Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

BOLA NASIONAL

BOLA INGGRIS

POPULER

SOROTAN

SEA GAMES

Tampilkan postingan dengan label tenis meja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tenis meja. Tampilkan semua postingan

Taufik Berjanji Akan Menjembatani Dualisme PTMSI

Sabtu, 12 November 2016

DUNIA olahraga Indonesia akhir-akhir banyak bermasalah. Baik permasalahan dari segi pembinaan prestasi, dana bahkan dari sisi organisasi. Bahkan satu induk organisasi terjadi dualism kepemimpinan. Seperti yang terjadi di cabor tenis meja.

Dualisme kepengurusan yang terjadi di tubuh Induk Organisasi Tenis Meja Indonesia (PTMSI), secara khusus disoroti oleh Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan, Taufik Hidayat. Ia berjanji akan menjembatani agar dua organisasi itu bisa duduk satu meja dalam menggelar seleksi atlet tenis meja yang akan dipersiapkan menghadapi SEA Games 2017 di Malaysia.

"Ya, saya akan mencoba untuk menjembatani agar kedua pihak bisa duduk satu meja dan menggelar seleksi bersama. Memang serba repot, soalnya PTMSI Oegroseno yang mendapat legitimasi dari ITTF, sedangkan kubu Lukman Eddy merupakan hasil Munas yang disahkan oleh KONI Pusat," kata Taufik Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/11).

Menurutnya, jika memang kedua belah pihak masih saling 'ngotot' untuk mempertahankan argumentasinya masing-masing terutama dalam soal pengiriman atlet ke ajang multievent. Lebih baik cabang olahraga tenis meja tidak diberangkatkan di SEA Games mendatang. Mantan pebulu tangkis nasional ini juga mengatakan, Sebagai Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Kemitraan,ia ingin menjembatani komunikasi antara Kemenpora dan para pelaku olahraga.

"Karena selama ini saya melihat masih ada kendala di sini. Selain itu, selama beberapa kali ikut rapat kerja, masalah yang dibahas masih seputar infrastruktur. Namun, jarang sekali membahas kesiapan atletnya. Ini yang menjadi misi saya, mempersiapkan atlet," katanya menambahkan.

Berdasarkan hal itu, Taufik bertekad untuk menjadi mata dan telinga bagi para pelaku olahraga, terutama atlet. Dia juga siap menampung kritik dan saran dari berbagai pihak termasuk media. "Asalkan kritik tersebut sifatnya membangun dan ada solusi yang menyertainya," ujar peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu.

Menyikapi kisruh ini, Taufik akan membentuk tim kajian, mengumpulkan data dan informasi, serta membuat rekomendasi. Taufik mempunyai masa kerja sebagai staf khusus di Kemenpora hingga 2018. Selama dua tahun ke depan, Taufik mengaku akan fokus ke kesiapan atlet untuk SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games 2018 yang bakal digelar di Jakarta dan Palembang. Jordan

Bahrul Juara Tenis Meja Ramadhan Cup I

Rabu, 22 Juni 2016

PETENIS meja asal Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Putra Sadewa Jakarta Timur, Bahrul Ulum menjuarai Kejuaraan Tenis Meja Ramadhan Cup yang berakhir, Minggu, (19/6) dini hari di Wisma Karsa Pemuda Senayan Jakarta.

Bahrul di final yang disaksikan Stah Ahli Bidang Politik Kemenpora Dr.Yuni Purwanti dan perwakilan BOPI Muhamad Kusnaeini itu menundukkan Rizky dari K-18 melalui pertarungan ketat 5 game.

Sebagai juara, Bahrul selain memperoleh hadiah uang pembinaan juga piala dari Kemenpora. Kejuaraan Tenis Meja Ramadhan Cup 1 yang dibuka Menpora Imam Nahrawi itu diikuti sekitar 84 peserta dari berbagai PTM di Jabodetabek.

Sementara untuk kategori penggiat dimenangi Hurip Danu Ismadi. Dosen Universitas Pakuan yang juga Sekretaris Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kemdikbud itu unggul telak 3-0 (11-5, 11-7, 11-4) atas Eddy Wikanta di final yang berlangsung selama setengah jam.’

”Saya senang dan bangga bisa menjuarai Ramadhan Cup 1 ini berharap even seperti ini semakin sering digelar. Bagi kami even seperti yang digelar Kemenpora ini amat membantu pembinaan tenis meja di tanah air,”kata Bahrul.

Sementara itu Yuni Purwanti selaku Ketua Panpel mengatakan even seperti ini akan digelar minimal empat kali dalam setahun. Yuni bangga melihat tingginya antusias peserta. “Saya bangga yang tampil sebagai finalis adalah anak-anak muda. Kami jadi makin bersemangat untuk lebih sering menggelar event agar para petenis meja berbakat punya kesempatan lebih banyak untuk unjuk kemampuan,” kata Ketua PTM Gerbang Pemuda, Dr Yuni Purwanti.

Yuni menambahkan mudahan ini awal yang baik untuk perkembangan tenis meja nasional. Ia juga berharap seluruh elemen tens meja Indonesia bersatu untuk membangun prestasi. “Kedepannya saya berharap jumlah peserta lebih meningkat,” harap Yuni. Jordan

Menpora Meriahkan Tenis Meja Ramadhan Cup

Sabtu, 18 Juni 2016

SEJUMLAH pejabat mulai dari tingkat menteri hingga tingkat eselon, bahkan mantan Kapolda Metro Jaya tampil di turnamen tenis meja Ramadhan Cup yang digelar di Auditorium Kemenpora mulai tadi malam. Tak tanggung-tanggung, Menpora Imam Nahrawi tercatat sebagai salah satu peserta di turnamen yang digelar malam hari selepas salat tarawih itu.

Menpora turun di nomor khusus Platinum bersama Staf Ahli Menpora, Yuni Purwanti, dan Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta. Juga tampil di nomor khusus undangan ini pengusaha Eddy Wikanta, notaris Aristiawan Dwi Putranto, Sofian Yacob mantan Kapolda Metro Jaya dan lain-lain.

Sementara itu, di nomor Penggiat jumlah peserta membludak melebihi perkiraan panitia. Dari target hanya sekitar seratus peserta, ternyata pendaftarnya lebih dari tiga ratus orang. Padahal, turnamen dibatasi hanya berlangsung dua malam dan harus selesai dini hari nanti.

Antusiasme peserta itu tentu saja menggembirakan pihak penyelenggara, PTM Gerbang Pemuda, yang baru berdiri dalam hitungan bulan. Sehingga PTM Gerbang Pemuda bertekad menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan mereka.

"Ini kegiatan positif di bulan suci Ramadhan. Ibadah sekaligus olahraga, di tambah sahur bersama lebih mempererat silaturahmi antara penggiat dan tokoh-tokoh yang mencintai tenis meja," ujar Ketua PTM Gerbang Pemuda, Yuni Purwanti. "Sekaligus ini membuktikan bahwa Ramadhan tidak menghalangi untuk berolahraga, justru menambah semangat."

Lantaran sifatnya kebersamaan, panitia tidak menyediakan hadiah besar bagi para pemenang. Jumlah hadiah akan bergantung kepada donasi yang diberikan oleh para peserta kelas khusus Platinum.

"Ayo, para pecinta tenis meja kita sukseskan Ramadhan Cup yang pertama ini," kata Yuni lagi. "Kita buktikan bahwa dengan keseimbangan antara jasmani dan rohani tertanam tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat,” katanya lagi, menegaskan.

Sisi positif lain dari turnamen ini adalah dipertemukannya dua Ketua Umum PTMSI yang saat ini tengah dilanda dualisme, yakni Oegroseno dan Lukman Eddy. "Semoga melalui pertemuan di Ramadhan Cup ini, akhirnya PTMSI bisa bersatu lagi," terang Yuni yang juga selaku Staf Ahli Menteri Bidang Politik. Jordan

Yuni Berharap Tenis Meja Bersatu & Berprestasi

KETUA Panpel Kejuaraan Tenis Meja Ramadhan Cup 1/2016, Yuni Poerwanti merasa lega karena bisa mempertemuan dua nakhoda” PTMSI. Seperti diketahui organisasi PTMSI sekarang ini terbelah dua, yang satu dipimpin Lukman Eddy dan satunya lagi oleh Oegroseno. Bagi Yuni Poerwanti, kehadiran Lukman Eddy dan Oegroseno apalagi dalam suasana Ramadhan, merupakan keberkahan.

”Pertemuan dalam kesempatan yang langkah ini. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bersejarah guna menjadikan tenis meja Indonesia satu dan kuat. Karena hanya dengan bersatu, tenis meja Indonesia menjadi kuat. Oleh karenanya, saya berharap dan juga seluruh insan tenis meja Indonesia, PTMSI harus lebih baik dibanding sebelumnya,”kata Yuni yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Politik.

Yuni Poerwanti juga berharap dari Kejuaraan ini lahir bibit dan prestasi membanggakan. “Kami berharap kedepannya kejuaraan ini dapat terselenggara minimal 4 kali setahun,” ucap Yuni dalam laporannya kepada Menpora Imam Nahrawi. Wanita separuh baya tetapi tampak enerjik ini kemudian mengutip semangat Jendral Sudirman bahwa kami rindu menang, maka kita harus kuat, untuk kuat maka harus bersatu, untuk bersatu kita harus saling silaturakhim, toleransi dan peduli.

Kejuaraan ini diikuti sedikitnya 132 peserta yang berasal dari Sekolah Ragunan, Kelompok Umur 18 tahun, perorangan dan klub seperti Indocement, Putera Sadewa, Bintang 9, Kehutanan, Kejora, Krida Jaya, Pulau Seribu dan lain sebagainya. Kejuaraan Tenis Meja Ramadhan Cup 2016 Kategori Platinum dan Penggiat Olahraga dengan mengangkat tema besar ‘Pemersatu Anak Bangsa’ secara resmi dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi, Jumat (17/6) malam di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Menpora Senayan, Jakarta.

Menpora berharap dari kejuaraan yang berlanjut hingga sahur puasa bersama ini menjadi awal kebangkitan bersatunya tenis meja di Indonesia. “Semoga ke depan dengan keteguhan hati dan ketulusan menatap masa depan tenis meja nasional bisa semakin baik,” kata Menpora. Kehadiran dua Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno dan Lukman Edi menurut Menpora menjadi awal yang baik. “Segera tindak lanjut secepatnya dan segera mungkin pertemuan ini agar ada solusi bersama memajukan tenis meja nasional, ini karena berkah Ramadhan,” kata Menpora.

Ia menyampaikan per Jumat (17/6) atlet tenis meja yang lolos kualifikasi Olimpiade Brasil sudah mencapai 26 orang atlet, menurutnya jumlah ini menunjukkan prningkatan signifikan bila dibanding Olimpiade London empat tahun lalu. “Semoga ke depan tenis meja bisa mengirimkan wakil terbaiknya untuk bermain di Olimpiade,” ujar Cak Imam sapaan akrab Menpora.

Ketua PTMSI Oegroseno berharap dualisme di tenis meja segera berakhir. “Situasi seperti ini harusnya tidak terjadi di Indoneaia, kami juga sampaikan kepada Pak Lukman Edi perjalanan tenis meja nasional, kami juga berharap kondisi ini tidak berlarut-larut karena pasti yang menjadi korban adalah atletnya, pengurus di daerah juga terpecah belah dan sebagainya,” kata Oegroseno. “Olimpiade sebelumnya tenis meja hanya cadangan semoga kedepan apabila telah sesuai aturan tenis meja bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa, kita serahkan yang terbaik kepada pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu senada dengan Oegroseno, Ketua PTMSI Lukman Edi menilai kegiatan ini adalah janji pemerintah untuk mempertemukan kita berdua (Oegroseno). “Alhamdulillah malam ini kita bertemu, tinggal kita cari pola-pola yang sesuai, satu yang penting dan saya setuju adalah jangan sampai atlet terganggu tetapi sebaliknya atletlah yang diuntungkan melalui banyaknya kompetisi, kami berdua berharap agar ada roadmap dari Menpora,” harap Lukman.

Selain Menpora Imam Nahrawi nampak hadir Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Asdep Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Esa Sukmawijaya, Asdep Pengelolaan Pembinaan Khusus dan Sentra Sekolah Olahraga Teguh Rahardjo, Yuni Poerwanti, Staf Khusus Zainul Munasichin, Staf Khusus M. Khusen, Edi dan Bambang Wikanta dan beberapa perwakilan dari BNN dan Kemendikbud. Jordan

Lukman Eddy Tawarkan Dua Opsi

KETUA Umum PB.PTMSI, Lukman Eddy menyambut positif upaya Kemenpora untuk rekonsiliasi di tubuh organisasi tenis meja nasional itu. Bahkan Lukman Eddy menginginkan rekonsiliasi ini secepatnya mengingat banyak even penting sudah menghadang di depan mata.

Menyikapi upaya mediasi dari kemenpora lewat pertandingan tenis meja Ramadhan Cup yang digelar di Auditorium Kemenpora itu. Lukman Eddy menyambut baik upaya menpora itu. Lukman menawarkan dua opsi kepada Oegroseno Ketua Umum PTMSI hasil Munalub 2013. Dua opsi itu adalah pertama, Oegroseno ikut bergabung dalam satu atap atau berjalan sama-sama meski tak satu atap. Yang penting kata dia, atlet jangan sampai dikorbankan.

Lukman menyadari betul, dengan adanya dualisme kepengurusan di PTMSI, atlet jadi korban. Padahal tugas utama organisasi PTMSI itu adalah membina dan memfasilitasi program pembinaan di daerah. ”Terus terang saya pun tak mau PTMSI enerjinya habis hanya karena adanya dualisme ini. Masyarakat pun pasti juga tak mau seperti itu,”tandas politisi senior di PKB ini.

Lukman Eddy pun berharap polemik PTMSI sudah harus diakhiri. Dengan semangat bersama-sama membangun prestasi tenis meja Indonesia, Lukman Eddy yakin titik cerah akan datang. Lukman terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3) lalu.

Lukman Edy terpilih secara aklamasi setelah tidak ada calon lain yang mengajukan diri hingga batas waktu yang telah ditetapkan. Sementara penggantian pimpinan induk organisasi tenis meja ini terjadi setelah sang ketua sebelumnya yaitu Marzuki Alie mengundurkan diri dari jabatannya yang diemban hanya sekitar dua tahun.

“Banyak tugas yang harus segera dikerjakan mulai dari menyelesaikan masalah internal karena ini berkaitan dengan keikutsertaan dimulti event. Koordinasi dengan semua pihak juga harus secepatnya dilakukan,” kata Lukman Edy usai terpilih menjadi Ketua Umum PTMSI periode 2016-2020 itu.

Tidak hanya menyelesaikan permasalahan internal, Lukman Edy juga akan melakukan terobosan-terobosan guna meningkatkan prestasi atlet Indonesia yang salah satunya dengan memperbanyak kompetisi tenis meja di Indonesia. Meski mampu memegang kendali PB PTMSI, dirinya dipastikan akan mendapatkan tantangan yang berat. Jordan

Tenis Meja Ramadhan 1437 H

Jumat, 10 Juni 2016

KEMENPORA gelar Turnamen Tenis Meja Ramadhan 1437 H, yang bertajuk “Menyambungkan tali silahturahmi antar pemerintah Menpora dengan masyarakat pecinta Tenis Meja”. Kegiatan ini untuk mengisi kegiatan Olahraga di tengah Ramadhan, rencananya turnamen Tenis Meja akan di Gelar di Gedung Auditorium Wisma pemuda Kemenpora Jakarta.

Turnamen ini di ikuti 96 peserta dari kalangan masyarakat dan katagori Platinum dari kalangan pejabat sampai tingkat Menteri, pertandinggan di gelar usai sholat traweh sampai saur bersama, turnamen dalam rangka memperkuat tali silahturahmi masyarakat penggiat olahraga khususnya pecinta Tenis Meja ini di laksanakan pada 17 – 18 Juni mendatang.

“Kegiatan yang positif ini dengan tema Ramadhan ini menambah kegiatan di bulan Suci Ramadhan, apa lagi di gelar selesai sholat traweh, Ibadah sekaligus olahraga di tambah saur bersama, lebih menambah tali silahturahmi antar masyarakat dan olahraga, Ramadhan tidak menghalangi untuk kegiatan berolahraga, justru menambah semangat di bulan ramadhan,”jelas Deputi bidang pembudayaan Olahraga Dr. R.Isnanta MPD.

Lebih mengutamakan kebersamaan di bulan Ramadhan, Panitia tidak memberikan hadiah besar tetapi lebih mendekatkan dirinya antara Ibadah dan Olahraga, hal senada pun disampaikan oleh Dr. Yuni Poerwanti.

“Ayo …. gelorakan semangat Ramadhan, dengan kegiatan yang pertama ini. Saya mengajak seluruh sahabat untuk gemar berolahraga menjaga kebugaran (sehat & segar) selain meningkatkan iman, taqwa, dan akhlak, sahur bersama silaturahim dan kompetisi berjalan dengan seiring,” kata Yuni yang menjabat sebagai Staf Ahli Mentri bidang Politik.

Masih menurut Yuni, hubungan baik antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sambil rekreasi, kita buktikan bahwa keseimbangan antara jasmani dan rohani tetap terjaga, sehingga tertanam tubuh yg sehat dan jiwa yg kuat. Kerja, kerja, & kerja dengan ikhlas. Teknikal meeting dan pembagian grup rencananya akan di gelar pada hari Selasa (14/6), di Wisma kemenpora. Jordan

Rekarnas dan Kejurnas Tenis Meja di Riau

Senin, 30 Mei 2016

PENGURUS Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) 2016-2020 yang diketuai oleh Ir.H.Lukman Edy, M.Si, memastikan menggelar rapat kejuaraan nasional (kejurnas) dan rapat kerja nasional (rakernas) pada 27-31 Juli mendatang di Pekanbaru, Riau.

Kejurnas tepatnya dilangsungkan 27-31 Juli, diharapkan dapat diikuti seluruh Pengprov PTMSI di 34 daerah, sebagai ajang uji coba atau pemanasan menjelang penampilan para petenis meja terbaik dari seluruh daerah di PON XIX/2016, September di Jabar.

Rakernas dilaksanakan dua hari, 30-31 Juli, untuk menetapkan program kerja setahun mendatang, baik dalam atau luar negeri. “Banyak event yang tentunya harus diikuti atlet-atlet terbaik Tanah Air,” demikian antara lain disampaikan Ketua Umum PB PTMSI 2016-2010, Lukman Edy, dalam rapat pengurus menyambut gelaran kejurnas dan rakernas 2016, Jumat (27/5) sore di Senayan, Jakarta.

Dalam rapat yang diikuti oleh Wakil Ketua Umum PB PTMSI Mayjen TNI Dody Usodo Hargo S, S.Ip, MM, serta Anton Suseno, salah satu ketua, dan Sekjen Robert Hermawan itu, ditetapkan pula jajaran panitia kejurnas dan rakernas. Rapat juga membahas permasalahan yang masih terjadi di beberapa daerah, yang tak bisa dilepaskan kaitannya dengan dualisme yang melanda tenis meja nasional.

Tenis meja saat ini masih terbelah dua. Selain PB PTMSI 2016-2020 yang diketuai oleh Lukman Edy, masih ada PP PTMSI pimpinan Oegroseno. Kepengurusan PB PTMSI pimpinan Lukman Edy, yang menggantikan kepengurusan Marzuki Alie oleh Munaslub pertengahan April 2016 lalu, direstui oleh pimpinan KONI Pusat.

Kepengurusan PP PTMSI pimpinan Oegroseno sebelumnya berafiliasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) semasa diketuai Rita Soebowo. Restu yang diberikan oleh Rita Soebowo pada 2014 itu juga disebabkan oleh adanya disharmonisasi dengan pimpinan KONI Pusat. Namun, KOI kini sudah berganti pimpinan, Rita Soebowo sudah digantikan oleh Erick Thohir. Kepengurusan PB PTMSI Lukman Edy tetap mengharapkan pimpinan KOI lebih bersikap arif. Jordan

PTMSI Bentuk Dua Badan Pembinaan Atlet

Sabtu, 23 April 2016

PB PTMSI pimpinan Lukman Eddy akan membentuk dua badan, masing-masing liga nasional dan atlet nasional. Liga nasional akan melakukan pembinaan 30 atlet terbaik yang akan dipantau secara terus menerus.

Menurut Lukman ada beberapa program yang sempat terhenti di periode pengurus sebelumnya. Sehingga program pembaruan dunia tenis meja Indonesia dijadwalkan dengan menggulirkan kembali roda kompetisi liga tenis meja yang selama tak berjalan.

“Badan atlet nasional bertugas membuat database atlet-atlet di Indonesia,” ungkap Lukman Eddy kepada wartawan usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, Jumat (22/4).

Sementara Badan liga yang diketuai Mefriyon akan menghidupkan kembali liga sebagai salah satu roda kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan atlet tenis meja andal akan segera digulirkan.

Politisi dari Partai PKB ini lebih lanjut menjelaskan, tidak tertutup kemungkinan Liga Tenis Meja Nasional akan diikuti petenis meja asing mewakili klubnya masing-masing. “Setelah Kejurnas dan Rakernas di Riau mendatang, kami akan segera menggodok rencana liga itu,” harapnya. Jordan

Teguh Lepas Atlet Tenis Meja ke Hongkong

Selasa, 12 April 2016

INDONESIA mengirimkan 6 atlet tenis meja ajang seleksi Pra Olimpiade yang berlangsung di Hongkong, tepatnya di Stadion Queen Elizabeth Hongkong pada 13 -17 April. Wilayah Asia dibagi menjadi dua zona, zona Asia dan Zona Asia Tenggara. Enam atlet itu masuk di kedua zona tersebut.

Keenam atlet itu terdiri 3 atlet putra dan 3 atlet Putri. Indonesia berada pada tahapan pertama di Zona Asia, dan drawing akan dilaksanakan hari ini (Selasa/12/04) di Hongkong. Adapun atlet itu adalah Ficky Supit (Jatim), Donny Prasetyo (Jateng) Eks SKO Ragunan binaan Kemenpora, Fredy Pramono (Jateng) dan Nilasari (Jateng), Lilis Indri PPLP (Jateng) Novita Oktariyani SKO Ragunan.

Mereka ini adalah hasil seleksi kejuaraan dunia di Malaysia pada bulan Maret lalu. Persiapan mereka cukup panjang. Sesudah TC di Batam pada Januari sampai Februari. Lalu mengikuti kejuaraan dunia di Malaysia lalu. Dilanjutkan TC training center di Solo selama satu bulan.

Menurut Novita Oktariyani yang sehari-hari berlatih di SKO Ragunan bahwa persiapan mereka adalah tiga minggu proses pemantapan. Singapore dengan pemain naturalisasi akan menjadi pesaing utama. Sedangkan Thailand kemampuanya masih di bawah kita. Pemilihan atlet itu melalui proses seleksi yang ketat dan fair.

“Ya Singapora masih memakai empat pemain naturalisasi dan akan menjadi pesaing kita. Beda halnya dengan Thailand dan Vietnam mereka murni memakai pemain lokal. Kedua negara ini juga patut kita waspadai. Mohon doa dan dukungan agar bisa meraih hasil ter baik di Pra Olimpiade ini,”kata Novita Oktariyani kepada wartawan di Bandara Soetta, Senin Malam (11/04).

Sementara itu Asdep Sentra Keolahragaan Teguh Raharjo menyatakan mari kita dukung mereka, sehingga atlet kita bisa mengangkat prestasi tenis meja. Dan mengangkat nama bangsa di ajang internasional. “Mudah-mudahan atlet kita bisa lolos dan tentunya akan tampil di Olimpiade Rio 2016 nanti,” harap Teguh.

Kesempata sama Ketua PP PTMSI Oegroseno menyatakan bahwa mereka yang terpilih merupakan pemain yang terbaik yang kita miliki sekarang. “Singapora dan Tiongkok yang menjadi pesaing kuat. Peluang masih ada untuk lolos ke Olimpiade. Saya berharap atlet kita ada yang lolos,” tegas Oegroseno. Jordan

Lukman Edy Gantikan Marzuki Alie

Kamis, 31 Maret 2016

WAKIL Ketua Komisi II DPR RI, Mohammad Lukman Edy terpilih sebagai Ketua Umum PB PTMSI. Ia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2016) malam.

Lukman Edy terpilih secara aklamasi setelah tidak ada calon lain yang mengajukan diri hingga batas waktu yang telah ditetapkan. Sementara penggantian pimpinan induk organisasi tenis meja ini terjadi setelah sang ketua sebelumnya yaitu Marzuki Alie mengundurkan diri dari jabatannya yang diemban hanya sekitar dua tahun.

Dengan demikian, Lukman Edy akan memimpin PB PTMSI hingga empat tahun ke depan atau hingga 2020. “Banyak tugas yang harus segera dikerjakan mulai dari menyelesaikan masalah internal karena ini berkaitan dengan keikutsertaan dimulti event. Koordinasi dengan semua pihak juga harus secepatnya dilakukan,” kata Lukman Edy.

Tidak hanya menyelesaikan permasalahan internal, Lukman Edy juga akan melakukan terobosan-terobosan guna meningkatkan prestasi atlet Indonesia yang salah satunya dengan memperbanyak kompetisi tenis meja di Indonesia. Meski mampu memegang kendali PB PTMSI, dirinya dipastikan akan mendapatkan tantangan yang berat.

Selain harus mampu meningkatkan prestasi atlet Indonesia, juga dihadapkan polemik dualisme kepengurusan induk organisasi tenis meja Indonesia itu. Sebab PTMSI pimpinan Oegroseno mengaku sudah mendapatkan kepastian dari pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga bahwa pihaknya hanya akan mengakui kepengurusan PTMSI yang legal secara hukum.

"Saya siap berkoordinasi dengan Pak Oegroseno. Prinsipnya, mari kita sama-sama membangun olahraga tenis meja," tambah politisi PKB ini. PTMSI pimpinan Lukman ini secara hokum legal dan diakui KONI Pusat. Sedangkan PTMSI pimpinan Oegroseno mengklaim diakui KOI. Jordan

Lolos PON Jabar, Tenis Meja Papua Barat Target Medali

Rabu, 09 Maret 2016

UNTUK kali pertama dalam sejarah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tim tenis meja Papua Barat meloloskan atletnya. Papua Barat meloloskan empat petenis mejanya (dua putra dan dua putri) di PON Jabar 2016 nanti. Keempatnya lolos hasil dari seleksi Kejurnas Bali 2015 lalu.

Lolosnya empat atlet itu dipastikan setelah hasil dari Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Pusat yang dilaksanakan pada Senin (7/3/2016) di Gedung Serbaguna, Jakarta. Pembahasannya dilakukan di Sidang Komisi Bidang Organisasi. Seperti diketahui PTMSI selaku induk organisasi cabor tenis meja terjadi dualisme kepemimpinan. PTMSI dibawah kepemimpinan Oegroseno diakui KOI, sedangkan Marzuki Ali diakui KONI Pusat.

Setelah hasil RAT KONI itu diputuskan bahwa hasil Kejurnas di Bali yang digelar Kepengurusan versi Oegroseno itu sembilan daerah dipastikan lolos ke PON Jabar September 2016 mendatang. Salah satunya adalah Papua Barat dengan meloloskan empat atletnya.

Keempat atlet itu adalah Komala Safitri, Nanda Sari, Bayu Agesti Renmaur, dan Antaris Baru. Menurut Musa Mandibondibo SE selaku Sekretaris I Pengprov PTMSI Papua Barat bahwa pihaknya bersyukur hasil putusan dari RAT KONI yang telah meloloskan empat atletnya.

“Kami sangat bersyukur hasil dari RAT KONI itu. Sebab dalam sejarah keikut sertaannya di PON, Papua Barat, baru pertama kali ini meloloskan atlet tenis meja,” kata Musa kepada olahragaonlne.com di Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Musa menambahkan usai kepastian ini, timnya akan melakukan beberapa kali ujicoba dan akan mengikuti beberapa kejuaraan di Pulau Jawa. “Kini keempat atlet itu sedang melakukan TC jangka panjang. Dan bersiap melakukan serangkain ujicoba dan akan tampil di beberapa kejuaraan skala nasional,” kata Musa yang juga menjabat sebagai menejer tim.

“Upaya yang kami lakukan itu, agar target tim tenis meja Papua Barat berhasil meraih medali di PON Jabar nanti,” kata pria yang juga pernah terjun sebagai atlet tenis meja itu. Disinggung masalah dana, Musa menyatakan bagi kami itu tak menjadi kendala. Sebab sudah dipersiapkan dana bagi tim tenis meja Papua Barat.

Sedangkan target medali, lebih lanjut Musa menyatakan kami mengandalkan dari nomor perorangan putri. “Komala Safitri menjadi andalan kami. Sedangkan Nanda dipersiapkan membuat kejutan untuk menembus semifinal. Dua atlet putra lainnya kami harapkan juga bisa menembus semifinal,” tambah Musa. Komala Safitri adalah atlet nasional asal Jawa Timur.

“Target jangka panjang kami sebenarnya adalah PON Papua 2020 mendatang. Namun PON 2016 juga menjadi target kusus kami,” tandas PNS Kabupaten Manokwari itu. Keempat atlet ini ditangani pelatih kepala Dony Pinontoan yang juga mantan petenis meja nasional asal Sulut. Dony didampingi pelatih lainnya Steven Boby Renmaur. Jordan

Djoko Pekik Buka Kejuaraan Tenis Meja David Yacobs Cup 2015

Kamis, 15 Januari 2015

SEKITAR 200 petenis meja baik dari dalam maupun luar negeri tampil di ajang kejuaraan terbuka Tenis Meja David Yacobs Cup 2015. Yang berlangsung di di Mall Pluit Village Jakarta Utara dari 15-18/01/2015.

Event ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto (15/1) yang didampingi Asdep Sentra Keolahragaan Raden Isnanta.
Djoko menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada panitia yang telah menggelar kejuaraan tenis meja khusus difable. Dengan kejuaraan ini diharapkan muncul atlet-atlet potensial yang menyusul kesuksesan David Yacobs peraih medali perunggu Paralympic Games 2012 London.

“Event ini kesempatan bagus bagi para petenis meja kita. Sebab dengan tampilnya atlet dari luar negeri, menjadi peluang atlet kita menjajal dan mengukur kemampuan kita,” kata Djoko.

Djoko meminta kepada seluruh atlet yang tampil agar dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Dan berharap para wasit memimpin pertandingan bertindak obyektif dan adil. Masih menurut Djoko bagi atlet muda selain giat berlatih juga harus serius belajar. Sebab itu merupakan bekal buat masa depan para atlet “Sukses meraih prestasi di olahraga juga harus sukses meraih dalam bidang pendidikan,” kata Djoko.

Sementara itu Ketua Panitia Edy Wikanta menyatakan kejuaraan ini diikuti 200 atlet dari berbagai daerah dan j
uga luar negeri seperti dari Tiongkok dan Singapura. “Saya yakin dengan tampilnya atlet dari mancanegara, event ini pasti akan seru dan bergenggsi. (Jordan)

Kisruh PTMSI Masih Berlanjut

Sabtu, 20 September 2014

KISRUH di Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) masih berlanjut, bahkan sudah berlanjut k ranah hukum. PP PTMSI pimpinan Oegroseno sekalipun menang di tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Dalam hal ini KONI Pusat belum bersedia melantik.

Pasalnya keputusan PTUN tersebut masih bersifat sela. Bahkan, KONI Pusat tengah mengajukan banding terkait masalah tersebut hingga menunggu keputusan final. Jika merujuk pada penetapan PTUN, mantan Wakapolri tersebut meminta KONI agar membatalkan SK PP PTMSI pimpinan Marzuki Alie, kemudian mengesahkan organisasi pimpinannya.

"Hingga kini KONI Pusat masih menganggap PP PTMSI di bawah kepemimpinan Marzuki Alie adalah kepengurusan yang sah. Sebab, sampai saat ini belum ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht)," ujar kuasa hukum KONI Pusat M Shalahudin dan Aldi Prachman Sjarief kepada wartawan.

Masih menurut kuasa hokum itu, pihaknya tetap mematuhi proses hukum yang berlaku. Selama proses banding berlanjut, maka putusan sela PTUN akan diabaikan, termasuk poin larangan aktivitas bagi PTMSI Marzuki Alie. "Begitu ada banding, saat itu juga putusan PTUN tak berlaku lagi," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen PP PTMSI versi Marzuki Alie, Anton Suseno, menambahkan jika siap berdamai dengan kubu Oegroseno. Namun, pihaknya tetap akan beraktivitas seperti biasa selama proses hukum belum berakhir. "Kami menunggu keputusan final dari pengadilan. Kalau Pak Oegro menang, kami siap bergabung. Begitu pula kalau kami yang menang, kami siap menampung mereka. Semua adalah teman-teman sendiri," tandas mantan petenis meja nasional itu. (Jordan)

PTMSI Kirim 19 Atlet ke Thailand Open

Selasa, 13 Mei 2014

PERSATUAN Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) di bawah pimpinan Ketua Umum Marzuki Alie, mengirimkan 19 petenis meja junior dan kadet di ajang Kejuaraan International Table Tennis Federation (ITTF) Global Circuit Junior Kadet Thailand Open di Bangkok, yang akan berlangsung dari 15-18 April mendatang
Menurut Robert Hermawan selau Menejer tim bahwa event untuk tingkat kadet dan junior petenis meja Indonesia masih sanggup memberikan perlawan bagi atlet tingkat Asia dan ASEAN. “Tahun lalu dengan kekuatan 20 atlet, kami berhasil membawa pulang satu perak dan tiga perunggu. Kali ini kami berharap hasilnya lebih dari tahun lalu,” kata Robert Hermawan yang didampingi sang pelatih Mansyur Lakoro kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/5).
Masih menurut mantan petenis meja nasional itu bahwa tahun ini kami didukung oleh Pupuk Indonesia, sehingga segalanya ditanggung pihak sponsor. “Kami bersyukur masih ada pihak yang mau peduli dengan tenis meja Indonesia. Sehingga kami bisa memberangkatkan tim,” tandas pria yang juga selaku Kabid Binpres PTMSI itu. Dia menjelaskan tahun ini tak mempunyai target kusus, ia hanya berharap anak-anak tampil lepas tanpa beban. Sehingga dapat meraih hasil maksimal.
Bahkan Pupuk Indonesia bersedia memfasilitasi tempat latihan bagi atlet Indonesia. Kerjasama ini menurutnya akan berlangsung selama sepuluh tahun. “Sungguh luar biasa kepercayaan yang diberikan Pupuk Indonesia bagi perkembangan tenis meja di tanah air. Bahkan pihak mereka setuju jika kami mendatangkan pelatih asal China,’ katanya.
Menurutnya ada tiga sentra pembinaan yang akan dilakukan yakni di Zona Pulau Jawa dipusatkan di Pupuk Kujang, Cikarang, untuk Sumatera akan dilakukan di Pusri Palembang, dan di Kalimantan di Pupuk Kaltim, Samarinda. “Langkah ini kami lakukan agar benang merah pembinaan tak terputus. Agak aneh memang di tingkat kadet dan junior kita dapat bersaing. Namun memasuki tingkat senior kita kalah kelas. Sehingga kami pun berinisiatip mendatangkan pelatih asal China. Yang akan dibantu asisten asal China juga ditambah mantan petenis meja nasional,” jelasnya. (Jordan)

Pengukuhan Pengurus PB PTMSI Ditunda

Sabtu, 01 Maret 2014

AKIBAT mis komunikasi dan terkendala masalah administrasi membuat proses pengukuhan, Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) pimpinan Marzuki Alie ditunda menunggu hingga Surat Keputusan (SK) dari KONI Pusat diterbitkan.

Ditundanya pengukuhan kepengurusan yang akan menjabat 4 tahun kedepan ini, dikarenakan kepengurusan Marzuki Alie baru mengajukan proses adminsitrasi SK kepada KONI Pusat pada 28 Februari, sehingga harus mendapat persetujuan dari KONI Pusat.

"Penundaan yang dilakukan pihak KONI Pusat karena adanya masalah administrasi. Ini murni kesalahan kami yang belum memahahi proses pengukuhan. Karena jika sudah kami laksanakan, maka KONI yang akan terbitkan SK tentang kepengurusan PB PTMSI, barulah ditentukan tanggal pengukuhan," ujar Marzuki Alie kepada watawan di Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Kendati gagal dikukuhkan, namun Marzuki mengakui bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan KONI Pusat dan sudah dijanjikan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, bahwa SK kepengurusan PB PTMSI baru bisa ditandatangani 28 Februari. "Pada hari ini akan diterbitkan SK yang sah. Menurut ketua KONI, dengan keluarnya SK maka kepengurusan ini sudah sah. Jadi kalau ada undangan rapat dari KONI, kami sudah punya hak untuk hadir," tandasnya.

Marzuki menegaskan bahwa agenda pengukuhan kepengurusannya tetap akan digelar dalam waktu dekat ini, dan tengah mencari waktu yang tepat agar seluruh pengurus bisa datang pada acara tersebut. "Kami berharap semua pengurus bisa hadir di pengukuhan nanti. Rencananya, kami akan dikukuhkan ini pada 6 Maret mendatang. Yang pasti tempatnya di Jakarta," jelas politisi asal Partai Demokrat ini. (Jordan)

SIWO Jaya Gelar Piala Marzuki Alie

Rabu, 26 Februari 2014

PERSATUAN Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) bekerjasama dengan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya gelar Invitasi Tenis Meja Antar Media ‘Marzuki Alie Cup’. Kejuaraan yang akan diikuti puluhan wartawan dari media cetak dan online itu akan digelar di Gedung Tenis Meja Gelora Bung Karno, 3-4 Maret mendatang.
Event terselenggara berkat dukungan Ketua Umum PP PTMSI Terpilih Marzuki Alie yang juga Ketua DPR RI. Rencananya, kejuaraan ini akan menjadi embrio penyelenggaraan kejuaraan serupa dengan lingkup yang lebih luas yaitu tingkat nasional. “Saya sangat mendukung upaya dari para wartawan yang ingin menggelar kejuaraan tenis meja. Itu artinya, para wartawan juga punya semangat yang sama dengan kami, pengurus baru PP PTMSI. Kaum Jurnalis memang peduli dan simpati dengan kondisi prestasi tenis meja Indonesia. Semoga ini menjadi awal kolaborasi dari PP PTMSI dan SIWO dalam upaya membangun prestasi tenis meja di masa mendatang,” ujar Marzuki Alie kepada wartawan di Kantor SIWO Jaya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2014).
Marzuki menambahkan, saat ini ia sebagai ketua umum PP PTMSI terpilih sudah menyusun kepengurusan baru yang rencananya akan dilantik Ketua Umum KONI Pusat pada 28 Februari mendatang. Menurutnya, peran wartawan akan sangat membantu dalam menjalankan roda organisasi PP PTMSI.
“Tugas PTMSI ke depan tidaklah mudah. Saya berharap dengan adanya ‘Marzuki Alie Cup’ bisa menjadi awal dari gairah kembalinya prestasi tenis meja Indonesia,” imbuh Marzuki yang siap menggelar kompetisi berjenjang tenis meja di Indonesia, seperti yang pernah dilakukannya saat menggelar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) cabang sepakbola.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Panpel ‘Marzuki Alie Cup’ Ary Julianto menjelaskan, invitasi ini minimal diikuti 32 peserta. Nantinya kejuaraan akan diawali babak penyisihan yang dibagi 8 grup dengan sistem round robin. Delapan peserta terbaik akan lolos ke babak delapan besar yang langsung akan menggunakan sistem gugur sampai babak final. (Jordan)

Marzuki Terpilih Secara Aklamasi

Rabu, 05 Februari 2014

KETUA DPR RI Marzuki Alie terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia periode 2014-2018. Hasil dari Musyawarah Nasional (Munas) PP PTMSI di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Selasa (4/2/20114). Ia terpilih secara aklamasi sebab tidak ada calon lain.

Gawean Munas kali ini dilaksanakan KONI Pusat dan diikuti 13 Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI dari total 33 Pengprov. Ke-13 Pengprov adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Papua Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.

Munas PP PTMSI juga memilih empat formatur, yakni Herlim Sunandar (Lampung), Ridho (Maluku), Drs R Kermite (Sulawesi Utara) dan Tony Supriadi (Sumatera Selatan). Ketua umum dan empat formatur diberi waktu paling lambat satu bulan menyusun kepengurusan.

“Saya akan membawa perubahan di olahraga tenis meja, paling tidak untuk empat tahun mendatang,” ujar Marzuki Alie. Untuk itu Marzuki minta kepada semua pihak, untuk mendukung kepengurusan PTMSI 2014-2018.

“Saya sudah lama ia diminta menjadi ketua umum sekaligus mengatasi kisruh dalam kepengurusan. "Tugas saya sangat berat yaitu mensinergikan perbedaan yang ada untuk membangun tenis meja Indonesia. Tentu ada risiko yang harus saya ambil untuk masuk ke PTMSI. Tetapi dengan tekad bulat saya memutuskan masuk demi untuk Merah Putih,” tambah pria yang kini tengah mengikuti Konvensi Partai Demokrat menuju R1 ini.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen KONI Pusat EF Hamidy berharap kisruh organisasi tenis meja yang selama ini terjadi bisa segera rampung lewat Munas ini. Namun, ia menyayangkan justru sebagian Pengprov yang sebelumnya menggelar Munas di Polda Metro Jaya tahun lalu yang kemudian memilih Wakalpolri Komjen Oegroseno ternyata tidak hadir.

“Saya heran sebab pada pelaksanaan Munas ini atas persetujuan kedua kubu yang selama ini berselisih paham. Tetapi kenapa mereka justru tidak datang. Padahal ini demi untuk tenis meja Indonesia,” terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Ikan Pindang Seluruh Indonesia (APIKANDO) ini.

Lebihlanjut Hamidy menjelaskan bahwa ke-13 Pengprov yang menghadiri Munas ini disahkan oleh KONI Pusat karena mendapat rekomendasi dari Konida masing-masing. “Tanpa rekomendasi kami tidak akan mengakui mereka. Dan yang hadir di sini, semua membawa rekomendasi sehingga Munas tetap digelar dan sah dengan hadirnya 13 Pengprov,” tandas Hamidy. (Jordan)

Peter:Saya Belum Terima Surat dari Satlak Prima

Senin, 02 Desember 2013

MENEJER Timnas Tenis Meja Indonesia pada SEA Games 2013 Myanmar menyatakan tegas bahwa dirinya belum menerima surat dari Satlak Prima tentang pergantian dirinya oleh Anton Suseno. Seperti diberitakan beberapa media bahwa posisinya kini diambil alih oleh Anton Suseno.
“Saya masih sah menjadi Menejer Timnas tenis meja, jadi tidak benar posisi saya digantikan oleh Anton. Sebab hingga kini saya belum menerima surat pemecatan dari Satlak Prima,” kata Peter Layardi di sela-sela pembukaan pusat pelatihan dan pertandingan olahraga tenis meja atau pingpong, yang berada di Baywalk, Pluit, lantai 3 dengan nama Baywalk Pingpong Center, Sabtu (30/11/2013) kepada wartawan.
Peter lebih lanjut menyatakan kalau pun dirinya digantikan seharusnya ada pemberitahuan lebih awal. “Ini nga benar, menyalahin aturan, kok tanpa ada komunikasi dan pemberitahuan. Tiba-tiba nama saya dicoret,” kata Peter seakan tak percaya, namanya tergantikan.
Informasi dari Kepala Satlak Prima Surya Dharma bahwa, manajer tim tenis meja sedang bermasalah. Karena itu langkah pengamanan pun diambil. “Kami mengambil langkah tersebut sebab yang bersangkutan kini tengah menghadapi proses hokum. Sehingga kami tak bisa menunggu lebih lama lagi,” kata Surya Dharma.
Sementara itu Ketua Careteker PTMSI EF Hamidy menyatakan kasus pergantian Peter seharusnya dirapatkan terlebih dahulu. Tidak serta merta main coret. “Mestinya dirapatkan dulu antara Satlak Prima dan Caretaker. Kami belum memutuskan soal pencoretan Peter Layardi,” kata EF Hamidi yang juga Tim Caretaker PTMSI. Keputusan pencoretan secara sepihak, menurutnya, akan menyinggung perasaan Peter Layardi yang sudah sejak lama ditunjuk sebagai manajer tim.
Peter dicoret selaku menejer timnas tenis meja SEA Games, sebab yang bersangkutan sedang tersandung masalah tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik. Kasusnya kini sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (Dan)

Dahlan Siap Jadi Ketua Umum PB PTMSI

Sabtu, 12 Oktober 2013

JAKARTA-Hingga sampai saat ini, memang belum ada calon kuat yang memimpin PB Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), ada beberapa calon, tapi tidak memenuhi syarat alias kriteria. Kini, tiba-tiba Menteri BUMN Dahlan Iskan pun bersedia menjadi Ketua Umum PB PTMSI, tapi dengan beberapa syarat.

“Saya bersedia menjadi Ketua Umum PB PTMI, tapi dengan dua syarat. Pertama saya harus mundur sebagai Ketua Umum Persobarin (barongsai) dan Ketua Umum PB Gabsi,” ujar Dahlan Iskan yang didampingi Ketua Panitia turnamen Robert Njo kepada wartawan ketika membuka Kejuaraan Tenis Meja Dahlan Iskan Cup di Galaxy Sport Hall Ancol, Sabtu (12/10/2013).

Menurutnya, kalau ia masih tetap menjadi Ketua Umum PB Gabsi dan PB Persobarin, maka akan menyalahi aturan AD/ART KONI Pusat, karena tidak mungkin seseorang memimpin tiga induk organisasi olahraga sekaligus.

Mantan Dirut PLN ini berjanji jika dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PB PTMSI akan memperbanyak kompetisi-kompetisi, terutama di daerah. “Dengan makin banyak kompetisi yang digelar, maka makin banyak atlet berprestasi yang muncul," ucapnya.

Sementara itu, Robert Njo dalam acara pembukaan Turnamen Dahlan Iskan, mengatakan, berangkat dari minim dan makin terpuruknya prestasi olahraga tenis meja beberapa tahun ini, membuat ia dan beberapa rekan-rekannya menggelar turnamen ini. "Coba Anda perhatikan betapa tingginya animo masyarakat mengikuti turnamen yang kita gelar dengan 54 meja. Bahkan, ada peserta asing dari Singapura, China, dan Taiwan," ujar Robert.

Ke depan, kata Robert, pihaknya akan menggelar turnamen serupa di beberapa daerah. "Mungkin akan kita gelar di kota Medan, Surabaya atau Makasar. Semakin banyak kompetisikan semakin bagus. Selain itu, kita juga ingin menggugah beberapa pihak lain seperti pihak BUMN supaya peduli dengan olahraga, terutama tenis meja," harap pria asal Kota Sidikalang, Sumut ini.

Dua petenis meja asal kota Surabaya Khusnul dan Aisyah pun menyambut gembira ada turnamen Dahlan Iskan Cup. "Senang ada turnamen. Selama ini kan sudah mulai jarang ada turnamen semacam ini. Katanya juga bakal digelar di Surabaya. Kami pun bertambah senang jika itu sampai terwujud. Artinya, kita siap berkompetisi dengan atlet dari luar Surabaya atau Jatim," ujar Khusnul yang diamini Aiysah. JORDAN

2000 Peserta Tampil di Piala Dahlan Iskan Cup

Jumat, 11 Oktober 2013

KENDATI Kepengurusan PTMSI (tenis meja) masih bergejolak, pasalnya hingga kini belum ada kejelasan pelaksanaan Munas PTMSI. Sebab KONI Pusat sebagai induk dari semua cabang olahraga tak pernah tegas dalam mengambil sikap. Namun proses pembinaan tenis meja tetap berjalan.
Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Turnamen Tenis Meja Nasional Piala Dahlan Iskan I/2013 yang menurut rencana akan digelar 12-14 Oktober mendatang di Galaxy Sport Center Ancol, Jakarta. Hingga kini sudah tercatat 2000 peserta bakal tampil. Dari jumlah 2000 peserta itu, terdapat para atlet pelatnas yang dipersiapkan menghadapi SEA Games ke-27, Desember mendatang di Myanmar.
‘’Dengan digelarnya turnamen ini dapat menggairahkan pembinaan tenis meja di tanah air yang dalam satu dasa warsa ini semakin menurun. Prestasi kita di tingkat internasional termasuk SEA Games sudah tak menggembirakan lagi. Ini dikarenakan minimnya even atau kompetisi tenis meja di dalam negeri,’’kata Ketua Panpel, Robert Nyo dalam jumpa wartawan di Jakarta, Kamis, (10/10)
Lebih lanjut Robert mengatakan untuk lebih menggairahkan turnamen ini pihaknya mengundang atlet asing dari Cina, Singapura dan India. “Kehadiran para atlet asing ini tentu diharapkan bisa menciptakan atmosfir pertandingan dengan persaingan yang cukup ketat kepada para petenis meja Indonesia. Kami berharap para petenis meja dari Singapura, Cina, serta India tampil dengan kekuatan terbaiknya,”tambah Robet Njo.
Masih menurut Robert bahwa ingin menggeliatkan olahraga tenis meja yang sebenarnya merupakan olahraga rakyat. Juga diharapkan akan memunculkan kembali bibit bibit atlet tenis meja yang bisa bersaing ditingkat nasional maupun internasional,” kata Robert yang memang dikenal ‘’gila’’ tenis meja itu.
Rencananya Dahlan Iskan akan membuka secara resmi turnamen ini. Bahkan Dahlan Iskan dijadwalkan akan melakukan pertandingan eksibisi dengan mantan pemain nasional David Jacobs.
Para petenis meja pelatnas yang akan meramainkan turnamen ini adalah , Yon Mardiono, Muhammad Husein, Ficky Supit, Gilang Maulana, Dahlan Haruri, Donny, Triono Poijo, dan Syaiful M Lakoro (putra). Silir Rovani, Noor Azizah, Christin Ferliana, Tri Margareta, Widya, Stella Palit, Mira F, dan Novita (putri). kan, turnamen akan memperebutkan hadiah total Rp.250,000,000, menggunakan 54 meja arena secara simultan, oleh karena itu kompetisi ini akan menjadi perhelatan tenis meja terbesar di Asia Tenggara. (Jordan)

BOLA JERMAN

FIGUR

TINJU

RAKET

BASKET