Ket foto: WIM Shavira Devi Ervesha Masih Berpeluang Juara,Di Kategori Open Japfa CHES Festival ke-16 2026. Kendati Mengalami Dua Kekalahan Beruntun. (Ist)
Jakarta-Mengalami dua kekalahan beruntun WIM Shafira Devi Herfesa di kategori Open JAPFA Chess Festival ke-16 Tahun 2026. Membuat pecatur muda ini terlempar dari 10 besar.
Padahal setelah tampil luar biasa dan memimpin sendirian dengan torehan sempurna 5 Victory Point (VP) hingga babak kelima, pecatur muda asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun dalam ujian berikut nya, ia harus menerima dua kekalahan beruntun pada babak keenam dan ketujuh. Pada babak keenam, Shafira yang memiliki rating Elo 2303 harus mengakui keunggulan IM Anjas Novita (2351).
Kekalahan tersebut membuat koleksi Shafira tetap bertahan di angka 5 VP. Pukulan kedua datang pada babak ketujuh ketika ia kembali gagal menambah angka setelah ditundukkan pecatur senior berpengalaman, IM Danny Juswanto (2223).
Hasil dua babak tersebut membuat posisi Shafira merosot ke peringkat ke-13 klasemen sementara dengan tetap mengantongi 5 VP.
Hasil dua babak tersebut membuat posisi Shafira merosot ke peringkat ke-13 klasemen sementara dengan tetap mengantongi 5 VP.
Sejatinya, sampai babak kelima, pecatur kelahiran 13 Desember 2008 tersebut tampil tanpa cela dengan lima kemenangan berturut-turut.
Puncaknya terjadi pada babak kelima ketika Shafira berhasil menundukkan IM Azarya Jodi Setyaki yang memiliki rating 2349.
Kemenangan atas salah satu seniornya itu sekaligus membuat Shafira seorang diri menguasai puncak klasemen dengan 5 VP. Namun, dua kekalahan yang membuat Shafira seperti tergelincir itu tidak berarti perjalanan Shafira berakhir.
Dengan masih mengantongi 5 VP, jaraknya dengan kelompok papan atas belum membuat peluangnya tertutup. Setelah tujuh babak, empat pecatur berada di puncak dengan 6 VP, yakni IM Anjas Novita, IM Gilbert Elroy Tarigan, FM Fabian Glen Mariano dan IM Danny Juswanto.
Dengan dua kali mengalami kekalahan, persaingan masih sangat terbuka dan Shafira masih memiliki kesempatan memperbaiki posisinya pada babak-babak berikutnya.
Bagi Shafira, pengalaman menghadapi para senior di JAPFA Chess Festival 2026 justru menjadi bagian penting dari proses pematangan kariernya.
Statusnya sebagai WIM menunjukkan bahwa ia bukan lagi sekadar pecatur junior yang sedang mencari pengalaman. Dalam daftar awal turnamen, Shafira bahkan ditempatkan sebagai unggulan ke-12 dengan Elo 2303, di tengah kepungan para pecatur bergelar IM, FM dan NM.
Perjalanan Shafira menuju level tersebut juga tidak terjadi secara instan. Seperti diketahui, ia mulai diperkenalkan dengan catur oleh ayahnya sejak usia tiga tahun dan mulai mengikuti kompetisi sejak kelas 2 SD.
Shavira kemudian masuk pelatnas junior sejak Agustus 2023. Pada 2024, Shafira meraih medali emas PON Aceh-Sumatera Utara, sebelum membuat kejutan besar pada Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 di Ulaanbaatar, Mongolia.
Ia menjadi juara dengan 7 poin dari sembilan babak dan sekaligus memperoleh gelar WIM serta tiket ke FIDE Women's World Cup 2025. Kini, setelah dua kali tergelincir, Shafira tentu dituntut segera bangkit.
Dua kekalahan beruntun bukanlah akhir dari segalanya. Ibarat seekor burung mungil yang sempat kehilangan pijakan di ranting, Shafira masih memiliki kesempatan mengepakkan sayap dan kembali bertengger di papan atas.
Juustru di sinilah mental seorang pecatur diuji: bukan hanya bagaimana menang ketika berada di atas, tetapi bagaimana bangkit setelah jatuh. Arena JAPFA Chess Festival 2026 masih menantikan kejutan berikutnya dari si mungil nan tangguh Shafira Herfesa. (Jordan dari berbagai sumber)
