Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label profile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profile. Tampilkan semua postingan

Adhyaksa Prihatin dengan Kondisis Sepakbola Indonesia

Sabtu, 19 Maret 2016

MANTAN Menpora sekaligus Tokoh pemuda, Adhyaksa Dault, prihatin dengan kondisi dunia sepakbola Indonesia. Terkait hal itu ia meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (menpora), Imam Nahrawi, untuk segera menuntaskan konflik yang terjadi dengan pihak PSSI. Ia melihat imbs dari konflik ini justru sangat merugikan para pemain muda Indonesia untuk mengembangkan bakatnya.

"Saya berharap kondisi ini jangan dibiarkan berlarut-larut konflik karena ini merugikan persepakbolaan kita," katanya di sela konferensi pers terkait dukungan Eksponen Muda Lintas Iman (EMLI) di Jakarta, Kamis (17/3). Dalam acara itu beredar nama bakal calon wakil gubernur dari tokoh Nasrani yang bakal digandeng Adhyaksa. Sebut misalnya Melchias Marcus Mekeng, Benny Mamoto, Gories Mere, Natalius Pigai, Johnson Panjaitan, Garin Nugroho, Baktinendra Prawiro, Jerry Sambuaga, Sri Adiningsih, Alida Guyer, dan Eka Sari Lorena Soerbakti.

Harapan Adhyaksa itu disampaikan setelah munculnya penetapan status tersangka kepada Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, oleh Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Adhyaksa juga mengatakan biarkan saja proses hukum itu berjalan, termasuk jika dilakukannya proses praperadilan oleh kubu La Nyalla. Menurut dia, hal itu bagian dari proses hukum. "Terus terang, saya katakan kasihan para pesepakbola muda yang punya bakat dan masa depan yang masih panjang," terang mantan Ketua KNPI itu.

Adhyaksa mengingatkan ini penting diperhatikan supaya ada kepengurusan dan pesepakbola muda di Indonesia bisa terus berprestasi di kancah dunia. ''Saat ini kasihan mereka pemain muda yang ingin bertanding di luar negeri ternyata disuruh pulang karena alasan konflik PSSI dengan pemerintah,'' tambahnya.

Tokoh PemMuda asal Sulawesi Selatan yang kini namanya sedang digadang-gadang sebagai calon Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada pemerintah agar konflik yang terjadi di sepak bola ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Ia juga berpesan kepada pihak kemenpora agar tidak membuat pernyataan yang semakin memperuncing masalah.

"Kondisi yang terjadi saat ini bukan lagi soal benar atau salah, tapi nasib atlet sepakbola Indonesia. Sudah cukup lah,sebab kita mau menghadapi SEA Games 2017 dan ASIAN Games 2018," tandas pria yang siap menantang Ahok, Gubernur DKI Jakarta yang juga bakal maju untuk di Pilkada 2017 mendatang. Jordan

Pras Mundur, Sadikin Mulus Pimpin IMI

Sabtu, 19 Desember 2015

PENGUSAHA muda Sadikin Aksa terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2015-2019 di Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta pada Jum'at malam 18 Desember. Langkahnya mulus saat calon lawannya Prasetyo Edi Marsudi (Pras) mundur.

Dengan demikian langkah Sadikin mulus menjadi Ketum, sebab atas persetujuan secara lisan para seluruh peserta rapat lantaran lawannya tak menyampaikan visi dan misinya, sehingga dinyatakan mundur. "Sadikin terpilih secara aklamasi karena lawannya tak memenuhi kewajiban menyampaikan visi dan misinya didepan peserta rapat," kata Taqwa Gaffar, salah satu tim penjaringan calon ketua IMI.

Peluang Sadikin Aksa memang terbuka lebar lantaran didukung langsung 25 pengurus provinsi IMI. Sedangkan lawannya hanya mendapat dukungan pengurus provinsi IMI DKI Jakarta, Sumatera Utara, Banten, Kalimantan Tengah, Lampung, Maluku Utara, Riau dan Maluku. "Lawan Sadikin ini tidak pernah menjabat di pengurus pusat, hanya anggota IMI DKI Jakarta sekaligus Ketua DPRD DKI Jakarta," ucap dia. " Kan persyaratan mencalonkan sebagai ketua IMI, ia wajib anggota yang ditandai dengan adanya kartu anggota IMI."

Sementara Ketua Tim Sukses Sadikin Aksa, Jefrey JP mengaku sangat bersyukur. "Alhamdulillah Pak Sadikin menang aklamasi," ucap Jefrey. Menurut dia, terpilihnya Sadikin lantaran lawannya menyatakan mundur sebelum pembacaan visi dan misi di hadapan seluruh peserta rapat.

Kesempatan yang sama Ketua Pengurus Provinsi IMI Sulawesi Selatan, Subhan Aksa mengungkapkan jika pemilihan ketua umum berjalan singkat karena lawannya mundur dari bursa pencalonan. "Alhamdulillah kita menang secara aklamasi," kata adik Sadikin Aksa ini. Jordan


Icuk Daftar Jadi Calon Ketua KOI

Jumat, 09 Oktober 2015

ICUK Sugiarto meramaikan bursa calon Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2015-2019, Jumat (9/10/2015). Icuk mengambil formulir pendaftaran ke sekretariat tim penjaringan Kelompok Serbaguna yang dipimpin Timbul Thomas Lubis di komplek Perkantoran Gedung Serba Guna, Jalan Manila, Jakarta. Icuk merupakan figur kedua yang resmi mengambil formulir pendaftaran calon ketum KOI.

Hal yang sama dilakukan ketua KONI Sumatera Selatan (Sumsel), Muddai Madang. Muddai juga telah lebih dulu mengambil formulir yang sama. Hanya saja, Muddai mengambil formulir kepada tim penjaringan yang diketuai Ahmad Budhiarto yang beralamat di gedung KOI lantai 17, Jakarta.

“Niat saya mencalonkan diri sebagai ketum KOI bukan untuk mencari sensasi, tapi sebagai mantan atlet saya merasa terpanggil melihat kondisi olahraga yang sangat memperihatinkan,” ujar Icuk Sugiarto kepada wartawan usai mengambil formulir pendaftaran.

Juara Dunia Bulutangkis 1983 in menilai, tim penjaringan yang didatangi tersebut memiliki legitimasi kuat. Tim yang dipimpin mantan Sekjen KOI Timbul Thomas Lubis dibentuk 39 PB/PP anggota KOI melalui forum resmi. Karena itu, ia memilih mendaftar di tim tersebut, ketimbang tim penjaringan bentukan Rita Subowo.

“Saya melihat, secara legitimasi awal, tim ini kuat. Apalagi, mayoritas anggota KOI ada di tim penjaringan ini. Tapi apakah saya akan ke tim penjaringan KOI (bentukan Rita Subowo), akan saya pertimbangkan dengan tim saya,” tegas ayah dari pebulutangkis Tommy Sugiharto itu.

Ia merasa terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai ketua KOI karena cukup prihatin dengan kondisi olahraga Indonesia saat ini. Icuk mengaku sudah memiliki modal sebagai orang nomor satu di KOI lantaran punya sederet pengalaman, antara lain pernah menjabat sebagai staf ahli Kemenpora, ketua pengprov PBSI DKI dan ditambah sebagai pelaku olahraga secara langsung.

“Hanya orang yang tidak normal saja melihat kondisi olahraga seperti itu tidak merasa tergugah. Kalau merasa tokoh olahraga dengan kondisi sekarang, mau tidak mau harus mendaftar,” jelas ayah kandung Tommy Sugiarto, pebulutangkis peringkat 12 dunia dan 10 Olimpiade itu.

Saat ditanya jumlah dukungan suara, kata Icuk, dukungan secara lisan dari PB/PP sudah cukup membuatnya percaya diri. “Secara dukungan person (PB/PP), saya rasa saudah cukup. Minimal keyakinan saya lebih percaya diri untuk maju jadi ketua KOI," terangnya. (Jordan)

Pengalaman Muddai Mempermulus Langkah Jadi Balon Ketum KOI

Selasa, 06 Oktober 2015

MUDDAI Madang akhirnya resmi mengambil formulir pendaftaran sebagai ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Muddai mengambil formulir kepada tim penjaringan yang diketuai Budhiharto.” Kalau terpilih, saya sangat setuju dan siap menyatukan kembali KONI dan KOI,” jelas Muddai.

Ketua KONI Sumsel itu kembali menegaskan, apabila terpilih, dirinya bersedia menandatangani surat penggabungan KONI dan KOI. Karena memang keterkaitan kedua lembaga tersebut sangat kental, antara pembinaan dan multieven.

Mantan CDM Asian Beach Games (ABG) 2013 ini langsung naik ke lantai 19 dan diterima Ketua Tim Penjaringan Budiharto dan anggotanya, Hipni Hasan dan Syahrir Nawir. “Ya, saya sudah mengambil formulir pendaftaran ketum KOI dan baru saya yang mendaftar. Setelah saya isi, formulir ini nanti akan kami kembalikan beserta bukti dukungan dari cabor-cabor kepada tim penjaringan,” ujar Muddai usai mendaftar kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10).

Meski persyaratan cukup berat dimana calon Ketua Umum KOI wajib memiliki pengalaman selama 5 tahun duduk di organisasi internasional, Mudai merasa yakin bisa lolos dari verifikasi. Alasanya, dia sudah menjadi anggota Ismalic Sport Solidarity Federation (ISSF), panitia pada pelaksanaan SEA Games Jakarta- Palembang 2011 dan Islamic Solidarity Games Palembang 2013.

“Bagi saya persyaratan itu tidak ada masalah apalagi sudah diatur dalam Olympic Chartered. Mudah-mudahan dengan pengalaman itu saya bisa lolos verifikasi. Dan, saya juga sudah berkomunikasi dengan bu Rita Subowo,” katanya.

Lebih lanjut Muddai berharap agar setelah dirinya mendaftar akan ada titik temu antara dua kubu tim penjaringan. Pasalnya, kata dia, ini untuk menjaga nama baik olahraga di Indonesia. “Saya yakin akan ada titik temu, ini demi nama baik olahraga Indonesia. Beda paham itu biasa, tapi kan bisa komunikasikan. Saya juga bisa datang ke kubu sebelah, asalkan diundang,” imbuhnya. Rencananya Munddai akan melengkapi berkas dan menyerahkannya sebelum pendaftaran ditutup 26 Oktober 2015. (Jordan)

Tunda Kehamilan, Akhirnya Angie Peroleh Calon Bayi Kembar

Minggu, 12 Juli 2015

HATI dan perasaan mantan petenis nasional Angelique Widjaja sedang berbunga-bunga. Pasalnya juara Wembledon tunggal putri junior ini berhasil melewati masa-masa morning sickness saat hamil muda dan dokter memastikan bayi yang dikandungnya kembar.

Angie, sapaan akrab Angelique menikah dengan Andreas Timothy Hadikrisno pada 22 November 2010. Seperti pasangan lain, mereka berkeinginan segera dapat momongan. Berniat menunda kehamilan satu tahun, Angie baru hamil 4,5 tahun kemudian. Kegembiraan Angie pun berlipat ganda karena ternyata calon bayinya kembar.

"Senang banget pas tahu hamil. Saya kan nunggunya cukup lama. Eh, sudah begitu dikasihnya twins. Tuhan baik sekali saya langsung dikasih dua. Tepat tiga bulan pertama benar-benar mabuk sampai-sampai berat badan turun tiga kilogram. Syukurlah sekarang sudah kembali normal,” kata Angie.

Menurutnya selama itu saya enggak bisa ngapai-ngapain. “Hanya tinggal di rumah saja, tidak pernah kemana-mana," jelas pemilik medali emas beregu putri Asian Games 2002 Busan itu. Seiring berjalannya waktu kondisi Angie membaik. Dia dinyatakan sehat. "Kondisi saya dan babies baik, jadi enggak ada pantangan apapun. Dokter juga tidak memberikan pesan-pesan khusus," ucap angie yang pernah menduduki peringkat ke-55 WTA itu. (Raf)

Isagenix Bidik Atlet Indonesia

Minggu, 07 Juni 2015

ISAGENIX Internasionalia, perusahaan global yang produksinya produk-produk kesehatan dan kebugaran. Secara resmi mengumumkan kehadirannya di Indonesia.Perusahaan yang memproduksi minuman supleman itu bukan hanya mengincar masyarakat umum juga kalangan atlet Indonesia.

Menurut Chief Executif Officer Isagenix, Kevin Adams dalam jumpa wartawan di Dipo Tower Mezzanine Floor Slipi Jakarta, Sabtu (6/6). Ia mengatakan Isagenix pada intinya memperkenalkan berbagai produk untuk mengelola berat badan, solusi energy dan performa bagi orang-orang yang aktif serta produk-produk solusi untuk menjaga kesehatan khusus untuk mereka yang telah berusia lanjut.

Hingga kini Indonesia adalah Negara ke-14 di mana Isagenix diperkenalkan di luar Amerika Serikat. Sebelumnya negara- Negara yang sudah disambangi Isagenix adalah Kanada, Puorto Riko, Hong Kong, Australia, Selandia Baru, Taiwan, Mexiko, Singapura, Malaysia, Kolombia dan Vietnam.

Dalam kesempatan yang sama Manajer Umum Isagenix Indonesia, Agung K Sardjono dalam kesempatan yang sama mengatakan, dalam 10 tahun terakhir, pihaknya telah mengamati bahwa masyarakat Indonesia telah semakin bergaya hidup aktif di semua kelompok umur.
Hal ini juga berarti adanya kebutuhan yang tinggi atas produk-produk kesehatan dan kebugaran yang berkualitas tinggi. Dan Isagenix kini ada di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Agung juga menyampaikan bahwa dengan menyediakan solusi-solusi kesehatan berkualitas dengan harapan Isagenix dapat berkontribusi secara aktif dalam membangun populasi yang lebih sehat di Indonesia.

Agung melanjutkan bahwa WHO, telah mempublikasikan bahwa prevalensi obesitas di seluruh dunia pada tahun 2014 lalu, telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 1980-an, mencapai 1,9 miliyar orang dewasa. ‘’Dan penduduk Indonesia tentu tak terhindar dari prevalensi ini. Namun demikian Nampak jelas bahwa masyarakat Indonesia juga semakin bergaya hidup aktif secara fisik. Isagenix memiliki pengalaman global dan produk-produk yang mendukung agar gaya hidup sehat ini semakin digemari," katanya.

Agung juga menjelaskan bahwa selain mengincar masyarakat umum, Isagenix juga membidik kalangan atlet di Indonesia. “ Kita tentu telah memberikan jaminan bahwa produk kami ini sudah melewati uji laboratoritum terutama yang berkaitan dengan doping. Kami sudah bekerjasama dengan IOC karena kami tak mau produk isagenix membahayakan atlet,’’paparnya.

Sementara itu Dato Ronie Tan selaku Wakil Presiden dan Direktur Pemasaran Isagenix Asia Tenggara juga menjelaskan bahwa Indonesia punya olahraga unggulan seperti bulutangkis. Ke depan, Isagenix akan mencoba meyakinkan para olahragawan Indonesia khususnya bulutangkis bahwa isagenix adalah sebuah produk suplemen kualitas tinggi yang mampu meningkatkan kebugaran fisik mereka.(Jordan)


BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET