Ketua Percasi Sumut Eddy Keleng Berutu memberikan semangat kepada para pecatur Sumut yang tampil di JAPFA FIDE RATED 2026
Dengan Hadirnya Ketua Percasi Sumut Dr. Eddy Keleng Berutu, saat menyaksikan para pecatur Sumut yang tampil di ajang JAPFA FIDE RATED 2026 di Jakarta, merupakan suatu dorongan moril dan semangat untuk bertanding dengan semangat kesatria. Ini adalah suatu simbol awal kebangkitan prestasi pecatur Sumut.
Menurutnya tindakan ini adalah dimulai babak baru untuk awal kebangkitan dan gairah bagi para pecatur Sumut. Yang kini sudah redup, padahal saat dekade tahun 1980-1990 an. Sumut terkenal dengan macannya catur di tanah air. Dengan materi yang mentereng gudangnya sebut misalnya GM Cerdas Barus, (Alm) Salor Sitanggang, (alm) Nasib Ginting, (alm) Charles Simbolon, dll.
Kini yang tersisa tinggal MI Hamdani Rudin, MI Pitra Andika, MN MN Roy Charles Marpaung dan MP Christian Nainggolan. Itupun diantara mereka kerap berpindah daerah. Dari satu provinsi ke provinsi lainnya saat gelaran pelaksanaan PON, dengan aneka berbagai macam alasan. Sehingga pelaksanaan saat PON Sumut jadi Macan Ompong. Tak sekali pun meraih medali emas. Bahkan sudah terjadi di edisi empat kali PON terakhir.
Menurut Eddy jujur diakui, banyak yang harus kita benahi dengan kondisi prestasi catur Sumut saat ini. "Salah satunya adalah sebagai sebagai ketua Percasi Sumut, ya saya harus jemput bola. Salah satunya adalah engan kehadirannya saya di turnamen ini, akan membakar semangat bertanding mereka. Saya tak henti hentinya memberikan support kepada mereka demi kebangkitan prestasi catur Sumut," kata Eddy kepada olahragaonline.com di sela-sela pertandingan babak ketiga turnamen JAPFA FIDE RATED 2026 itu.
Langkah lainnya menurut Eddy menggelar banyak kompetisi yang kita yakini akan melahirkan bibit-bibit pecatur andal. Selain itu kita kerap akan mengikut sertakan mereka untuk bisa tampil di ajang berskala nasional seperti event JAPFA FIDE RATED ini.
"Diyakini dari ajang tingkat nasional seperti inilah para pecatur kita akan punya prestasi plus elorating yang tinggi,"ujat Eddy yang juga mantan Bupati Kabupaten Dairi ini
Karena bibit pecatur yang terpendam dan kurangnya pantau dari para pelatih. Kami berencana Langkah adalah mendatangkan para pelatih tingkat nasional yang akan menempah pecatur muda kita. "Saya berharap pihak PB Percasi bisa memberikan rekomendasi terkait pelatih yang kita butuhkan," kata pria yang kini berprofesi sebagai pengusaha itu.
"Kami berharap kedepannya, jika langkah sesuai rencana dan harapan Tim Catur Sumut tak bakal jadi Macan ompong lagi. Mampuh sejajar dengan DKI Jakarta, Jateng, Jabar, Jatim dan daerah lainnya. Harapan Tim Catur Sumut akan menjadi barometer kekuatan catur di tanah air," tutup Eddy. Semoga Ketua. Kami rindu akan kejayaan prestasi catur Sumut. (Jordan)