Kembali Tim Catur Putra Indonesia Buat Kejutan di Babak Kelima
Ket foto: Pertandingan Babak Kelima Olimpiade Catur di Uzbekistan pada Minggu (20-09-2026). Tim Catur Putra Indonesia Berhasil Kalahkan Tim Kuat, Italia.
Samarkand- Tim Catur Putra Indonesia kembali mencatat hasil ciamik pada Babak Kelima Olimpiade Catur FIDE ke-46 Samarkand 2026, Minggu (20/9/2026).
Dimotori pecatur terbaik Indonesia GM Susanto Megaranto Tim Putra Indonesia tampil impresif dengan menundukkan Italia 3-1.
Berbeda dengan hasilTim Putri Indonesia harus mengakui keunggulan Georgia dengan skor tipis 1,5-2,5. Walau kalah namun Tim Putri membuat perlawanan yang sangat berarti. Tercatat Diajeng Theresia Singgih di Papan 1 berhasil mengalahkan pecatur terbaik Georgia GM Nana Dzagnidze (2478).
Dengan hasil tersebut membuat Tim Putra Indonesia semakin kokoh dengan mengoleksi 8 match point, sedangkan Tim Putri Indonesia tetap mengantongi 6 match point setelah melalui lima babak.
Sebelumnya Indonesia Putra sebagai unggulan ke-52 mengantongi 6 match poin pada 4 babak yang telah dilewati, sementara Italia berada di posisi unggulan ke-26 juga dengan jumlah 6 match poin. Di sektor putri, Indonesia yang merupakan unggulan ke-35 bertemu Georgia, unggulan kedua turnamen. Menjelang Babak 5, kedua tim putri sama-sama memiliki 6 match point.
Kemenangan Tim Catur Putra Indonesia ditentukan melalui dua kemenangan, satu hasil remis dan satu kemenangan lainnya di papan ketiga.
Berikut Hasil lengkap empat papan:
Papan 1GM Susanto Megaranto (2488) vs GM Lorenzo Lodici (2573) : 1-0.
Papan 2IM Gilbert Elroy Tarigan (2416) vs GM Luca Moroni Jr. (2556)0,5-0,5.
Papan 3IM Satria Duta Cahaya (2412) vs GM Sabino Brunello (2536) : 1-0.
Papan 4IM Nayaka Budhidharma (2383) vs IM Edoardo Di Benedetto (2473) : 0,5-0,5.
Dengan demikian, Indonesia mengamankan kemenangan 3--1 atas Italia.
Susanto kembali menjadi pembuka kemenangan
Pada papan pertama, GM Susanto Megaranto memainkan partai melawan GM Lorenzo Lodici yang memiliki rating 2573.
Data live Chess.com memperlihatkan Susanto berhasil memenangkan partai tersebut. Kemenangan ini menjadi kontribusi penting bagi Indonesia karena pertandingan papan pertama mempertemukan dua pemain dengan selisih rating yang cukup signifikan.
Susanto sendiri sebelumnya juga mencatat hasil penting ketika menghadapi GM Praggnanandhaa dari India pada Babak 2 dan berhasil menahan remis. Pertandingan melawan india merupakan pertandingan yang sangat berat dan Indonesia ketika itu memberikan perlawanan kuat kepada India meskipun akhirnya kalah tipis 1,5-2,5.
Satria Duta kembali mencetak kemenangan, Poin penuh berikutnya datang dari IM Satria Duta Cahaya.
Satria yang memegang buah putih menghadapi GM Sabino Brunello (2536) dan berhasil memenangkan pertandingan.
Kemenangan ini semakin memperlihatkan kontribusi Satria dalam perjalanan Indonesia di Samarkand. Sebelumnya, Satria menjadi sorotan internasional setelah mampu menahan remis Juara Dunia GM Gukesh Dommaraju pada Babak 2.
Hasil remis tersebut sebagai salah satu pertandingan penting pada laga India--Indonesia, bahkan membuat rating live Gukesh turun di bawah 2700 pada saat itu.
Gilbert dan Nayaka menyumbang dua hasil remis. Dua papan lainnya berakhir imbang.
IM Gilbert Elroy Tarigan (2416) bermain remis melawan GM Luca Moroni Jr. (2556) dalam partai panjang yang berlangsung hingga lebih dari 110 langkah.
Sementara itu, IM Nayaka Budhidharma (2383) juga bermain remis melawan IM Edoardo Di Benedetto (2473). Partai tersebut berlangsung hingga memasuki ending kuda dan pion sebelum kedua pemain sepakat remis.
Dengan dua kemenangan dan dua remis, Indonesia mengamankan kemenangan telak 3--1.
Ket foto: Diajeng Theresa Singgih Sukses Kalahkan pecatur terbaik Georgia GM Nana Dzagnidze yang memiliki rating 2478.
Sementara Tim Putri Indonesia Berjuang Keras Melawan Georgia. Saat Indonesia menghadapi Georgia, unggulan kedua turnamen. Sebelum pertandingan dilaksanakan, kedua tim sama-sama memiliki 6 match point, sehingga laga tersebut menjadi salah satu pertandingan menarik pada Babak 5.
Di sektor putra, Satria Duta Cahaya kembali mencatat kemenangan setelah sebelumnya menjadi pemain yang mampu menahan juara dunia Gukesh.
Sementara di sektor putri, Diajeng Theresa Singgih menghasilkan salah satu kejutan terbesar Indonesia dengan menundukkan GM Nana Dzagnidze yang memiliki rating 2478.
Kedua hasil tersebut memperlihatkan bahwa performa individu pemain Indonesia tidak hanya ditentukan oleh perbedaan rating. Di papan catur, persiapan, ketahanan posisi, pengambilan keputusan dan kemampuan mengonversi peluang tetap menjadi faktor penting.
Setelah menyelesaikan lima dari sebelas babak, Indonesia Putra mengoleksi 8 match point, sedangkan Indonesia Putri mengoleksi 6 match point.
Babak berikutnya akan menjadi tantangan baru bagi kedua tim Indonesia dalam perjuangan mereka di Olimpiade Catur Samarkand 2026. (Jordan)








