Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Modern Pentathlon Siap Digelar di Yogyakarta

Selasa, 08 September 2026

Ket foto: Ketua Umum PP MPI Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menyampaikan kesiapan PP MPI menyambut Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 di AAU Yogyakarta sekaligus persiapan lima atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. 

JAKARTA – Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) menyambut positif pelaksanaan Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 yang akan berlangsung pada 23-25 September 2026 di Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta.

Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 TNI Tahun 2026. Ajang ini sekaligus menjadi momentum bagi PP MPI untuk memperkuat pembinaan atlet modern pentathlon sekaligus memperkenalkan olahraga tersebut kepada generasi muda.

Ketua Umum PP MPI, Marsekal Muda (Marsda) TNI Purwoko Aji Prabowo, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada modern pentathlon untuk menjadi salah satu cabang olahraga dalam rangkaian perayaan HUT TNI ke-81.

Purwoko menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo memberikan keterangan kepada awak media.


Menurutnya, keterlibatan modern pentathlon dalam kejuaraan Piala Panglima TNI 2026 menjadi kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperluas pembinaan olahraga yang masuk dalam cabang olahraga Olimpiade tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan Modern Pentathlon menjadi satu dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan dalam rangkaian peringatan HUT TNI 2026,” ujar Purwoko.

Ia menegaskan, PP MPI akan terus mendorong pembinaan atlet agar modern pentathlon tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.

“Sebagai Olympic sport, kami di PP MPI terus menggemakan pembinaan agar Modern Pentathlon dapat membangun karakter generasi muda yang berdisiplin tinggi, memiliki daya juang tinggi, serta stamina tangguh untuk menjadi juara,” katanya.

Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 akan mempertandingkan kategori senior serta U-19 putra dan putri. Peserta akan berkompetisi dalam sejumlah nomor yang menguji kemampuan fisik, teknik, daya tahan, hingga konsentrasi.

Nomor pentathlon mengintegrasikan lima disiplin olahraga, yakni lari, renang, anggar, obstacle, dan menembak. Sementara itu, nomor triathle memadukan tiga disiplin, yaitu lari, menembak, dan renang.

Adapun nomor biathle mengombinasikan dua disiplin olahraga, yakni lari dan renang. Kombinasi berbagai disiplin tersebut membuat modern pentathlon dikenal sebagai olahraga yang menuntut kemampuan atlet secara menyeluruh.



Ketua Umum PP MPI Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menyampaikan kesiapan PP MPI menyambut Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 di AAU Yogyakarta sekaligus persiapan lima atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. 

Selain menjadi arena kompetisi, Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 juga membuka peluang bagi atlet muda berprestasi untuk melanjutkan karier di lingkungan TNI.

PP MPI menyatakan siap memfasilitasi para juara kategori U-19 yang memiliki minat untuk meniti karier sebagai anggota TNI melalui jalur prestasi.

“Kami membuka kesempatan bagi para juara di kategori U-19, jika tertarik bergabung menjadi anggota TNI, akan coba kami fasilitasi. Kesempatan dari Panglima TNI ini terbuka lebar bagi bibit-bibit muda berprestasi,” tegas Purwoko.

Menurutnya, perhatian TNI terhadap atlet berprestasi bukan sekadar wacana. Ia mencontohkan atlet yang sukses menyumbangkan medali bagi Indonesia pada SEA Games dan berstatus sebagai anggota Bintara TNI sebelumnya memperoleh apresiasi berupa kesempatan mengikuti sekolah pembentukan perwira.

Di sisi prestasi, Modern Pentathlon Indonesia juga tengah mempersiapkan diri menghadapi persaingan internasional. Setelah menyumbangkan satu medali emas, tiga perak, dan satu perunggu pada SEA Games, PP MPI kini mengarahkan fokus ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

Sebanyak lima atlet Indonesia dipastikan lolos untuk tampil pada Asian Games 2026. Mereka terdiri dari tiga atlet putri dan dua atlet putra.

Kelima atlet tersebut adalah Samuel dan M Ifsan dari sektor putra. Sementara dari sektor putri terdapat Sri Wahyuni, Inayah Qualby, dan Caroline Bangun.

Kelima atlet tersebut telah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) secara intensif di Yogyakarta sejak Maret 2026. Persiapan panjang itu diharapkan dapat meningkatkan kesiapan fisik, teknik, mental, dan strategi sebelum menghadapi persaingan di Asian Games.

Purwoko menyadari persaingan di Aichi-Nagoya tidak akan mudah. Indonesia akan menghadapi sejumlah negara yang memiliki kekuatan besar dalam modern pentathlon, seperti Jepang, Korea Selatan, China, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

“Persaingan di Asian Games nanti jelas sangat berat, terutama dari negara-negara kuat seperti Jepang, Korea Selatan, China, Kazakhstan, dan Uzbekistan,” ujarnya.

Meski demikian, ia optimistis persiapan yang telah dilakukan sejak Maret dapat menjadi modal penting bagi para atlet Indonesia.

“Dengan persiapan matang sejak Maret lalu, kami berharap para atlet dapat tampil optimal dan membawa pulang medali untuk mengharumkan nama bangsa. Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya. (Jordan)

Sambut HUT TNI ke-81 TNI AU Siap Gelar Piala KASAU Cup Angkasa Open 2026


Dalam rangka menyambut HUT TNI ke-81 TNI AU siap menggelar Kejuaraan 
juaraan Sepak Bola Nasional Kasau Cup Angkasa Open 2026. resmi diluncurkan dalam sebuah konferensi pers di Gedung Koopsudnas AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 8 September 2026. 


​Acara tersebut dihadiri langsung oleh Panglima Koopsudnas (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., serta Kepala Staf Koopsudnas (Kaskoopsudnas) Marsekal Muda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S.

​Turnamen Piala KASAU Cup dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 4 Oktober 2026 di Lapangan Koopsudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta. 

Kejuaraan ini akan mempertandingkan kategori kelompok usia 16 tahun (U-16) dan 18 tahun (U-18). 

Sejumlah klub dari berbagai daerah dipastikan berpartisipasi, meliputi perwakilan dari Lampung, Jawa Timur, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

​Pangkoopsudnas Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan wujud nyata pembinaan prestasi olahraga yang rutin dilakukan TNI AU.

​"Ini menjadi bagian dari pembinaan prestasi olahraga. Selain sepak bola, kami juga menggelar Piala Panglima TNI untuk cabang olahraga pentatlon dan panahan, serta beberapa cabang olahraga lainnya sebagai sumbangsih TNI AU dalam menyambut HUT ke-81 TNI," ujar Minggit di hadapan awak media.


​Di sisi lain, Pangkoopsudnas turut menyinggung penanganan situasi darurat bencana yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. TNI AU bersama jajaran TNI-Polri terus berkolaborasi aktif dalam penanggulangan bencana melalui jalur darat, laut, dan udara.

​"Kita semua berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. TNI AU menyiagakan personel, pesawat intai F-16, helikopter water bombing jenis Caracal, hingga bantuan logistik untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatra, dan Jawa," tandasnya. (Jordan)

Xeniya Betah Tinggal di Indonesia Namun Kurang Cocok dengan Masakannya

Senin, 07 September 2026


Jakarta-Pecatur cantik WGM Xeniya Balabayeva asal Kazakhstan. Selain cantik juga kelihatan cerdas hal itu terlihat jelas saat diwawancarai beberapa awak media, usai penutupan Kejuaraan Turnamen Catur JAPFA Chess Festival 2026, Minggu (6-9-2026) di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta. 

Xeniya dengan lugas menjawab semua pertanyaan. Kecerdasannya membuat ia, masuk jajaran 5 besar wanita di negaranya. Dengan kecantikannya dan permainan caturnya taktis membuat menarik perhatian khusus bagi para peserta Turnamen Catur JAPFA Chess Festival 2026 selama seminggu ini.

Betapa tidak, WGM Xeniya Balabayeva bukan hanya berhasil keluar sebagai juara usai mengungguli wakil Indonesia, WFM Laysa Latifah dengan 8 poin berbanding 2 poin.

Tapi, kecantikan gadis asal pecahan Uni Sovyet itu, merupakan sosok wanita yang cerdas. Xeniya tampil dominan sekaligus memanfaatkan ajang ini untuk menguji sejumlah strategi baru di papan catur.

"Secara keseluruhan, turnamen ini sangat bagus bagi saya. Saya menang dengan hasil yang cukup solid. Saya mencoba memainkan beberapa strategi yang menarik bagi saya, melakukan lebih banyak eksperimen, dan sebagainya. Saya harap lawan saya juga menikmati pertandingan ini. Secara pribadi, ini adalah pengalaman yang bagus bagi saya," ujar Xeniya. 

Meski berhasil mengamankan poin solid, Xeniya menegaskan bahwa pertarungan melawan Laysa tidak didapat dengan mudah. Ia menilai ketenangannya dalam mengelola krisis waktu (time pressure) menjadi kunci utama yang membedakan permainannya dengan sang lawan.

"Laysa adalah pemain yang sangat kuat. Saya sudah pernah bertemu dengannya tahun ini di Kejuaraan Asia. Pertandingan tadi cukup berat, terutama di nomor catur klasik. 

Dia memberikan tekanan kepada saya, dan saya mencoba bertahan serta menekan balik. Saya tidak akan mengatakan ini sangat sulit, tetapi juga bukan pertandingan yang paling mudah.

 Dia memberikan beberapa masalah bagi saya di papan catur. Namun, saya rasa saya bermain lebih baik saat berada dalam tekanan waktu (time pressure) dibandingkan dia, dan itu sangat membantu saya untuk mendapatkan lebih banyak poin," jelasnya.

Selain mengulas teknis pertandingan, pecatur yang kini berada di jajaran lima besar Kazakhstan tersebut memberikan apresiasi terhadap kualitas serta perkembangan pecatur putri Indonesia di kancah internasional.

Pecatur Wanita Indonesia Punya Prospek Cerah, Asal Sering Ikut Turnamen di Mancanegara 

"Saya pikir pecatur Indonesia bagus, terutama pecatur wanitanya. Mereka memiliki banyak pemain bagus sejak dulu. 

Saya rasa perkembangannya terus meningkat, dan sangat menyenangkan melihat turnamen seperti ini karena membantu para pemain untuk bertanding. Saya yakin generasi muda di sini akan tumbuh menjadi sangat kuat," tuturnya.

Kunjungan keduanya ke Indonesia—setelah sebelumnya berlaga di Bali pada ajang Asian Youth Championship—meninggalkan kesan mendalam bagi Xeniya. Ia mengaku menikmati keramahan masyarakat serta kuliner lokal di Jakarta selama kompetisi berlangsung.

"Saya menikmati waktu saya di Indonesia. Semua orang sangat ramah dan selalu berusaha membantu. Saya menyukai pengalaman saya di sini, terutama di Jakarta. Saya sudah mencoba beberapa makanan lokal, saya tidak ingat namanya, tapi secara keseluruhan saya menikmati setiap makanan yang saya coba di sini. Saya tidak suka makanan yang sangat pedas, jadi saya mencoba mencari yang tingkat pedasnya rendah," ungkap Xeniya. (Jordan dari berbagai sumber)


JAPFA Chess Festival 2026 Terbilang Sukses


Jakarta- Turnamen catur JAPFA Chess Festival 2026 sukses digelar selama enam hari mulai 1-6 September di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta.Kendati tak satupun pecatur tuan rumah yang berhasil mengalah pecatur asal Vietnam (putra) dan Kazakhstan (putri). 

Sukses ukurannya adalah dalam penyelenggaraan selama 6 hari tak ada satupun peserta yang protes. Segi lain adalah prestasi pecatur putri kali ini lebih meningkat. Demikian ditegaskan oleh Waketum PB Percasi Pandapotan Sinaga dalam menutup turnamen ini. 

Pandapotan menyoroti pentingnya kejuaraan ini sebagai ajang pemanasan dan pembinaan atlet menjelang kompetisi internasional tingkat tinggi, sekaligus menjadi wadah regenerasi pecatur tanah air.

"Dengan kegiatan ini, bisa menambah latihan yang dilakukan para pemain-pemain catur, terlebih para pecatur-pecatur muda yang ada di kita. Hari ini dari laporan Pak Henry Jamals bahwa juaranya saja sekarang umur 12 tahun," ujar Pandapotan pada sambutan penutupan turnamen. 

 Ia berharap sinergi dengan dunia usaha dapat terus berlanjut dan memicu keterlibatan korporasi lain untuk turut serta menyelenggarakan kejuaraan serupa demi mencetak lebih banyak Grandmaster baru bagi Indonesia. 

"Jadi sekali lagi, saya sangat bangga, apalagi ada pecatur muda yang juara hari ini, bisa menambah pundi-pundi atau pemain-pemain kita yang berbakat untuk bisa kita kembangkan, dan mudah-mudahan bisa menghasilkan grandmaster-grandmaster yang baru.

Jadi kedepannya ada penambahan perbendaharaan grandmaster pecatur kita di Indonesia ini," ungkapnya. Pandapotan menegaskan komitmen PB Percasi untuk terus memperbanyak ruang kompetisi bagi para atlet serta menyampaikan terima kasih atas dedikasi berkelanjutan dari pihak JAPFA.

Pada kategori Senior Putri, WNM Veronica Jefany Sheryl Kichi Makalew dari Jawa Timur menjadi juara dengan 7 poin. WNM Zilla Altofun Nisa dari Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 6,5 poin sedangkan Nafisah Hanun dari Banten menempati peringkat ketiga dengan 6 poin. Kategori Veteran dimenangi FM Johan Gunawan dari Banten dengan 7,5 poin.

FM Maksum Firdaus dari Sumatera Selatan dan NM Aris Tls dari DKI Jakarta juga mengoleksi 7,5 poin tetapi masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga berdasarkan kriteria penentuan peringkat. Di kelompok junior putra, Arya Prima dari Sumatera Selatan menjuarai U-18 dengan 7,5 poin. AGM Jessen Michael Aiji Pranata dari Jawa Barat memimpin U-14 dengan 8 poin lalu M Nabil Muzakki dari Jawa Barat menjadi juara U-10 dengan 8,5 poin.

Pada kelompok junior putri, Danesh Syauqina Putri dari DKI Jakarta menjadi juara G-18 dengan 8 poin. Chavi Alisha Egbert Dawn dari DIY menyapu bersih G-14 dengan 9 poin, sedangkan Evelyn Tria Lienora dari DKI Jakarta juga meraih poin sempurna 9 untuk menjadi juara G-10.

Sementara itu, nomor blitz menjadi milik IM Arif Abdul Hafiz dengan 8,5 poin disusul FM Zacky Dhiaulhaq dan IM Yosep Taher yang menempati posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing 8 poin. (Jordan)


 

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET