Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Satria Kalahkan Dau di Babak ke-6

Jumat, 04 September 2026

 


Jakarta-Pertarungan semakin menarik,  antara pecatur International Master (IM) Satria Duta Cahaya melawan IM Kuong Dau. Pasalnya Satria berhasil membungkam Dau pada hari ke-4, dilangkah ke-78. Di Turnamen JAPFA Chess Festival 2026. Pertandingan berlangsung di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Jumat 4 September 2026.

Pada babak keempat catur standar Satria Duta mampu bermain remis dengan Khuong Dau. Satria memegang bidak hitam mampu mengimbangi permainan pecatur Vietnam untuk mencegah raih kemenangan.

Di babak kelima yang memainkan catur cepat, Satria harus mengakui keunggulan Khuang Dau. Namun di babak keenam, Satria mampu mencuri kemenangan dengan bidak hitam, sehingga mengumpulkan 2,5 poin, sedangkan Khuong Dau dengan 3,5 poin.

Nasib kurang mujur diraih Women International Master (WIM) Laysa Latifah yang melawan Women Grand Master (WGM) Xeniya Balabayeva harus mengakui keunggulan pecatur Kazakhstan. Xeniya unggul di tiga babak yang dimainkan dengan skor 1,5 poin vs 4,5 poin. 

Dengan hasil ini, hampir dipastikan Laysa kalah dan tidak punya peluang melawan pecatur asal Kazakhstan itu. Sementara bagi Satria masih terbuka kesempatan untuk memenangkan duel tersebut dengan catatan menyapu bersih disisa partai. 

Menanggapi hasil kemenangan ini, Satria menyatakan bahwa dalam partai catur kilat saya memang berpeluang menang.

"Mudah mudahan dalam catur kilat yang bakal digelar besok (Sabtu, 5-9-26) menyapu bersih kemenangan. Walau Dau sangat bagus bermain di catur kilat. Guna mempersiapkan pertarungan besok, malam ini mempelajari partai-partai yang telah dimainkan Dau.

Salah satunya dia pernah mengalahkan Grand Master Super Hikaru Nakumura, kendati pertarungannya lewat online. Namun bagaimamanapun saya perlu mewaspadainya," kata Satria kepada olahragainline.com, usai mengalahkan Dau. 

Satria menambahkan pertarungan yang tersisa tidak membuat terbebani. "Saya main saja, nothing to lose. Ada kesempatan menang langsung saya gas," tegas Satria optimis. (Jordan)



Eka: Perlunya Kolaborasi Steakholder Dalam Pembinaan Catur


Ket foto: Eka Putra Wirya, Dewan Pembina PB. Percasi (kedua dari kanan) saat Talkshow dalam JAPFA Chess Festival 2026, bersama R. Artsanti Alif VP-Head of Social Investment PT JAPFA Comfeed Indonesia (kedua dari kiri), dan Women Grand Master Median Warda Aulia (
kiri).

Jakarta-Eka Putra Wirya menyoroti pentingnya kolaborasi para Steakholder catur. Baik itu para sponsor, pembina dan para sponsor. Demikian disampaikan Dewan Pembina catur dihadapan para awak media dan peserta catur. di sela-sela JAPFA Chess Festival 2026, Dalam program talkshow yang mengusung tema “Menggagas Kolaborasi Pembinaan Catur Junior Indonesia”.

Kemajuan catur di Indonesia diharapkan bisa berbagai pihak. PB Percasi memberikan apresiasi tinggi kepada JAPFA yang dinilai konsisten membangun ekosistem catur Indonesia. Mulai dari level pembibitan hingga jenjang internasional selama hampir tiga dekade. "Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi buat JAPFA. Karena JAPFA sangat konsisten dengan membangun ekosistem catur di Indonesia,” ujar Eka Putra Wirya, Dewan Pembina PB. Percasi. 

Disisi lain pemilik Sekolah Catur Utut Adianto, SCUA itu juga menilai positif digelarnya talkshow ditengah JAPFA Ches Festiva ysng juga dihadiri pecatur putri senior WGM Medina Warda Aulia karena mampu memberikan edukasi khususnya bagi pecatur muda usia. " “Dan kalau kita lihat juga tahun 2025 JAPFA mendapat penghargaan 'Distinguished Asian Sponsor' dari Asian Chess Federation. Itu suatu tanda bahwa mereka juga melihat bagaimana sepak terjang JAPFA di dunia catur Indonesia,” ucap Eka Putra Wirya.

 "28 tahun hubungan kami dengan Percasi kami jaga dengan baik, makin lama semakin akrab. Keberlanjutan itu ada karena komunikasi yang baik,” ujar R. Artsanti Alif VP-Head of Social Investment PT JAPFA Comfeed Indonesia. 

Selain itu JAPFA bersama PB Percasi akan menggelar pemusatan latihan terpadu bertajukChess Camp. Sebanyak 12 pecatur muda terbaik hasil seleksi JAPFA For Kids bakal digembleng mulai 7 September hingga 16 Oktober mendatang. VP Head of Social Investment JAPFA.

Artsanti Alif menegaskan, program pembinaan ini tidak hanya fokus pada taktik di atas papan catur, tetapi juga meliputi ketahanan fisik, psikologi, serta asupan gizi seimbang. "Akan ada 12 siswa melakukan chess camp dari tanggal 7 September hingga 16 Oktober. Pembinaan fisik, psikologi, dan pola makan yang sesuai karena kalau tidak makan yang baik mereka tidak bisa berpikir dengan benar,” tutup Artsanti Alif.

Sementara itu pecatur wanita WGM Medina Warda Aulia menyoroti bahwa tanpa sponsor dan pihak peduli dengan catur, pecatur kita tak bakalan maju dan meningka. 

"Dalam kesempatan yang langka inilah . Saya secara pribadi mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Oak Eka dan PT Japfa Comfeed Indonesia yang taj henti-hentinya terus ikut membina catur baik di dalam maupydi luar negeri," tandas WGM kedua Indonesia itu.(Jordan)

Dua Pecatur Indonesia Ditahan Remis Oleh Lawannya

Kamis, 03 September 2026

Jakarta-Dua pecatur kita masing-masing MI Satria Duta Cahaya yang memiliki elo rating 2412 dan WIM Laysa Latifah (2213) hanya mampu bermain remis saat menghadapi lawan-lawannya di babak ketiga ‘Duel Match’ JAPFA Chess Festival 2026 yang berlangsung Kamis (3/9), di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta.


Duta dipaksa bermain imbang oleh MI Khoung Duy Dau, sementara Laysa kembali remis saat menghadapi WGM Xeniya Balabayeva.


Hingga tiga babak yang telah dimainkan, kedua pecatur muda Indonesia ini masih tertinggal 1 VP – 2 VP. Duel Match akan memainkan 10 babak, dengan mempertandingkan 4 babak catur klasik, 6 babak catur kilat dan catur cepat.

Menurut pengamat catur Kristianus Liem memprediksikan, meskipun Duta dan Laysia kualitasnya di bawah pecatur Vietnam dan Kazhakstan, namun keduanya masih berpeluang memenangkan partai Duel Match, jika mampu memaksimalkan permainannya di enam babak catur cepat dan catur kilat.

“Untuk catur klasik, harus diakui, pecatur Vietnam dan Kazhakstan lebih unggul. Kalau ingin menang, Duta dan Laysa harus benar-benar memanfaatkan enam babak catur kilat dan catur cepat. Keduanya harus berani bermain agresif,” ujar Kristianus Liem.

Pada Jumat, 4 September, Duel Match akan mempertandingkan tiga babak. Pagi hari, mereka masih bertanding catur klasik. Sore harinya, mereka akan mengadu kehebatannya bertanding catur cepat.

Sementara itu, Iwan Ng, Vice President / Head of Internal Audit PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk mengatakan, setiap tahunnya JAPFA minimal akan menggelar dua kali turnamen.

“JAPFA secara konsisten akan terus mengembangkan olahraga catur di Tanah Air di antaranya dengan menggelar turnamen setidaknya dua kali setiap tahun,” tukas Iwan.
Dia juga sangat berterima kasih pada PB Percasi atas kerjasamanya selama ini.

“JAPFA Chess Festival kali ini merupakan yang ke-16 kalinya. JAPFA sangat berterima kasih pada PB Percasi atas kerjasamanya. JAPFA juga sangat berterima kasih pada media,” lanjutnya.
Iwan sangat merasa bangga, para pecatur JAPFA yang dibina melalui program JAPFA for Kids bisa ikut ambil bagian pada turnamen bertaraf internasional.

     Buat Kejutan Kalahkan Seniornya Shafira Kokoh  Dipuncak Klasmen Sementara 

Di Kategori Open, WIM Shafira Devi Harfesa (2303) untuk sementara menguasai pimpinan klasemen hingga babak kelima dengan 5 poin kemenangan (VP).

Kejutan besar mewarnai persaingan Kategori Open JAPFA Chess Festival ke-16 2026. Pecatur muda berbakat, International Master (IM) Shafira Devi Herfesa, tampil luar biasa dengan menundukkan seniornya, IM Azarya Jodi Setyaki, pada Babak 5.  Kemenangan impresif ini mengantarkan Shafira bertengger seorang diri di puncak klasemen sementara dari lima babak mengumpulkan poin sempurna 5 VP.

Di papan utama Kategori Open lainnya, duel sengit antara IM Abdul Hafiz Arif (2332) kontra IM Novita Anjas ( 2351) berakhir remis. Hasil imbang membuat Anjas dan Arif sementara menempati posisj 2 dan 3 mengemas 4,5 VP. 

Sementara itu di Kategori Senior Putri  WCM Theodore Paulina Walukow berhasil Hanun Nafisah. Hasil remis ini menjadikan Hanum dan Theodore masih dipasang atas menorehka. 4 VP.

Untuk Kategori Veteran, peringkat pertama ditempati Johan Gunawan (2182) dengan 5 VP, disusul Maksum Firdaus (2213) dan GM Cerdas Barus (2214) di tempat kedua dan ketiga dengan 4,5 VP.

JAPFA  Chess Festival ke-16 Tahun 2026 diikuti 523 pecatur dari 23 provinsi dan 5 negara, Jepang, kazakhstan, Uzbekistan,Vietnam dan Singapura  memperebutkan total hadiah mencapai Rp298.900.000 serta satu partai Duel Match berhadiah USD 5.000
(Jordan)

Dua Pecatur Indonesia Sementara Tertinggal di Duel Match JAPFA CHES Festival ke-16 2026

Rabu, 02 September 2026

Jakarta-Untuk sementara dua pecatur Indonesia harus tertinggal hingga babak kedua, di kategori duel match JAPFA Chess Festival 2026, dua pecatur Indonesia IM Satria Duta Cahaya (2412) dan WIM Laisa Latifah (2213), dinilai masih berpeluang.

Seperti diketahui, keduanya harus mengakui keunggulan lawan-lawannya pada laga yang berlangsung di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Satria Duta menyerah pada langkah ke-43 usai memainkan Pembukaan Italia melawan pecatur Vietnam, IM Cuong Duy Dao (2509). 

Menanggapi kekalahannya pada babak kedua Duta mengatakan, tidak lepas dari tekanan waktu dan kurangnya kewaspadaan di momen kritis. 

Lawan yang dihadapi dinilainya memiliki gaya permainan menyerang yang sangat tajam serta unggul dari segi peringkat FIDE. Meski demikian, Duta menegaskan komitmennya untuk segera bangkit dan membenahi strategi pada sisa babak yang ada. 

"Babak ini harusnya saya posisinya tidak kalah lah, tapi saya mungkin kena karena waktu terdesak dan banyak hal lain, jadinya lama-lama terus kalah. "Jelas targetnya ya pasti menang duel match ini. Di sisa babak mungkin lebih nyerang sih biar coba cari poin berikutnya. Tapi kalau enggak yang klasik enggak bisa menang, ya minimal remis dulu," ujar Satria Duta usai laga.

Menanggapi ketertinggalan dua wakil tuan rumah ini mendapat perhatian serius dari pengamat catur nasional, Kristianus Liem. Kris menilai bahwa secara elorating, para pecatur asing yang dihadapi memang lebih unggul. 

Menurutnya, ketertinggalan pecatur Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor inisiatif mandiri, keuletan di papan catur, serta minimnya jam terbang dalam mengarungi turnamen catur klasik di tingkat internasional jika dibandingkan dengan pecatur luar negeri. 

Kendati demikian, Kris menyebut peluang Indonesia untuk mengejar ketertinggalan di sisa turnamen masih cukup terbuka. 

Masih menurut mantan Kabid Binpres PB Percasi ini, bahwa pecatur Indonesia memiliki keunggulan karakteristik saat bertanding di nomor catur cepat (rapid) dan catur kilat (blitz) karena faktor kebiasaan kompetisi lokal. 

Kris berharap Duta maupun Laisa bisa tampil lebih agresif dan memanfaatkan kesempatan memegang buah putih pada babak catur klasik berikutnya sebelum memasuki kategori catur cepat. 

 "Jujur harus kita akui, kalau untuk catur klasik agak repot, ya. Karena itu memang benar-benar kelas mereka kelihatan benar di situ. Enggak bisa lari. Tapi kalau di rapid nanti sama di blitz, nah ini pecatur kita nih agak unggul gitu, ya.

 "Jadi peluangnya ada di catur cepat dan catur klat. Jadi kita balas di sisa partai kilat dan cepat. Kita bisa unggul karena main cepatnya. Karena memang kebanyakan turnamen kita jago di dua nomor itu. Kemungkinan bisa dibilang 90% lah. 

Kedua pecatur kita itu bisa ambil poin di partai sisanya. Jadi mereka, pecatur kita lebih banyak lebih matang gitu, ya,main di blitz, di rapid gitu. Mungkin bisa ngambilnya di rapid, blitz gitu,” tandas Kris dengan optimis. “Kalau di klasik saya kira berat, ya. Begitu pegang putih seperti enggak ngelawan, ya. Pegang putih unggul tapi enggak bisa nyelesaiin. Hasilnya draw gitu. Jadi ya Itu situasi yang kelihatan,” imbuhnya. 

Sementara itu di kategori open, persaingan hingga babak ketiga masih sengit. Saat ini masih terdapat, 11 pecatur meraih poin sempurna usai mendapat tiga kemenangan beruntun. Ke-11 atlet itu secara berurutan adalah NM Marwanto, IM Anjas Novita, IM Gilbert Elroy, Nathanael, FM Fabian Glen Mariano, IM Arif Abdul Hafiz, IM Nayaka Budhidharma, IM Azarya Jodi Setyaki, FM Muhammad Kamalsyah, NM Ahmad Fauzi dan WIM Shavira Devi Hervesha. (Jordan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET