Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Ketua PABSI NTB Karina De Vega:NTB Siap Gelar Angkat Besi PON 2028

Minggu, 15 Maret 2026

Ketua Pengrov PABSI NTB, Karina De Vega berjabat tangan dengan Ketua KONI Pusat, Marciano Norman

JAKARTA-Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia(Pengprov PABSI) Nusa Tenggara Barat, Karina De Vega menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertandingan cabang angkat besi PON 2028 diputuskan berlaga di Nusa Tenggara Barat, setelah sebelumnya direncanakan di Nusa Tenggara Timur.

"Kami berterima.kasih kepada KONI Pusat,PB PABSI, KONI Nusa Tenggara Barat, atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB menjadi penyelenggara cabor angkat besi," ungkap Karina De Vega ketika dihubungi via whattsap, beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan, NTB siap untuk menggelar cabor angkat besi, dan telah mempersiapkan dua fasilitas venues sebagai alternatif.

"Berdasarkan instruksi Pemerintah Pusat, bahwa tidak ada pembangunan venues baru untuk PON 2028, kami telah menyiapkan dua GOR sebagai alternatif sebagai venues. Nantinya, kami akan merenovasinya agar layak untuk menjadi venues berstandar Federasi Angkat Besi Dunia (IWF)," tutur Karina De Vega ya g juga mantan atlet bola basket itu.

Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028, menyetujui adanya daerah pe­nyangga. Jakarta menjadi opsi utama untuk menggelar sejumlah pertandingan yang membutuhkan venue berstandar internasional.

Hal tersebut dibicarakan dalam Rapat Kerja di Ruang Lukman Niode, akhir pekan lalu. Rapat dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua KONI NTB Mori Ha­nafi, serta Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid. Per­temuan itu menjadi tindak lanjut komunikasi KONI de­ngan pemerintah pusat, termasuk hasil audiensi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, beberapa waktu lalu.

Dalam forum itu ditegaskan, penyelenggaraan PON 2028 tidak akan diiringi pembangunan arena baru. Peme­rintah meminta tuan rumah mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia dengan dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai disyaratkan pemerintah.

"Kebijakan ini menitikberatkan pada pemanfaatan sa­rana yang ada. Tidak ada pembangunan venue baru di NTT maupun NTB. Langkah itu selaras dengan arahan Menpora Erick Thohir yang sebelumnya menegaskan pen­tingnya efisiensi pembiayaan multievent olah raga, agar tidak meninggalkan infrastruktur mangkrak pascakejuaraan," kata Ketua KONI Pusat, Marciano Norman.

KONI Pusat bersama dua tuan rumah menyepakati pelibatan provinsi lain sebagai daerah penyangga untuk bebe­rapa nomor tertentu. Ini karena keterbatasan fasilitas di wilayah NTT dan NTB. Salah satu pilihannya adalah menggelar pertandingan di Jakarta.

Meskipun demikian, nama resmi ajang tetap PON XXII/­­­2028 NTT-NTB. Gubernur DKI Jakarta telah me­nya­ta­kan kesiapan menjadi daerah penyangga. Sejumlah fasilitas seperti akuatik, velodrome, arena berkuda equestrian, hingga lintasan es telah memenuhi standar teknis.

Rencana pembagian venue cabor pada PON 2028 me­netapkan NTT menggelar 21 cabor. Dari jumlah itu, empat cabang akan diselenggarakan bersama NTB. Sementara itu, NTB akan mempertandingkan 26 cabor. Adapun DKI Jakarta sebagai daerah pendukung diproyeksikan menggelar 14 cabor.

Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, mengungkapkan PON 2028 mengusung konsep efisiensi dengan melibatkan Jakarta sebagai provinsi penyangga. Menurutnya, hal ini dilakukan agar pelaksanaan PON 2028 tidak terbebani oleh pembangunan venue baru yang memakan biaya besar.

"Langkah ini diambil demi menjaga kualitas pertandingan tanpa harus memaksakan pembangunan infrastruktur baru di daerah," ujar Mori dalam keterangannya, Jumat malam.

Mori mengatakan NTB sebagai salah satu tuan rumah akan menyelenggarakan total 26 cabor. Daftar cabor PON 2028 di wilayah NTB meliputi kategori Olympic seperti panahan, atletik, basket, dayung, golf, triathlon, voli pasir, panjat tebing, judo, dan angkat besi.

Terpisah,  Menpora Erick Thohir sebelumnya juga mendorong agar PON tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarprovinsi, melainkan terintegrasi dalam sistem pembinaan nasional berjenjang. Ia mengusulkan PON dapat difungsikan sebagai ajang seleksi menuju SEA Games sehingga kalender kompetisi lebih selaras dan tidak ber­benturan dengan agenda besar seperti Olimpiade.

Dikatakan, pengalaman PON 2024 yang berdekatan dengan Olimpiade menjadi pelajaran penting. "Kita ingin semua berjalan sejalan karena fokus pemerintah saat ini adalah multievent seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Jadi PON juga harus mendukung arah itu," tandasnya(Jordan)

Novendra Menang dari Yoseph, Namun Gagal Juara

Minggu, 08 Maret 2026


Ket foto: Para Juara di Kelompok Open Putra Diabadikan bersama Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto.


Untuk kesekian kalinya Pecatur IM Yoseph Taher (2495) kembali berjaya di Turnamen Catur Cepat Ramadan Cup 2026. Ini bukan kali pertama Yoseph yang berasal dari Jawa Barat  menjadi yang terbaik. Di ajang-ajang serupa sebelumnya, ia juga menjuarai turnamen Ramadan, namun di kategori kilat.

Pada Ramadan kali ini, Yoseph tampil di kelompok Open. Selama 9 babak yang dijalani, pecatur berkacamata ini sukses menjadi yang terdepan usai mengumpulkan 8 poin. Ia hanya kalah sekali dari Grand Master (GM) Novendra Priasmoro pada ronde 9.

Adapun Novendra menjadi runner up di kelompok ini dengan koleksi 8 poin. Di urutan ketiga ada IM Gilbert Elroy Tarigan yang juga mengoleksi 8 poin. Di kategori ini, Yosepk dinyatakan sebagai juara karena unggul solkof.

Bagi Yoseph, hasil juara yang diraihnya bukan hal yang mudah. Ia mengaku harus berjuang keras, apalagi banyak pesaing kuat, baik pecatur senior maupun junior. “Pastinya banyak pemain muda berbakat. Banyak orang tua, senior-senior yang bermain di sini. Saya merasa tertantang untuk bisa menahan mereka. Kira-kira jadinya saya berjuang, babak demi babak, dan akhirnya saya meraih juara,” kata Yoseph usai penutupan turnamen di Wisma Kemenpora Jakarta, Minggu 8 Maret 2026.

Mengenai pertemuan krusial, Yoseph menyebut lawan Gabian Glen di ronde ke-8 yang paling menguras pikiran. “Nah, babak ke-8 sih sebenarnya, lawan Fabian Glen dari Bali. Karena sih poinnya cuma beda setengah, dan pasti deg-degan untuk bermain. Jadinya saya bermain aman, tapi lawan saya memaksa, dan akhirnya saya bisa menang. Jadi akhirnya, karena selisih ada satu poin, jadi saya merasa aman menjadi juara,” ungkapnya.

Sementara itu di Kategori Wanita, juaranya adalah WIM Shafira Devi Herfesa. Ia sukses menjadi yang terbaik setelah mengoleksi 7,5 poin. Sedangkan di urutan kedua dan ketiga, masing-masing ditempati WCM Clementia Adeline (7 poin), dan WFM Yemi Jelsen (6,5 poin).

Berikut Daftar Pemenang Turnamen Catur Cepat Ramadan Cup 2026: 

Kategori Open
1. IM Yoseph Taher (8 poin)
2. GM Novendra Priasmoro (8 poin)
3. IM Gilbert Elroy Tarigan (8 poin)

Kategori Wanita:
1. WIM Shafira Devi Herfesa (7,5 poin)
2. WCM Clementia Adeline (7 poin)
3. WFM Yemi Jelsen (6,5 poin)

Kategori U-16 (Junior Putra):
1. NM Kenny Horasino Bach (8 poin)
2. Almagro Hasian Gultom (7,5 poin)
3. Dhanvant (7 poin)

Kategori G-16 (Junior Putri): 
1. Alysha Putri Abdullah (8 poin)
2. Baby Benita Sabana (8 poin)
3. Arini Angelina Lovly (6,5 poin)

Catur Cepat Ramadhan Cup Diikuti Sebanyak 453 Pecatur

Sabtu, 07 Maret 2026


Hadirnya Turnamen Ramadhan Cup 2026 resmi yang secara resmi dibuka pada Sabtu (7/3/2026) di Wisma Karsa Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta. Membuat kompetensi catur semakin semarak.

 
Pasalnya event yang sudah menjadi agenda tetap PB Percasi diikuti ebanyak 453 pecatur dari 15 Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.

Tingginya minat peserta membuat kapasitas ruangan pertandingan terisi penuh. Ketua Panitia Pelaksana, Nana Pujalaksana, mengatakan jumlah peserta tahun ini bahkan sudah mencapai batas maksimal yang dapat ditampung panitia.

“Total peserta ada 453 orang dan ini sudah menyentuh kapasitas maksimal ruangan. Kategori Open menjadi yang paling banyak diminati dengan 340 peserta,” kata Ketua Panpel  Nanang Pujalaksana saat ditemui di lokasi pertandingan, Sabtu (7/3).

Selain kategori Open, turnamen juga mempertandingkan kategori usia dan khusus wanita. Tercatat 67 peserta berlaga di kategori U-16, sebanyak 36 pecatur tampil di kategori wanita, serta 26 peserta di kategori U-17.

Menurutnya, Ramadhan Cup 2026 menggunakan format catur cepat dengan waktu 10 menit ditambah increment tiga detik per langkah. Pertandingan digelar selama dua hari dengan total sembilan babak. Hari pertama memainkan empat babak, sementara hari terakhir pada Minggu (8/3/2026). Mempertandingkan lima babak. 

“Kami menggunakan sistem catur cepat 10 menit plus increment tiga detik. Pertandingan dibagi menjadi empat babak pada hari Sabtu dan lima babak penentuan pada hari Minggu,” ujarnya.
Menariknya, turnamen ini diikuti pecatur lintas generasi. Peserta termuda bahkan tercatat baru berusia enam tahun dan berasal dari Jawa Barat.

Acara pembukaan turnamen turut dihadiri Wakil Ketua Umum V Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tursandi Alwi serta anggota DPRD Jawa Tengah Sugeng Prasojo.

Dalam sambutannya, Tursandi menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Percasi yang konsisten menggelar kompetisi untuk menjaga ekosistem prestasi catur nasional.

“KONI mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi Percasi yang terus menggulirkan turnamen untuk melahirkan pecatur hebat. Catur memiliki potensi besar karena bisa dimainkan oleh semua kalangan usia tanpa batasan fisik yang ketat,” kata Tursandi.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum PB Percasi, Grand Master (GM) Utut Adianto, yang membuka langsung turnamen tersebut, menyebut Ramadhan Cup memiliki nilai historis bagi perkembangan catur Indonesia. Ia mengungkapkan ajang ini pertama kali digelar pada 2002.

Menurut Utut, Ramadhan Cup juga kemungkinan menjadi turnamen terakhir yang berlangsung pada masa kepengurusannya yang akan berakhir pada April mendatang.

“Ramadhan Cup digagas sejak 2002. Catur menjadi salah satu olahraga yang tetap bisa dimainkan intens selama Ramadhan tanpa mengganggu ibadah puasa atlet,” ujar Utut.

Ia menegaskan turnamen tersebut bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi bagi komunitas pecatur dari berbagai daerah.

“Selain prestasi, ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pecatur dan penghobi catur dari seluruh Indonesia,” kata dia. Utut pun berharap kepengurusan Percasi berikutnya tetap mempertahankan Ramadhan Cup sebagai agenda tahunan.

“Saya berharap pengurus baru Percasi nanti bisa terus melanjutkan Ramadhan Cup sebagai agenda tetap,” ucapnya.

Turnamen tahun ini juga diramaikan kehadiran sejumlah pecatur papan atas nasional. Di antaranya Grand Master Novendra Priasmoro, International Master Elroy Tarigan, hingga pecatur veteran legendaris Cerdas Barus dan Ramdani.

Untuk mendukung kenyamanan peserta yang menjalankan ibadah puasa, panitia menyiapkan sekitar 500 paket buka puasa yang akan dibagikan di lokasi pertandingan.(Jordan)

Perolehan Medali Emas semenara SEA Games 2025

Sabtu, 20 Desember 2025


Kontingen Indonesia kembali menunjukkan performa impresif dengan menambah 11 medali emas pada ajang SEA Games 2025, Sabtu pagi WIB. Tambahan tersebut membuat Indonesia semakin mantap bertengger di posisi kedua klasemen sementara perolehan medali.

Rangkaian emas hari Jumat dibuka dari cabang triathlon. Martina Ayu Pratiwi tampil gemilang dengan merebut podium tertinggi di nomor individual putri. Hasil itu menambah koleksi pribadinya menjadi lima emas dan dua perak sepanjang SEA Games 2025.

Masih dari triathlon, Rashif Amila Yaqin memastikan lagu Indonesia Raya berkumandang setelah keluar sebagai juara di nomor individual putra.

Prestasi berlanjut di cabang perahu naga. Tim Indonesia tampil dominan dengan menyabet emas pada nomor perahu kecil 500 meter, lalu kembali berjaya di nomor perahu standar campuran 500 meter.

Sementara itu, dari lapangan tenis, pasangan Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen mengamankan medali emas ganda putri usai menjadi yang terbaik di partai final.

Koleksi emas Indonesia kian lengkap setelah tim voli putra, yang diperkuat Bintang Akbar dan rekan-rekan, sukses menuntaskan laga pamungkas dan naik ke podium tertinggi.

Dengan capaian ini, Indonesia kian percaya diri menatap sisa pertandingan dan terus menekan persaingan di papan atas klasemen SEA Games 2025.

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET