Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Main Olahragaonline.com

Tampilkan postingan dengan label wushu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wushu. Tampilkan semua postingan

Hari I Indonesia Raih 3 Emas, 1 Perak & 1 Perunggu

Minggu, 20 November 2016

TIM Wushu Indonesia meraih 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu pada hari pertama Kejuaraan Dunia Wushu Taolu I 2016. Berkat raihan tersebut Indonesia memimpin dalam klasemen perolehan medali sementara.

Hari pertama pertandingan yang berlangsung di Fujian Province Sports Hall, Fuzhou, China, itu berlangsung Sabtu (19/11) kemarin. Pada saat itu Juwita Niza Wasni berhasil menyumbangkan dua emas di nomor nangun dan nomor nandao putri.

Sukses Juwita berhasil diikuti rekannya Achmad Hulaefi yang juga berhasil merebut emas di nomor gunshu putra. Namun sayang, di nomor changquan putra, Hulaefi dan rekannya Charles Sutanto harus puas dengan medali perak, sementara Charles kebagian perunggu.

Sukses ini mengantarkan Indonesia ke posisi pertama klasemen sementara dari 23 negara peserta. Berikutnya di peringkat kedua dan ketiga ada tuan rumah China dengan 3 emas, dan Hong Kong yang meraih 2 emas dan 1 perak.

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Supandi Kusuma, yang menyaksikan secara langsung pertandingan, bersyukur atas hasil bagus yang diraih para atlet binaannya pada kejuaraan dunia wushu taolu perdana ini.

"Saya sangat bersyukur atas prestasi yang diukir para atlet dalam kejuaraan dunia kali ini. Berkat kerja keras PB dalam membina atlet secara berkesinambungan, sehingga Tim Indonesia dapat menempati peringkat yang baik dalam perolehan medali keseluruhan," kata Supandi dalam rilisnya.

Kejuaraan Dunia Wushu Taolu adalah kejuaraan paling bergengsi karena pesertanya merupakan atlet elit dunia yang menempati 8 besar. Pada event kali ini, Indonesia meloloskan lima atlet yakni Juwita Niza Wasni, Achmad Hulaefi, Charles Sutanto, Fredy dan Harris Horatius.

Indonesia masih berpeluang menambah pundi-pundi medali karena Juwita Niza Wasni dkk masih turun bertanding pada hari terakhir, Minggu (20/11) ini. Sehubungan dengan itu, Supandi mengimbau, agar atlet, pelatih, ofisial, jajaran pengurus dan seluruh pemangku kepentingan di cabang olahraga wushu tidak lantas berpuas diri dengan hasil yang diraih di kejuaraan dunia kali ini karena masih banyak tugas berat yang harus diemban untuk meningkatkan dan memajukan prestasi wushu Indonesia.

"PB Wushu Indonesia juga menyadari bahwa untuk mengoptimalkan pembinaan atlet dibutuhkan perhitungan dan pertimbangan yang sangat matang oleh orang-orang yang bemar-benar mengerti dan berpengalaman. Sehingga kita dapat meraih apa yang kita cita-citakan," imbuhnya.

Sementara itu Manajer tim wushu Indonesia Heriyanto mengatakan hasil bagus Juwita Niza Wasni dkk di kejuaraan dunia kali ini disiapkan secara matang. "Kita persiapannya sangat matang. Jadi mungkin inilah faktor terpenting yang menjadi modal kami di kejuaraan ini," kata Heriyanto. Jordan

Tim Wushu Indonesia Peringkat Dua Kejuaraan Dunia

Kamis, 19 November 2015

SEBAGAI tuan rumah Indonesia meraih dua sukses besar pada ajang Kejuaraan Dunia Wushu ke-13 yang berakhir Rabu, (18/11) di Istora Senayan Jakarta. Dua sukses besar itu adalah sukses sebagai penyelenggara dan sukses prestasi.

Dari segi penyelenggara, banyak negara peserta termasuk Presiden Wushu Internasional (IWUF) memuji Indonesia. Sementara dari sisi prestasi atlet, Indonesia juga mencapai hasil luar biasa. Indonesia menempati posisi kedua dalam Kejuaraan Dunia Wushu ke-13 yang melibatkan 87 negara itu dengan meraih tujuh medali emas, tiga medali perak, dan enam medali perunggu. Sementara Tiongkok menjadi juara umum dengan 14 emas dan satu perak.

“Para atlet wushu Indonesia, memang sudah membuat prestasi luar biasa. Namun saya mengharapkan atlet-atlet wushu Indonesia lebih meningkatkan prestasi karena wushu adalah seni beladiri. Atlet harus belajar melompat lebih baik hingga 720 derajat,” kata Ketua Umum PB Wushu Indonesia Supandi Kusuma, selepas pertandingan wushu nomor sanda di Stadion Istora Senayan, Jakarta, kemarin.

Menurut Supandi, PB PWI tetap mengapresiasi prestasi yang telah dicapai atlet-atlet Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Wushu Ke-13. “Kami akan terus bekerja lebih keras demi prestasi Indonesia. Kami akan memenuhi kebutuhan atlet-atlet pelatnas dengan program kami seperti mendatangkan pelatih Tiongkok atau mengirim atlet kita ke Tiongkok. Atlet dan pelatih juga harus bekerja lebih keras. Pelatih juga harus mencatat kekuatan dan kekurangan atlet,” katanya.

Pemilik Harian terbesar di Sumut, Harian Analisa ini, berharap pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat memberikan perhatian lebih untuk cabang wushu dengan peningkatan prestasi Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Ke-13 pada 2015.

Bila dibandingkan pada Kejuaraan Dunia Wushu Ke-12 di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia hanya meraih satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Indonesia menempati peringkat 11 pada Kejuaraan Dunia Wushu yang digelar pada 2013 itu. Jadi jelas ini peningkatan prestasi yang sangat luar biasa. (Jordan)

Raih Dua Emas, Indonesia Capai Target

Minggu, 15 November 2015

TARGET Indonesia sebagai tuan rumah sudah tercapai. Saat tim wushu Indonesia berhasil meraih dua medali emas pada hari pertama Kejuaraan Dunia Wushu 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (14/11). Dua keping emas dipersembahkan Lindswell di nomor taijiquan putri dan Charles Sutanto di nomor jianshu putra.

Lindswell dinobatkan sebagai juara setelah peragaan jurus yang ditampilkan di depan juri cukup memukau. Gerakan-gerakannya begitu lentur dan ia mampu menjaga keseimbangan ketika bertumpu dengan satu kaki.

Ia Lindswell mengumpulkan nilai 9,70, disusul atlet Hongkong Suijin Chen 9,68 dan pewushu Malaysia Shin Yii Ng 9,66. Raihan ini merupakan kali ketiga bagi Lindswell. Sebelumnya, atlet 24 tahun tersebut berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia edisi 2009 dan 2013.

Lindswell mengaku puas dengan torehan kali ini. Dia juga tak terbebani ketika tampil di hadapan pendukung sendiri. Justru, atlet asal Sumatera Utara tersebut ingin menunjukkan peragaan maksimal supaya bisa meraih medali.

“Sempat tegang sebelum bertanding. Tapi setelah di lapangan melihat banyak pendukung, saya termotivasi seperti tidak ada beban. Puas dan senang bisa mendapat emas,” kata Lindswell usai pertandingan.

Status Indonesia sebagai tuan rumah juga menjadi pelecut untuk tampil meyakinkan. “Ini kesempatan buat saya untuk memberi yang terbaik. Sebagai tuan rumah, saya tidak ingin hanya sukses penyelenggaraan, tapi juga sukses prestasi. Ini yang membuat saya bermain maksimal,” terangnya.

Usai nomor ini, Lindswell masih akan bermain lagi. Sesuai jadwal, ia akan berlaga di nomor taijijian pada Minggu (15/11) ini. Peraih medali perak Asian Games 2014 Korea tersebut akan berjuang habis-habisan untuk mempesermbahkan yang terbaik. “Mau capek atau tidak, besok harus tampil habis-habisan,” ujarnya.

Sementara Charles Sutanto dengan meraih nilai 9,64 berhak meraih emas. Peringkat kedua diraih atlet asal Rusia, menyusul pewushu asal Malaysia dengan medali perunggu. Dua atlet asal Sumut ini adalah andalan di PON 2016 mendatang.(Jordan)

Indonesia Target Peringkat dan Medali Emas

Jumat, 13 November 2015

EVEN kejuaraan Dunia Wushu yang mulai digelar hari ini Jumat (13/11/2015) hingga 18 November di Istora, Senayan, Jakarta. Indonesia menargetkan dua emas dengan tumpuan Lindswell Kwok dan Ahmad Hulaefi. Sebanyak 82 negara akan berebut medali dalam 46 nomor pertandingan dari kategori taolu (seni) dan sanshou (tarung).

Menurut Ketua Umum PB WI, Supandi Kusumah bahwa target dua emas demi menempati peringkat sepuluh besar dunia. Target itu sekaligus memperbaiki pencapaian pasukan "Merah Putih' pada Kejuaraan Dunia tahun 2013 di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Target tahun ini tentu lebih baik dari dua tahun lalu. Kala itu, Lindswell dkk. ada di urutan ke-11 dengan satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Satu-satunya medali emas disumbangkan Lindswell Kwok di nomor taijijian (kategori taolu)," ujar Supandi kepada wartawan di Hotel Sultan Senayan, Kamis (12/11/2015).

Lindswell kembali menjadi salah satu atlet yang diharapkan bisa sumbang emas. Pewushu 24 tahun ini tercatat dua kali merebut medali emas di Kejuaraan Dunia 2009 dan 2013. Sementara peluang medali emas lainnya diharapkan datang dari Ahmad Hulaefi atau Juwita Niza Wasni.

"Semua atlet memiliki peluang namun hanya yang terbaiklah yang kami pilih. Lindswell tetap menjadi andalan, karena di Kejuaraan Dunia dua tahun lalu dia satu-satunya atlet yang sumbang emas, Ahmad Hulaefi dan Juwita kami harap juga bisa sumbang medali emas," kata Sekjen PB WI Iwan Kwok.

Iwan menambahkan musuh bebuyutan masih kekuatan lama. Yakni, Vietnam, Rusia, China, dan Iran. "Ya, kami tetap optimistis. Di tahun ini, kami tidak ingin hanya sukses penyelenggaraan saja, tapi juga sukses prestasi," harapnya.

Dalam kesempatan sama Vice President International Wushu Federation (IWUF), Anthony Goh, mengatakan pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia karena pihaknya percaya Indonesia bisa menggelar event yang berkualitas. Terlebih persiapannya sudah dilakukan sejak dua bulan lalu.

"Setiap tahun kami punya periodesasi tuan rumah di setiap negara. Kami memilih Indonesia karena kami tahu PB WI bisa menggelar event bekualitas dan selama dua bulan terakhir semua sudah dipersiapkan dengan baik. Mereka (penyelenggara) berkerja keras, apalagi event ini ternyata ditayangkan live streaming," terang Goh. "Kami puas dengan persiapan, koordinasi, dan leadership Indonesia terhadap Kejuaraan Dunia ini," katanya. (Jordan)

PB PWI Tidak Pasang Target Kusus

Sabtu, 07 November 2015

BERTINDAK sebagai tuan rumah, namun Indonesia tidak mematok target kusus di Kejuaraan Dunia Wushu XIII di Istora Senayan, Jakarta, 14-18 November mendatang. PB PWI hanya ingin memperbaiki peringkat di kejuaraan dunia sebelumnya. Pada kejuaraan dunia sebelumnya, di Kuala Lumpur, Malaysia, 2013 lalu, Indonesia hanya duduk di posisi ke-11 dunia dengan perolehan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Menurut Sekretaris Jenderal PB Wushu Indonesia, Iwan Kwok, tingkat persaingan kali sangat ketat. Sehingga Indonesia, tak memasang target kusus. Sebab, dalam kejuaraan dunia, peta kekuatan tiap negara tidak dapat diukur. Dia berharap tahun ini, Indonesia bisa masuk ke posisi 10 besar dunia. Seperti sebelumnya, andalan Indonesia untuk meraih emas masih di pundak Lindswell Kwok. Dua tahun lalu, dia mempersembahkan emas di nomor tajijian, dan perak di nomor tajiquan.

"Kali ini kami tidak menargetkan berapa jumlah medali. Terpenting atlet bisa memperbaiki peringkat dari kejuaraan dunia sebelumnya. Selain Lindswell, di nomor changquan juga ada Ahmad Hulaefi. Dia menorehkan prestasi bagus di SEA Games 2015 lalu. Lalu, Ivana Ardelia Irmanto yang dua tahun lalu juga mempersembahkan medali perunggu di nomor nanquan diharapkan bisa kembali berprestasi. Memang tidak bisa dipungkiri, taulo masih menjadi andalan. Namun memang tidak tertutup kemungkinan di kategori Sanda kita bisa memberikan kejutan," katanya.

Di nomor sanda ini diprediksi juga bisa menghasilkan juara dunia baru, mengingat para atlet Tiongkok yang biasanya mendominasi nomor ini tidak berpartisipasi kali ini. Dua tahun lalu, nomor ini juga menambah pembendaharaan medali bagi Indonesia, yakni dari Junita Malau serta Hartati di kelas 48 dan 52 kg.

"Kita berpeluang untuk bisa melahirkan juara dunia baru ada di nomor 60 kg putri atas nama Moria Manalu dan nomor 48 kg putri atas nama Junita Malau. Terlebih Moria sukses menjadi juara di Piala Dunia sanda tahun lalu. Begitu juga dengan Junita, perolehannya dua tahun lalu semoga bisa diulang di tahun ini dan bahkan ditingkatkan. Jadi bisa dibilang peluangnya sama besar dengan taulo," ungkapnya.

Untuk Kejuaraan Dunia tahun ini, Pengurus WI akan menurunkan delapan atlet sanda (lima putra dan tiga putri) serta delapan atlet taulo (liam putra dan tiga putri) untuk bertanding di 13 nomor pertandingan di kelas taulo dan 8 kelas sanda.

Di nomor taulo, pesaing utama Indonesia datang dari Rusia, Daria Torasova dan Italia, Michele Giordano. Namun, itu pun tidak bisa diprediksi mengingat kekuatan di Kejuaraan Dunia memang selalu bergeser. Total ada 904 atlet dari 73 negara yang bakal ambil bagian di Kejuaraan Dunia Wushu nanti. Rencananya dalam kejuaraan dunia kali ini akan ada tamu spesial dari mantan atlet wushu dunia, yakni Jet Li dan Michelle Yeoh.

Demikian diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana IGK Manila. Menurutnya, Indonesia mendapatkan jatah tuan rumah karena termasuk salah satu negara yang aktif mengikuti Kejuaraan dunia dan menyumbangkan atlet ke ajang internasional. Hal itu dinilai oleh Federasi Wushu Dunia (IWUF) menjadi salah satu pertimbangan penting untuk bisa mendapatkan jatah tuan rumah.

Kali ini selain menjadi tuan rumah kejuaraan dunia, Indonesia juga mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah Kongres Federasi Wushu Internasional yang sesuai dengan rencana digelar di JCC Jakarta, sebelum kejuaraan dunia dimulai. Melihat kepercayaan tinggi yang diberikan oleh Federasi Wushu Internasional, Manila berharap bisa meraih dua sukses yaitu sukses pelaksanaan dan prestasi.(Jordan)


Indonesia Kembali Dipercaya Gelar Kejuaraan Wushu Dunia

Kamis, 05 Maret 2015

SETELAH sukses menggelar kejuaraan wushu dunia tingkat junior di Bali pada 2008 lalu. Kembali Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu 2015 untuk tingkat senior, setelah adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dengan Federasi Wushu Dunia (IWUF) di Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Dalam penandatangan itu hadir Ketua Umum PB WI Supandi Kusuma, Wakil Presiden IWUF Antony Goh, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, serta perwakilan KONI DKI Jakarta dan pengurus provinsi WI. "Selain kita menggelar even kejuaraan dunia ini juga akan dilakukan pemilihan Presiden IWUF. Jadi ada dua acara sekaligus pada November nanti," kata Ketua Umum PB WI Supandi Kusuma.

Perwakilan menpora yakni Djoko Pekik mengatakan, penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan hal yang luar biasa. Dengan demikian pihaknya akan memberikan dukungan demi suksesnya kejuaraan ini. Menurutnya, wushu merupakan cabang olahraga yang sudah mampu mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Untuk itu pihaknya berharap, atlet-atlet Indonesia mampu lebih berprestasi lagi. Apalagi, sebelum kejuaraan dunia akan turun pada SEA Games 2015 di Singapura.

Kejuaraan Dunia Wushu ke-13 ini akan mempertandingkan 56 nomor dari kategori taulo (jurus) maupun sanda (tarung). Empat nomor di antaranya adalah jurus tradisional. “Ini adalah sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan bergengsi ini. Kejuaraan akan berlangsung di Istora Senayan, 13-18 Novembe ,"jelas Sekjen PB WI Iwan Kwok kepada wartawan.

Menurut Iwan, sebagai tuan rumah, Indonesia harus menyiapkan lokasi pertandingan serta pendukungnya. Bahkan, juga menyiapkan akomodasi bagi negera peserta. Sedangkan IWUF salah satu tugasnya adalah mengundang peserta. "Lokasi pertandingan harus sesuai dengan standar IWUF. Istora sudah tepat. Untuk peserta wewenang IWUF. Yang jelas anggota aktif kurang lebih 80 negara akan diundang pada kejuaraan ini," tandas Iwan.

Iwan menambahkan anggaran yang dibutuhkan untuk menggelar kejuaraan dunia ini mencapai Rp 10 miliar. Pihaknya berharap, pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, bisa membantu. Apalagi wushu telah mampu mengharumkan nama Indonesia di internasional. “Kita sangat mengharapakan perhatian pemerintah, terutama dalam masalah pendanaan,” harap Iwan. (Jordan)

Iwan: Pewushu Indonesia Sangat Luar Biasa

Minggu, 23 November 2014

KEJUTAN terjadi saat Atlet wushu putri Indonesia Moria Manalu meraih medali emas di kelas 65 kilogram setelah mengalahkan Maryam Hashemiforoud dari Iran pada Kejuaraan Dunia Sanda (The 7th Sanda World Cup 2014) di Istora Senayan, Jakarta, Jumat.

Walau Moria kalah dalam jangkauan namun ia mampu menjinakkan Maryam yang memiliki postur lebih tinggi dengan beberapa pukulan dan bantingan. Atlet Iran tersebut memiliki tendangan terarah yang kerap kali menyulitkan Moria.

Secara keseluruhan Indonesia meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu atas nama Moria Manalu di kelas 65 kilogram, Junita Malau di kelas 48 kilogram dan Hertati di kelas 52 kilogram. Sedangkan pewushu pria atas nama Edwar Virmanda gagal menyumbangkan medali.

Menanggapi hasil yang diperoleh atlet Indonesia itu Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia Iwan Kwok merasa bangga dan puas. Sebab di kejuaraan ini kita tak memang target kusus.

“Raihan ini adalah hasil maksimal yang harus diapresiasi. Kami bangga dengan perjuangan merekai " kata Iwan kepada wartawan usai pemberian hadiah bagi para pemenang.

Dalam kejuaraan ini Negeri Tirai Bambu (Tiongkok) keluar sebagai juara umum. Para atlet putri Tiongkok meraih tiga medali emas pada Kejuaraan Dunia Sanda (The 7th Sanda World Cup 2014) ini.

Ketiganya adalah Yabei Mao di kelas 56 kilogram, Cong Wang di kelas 60 kilogram, dan Xin Meng di kelas 70 kilogram. Sementara itu Iran meraih dua emas dan satu perak atas nama Sohila Mansouryan Semiromi di kelas 52 kilogram, Shahr Bano Mansouryan Semiromi di kelas 75 kilogram serta Maryam Hashemiforoud di kelas 65 kilogram. (Jordan)


PB PWI Tanpa Target Kusus di Kejuaraan Dunia Sanda

Kamis, 20 November 2014

MOMEN Kejuaraan Dunia Sanda ke-7 2014 2014 yang berlangsung 20-21 Nopember ini di Istora Senayan Jakarta. Merupakan sebagai ajang menimba pengalaman bertanding bagi atlet Wushu Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB.WI), Master Supandi Kusumah saat mengadakan wellcome party bagi para peserta kejuaraan duni itu di Ball Room Hotel Sultan, Rabu Malam (19/11) .

Jamuan makan malam yang dimeriahkan artis-artis top ibukota dan musik tradisional itu dihadiri Sekjen Federasi Wushu Internasional, Bapak Wushu Indonesia IGK Manila, sejumlah tamu undangan dan seluruh peserta Kejuaraan Dunia Sanda dari 18 negara.

“Kejuaraan ini sangat penting bagi atlet kita. Even ini menjadi ajang pembelajaran berharga bagi wushu Indonesia. Sebab yang tampil di even ini bukan atlet sembarangan. Mereka adalah para juara dunia,” kata Mister Supandi kepada wartawan.
Melihat kenyataan itu Supandi tak membebani atletnya dengan target tertentu. Mereka harus melihat bagaimana atlet kelas dunia bertanding dan memenangkan laga.

Masih menurut Supandi, selain menjadi ajang pembelajaran, even ini juga ajang silaturahmi dengan para insan olahraga beladiri wushu dari berbagai negara.
‘’Dan yang paling penting, kita memberi bukti kepada dunia bahwa Indonesia khususnya kota Jakarta aman. Oleh karenanya, saya katakan kepada para peserta asing, jangan ada keraguan datang ke Indonesia,’’tambahnya.

Ketika disinggung mengenai persiapan menghadapi Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah, Supandi mengatakan PB.WI telah melakukan persiapan jangka panjang. ‘’Sebagai tuan rumah, jelas kita harus mampu menunjukkan prestasi lebih baik disbanding Asian Games sebelumnya. Kalau di Incheon, Korsel kita dapat 1 medali emas, maka pada tahun 2018, harus lebih baik,’’tandasnya.

Sebagai bentuk kesungguhan PB.WI melakukan persiapan menghadapi Asian Games 2018, akan didatangkan pelatih kelas dunia dari Cina. Selain itu, para atlet Indonesia akan melakukan latih tanding di negeri Tirai Bambu tersebut. Pembukaan Kejuaraan Dunia Sanda itu sendiri menurut rencana akan dibukan Kamis, (20/11) pagi ini oleh Menpora Imam Nahrawi. Rencananya akan dihadiri Ketua KOI Rita Subowo dan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman. (Jordan)

18 Negara Tampil di 7th Sanda World Cup 2014

Kamis, 13 November 2014

SEBANYAK 58 atlet wushu dari 18 negara dipastikan tampil di ajang 7th Sanda World Cup 2014 yang digelar di gedung Istora Senayan Jakarta, 20-21 November mendatang. Event ini berkat kerjasama Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dan Federasi Wushu Dunia.
Menurut Sekjen PB WI Iwan Kwok, agenda ini adalah kepercayaan dari federasi wushu dunia terhadap Indonesia. “Karena ini sebuah kepercayaan, maka kami akan menggelar event secara professional. Kami berharap mencapai sukses ganda, yakni sukses sebagai tuan rumah dan sukses mencapai prestasi,” kata Iwan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12 November 2014),

Dalam even ini Indonsiaa akan menggandalkan empat atlet yakni Junita Malau (kelas 48 kg putri), Hertati (52 kg putri), Moria Manalu (65 kg), dan Edowar Virnanda (52 kg putra). Keempat atlet yang turun itu diharapkan mencapai prestas, Sebab ajang ini sebagai uji coba dan menambah pengalaman internasiponal untuk pelatnas SEA Games XXVIII Singapura 2015. Selain itu, kata Iwan, untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan pembinaa atlet-atlet nasional menuju jenjang internasional.

“Event ini adalah momen yang sangat baik untuk para atlet. Apalagi ini merupakan ajang pemanasan untuk penyelenggaraan 13th World Wushu Championship 2015 di Jakarta. Di even ini juga kita manfaatkan sebagai rasa persatuan menjalin hubungan baik serta meningkatkan kerjasama antara wushu Indonesia dengan Assosiasi Wushu Negara-negara sahabat,” kata Iwan.

Dalam kesempatan yang sama Manajer tim Indonesia di 7th Sanda World Cup 2014 Ngatino, keempat atlet Indonesia akan berlaga dengan negara-negara yang tergolong hebat di cabang wushu. Apalagi, kejuaraan Sanda ini, kata Ngatino, baru pertama kali digelar di luar Tiongkok. “Selain itu ada hadiah uang bagi juara. Bonusnya juara Rp 20 juta, peringkat kedua Rp 12 juta, ketiga Rp 6 juta.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana 7th Sanda World Cup 2014 Eisen Gauw, menjelaskan, kejuaraan akan diikuti 18 negara dengan 58 atlet dan 63 offisial. “ Sebelum kejuaraan dimainkan, kita akan menggelar welcome party pada tanggal 19 November. Baru pada tanggal 20-21 November pertandingan dilaksanakan,” kata Eisen Gauw. Jordan

KONI Lantik PB Wushu Indonesia

Senin, 26 Mei 2014

SETELAH sempat tertunda hamper dua tahun lamanya akhirnya, Kepengurusan PB WI (Pengurus Besar Wushu Indonesia) masa bakti 2013-2017 pimpinan Ketua Umum Supandi Kusuma resmi dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, di Gedung Kerucut KONI Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Dalam prosesi pelantikan hadir Dewan Pembina PB WI antara lain, Bapak Wushu Indonesia, IGK Manila, Jenderal Pol (purn) Drs Sutanto (mantan Kapoldasu) dan Gus Irawan Pasaribu (Ketua KONI Sumut). Tak ketinggalan hadir juga John Ismadi selaku perwakilan dari KONI Sumut, sejumlah pengurus Pengprov Wushu serta puluhan insan wushu dari seluruh Indonesia. Prosesi pelantikan diakhiri dengan penyerahan pataka dari Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman kepada Ketua Umum PB WI, Master Supandi Kusuma dan penandatanganan Surat Keputusan (SK) kepengurusan PB WI masa bakti 2013-2017.
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman meminta kepada seluruh pengurus PB WI masa bakti 2013-2017, untuk selalu mengedepankan semangat kesatuan dan persatuan dalam menjalankan roda organisasi. "Saya harapkan kepengurusan PB WI yang dilantik hari ini, dapat bekerja dengan baik, sehingga apa yang menjadi keinginan kita bersama yaitu wushu bisa mengukir prestasi dan berbicara banyak di pentas dunia, bisa terwujud," ujar Tono.
Tono memuji dedikasi, pengorbanan dan kerja keras yang telah dilakukan Master Supandi dalam memajukan wushu Indonesia. "Pak Supandi bukan orang baru di wushu. Beliau mendirikan dan memajukan wushu Indonesia. Harapan saya, kinerja yang sudah bagus selama ini bisa lebih ditingkatkan. Apalagi wushu sangat kuat kaitannya dengan budaya. Hubungan yang sudah baik ini tentunya bisa menjadi modal besar untuk mengukir prestasi yang lebih baik," katanya.
Tono juga berharap di Asian Games nanti wushu bisa memberikan sumbangsih bagi kontingen Indonesia. "Harapan kita wushu bisa sumbangkan medali. Tidak harus emas, karena kita juga harus realistis ada Tiongkok yang merupakan raksasanya wushu dunia. Dengan latihan yang baik, berkesinambungan dan terukur, performance para atlet wushu kita pasti akan semakin lebih bagus," tegas Tono.
Sementaa itu, Bapak Wushu Indonesia, IGK Manila, mengatakan wushu Indonesia sejak didirikan pada 1992 mengalami kemajuan pesat. "Sekarang wushu kita sudah maju, sudah bisa berbicara di tingkat dunia, khususnya di nomor taulo. Ketersebaran pembinaan juga sudah mulai merata. Jadi tugas pengurus untuk mencari bibit-bibit atlet baru sehingga regenerasi bisa terus terpelihara," ujar IGK Manila.
Manila juga mewanti-wanti kepengurusan PB WI untuk tidak abai dan terus bekerja keras. Pasalnya, kini negara pesaing khususnya yang ada di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam, mulai unjuk gigi. "Saya lihat Singapura, Malaysia dan Vietnam mulai serius melakukan pembinaan. Bahkan mereka dengan cerdik mengirimkan atletnya ke Tiongkok untuk kuliah dan sekaligus berlatih wushu di sana. PB WI tidak boleh abai dengan fakta ini, harus jadi pemicu untuk bekerja lebih keras lagi agar tidak tertinggal dari mereka," tambah manajer Timnas Sepakbola SEA Games 1987 Manila ini. (Jordan)

Gelar Kejuaraan Dunia Wushu, IWUF Siap Bantu PBWI

Jumat, 21 Maret 2014

PB Wushu Indonesia (WI) ditunjuk oleh Federasi Internasional Wushu (IWUF), menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sanda 2014 di Jakarta, 18-21 November mendatang. Diperkirakan, ajang tersebut akan diikuti ratusan peserta dari 25 negara. Sanda atau sanshou merupakan nomor pertarungan. Ada pula nomor peragaan jurus atau taolu.
Terkait pelaksanaan itu Ketua Umum PB WI Master Supandi Kusuma, berjanji bakal memanfaatkan kepercayaan IWUF. Semula bukan Indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah, melainkan Vietnam. Apalagi kejuaraan dunia kali ini merupakan kali pertama digelar di luar China, yang menjadi tuan rumah dalam enam gelaran sebelumnya.
”Ini sebuah kehormatan Indonesia, sehingga kita harus maksimalkan kepercayaan ini,” ujar Supandi di sela penandatangan nota kesepahaman antara PB WI dengan IWUF di Jakarta, kemarin.
Hadir dalam acara itu sejumlah tokoh olahraga. Di antaranya, Deputi IV Kemenpora Djoko Pekik, Ketua KOI Rita Subowo, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dan Bapak Wushu Indonesia, IGK Manila. Lebih lanjut, Supandi mengatakan, para atlet Indonesia yang akan turun di kejuaraan dunia nanti, harus berjuang maksimal. Selain membawa nama negara, mereka sekaligus bisa mengasah diri sebelum tampil di SEA Games Singapura, Juli 2015.
”Kusus bagi atlet wushu kita, kejuaraan dunia nanti akan berfungsi menguji kualitas para atlet nasional, baik untuk menambah pengalaman bertanding, dan sebagai langkah meraih prestasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Komisi Teknik IWUF, Wang Yulong mengaku siap membantu Indonesia menyukseskan Kejuaraan Dunia Sanda 2014. Kejuaraan tersebut sangat bergengsi karena hanya diikuti atlet wushu sanda yang mempunyai prestasi dunia. Pria yang juga wakil presiden Asosiasi Wushu China itu berjanji, akan membantu atlet wushu Indonesia agar lebih berkembang dan berprestasi hingga tingkat internasional.
China menawarkan dengan mengajak berlatih tanding di China. Pihaknya juga akan mengirimkan pelatih berkualitas untuk membantu pembinaan di Indonesia. ”Pada 2014 ini, kami membuat terobosan baru di lima benua. Kami berharap wushu Indonesia bisa mengikuti program ini untuk meningkatkan prestasi wushu junior,” tandas Raja Media dari Tanah Deli itu. (Jordan)

PB Wushu Tetap Fokus Jalankan Program

Kamis, 05 September 2013

KENDATI diterpa badai, yakni adanya protes dan gugatan dari empat Pengrov namun PB Wushu Indonesia tetap menjalankan program. Dan fokus di empat agenda di 2013 ini. Empat daerah itu adalah DKI Jakarta, Bangka Belitung, Jatim dan Lampung. Seperti diketahui Supandi Kusumah terpilih secara aklamasi di Munaslub di Bali 21-23 Juni 2013 lalu.
Keempat daerah itu mempermasalahkan terpilihnya kembali Master Supandi Kusumah menjadi Ketum PB WI. Sebab telah melanggar AD/ART KONI Pusat, pasal 16 ayat 8. Tentang jabatan periodesasi Ketum yang hanya dua periode. Merujut pasal tersebut mantan Ketua Bidang Hukum KONI Pusat Ngatino SH menyatakan bahwa pasal itu hanya berlaku untuk jabatan Ketua Umum KONI Pusat, KONI Provinsi, dan Kota/Kabupaten. Namun tak berlaku bagi posisi Ketum Induk Organisasi cabang olahraga (PB/PP).
“Gugatan mereka yang merujuk AD/ART KONI Pusat sebenarnya ada keanehan dan kejanggalan. Sebab sudah jelas diterangkan dalam pasal 16 itu ayat 8 hanya berlaku bagi jabatan ketua KONI,” kata Ngatino kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut mantan Sekjen PB WI itu menjelaskan bahwa Supandi Kusumah tak selamanya jadi ketum. “Dalam mekanisme awal memang hanya dua calon yakni Supandi Kusumah dan Andy S Ketum Pengrov Wushu Yogjakarta. Dalam dalam Munaslub itu Supandi terpilih secara aklamasi atas permintaan peserta Munas. Dan laporan pertanggung jawabang pengurus periode 2009-2013 pun sepakat diterima,” tandas Ngatino.
Bahkan menurut Ngatino semua daerah termasuk keempat daerah yang menggugat itu tak pernah mempermasalahkan Supandi menjadi Ketum PB WI, namun mengapa kemudian hari mereka protes. “Kan aneh juga awalnya kita semua sepakat dan setuju bahkan duduk bersama sambil santap malam dan juga foto bersama. Saya rasa ini adalah sebuah kepentingan dari orang-orang tertentu yang ingin merusak citra olahraga di tanah air,” tegas Ngatino yang juga menjadi Ketua Tim Penjaringan Bakal calon Ketum PB WI saat itu. Ngatino menambahkan pihaknya terus berjuang dan tetap mempertahankan hasil dari keputusan Munaslub di Bali itu. “Kami tak bakal diam, kami terus berjuang. Baik dari segi hukum maupun aspek lainnya,” tandas Ngatino. “ Saya berharap pengurus BAORI harus bersikap professional dan netral . Jika kedepannya BAORI bekerja tak semesti atau melenceng. Pihak wushu tak akan tinggal diam. Kami Akan terus memberikan perlawan dan pembelaan. KONI saat ini sudah lari dari jalurnya. Seperti kasus penerimaan 10 cabor baru, tanpa mekanisme yang jelas dalam Rapat Anggota di Bandung, Maret 2013 lalu. Lalu saat ini juga terlampau banyak ikut campur masalah PB/PP. termasuk masalh tenis meja dan wushu serta beberapa cabor lainnya.
Sementara itu Ketua Harian PB WI Iwan Kwok menjelaskan bahwa saat ini kita lebih baik fokus membina atlet wushu untuk menghadapi empat event di 2013 ini. Keempat agenda itu adalah ISG September di Palembang, dan berlanjut di Kejuaraan dunia di Kuala Lumpur pada Oktober mendatang. Lalu sportaccord Combat Games di Rusia pada 28/10-6/11/2013. Dan keikutsertaan cabor wushu di SEA Games di Myanmar Desember mendatang.
Iwan menambahkan bahwa wushu tetap melaksanakan pelatnas di luar negeri. Kendati biayanya hanya ditanggung selama 10 hari oleh PRIMA. Selebihnya PB WI yang mendanai. “Saat ini kami lebih fokus untuk membina atlet dan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah kejuaraan dunia tingkat senior2015. Kita sudah pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia tingkat junior di Bali tahun lalu. Kami ingin memgulang sukses itu di tingkat senior,” tegas Iwan. (Jordan)

Supandi Kembali Pimpin Wushu (PB PBWI)

Sabtu, 22 Juni 2013

MASTER Supandi Kusuma kembali mendapat kepercayaan menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) untuk masa bhakti kepengurusan 2013-17. Supandi sebelumnya memimpin induk organisasi olahraga Wushu nasional periode 2009-13, memenangkan pertarungan dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang diikuti 25 dari 27 Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu, di Hotel White Rose, Legian, Bali, Sabtu (22/6).
Dua Pengprov Wushu, yakni Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara, kehilangan hak suara dalam Munas kali ini, menyusul berakhirnya masa kepengurusan mereka dan belum menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Dalam pemilihan yang berlangsung seru dan menegangkan, Supandi mendapatkan dukungan 15 suara dan unggul lima suara atas rivalnya, Andi S. Ketua Pengprov Wushu Yogyakarta ini hanya mengantongi dukungan sepuluh suara.
"Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Saya pastikan, akan tetap menjalankan amanah sesuai dengan visi dan misi yang telah saya sampaikan," kata Supandi singkat, dalam pidoto sambutannya beberapa saat setelah pemilihan. Sebelumnya saat memaparkan visi dan misi, Supandi menyampaikan, dalam masa kepengurusannya masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Terutama menyangkut pembenahan internal organisasi yang diakuinya belum sepenuhnya tersentuh.
"Itu karena selama empat tahun masa kepengurusan, saya lebih fokus melakukan konsolidasi eksternal di luar negeri," kata Supandi memberi alasan, sembari berjanji akan melakukan pembenahan internal organisasi sekiranya masih mendapat kepercayaan kembali memimpin PBWI. Seperti diketahui, selama masa kepengurusan Supandi, Wushu Indonesia pernah mencatat prestasi gemilang meraih juara dunia pada 2007, dan juga pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia junior di Bali beberapa waktu lalu.
"Ini semua bisa tercapai, berkat kerjasama yang baik dengan dunia Wushu internasional yang kami lakukan. Satu pekerjaan lagi yang segera kita rebut adalah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia Wushu senior pada 2015 mendatang," pungkas Supandi. Ketua Panitia Pelaksana (Penpel) Munas PBWI Ke-V, Chairul Azmi Hutasuhut, mengaku senang atas pelaksanaan Munas yang berlangsung aman dan lancar, meski di awal sempat terjadi perdebatan terkait permintaan beberapa peserta untuk dilakukan perubahan AD/ART organisasi.
Terutama pasal yang mengatur masa jabatan Ketua Umum yang saat ini tidak memberikan pembatasan. Beberapa peserta meminta agar dibatasi maksimal hanya dibolehkan selama dua periode kepengurusan.
"Syukur Alhamdulillah, atas izin dan kehendak-Nya sehingga Munas berlangsung aman dan lancar. Meski diawal sempat terjadi perdebatan terkait AD/ART," sebut Chairul.
Lebih lanjut, Charul yang juga ketua bidang organisasi pada periode kepengurusan Wushu sebelumnya, menyampaikan apresiasi kepada peserta Munas atas kesediaan mereka mendengarkan arahan dari IGK Manila, selaku Bapak Wushu Nasional.
Manila memang sempat meminta peserta agar menghentikan perdebatan terkait perubahan AD/ART, dan segera dilakukan pengesahan tata tertib yang diakhiri dengan pemilihan Ketua Umum.
"Kalau saja mereka (peserta Munas) tidak bersedia mendengar apa yang disampaikan Pak Manila, sudah pasti pelaksanaan Munas kali ini tidak akan berjalan sesuai harapan," imbuh Chairul sembari menyatakan proses pemilihan Ketua Umum PBWI kali ini bisa berjalan lancar dan aman, karena peserta memberikan hak suaranya sesuai dengan hati nurani. (Jordan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET