jakarta Johansyah Lubis menyatakan bahwa olahraga Circket di Indonesia terbilang baru dan akan dipertandingkan di PON XIX Bandung tahun 2016. Bahkan menurut info Olympic Comitte Asia (OCA) memberikan dukungan olahraga Cricket dipertandingkan di Asian Games XVIII di Jakarta tahun 2018. “Melalui dua multi event tersebut merupakan suatu kewajiban bagi kita meningkatkan prestasi atlet cricket nasional,” kata Johamsyah. (Jordan)

ABTI Gelar Kejuaraan Asia

Jumat, 13 Februari 2015

ASOSIASI Bola Tangan Indonesia akan menggelar Kejuaraan Bola Tangan Wanita Asia, 14-23 Maret di Cibubur, Jakarta Timur. Hal itu disampaikan Ketua Umum ABTI Andreas Diantoro ketika dilantik sebagai Ketua Umum ABTI periode 2014-2018 oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman di Jakarta.

Menurut Andreas pihaknya berkonsentrasi menghadapi Kejuaraan Bola Tangan Wanita Asia II yang akan digelar di kawan Cibubur, Jakarta Timur. Adapun target Indonesia pada event tersebut, kata Andreas, tampil sebaik mungkin dan tidak mengecewakan sebagai tuan rumah.

"Untuk saat ini jujur saja, prestasi bola tangan Indonesia, untuk kawasan Asia ini memang masih jauh dan masuk kategori C. Di event kini hanya berpartisipasi. Namun demikian, tentu kita tidak ingin menuai hasil buruk atau mengecewakan," kata Andreas yang didampingi Sekjen ABTI Mustafa. Bahkan, USA, menurut Andreas juga masuk Grade C, Pasalnya olahraga ini kalah popular dengan basket, tinju, tenis, dan golf.

Dalam kesempatan yang sama Mustafa menyatakan saat ini ABTI sudah rampung menggelar seleknas yang diadakan pekan lalu di Hanggar Angkatan Udara Pancoran. "Mudah-mudahan atlet-atlet yang kita seleksi ini adalah yang terbaik. Sehingga kita berharap mereka bisa tampil maksimal di Kejuaraan Bola Tangan Wanita Asia nanti," harap Mustafa.

Bola tangan adalah cabor olimpic sport, sehingga kata Mustafa, cabor ini kemungkinan besar akan dimainkan di Asian Games 2018. “Kita akan serius membina cabor ini, sebab akan dipertandingkan di Asian Games nanti. Kita berpeluang besar meraih medali,” harap Mustafa. (Jordan)


Juara Dunia Ski, Aero Aksa Duta AG 2018

Minggu, 08 Februari 2015

SATU LAGI atlet kita yang berprestasi dunia yakni pejet ski Aero Aswar dinobatkan menjadi salah satu atlet nasional yang menjadi Duta Asian Games (AG) 2018 di Indonesia dan salah satu tugasnya mempromosikan pelaksanaan kejuaraan empat tahunan itu.

"Prestasinya yang mendunia membuat kami menetapkan Aero Aswar sebagai salah satu Duta Asian Games 2018," kata Ketua KOI Rita Suwobo setelah bertemu dengan juara dunia jet ski itu di Kantor KOI Senayan, Jakarta, kemarin.

Rita meminta kepada Aero Aswar yang baru saja dinobatkan sebagai Racer of the Year 2014 untuk kategori Runabout melaksanakan tugasnya demi kesuksesan pelaksanaan Asian Games 2018. "Sebagai duta, Aero juga harus menjaga kedisiplinan. Apalagi pada tahun ini juga harus berjuang untuk mempertahankan predikat juara dunia," jelas Rita.

Masih menurut Rita , sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan oleh Aero Aswar. Apalagi, selama ini komunikasi dengan atlet yang telah mengharumkan nama bangsa termasuk pada Asian Beach Games (ABG) Pattaya, Thailand ini berjalan dengan lancar. "Kita harus bangga dengan prestasi mereka. Apalagi dia diikuti oleh adiknya (Aqso Aswar) yang juga sudah menorehkan prestasi," katanya.

Atas penenjukkan itu Aero Aswar mengaku sangat bangga dinobatkan sebagai salah satu Duta Asian Games 2018. Meski jadwal akan bertambah berat. Ia mengaku telah siap untuk mengemban tugas yang diberikan oleh KOI.

"Ini untuk Indonesia. Jadi saya harus bisa menempatkan diri termasuk menyiapkan waktu khusus untuk melaksanakan tugas. Sekarang kan mudah, bisa lewat media sosial," katanya usai menerima mandat. Kakak dari Aqso Aswar itu menjelaskan, selama 2015, ia akan menjalani ketatnya persaingan di Amerika Serikat. Pertandingan perdana tahun ini akan dimulai di Arizona.

Di 2015 ini Aero bertekad kembali mendominasi jalannya perlombaan seperti 2014. Apalagi tahun lalu mampu meraih 23 gelar dari 16 kejuaraan yang diikuti. Predikat juara dunia akhirnya mampu diraih. “Saya ingin mengulangi prestasi 2014, tentunya kembali merebut gelar juara dunia,” tegas Aero. (Jordan)


PP Perpani Targetkan 3 Emas di SEA Games 2015

Sabtu, 31 Januari 2015

PENGURUS Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) kini menyiapkan sebanyak 16 atletnya guna meraih target tiga emas di ajang SEA Games 2015. Untuk mencapai target itu ke-16 atlet panahan baik recurve maupun coumpound akan menjalani uji coba ke Bangkok dan Shanghai pada Maret mendatang.

Menurut Ketua Umum PP Perpani, Siti Hediati Soeharto pihaknya kini telah mempunyai gambaran peluang target medali yang bisa diraih atletnya. "Satu dari beregu recurve, satu beregu coumpoud, dan individual recurve," ujar dia kepada wartawan, di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia, di Senayan, Jakarta, Jumat 30/01/15.

Masih menurut Titiek bahwa Perpani telah merencanakan untuk mengirim atletnya menjalani dua uji coba sebelum tampil di SEA Games Singapura, Juni mendatang. Program itu dilakukan agar medali yang diraih tahun ini lebih banyak dibandingkan perolehan SEA Games Myanmar 2013 yaitu 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

"Kami sebenarnya ingin jumlah try out lebih dari itu, tetapi dana yang tersedia terbatas," ujar politikus partai Golkar ini. Ia berharap persoalan klasik keterbatasan dana dan keterlambatan peralatan tidak lagi terjadi menjelang SEA Games 2015.

Titiek menambahkan bahwa telah membahas persoalan dana atlet dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. "Ke depannya setiap cabang sebaiknya memiliki bapak angkat masing-masing yang bisa sampai di provinsi-provinsi, jadi bisa langsung melekat," kata dia.

Titiek menjelaskan atlet panahan membutuhkan waktu penyesuaian dengan alat. Untuk itu, ia berharap peralatan bagi atlet tidak lagi terlambat. "Panahan ini bukan seperti bridge atau catur yang alatnya bisa dibeli di mana-mana," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum KONI, Tono Suratman, mengatakan bahwa cabang panahan termasuk sembilan cabang olahraga yang diprioritaskan untuk maju ke Olimpiade. Oleh karena itu, Tono menambahkan KONI akan memberi kesempatan pada Perpani untuk mengirim atletnya mengikuti pertandingan internasional. (Jordan)


Sebagai Tuan Rumah AG, Indonesia Wajib Setor

Selasa, 23 Desember 2014

JAKARTA-Olympic Council of Asia (OCA) menilai bahwa penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia lebih murah. Hal itu disampaikan General Director OCA, Husain Al Musallam yang didampingi Ketua Umum KOI Rita Subowo kepada wartawan di Plaza KOI, FX Senayan, Jakarta, Senin (22/12/2014).
Informasi itu diterima usai pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Menpora, beserta staf Kemenpora, serta perwakilan Kemenko Kesra, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo pada hari yang sama. Husain menjamin anggaran penyelenggaraan Asian Games di Indonesia nanti akan 30 persen lebih kecil dibandingkan anggaran penyelenggaraan multieven tersebut di tiga "host city" sebelumnya.
"Budget ini jelas lebih kecil dibandingkan tiga penyelenggaraan Asian Games sebelumnya di Doha, Ghuangzhou, dan Incheon. Hal itu mengingat karena venue-venue sudah lengkap, hanya perlu memperbaiki kembali track & field dan velodrome, sedangkan sarana lainnya hanya renovasi kecil, seperti stadion, aquatic center, dan lapangan-lapangan indoor lainnya. Peralatan & IT dibantu oleh Tiongkok, dan infrastruktur pendukung seperti MRT dan airport optimis akan siap pada 2018 nanti," ujar Husain.
Dengan anggaran yang minim, Husain tetap berharap Indonesia menjadi tuan rumah yang tidak kurang dari penyelenggaraan 2014 lalu di Korea Selatan. Pertemuan ini merupakan pembuka untuk pertemuan pertama Coordination Commission Meeting yang akan digelar 25-26 Januari mendatang guna membahas segala persiapan secara menyeluruh, mulai dari venue, budget, hingga faktor pendukung lainnya.
Menurut Rita, bahwa Husain melihat langsung finalisasi budget di Bappenas, bersama-sama dengan Sesmenpora, Deputi V Kemenpora, dan Deputi V Kemenko Kersa. Karena kemarin menjadi batas akhir pengajuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) kepada pihak pemerintah.
"Dalam pertemuan itu, kami mengajukan daftar kebutuhan pada Bappenas dan Kemenko Kesra. Beliau (Husain -Red.) pun menyaksikan sendiri keseriusan pemerintah untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 ini. Kita serahkan daftar kebutuhannya biar bappenas yang mengatur budgetnya," kata Rita.
Rita menambahkan , dengan anggaran yang minim, dirinya berharap tiap-tiap kementerian yang memiliki budget untuk olah raga juga harus memberikan supportnya kepada mereka selaku "organizing committee". Saat ini, pemerintah sendiri tengah menyiapkan anggaran setoran wajib ke OCA. Pembicaraan mengenai anggaran ini, menurut Menpora Imam Nahrawi, sudah dilontarkan kepada Bappenas.
"Anggaran itu merupakan setoran wajib yang dikeluarkan negara sebagai bentuk jaminan kesiapan sebagai tuan rumah multicabang. Dalam pertemuan itu disepakati jika anggaran yang harus dikeluarkan adalah 15 juta dolar AS yang nantinya akan diberikan ke OCA, plus tambahan Rp 20 miliar sebagai deposit. Deposit ini akan menjadi dana talangan jika terjadi adanya kekurangan saat di lapangan," tegas Imam. (Jordan)

Panahan Harapan Baru di Asian Games Incheon

Kamis, 14 Agustus 2014

SELAMA ini kita hanya mengantungkan dan berharap dapat medali emas di ajang sekelas Asian Games dari cabang olahraga bulutangkis, angkat besia, karate, tenis, dan dayung. Namun kini Indonesia punya harapan dari cabor panahan.

Tim panahan Indonesia diharapkan tampil maksimal bagi kontingen Indonesia di Asian Games XVII Korsel, Oktober mendatang. Dari hasil kejuaraan dunia seri 4 di Wroclaw, Polandia. Melalui kepiawaian Ika Yuliana Rochmawati berhasil menyumbang medali emas bagi tim Merah-Putih. Itulah alas an panahan menjadi cabor idola bagi kontribusi penyumbang emas.

“Kami sangat yakin panahan bakal menyumbang medali di Asian Games mendatang. Dengan hasil di Polandia itu, saat Ika tampil dominan melawan pemanah Tiongkok.” Kata Sekjen Perpani Alman Hudri kepada olahragaonline.com, Selasa (12/8) di Jakarta. Alman Hudri yang juga Menejer Tim Panahan Indonesia menilai penampilan Ika cukup tenang saat berlaga di final. Menghadapi atlet asal China, Xu Jing, pemanah asal Jatim itu menyuguhkan skor tertinggi 7-1. Hal itu yang membuatnya mengukir medali emas bagi kontingen panahan Indonesia.

Masih menurut Alman daya juang Ika sangat luar biasa kendati kalah dalam peringkat dunia atas atlet China, namun Ika memperlihatkan kematangan dalam melakukan bidikan. Bahkan Xu Jing yang memiliki peringkat diatas Ika mengalami tekanan mental. Hal itu pula yang membukukan nilainya anjlok hanya satu point.

Atas hasil itu kita berharap Ika yang terjun di nomor recruve perorangan putri patut dipertahankan hingga melangkah ke Asian Games XVII Korsel. Dengan prestasi puncak, diharapkan Merah-Putih berkibar di muti event empat tahunan Asia nantinya. Bahkan ketangguhan Ika bisa diikuti atlet nasional lainnya dalam menyuguhkan prestasi maksimal melalui nomor lainnya di Asian Games XVII.

Beberapa pengamat dan mantan pemanah nasional mengingatkan, agar tidak mudah puas dan dalam kemenangan. Sebelum melangka ke Asian Games XVII. Bila perlu sepulangnya ke Tanah Air lebih keras lagi melakukan latihan. Pasalnya, atlet tuan rumah Korsel tidak turun dalam kejuaraan dunia di Polandia. Dengan begitu harus diwaspadai Korsel menyimpan kekuatan atletnya untuk tampil di Asian Games XVII nantinya. (Jordan)

Menpora Minta Tim OYG Perbaiki Peringkat

SECARA kusus Menpora Roy Suryo meminta agar kontingen Olympic Youth Games (OYG) Indonesia mampu memperbaiki prestasi tahun 2010 di Singapura, saat tampil di Nanjing, China 16-29 Agustus 2014. Untuk mencapai target itu , Roy berharap agar mental atlet tetap stabil saat menghadapi lawan dalam pertandingan nantinya.
Dengan kekuatan 27 atlet dari 10 cabang olahraga Tim OYG Indonesia. “Dengan jumlah atlet yang ada saat ini, mudah-mudahan kontingen Merah-Putih mampu membawa pulang medali ke Tanah Air,”tandas Menpora Roy Suryo saat melepas kontingen OYG di Hall Hotel Century, Jakarta, Selasa (12/8).
Pada kesempatan itu Menpora yang didampingi Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, Kasaklak Prima, Suwarno dan Ketua KOI, Rita Subowo. Lebih lanjut Roy menyatakan atlet yang berpeluang menyuguhkan medali bagi kontingen Indonesia diprediksikan datang dari bulutangkis, angkat besi, bola voli pantai, dan renang. Namun ia berharap, cabang yang lain juga mempunyai peluang yang sama, agar kontingen Merah-Putih mampu membawa pulang medali ke Indonesia.
Jujur Roy mengakui, persaingan di OYG nanti dipastikan ketat terutama datang dari tuan rumah China, Korsel dan negara pecahan Rusia. Namun ia optimis atlet nasional mampu mengimbanginya, agar mampu mengukir medali bagi kontingen Indonesia.
Pada tahun 2010 saat OYG digelar di Singapura, kontingen Indonesia membawa pulang medali perunggu melalui atlet angkat besi. Di tahun 2014 di Nanjing China, “Mudah-mudahan medali perunggu bisa naik menjadi perak. Bahkan berhasil ditingkatkan lagi menjadi medali emas. Semua itu tentunya harus direbut melalui kerja ekstra keras dan mental tanding yang kokoh,”tambahnya . (Jordan).


KOI Serahkan Bonus bagi Lifter Junior

Jumat, 27 Juni 2014

KOMITE Olimpiade Indonesia memberikan apresiasi berupa uang tunai bagi dua lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani dan Syarah Anggraini, meraih prestasi bagus di International Weightlifting Championship (IWF) Junior World Championship di Kazan, Rusia, pada 21-28 Juni lalu.
Yuni yang meraih emas mendapat Rp 20 juta, Syarah diganjar Rp 10 juta untuk perunggunya, sedangkan sang pelatih, Dirdja Wihardja, juga dihadiahi Rp 10 juta.

"Prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Karena mereka mengharumkan nama bangsa dan Negara. Atas prestasi itu wajar kami memberikan apresiasi. Sebab untuk menjadi juara dunia itu tidak mudah," kata Ketua Umum KOI, Rita Subowo, usai pemberian penghargaan , Jakart a, Jumat (27/6/2014).

"Ini adalah asset dan harus dipertahankan sebab usia mereka masih 19 tahun, dan melawan China juga. Tapi ternyata atlet seperti Yuni ini bisa meraih dua emas satu medali perak. Ini peraihan yang luar biasa. Kemudian Syarah Anggraini juga dapat medali," tegas Rita.

Masih menurut Rita bahwa jika dinilai dari jumlah uang yang diberikan memang tidak seberapa nilainya. Tapi ini adalah apresiasi dan bentuk perhatian kami. Saya harap apresiasi ini bisa memotivasi dan inspirasi kepada para atlet muda dan PB/PP lain. Karena kita mampu kok untuk meraih prestasi dunia," tambahnya.

Sri Wahyuni yang turun di kelas 48 kilogram meraih dua medali emas untuk angkatan clean and jerk (106 kg) dan total angkatan 187 kg. Di snatch ia meraih perak dan kalah dari atlet China, Wei Chengji. Adapun Syarah turun di kelas 53 kg. Ia menyapu seluruh medali perunggu untuk snatch, clean and jerk serta total angkatan.

"Saya sangat senang dan tidak menyangka juga bisa meraih emas di Kejuaraan Dunia. Karena dari awal tidak ditargetkan apa-apa oleh PB," kata Sri Wahyuni, usai menerima penghargaan. Menurut Sri bahwa hasil ini berkat dukungan dari pelatih, pengurus PB PABBSI juga, teman-teman semuanya. Tentu ini jadi motivasi saya untuk bisa berprestasi lagi ke depannya. (Jordan)

BT Ketum PB Perbakin Masa Bakti 2014-2018

Sabtu, 21 Juni 2014

DENGAN meraup 19 suara Bambang Trihatmodjo (BT) terpilih menjadi ketua umum PB Perbakin melalui Musyawarah Nasional Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Munas Perbakin) periode 2014-2018 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/6).
BT terpilih sebagai orang nomor satu di cabang olahraga menembak setelah menyisihkan incumbent Nana Soekarna. Bambang tepilih setelah mendapat 19 suara dari peserta Munas. Sedangkan Nanan Soekarna mengumpulkan 12 suara. Hal itu pula yang membuat Ketua Sidang Yansen Binti langsung mengumumkan dan mengukuhkan Bambang resmi menjadi ketua umum PB Perbakin.
Bambang mengatakan bahwa menjadi pimpinan Perbakin ke depan yang paling utama adalah memajukan prestasi atlet, baik bidang sasaran, target dan berburu. Untuk bidang target sudah tentu menggapai prestasi dunia hingga melahirkan atlet menuju Olimpiade di Jepang tahun 2020.
“Sasaran dapat tercapai jika sarana dan prasarana yang memadai terutama dalam segi dana pengadaan amunisi untuk latihan atlet. Selain itu lapangan menembak harus berdiri di berbagai daerah di Tanah Air. Begitu juga dengan bidang organisasi harus berjalan sesuai harapan, mulai dari pusat hingga daerah,” katanya.
Lebih lanjut ia menyatakan, pembinaan atlet menembak harus tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. “Melahirkan atlet dimulai dari daerah dan nantinya ditempa di Pusat. Jenjang pembinaan seperti itu harus digalakkan dalam melahirkan atlet nasional yang nantinya bisa ditingkatkan ke jenjang internasional,” imbuh putra mantan Presiden Soeharto ini.
Bahkan program pembinaan atlet menembak melalui sekolah harus digalakkan agar mampu bersaing dengan negara lain, seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia. Melalui persaingan ketat antara atlet dari kawasan ASEAN, bisa melangkah ke jenjang Asia maupun dunia.
“Sistem pembinaan berjenjang itu merupakan program pembinaan PB Perbakin di masa mendatang. Kami berharap, melalui olahraga menembak, harkat dan martabat bangsa Indonesia lebih harum lagi di tingkat internasional. Karena melalui olahraga dapat membawa nama harum bangsa dan negara dipercaturan olahraga internasional,” tegas Bambang. (Dan)

KOI Siap Bekerjasama dengan KONI Untuk memecahkan Persoalan

Sabtu, 26 April 2014

UNTUK menyelesaikan masalah soal penggunaan logo ring lima oleh KONI Pusat. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) siap satu meja dengan KONI untuk membahas permasalahan tersebut, yang saat ini dipermasalahkan oleh induk organisasi olahraga dunia (IOC).
“Hingga saat ini kami terus melakukan komunikasi dengan semua pihak termasuk Kemenpora. Kami juga siap duduk bareng sama KONI,” kata Ketua KOI Rita Subowo di sela Rapat Koordinasi Multi Event 2014 di Kantor KOI Jakarta, Jumat(25/4).
Rita mengatakan pertemuan dengan semua pihak harus segera dilakukan. Apalagi surat yang dikirimkan oleh IOC terkait dengan penggunaan logo lima ring belum dibalas oleh pemerintah dalam hal ini Kemenpora. “Saat saya sebagai Ketua Umum KONI, logo lima ring itu tidak kami pakai. Logo hanya dipakai di KOI. Makanya harus segera dituntaskan agar sanksi tidak diturunkan,” katanya dengan tegas
“Kita terancam sanksi, jika pemerintak tak kunjung membalas surat itu. sanksi itu berupa terancam tidak bisa turun di Youth Games dan Asian Games. Makanya Menpora harus secepatnya membalas,” katanya.
Belum selesainya permasalahan terkait penggunakan logo lima ring oleh KONI, rencana Indonesia dalam hal ini Surabaya untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2019 menggantikan Hanoi Vietnam masih belum ada kepastian.
Seperti diketahui bahwa Hanoi yang merupakan pemenang bidding Asian Games 2019 di Makau, 2012 lalu mengundurkan diri setelah pemerintahnya belum siap. Kondisi ini membuat peluang Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga terbesar di Asia itu terbuka.
Meski hingga saat ini masih terjadi masalah terkait dengan logo lima ring, KOI tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2019 meski waktunya tinggal lima tahun lagi.
“Direncanakan 5 Mei nanti akan ada peninjauan terkait infrastruktur untuk pelaksanaan Asian Games 2019 meski OCA (Komite Olimpade Asia) belum memberikan sinyal dukungan. Kita persiapkan dulu,” kata mantan Ketua Umum KONI itu.
Fokus peninjauhan diutamakan Surabaya yang merupakan runner up bidding tuan rumah Asian Games 2019, tim yang didatangkan juga akan melihat lokasi pertandingan di Palembang, Sumatra Selatan, Bandung dan Jakarta. Sebelumnya Kemenpora telah menyatakan dukungannya agar Asian Games 2019 bisa dilaksanakan di Indonesia. Bahkan pihaknya juga menyiapkan lokasi lokasi alternatif jika Surabaya tidak siap yaitu Palembang dan Bandung. (Jordan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET