Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

GM Susanto Megaranto Terbaik di Kategori Open JAPFA FIDE RATED 2926

Selasa, 26 Mei 2026


Grand Master (GM) Susanto Megaranto (tengah) saat berfoto bersama Wakil Ketua Umum PB Percasi Pandapotan Sinaga (ketiga dari kiri), Ng Iwan, Head of Internal Audit JAPFA (kedua dari kiri), Sekjen PB Percasi Nanang Pujalaksana (kanan), Ketua Panitia Henry Hendratno (kiri). (Ist)


Pecatur terbaik Indonesia saat ini membuktikan jati diri masih disegani adalah Grand Master (GM) Susanto Megaranto. Saat Susanto berhasil menjadi juara Turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Selasa 26 Mei 2026. Susanto meraihnya setelah mengalahkan International Master (IM) Tirta Chandra Purnama di babak kesembilan.Padahal sebelum Susanto sempat menderita kekalahan di babak kedua atas pecatur asal Sumut Hamdani Rudin. Namun di babak berikutnya ia mampu bangkit dengan hampir sempurna. 

Susanto Megaranto berhasil mengumpulkan 7,5 poin dari sembilan babak yang di pertandingkan di Turnamen JAPFA FIDE Rated 2026. Ia berhasil mengungguli GM Novendra Priasmoro yang mengoleksi 6,5 poin.

Sementara IM Tirta Chandra ada di urutan ketiga klasemen juga dengan 6,5 poin. Melengkapi lima besar ada IM Satria Duta Cahaya dengan 6,5 poin, dan Stevanky dengan 6 poin.

Menyikapi atas prestasi ini, Susanto Megaranto mengungkapkan bahwa persaingan dalam turnamen berlangsung ketat sejak babak awal hingga akhir. Menurutnya,  pengalaman bertanding dalam turnamen rating internasional sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas permainan.

Sejujurnya, muda saat ini banyak yang berkualitas. Namun mungkin mereka masih kurang jam terbang. Sehingga  butuh pengalaman lebih banyak lagi. Justru itu harus diperbanyak turnamen rating karena di sini lebih banyak catur cepat dan blitz,” ujarnya. Saya berharap,, kata agar kedepannya ada pihak sponsor yang mau bekerjasama dengan PB Percasi untuk menggelar turnamen yang lebih banyak. 

Susanto berterus terang bahwa pertandingan paling berat dialami pada babak kedelapan saat menghadapi Stevanky. Laga tersebut dianggap menjadi titik penting dalam perjalanan meraih gelar juara turnamen.

“Babak paling berat mungkin saat melawan Stevanky di ronde kedelapan. Dari situ saya lebih percaya diri untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya,” katanya.
Sementara itu, pihak JAPFA mengapresiasi dukungan PB Percasi yang membuat turnamen berjalan lancar. JAPFA juga bangga karena dua pecatur dari Java Chess Club berhasil finis di posisi pertama dan ketiga kategori open.

“Kami berterima kasih kepada Percasi atas dukungannya sehingga turnamen berjalan lancar. Kami juga senang dua pecatur dari Java Chess Club berhasil menjadi juara,” ujar Ng Iwan, Head of Internal Audit JAPFA.

Turnamen Catur Japfa Fide Rated 2026 diikuti 350 pecatur dari Indonesia dan 7 negara lainnya, berlangsung dari tanggal 22 Mei hingga 26 Mei 2026. Turnamen ini memainkan catur standar dengan 9 babak dengan total hadiah Rp180 juta.(Jordan)


Duel Sengit Muhammad Lutfi VS Satria Duta Warnai di Babak Ketujuh JAPFA FIDE Rated 2026

 


Persaingan di babak ketujuh Turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Senin 25 Mei 2026, semakin memanas. Duel antara International Master Muhammad Lutfi Ali dan Satria Duta Cahaya menjadi sorotan utama karena berlangsung sangat ketat dan penuh strategi sejak tengah permainan hingga mendekati akhir.

Dalam pertandingan tersebut, Lutfi Ali sempat memiliki kesempatan besar untuk memenangkan laga lebih cepat. Namun, keputusan bermain dengan gaya agresif ternyata membuka celah bagi Satria Duta untuk melakukan serangan balik yang membuat posisi Lutfi menjadi sulit di tahap akhir pertandingan. Setelah pertandingan, Lutfi mengakui bahwa langkah cepatnya justru memberi peluang bagi lawan untuk menguasai tempo permainan.  

Meskipun gagal memaksimalkan peluang kemenangan, hasil imbang tersebut tetap menjaga posisi Muhammad Lutfi di papan atas klasemen sementara. Hingga babak ketujuh, persaingan menuju gelar juara masih sangat terbuka dan ketat karena beberapa pemain unggulan memiliki poin yang sama, yaitu 5,5 dari total pertandingan yang telah dijalani.

Selain Muhammad Lutfi dan Satria Duta, pecatur lain yang juga berada di puncak klasemen sementara adalah Grandmaster Novendra Priasmoro, Susanto Megaranto, dan Tirta Chandra Purnama, yang semuanya mengoleksi 5,5 poin. Novendra sendiri baru saja mencatat kemenangan dramatis pada babak sebelumnya, sehingga memperkuat posisinya sebagai kandidat juara turnamen. (Jordan)

Novendra Ambil Alih Puncak Klasmen Kategori Open JAPFA FIDE RATED

Senin, 25 Mei 2026


GM Novendra berhasil menuntaskan perlawanan Stevanky dalam pertandingan panjang hingga 65 langkah. Kemenangan tersebut membuatnya mengoleksi 4,5 poin, hasil dari empat kemenangan dan satu kali remis. Raihan poin itu menempatkan Novendra sejajar dengan International Master (IM) Muhamad Lutfi Ali di posisi teratas klasemen sementara.

Pertandingan melawan Stevanky menjadi salah satu laga paling menegangkan yang dijalani Novendra sepanjang turnamen. Juara Kejurnas tahun lalu itu mampu memberi tekanan konstan dan memaksa duel berjalan alot hingga fase akhir permainan.

“Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Posisi sempat bolak-balik dan hampir remis karena waktu saya tinggal tiga menit terakhir,” kata Novendra.

Menggunakan pembukaan Rossolimo, Novendra sebenarnya merasa mampu menguasai permainan sejak awal. Aktivitas seluruh buah caturnya dinilai lebih efektif dibanding lawan. Namun, keunggulan posisi tersebut tidak mudah dikonversi menjadi kemenangan karena Stevanky tampil disiplin menjaga pertahanan.

Situasi makin rumit ketika pertandingan memasuki fase endgame atau akhir permainan. Stevanky memiliki dua gajah aktif yang terus mengganggu struktur permainan Novendra. Dalam kondisi kritis, Novendra memilih langkah agresif dengan mengorbankan pion di petak e5 untuk membuka ruang serangan dan mengaktifkan gajahnya di petak g3.

Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan. Meski sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan, Novendra akhirnya mampu memanfaatkan celah dan mengunci kemenangan di langkah ke-65.

Hasil tersebut sekaligus membuka jalan menuju duel panas pada ronde keenam. Novendra dijadwalkan menghadapi IM Muhamad Lutfi Ali, rival lamanya sejak kecil yang juga belum tersentuh kekalahan di turnamen ini.

Bagi Novendra, laga melawan Lutfi dipastikan tidak akan mudah. Ia menilai karakter permainan Lutfi sangat solid dan sulit ditembus, berbeda dengan gaya bermainnya yang lebih agresif dan penuh kombinasi taktis.

 “Lutfi itu pemain yang ulet dan susah ditembus. Saya tipikal pemain yang suka main taktis. Kadang kalau terlalu banyak mengorbankan perwira atau pion malah jadi bumerang. Jadi lawan dia harus lebih sabar,” ujar Novendra.

Meski menyandang gelar Grandmaster, Novendra menegaskan tidak ingin terbebani status maupun perbedaan rating saat menghadapi Lutfi.

“Enggak ada beban sih. Saya enggak pernah terlalu melihat gelar atau rating lawan. Yang penting main bagus dan tetap fokus,” ucapnya.

Sementara itu, persaingan papan atas juga semakin ketat setelah IM Satria Duta Cahaya mulai menempel posisi elite klasemen. Duta kini berada di peringkat keempat dengan empat poin setelah mengalahkan Gelar Sagara Dwitama pada babak kelima.

Pecatur muda tersebut mengaku performanya di turnamen masih belum sepenuhnya stabil karena sempat membuka kompetisi dengan dua hasil remis. Namun, tiga kemenangan beruntun membuat kepercayaan dirinya kembali meningkat.

“Semoga empat babak terakhir bisa maksimal. Dua ronde awal memang remis, tapi untungnya tiga babak terakhir bisa menang,” kata Duta.

Duta menegaskan target utamanya tetap menjadi juara turnamen. Jika gagal finis di posisi pertama, ia berharap setidaknya mampu mendongkrak elo rating internasionalnya. "Target pasti juara. Kalau belum bisa juara, minimal rating bertambah,” ujarnya.

Di kategori Challenger, persaingan juga berlangsung ketat. Abraham Raja Ferdinand dan Sudung Tampubolon masih mempertahankan rekor sempurna hingga ronde kelima. Keduanya sama-sama mengoleksi lima poin penuh dan memimpin klasemen sementara.

Tak hanya menghadirkan persaingan sengit antarapecatur nasional, JAPFA FIDE Rated 2026 juga mendapat perhatian karena mengusung semangat inklusivitas. Turnamen ini diikuti atlet catur difabel dari NPC Indonesia yang bersaing bersama peserta umum di kategori Open maupun Challenger sesuai elo rating masing-masing.

Sajian yang menarik kali ini adalah tampilnys  sekitar  12 difabel, tiga di antaranyatuna netra turut ambil bagian dalam turnamen internasional tersebut. Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari pihak penyelenggara.

VP Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif, menilai partisipasi atlet para catur menjadi bukti bahwa kompetisi ini terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang kondisi fisik.

“Kehadiran atlet Para Chess menjadi apresiasi tersendiri bagi JAPFA. Ini menunjukkan turnamen FIDE Rated yang digelar bersama Percasi mampu menjadi ajang yang inklusif,” ujar Artsanti.

Menurut dia, kesempatan tampil di turnamen berlevel FIDE menjadi momentum penting bagi seluruh pecatur Indonesia untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mendongkrak elo rating internasional.

“Kami berharap kompetisi ini membuka peluang seluas-luasnya bagi siapa pun yang memiliki minat dan kemampuan di olahraga catur, termasuk atlet disabilitas,” tutupnya.(Jordan) 

 

Kunjungan Ketua Percasi Sumut Simbol Awal Kebangkitan Catur Simut

Sabtu, 23 Mei 2026

Ketua Percasi Sumut Eddy Keleng Berutu memberikan semangat kepada para pecatur Sumut yang tampil di JAPFA FIDE RATED 2026 

Dengan Hadirnya Ketua Percasi Sumut Dr. Eddy Keleng Berutu, saat menyaksikan para pecatur Sumut yang tampil di ajang JAPFA FIDE RATED 2026 di Jakarta, merupakan suatu dorongan moril dan semangat untuk bertanding dengan semangat kesatria. Ini adalah suatu simbol awal kebangkitan prestasi pecatur Sumut. 

Menurutnya tindakan ini adalah dimulai babak baru untuk awal kebangkitan dan gairah bagi para pecatur Sumut. Yang kini sudah redup, padahal saat dekade tahun 1980-1990 an. Sumut terkenal dengan macannya catur di tanah air. Dengan materi yang mentereng gudangnya sebut misalnya GM Cerdas Barus, (Alm) Salor Sitanggang, (alm) Nasib Ginting, (alm) Charles Simbolon, dll.  

Kini yang tersisa tinggal MI Hamdani Rudin, MI Pitra Andika,  MN MN Roy Charles Marpaung dan MP Christian Nainggolan. Itupun diantara mereka kerap berpindah daerah. Dari satu provinsi ke provinsi lainnya saat gelaran pelaksanaan PON, dengan aneka berbagai macam alasan. Sehingga pelaksanaan  saat PON Sumut jadi Macan Ompong. Tak sekali pun meraih medali emas. Bahkan sudah terjadi di edisi empat kali PON terakhir.

Menurut Eddy jujur diakui, banyak yang harus kita benahi dengan kondisi prestasi catur Sumut saat ini. "Salah satunya adalah sebagai sebagai ketua Percasi Sumut, ya saya harus jemput bola. Salah satunya adalah engan kehadirannya saya di turnamen ini, akan membakar semangat bertanding mereka. Saya tak henti hentinya memberikan support kepada mereka demi kebangkitan prestasi catur Sumut," kata Eddy kepada olahragaonline.com di sela-sela pertandingan babak ketiga turnamen JAPFA FIDE RATED 2026 itu. 

Langkah lainnya menurut Eddy menggelar banyak kompetisi yang kita yakini akan melahirkan bibit-bibit pecatur andal. Selain itu kita kerap akan mengikut sertakan mereka untuk bisa tampil di ajang berskala nasional seperti event JAPFA FIDE RATED ini. 

"Diyakini dari ajang tingkat nasional seperti inilah para pecatur kita akan punya prestasi plus elorating yang tinggi,"ujat Eddy yang juga mantan Bupati Kabupaten Dairi ini 

Karena bibit pecatur yang terpendam dan kurangnya pantau dari para pelatih. Kami berencana Langkah adalah mendatangkan para pelatih tingkat nasional yang akan menempah pecatur muda kita. "Saya berharap pihak PB Percasi bisa memberikan rekomendasi terkait pelatih yang kita butuhkan," kata pria yang kini berprofesi sebagai pengusaha itu. 

"Kami berharap kedepannya,  jika langkah sesuai rencana dan harapan Tim Catur Sumut tak bakal jadi Macan ompong lagi. Mampuh sejajar dengan DKI Jakarta, Jateng, Jabar, Jatim dan daerah lainnya. Harapan Tim Catur Sumut akan menjadi barometer kekuatan catur di tanah air," tutup Eddy. Semoga Ketua. Kami rindu akan kejayaan prestasi catur Sumut. (Jordan)


BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET