Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tim Catur Indonesia Menang dari Ghana di Olimpiade Catur

Kamis, 17 September 2026

Ket foto: Tim Catur Putra Indonesia Menang mudah atas Ghana di babak pertama di Kejuaraan Olimpiade Catur di Uzbekistan. 

Tim catur putra Indonesia mengawali perjuangannya pada Olimpiade Catur ke-46 (46th FIDE Chess Olympiad) Samarkand 2026 dengan hasil meyakinkan. 

Pada babak pertama yang dimainkan Rabu, 16 September 2026, Indonesia berhasil mengalahkan Ghana dengan skor telak 4-0. 

Hasil tersebut juga dikonfirmasi oleh PB Percasi melalui laporan pertandingan babak pertama. Baca Juga: Olimpiade Catur 2024 di Budapest: Indonesia Turunkan Kolaborasi Tim Junior dan Senior Pertandingan Indonesia melawan Ghana berlangsung di EXPO Center, Silk Road Complex, Samarkand, Uzbekistan, yang menjadi lokasi utama Olimpiade Catur 2026. 

 Babak pertama dimulai pukul 15.00 waktu setempat atau sekitar 17.00 WIB. FIDE mencatat bahwa pertandingan babak pertama Olimpiade Catur 2026 secara keseluruhan dimulai tepat pukul 15.00 waktu Samarkand. 

Dalam pertandingan tersebut, GM Susanto Megaranto yang tampil di papan pertama berhasil mengalahkan pecatur Ghana FM Hasford John Kojo dengan rating 1.905. Susanto yang memiliki rating 2.488 mencatat kemenangan 1-0. 

Kemenangan di papan pertama ini menjadi pembuka bagi hasil sempurna Indonesia atas Ghana. Pada papan kedua, IM Gilbert Elroy Tarigan juga menyumbangkan satu angka setelah menundukkan CM Bernard Anhwere. Gilbert yang memiliki rating 2.416 menghadapi pemain Ghana dengan rating 1.965 dan berhasil menang 1-0. 

Dengan kemenangan tersebut, Indonesia sudah unggul 2-0 dari empat pertandingan yang dimainkan secara bersamaan. Dua angka berikutnya diperoleh IM Arif Abdul Hafiz di papan ketiga dan IM Satria Duta Cahaya di papan keempat. Arif Abdul Hafiz, dengan rating 2.428, mengalahkan CM Cephas Clinton Fomevor yang memiliki rating 1.926.

Sementara Satria Duta Cahaya, rating 2.412, menang atas Prince Akpa yang memiliki rating 1.855. Kedua partai berakhir 1-0 sehingga Indonesia menyapu bersih seluruh empat papan dengan skor akhir 4-0. Susunan tim putra Indonesia pada pertandingan babak pertama tersebut terdiri atas Susanto Megaranto, Gilbert Elroy Tarigan, Arif Abdul Hafiz, dan Satria Duta Cahaya. Tim Indonesia juga memiliki IM Budhidharma Nayaka sebagai pemain kelima/cadangan dalam susunan tim, sementara Kristianus Liem tercatat sebagai kapten tim. Rata-rata rating lima pemain Indonesia dalam daftar tim tercatat 2.436. Kemenangan 4-0 ini menjadi modal awal bagi Indonesia dalam turnamen yang berlangsung 15–27 September 2026 tersebut.

 Olimpiade Catur Samarkand diikuti 207 tim pada nomor Open dan 191 tim pada nomor Women. Kompetisi menggunakan sistem Swiss dalam 11 ronde, sehingga setiap pertandingan berikutnya akan menjadi tantangan baru bagi tim Indonesia. FIDE sendiri mencatat bahwa banyak tim unggulan juga membuka turnamen dengan kemenangan besar pada babak pertama. 

Ket foto:Tim Catur Putri juga memetik hasil sempurna di babak pertama saat bersua Timor Leste 4-0. 

Sukses tim putra ternyata diikuti tim putri setelah melibas Timor Leste dengan telak 4-0. Adapun susunan pemain yang dimenurunkan empat pecatur pada pertandingan perdana tersebut. Di papan pertama, WIM Diajeng Theresa Singgih yang memiliki rating 2.280 menghadapi Maria Soares de Araujo dari Timor Leste dengan rating 1.724.

Diajeng berhasil mengamankan kemenangan sehingga Indonesia mendapatkan angka pertama. Di papan kedua, WIM Laysa Latifah (2.213) menghadapi Sonizia A. Tilman da Silva (1.675) dan juga berhasil menang.

Dengan demikian, Indonesia unggul 2-0 setelah dua papan pertama selesai.  Kemenangan Indonesia kemudian dilengkapi oleh WIM Shafira Devi Herfesa di papan ketiga. Shafira yang memiliki rating 2.130 berhadapan dengan Elfiana dos Santos dari Timor Leste yang memiliki rating 1.674.

Dua partai lainnya berhasil disumbangkan oleh Laysa dan Ummi Salsabila. Untuk melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 4-0 atas Timor Leste. Di babak kedua nanti tim  putri akan berhadapan dengan Ghana. Sementara untuk putra sudah menanti lawan terberat yang masuk dalam unggulan atas yakni Tim Putra India. (Jordan)

Berikut Jadwal babak kedua putra bersua India dan putri bertemu Ghana:



Modern Pentathlon Siap Digelar di Yogyakarta

Selasa, 08 September 2026

Ket foto: Ketua Umum PP MPI Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menyampaikan kesiapan PP MPI menyambut Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 di AAU Yogyakarta sekaligus persiapan lima atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. 

JAKARTA – Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) menyambut positif pelaksanaan Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 yang akan berlangsung pada 23-25 September 2026 di Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta.

Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 TNI Tahun 2026. Ajang ini sekaligus menjadi momentum bagi PP MPI untuk memperkuat pembinaan atlet modern pentathlon sekaligus memperkenalkan olahraga tersebut kepada generasi muda.

Ketua Umum PP MPI, Marsekal Muda (Marsda) TNI Purwoko Aji Prabowo, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada modern pentathlon untuk menjadi salah satu cabang olahraga dalam rangkaian perayaan HUT TNI ke-81.

Purwoko menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo memberikan keterangan kepada awak media.


Menurutnya, keterlibatan modern pentathlon dalam kejuaraan Piala Panglima TNI 2026 menjadi kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperluas pembinaan olahraga yang masuk dalam cabang olahraga Olimpiade tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan Modern Pentathlon menjadi satu dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan dalam rangkaian peringatan HUT TNI 2026,” ujar Purwoko.

Ia menegaskan, PP MPI akan terus mendorong pembinaan atlet agar modern pentathlon tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.

“Sebagai Olympic sport, kami di PP MPI terus menggemakan pembinaan agar Modern Pentathlon dapat membangun karakter generasi muda yang berdisiplin tinggi, memiliki daya juang tinggi, serta stamina tangguh untuk menjadi juara,” katanya.

Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 akan mempertandingkan kategori senior serta U-19 putra dan putri. Peserta akan berkompetisi dalam sejumlah nomor yang menguji kemampuan fisik, teknik, daya tahan, hingga konsentrasi.

Nomor pentathlon mengintegrasikan lima disiplin olahraga, yakni lari, renang, anggar, obstacle, dan menembak. Sementara itu, nomor triathle memadukan tiga disiplin, yaitu lari, menembak, dan renang.

Adapun nomor biathle mengombinasikan dua disiplin olahraga, yakni lari dan renang. Kombinasi berbagai disiplin tersebut membuat modern pentathlon dikenal sebagai olahraga yang menuntut kemampuan atlet secara menyeluruh.



Ketua Umum PP MPI Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menyampaikan kesiapan PP MPI menyambut Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 di AAU Yogyakarta sekaligus persiapan lima atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. 

Selain menjadi arena kompetisi, Kejuaraan Modern Pentathlon Piala Panglima TNI 2026 juga membuka peluang bagi atlet muda berprestasi untuk melanjutkan karier di lingkungan TNI.

PP MPI menyatakan siap memfasilitasi para juara kategori U-19 yang memiliki minat untuk meniti karier sebagai anggota TNI melalui jalur prestasi.

“Kami membuka kesempatan bagi para juara di kategori U-19, jika tertarik bergabung menjadi anggota TNI, akan coba kami fasilitasi. Kesempatan dari Panglima TNI ini terbuka lebar bagi bibit-bibit muda berprestasi,” tegas Purwoko.

Menurutnya, perhatian TNI terhadap atlet berprestasi bukan sekadar wacana. Ia mencontohkan atlet yang sukses menyumbangkan medali bagi Indonesia pada SEA Games dan berstatus sebagai anggota Bintara TNI sebelumnya memperoleh apresiasi berupa kesempatan mengikuti sekolah pembentukan perwira.

Di sisi prestasi, Modern Pentathlon Indonesia juga tengah mempersiapkan diri menghadapi persaingan internasional. Setelah menyumbangkan satu medali emas, tiga perak, dan satu perunggu pada SEA Games, PP MPI kini mengarahkan fokus ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

Sebanyak lima atlet Indonesia dipastikan lolos untuk tampil pada Asian Games 2026. Mereka terdiri dari tiga atlet putri dan dua atlet putra.

Kelima atlet tersebut adalah Samuel dan M Ifsan dari sektor putra. Sementara dari sektor putri terdapat Sri Wahyuni, Inayah Qualby, dan Caroline Bangun.

Kelima atlet tersebut telah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) secara intensif di Yogyakarta sejak Maret 2026. Persiapan panjang itu diharapkan dapat meningkatkan kesiapan fisik, teknik, mental, dan strategi sebelum menghadapi persaingan di Asian Games.

Purwoko menyadari persaingan di Aichi-Nagoya tidak akan mudah. Indonesia akan menghadapi sejumlah negara yang memiliki kekuatan besar dalam modern pentathlon, seperti Jepang, Korea Selatan, China, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

“Persaingan di Asian Games nanti jelas sangat berat, terutama dari negara-negara kuat seperti Jepang, Korea Selatan, China, Kazakhstan, dan Uzbekistan,” ujarnya.

Meski demikian, ia optimistis persiapan yang telah dilakukan sejak Maret dapat menjadi modal penting bagi para atlet Indonesia.

“Dengan persiapan matang sejak Maret lalu, kami berharap para atlet dapat tampil optimal dan membawa pulang medali untuk mengharumkan nama bangsa. Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya. (Jordan)

Sambut HUT TNI ke-81 TNI AU Siap Gelar Piala KASAU Cup Angkasa Open 2026


Dalam rangka menyambut HUT TNI ke-81 TNI AU siap menggelar Kejuaraan 
juaraan Sepak Bola Nasional Kasau Cup Angkasa Open 2026. resmi diluncurkan dalam sebuah konferensi pers di Gedung Koopsudnas AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 8 September 2026. 


​Acara tersebut dihadiri langsung oleh Panglima Koopsudnas (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., serta Kepala Staf Koopsudnas (Kaskoopsudnas) Marsekal Muda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S.

​Turnamen Piala KASAU Cup dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 4 Oktober 2026 di Lapangan Koopsudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta. 

Kejuaraan ini akan mempertandingkan kategori kelompok usia 16 tahun (U-16) dan 18 tahun (U-18). 

Sejumlah klub dari berbagai daerah dipastikan berpartisipasi, meliputi perwakilan dari Lampung, Jawa Timur, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

​Pangkoopsudnas Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan wujud nyata pembinaan prestasi olahraga yang rutin dilakukan TNI AU.

​"Ini menjadi bagian dari pembinaan prestasi olahraga. Selain sepak bola, kami juga menggelar Piala Panglima TNI untuk cabang olahraga pentatlon dan panahan, serta beberapa cabang olahraga lainnya sebagai sumbangsih TNI AU dalam menyambut HUT ke-81 TNI," ujar Minggit di hadapan awak media.


​Di sisi lain, Pangkoopsudnas turut menyinggung penanganan situasi darurat bencana yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. TNI AU bersama jajaran TNI-Polri terus berkolaborasi aktif dalam penanggulangan bencana melalui jalur darat, laut, dan udara.

​"Kita semua berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. TNI AU menyiagakan personel, pesawat intai F-16, helikopter water bombing jenis Caracal, hingga bantuan logistik untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatra, dan Jawa," tandasnya. (Jordan)

Xeniya Betah Tinggal di Indonesia Namun Kurang Cocok dengan Masakannya

Senin, 07 September 2026


Jakarta-Pecatur cantik WGM Xeniya Balabayeva asal Kazakhstan. Selain cantik juga kelihatan cerdas hal itu terlihat jelas saat diwawancarai beberapa awak media, usai penutupan Kejuaraan Turnamen Catur JAPFA Chess Festival 2026, Minggu (6-9-2026) di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta. 

Xeniya dengan lugas menjawab semua pertanyaan. Kecerdasannya membuat ia, masuk jajaran 5 besar wanita di negaranya. Dengan kecantikannya dan permainan caturnya taktis membuat menarik perhatian khusus bagi para peserta Turnamen Catur JAPFA Chess Festival 2026 selama seminggu ini.

Betapa tidak, WGM Xeniya Balabayeva bukan hanya berhasil keluar sebagai juara usai mengungguli wakil Indonesia, WFM Laysa Latifah dengan 8 poin berbanding 2 poin.

Tapi, kecantikan gadis asal pecahan Uni Sovyet itu, merupakan sosok wanita yang cerdas. Xeniya tampil dominan sekaligus memanfaatkan ajang ini untuk menguji sejumlah strategi baru di papan catur.

"Secara keseluruhan, turnamen ini sangat bagus bagi saya. Saya menang dengan hasil yang cukup solid. Saya mencoba memainkan beberapa strategi yang menarik bagi saya, melakukan lebih banyak eksperimen, dan sebagainya. Saya harap lawan saya juga menikmati pertandingan ini. Secara pribadi, ini adalah pengalaman yang bagus bagi saya," ujar Xeniya. 

Meski berhasil mengamankan poin solid, Xeniya menegaskan bahwa pertarungan melawan Laysa tidak didapat dengan mudah. Ia menilai ketenangannya dalam mengelola krisis waktu (time pressure) menjadi kunci utama yang membedakan permainannya dengan sang lawan.

"Laysa adalah pemain yang sangat kuat. Saya sudah pernah bertemu dengannya tahun ini di Kejuaraan Asia. Pertandingan tadi cukup berat, terutama di nomor catur klasik. 

Dia memberikan tekanan kepada saya, dan saya mencoba bertahan serta menekan balik. Saya tidak akan mengatakan ini sangat sulit, tetapi juga bukan pertandingan yang paling mudah.

 Dia memberikan beberapa masalah bagi saya di papan catur. Namun, saya rasa saya bermain lebih baik saat berada dalam tekanan waktu (time pressure) dibandingkan dia, dan itu sangat membantu saya untuk mendapatkan lebih banyak poin," jelasnya.

Selain mengulas teknis pertandingan, pecatur yang kini berada di jajaran lima besar Kazakhstan tersebut memberikan apresiasi terhadap kualitas serta perkembangan pecatur putri Indonesia di kancah internasional.

Pecatur Wanita Indonesia Punya Prospek Cerah, Asal Sering Ikut Turnamen di Mancanegara 

"Saya pikir pecatur Indonesia bagus, terutama pecatur wanitanya. Mereka memiliki banyak pemain bagus sejak dulu. 

Saya rasa perkembangannya terus meningkat, dan sangat menyenangkan melihat turnamen seperti ini karena membantu para pemain untuk bertanding. Saya yakin generasi muda di sini akan tumbuh menjadi sangat kuat," tuturnya.

Kunjungan keduanya ke Indonesia—setelah sebelumnya berlaga di Bali pada ajang Asian Youth Championship—meninggalkan kesan mendalam bagi Xeniya. Ia mengaku menikmati keramahan masyarakat serta kuliner lokal di Jakarta selama kompetisi berlangsung.

"Saya menikmati waktu saya di Indonesia. Semua orang sangat ramah dan selalu berusaha membantu. Saya menyukai pengalaman saya di sini, terutama di Jakarta. Saya sudah mencoba beberapa makanan lokal, saya tidak ingat namanya, tapi secara keseluruhan saya menikmati setiap makanan yang saya coba di sini. Saya tidak suka makanan yang sangat pedas, jadi saya mencoba mencari yang tingkat pedasnya rendah," ungkap Xeniya. (Jordan dari berbagai sumber)


BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET