Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Main Olahragaonline.com

Tim Catur Putra Indonesia Kalah Tipis 1,5-2,5 dari Unggulan Kedua India

Jumat, 18 September 2026

Share this history on :

Hasil Babak Kedua 46th FIDE Chess Olympiad 2026 Tim Putra Kalah Tipis. Tim putri Menang 

Ket foto: Kegigihan para Arjuna Indonesia Membuat Pecatur India ketar-ketir. Sehingga para pecatur Indonesia tak gampang dikalahkan Raksasa India.


Samarkand - Seperti sudah diperkirakan sejak awal, sebelum pertandingan, bahwa Tim Catur Indonesia akan dipastikan kalah melawan raksasa kuat India.

Namun Tim catur putra kita memberikan perlawanan yang berjuang tanpa mengenal rasa takut. Terbukti hasilnya tak mengecewakan. Tim catur putra Indonesia hanya  dengan skor tipis 1,5-2,5 pada babak kedua 46th FIDE Chess Olympiad 2026 di Samarkand, Uzbekistan, Kamis (17/9/2026).

Meski kalah secara agregat, Indonesia memberikan perlawanan kuat kepada India yang datang sebagai unggulan kedua kategori Open sekaligus juara bertahan Olimpiade. Dari empat papan yang dipertandingkan, tiga pecatur Indonesia berhasil mengamankan hasil imbang menghadapi pemain-pemain papan atas India.

Hasil tersebut sekaligus menunjukkan ketatnya pertandingan Indonesia menghadapi salah satu tim terkuat dalam turnamen yang mempertemukan 208 tim kategori Open dari berbagai negara.

       Diluardugaan Susanto Tahan       Praggnanandhaa

Hasil penting diperoleh GM Susanto Megaranto (rating 2488) di papan pertama. Menghadapi GM R Praggnanandhaa (2761), Susanto mampu mempertahankan posisinya hingga berakhir dengan remis.

Sementara satu-satunya kemenangan India diraih Nihal Sarin atas Arif Abdul Hafiz. Skor akhirnya menjadi Indonesia 1,5-2,5 India.


Dari laporan Chess.com mencatat bahwa India hanya mampu mengamankan kemenangan pertandingan setelah Nihal membalikkan posisi yang sempat sangat menguntungkan Arif. 

Bahkan, Arif yang memiliki rating sekitar 290 poin lebih rendah sempat berada dalam posisi unggul sebelum Nihal menemukan rangkaian taktik yang membalikkan keadaan. Pahlawan si Rambut Jabrik Yang paling menyita perhatian adalah duel si Rambut Jabrik, Satria Duta Cahaya melawan Gukesh.

Pecatur Indonesia berusia 18 tahun itu mampu menahan juara dunia yang saat ini memiliki rating 2703. Pertandingan tersebut menggunakan Sicilian Defense, Kan Variation, dan berakhir remis. FIDE bahkan menyebut Satria sebagai salah satu pahlawan pertandingan Indonesia-India setelah mampu menahan Gukesh, sekaligus mengutip pernyataannya seusai pertandingan.


Berikut hasil lengkapnya, Susanto Megaranto bermain remis melawan Praggnanandhaa, Satria Duta Cahaya remis dengan Gukesh, dan Nayaka Budhidharma remis melawan Vidit,

Sementara satu-satunya kemenangan India diraih Nihal Sarin atas Arif Abdul Hafiz. Skor akhirnya menjadi Indonesia 1,5-2,5 India.

Ket foto: Tim Catur Putri Indonesia Raih Kemenangan kedua saat bersua Aljazair pada Olimpiade Catur di Samarkand, Uzbekistan pada Kamis (17-9-2026)

Sementara itu Tim putri Indonesia kembali mencatat hasil positif pada 46th FIDE Chess Olympiad 2026 di Samarkand, Uzbekistan. Menghadapi Aljazair pada babak kedua, Kamis (17/9/2026), skuad Merah Putih berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3--1.

Kemenangan tersebut diraih melalui dua kemenangan dan dua hasil imbang. WIM Laysa Latifah dan WIM Shafira Devi Herfesa menjadi penyumbang poin penuh bagi Indonesia, sementara WIM Diajeng Theresa Singgih dan WIM Ummi Fisabilillah masing-masing mengamankan setengah poin.

Komposisi pemain pada papan putri Indonesia persis sama seperti pada babak pertama untuk menghadapi Aljazair:

 Diajeng melawan WIM Hayat Toubal, Laysa menghadapi WFM Chahrazad Djerroud, Shafira bertemu WIM Lina Nassr, dan Ummi menghadapi WFM Rania Nassr.

Di papan kedua, WIM Laysa Latifah (2213) tampil impresif menghadapi WFM Chahrazad Djerroud (1932).

Laysa berhasil mengendalikan jalannya permainan dan akhirnya mencatat kemenangan 1--0. Hasil tersebut menjadi salah satu titik penting bagi Indonesia untuk membangun keunggulan dalam pertandingan beregu tersebut.

Dengan kemenangan ini, Laysa mengoleksi dua kemenangan dari dua pertandingan pada dua babak awal Olimpiade Samarkand 2026.

Kemenangan kedua Indonesia datang dari papan ketiga.

WIM Shafira Devi Herfesa (2130) berhasil mengalahkan WIM Lina Nassr (2071) dengan skor 1--0.

Partai berlangsung hingga memasuki fase akhir permainan sebelum Shafira memastikan kemenangan. Dengan hasil tersebut, Shafira juga mencatat dua kemenangan dari dua pertandingan yang telah dimainkannya di Olimpiade.

Dua kemenangan Laysa dan Shafira membuat Indonesia mengamankan dua poin penuh dari papan kedua dan ketiga.

Sementara itu,  WIM Diajeng Theresa Singgih (2280) yang tampil di papan pertama harus puas dengan hasil remis 0,5-0,5 menghadapi WIM Hayat Toubal (1888). Singgih (2280) yang tampil di papan pertama harus puas dengan hasil remis 0,5-0,5 menghadapi WIM Hayat Toubal (1888).

Kemenangan Tim Putri Indonesia 3-1 atas Aljazair melanjutkan start positif tim putri Indonesia di Samarkand.

Pada babak pertama, Indonesia juga tampil sempurna dengan mengalahkan Timor-Leste 4--0. Diajeng, Laysa, Shafira dan Ummi semuanya meraih kemenangan pada pertandingan tersebut.

Artinya, setelah dua babak, empat pemain utama Indonesia yang diturunkan pada dua pertandingan tersebut belum mengalami kekalahan.

Ujian berat sudah menanti di babak ketiga saat bersua tuan rumah Uzbekistan pada Jumat (18-92026). (Jordan) 

Berikut jadwal pertandingan Tim Catur Indonesia di babak ketiga: 



  •   
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : wartaolahraga@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...