Ket foto:Agustiar Sabran menerima Pataka (tongkat estafet) dari Ketua PB Percasi sebelumnya Drs. GM Utut Adianto. Dengan demikian resmi sudah Agustiar Sabran menjadi Ketua PB Percasi periode 2026-2030.
Babak baru dunia catur Indonesia dimulai. Dimana saat ini memiliki nakhoda baru melalui Munas Percasi XXX/2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4). GM Utut Adianto pamit setelah memimpin Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) dua periode dan kini terpilih Agustiar Sabran.
Agustiar Sabran juga merupakan Gubernur Kalimantan Tengah. Dia dipilih melalui Munas untuk menjadi Ketua Umum Percasi periode 2026-2030. Sebelum ini, Agustrian juga menjabat Ketua Harian di Percasi.
"Kita mendoakan Pak Agustiar yang punya kecintaan luar biasa terhadap catur. Beliau juga ekonominya baik. Beliau juga pasti akan mencurahkan waktu dan tim terbaiknya untuk kemajuan catur ke depan," kata Utut Adianto.
Munas Percasi XXX/2026 dibuka oleh Menpora Erick Thohir. Menpora mengapresiasi kerja keras dan kepemimpinan GM Utut dalam membina olahraga catur.
Dia berharap ke depan catur bisa terus berkembang dan melakukan terobosan secara industri khususnya terkait digitalisasi. Pemerintah, kata Erick, siap untuk memberikan dukungan pengembangan catur ke depan.
"Saya percaya olahraga itu tidak hanya prestasi, tapi ada yang namanya industri olahraga. Kalau kita hanya bicara prestasi tapi industrinya tidak berkembang itu sulit," ucap Erick.
"Hari ini banyak anak-anak muda kita di bawah 16 tahun saat ini tidak boleh hanya bermain gim online. Bukan berarti catur tidak bisa melakukan terobosan seperti catur online catur yang mendorong pertandingan-pertandingan versi online," imbuhnya.
Sementara itu Ketum KONI Pusat Marciano Norman juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan Percasi masa bakti 2022-2026 atas kerja keras membina catur di Tanah Air.
Marciano mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial Percasi yang telah berbagai meraih prestasi seperti di SEA Games Thailand 2025 dengan 1 medali emas, 2 medali perak dan 4 medali perunggu. Marciano berharap Indonesia memiliki banyak grand master catur yang baru.
“Potensi catur ini luar biasa karena di daerah mulai tingkat kelurahan, tidak ada orang Indonesia yang tidak main catur,” ujar Marciano.
Usai terpilih, Agustiar Sabran menegaskan fokusnya membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan dari yang dibangun kepengurusan sebelumnya. Dia juga mengungkapkan rencana pembentukan liga catur, digitalisasi, hingga penguatan basis akar rumput melalui sekolah.
Menurut Agustiar, pengembangan catur tidak cukup hanya di level elite melainkan juga dimulai dari bawah dengan memperluas akses. Dia berencana mendorong agar catur masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
“Untuk jangka pendek ini tentunya kami membuat struktur pengurus dulu. Ke depan programnya akan membuat liga, digitalisasi, lalu catur masuk ke ekstrakurikuler di sekolah,” tegas Agustiar.
Sementara untuk jangka panjang. "Tentunya tetap membina atlet atlet muda catur yang diproyeksikan masuk pecatur top Asean dan Asia yang punya daya saing untuk membawa nama harum Bangsa ini," tandas Agustiar lagi. (Jordan)




