Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Dua Pecatur Indonesia Sementara Tertinggal di Duel Match JAPFA CHES Festival ke-16 2026

Rabu, 02 September 2026

Jakarta-Untuk sementara dua pecatur Indonesia harus tertinggal hingga babak kedua, di kategori duel match JAPFA Chess Festival 2026, dua pecatur Indonesia IM Satria Duta Cahaya (2412) dan WIM Laisa Latifah (2213), dinilai masih berpeluang.

Seperti diketahui, keduanya harus mengakui keunggulan lawan-lawannya pada laga yang berlangsung di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Satria Duta menyerah pada langkah ke-43 usai memainkan Pembukaan Italia melawan pecatur Vietnam, IM Cuong Duy Dao (2509). 

Menanggapi kekalahannya pada babak kedua Duta mengatakan, tidak lepas dari tekanan waktu dan kurangnya kewaspadaan di momen kritis. 

Lawan yang dihadapi dinilainya memiliki gaya permainan menyerang yang sangat tajam serta unggul dari segi peringkat FIDE. Meski demikian, Duta menegaskan komitmennya untuk segera bangkit dan membenahi strategi pada sisa babak yang ada. 

"Babak ini harusnya saya posisinya tidak kalah lah, tapi saya mungkin kena karena waktu terdesak dan banyak hal lain, jadinya lama-lama terus kalah. "Jelas targetnya ya pasti menang duel match ini. Di sisa babak mungkin lebih nyerang sih biar coba cari poin berikutnya. Tapi kalau enggak yang klasik enggak bisa menang, ya minimal remis dulu," ujar Satria Duta usai laga.

Menanggapi ketertinggalan dua wakil tuan rumah ini mendapat perhatian serius dari pengamat catur nasional, Kristianus Liem. Kris menilai bahwa secara elorating, para pecatur asing yang dihadapi memang lebih unggul. 

Menurutnya, ketertinggalan pecatur Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor inisiatif mandiri, keuletan di papan catur, serta minimnya jam terbang dalam mengarungi turnamen catur klasik di tingkat internasional jika dibandingkan dengan pecatur luar negeri. 

Kendati demikian, Kris menyebut peluang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan di sisa turnamen masih cukup terbuka. 

Masih menurut mantan Kabid Binpres PB Percasi ini, bahwa pecatur Indonesia memiliki keunggulan karakteristik saat bertanding di nomor catur cepat (rapid) dan catur kilat (blitz) karena faktor kebiasaan kompetisi lokal. 

Kris berharap Duta maupun Laisa bisa tampil lebih agresif dan memanfaatkan kesempatan memegang buah putih pada babak catur klasik berikutnya sebelum memasuki kategori catur cepat. 

 "Jujur harus kita akui, kalau untuk catur klasik agak repot, ya. Karena itu memang benar-benar kelas mereka kelihatan benar di situ. Enggak bisa lari. Tapi kalau di rapid nanti sama di blitz, nah ini pecatur kita nih agak unggul gitu, ya.

 "Jadi peluangnya ada di catur cepat dan catur klat. Jadi kita balas di sisa partai kilat dan cepat. Kita bisa unggul karena main cepatnya. Karena memang kebanyakan turnamen kita jago di dua nomor itu. Kemungkinan bisa dibilang 90% lah. 

Kedua pecatur kita itu bisa ambil poin di partai sisanya. Jadi mereka, pecatur kita lebih banyak lebih matang gitu, ya,main di blitz, di rapid gitu. Mungkin bisa ngambilnya di rapid, blitz gitu,” tandas Kris dengan optimis. “Kalau di klasik saya kira berat, ya. Begitu pegang putih seperti enggak ngelawan, ya. Pegang putih unggul tapi enggak bisa nyelesaiin. Hasilnya draw gitu. Jadi ya Itu situasi yang kelihatan,” imbuhnya. 

Sementara itu di kategori open, persaingan hingga babak ketiga masih sengit. Saat ini masih terdapat, 11 pecatur meraih poin sempurna usai mendapat tiga kemenangan beruntun. Ke-11 atlet itu secara berurutan adalah NM Marwanto, IM Anjas Novita, IM Gilbert Elroy, Nathanael, FM Fabian Glen Mariano, IM Arif Abdul Hafiz, IM Nayaka Budhidharma, IM Azarya Jodi Setyaki, FM Muhammad Kamalsyah, NM Ahmad Fauzi dan WIM Shavira Devi Hervesha. (Jordan)

Japfa Chess Festival ke-16/2026 Resmi Bergulir

Selasa, 01 September 2026

Ket foto: Ketua Panpel Japfa Chess Festival ke-16/2026.Hendri Hendratno

 Jakarta -Sebanyak 523 pecatur termasuk lima alet dari lima negara ambil bagian dalam Japfa Chess Festival ke -16 pada 1-6 September 2026 di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta.


Menurut Ketua Panitia Hendry Hendratno mengungkapkan, Chess Festival ke-16 Tahun 2026 memperebutkan total hadiah mencapai Rp298.900.000 serta satu partai duel Match berhadiah USD 5.000. Selain itu juga, kata Hendry Mempertandingan 12 katagori termasuk duel meet internasional antara pecatur muda IM Satria Duta Cahaya vs IM Dau Khoung Duy dari Vietnam dan pecatur putri WiM Laysa Latifa vs WGM Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan. 


 ”Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kejuaraan yang diikuti oleh 523 atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta pecatur dari 4 negara tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga prestasi PB. Percasi yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, khususnya dalam menjaring serta mengembangkan potensi atlet-atlet pada usia dini,” papar Hendry.

Sementara itu Wakil Ketua Umum PB. Percasi Irjen Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. JAPFA Comfeed Indonesia TBK, sekaligus membuka JAPFA Chess Festival ke-16 Tahun 2026. 

Dalam sambutannya Wakil Ketua Umum PB. Percasi Irjen Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. JAPFA Comfeed Indonesia TBK, sekaligus membuka JAPFA Chess Festival ke-16 Tahun 2026. 

"Kami dari PB. Percasi menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PT. JAPFA Comfeed Indonesia TBK, yang selalu memberikan dukungan terhadap peningkatan prestasi Catur melalui kompetisi yang berkelanjutan, mengingat saat ini Catur memiliki banyak peminat khususnya pada usia dini,” jelas Ahmad Ramadhan.


“Sangat luar biasa peserta kali ini cukup tinggi, dengan jumlah hampir mencapai 600 peserta itu saja kita batasi, bisa dibayangkan jika kejuaraan ini tidak dibatasi mungkin peserta nya bisa lebih banyak lagi. Ini menjadi bukti bahwa Catur kian diminati di masyarakat.

 Tentunya kami masih perlu dukungan pemerintah agar pembinaan olahraga Catur dapat terus berkembang,” sambungnya. JAPFA Chess Festival ke-16 sekaligus menjadi gambaran kuat bahwa sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan.


"Melalui kompetisi yang konsisten dan pembinaan yang dimulai sejak usia dini, diharapkan semakin banyak atlet Catur muda Indonesia yang tumbuh menjadi atlet berprestasi dan mampu mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.


"Kolaborasi yang dibangun antara PB. Percasi dengan PT. JAPFA Comfeed Indonesia TBKtelah dilakukan lebih dari 26 tahun, hal tersebut juga disampaikan oleh Direktur Corporate AffairsPT. JAPFA Comfeed Indonesia TBK, Rachmat Indrajaya. 


"Kami PT. JAPFA Comfeed Indonesia TBK, telah melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan PB. Percasi lebih dari 26 tahun. Kolaborasi kami telah membuahkan hasil mulai dari program Japfa for kids untuk anak-anak usia dini, hingga kini mereka bisa jadi juara seperti contoh dari Catur Darel dan Landa, hal seperti ini yang menjadi tujuan kami,” kata Rachmat Indrajaya. 

 “Bagi kami cabang olahraga Catur bukan hanya tentang kompetisi dan strategi, melainkan tentang membangun karakter bangsa melalui nilai-nilai strategis yang terkandung dalam cabang olahraga Catur itu sendiri,


 "Saya berharap melalui kompetisi yang telah yg digelar para atlet mendapatkan pengalaman bertanding yang mampu mengasah kemampuan mereka, sekaligus menjadi bahan evaluasi pembinaan,” tandas pria yang murah senyum itu. (Jordan)

Target Juara di Batam Cup KONI Allstars Adakan Seleksi Pemain

Jumat, 28 Agustus 2026

Ket foto: Manajer Tim KONI Allstar Indonesia, Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.DS., di Lapangan Sutasoma Halim Perdanakusuma, Jakarta. (TPA) 

 Jakarta-Guna menghadapi ajang International Batam Cup 2026. KONI Allstars sangat serius menghadapi event tersebut. Hal itu terbukti dengan menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) Sepak Bola Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat VII Road to International U-16 resmi diselenggarakan.

Kegiatan ini diikuti oleh 115 pemain muda yang melengkapi formulir seleksi nasional untuk persiapan menuju, yang sangat bergengsi tersebut. Sebanyak 105 pemain kategori usia di bawah 16 tahun (U-16) dan 53 pemain usia di bawah 18 tahun (U-18) mengikuti pelaksanaan seleksi selama dua hari, yaitu pada 27–28 Agustus 2026. ​


Para pemain yang hadir mengikuti seleksi berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, seperti Bali, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, serta wilayah Tangerang dan beberapa kota lainnya. Setiap tahun, ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Bola Piala KONI ini senantiasa tampil di laga internasional. ​

"Pada tahun lalu, ajang ini digelar di Penang, Malaysia. Kini, memasuki tahun kedua, kegiatan diselenggarakan di Batam. Semoga para pemain muda U-16 ini bisa mengukir prestasi di ajang internasional yang membanggakan bagi Merah Putih," ujar Manajer Tim KONI Allstar Indonesia, Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.DS., kepada wartawan di Lapangan Sutasoma Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. ​

Untuk persiapan ke depan akan difokuskan pada pemusatan latihan (training center/TC) jangka panjang dengan menyiapkan kematangan tim menjelang laga internasional di Batam pada Desember 2026 mendatang.

 "Kami akan membina para pemain muda ini melalui porsi latihan yang matang serta mengagendakan laga uji coba menjelang keberangkatan. Mereka harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar performa tim menjadi lebih baik," tambah Purwoko Aji Prabowo di hadapan para awak media, Selasa 25 Agustus 2026. ​

Ia juga menyampaikan bahwa undangan yang diterima dari pihak penyelenggara Batam International Cup merupakan sebuah bentuk penghargaan besar bagi skuad KONI Allstar Indonesia. ​"Ada dua kategori usia yang diundang untuk mengikuti Batam International Cup, yaitu U-12 dan U-16.

Tentu tim ini akan kami godok dengan baik agar dapat melahirkan pemain-pemain terbaik, menunjukkan peningkatan dari tahun lalu, atau bahkan mencapai target juara," tutupnya. ​Adapun susunan tim pelatih dipercayakan kepada Maman Suryaman sebagai Pelatih Kepala, Aris Yuliantoro sebagai Asisten Pelatih, serta Jarot Supriadi sebagai Pelatih Kiper. ​


Sebagai tantangan pertama, tim KONI Allstar Indonesia dijadwalkan melakukan tur dalam ajang Kasau Cup Angkasa Open yang berlangsung di Lapangan Koopsudnas Halim Perdanakusuma pada 23 September hingga 4 Oktober 2026. (TPA/Jordan)

Sepakbola Piala Kasau Angkasa Open 2026 Siap Bergulir

Jumat, 21 Agustus 2026

Ket foto:Ketua Persatuan Sepakbola Angkatan Udara (PSAU) Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.DS saat Menyerahkan thropy juara U18 beberapa waktu lalu di Stadion Koopsudnas Halim AU Jakarta. (Ist)

Jakarta-Satu lagi event bergengsi kejuaraan sepak bola Piala Kasau Angkasa Open 2026 siap bergulir pada pertengahan September hingga Oktober 2026. Kompetisi yang berlangsung selama dua pekan ini dipusatkan di Lapangan Koopsudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pertandingan akan diawali oleh kategori U-16, kemudian dilanjutkan dengan persaingan di kategori U-18. ​Turnamen skala nasional ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati pada 5 Oktober 2026. 


Selain memperingati hari jadi TNI, ajang ini menjadi wujud nyata peran aktif TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam membina dan memajukan olahraga sepak bola di Tanah Air.


​Ketua Persatuan Sepakbola Angkatan Udara (PSAU), Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.DS., menyampaikan bahwa kejuaraan ini dirancang sebagai wadah pembinaan usia dini sekaligus sarana mempererat kebersamaan TNI AU dengan masyarakat. ​

"Saya yakin kejuaraan ini akan menjadi ajang untuk menunjukkan prestasi, menjunjung tinggi sportifitas, mempererat persaudaraan, sekaligus melahirkan atlet-atlet terbaik yang akan mengharumkan nama bangsa," ujar Purwoko saat memberikan keterangan kepada media di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu 11 Agustus 2026. ​

Purwoko menambahkan, besarnya antusiasme pesepak bola muda di Indonesia mendorong panitia untuk menyediakan total hadiah pembinaan hingga ratusan juta rupiah. ​"Semangat para pemain muda ini menjadi simbol kebangkitan cita-cita pemuda Indonesia dalam memeriahkan HUT ke-81 TNI. 


Oleh karena itu, kami menaikkan total hadiah menjadi Rp200 juta," tambahnya. ​Para peserta dari tiap kelompok umur akan memperebutkan Piala Kasau pertama, hadiah uang pembinaan, piala tetap, medali, serta sertifikat penghargaan. Melalui turnamen ini, TNI AU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan bibit-bibit unggul yang siap berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (TPA-JORDAN)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET