Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label PON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PON. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

PENGPROV FORKI DKI Jakarta secara resmi menolak kebijakan dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) dan PB PON terkait penggunaan sistem komputerisasi pada drawing PON 2016 karena dinilai belum teruji.

“Kebijakan itu kurang fair dan bijaksana. Seharusnya sebelum digunakan diuji dulu. Karate-kan banyak kejuaraan dalam setahun. Setelah itu dilakukan evaluasi. Sistem ini memang sudah dicoba di Jambi khusus untuk wasit. Tapi hasilnya kurang efektif dan membuat kurang nyaman,” kata Ketua Pengprov Forki DKI Jakarta Dody Rahmadi Amar di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, drawing menggunakan sistem komputerisasi sebenarnya sudah ditolak pada Rakernas PB Forki di Cilangkap, Jakarta, beberapa waktu yang lalu. Namun, keputusan tersebut tidak dijalankan. Padahal hampir semua pengprov setuju dengan menggunakan sistem manual.

“Dengan sistem ini membuka peluang terjadinya kecurangan-kecurangan yang akan memicu kericuan. Lebih baik drawing dilakukan manual dan terbuka sebagaimana arahan Kabinpres PB Forki yang disampaikan pada breafing wasit bulan Agustus lalu. Apalagi drawing olimpiade masih dilakukan secara manual,” katanya menambahkan.

Tidak hanya sistem komputerisasi untuk drawing, Pengprov Forki DKI Jakarta ini juga menolak sistem wild card dan peniadaan batasan umur atlet. Sistem ini dinilai sangat merugikan kontingen karate asal ibu kota ini karena persiapan yang dilakukan sudah sesuai aturan awal.

“Untuk turun di PON Jawa Barat, kami menyiapkan tim sejak dua tahun lalu. Dengan adanya wild card yang kami nilai subyektif semua persiapan yang kami lakukan berantakan,” kata Dody Rahmad Amar dengan tegas.

Sesuai dengan aturan yang ada sebelumnya, batas usia atlet yang bisa turun di PON 2016 adalah 30 tahun. Namun, keputusan tersebut semuanya berubah. Bahkan atlet senior Umar Syarief yang sudah kenyang pengalaman juga akan turun gelanggang. “Kalau atlet kami kalah dipertarungan kami tidak mempermasalahkan, tapi jangan kalah karena coba-coba,” kata mantan Ketua KNPI DKI Jakarta itu.

Saat ini Pengprov Forki DKI Jakarta terus berupaya untuk menggalang dukungan dengan Forki daerah lain. Bahkan, pihaknya mengaku banyak daerah yang memberikan dukungan dengan apa yang diperjuangkan. Selain itu, Pengprov Forki DKI Jakarta juga akan melakukan komunikasi dengan beberapa stake holder olahraga Indonesia yang salah satunya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi termasuk dengan PB Forki dan PB PON. Jordan

Ahok:PON Adalah Sasaran Antara Menuju SG 2017 dan AG 2018

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjanjikan bonus bagi atlet kontingen DKI Jakarta yang berhasil meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Demikian disampaikannya secara langsung dalam acara Pelepasan Kontingen DKI Jakarta yang akan berlaga dalam kompetisi PON XIX, Rabu.

"Bonus itu kami berikan kepada atlet yang mampu menyumbangkan emas selama PON XIX. Bonus itu diberikan untuk meningkatkan semangat atlet," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga menjanjikan untuk tahun depan, bonus bukan hanya diberikan kepada atlet yang berhasil meraih medali emas, tetapi juga untuk klub yang melatih atlet tersebut.

"Tahun depan, kami akan anggarkan pemberian bonus, bukan cuma untuk atlet, tetapi juga klub yang telah melatihnya. Bonus ini untuk menghidupkan klub sekaligus atletnya," ujar Basuki. Dengan memperkuat klub olahraga, dia menuturkan, maka kualitas atlet-atlet yang dihasilkan juga semakin baik. Terlebih, pihaknya pun berencana untuk mengganggarkan pengadaan alat-alat olah raga melalui klub yang ada.

"Jadi, nantinya saya tidak mau lagi pengadaan alat-alat olahraga dilakukan melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta, tetapi langsung diserahkan kepada klub melalui hibah," tutur Basuki.
Dia mengungkapkan pengadaan alat-alat olahraga melalui klub dilakukan mengingat klub olahraga merupakan pihak yang dianggap paling mengerti dan memahami akan kebutuhan alat olahraga.

"Klub olahraga pasti lebih mengerti sial kebutuhan alat-alat olahraga. Lagi pula, yang selama ini terjadi adalah pengadaan alat olahraga itu memakan waktu yang sangat lama, padahal atlet membutuhkannya untuk latihan," ungkap Basuki.

PON XIX akan berlangsung mulai 17 hingga 29 September 2016 di 16 kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. PON XIX akan mempertandingkan 44 cabang olahraga, 64 disiplin cabang olahraga dan 624 nomor pertandingan serta memperebutkan 756 medali emas. Jordan

Pelaksanaan Sistem Pelayanan Trasnportasi PON XIX 2016, Didukung PLN

Jumat, 29 Juli 2016

PENTAS Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah sebagai kegiatan olahraga nasional yang memiliki misi dan visi nasional dan diyakini sebagai wadah momentum pemersatu bangsa. Di mana konsekuensinya, prestasi olahraga akan membawa nama harum Indonesia di kancah regional dan internasional.

Harapannya, tentu ke depan menghasilkan insan olahraga yang pada saatnya nanti mewakili Indonesia di pentas luar negeri. “Untuk itu, kami memandang penting kegiatan ini dan sangat antusias ingin menjadi bagian untuk turut serta mensukseskan kegiatan akbar ini. Karena kami memiliki system manajemen transportasi dan sumber daya pontesial dan berpengalaman menjalankan kegiatan seperti ini,” ujar Pramudito Adi Sulistio, CEO PT Prima Lintas Nusa kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Pempy, sapaan akrabnya, menambahkan di PON XIX/2016 nanti, pihaknya hadir dalam kegiatan yang berlangsung di 16 kota/kabupaten. “Kami sebagai jasa pendukung kebutuhan transportasi, akomodasi, tiket pesawat, dan menyiapkan paket-paket tours sekitar Jawa Barat siap mendukung sepenuhnya demi kebutuhan PON 2016,” tegasnya pria Jakarta, 25 Januari 1968 ini.

Menjadi perusahaan pengelola jasa transportasi terpadu yang memiliki standar pelayanan akan transpotasi itu sangat penting, kata Pempy. “Oleh karenanya kami akan memobilisasi kedatangan dan kepulangan ofisial dan atlet dari dan atau kembali ke daerahnya masing-masing. Memobilisasi peserta seremonial (pembuka/penutup) kegiatan PON Jabr 2016. Serta mobilisasi dari dan kembali dari penginapan ke venues pertandingan,” tuturnya.

Putra mantan Sekjen KOI Soeworo, eranya Sri Sultan Hamengkubowono IX 1962-1979 ini, menambahkan pihaknya pun telah membuka kantor cabang di Bandung yakni di Jl. Pasteur No. 29 (Depan Biofarma). Telepon 081220817697. “Atau di kantor pusat kami di Jakarta: Kawasan GBK, Ex Golf Driving Range, Jl. Pintu V Parkir Timur, Senayan, Jakarta Pusat. 1270. Atau di telepon: (021) 29543231, dan 29543159,” tambahnya.

Menurut Pempy PLN beserta grub dan anak perusahaannya juga bergerak di bidang airport handling, passport dan visa, transportasi/pariwisata, hotel dan akomodasi. Juga melayani Internasional dan ticket domistik, tour package, Even Organizer, dan MICE ( Meeting, Incentif, Conference, dan Eksebisi). Jordan

Papua Siapkan SDM Berkualitas di PON 2020

Selasa, 21 Juni 2016

PEMERINTAH Provinsi Papua persiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Namun upaya itu tidak mudah sebab cukup rumit untuk sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kemampuan keahliahan dan mengusai sebanyak 14 sektor pendukung.

"Paling rumit memang SDM. Kami akui ketersediaan SDM tidak setinggi di Jawa. Makanya kami harus mempersiapkan jauh-jauh dari," kata Kadisorda Papua Yusuf Yambe Yabdi di sela Bimtek Menuju PON XX Papua di Hotel Century Senayan, Jakarta, Senin.

Menurut dia, dengan sisa waktu yang ada, pihaknya bergerak cepat untuk bersiap diri dan salah satu upayanya adalah membawa sekitar 30 orang dari lingkungan Dinas Olahraga dan KONI Papua untuk menjalani bimbingan teknis di bawah arahan dari KONI Pusat.

Jumlah tersebut, kata dia, akan terus bertambah hingga 140 orang karena disesuaikan dengan jumlah bidang yang akan ditangani. Masing-masing bidang nantinya akan dimotori oleh 10 orang yang sebelumnya sudah menjalani pelatihan atau bisa dikatakan ahli dibidangnya.

"Dari bimtek ini akan diketahui siapa untuk pos mana. Setelah bimtek langsung ditetapkan. Misal Si A fokus di sekretariat, si B pegang masalah transportasi dan si C bidang kesehatan. Disini (bimtek) semua hal harus bisa dipahami semua peserta," katanya menambahkan.

Pria yang juga menjadi Sekretaris Umum PB PON 2020 itu menjelaskan, pengetahuan yang didapat di bimtek ini akan diaplikasikan di lapangan. Apalagi, lokasi pertandingan PON 2020 dilakukan dibanyak tempat yaitu Jayapura, Biak, Wamena, Timika dan Merauke.

"Yang melakukan bimtek di Jakarta khusus untuk perwakilan Disorda dan KONI Papua. Selanjutnya, hasil bimtek akan diturunkan hingga tingkat kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah PON 2020," kata pria Sekretaris Umum KONI Papua itu.

Pelaksanaan PON 2020 dinilai cukup panjang, namun segala persiapan mulai dikebut sejak tahun ini. Bahkan, pembangunan infrastruktur sudah dilakukan seperti stadion atletik di Timika. Pembangunannya sendiri dilakukan oleh pihak swasta dalam hal ini PT Freeport.

Sementara itu Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno mengatakan, apa yang dilakukan oleh Papua juga dilakukan tuan rumah PON lainnya seperti Jawa Barat. Dengan persiapan dilakukan jauh lebih awal maka akan diketahui apa kendala maupun yang diinginkan Papua selaku tuan rumah.

"Materi yang diberikan tidak jauh beda dengan Jawa Barat yaitu bagaimana menentukan cabang olahraga, nomor yang dipertandingkan hingga venue. Selain itu juga sekretariat, transportasi hingga bidang kesehatan," katanya dihadapan peserta bimtek.

Dengan adanya bimtek ini, kata dia, semua pihak bisa memahami apa yang akan menjadi calon tugasnya. Apalagi untuk menjadi tuan rumah PON harus siap dengan tekanan termasuk desakan dari pengurus cabang olahraga agar cabang olahraganya bisa dipertandingkan dikejuaraan empat tahunan itu.

"Desakan itu yang harus diwaspadai. Yang jelas, untuk menentukan cabang olahraga maupun nomor yang dipertandingkan harus sesuai dengan kekuatan tuan rumah. Kemampuan tuan rumah akan diuji disini. Makanya harus dipersiapkan dengan baik termasuk infrastrukturnya," kata Suwarno menegaskan. Jordan

Promosi & Sosialisasi PON Vaganza 2016, di 12 Kota

Jumat, 29 April 2016

SOSIALISASI dan Promosi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September 2016, mulai dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan "PON Vaganza 2016" di 12 kota Indonesia. Dalam hal ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Menurut Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Inugroho, merupakan salah satu ajang untuk lebih mengenalkan lagi PON 2016. "Sosialisasi kami lakukan agar masyarakat ikut terbawa secara emosional, jadi tidak hanya atlet saja. Yang jelas kami ingin PON 2016 di Jawa Barat gaungnya bisa diketahui masyarakat," katanya di sela sponsorship gathering "PON Vaganza 2016" di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4), seperti dikutip dari Antara.

Adapun 12 kota yang akan menjadi bagian dari PON Vaganza itu adalah Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, Jakarta, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Kendari, Manado, Jayapura dan Bandung. Demi kelancaran sosialisasi PON 2016, kata Inugroho, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan KONI daerah tempat sosialisasi dilakukan. Selain itu, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada sponsor untuk terlibat secara langsung dalam sosialisasi bersamaan dengan pengenalan produknya.

Dengan banyaknya kota yang menjadi sasaran sosialisasi, pihak KONI menilai akan banyak keuntungan baik untuk PON 2016 itu sendiri maupun pengenalan produk yang akan menjadi sponsor PON XIX. PON XIX itu sendiri nantinya akan digelar sedikitnya 14 kota dan kabupaten di Jawa Barat. "PON Vaganza ini merupakan salah satu cara kami untuk membantu PB PON untuk lebih mengenalkan lagi PON 2016 di Jawa Barat. Kegiatan seperti ini baru pertama kali dilakukan. Salah satu dasarnya adalah pelaksanaan PON sebelumnya," kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.

Perwakilan dari PON Vaganza 2016, Fakhruddin Rusyibani mengatakan kegiatan itu akan dimulai di Surabaya, Jawa Timur 24 Juli nanti. Surabaya akan menjadi pembuka. Selanjutnya dalam setiap pekan akan dilanjutkan. Dan Bandung akan menjadi pusat atau akhir dari sosialisasi tepatnya satu pekan sebelum pembukaan PON 2016," katanya. Jordan

PraPON Sepakbola Digelar di 5 Kota di Jabar

Selasa, 12 Januari 2016

AKHIRNYA tuan rumah PON Jawa Barat ditunjuk untuk menggelar babak kualifikasi untuk Cabang Olahraga (Cabor) Sepak bola. Hal itu dilaksanakan berkat adanya kesepakatan dari pihak Kemenpor, KONI Pusat, Tim Transisis dan Asprov Jabar.

Setelah hasil rapat antara pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Barat, Tim Transisi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Panitia Besar (PB) PON. Akhirnya diputuskan Jabar menggelar Pra PON sepakbola.

Menurut Ketua Asprov PSSI Jabar, Duddy S Sutandi,dalam rapat tadi sudah mencapai beberapa kesepatan dengan berbagai pihak guna terlaksananya laga tersebut. Nantinya, kualifikasi atau pun PraPON akan terselenggara pada 20-30 Maret di lima wilayah Jawa Barat.

"Sepak bola ini unik. Satu-satunya Cabor yang masih bermasalah di PON. Kini, kami sudah menyiapkan perangkat pertandingan dan venuenya. Nantinya, akan diikuti sebanyak 22 tim dari 22 Provinsi," Duddy kepada wartawan di Media Centre kemenpora, Selasa (12/01/16).

Soal biaya pelaksanaan, kata Dudy akan dibicarakan selanjutnya dan berkoordinasi dengan Ketua PB PON, yakni Gubernur Jabar . “Hasil rapat di kemenpora akan kami laporkan dengan Pak Gubernur. Lalu kami akan rapat kembali dengan beliau (gubernur-red). Keputusan hasil akan kami bicarakan dalam rapat terakhir pada Kamis mendatang di Kemenpora,” tambah Duddy.

Masih menurut Duddy bahwa untuk wilayah Sumatera, sudah disahkan dan dianggp selesai. Sehingga tidak lagi melaksanakannya. Dari zona ini tim yang lolos adalah Sumut, Sumsel, dan Babel. Sedangkan dua tim lain otomatis lolos adalah Tuan rumah PON Jabar dan juara bertahan Jatim. Kini 22 tim tinggal memperebutkan kouta 7 lagi. Adapun perangkat pertandingan dan seluruhnya, disiapkan dari Jabar. Sistem kompetisi memainkan play off dan pakai zona," tuturnya.

Grup A bakal berlangsung di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Grup B di Stadion Galuh, Ciamis, Grup C di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Grub D dan E di Siliwangi, Bandung, serta Grup F Stadion Pakansari, Cibinong. Jordan

Pelti Papua Siap Lahirkan Petenis Berkelas Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2015

PRESTASI putra-putri Papua di cabang olahraga terbilang cukup mumpuni, bukan hanya mengharumkan nama bangsa namun juga membawa nama Papua menjulang tinggi.Sebut misalnya di cabor sepakbola, Mutiara Hitam, Persipura mencapai prestasi tertinggi di pentas Perserikatan dan Kompetisi ISL (Pro). Bahkan berjalan sampai tingkat Asia. Demikian halnya di cabang atletik anak-anak Papua kerab menyumbangkan medali emas di pentas SEA Games.

Namun kini Papua memproyeksikan di cabang tenis lapangan. PP Pelti Papua tengah mempersiapkan sekitar 10 atletnya. Kendati ajang pergelaran PON XX 2020 masih lima tahun lagi, namun Pengprov Pelti Papua sudah mengusung target dengan memancang putra daerah yang menjadi andalan. Untuk itu, Pengprov Pelti yang diketuai T.E.A. Hery Dosinaen pun tengah mempersiapkan 10 atlet yang sekarang berusia antara 13-15 tahun.

Menurut T.E.A. Hery Dosinaen yang juga Sekda Provinsi Papua ini melakukan terobosan dengan mengirimkan anak asuhnya itu berlatih di luar Papua. "Kami tengah menyiapkan 10 atlet untuk PON 2020 mendatang. Kita sebagai tuan rumah harus menciptakan atlet sendiri. Artinya, putra daerah yang menjadi andalan kita dan menuai sukses alias berjaya," ujar pria asal Nusa Tenggara Timur ini kepada wartawan pada Kejuaraan Nasional Tenis Baveti III di Stadion Tenis Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Namun sebelum menuju sukses sebagai tuan rumah PON XVII 2020, kata Dosinaen, pihaknya tetap berkonsentrasi pada PON 2016 Jawa Barat. "Di PON XIX Jabar Papua menargetkan 2 medali emas. Sebagai langkah uji coba, para petenis akan kami terjunkan pada Kejurnas Tenis Gubernur pada Oktober mendatang di Papua," tutur Dosinaen yang baru setahun menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov Pelti Papua.

Pria ini akan merasa bangga kalau, ternyata di Papua, khususnya di Jayapura, antusias anak-anak Papua menggeluti olahraga tenis sudah cukup memadai. "Sekarang ini sudah banyak anak-anak muda yang main tenis, selain orang tua. Mereka kami didik menjadi atlet tangguh. Kalau kami kan sekadar olahraga saja," jelas Dosinaen yang berpasangan dengan Sulistyono Wibowo berhasil mengalahkan pasangan Korea 8-1 di Kejurnas Tenis Baveti III ini.

Dosinaen yang pernah tampil di POMNAS 1989 Yogyakarta ini, menegaskan potenis olahraga tenis di Papua cukup bagus. "Nah, untuk itu, kami berharap di Kejuraan Piala Gubernur Oktober mendatang, petenis-petenis Papua bisa menunjukkan prestasi," kata pria yang meraih predikat PNS terbaik se-Papua itu.

Dosinaen juga berharap dan bermimpi suatu saat di Papua ada petenis putri sekelas Williams bersudara (Serena & Venues) dari AS. ”Dengan kondisi alam di Papua yang cukup keras dan menantang, para remaja putri di Papua pasti memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan menemukan putri-putri Papua seperti itu sangat mudah. Tinggal kami mengasa dan mengarahkan untuk menjadi petenis membanggakan,” harap Dosinaen. (Jordan)

Papua Optimis Menjadi Tuan Rumah PON 2020

Jumat, 14 Maret 2014

MERASA diatas angin sebab memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara atau biding calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 dengan raihan 66 suara pada Rapat Anggota Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2014 di Jakarta yang berakhir Selasa malam (11/3/2014). Provinsi Papua kian optimis menjadi tuan rumah PON 2020.

Sementara Bali dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dua provinsi lain yang masuk tiga besar calon tuan rumah PON XX/2020 dengan perolehan suara yang sama, yakni 46 suara.

"Papua siap menjadi tuan rumah PON XX. Kami telah menyiapkan sports center. Selain itu, kami akan menyiapkan akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal akan gratis," ujar Gubernur Papua Lukas Enembe kepada wartawan usai Papua memenangkan pemungutan suara terbanyak calon tuan rumah PON 2020.

Lukas menambahkan, komitmennya sebagai tuan rumah PON XX 2020 dengan menandatangani nota kesepahaman bersama yang isinya seluruh akomodasi, konsumsi dan transportasi lokal tidak akan dikenakan biaya dan ditandatangani oleh provinsi pendukung lainnya.

Ia menegaskan Papua memiliki kekayaan alam yang belum diketahui secara nasional, oleh karena itu PON XX/2020 bisa menjadi perantara agar keindahan Papua dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.

Menurutnya, sarana dan prasarana olahraga untuk penyelenggaraan PON XX direncanakan berada di Kota Jayapura dan tersebar di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Jayapura, Timika, Merauke, Biak, dan Jaya Wijaya.

"Sarana olahraga yang tersedia dan siap dipergunakan mencapai kurang lebih 60 persen, dan delapan sarana tambahan dibutuhkan untuk melengkapi 100 persen kebutuhan penyelenggaraan pertandingan. Papua memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Silakan para atlet dan tim pendukungnya datang ke Papua. Kami siap menjamu kehadiran kalian," tandasnya. (jordan)

Bali Siap Jadi Tuan Rumah PON 2020

Jumat, 24 Januari 2014

PROVINSI Bali siap bersaing dengan lima provinsi lainnya untuk menjadi penyelenggara PON 2020 mendatang. Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di sela-sela pelantikan Pengurus KONI Bali periode 2013-2017 oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman di Denpasar, Jumat.
Menurut Sudikerta Bali optimis bakal menjadi tuan rumah pentas olahraga nasional itu. "Bagi Bali ini menjadi momentum penting di tahun 2020, Kami pun sudah siap menjadi tuan rumah PON. Bali memiliki kelebihan dari daerah lain. Mengenai sarana penginapan atlet tidak masalah, karena banyak hotel mulai berbintang hingga non bintang," katanya.
Sudikerta menjanjikan jika PON di Bali, seluruh daerah yang ingin memamerkan produksinya diberikan tempat secara gratis di Taman Budaya Denpasar. "Begitu juga terkait transportasi akan disediakan secara gratis oleh Pemerintah Provinsi Bali, serta diakhir kegiatan akan diajak berwisata ke sejumlah objek wisata di Pulau Dewata," tandas pria yang murah senyum itu.
Sementara itu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman mengatakan enam provinsi memiliki peluang yang sama untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional ke-20 tahun 2020.
"Hingga batas penutupan terdapat enam provinsi yang mengajukan kepada kami untuk menjadi tuan rumah PON ke-20 tahun 2020," tegas Tono. Keenam provinsi yang mengajukan diri menjadi tuan rumah PON ke-20 adalah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Papua, Jawa Tengah dan Bali.
"Keenam provinsi tersebut selanjutnya dilakukan ke tim penjaringan guna menindaklanjuti persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi tuan rumah olahraga empat tahunan tersebut," ujarnya.
Tim Penjaringan akan melakukan survei, baik kesiapan dari daerah tersebut maupun kesiapan lainnya. "Nantinya keenam daerah ini setelah dilakukan penjaringan dari tim tersebut, maka dari itu harus mendapatkan dukungan dari provinsi lain di Indonesia," tegasnya.
Masih menurut Jendral Purnawirawaan Bintang Dua itu, untuk mendapatkan dukungan dari daerah lain perlu melakukan presentasi kepada daerah, sehingga mendapatkan dukungan menjadi tiga besar yang selanjutnya kembali diseleksi oleh KONI Pusat. "Jadi dalam penjaringan semua daerah diberlakukan secara obyektif penilaiannya," tandas mantan Ketua PB IKASI (anggar) itu. (Jordan)

Sulsel Provinsi Terakhir Daftar Tuan Rumah PON 2020

Minggu, 01 Desember 2013

SULAWESI Selatan (Sulsel) adalah provinsi terakhir yang mendaftar menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON 2020. Sehingga sudah enam daerah yang masuk nama ke Panitia Tim Penjaringan PON yakni Provinsi Papua, Aceh, Sumut, Jateng, Bali, dan Sulsel.
Sulsel memang sangat serius menjadi tuan rumah PON 2020. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua I KONI Sulsel Andi Marzuki Wadeng yang didampingi Sekum KONI Sulses Ad'dien usai menyerahlan seluruh berkas dan kelengkapan adminitrasi ke panitia penjaringan tuan rumah PON 2020 di Kantor KONI Pusat, Sabtu (30/11/2013) di Senayan, Jakarta.
"Kita memiliki banyak kelebihan dibanding provinsi lain, terutama letak geografis yang berada di tengah-tengah wilayah Indonesia dan mudah dijangkau dari berbagai arah di samping akomadasi dan transportasi yang telah tersedia," jelas Marzuki Wadeng.
Andi Marzuki berharap, pihaknya diberi kesempatan menjadi penyelenggara kegiatan olahraga paling akbar di Tanah Air tersebut. Menurutnya, sudah saatnya Sulsel diberi kesempatan menjadi tuan rumah PON pada 2020, setelah PON XIX di Jawa Barat.
Sulsel baru sekali menyelenggarakan kegiatan olahraga paling bergengsi tersebut pada 1957 di Makassar atau 55 tahun yang lalu. Setelah tiga kali penyelenggaraan PON di luar Pulau Jawa yakni di Palembang, Sumatera Selatan 2004, Kaltim 2008 dan Riau 2012. Pelaksanaan PON kembali ke Jawa pada 2016, karena itu setelah Jabar, Sulsel yang paling berpeluang menjadi tuan rumah PON pada 2020. Ini peluang emas yang harus direbut Sulsel
Marzuki selain beberapa kelebihan yang dimiliki daerahnya, sarana dan fasilitas olahraga di Sulsel juga sebagian telah ada di Makassar dan daerah sekitarnya.
Pemerintah setempat tengah membangun stadion cukup megah di kawasan wisata pantai Barombong yang hampir rampung untuk melangkapi fasilitas yang telah ada saat ini di kompleks olahraga Mattoangin dan Sudiang Makassar.
Karena itu, katanya, Sulsel harus diberi kesempatan menjadi tuan rumah PON 2020. "Kami berjanji akan menjadi ruan rumah yang baik. Kami juga tidak kalah dengan provinsi Sumatera yang dua kali berturut menyelenggarakan PON dan Pulau Jawa tentunya," jelasnya. (Jordan)

Jateng Serius Menggusung Tuan Rumah PON 2020

TAK ingin gagal yang kali ketiga, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tak main-main dan serius dalam usahanya menjadi tuan rumah PON XX 2020. Sebagai bentuk nyata, KONI Jateng telah mendaftarkan diri ke KONI Pusat.
Jateng bakal bersaing dengan Provinsi Papua, Aceh, Sumatera Utara, Provinsi Bali, dan Sulawesi Selatan. Kelima provinsi tersebut juga cukup serius mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah PON 2020.
Menurut Wakil Ketua I KONI Jateng Sukahar, menyatakan, Jateng yakin 100 persen mampu menjadi tuan rumah PON 2020. KONI Jateng mengharapkan PON bisa kembali ke khittahnya, seperti tahun 1948 lalu saat multi event pertama tersebut diselenggarakan di Solo.
"Jangan kan 2020, hari ini pun kami siap menggelar PON. Semua venues yang ada sudah siap menggelar berbagai pertandingan. Pusatnya ada di Solo dan Semarang. Kami tinggal membangun satu stadion utama saja," ujar Sukahar usai mendaftar ke tim penjaringan tuan rumah PON 2020 di Kantor KONI Pusat, Jumat (29/11/2013).
Masih menurut Sukahar bahwa semua persyaratan yang berjumlah 16 item sudah dipenuhi, termasuk uang jaminan Rp 1 miliar. Uang tersebut diserahkan ke KONI Pusat dan dipakai sebagai jaminan keseriusan provinsi mengikuti bidding tuan rumah PON 2020. Uang tersebut bakal dikembalikan setelah keputusan tuan rumah PON 2020 keluar. Syarat lainnya seperti dukungan dari gubernur, ketua DPRD, dan Kapolda," ucapnya.
Sukahar mengungkapkan, optimisme tinggi diusung Jateng. Menurutnya semua fasilitas mulai dari venue sampai sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah sudah sangat layak. Jateng juga berpengalaman menggelar event-event tingkat internasional dan terakhir adalah ASEAN Paragames tahun 2011 lalu.
Jateng memang memiliki fasilitas yang memadai, Jateng juga merupakan lokasi yang secara geografis sangat strategis, yang pastinya akan menguntungkan semua peserta PON. Mengenai persoalan anggaran yang dibutuhkan pada pelaksanaan PON Sukahar Optimis, mampu memenuhinya. Jateng bakal menyesuaikan dengan kebutuhan."Kami bertekad menjadi tuan rumah, tentunya anggaran akan menyesuaikan," ungkapnya. (Jordan)

Bali Berjanji Lengkapi Persyaratan, Jadi Tuan Rumah PON 2020

Jumat, 29 November 2013

KENDATI belum melengkapi persyaratan Pengprov Bali untuk pengajuan diri menjadi tuan rumah PON 2020. Namun mereka berjanji segera melengkapi data administrasi sebesar Rp. 1 miliar tersebut sebelum Februari 2014 mendatang,
Hal itu secara trasparan disampaikan langsung Pimpinan Rombongan Pengrov Bali yang dipimpin Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, secara resmi mendaftarkan diri sebagai tuan rumah PON 2020 dengan menyerahkan formulir serta data kelengkapan kepada KONI Pusat, yang diterima langsung oleh Wakil Ketua KONI, Inugroho, Jumat (29/11/2013).
"Mengenai dana administrasi sebesar Rp. 1 miliar tersebuat akan kami berikan sebelum Februari, karena kita harus benahi administrasi terlebih dahulu. Mengingat masalah ini tidak macam-macam, kita harus sesuai aturan normatif dalam merealisasikannya sesuai UU, karena bisa berdampak pada yang menerima dan yang memberikan dana tersebut," tutur Sudikerta kepada wartawan di Kantor KONI Jakarta.
Rencananya, dana tersebut akan disediakan tim pelaksana anggaran administrasi pengprof Bali, usai berkomunikasi dengan semua pihak termasuk pihak BPK. "Dana sudah ada dari APBD, tinggal administrasinya saja, yang akan disediakan tim pelaksana anggaran administrasi, jadi harus dilengkapi kita semua, sebelum bidding kita pasti sudah dituntaskan semua," paparnya.
Sudikerta menilai hal ini tidak akan menjadi kendala bagi Bali dalam memuluskan langkahnya maju sebagai tuan rumah PON 2020, karena pihak pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas, baik akomodasi, transportasi, serta dana sekitar Rp. 1 triliun, dan pembangunan stadion bertaraf internasional.
"Semua kebutuhan sudah kami persiapkan, khususnya venue yang nantinya akan dibangun stadion utama bertaraf internasional dikawasan Pecatu Graha, yang merupakan tanah provinsi Bali, dengan jumlah lebih dari 24 hektar. Dan kita juga akan melobi daerah-daerah lainnya untuk mendukung Bali maju sebagai tuan rumah," ujarnya.
Ditundanya uang jaminan tersebut langsung ditanggapi Wakil Ketua KONI Pusat, Inugraha bahwa pihaknya masih akan menunggu semua kelengkapan administrasi pengprov Bali, sebagai persyaratan mutlak peserta pendaftaran, maksimal sebelum dilakukan bidding dan kunjungan tim penjaringan ke daerah masing-masing.
"Dananya memang sudah ada, namun Pengrov Bali menganggarkan dana untuk administrasi Rp. 1 miliar tersebut pada dana APBD 2014, kami dari tim penjaringan akan menunggu sebelum bulan Februari saat tim melakukan bidding, karena sesuai prosedurnya setiap peserta pendaftaran harus menyerahkan dana administrasi tersebut, jadi jika sebelum peninjauan belum juga diserahkan, maka tidak bisa lolos.," kata Inugroho. (Jordan)

Aceh Sangat Serius Jadi Tuan Rumah PON XX 2020

PROVINSI paling Barat NKRI yakni Aceh siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 karena mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Aceh. Provinsi paling barat Indonesia itu siap menggelar 47 cabang olahraga dalam event empat tahunan itu, jika dipercaya sebagai penyelengara.
“Kami telah mendaftarkan diri sebagai tuan rumah PON 2020. Ini keinginan daerah. Kami sudah mendapat dukungan serius dari kepala pemerintah Aceh,” kata Wakil Gubernur DI Aceh, Muzakir Manaf kepada wartawan seusai menyerahkan berkas pendaftaran calon tuan rumah PON 2020 di Gedung KONI Pusat Senayan Jakarta, Kamis, (28/11).
Aceh telah memberikan uang jaminan Rp1 miliar sebagai bentuk keseriusan Aceh menjadi tuan rumah PON 2020, sebagai syarat adminitratif. Menurutnya tim itu nantinya juga akan melobi dukungan dari berbagai pihak di tingkat nasional, agar mempercayai Aceh sebagai pelaksana PON tujuh tahun mendatang.
Negeri Serambi Mekkah ini dipastikan akan mendapat saingan berat dari Provinsi Sumatera Utara dan Papua yang juga sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah PON 2020. Malah, Papua dikabarkan sudah menggalang dukungan beberapa provinsi agar mempercayai bumi Cenderawasih sebagai penyelenggara.
Muzakir yang didampingi Kepala Bidang olahraga Aceh, Musri itu mengatakan persaingan ini tak lantas membuat Aceh ciut. Sejumlah sarana olahraga di provinsi itu dinilai sudah memadai, tinggal revitalisasi saja jika sudah disahkan sebagai tuan rumah. “Kita siap melaksanakan 47 cabang olahraga dalam PON 2020,” tambahnya.
Pemprov Aceh , lanjut dia, sudah mendapat dukungan dari semua pemerintah kabupaten atau kota di Aceh. Kalau ditunjukkan sebagai tuan rumah, ia yakin dalam enam tahun ke depan segala persiapan PON akan kelar. “Road map-nya sudah ada. Menyangkut dana ini akan disesuaikan dengan program,” tandasnya. (Jordan)

Sumut Bersaing Jadi Tuan Rumah PON XX 2020

PROVINSI Sumatra Utara (Sumut) siap menjadi tuan rumah dan bertarung dengan daerah lain untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Hal tersebut terungkap ketika Negeri Tanah Deli tersebut melakukan pendaftaran di gedung KONI Pusat di Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Menurut Sekda Pemprov Sumut Nurdin Lubis bahwa Sumut telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,460 triliun menjadi tuan rumah. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun venues serta memperbaiki tempat pertandingan yang sudah ada.

"Kedatangan kami kali ini membawa proposal tentang kesiapan dari segi venues dan pendanaan," ujar Nurdin yang didampingi anggota DPR-RI asal Sumut Chairuman Harahap, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin, Ketua Harian KONI Sumut Jhony Lubis, Sekum KONI Sumut Chairul Azmi, dan Bupati Mandailing Natal Dahlan Nasution ketika menyerahkan berkas adminitrasi kepada panitia pendaftaran PON 2020.

Lebih lanjut Nurdin menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya nanti, masyarakat Sumut telah siap menyambut kontingen dari propinsi lain di PON 2020 nanti. Selain itu, pemerintah setempat juga telah merencanakan program unik yakni memberikan layanan low cost dan pelayanan memuaskan bagi para kontingen yang hadir di PON 2020. "Kami akan memberikan biaya murah dengan fasilitas bintang lima. Atau pelayanan yang memuaskan," ujar Nurdin yang diamini Chairuman Siregar dan Kamaluddin.

Selain Sumatera Utara, di waktu yang sama Provinsi Aceh juga mendaftarkan diri sebagai tuan rumah PON 2020. Provinsi yang mendapatkan julukan Serambi Mekah tersebut mengklaim telah memiliki fasilitas venue cukup memadai seperti lapangan dan stadion, penginapan, dan rumah sakit. Aceh telah menyiapkan dana sebesar Rp 8 triliun untuk membangun sarana olahraga yang berstandar internasional.

Tim Penjaringan telah menetapkan bahwa persyaratan utama agar bisa lolos menjadi tuan rumah PON 2020 yakni sudah memiliki infrastruktur yang dibutuhkan minimal 50 persen. Tim penjaringan tuan rumah PON 2020 akan melakukan peninjauan secepatnya, sebelum rapat besar anggota PON pada Februari 2014. Sejumlah provinsi yang sudah mendaftar di antaranya, Papua, Bali, Jateng, Kalbar, dan Sulsel. (Jordan)

PON Jabar Pertandingkan 4 Cabor Tereliminir

Jumat, 21 September 2012

PEKAN

Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat Tahun 2016 akan mempertandingkan 43 cabang olahraga, mengembalikan empat cabang olahraga yang tak dipertandingkan di PON XVIII/2012 di Riau. "Sebagai tuan rumah PON XIX/2016, Jawa Barat akan konsisten mempertandingan 43 cabang olah raga sehingga selurut atlet bisa mendapatkan haknya di ajang PON mendatang," kata Ketua Umum KONI Jawa Barat H. Azis Syarif.

Ia menambahkan, pihaknya akan memasukkan empat cabang olah raga yang batal dipertandingkan di PON XVIII/2012 yakni hoki, berkuda, dansa dan drumband. Jawa Barat merupakan kontingen yang ikut memperjuangkan keempat cabang olahraga itu dipertandingkan di PON Riau namun akhirnya harus menerima keputusan bahwa keempat cabang itu akhirnya ditiadakan. "Jawa Barat akan kembali mempertandingan cabang itu, itu komitmen kami. Semua cabang akan dipertandingan tanpa kecuali," kata Azis.

Azis menambahkan, sebagai tuan rumah Jawa Barat memiliki hak untuk mempertandingkan seluruh cabang olahraga dan menjamin pelaksanaanya bisa berjalan dengan lancar. "Kami punya fasilitas lengkap untuk pertandingan cabang itu, selain fasilitas baru yang akan dibangun oleh pemerintah. Tidak ada alasan lagi untuk mengurangi cabang olahraga di PON 2016," jelas Aziz Syarif. (Dan)

DKI Juara Umum PON XVIII

KONTINGEN DKI Jakarta tampil sebagai juara umum Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 di Riau yang Kamis (20/9/2012) malam berakhir dan ditutup oleh Wakil Presiden Boediono. DKI meraih medali terbanyak dengan 110 emas, 101 perak dan 112 perunggu. Kontingan ibukota tersebut mengungguli Jawa Barat yang berada di urutan kedua 102 emas, 79 perak dan 101 perunggu.

“Selamat kepada Provinsi DKI Jakarta sebagai juara umum PON," kata Gubernur Riau H. Rusli Zainal yang juga ketua umum PB PON XVIII saat acara penutupan di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis malam. Juara umum PON 2008, Jawa Timur, tahun ini harus puas di urutan ketiga dengan 86 emas, 86 perak dan 84 perunggu. Final cabang polo air yang dimainkan pada Kamis sore, atau beberapa jam menjelang upacara penutupan, menjadi emas terakhir PON sekaligus emas terakhir bagi DKI yang melengkapi kejayaannya di pesta olahraga empat tahunan ini.

Perjalanan DKI ke puncak peringkat PON XVIII/2012 baru terlihat beberapa hari menjelang hari penutupan. Sejak PON dimulai 5 September, justru kontingen Jawa Barat yang tampak lebih favorit untuk menjadi juara umum. DKI bahkan sempat hanya di urutan tiga di bawah Jabar dan Jatim. Jabar, calon tuan rumah PON 2016, sempat mengejutkan ketika mereka meninggalkan kontingen lainnya.

Dominasi Jabar terutama ketika mereka mencetak prestasi spektakuler di cabang renang, yakni merebut 22 emas dari 32 yang disediakan. Setelah pertandingan renang selesai 16 September, laju Jabar mulai tersendat dan DKI perlahan mulai mengambil alih posisi teratas. Pada cabang golf, DKI bahkan melakukan "sapu bersih" tujuh medali emas yang disediakan. Cabang terbang layang juga menjadi tambang medali emas bagi DKI yang menjuarai depalan nomor final.

Di cabang lain, meski tidak terlalu dominan, namun namun perolehan medali DKI cukup merata di berbagai cabang olahraga. Di antaranya pada cabang bulutangkis, bridge, catur, biliar dan cabang-cabang beladiri. Sementara itu kontingen tuan rumah Riau gagal memenuhi ambisinya untuk meraih juara umum PON di daerahnya sendiri.

Riau berada di urutan keenam dengan 43 emas, 39 perak dan 51 perunggu, di bawah DKI, Jabar, Jatim, Jateng dan Kaltim. Pada PON XVIII yang diikuti 33 provinsi ini, hanya Sulawesi Barat yang tidak meraih satu pun medali. PON berikutnya tahun 2016 akan digelar di Jawa Barat (Jordan)



Wapres Tutup PON XVIII Riau

WAKIL

Presiden Boediono secara resmi menutup Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Stadion Utama Pekanbaru, Kamis (20/9/2012). Berakhirnya pesta empat tahunan yang dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 September lalu itu ditandai dengan matinya secara perlahan api kualdron yang dinyalakan oleh legenda olahraga Riau Zarmi Bachtiar.

Boediono dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh segenap panitia PON atas suksesnya pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut. "Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada segenap masyarakat Riau atas keramah tamahan dan sudah antusias memberikan dukungan saat menyaksikan pertandingan," kata Boediono yang didampingi Gubernur Riau Rusli Zainal dan Menpora Andi Mallarangeng.

Ia secara khusus juga menyampaikan selamat kepada kontingen DKI Jakarta yang berhasil merebut kembali gelar juara umum. "Kepada kontingen yang belum meraih medali, jangan patah semangat dan teruslah berlatih," katanya. Kontingen Sulawesi Barat adalah satu-satunya dari total 33 daerah yang gagal merebut satu medali pun.

DKI Jakarta berhasil mewujudkan tekad mereka untuk merebut kembali gelar juara umum yang lepas di PON 2008 Kaltim dengan meraup 109 emas, 101 perak dan 112 perunggu, disusul Jawa Barat dengan (99-79-101) dan Jawa Timur (86-86-84). Sementara tuan rumah Riau menempati peringkat keenam dengan peroleiah 43 emas, 39 perak dan 51 perunggu. Meski minim pemecahan rekor nasional, PON 2012 setidaknya mampu memecahkan satu rekor Asia dan satu rekor SEA Games.

Lifter putri Lilis Idaningsih dari Jabar berhasil memecahkan rekor Asia untuk nomor angkat berat di kelas 84kg dengan total angkatan 637kg, mengalahkan rekor Asia sebelumnya yang dipegang oleh lifter China, Chang Yawen dengan total angkatan 625 kilogram. Sementara rekor SEA Games dipecahkan oleh pelari Eddy Zakaria dari Jatim di nomor lari 110m gawang dengan waktu 13,7 detik. (Jordan)

Foke Lepas Tim PON DKI Jakarta

Sabtu, 01 September 2012


JUARA Umum di ajang PON XVIII Riau 2012 adalah harga mati bagi tim PON DKI Jakarta. Demikian ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo saat memimpin gelar Apel Upacara sekaligus Secara resmi menyerahkan Bendera Pataka. Pelepasan Kontingen PON ke XVIII Provinsi DKI Jakarta pada Ketua Tim Kontingen PON DKI Jakarta dengan semboyan “Manjadda Wajadda ” yang artinya Barang siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua KONI DKI Jakarta,dan Kadis Olahraga DKI, Ketua DPRD DKI Jakarta dan para Anggota DPRD DKI Jakarta lainnya. Dan tentunya para Atlet yang berkekuatan 559 atlet, pelatih dan official Tim PON DKI Jakarta sebanyak 945 orang dari 39 Cabang Olahraga.

Dalam arahannya Fauzi Bowo menegaskan,” Bahwa Saya menitipkan harapan besar Kepada seluruh para Atlet, Pelatih dan Tim Official PON Provinsi DKI Jakarta cuma Satu yakni. Menjadi Juara Umum PON XVIII Riau 2012. Dan itu sudah menjadi harga mati,”tegasnya.

Masih menurut Fauzi Bowo bahwa Tim PON Provinsi DKI Jakarta ditargetkan harus mempertahankan tradisi Gelar Juara Umum yang sudah di Raih 10 kali dari 17 kali Penyelenggaraan PON. Seperti kita ketahui DKI Jakarta sudah 9 kali menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan PON sejak Pertama digelar pada 1948 di Solo, Jateng. Namun dua PON terakhir di Samrinda pad 2004 dan PON Palembang 2008 lalu, Tim PON Jakarta dikalahkan Tim PON Jatim. (Jordan)


Pelatnas SEAG 2013, Usai PON 2012

Rabu, 29 Agustus 2012


ATLET peraih emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) akan menjadi prioritas masuk Pelatnas SEA Games Myanmar 2013. Demikina ditegaskan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman di sela-sela peninjauan kesiapan pelaksanaan PON di Pekanbaru, Riau. Ia bersyukur bahwa penyelenggaraan PON XVIII Pekanbaru, Riau 11-20 September 2012. Waktunya hampir bersamaan dengan pelaksanaan Pelatnas SEA Games XXVII. Dengan begitu, atlet yang berprestasi di PON berpeluang masuk dalam Pelatnas SEA Games menuju Myanmar tahun 2013 mendatang.

“Kami akan memprioritaskan para atlet yang tampil cemerlang di PON. Dan akan terus kami pantau peningkatan prestasinya melalui oleh Satlak Prima Pratama. Melalui sistem monitoring dan evaluasi selama di PON, Satlak Prima Utama dan Muda mempunyai catatan, atlet dari cabang mana saja yang layak menghuni Pelatnas SEA Games,”jelas Tono Suratman kepada wartawan kemarin.

Lebih lanjut Tono menegaskan, Pelaksanaan Pelatnas SEA Games XXVII Myanmar tidak sama dengan persiapan SEA Games XXVI Jakarta dan Palembang 2011. Pelatnas SEA Games tahun 2011 menempa atlet sekitar 200 persen. Namun untuk Pelatnas SEA Games XXVII Myanmar atlet yang ditempa mencapai 150 persen. Sementara untuk masalah anggran pihaknya menyatakan akan meminta kepada pemerintah penambahan anggaran. “Kami akan mengajukan tambahan anggaran. Kalau biasanya anggaran Pelatnas SEA Games adalah Rp200miliar, namun kali ini, yang jelas jumlahnya di atas Rp200 miliar,” tegas Tono.

“Program Pelatnas menuju Myanmar sudah dievaluasi lebih jauh. Karena atlet yang diturunkan nantinya sudah tampil di Olimpiade dan PON XVIII Pekanbaru, Riau. Melalui Pelatnas berjenjang,” katanya, Diharapkan mencapai puncak prestasi dengan waktu relatif singkat. Hal itu merupakan tugas Satlak Prima dalam melakukan monitoring dan pemantauan atlet yang akan dijaring masuk Pelatnas SEA Games XXVII Myanmar. Dengan harapan, kontingen Indonesia mampu mempertahankan juara umum di SEA Games XXVII Myanmar tahun 2013. (Jordan)


Jakarta Jadi Pilihan, Jika Riau Tak Siap

Sabtu, 11 Agustus 2012


PENYELENGGARAAN Pekan Olahraga Nasional (PON) tinggal menghitung hari. Namun hingga kini Tuan rumah Riau hingga kini, sepertinya tujuh venues dianggap belum selesai pembangunan fasilitasnya. Pemerintah lewat Kementerian Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) menggambil sikap tegas dengan menjadikan Jakarta atau Sumsel akan menjadi alternative penyelenggara.

Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono. “Tujuh tempat pertandingan (venue) pekan olahraga nasional (PON) Riau terancam pindah ke Sumatera Selatan atau Jakarta. Ini karena belum adanya kepastian penyelesaian pembangunan fasilitas olahraga dari tujuh tempat tersebu, “ kata Agung kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Agung menambahkan bahwa Tim teknis masih melakujkan koordinasi dengan tim yang dibentuk Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) di lapangan. Kita berharap dari tujuh tempat itu ada penyelesaian. tapi kalau tidak, mau enggak mau pindah. kita enggak ingin ada resiko yang memunculkan masalah. Ia menambahkan, PON harus tetap berjalan meskipun tujuh tempat pertandingan akan disebar di Palembang dan Jakarta. Tim penyelamat PON Riau, akunya, sampai sekarang masih bekerja.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, tim penyelamat PON Riau terdiri dari dua tim yang berbeda kewenangan. Tim pengarah diketuai oleh Menkokesra, beranggotakan antara lain Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Jaksa Agung Barief Arief, dan Kepolisian. Sedangkan tim kedua bersifat teknis yang diketuai oleh eselon I. Tim teknis itu pulalah, menurutnya, yang sekarang sedang menyisir lokasi tempat pertandingan.

“Saat ini Tim teknis bekerja mengidentifikasi mana tempat yang bisa diselesaikan tanpa anggaran dan mana yang bisa diselamatakan. itu nanti akan dilaporkan ke tim pengarah untuk diambil keputusan," ungkapnya. Kepastian dari gambaran keadaan lapangan tersebut, menurutnya, akan didapatkan paling lambat minggu depan. (Dan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET