Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label Tenis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tenis. Tampilkan semua postingan

Pelti Protes Lapangan Tenis Dialih Fungsikan

Minggu, 05 Juni 2016

PENGURUS Pusat Pelti bereaksi keras karena 18 dari 20 lapangan tenis di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang terletak di Kawasan Senayan, Jakarta, akan digusur alias dilenyapkan demi kepentingan Asian Games 2018. PP Pelti baru menerima maket dari pemerintah bahwa 18 lapangan tersebut akan dialihfungsikan untuk cabang olahraga baseball.

“Kami kaget melihat maket Kompleks GBK yang baru dikirim ke Pelti. Kami cukup prihatin kalau keputusan melenyapkan lapangan tenis itu benar-benar terjadi. Kami berharap keputusan itu belum final,” ucap Ketua Umum PP Pelti Wibowo Suseno Wirjawan didampingi jajaran pengurus PP Pelti kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Sebagai bangunan yang masuk cagar budaya yang dibangun bersamaan dengan pelaksanaan Asian Games 1962, terangnya, Stadion Tenis GBK harus tetap berdiri di kawasan Senayan, Jakarta, termasuk 18 lapangan pendukung di luar.

“Stadion tenis itu beserta seluruh lapangan outdoor sebagai pendukung, sejak awal pembangunannya memang bertujuan untuk sarana latihan. Selain itu juga menjadi arena berbagai pertandingan tenis yang bertaraf nasional dan internasional yang dapat mengharumkan bangsa,” ucap Maman, sapaannya.

Pihaknya segera mengambil sikap untuk bisa bertemu pemerintah, dalam hal ini Kemenpora agar tak mengalihfungsikan 18 lapangan tenis tersebut. “Kami sudah mengirim surat ke Menpora untuk beraudiensi masalah ini. Kami tidak pernah diajak membahas renovasi GBK untuk Asian Games 2018, tiba-tiba stadion tenis akan digusur. Ini cukup memprihatinkan,” tegasnya.

Rencana pemusnahan lapangan tenis tersebut juga disesalkan para mantan petenis nasional, seperti Yayuk Basuki, Cristian Budiman, Susan Soebakti, Fery Raturandang, Sri Utaminingsih dan Andrian Raturandang. Yayuk Basuki berharap, rencana pemerintah tersebut masih bisa dinego ulang sehingga lapangan tenis untuk berlatih masih tersedia di Kompleks GBK. “Mudah-mudahan belum jadi sebuah keputusan dan masih dipertimbangkan karena di situ banyak nilai sejarah,” harap Yayuk.

Jika pemerintah akan menghilangkan 18 lapangan tenis itu, dia ingin ada lapangan pengganti yang bisa dipakai berlatih para atlet. “Sekarang sudah jarang sekali lapangan tenis di Jakarta. Belum lama ini, di Kemayoran, 20 lapangan tenis diratakan dengan tanah untuk dibangun apartemen.

"Kalau fasilitas untuk latihan dimusnahkan, bagaimana mau berprestasi olahraga kita. Karena itu, nanti saat RDP dengan pemerintah, saya akan pertanyakan sedetail-detailnya apa maksud penghilangan 18 lapangan itu supaya semua jadi jelas,” tambah Yayuk yang pernah bertengker di peringkat 20 Besar di era 1990-an ini. Jordan

Kejurnas Baveti Diikuti Mantan Petenis Nasional

Sabtu, 28 Mei 2016

SEKITAR 202 petenis gaek ambil bagian di ajang kejurnas tenis veteran. Menurut Pengurus Daerah Badan Veteran Tenis Indonesia (Pengda Baveti) DKI Jakarta even ini digelar untuk memacu gairah tenis di Tanah Air yang akhir-akhir ini mengalami penurunan. Even tingkat nasional tenis veteran ini dilaksanakna di di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, 27-29 Mei 2016.

Ketua Umum Pengda Baveti DKI, Muhammad Nasyit Umar SP, mengatakan penurunan gairah tenis karena kurang bagusnya prestasi tim nasional di berbagai kejuaraan internasional. Selain itu, beberapa tahun ini turnamen di dalam negeri juga minim.

“Untuk memacu kembali kita berinisiatif mengadakan kejurnas veteran untuk pertama kalinya. Pada umumnya kejuaraan ini tidak lagi mencari prestasi, tetapi memberi semangat kepada yang muda-muda. Karena kami melihat pada kepengurusan tenis yang sekarang ini, kesemarakan dalam olahraga tenis agak menurun,” ujarnya pada pembukaan kejurnas, di Jakarta, Jumat (27/5).

Ia menegaskan, dengan adanya Kejuaraan Tenis Veteran, Baveti bisa lebih memacu para petenis muda untuk mengiatkan diri menjadi pemain-pemain handal yang ada di Indonesia. Kejuaraan ini akan terus digelar secara kontinyu. Bahkan dari kejuaraan ini, diharapkan bisa melahirkan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baveti.

"Apalagi Bapak Theo L Sambuaga (Ketua Umum Baveti) sangat antusias sekali untuk membentuk Baveti yang ada di seluruh Indonesia yang sekarang sudah mencapai 19 Pengprov. Diharapkan nantinya juga bisa diadakan Kejurnas di Jakarta," lanjut Nasyit.

Sementara Ketua Panpel Kejurnas, Supriyadi W Tanoyomiharjo menyatakan, meski baru pertama kali digelar, kejuaraan ini sudah diikuti sebanyak 202 peserta (101 pasangan) dari lima kategori di kelompok putra dan tiga kategori di kelompok putri. Sebanyak 15 pasangan akan bertanding di kelompok putra untuk kategori 45+ dan 55+.

Untuk 18 pasangan di kelompok putra untuk kategori 50+ dan 60+. Sedangkan di kelompok putra untuk kategori 65+, akan diikuti 14 pasangan. Jadi totalnya ada 80 pasangan dari kelompok putra. "Tentu ini sangat menggembirakan karena respon para pemain veteran cukup besar," kata Supriyadi.

Dari kelompok putri, sebanyak tujuh pasangan akan bertanding di kategori 45+. Sementara untuk kategori 50+ akan diikuti sebanyak tujuh pasangan. Sementara enam pasangan lainnya akan bertanding untuk kategori 55+.

"Kalau di kelompok Putri jumlahnya ada 21 pasang sehingga jumlah pesertanya mencapai 101 pasang (202 peserta)," tuntas Supriyadi yang juga Wakil Ketua Pengurus Pengurus Daerah Provinsi Baveti DKI Jakarta. Dari 202 peserta tersebut juga terdapat sejumlah nama mantan atlet tenis nasional, seperti Bonit Wiryawan, Tjahjono, Sulistyo Wibowo, Hadiman, Yustejo Tarik, Irawati Moerid, dan lain-lain. Jordan

Pelti Gelar 2 Turnamen

Sabtu, 19 September 2015

GUNA meningkatkan level petenis Indonesia dan menambah bibit-bibit baru petenis muda, PP Pelti kembali menggelar dua kejuaraan berskala International Tennis Federation Womens' Circuit. Dua kejuaraaan itu yakni: So Good Walikota Open di Solo, Jawa Tengah, 21-27 September 2015, dan Indonesia PGN Women's PGN Women's Circuit di Elite Club Epicentrum Rasuna, Jakarta, yang digelar 27 September-3 Oktober 2015. Masing-masing kejuaraan berhadiah 10.000 dolar AS atau sekitar Rp 144 juta.

"Untuk babak utama di Solo yang akan menjadi unggulan pertama adalah India peringkat 548 dunia, Dhruthi Tatachar Venugopal. Sementara wakil tuan rumah Beatrice Gumulya, dengan peringkat 739 dunia menduduki posisi unggulan kelima. Di samping Indonesia akan diwakili juga petenis senior Lavinia Tananta," ujar Susan Soebakti, Kabid Pertandingan PP Pelti kepada wrtawan di Senayan, Rabu (16/9/2015).

"Sementara untuk andalan merah putih lainnya harus menggunakan fasilitas wild card untuk bersaing di babak utama. Untuk kejuaraan kali ini tuan rumah akan memberikan empatwild card untuk Solo dan empat wild card untuk Jakarta," tambahnya. Solo sendiri sudah memastikan dua nama petenis yang dapat wild card yakni satu atlet terbaik Solo, dan satu lagi diberikan kepada Jessy Rompies. Dua tiket lainnya akan diserahkan kepada PP Pelti.

"Sementara yang di Jakarta kami berikan kepada petenis muda Deria Nur Haliza. Sisanya masih dipilih. Tentu dengan ketentuan yang ada. Artinya dilihat dari peringkat dan kemampuannya juga," sebut Susan. Kejuaraan di Solo akan diikuti petenis dari 12 negara yang datang dari benua Eropa seperti Rusia, Jerman, dan Belanda. Sementara negara Asia yang ikut hadir adalah Jepang, India, China, taiwan, dan Hong Kong. Dari kawasan Asia Tenggara akan turut dihadir petenis asal Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Usai dari Solo, sebagian peserta akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta mengikuti Indonesia PGN Women's Circuit 2015 yang akan berlangsung di lapangan tenis Elite Club Epicentrum Rasuna, Jakarta. Di PGN rencananya akan diikuti oleh peserta dari 18 negara yang diantaranya adalah China Taipei, Jepang, Hungaria, Belanda, India, Hong Kong, China, Swedia, Rusia, Jerman, Australia, Italia, Pakistan, Amerika Serikat, Malaysia, Thailand, Singapura, dan tuan rumah Indonesia.

Dengan peserta main draw urutan pertama adalah Ching Wen Hsu (Taiwan) dengan peringkat ITF 358, dan petenis Indonesia yang masuk main draw adalah Beatrice Gumulya dengan peringkat ITF 739 unggulan ke-13. "Dari hasil dua kejuaraan ini tentu kami berharap akan banyak lagi muncul bibit-bibit baru petenis muda yang berpotensi. Kedepannya tentu petenis muda Indonesia yang ikut dalam circuit ini golnya ke SEA Games 2017," ungkap Goenawan Tedjo Sutikno, Wakil Sekjen II PP Pelti.

"Kami sangat ingin sekali yang muda-muda bisa main di sana (SEA Games 2017). Kami ini orang petenis tentu ingin banyak regenerasi yang bermunculan. Tapi kadang-kadang memang prosesnya butuh lama. Tapi kami yakin bisa. Salah satunya dengan kejuaraan ini. Karena memang tujuannya untuk mendapat bibit-bibit baru juga," sambungnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap dengan banyaknya turnamen dan kejuaraan ini tenis Indonesia bisa bangkit kembali. Tentu harus didukung dari sponsor. "Kami setuju dengan banyaknya turnamen diharapkan bisa membangkitkan tenis Indonesia. Selain itu tentu ke depan sistem seleksi untuk pemain juga lebih ditingkatkan lagi dengan mengikuti pemain-pemain muda tentunya," tegasnya.

Any Astuti, Marketing Manager PT So Good Food mengatakan, bahwa pihaknya tetap komit membantu penyelenggaraan kegiatan-kegiatan olahraga. "Selama ini So Good Food rutin membantu penyelenggaraan pertandingan catur, angkat besi, dan olahraga lainnya. Ini sudah menjadi komitmen kami," tegas Any.

Pandangan yang sama juga diutarakan M. Wahid Sutopo, Director of Investment Planning and Risk Management PGN. Ia mengatakan, sesuai dengan komitmen, pihaknya akan menambah jumlah turnamen untuk tahun depan. “Kami ingin membantu pembinaan tenis di Indonesia dan memberikan kesempatan kepada para petenis tuan rumah untuk mencetak prestasi sebanyak mungkin," tegas M. Wahid Sutopo. (Jordan)


Pelti Papua Siap Lahirkan Petenis Berkelas Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2015

PRESTASI putra-putri Papua di cabang olahraga terbilang cukup mumpuni, bukan hanya mengharumkan nama bangsa namun juga membawa nama Papua menjulang tinggi.Sebut misalnya di cabor sepakbola, Mutiara Hitam, Persipura mencapai prestasi tertinggi di pentas Perserikatan dan Kompetisi ISL (Pro). Bahkan berjalan sampai tingkat Asia. Demikian halnya di cabang atletik anak-anak Papua kerab menyumbangkan medali emas di pentas SEA Games.

Namun kini Papua memproyeksikan di cabang tenis lapangan. PP Pelti Papua tengah mempersiapkan sekitar 10 atletnya. Kendati ajang pergelaran PON XX 2020 masih lima tahun lagi, namun Pengprov Pelti Papua sudah mengusung target dengan memancang putra daerah yang menjadi andalan. Untuk itu, Pengprov Pelti yang diketuai T.E.A. Hery Dosinaen pun tengah mempersiapkan 10 atlet yang sekarang berusia antara 13-15 tahun.

Menurut T.E.A. Hery Dosinaen yang juga Sekda Provinsi Papua ini melakukan terobosan dengan mengirimkan anak asuhnya itu berlatih di luar Papua. "Kami tengah menyiapkan 10 atlet untuk PON 2020 mendatang. Kita sebagai tuan rumah harus menciptakan atlet sendiri. Artinya, putra daerah yang menjadi andalan kita dan menuai sukses alias berjaya," ujar pria asal Nusa Tenggara Timur ini kepada wartawan pada Kejuaraan Nasional Tenis Baveti III di Stadion Tenis Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Namun sebelum menuju sukses sebagai tuan rumah PON XVII 2020, kata Dosinaen, pihaknya tetap berkonsentrasi pada PON 2016 Jawa Barat. "Di PON XIX Jabar Papua menargetkan 2 medali emas. Sebagai langkah uji coba, para petenis akan kami terjunkan pada Kejurnas Tenis Gubernur pada Oktober mendatang di Papua," tutur Dosinaen yang baru setahun menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov Pelti Papua.

Pria ini akan merasa bangga kalau, ternyata di Papua, khususnya di Jayapura, antusias anak-anak Papua menggeluti olahraga tenis sudah cukup memadai. "Sekarang ini sudah banyak anak-anak muda yang main tenis, selain orang tua. Mereka kami didik menjadi atlet tangguh. Kalau kami kan sekadar olahraga saja," jelas Dosinaen yang berpasangan dengan Sulistyono Wibowo berhasil mengalahkan pasangan Korea 8-1 di Kejurnas Tenis Baveti III ini.

Dosinaen yang pernah tampil di POMNAS 1989 Yogyakarta ini, menegaskan potenis olahraga tenis di Papua cukup bagus. "Nah, untuk itu, kami berharap di Kejuraan Piala Gubernur Oktober mendatang, petenis-petenis Papua bisa menunjukkan prestasi," kata pria yang meraih predikat PNS terbaik se-Papua itu.

Dosinaen juga berharap dan bermimpi suatu saat di Papua ada petenis putri sekelas Williams bersudara (Serena & Venues) dari AS. ”Dengan kondisi alam di Papua yang cukup keras dan menantang, para remaja putri di Papua pasti memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan menemukan putri-putri Papua seperti itu sangat mudah. Tinggal kami mengasa dan mengarahkan untuk menjadi petenis membanggakan,” harap Dosinaen. (Jordan)

Indonesia Bidik Satu Poin di Hari Pertama

Senin, 13 Juli 2015

HARI pertama pertandingan kualifikasi Piala Davis zona Asia/Ocenia Grup II Indonesia melawan Pakistan di Lapangan Tenis Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). Tuan rumah membidik satu poin. Demikian dikatakan Kapten tim tenis Indonesia Roy Therik di Jakarta, Senin mengatakan, pada pertandingan perdana kualifikasi Piala Davis ini, dua pemain Indonesia akan turun di nomor tunggal.

"Kami cukup senang dengan hasil drawing. Kami membidik minimal mendapatkan satu poin di hari pertama besok," katanya di sela drawing pemain kualifikasi Piala Davis. Berdasarkan hasil drawing yang dipimpin perwakilan ITF, pada pertandingan pertama Indonesia akan menurunkan unggulan kedua yaitu Aditya Hari Sasongko yang berhadapan dengan unggulan pertama Pakistan yaitu Aqeel Khan.

Pada pertandingan berikutnya, unggulan pertama Indonesia, David Agung Susanto akan berhadapan dengan Samir Iftikhar. Peraih perak SEA Games 2015 ini diharapkan mampu memberikan kejutan bagi tim Indonesia. "Melihat hasil drawing, kami optimistis mereka bisa. Yang jelas kita tinggal menunggu di lapangan besok," ujarnya.

Roy Therik mengaku, absennya andalan Pakistan yaitu Aisam Qureshi dinilai cukup menguntungkan bagi Indonesia selaku tuan rumah terutama di nomor ganda. Untuk itu pihaknya berharap ganda Indonesia mampu bermain. "Di nomor ganda peluang jadi sama yakni 50:50. Absennya Aisam jelas mengurangi kekuatan lawan. Jika dia hadir, bisa dipastikan akan membangkitkan motivasi pemain lainnya. Kondisi ini membuat kapten lawan tegang," katanya. Aisam Qureshi merupakan pemain rangking 57 dunia untuk nomor ganda. Bagi Pakistan, Aisam merupakan dewa tenis dan cukup berkharisma. Absennya sang bintang membuat kekuataan tim dinilai kurang maksimal.

Pada nomor ganda yang akan bertanding Rabu (15/7), Indonesia akan menurunkan pasangan David Agung Susanto/Sunu Wahyu Trijati yang akan berhadapan dengan pasangan Pakistan, Mohammad Abid Ali Khan Akbar/Aqeel Khan. Pada hari kedua ini untuk nomor tunggal juga kembali dipertandingkan. Giliran David Agung Susanto menghadapi Aqeel Khan. Dan dipertandingan terakhir Kamis (16/7) akan mempertemukan Aditya Hari Sasongko melawan Samir Iftikhar.

"Jujur, Pakistan adalah tim kuat. Sebagai tuan rumah jelas kita ingin menang 3-0. Tapi semuanya tergantung hasil di lapangan," ujar Roy. Demi hasil terbaik, Roy Therik tetap berharap Christopher Rungkat yang saat ini masih mengalami cedera pinggang tetap bisa main, namun kemungkinan hanya di nomor ganda. Tim Indonesia masih menunggu peluang mengganti pemain hingga pukul 11.00 WIB, Selasa (14/7). (Jordan)

Christo Absen, Indonesia Lawan Pakistan

PETENIS terbaik Indonesia Christopher Rungkat yang akrab dipanggil Christo dipastikan absen memperkuat tim Indonesia pada babak kualifikasi Piala Davis zona Asia/Ocenia Grup II seri 2 di Lapangan Tenis Senayan, Jakarta, 14-16 Juli karena mengalami cedera.

"Saya masih merasakan kendala di pinggul. Itu cedera tahun lalu. Setelah diskusi dengan dokter akhirnya saya putuskan untuk istirahat dalam sepekan kedepan," kata Christo pada jumpa pers Piala Davis di Senayan, Jakarta, Minggu. Menurut dia, cederanya kembali bermasalah setelah sepulangnya dari Thailand. Saat itu dirinya mampu bermain dengan bagus dan mampu menjadi yang terbaik. Hasil ini merupakan balas dendam setelah kurang bagus di SEA Games 2015 di Singapura.

Christo merupakan pemain Indonesia yang mempunyai ranking paling tinggi atau bisa dikatakan sebagai petenis terbaik saat ini. Dengan absennya pemain peringkat 522 dunia maka kekuatan Indonesia sedikit berkurang. Meski demikian, Christo percaya dengan kemampuan teman-temannya yang akan menjadi ujung tombak menghadapi Pakistan. Pemain yang ada meski peringkatnya dibawah dirinya, namun secara kemampuan pantas untuk diunggulkan.

"Pelatih jelas sudah menyiapkan yang terbaik. Persiapan untuk menghadapi Pakistan juga cukup bagus," kata pria kelahiran 14 Januari 1990 itu. Untuk menghadapi Pakistan, pelatih sekaligus kapten tim Roy Therik telah menyiapkan pemain terbaik mulai dari peraih perak SEA Games 2015 yaitu David Agung Susanto. Selain itu ada Aditya Hari Sasongko dan Sunu Wahyu Trijati.

"David kemampuannya terus meningkat. Itu dibuktikan saat SEA Games lalu. Kami berharap David mampu merebut poin pertama untuk Indonesia," kata Christo menegaskan. Terkait dengan kemampuan calon lawan, Christo mengaku cukup mengenal dengan karakter salah satu petenis Pakistan yaitu Aqeel Khan. Menurut dia, atlet kelahiran 30 Januari 1980 merupakan pemain berpengalaman.

Untuk dua pemain lainnya yaitu Mohammad Abid Ali Khan Akbar dan Samir Iftikhar pihaknya belum terlalu mengenal. Hanya saja, pihaknya meminta kepada teman-temannya untuk tetap waspada meski mempunyai peluang untuk menang. Kendati absen peluang Indonesia cukup besar memenangkan pertandingan ini, pasalnya Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.(Jordan)

Tunda Kehamilan, Akhirnya Angie Peroleh Calon Bayi Kembar

Minggu, 12 Juli 2015

HATI dan perasaan mantan petenis nasional Angelique Widjaja sedang berbunga-bunga. Pasalnya juara Wembledon tunggal putri junior ini berhasil melewati masa-masa morning sickness saat hamil muda dan dokter memastikan bayi yang dikandungnya kembar.

Angie, sapaan akrab Angelique menikah dengan Andreas Timothy Hadikrisno pada 22 November 2010. Seperti pasangan lain, mereka berkeinginan segera dapat momongan. Berniat menunda kehamilan satu tahun, Angie baru hamil 4,5 tahun kemudian. Kegembiraan Angie pun berlipat ganda karena ternyata calon bayinya kembar.

"Senang banget pas tahu hamil. Saya kan nunggunya cukup lama. Eh, sudah begitu dikasihnya twins. Tuhan baik sekali saya langsung dikasih dua. Tepat tiga bulan pertama benar-benar mabuk sampai-sampai berat badan turun tiga kilogram. Syukurlah sekarang sudah kembali normal,” kata Angie.

Menurutnya selama itu saya enggak bisa ngapai-ngapain. “Hanya tinggal di rumah saja, tidak pernah kemana-mana," jelas pemilik medali emas beregu putri Asian Games 2002 Busan itu. Seiring berjalannya waktu kondisi Angie membaik. Dia dinyatakan sehat. "Kondisi saya dan babies baik, jadi enggak ada pantangan apapun. Dokter juga tidak memberikan pesan-pesan khusus," ucap angie yang pernah menduduki peringkat ke-55 WTA itu. (Raf)

Angie Siap Cetak Petenis Andal, Lewat Akademi AD

Selasa, 23 Juni 2015

JUARA Wembledon Tunggal Putri Junior 2001 yang juga mantan petenis nasional Angelique "Angie" Widjaja sangat miris melihat prestasi tenis Indonesia belakangan ini. Buktinya ia mau jemput bola, untuk mencari bibit petenis muda potensial yang diharapkan mampu bersinar di level internasional.

"Misi kami ingin menyetak petenis masa depan. Apalagi kami mendapatkan dukungan dari perusahaan yang benar-benar ingin memajukan tenis Indonesia," tutur Angie di sela-sela penandatangan kerja sama dengan PT Impack Pratama Industri di Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Menurut Angie, ada dua mekanisme yang akan digunakan untuk mencari bibit tenis muda Indonesia. Pertama adalah akan memberikan materi pelatihan pada anak usia antara 4-15 tahun. Mereka akan mendapatkan pelatihan sesuai dengan program yang ada.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pihaknya juga akan memberikan sponsor pada atlet potensial. Hanya saja hingga kini pihaknya belum secara resmi menjalin kontrak dengan petenis yang diharapkan mampu bersaing di kancah internasional.

"Kami juga akan memberi sponsor pada atlet daerah yang berpotensi tetapi tidak bisa bertanding karena terkendala anggaran. Kami akan memberikan kesempatan," katan. Angie dengan bendera AD Tennis Academy akan memberikan pelatihan kepada atlet muda sesuai dengan program yang ditetapkan bersama mitranya yang juga mantan pelatih nasional Deddy Tedjamukti.

Selain memberikan materi pelatihan, AD Tennis Academy yang telah berdiri sejak 2010 juga akan memberikan kesempatan untuk menguji kemampuannya pada kejuaraan level nasional maupun internasional. "Potensi atlet tenis Indonesia memang besar. Tapi selama ini belum dimaksimalkan. Makanya ini peluang untuk memberikan kesempatan mereka untuk bersaing," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama perwakilan PT Impack Pratama Industri Tbk, David mengatakan dengan adanya kerja sama dengan salah satu sekolah tenis terbaik di Indonesia diharapkan mampu memberikan sumbangsih kepada peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

"Program ini adalah salah satu program CSR kami. Yang jelas kami ingin membantu pembinaan atlet tenis Indonesia agar bisa lebih berprestasi. Ini sesuai dengan visi kami," katanya usai penandatanganan kerja sama. Prestasi tenis Indonesia saat ini memang belum maksimal. Beberapa kejuaraan yang diikuti selalu belum mampu memberikan yang terbaik termasuk pada SEA Games 2015 di Singapura. (Jordan)

PP Pelti Gelar Tiga Turnamen Futures

Senin, 23 Maret 2015

LUAR biasa secara beruntun Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menggelar tiga seri turnamen tenis internasional, kategori Men’s Futures yang masing-masing menyediakan total hadiah 10.000 dollar AS. Rangkaian kejuaraan itu terdiri dari Indonesia F1 (Gubernur Kalimantan Utara di Tarakan, 30 Maret – 5 April), Indonesia F2 (Walikota Tegal Open di Tegal, 6 - 12 April), dan Indonesia F3 (PGN Men’s Futures di Jakarta, 13 - 19 April).

“Harapan kami para petenis Indonesia dapat memanfaatkan seri turnamen internasional ini dengan maksimal, sehingga lebih banyak lagi petenis nasional yang memiliki peringkat dunia,” jelas Ketua Umum PP Pelti Wibowo Suseno Wiryawan kepada wartawan di Jakarta.

Event pertama yang berlangsung Stadion Tenis Indoor Telaga Keramat di ibukota propinsi termuda di Pulau Borneo itu akan menjadi ajang unjuk kebolehan petenis dari benua Eropa (Perancis, Spanyol, Serbia, Inggris dan Swiss), Asia (Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, India, Thailand, Vietnam, Singapura dan Malaysia), Amerika (Amerika Serikat, Argentina dan Kanada), Australia dan Selandia Baru serta Afrika Selatan.

Sementara para petenis Indonesia akan diwakili oleh petenis yang menghuni skuad Piala Davis, yaitu Christopher Rungkat, David Agung Susanto, dan Aditya Hari Sasongko. Dari Tarakan, peserta Gubernur Kalimantan Utara bakal melanjutkan ke seri kedua turnamen Indonesia Men’s Futures, Walikota Tegal Open 2015di GOR Wisanggeni Tegal, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan yanga sama Walikota Tegal menyatakan pihaknya siap menggelar even internasional itu. “Kota Tegal telah siap menjadi tuan rumah International Tennis Federation Men’s Futures Walikota Tegal Open 2015. Event tenis bergengsi ini akan menjadi momen bersejarah dan diharapkan mata dunia tertuju pada Kota Tegal,” kata Hj. Siti Masitha Soeparno, Walikota Tegal.

Pemerintah Kota Tegal telah menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk didalamnya menambah dua lapangan baru, berpermukaan plexipave berstandar internasional. Dengan demikian, GOR WIsanggeni yang menjadi tempat berlangsungnya kejuaraan itu saat ini memiliki tujuh arena tenis hardcourt. Sebelumnya, Kota Tegal telah berpengalaman menyelenggarakan turnamen internasional serupa lima tahun silam, Juni 2010.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Kota Tegal kepada pembinaan olahraga tenis nasional,” ungkap Hj. Siti Masitha Soeparno. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan hiburan menarik bagi masyarakat Kota Tegal yang tengah merayakan ulang tahun ke 435 Kota Tegal, 12 April 2015. Setelah Tegal dan Tarakan, Indonesia PGN Men’s Future 2015 di Elite Club Rasuna Epicentrum, Jakarta menjadi penutup rangkaian turnamen yang digelar PP Pelti dalam semester pertama musim kompetisi ini. (Jordan)

Tim Davis Indonesia Yakin Kalahkan Iran

Selasa, 24 Februari 2015

TIM Davis Indonesia yakin dan optimistis mengalahkan tim Iran dalam babak penyisihan Piala Davis Grup II Zona Asia Oseania 2015 di Stadion Tenis Bukit Asam Palembang, Sumatera Selatan, 6-8 Maret. Demikian ditegaskan
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Wibowo Suseno Wirjawan

"Berdasarkan peringkat pemain kita lebih baik peringkatnya dibanding tim Iran. Christopher Rungkat telah meraih peringkat 579 dunia. Sedangkan petenis terbaik mereka sekitar 600-an. Apalagi kita pernah mengalahkan mereka di Teheran pada 2011 lalu," kata Wirjawan kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Menurut Wirjawan bahwa dengan materi empat pemain optimis Indonesia menaklukkan Iran. Christopher yang menjadi tumpuan walau masuknya muka baru David Agung. “Pengalaman bertanding Christo sangat dibutuhkan dalam tim. Apalagi dia satu satunya pemain yang memborong tiga angka kemenangan saat menjinakkan Iran 3-2. Lalu saat ini kita bertindak menjadi tuan rumah, sehingga dia atas kertas kita unggul,” kata Wirjawan.
Selain Christopher dan David, dua petenis lain yang akan mengikuti babak penyisihan Materi Piala Davis Grup II adalah Christho, David, Aditya Hari Sasongko dan Sunu Wahyu Triaji.Jika menang melawan Iran, tim kami akan menghadapi tim Pakistan atau Kuwait.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelti Donald Wailan Walalangi mengatakan tim tenis Indonesia telah terbiasa bermain di lapangan keras seperti di Stadion Bukit Asam Palembang, sedangkan tim Iran terbiasa bermain di lapangan tanah liat. "Bermain di kandang mereka, kami mampu menang. Kali ini kami bermain di kandang sendiri, keinginan menang tentu lebih besar," kata Donald.

Dalam kesempatan yang sama Pelatih tim pelatnas Pelti Roy Therik mengatakan persiapan keempat atlet pelatnas putra itu mencapai 80 persen setelah berlatih sejak awal Januari 2015. "Perhitungan di atas kertas, kami unggul karena atlet kami terbiasa bermain di lapangan keras. Tapi dalam pertandingan Piala Davis, kami tetap harus hati-hati karena tim Iran terkenal unggul dalam bertahan," kata Roy.

Roy berharap keempat atlet tenis pelatnasnya dapat mencapai babak ketiga pada September mendatang dengan kemungkinan melawan tim Taiwan. "Ada dua indikator untuk mencapai ke sana yaitu hasil SEA Games 2015 dan pertandingan babak kedua pada Juli apakah Pakistan atau Kuwait," kata Roy.

Menurut Christopher pemain yang paling senior di tim ini mengaku bersama tiga rekannya akan terus memaksimalkan waktu menjelang pertandingan di Palembang. "Analisa saya bahwa dari tipe dan gerakan permainannya, petenis Iran lebih dominan bermain di lapangan tanah liat. Kita sebagai tuan rumah tentu memperoleh dengan bertanding di lapangan keras," kata Christo. (Jordan)

Indonesia Optimis Atasi Hongkong

Jumat, 18 April 2014

BERTINDAK sebagai tuan rumah Tim Davis Cup Indonesia akan menghadapi Tim Davis Cup Hong Kong pada babak Play Off Grup II Zona Asia/Oceania, 25-27 April 2014. Pada pertandingan yang akan digelar di Jakarta itu, tim Indonesia wajib mengalahkan Hong Kong jika tidak ingin terdegradasi ke Grup III.

Menurut Pelatih Tim Davis Indonesia, Roy Therik, justru mengaku tidak terbebani karena keyakinannya bisa mengatasi Hong Kong di Jakarta.

"Ini merupakan tanggung jawab besar. Sebab kita memenangi pertandingan ini merupakan tanggung jawab besar bagi saya. Meski begitu, saya sebagai pelatih sama sekali tidak tertekan karena yakin anak-anak bisa menang di Jakarta nanti. Apalagi, Indonesia bertindak selaku tuan rumah," terang Roy Therik kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Roy mengaku dalam persiapan jelang menghadapi Hongkong, tidak memiliki kegiatan khusus yang diterapkannya. "Kegiatan hanya melakukan latihan standar untuk memulihkan stamina pemain. Pekan ini kami hanya melakukan latihan teknik dan simulasi pertandingan. Hal penting pada pertandingan nanti para pemain akan bekerja keras," jelasnya.

Seperti kita ketahui Indonesia menjalani babak Play Off grup II Zona Asia, setelah menelan kekalahan 2-3 dari Tim Davis Kuwait pada Januari 2014. Untuk itu, Indonesia ditargetkan memenangi laga melawan Hong Kong. Sebab, jika kalah Indonesia terpaksa terlempar ke Grup III Zona Asia/Oceania. (Jordan)

Pelti Gelar Dua Liga Tenis Junior

Jumat, 07 Februari 2014

PENGURUS Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) bergerak cepat, guna mencari bibit petenis potensial usia dini. Terkait hal itu Pelti akan menggelar dua turnamen Liga Tenis Junior Nasional di beberapa kota. Pertama, turnamen ‘Fastron Liga Tenis Junior Nasional’ digelar pada 15-17 Februari di Surabaya, Jawa Timur. Kemudian ‘Bank Mayapada Liga Tenis Junior Nasional’ diadakan di Jakarta pada 8-10 Maret, dan Bandung pada 4-6 April.
Demikian dijelaskan Ketua Umum PP PELTI, WS Wirjawan. “PP PELTI ini lebih memfokuskan pada proses produksi pemain junior dan talenta tenis nasional. “Kami berharap akan memiliki stok pemain sejak usia dini. Sehingga terciptanya atlet internasional untuk sepuluh ke depan,” ujar Wirjawan di Kantor Sekretariat PP Pelti Stadion Tenis, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).
Dua event itu disponsori PT Pertamina (Persero) dan Bank Mayapada. Hal ini mereka lakukan untuk menunjukan pedulinya terhadap perkembangan olahraga di Indonesia, khususnya cabang olahraga tenis. Liga Tenis Junior Nasional dengan ‘Fastron Liga Tenis Junior Nasional’ akan diawali di Surabaya, Jawa Timur, pada 15-17 Februari. Turnamen tersebut akan memainkan 10 seri dan satu master, dengan nomor tunggal putra/putri kelompok umur 8, 10, 12 14 dan 16 tahun.
Gita menambahkan rasa optimisnya, karena setiap kota akan ada 100 anak yang mengikuti. Totalnya, lebih dari ribuan anak yang mengikuti Liga Tenis Junior Nasional. Selain Pertamina, Bank Mayapada turut andil dalam turnamen bertema ‘Bank Mayapada Liga Tenis Junior Nasional’ di Jakarta pada 8-10 Maret. Kemudian dilanjutkan di Bandung, Jawa Barat, pada 4-6 April.
Sementara itu Suwandy Direktur Bisnis Bank Mayapada mengatakan pihaknya akan mengalokasikan sebagain dana perusahaan untuk pembinaan, salah satunya melalui program Liga Tenis Junior Nasional. Kita harapkan ada atlet Indonesia yang go international seperti Yayuk Basuki.
Dalam kesempatan Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, berharap bahwa dukungan Pertamina terhadap Liga Tenis Junior Nasional mampu menumbuhkan motivasi yang kuat bagi atlet muda generasi penerus bangsa. PP PELTI mengapresiasi dukungan serta partisipasi para sponsor utama Liga Tenis Junior Nasional. Pasalnya, mereka telah menunjukan perhatian terhadap perkembangan olahraga di Indonesia. (Jordan)


Gagal di tunggal, Iswandaru Sukses di Ganda

Senin, 11 November 2013

GAGAL di nomor tunggal putra Iswandaru, sukses di nomor ganda putra di ajang Kejuaraan Tennis Indonesia ATF U14 2013 di lapangan Tenis Kemayoran, Jakarta Utara, Minggu (10/11/2013). Iswandaru sempat mengalami cidera ringan, kram di pangkal papa kiri. Sehingga sebelum partai ganda dimainkan dia menyempatkan diri massage selama 30 menit, lalu kembali melangsungkan pertandingan.
Pada partai final tunggal putra Iswandaru petenis yang berstatus sebagai pelajar Sports School Ragunan itu takluk di tangan Denton Ho 2-6, 6-8 (8-6). Padahal, Iswandaru sudah berusaha berjuang di bawah terik matahari. Partai final itu mendapat perhatian kusus dari Martina Widjaya mantan Ketum PP Pelti.
"Permainan Denton masih bisa saya imbangi namun saya memang kalah segala-galanya dari Denton. Kalah tinggi dan power itu sudah pasti. Saya juga kalah bagus, jangkauan dan juga kalah umur," ujar lelaki kelahiran Blora, 6 Januari 2000 ini kepada wartawan di lapangan Tenis Kemayoran usai kalah di final nomor tunggal putra.
Usai menjalani massage akibat cidera pangkal paha, Iswandaru melanjutkan pertandingan di nomor ganda berpasangan dengan Indra WA, petenis asa Kaltim, mereka gagah perkasa mengalahkan pasangan Gammas.S/Yogi A dengan skor telak 6-1, 6-1.
"Permainan mereka sudah kami baca dan antisipasi. Sehingga kami memang menang segala-galanya. Sejak awal saya dan Indra memang sudah yakin bakal jadi juara. Apalagi, kami sudah tahu permainan pasangan yang berasal dari Jateng dan Jabar tersebut," ungkap Iswandaru yang ingin membalas kekalahannya dari Dento, jika bertemu selanjutnya.
Kejuaraan Tennis Indonesia ATF U14 2013 yang digelar kerjasama antara Sekolah Jubilee dan Yayasan Pembina Olahraga Tenis Indonesia (Yaporti) yang berlangsung 5-10 November di lapangan Tenis Kemayoran, Jakarta Utara, tergolong sukses. Baik dari segi penyelenggaraan maupun prestasi. Indonesia sukses meraih tiga gelar, di nomor tunggal putrid, ganda putra dan ganda putri, hanya nomor tunggal putra yang lepas. (Jordan)


Indonesia Berpeluang Kawinkan Gelar

Sabtu, 09 November 2013

TUAN rumah Indonesia berpeluang meraih gelar juara di nomor tunggal putra. Pasalnya dua petenis putra kita berhasil lolos ke semifinal turnamen internasional Jubilee School ATF 14 U di lapangan tenis Kemayoran Jakarta. Kedua petenis tersebut adalah Indra Wahyu Anshari asal Balikpapan dan Iswandaru Kusumo Putro asal Blora.

Satu petenis kita yang gugur adalah Yarynara Suharyadi, putra pasangan Yayuk Basuki dan Suharyadi nyaris lolos namun usahanya setelah dipatahka petenis Hongkong Denton Ho. Denton Ho , di set pertama sukses membukukan kemenangan telak 6-0 tetapi di set kedua Yarynara gagal selesaikan kemenangan. Padahal Yarynara sudah unggul 4-2 tetapi tidak bisa menyesaikan permainannya sampai kedudukan 6-6 dan penentuan melali tie break dan Yarynara kalah 3-7.

Dalam perempatfinal Indra Wahyu Ansharai berhasil menang dari petenis asal Pamekasan Daniel Valentino Soemarno 6-3 6-4, sedangkan Iswandaru mengalahkan petenis Jepang Yusuke Tamaki 6-2 6-2.

Di semifinal, Sabtu (9/11/2013) Iswandaru menantang unggulan 1 asal Filipina Michael Francis Eala yang hari ini menyisihkan andalan Semarang Manggi Wardoyo 6-4 6-1. Indra Wahyu Anshari menantang unggulan 4 asal Hongkong Denton Ho. Jika kedua petenis Indonesia ini menang akan tercipta all Indonesian final. Itu artinya gelar sudah pasti direbut petenis tuan rumah.

Sementara hasil yang sangat mengembirakan terjadi di nomor putri, Indonesia lebih dahulu berhasil dengan menempatkan 2 petenis di final, yakni Fitriani Sabatini berhadapan dengan Samantha C Nanere asal Bandung. Fitriani berhasil menyisihkan Justine Sophie 7-6(2) 6-1. Samantha Nanere berhasil menumbangkan Safira Astuti 6-0 7-6.

Harum Energy Gelar Turnamen Tenis Junior

Selasa, 22 Oktober 2013

HARUM Energy gelar Turnamen National Junior Master 2013 yang yang berlangsung di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, 23-27 Oktober mendatang. Sebanyak 30 petenis junior akan tampil di nomor yang pertandingan khusus tunggal putra dan putri pada kelompok umur (KU) 12, 14, dan 16 tahun.
Menurut Paul Sindunata, Direktur Sportama Tenis bahwa di setiap KU diikuti 10 pemain. Para petenis tersebut merupakan petenis yang meraih peringkat 10 Besar hasil turnamen Sportama Yunior Series 2013 yang dilakukan di Temanggung, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.
"Di setiap kelompok umur akan dibagi menjadi dua grup, A dan B. Masing-masing grup diisi lima orang. Jadi setiap pemain akan saling bertemu untuk menentukan siapa yang menjadi terbaik. Juara grup dan runner up akan lolos ke babak semifinal. Juara Grup A akan bertemu dengan runner up Grup B, begitu juga sebaliknya. Di semifinal dan final akan menggunakan sistem gugur," kata Paul kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Masih menurut Paul, panitia tidak menyediakan hadiah uang bagi pemenang. Namun, pemenang akan dikirim ke luar negeri untuk mengikuti turnamen. "Juara KU-12 dan KU-14 tahun bakal dikirim mengikuti turnamen yunior di Australia, Desember 2013. Sementara juara KU-16 tahun dikirim ke turnamen ITF Yunior di Filipina, November mendatang," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Junior PP Pelti Aga Soemarno, mengharapkan agar para petenis yang bakal bertanding bisa menunjukkan kualitas permainan terbaik seperti saat mengikuti Turnamen Sportama Yunior Series 2013, Januari - September lalu. Apalagi, pemenangnya berkesempatan menjalani turnamen di luar negeri selama dua pekan.
Hal senada disampaikan Head of Investor Relations Harum Energy Veronica Jordan mengatakan, pihaknya berahrap dari Turnamen Harum Energy National Junior Master 2013 ini mucul atlet-atlet yang berprestasi. "Sehingga kelak mereka diharapkan bisa menjadi petenis yang masuk peringkat ITF dan ATP," tandas Veronica. (Jordan)

Tim Davis Indonesia Target Menang Lawan China Taipei

Jumat, 06 September 2013

GUNA menghadapi tuan rumah China Taipei, Tim Davis Cup Indonesia menurunkan scuad terbaik. Partai Group 1 Davis Cup Asia Oceania di Kaohsiung Yangming Tennis Court, Kaohsiung City, China Taipei, 13-15 September. Tunggal pertama masih dipercaya petenis terbaik Indonesia Chrisythoper Rungkat. Sementara tunggal kedua diisi Elber Sie. Serta dua pemain lainnya David Agung Susanto dan Wisnu Adi Nugroho. Harus diakui secara secara peringkat, para petenis Indonesia berada dibawah China Taipei, namun Indonesia bertekad untuk bisa meraih kemenangan sekaligus mempertahankan posisi di Group 1.
“Peluang Indonesia cukup besar, kendati kita menghadapi tuan rumah dan secara peringkat kita jelas di bawah China Taipei.Namun pertandingan ini kan secara beregu. Secara mental kita masih unggul jauh,” kata Maman Wirjawan saat pelepasan Tim Davis Indonesia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/9).
Anggota Tim Davis Indonesia sudah menyatakan kebulatan tekad mereka untuk berjuang habis-habisan sampai titik nadir, untuk meraih kemenangan. Sehingga Indonesia tetap bertahan di Group I. “Persiapan tim sudah maksimal dan tekad para pemain sudah siap tanding. Yang menjadi penyemangat bahwa Indonesia dapat unggul adalah berkat dukungan dari sponsor Maskapai Penerbangan Garuda dan Mitra Adi Perkasa,” tandas Maman.
Dalam kesempatan yang sama mantan petenis Davis Cup Indonesia Feby Widhiyanto kali ini dipercaya sebagai Playing Captain Feby Widhiyanto. Menurutnya, persiapan tim Davis Cup Indonesia sudah berlangsung sekitar tiga bulan. “Untuk lebih mematangkan strategi dua petenis yakni Christo dan Elbert mengikuti turnamen di luar negeri,. Sedangkan dua petenis lainnya terus diasah kemampuan mereka di dalam negeri,” kata Feby. Christo masih di mengikuti kejuraan di Belanda, Sedangkan Elbert main di Malaysia. Kedua pemain ini akan langsung bergabung dengan tim di China Taipei, Selasa mendatang
Dalam peringkat yang dikeluarkan Federasi Tenis Dunia (ITF), jelas peringkat rata-rata petenis Indonesia di bawah petenis China Taipei. Saat ini, peringkat tertinggi petenis Indonesia ditempati Christopher Rungkat (371), Elbert Sie (1083), David Agung (1296), dan Wisnu Adi Nugroho (1768), sementara petenis China Taipei yaitu Liang Chi Huang (245), Ti Chen (261), Hsien-Hi Peng (122), dan Hsin-Han Lee (133). “Jelas dari segi peringkat, kita memang kalah. Tetapi kami bermain sebagai tim. Tekad itulah yang kami usung dan para pemain pun siap habis-habisan untuk meraih kemenangan,” tukas Feby.
Sementara itu dari pihak Garuda selaku sponsor menyatakan bahwa pihaknya terus mendukung perjuangan para petenis Indonesia. “Sebagai bapak angkat tenis Indonesia, Garuda Indonesia sudah seharusnya mendukung setiap program yang dijalankan oleh PB Pelti. Salah satunya untuk tim David Cup yang segera bertolak ke China Taipei,”. Direktur SDM & Umum Garuda Indonesia, Heriyanto Agung Putra, mewakili Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar yang hadir dalam acara itu. Haryanto menandaskan bahwa sebagai tindak lanjut dan bukti komitmen Garuda Indonesia sebagai bapak angkat tenis Indonesia. Kami kini tengah terlibat pembahasan dengan PB Pelti untuk merumuskan rencana-rencana kerjasama dalam rangka pembinaan tenis Indonesia di masa mendatang. (Jordan)
Tim Piala Davis Indonesia:
1. Christopher Rungkat (peringkat 371)
2. Elbert Sie (1083)
3. Wisnu Adi Nugroho (1296)
4. David Agung Susanto (1768)

Tim Piala Davis Taiwan:
1. Liang-Chi Huang (245)
2. Ti Chen (261)
3. Hsien-Yin Peng (122-peringkat ganda)
4. Hsin-Han Lee (133-peringkat ganda).


Prihatin Dengan Kondisi Prestasi Tenis Indonesia, Yayuk Gelar Turnamen

Rabu, 05 Juni 2013

Prihatin Dengan Kondisi Prestasi Tenis Indonesia, Yayuk Gelar Turnamen
MANTAN petenis terbaik Indonesia tenis Indonesia Yayuk Basuki sepertinya merasa miris dengan perkembangan tenis di tanah air. Terkait hal itu Yayuk tergerak hatinya untuk menggelar kejuaraan tenis khusus yunior bertajuk “Turnamen Tenis Yunior Gasim Cup 2013”. Kejuaraan itu akan digelar di Lapangan Tenis Rebound Ace Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 24-30 Juni.
Yayuk menggandeng nama Gasim karena pendukung utama turnamen ini adalah seorang pengusaha muda bidang pertambahan, Rudy Gasim. Keterlibatan pengusaha batubara ini diharapkan akan memicu para pengusaha lain untuk membantu pembinaan tenis di Indonesia, khususnya dari usia dini. “Keterlibatan pak Rudy Gasim di pertenisan Indonesia patut kita syukuri. Selain hobi main tenis, beliau juga memiliki komitmen yang besar untuk membangun kembali pertenisan Indonesia yang saat ini tengah lesu,” ujar Yayuk Basuki kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, turnamen ini digelar dengan target mencari bibit-bibit petenis berbakat yang nantinya akan menjadi andalan Indonesia di kancah tenis dunia. Turnamen Tenis Gasim Cup 2013 ini akan mempertandingkaan tiga kelompok umur yaitu KU12 tahun, KU14 tahun, dan KU16 tahun. Nomor yang dipertandingkan di masing-masing KU adalah nomor tunggal putra dan putri, serta ganda putra dan ganda putri. Yayuk menambahkan, di tengah kondisi terpuruknya prestasi tenis Indonesia ini dibutuhkan banyak event untuk meningkatkan kemampuan para petenis yunior. Mantan peringkat 19 WTA ini berharap, kejuaraan ini akan diikuti minimal 300 peserta dari seluruh Indonesia.
“Dengan adanya turnamen ini, saya optimis jumlah itu bakal tercapai. Apalagi kejuaraan itu bersamaan dengan liburan sekolah. Saat ini, sudah pendaftaran telah kami buka sampai sepekan sebelum kejuaraan bergulir,” papar Yayuk. Sementara itu, Rudy Gasim sebagai pendukung utama kejuaraan ini mengatakan, ia tergerak untuk ikut membangun prestasi tenis Indonesia. Alasan itulah yang membuat ia dengan gembira menerima tawaran untuk menjadi bagian dari kejuaraan tenis yunior ini.
“Gebrakan ini adalah untuk membantu Pelti untuk mengasah dan membangun prestasi tenis Indonesia. Saya berharap dari turnamen-turnamen seperti ini, ke depan kita bisa mempunyai petenis-petenis tangguh, seperti Yayuk Basuki,” ujar Rudy Gasim. Hal senada diutarakan Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan. Menurutnya, Pelti sangat berterima kasih dan memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada pengusaha seperti Rudy Gasim yang mau membantu pelaksanaan kejuaraan yunior ini. Ia berharap, ke depan akan banyak orang-orang seperti Rudy Gasim yang mau berkorban dan mendukung pembinaan olahraga, terutama
“Beliau (Pak Rudy Gasim) ini adalah salah satu ‘orang gila’ yang harus mendapat apresiasi. Maklum hanya ‘orang gila’ yang mau berkorban, ditengah prestasi tenis Indonesia yang tengah hancur banget ini,” ujar Maman, yang mengaku tengah menyiapkan program pembinaan tenis Indonesia, yang menitikberatkan pada pembinaan petenis yunior ini. Jordan

PB Pelti Janjikan Bonus bagi Tim Fed Cup

Rabu, 13 Februari 2013

PRESTASI luar biasa yang diraih Tim Fed Cup Indonesia mendapat apresiasi dari Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI). Tim FED Indonesia yang berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Hong Kong pada babak final. Demikian ditegaskan Ketum Pelti Maman Wirjawan.

Luar luar biasa memang prestasi Tim Fed Indonesia yang telah mengikuti kompetisi berjenjang tingkat dunia pada 4-10 Februari lalu. Indonesia secara mengejutkan berhasil keluar sebagai juara tanpa mengalami sekalipun kekalahan. Dan luar biasanya adalah tanpa kehilangan satu game pun. “Saya sangat bangga dengan hasil yang berhasil dicapai oleh tim putri Indonesia. Mereka dengan meyakinkan telah berhasil keluar sebagai juara tanpa mengalami sekalipun kekalahan. Tentunya ini suatu kebanggaan bagi olahraga tenis Indonesia,” jelas Maman Wirjawan.

Tim Fed itu diperkuat tiga petenis putri Indonesia yakni Ayu Fani Damayanti, Aldila Sutjiadi, Lavinia Tananta. Maman menyatakan akan memberikan bonus kepada Tim Fed itu, namun Maman Wirjawan menolak memberitahukan berapa jumlah bonus yang akan diterima oleh ketiga pemain tersebut. “Prestasi ini awal yang bagus, tentunya atas prestasi itu mereka pantas mendapat bonus sebagai apresiasi atas pencapaian mereka yang luar biasa,” kata Maman. Namun Maman menolak nilai nominalnya.

Sementara itu, Kapten tim Fed Cup Suharyadi, mengatakan bahwa tugas yang mereka emban sangat berat. Pasalnya, yang dihadapi Indonesia adalah negara-negara kuat dalam olahraga tenis. Untuk itu, ke depan, kata Suharyadi, pihaknya meminta Pengurus Besar Persatuan Tenis Indonesia (PB-Pelti) menjadwalkan untuk mengikuti lebih banyak turnamen. Hal ini berguna untuk membentuk mental para pemain dan pengalaman mereka. "Hal ini merupakan tugas berat buat kita (tim Fed Cup). Dan saya harap ke depan bisa lebih banyak lagi untuk mengikuti turnamen," kata mantan pasangan ganda Wailan Walalangi itu.

Suharyadi mengaku, selama turnamen berlangsung, suhu di Kazakhstan yang mencapai minus dua derajat celcius, cukup menggangu tim. Tim harus beradaptasi dengan cuaca dingin tersebut. "Suhu di Kazakhstan sangat mengganggu sekali. Kita tidak bisa keluar dan akhirnya kita putuskan untuk melakukan latihan di indoor (dalam ruangan)," tegas suami dari Yayuk Basuki ini. Namun, Suharyadi mengungkapkan, keadaan atlet ketika di Kazakhstan dalam keadaan fit dan sehat. "Kondisi atlet di sana lumayan cukup bagus. Untungnya mereka tidak ada yang sakit," ungkap mantan peraih medali emas Asiang Games New Dehli 1982 ini. (Jordan)



Hadapi Jepang, Tim Davis Indonesia Tak Pasang Target

Jumat, 28 Desember 2012

TIM Davis Indonesia cukup tau diri saat menghadapi menghadapi Jepang pada pertandingan putaran pertama Grup I Zona Asia Oceania Piala Davis pada 1-3 Februari 2013, Di Jepang. Pasalnya bukan hanya materi secara tim, Negeri Matahari Terbit itu unggul, factor lain adalah Indonesia melakoni laga tandang.

Menurut salah satu pemain tim Davis Indonesia Christopher Rungkat mengakui keunggulan pemain Jepang. “Rangking dunia mereka rata tidak seperti Indonesia di mana hanya saya yang berada di urutan 100-an dunia. Jadi sebaiknya kami realistis saja. Bisa bertahan di Grup I akan menjadi pencapaian yang terbilang positif untuk kami,” ujara Christo sapaan akrab pemain terbaik Indonesia itu kepada wartawan di sela-sela pengumuman Susunan Pengurus PB Pelti masa bakti 2012-2016 di Sekretariat Pelti di Jakarta, Kamis (27/12).

Hal senada disampaikan pelatih Tim Indonesia Bonit Wiryawan bahwa secara kualitas pemain Jepang jauh lebih unggul. Hal itu dapat kita lihat dari peringkat dunia mereka. “Mereka tim bagus dan di atas kertas pemain-pemain Jepang yang mempunyai rangking lebih tinggi daripada kita,” kata Bonit. Jelang menghadapi Jepang, Indonesia menyiapkan delapan kandidat nama yang akan memperkuat tim. Mereka adalah Christopher Rungkat, Wisnu Adi Nugroho, Elbert Sie, David Agung Susanto, Indra Wijaya, Ekky Hamzah, Nesa Arta, dan Hendri Susilo.

Sementara itu wajah baru mendominasi kepengurusan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Pusat periode 2012-2016. Hampir 90 persen mereka yang duduk dalam kabinet Pelti pimpinan Wibowo Suseno Wirjawan yang akrab disapa Maman Wirjawan. Para mantan pemain nasional mengisi beberapa posisi di Pengurus PB Pelti seperti Wailan Walalangi, Teddy Tanjung, Aga Soemarno, Liza Andriyani, Angelique Widjaja, dan Yayuk Basukui. (Dan)

Berikut Susunan Pengurus Inti PB Pelti Masa Bakti 2012-2016:

Ketua Umum: Wibowo Suseno Wirjawan
Sekjen: Umbu S Samapaty
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Atlet Senior: Wailan Walalangi
Ketua Bidang Pertandingan: Teddy Tanjung
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan: Aga Soemarno
Ketua Sub Bidang Pembinaan Wasit: Akhyar Matra
Ketua Sub Bidang Pembinaan Atlet Junior: Roy Therik
Ketua Sub Bidang Kesehatan dan Sport Science: Erick Gultom
Ketua Sub Bidang Humas dan Promosi: Liza Andriyani
Wakil Ketua Sub Bidang Humas dan Promosi: Angelique Widjaja
Ketua Sub Bidang Penghargaan: Albert Wuysang


Christhoper & Lavinia Juara Garuda Master 2012

Senin, 17 Desember 2012

CHRISTHOPER Rungkat kembali memperlihatkan, kalau ia memang petenis terbaik di Indonesia. SEjatinya saat ia berhasil menjuarai turnamen Garuda Indonesia Tennis Masters 2012. Ia mengalahkan petenis Sunu Wahyu Trijati di partai final. Bertanding di lapangan tenis Hotel Borubudur, Jakarta, Minggu 16 Desember, Christoper tampil dominan. Ia mengalahkan Sunu dua set langsung 6-3 6-1.

"Setelah dua pekan lalu menjuarai PGN Tenis Internasional, dan gelar ini menjadi lengkap bagi saya. Tahun lalu saya gagal juara, terbalas sudah kegagalan saya," kata Christoper usai pertandingan. Usai ini, Christho akan fokus untuk tampil di ajang Australia Open yang berlangsung apada awal Januari 2013 mendatang. Sebab ia akan tampil di babak kualifikasi. Menurut pelatih fisiknya, Robby bahwa Christo harus fokus dan latihan lebih keras lagi untuk bisa tampil di ajang sekelas Grand Slam.

Sementara itu petenis putri, Lavinia Tananta menjadi yang terbaik di nomor tunggal putri. Ia mengalahkan Jessy Rompies dua set langsung 6-3 6-1. Partai ini sempat terhenti pada game kedua, akibat turunnya hujan, sehingga dilanjutkan di lapangan indoor. "Saya fokus meraih poin demi poin. Sebelumnya, saya sudah pernah di main indoor, jadi tidak ada kesulitan berarti. Saya pikir Jessy fokusnya mudah hilang dan saya tidak kasih dia kesempatan berkembang," kata Lavinia.

Bagi Jessy partai final melawan Lavinia menjadi antiklimaks, sebab di partai semifinal ia berhasil mengalahkan unggulan utama Ayu Fani Damayanthi. “Saya bermain buruk, sebab tenaga sudah habis melawan Ayu di semifinal,” kata Jessy. Christopher berhak atas hadiah sebesar Rp113 juta dari turnamen ini, sementara Lavinia Rp86 juta. Adapun para runner up Jessy dan Sunu mendapatkan Rp41 juta. (Jordan)


BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET