Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Cita-cita Pendiri SCUA Eka Putra Ingin Nyalakan Lilin-lilin Kecil bagi Catur Masa Depan Indonesia Bakal Terwujud

Kamis, 02 April 2026

Bandung-Penampilan para pecatur muda sangat luar biasa dan mengesankan di ajang PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament yang berakhir kemarin, Senin (30/3/2026) di Hotel Mewangi, Bandung, Jawa Barat. Mereka berhasil menciptakan kejutan dengan mengalahkan 12 pecatur senior yang menjadi lawannya. 

Dari 12 babak yang dimainkan Nayaka Budhidharma dan kawan-kawan menang dengan skor meyakinkan 7,5-4,5. Angka kemenangan tersebut akumulasi dari 6 kali menang, 3 kali seri dan 3 kali kalah. 

 Ir. Eka Putra Wirya Pendiri SCUA dan Dewan Pembina PB Percasi.

Dominasi 12 pecatur yang tergabung dalam program Pelatnas The Dream Team Reborn yang ditempa di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Narogong, Bekasi, Jabar. Semakin lengkap dengan sukses IM Nayaka Budhidarma (2351) tampil sebagai juara setelah membukukan poin tertinggi 10,5 poin. SCUA 

Raihan poin tersebut menandakan Nayaka bermain hampir sempurna, 10 kali menang, sekali draw dan hanya kalah sekali dari pecatur senior FM Hamdani Rudin (2297) di babak 12.

Peringkat kedua juga dikuasai oleh skuad Young Stars yakni WIM Shafira Devi Hafesa (2237) yang memperoleh point 9,5. Disusul rekannya FM Fabian Glen Mariano (2438) dengan point yang sama 9.5 di peringkat ketiga.Sementara itu, di tim Senior, peringkat pertama diduduki oleh FM Hamdani Rudin (2297) dengan poin 7, kedua FM Syarif Mahmud (2178) juga dengan point 7, dan peringkat ketiga di point yang sama diduduki oleh IM Muhammad Ivan Situru (2189). 

Dengan keberhasilan ini, maka tiga peraih poin tertinggi di kategori senior dipastikan akan dikirim mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia senior di Vrnjacka Banja-Serbia (ex Yugoslavia). 

Wasekjen PB Percasi Nanang Pujalaksana dalam sambutannya saat menutup PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament menyampaikan hasil dari turnamen ini menunjukkan bahwa program pembinaan yang dilakukan PB PERCASI sudah di trek yang benar.  

"Karena tim Young Stars yang terdiri dari para pemain Pelatnas The Dream Team sudah bisa menggunguli para seniornya," ujar Nanang. 

Turnamen ini juga mencerminkan telah terjadinya proses regenerasi dalam catur Indonesia. Para pecatur muda tidak hanya menimba ilmu dari para pecatur senior tetapi juga mampu mengimbanginya bahkan mengalahkan mereka. 


Apa yang ditorehkan para pecatur muda itu yang ditempa di kawah Candradimuka di SCUA, Bekasi sesuai dengan harapan pendiri lembaga catur yang dilengkapi dengan Museum Catur Indonesia yakni Ir. Eka Putra Wirya yang menginginkan agar lembaga yang dia dirikan mampu  Nyalakan  Lilin-lilin Kecil bagi Catur Masa Depan Indonesia. 

"Saya sangat mengapresiasi hasil positif yang ditorehkan para pecatur muda kita. Jujur salut dengan kegigihan mereka, tak gentar melawan pecatur senior yang sudah kenyang pengalaman," kata Eka Putra Wirya yang kini duduk sebagai Dewan Pembina PB Percasi itu. 

Masih menurut Eka bahwa berpesan agar jangan merasa puas atas raihan prestasi itu. Perjalanan kalian masih panjang. "Terus lah berlatih, bertanding dengan serius. Agar kelak kalian bisa lebih berprestasi lagi ke jenjang yang lebih tinggi demi mengharumkan bangsa ini," pesan pria yang low profile ini. 

Sebaliknya, para senior juga menunjukkan bahwa pengalaman adalah aset yang sangat berharga dan tidak mudah tergantikan. 
 
PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament memberikan gambaran nyata cerahnya masa depan catur Indonesia. Para pecatur junior yang akan melanjutkan estafet perjuangan dari para seniornya telah membuktikan kemampuan mereka. 

12 pecatur junior putra-putri yang tampil impresif dalam turnamen ini, diantaranya IM Nayaka Budhidharma, FM Fabian Glen Mariano, Kenny Horasino Bach, Arjuna Satria Pamungkas, I Kadek Dhanvant Keene Anggaswara, Banyu Wiguno Wening, Zach Alexander Tjong, WIM Shafira Devi Herfesa, WIM Laysa Latifah, WCM Clementia Adeline, Veronica Jefany Sheryl Kichi Makalew dan Claretta Nathania Handoko. Mereka bertanding sebanyak 12 babak catur standar (klasik) melawan 12 pecatur senior yaitu IM Irwanto Sadikin, IM Muhammad Ivan Situru, IM Ronny Gunawan, IM Danny Yuswanto, FM Hamdani Rudin, FM Cecep Kosasih, FM Hanny Marentek, MN Sudung Tampubolon, MN Joni Jumansah, MN Hasian Panggabean dan MN Tommy Supriyanto.  (Jordan)


Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya Sambut Baik Event di Bandung

Kamis, 26 Maret 2026


Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya sambut baik event PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament.


Dewan Pembina PB Percasi menyambut baik event PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars ini. Menurut Eka event ini selain menjadi ajang yang tepat untuk mengasah kemampuan. Juga sebagai sarana pengembangan kualitas para pecatur muda yang diharapkan kelak menjadi bintang. 

"Kompetisi bagi pecatur muda anggota The Dream Team Reborn sangat penting untuk menguatkan mental bertandingan mereka," tambah Dewan Pembina PB. Percasi Ir.  Eka Putra Wirya yang juga hadir saat pembukaan turnamen.

Menurut pria yang hobi catur ini, bahkan tak pernah hitung hitungan soal pengeluaran dana bagi pembinaan catur untuk usia muda, baik itu di tanah air maupun di mancanegara, bahwa para pecatur masa depan itu selama ini digembleng dalam program latihan di Sekolah Catur Utut Adianto, SCUA Bekasi dan telah terlihat perkembangannya. "Kualitas mereka dari segi strategi permainan telah mengalami banyak kemajuan, bahkan mampu mengalahkan senior mereka pada berapa turnamen nasional dan ini sangat memberi harapan," tandas Eka Putra Wirya.

Turnamen yang boleh dibilang "intimate" Ini, tetap menyediakan hadiah, yang totalnya Rp. 76.000.000 untuk 24 peserta, yang artinya semua peserta yang bertanding akan mendapatkan hadiah. 

Yang tak kalah menarik, khusus untuk para pemain Senior, mereka yang menduduki peringkat 1 sampai 3 akan dikirim PB Percasi untuk berlaga  di kejuaraan dunia senior di Vrnjacka Banja- Serbia (ex Yugoslavia). 

Di akhir kepemimpinan GM Utut Adianto sebagai Ketua Umum PB Percasi, para pecatur senior maupun junior tetap mendapatkan perhatian khusus. Dan diberi ruang untuk terus membuahkan prestasi. (Jordan)

PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament



BANDUNG- Di akhir kepemimpinan GM Utut Adianto sebagai Ketua Umum PB Percasi masa bakti 2022-2026:. PB PERCASI gelar ajang yang sangat prestisius yakni PERCASI  Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament yang diselenggarakan di Hotel Mewangi, Bandung, Jawa Barat selama sepekan.  

Event PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament yang berlangsung dari tanggal 25-31 Maret 2026, merupakan turnamen yang fokus untuk pembinaan, khususnya bagi para pemain muda yang saat ini dlberada di Pelatnas The Dream Team Reborn. 

Tercatat 24 pecatur yang ikut berpartisipasi, 12 pecatur senior dan 12 pecatur junior, yang beberapa diantaranya mereka sudah menyadang gelar  Internasional Master (IM), dan Fide Master (FM), dan beberapa juga bergelatr Master Nasional (MN). 

Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto saat membuka secara resmi turnamen ini mengatakan  bahwa PB Percasi terus berupaya memberikan yang terbaik untuk pengembangan dan pembinaan catur Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan turnamen seperti ini. 

"Turnamen ini sebenarnya diinisiasi oleh GM Susanto Megaranto, untuk sarana latih tanding. Karena kalau hanya terus berlatih tanpa ada bertanding jadi tidak maksimal hasilnya," ujar Utut. 

Selama ini para pecatur junior yang dilatih oleh GM Susanto Megaranto dan IM Tirta Chandra (Pelatnas The Dream Team Reborn) terus disuplai berbagai ilmu (catur), namun kesempatan untuk menguji kemampuan mereka dalam bertanding dengan lawan yang mumpuni masih terhitung kurang. 

"Di turnamen ini, mereka bisa menimba ilmu dari para senior yang hebat pada masanya. Ini jadi kesempatan bagi mereka untuk mempraktikkan semua yang telah dipelajari di Pelatnas, " tambah  GM Utut Adianto. 

PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars ini selain menjadi ajang yang tepat untuk mengasah kemampuan. Juga sebagai sarana pengembangan kualitas para pecatur muda yang diharapkan kelak menjadi bintang. 

"Kompetisi bagi pecatur muda anggota The Dream Team Reborn sangat penting untuk menguatkan mental bertandingan mereka," tambah Dewan Pembina PB. Percasi Ir.  Eka Putra Wirya yang juga hadir saat pembukaan turnamen.

Pecatur masa depan itu selama ini digembleng dalam program latihan di Sekolah Catur Utut Adianto, SCUA Bekasi dan telah terlihat perkembangannya. "Kualitas mereka dari segi strategi permainan telah mengalami banyak kemajuan, bahkan mampu mengalahkan senior mereka pada berapa turnamen nasional dan ini sangat memberi harapan,"imbuh Eka Putra Wirya.

Turnamen yang boleh dibilang "intimate" Ini, tetap menyediakan hadiah, yang totalnya Rp. 76.000.000 untuk 24 peserta, yang artinya semua peserta yang bertanding akan mendapatkan hadiah. 

Yang tak kalah menarik, khusus untuk para pemain Senior, mereka yang menduduki peringkat 1 sampai 3 akan dikirim PB Percasi untuk berlaga  di kejuaraan dunia senior di Vrnjacka Banja- Serbia (ex Yugoslavia). 

Di akhir kepemimpinan GM Utut Adianto sebagai Ketua Umum PB Percasi, para pecatur senior maupun junior tetap mendapatkan perhatian khusus. Dan diberi ruang untuk terus membuahkan prestasi. (Jordan)

Ketua PABSI NTB Karina De Vega:NTB Siap Gelar Angkat Besi PON 2028

Minggu, 15 Maret 2026

Ketua Pengrov PABSI NTB, Karina De Vega berjabat tangan dengan Ketua KONI Pusat, Marciano Norman

JAKARTA-Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia(Pengprov PABSI) Nusa Tenggara Barat, Karina De Vega menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertandingan cabang angkat besi PON 2028 diputuskan berlaga di Nusa Tenggara Barat, setelah sebelumnya direncanakan di Nusa Tenggara Timur.

"Kami berterima.kasih kepada KONI Pusat,PB PABSI, KONI Nusa Tenggara Barat, atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB menjadi penyelenggara cabor angkat besi," ungkap Karina De Vega ketika dihubungi via whattsap, beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan, NTB siap untuk menggelar cabor angkat besi, dan telah mempersiapkan dua fasilitas venues sebagai alternatif.

"Berdasarkan instruksi Pemerintah Pusat, bahwa tidak ada pembangunan venues baru untuk PON 2028, kami telah menyiapkan dua GOR sebagai alternatif sebagai venues. Nantinya, kami akan merenovasinya agar layak untuk menjadi venues berstandar Federasi Angkat Besi Dunia (IWF)," tutur Karina De Vega ya g juga mantan atlet bola basket itu.

Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028, menyetujui adanya daerah pe­nyangga. Jakarta menjadi opsi utama untuk menggelar sejumlah pertandingan yang membutuhkan venue berstandar internasional.

Hal tersebut dibicarakan dalam Rapat Kerja di Ruang Lukman Niode, akhir pekan lalu. Rapat dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua KONI NTB Mori Ha­nafi, serta Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid. Per­temuan itu menjadi tindak lanjut komunikasi KONI de­ngan pemerintah pusat, termasuk hasil audiensi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, beberapa waktu lalu.

Dalam forum itu ditegaskan, penyelenggaraan PON 2028 tidak akan diiringi pembangunan arena baru. Peme­rintah meminta tuan rumah mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia dengan dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai disyaratkan pemerintah.

"Kebijakan ini menitikberatkan pada pemanfaatan sa­rana yang ada. Tidak ada pembangunan venue baru di NTT maupun NTB. Langkah itu selaras dengan arahan Menpora Erick Thohir yang sebelumnya menegaskan pen­tingnya efisiensi pembiayaan multievent olah raga, agar tidak meninggalkan infrastruktur mangkrak pascakejuaraan," kata Ketua KONI Pusat, Marciano Norman.

KONI Pusat bersama dua tuan rumah menyepakati pelibatan provinsi lain sebagai daerah penyangga untuk bebe­rapa nomor tertentu. Ini karena keterbatasan fasilitas di wilayah NTT dan NTB. Salah satu pilihannya adalah menggelar pertandingan di Jakarta.

Meskipun demikian, nama resmi ajang tetap PON XXII/­­­2028 NTT-NTB. Gubernur DKI Jakarta telah me­nya­ta­kan kesiapan menjadi daerah penyangga. Sejumlah fasilitas seperti akuatik, velodrome, arena berkuda equestrian, hingga lintasan es telah memenuhi standar teknis.

Rencana pembagian venue cabor pada PON 2028 me­netapkan NTT menggelar 21 cabor. Dari jumlah itu, empat cabang akan diselenggarakan bersama NTB. Sementara itu, NTB akan mempertandingkan 26 cabor. Adapun DKI Jakarta sebagai daerah pendukung diproyeksikan menggelar 14 cabor.

Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, mengungkapkan PON 2028 mengusung konsep efisiensi dengan melibatkan Jakarta sebagai provinsi penyangga. Menurutnya, hal ini dilakukan agar pelaksanaan PON 2028 tidak terbebani oleh pembangunan venue baru yang memakan biaya besar.

"Langkah ini diambil demi menjaga kualitas pertandingan tanpa harus memaksakan pembangunan infrastruktur baru di daerah," ujar Mori dalam keterangannya, Jumat malam.

Mori mengatakan NTB sebagai salah satu tuan rumah akan menyelenggarakan total 26 cabor. Daftar cabor PON 2028 di wilayah NTB meliputi kategori Olympic seperti panahan, atletik, basket, dayung, golf, triathlon, voli pasir, panjat tebing, judo, dan angkat besi.

Terpisah,  Menpora Erick Thohir sebelumnya juga mendorong agar PON tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarprovinsi, melainkan terintegrasi dalam sistem pembinaan nasional berjenjang. Ia mengusulkan PON dapat difungsikan sebagai ajang seleksi menuju SEA Games sehingga kalender kompetisi lebih selaras dan tidak ber­benturan dengan agenda besar seperti Olimpiade.

Dikatakan, pengalaman PON 2024 yang berdekatan dengan Olimpiade menjadi pelajaran penting. "Kita ingin semua berjalan sejalan karena fokus pemerintah saat ini adalah multievent seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Jadi PON juga harus mendukung arah itu," tandasnya(Jordan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET